cover
Contact Name
Hangga Hardhika
Contact Email
hanggadhika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hanggadhika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior
ISSN : 19780702     EISSN : 25806521     DOI : -
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang desain interior. Terbit dua kali setahun, yaitu setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Pengaruh Elemen Visual pada Ruang Mini Museum Atsiri Sarinah Jakarta terhadap Pengalaman Pengunjung Goestien, Chintya Sagita; Ratri, Dianing; Wibisono, Andriyanto
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.10581

Abstract

Museum berperan penting dalam memberikan edukasi serta mewariskan nilai-nilai kehidupan masa lampau dan memiliki manfaat tambahan untuk rekreasi, sosialisasi, dan relaksasi. Ruang museum dapat memberikan pengalaman ruang yang baru, pengalaman ini terbentuk dari tampilan visual dan unsur interaktif yang disajikan. Salah satunya di ruang mini museum Atsiri di Sarinah Jakarta yang menampilkan visualisasi beragam, menyajikan unsur interaktif seperti penerapan teknologi dan instalasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh elemen visual terhadap pengalaman pengunjung dan mengidentifikasi pengaruh faktor engagement, transaction, excitement, dan positioning terhadap pengalaman visual. Metode yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan parameter VISUALSCAPE, dilakukan melalui kuesioner kepada pengunjung dengan total responden yaitu 40 orang. Hasil penelitian membuktikan bahwa elemen visual memiliki pengaruh terhadap pengalaman pengunjung dan faktor engagement, transaction, excitement, dan positioning memiliki pengaruh terhadap terhadap pengalaman visual.
Optimalisasi Pemanfaatan Material Furnitur dalam Desain Interior Berkelanjutan Vijar Galax Putra Jagat Paryoko; Raden Ayu Firdausi Novira Rachman
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.9505

Abstract

Industri interior merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan bahkan dalam masa pandemi dewasa ini. Kebutuhan akan material yang cukup tinggi untuk memproduksi furnitur dan bagian lain dalam industri ini menjadi perhatian jika dikaitkan dengan pengembangan berkelanjutan yang telah menjadi penekanan dalam desain sejak Tahun 2000-an dan bahkan semakin menjadi pertimbangan setelah merebaknya pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menemukan optimasi pemanfaatan material yang dapat dilakukan terkait pada tahap kebijakan, perancangan, hingga produksi. Metode simulasi menjadi strategi utama penelitian, didukung dengan kajian literatur. Ditemukan bahwa pemilihan material berupa multiplek memiliki daya dukung yang tinggi terhadap pengembangan berkelanjutan karena pertimbangan bahan baku, pengolahan, hingga desain. Dengan memanfaatkan material tersebut, dapat ditemukan pula bahwa terdapat desain dimensi bagian-bagian furnitur tertentu yang diperhitungkan cukup efisien untuk digunakan.
Makna Ornamen Ular Naga dan Floral pada Kursi Rapat di Keraton Sumenep Indraprasti, Anggri; Santosa, Imam
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.10547

Abstract

Abstrak Kehadiran ornamen dapat dilihat pada produk, meja, kursi, langit-langit, cermin, lantai, tangga, pintu, jendela, dan lainnya. Bentuk dan warnanya beragam, mulai dari ukiran timbul, ukiran datar, bermotif fauna, dan flora. Pada era modern, hanya sedikit masyarakat yang menggunakan ornamen tradisional di perabotan mereka, disebabkan terjadi peralihan dari ornamen yang rumit menjadi lebih sederhana/praktis. Fenomena ini berdampak ornamen tradisional yang memiliki simbol dan makna khusus, perlu dilestarikan. Sebagai salah satu upaya menjaga budaya asli, masyarakat Madura, khususnya Sumenep, masih melestarikan ornamen tradional di Keraton Sumenep. Sedikitnya penelitian mengenai hal tersebut di atas, maka, penelitian ini menganalisis ornamen pada salah satu produk desain di Keraton Sumenep, yaitu kursi rapat. Dulu, kursi merupakan penanda kekuasaan dan kasta dalam strata sosial. Kursi dari Keraton Sumenep memiliki keunikan karena berangkat dari akulturasi seni budaya Tiongkok dan Madura. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif. Data deskripsi  dikumpulkan dari studi literatur, observasi lapangan, dan wawancarar; berupa definisi, teori, kondisi ekologi, antropologi berupa sejarah dan budaya di Keraton Sumenep maupun masyarakat sekitarnya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan, bahwa, kursi rapat pada Keraton Sumenep memiliki dua ornamen utama, yaitu ornamen floral berupa bunga dan lung; dan ornamen fauna berupa ular naga; yang masing-masing ornamen mengandung makna simbolik tertentu, berkaitan dengan stratifikasi serta simbol personalitas.Ornamen bunga seruni menunjukkan kehormatan, kewibawaan, keagungan kaum dari bangsawan; ornamen ular naga memiliki makna ketegasan dan akan memberikan keberuntungan terus menerus. Abstract The presence of ornaments can be seen on products, tables, chairs, ceilings, mirrors, floors, stairs, doors, windows, and others. The shapes and colors vary, ranging from embossed carvings, flat carvings, fauna and flora motifs. In the modern era, only a few people use traditional ornaments in their furniture, due to the transition from complicated ornaments to simpler/practical ones. This phenomenon has an impact on traditional ornaments that have special symbols and meanings that need to be preserved. As an effort to maintain original culture, the people of Madura, especially Sumenep, still preserve traditional ornaments at the Sumenep Palace. There is little research on the above, so this study analyzes the ornaments on one of the design products at the Sumenep Palace, namely meeting chairs. In the past, seats were a marker of power and caste in social strata. The chair of the Sumenep Palace is unique because it departs from the acculturation of Chinese and Madurese art and culture. This research was conducted with a descriptive research method. Descriptive data were collected from literature studies, field observations, and interviews; in the form of definitions, theories, ecological conditions, anthropology in the form of history and culture in the Sumenep Palace and the surrounding community. From the results of the study, it can be concluded that meeting chairs at the Sumenep Palace have two main ornaments, namely floral ornaments in the form of flowers and lunges; and fauna ornaments in the form of dragon snakes; each ornament contains a certain symbolic meaning, related to stratification and a symbol of personality. Chrysanthemum flower ornaments show honor, dignity, the majesty of the nobility; the dragon ornament has the meaning of firmness and will provide continuous luck. 
Tinjauan Desain Interior dengan Tema Modern Kontemporer pada Lobby Hotel Novotel Gajah Mada, Jakarta Pujasesanti, D’Viona; Zein, Anastasha
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v12i1.12547

Abstract

Novotel Jakarta Gajah Mada merupakan hotel bintang 4 dengan letak lokasi yang strategis. Pada sebuah hotel, lobby merupakan salah satu area penting yaitu sebagai tempat reservasi, informasi, menunggu dan juga tempat sirkulasi pengunjung untuk menjangkau area dan ruangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan gaya modern kontemporer pada interior lobby Hotel Novotel Jakarta Gajah Mada. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan studi literatur. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa interior lobby hotel ini merepresentasikan gaya modern kontemporer melalui penerapan konsep clean, simple, dan fungsional yang mengikuti perkembangan zaman, juga menerapkan dan menggabungkan filosofi Novotel dengan baik memberikan ruang yang nyaman dan serbaguna bagi para tamu, termasuk para pelaku bisnis yang mencari keseimbangan antara bekerja, bersantai, dan bersama keluarga selama menginap di hotel tersebut. Lobby ini dirancang sebagai area penyambutan tamu dengan konsep terbuka, sirkulasi umum, dan ruang tunggu, menciptakan suasana hangat, nyaman, dan modern.
Penilaian Pengguna terhadap Kualitas Fisik Bangunan Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta Nurdina, Mutia; Nugroho, Martino Dwi; Hidayat, Rachmat
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.12317

Abstract

Pertumbuhan signifikan dalam jumlah peminat Prodi Desain Interior ISI Yogyakarta sebaiknya diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan ruang dan bangunan yang lebih berkualitas. Kualitas fisik bangunan dapat ditingkatkan dengan perbaikan aspek kenyamanan termal, kualitas udara, pencahayaan, tingkat kebisingan, dan keamanan. Peningkatan kualitas fisik pada bangunan pendidikan akan meningkatkan performa mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kualitas fisik bangunan, agar ditemukan faktor fisik yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan melakukan pengukuran faktor fisik pada ruang kelas dan bangunan. Selain itu, penilaian kualitas fisik dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh responden. Data pengukuran faktor fisik akan dianalisis dengan analisis statistik. Selanjutnya, data tersebut akan dikaitkan dengan hasil penilaian kuesioner, sehingga akan diketahui masalah hubungan antara variabel berupa faktor fisik bangunan dengan kualitas bangunan yang dirasakan responden. Hasil temuan menunjukkan kualitas fisik ruang dan bangunan rata-rata mendapat nilai 3 dari skala 1 sampai 5. Aspek sirkulasi udara, pencahayaan, dan keamanan dari kebakaran mendapat nilai kurang dari 3, sehingga aspek tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan belajar dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Studi Transformasi Bentuk pada Desain Furniture Berbasis Budaya Lokal Suku Dayak Sebagai Wujud Pelestarian Kebudayaan Sabaniyah, Ayu; Yuanditasari, Aldila
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v12i1.12548

Abstract

Kebutuhan masyarakat mengenai produk furniture menjadi hal yang sangat penting, karena  manusia tidak dapat dipisahkan dengan berbagai furniture, baik didalam maupun diluar ruangan. Perancangan desain furniture pengisi interior ini bertujuan untuk melestarikan dan menyampaikan informasi mengenai kebudayaan suku Dayak pada khalayak umum melalui furniture kursi dan side table, agar produk lokal Indonesia tidak kalah dengan produk dari luar negeri yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dan eksperimen. Laporan ditampilkan dalam bentuk deskriptif, sedangkan data dikumpulkan melalui sumber literatur dan sumber internet. Furniture yang dihasilkan penulis merupakan studi transformasi bentuk dengan metode ATUMICS sebagai ekspresi dan pengembangan dari ragam hias Burung Enggang dan tradisi Telingaan Aruu yang diterapkan pada furniture kursi dan side table, serta membimbing tentang faktor apa saja yang harus dipertimbangkan; elemen tradisi dan elemen kekinian apa saja yang akan digunakan serta mengkombinasi kedua elemen tersebut. Material yang digunakan adalah kayu ulin, rotan, bludru dan kaca dengan konstruksi yang digunakan adalah dowel dan metal. Pada tahap eksperimen dilakukan dengan membuat prototype 1:5 dengan menggunakan bahan kayu balsa, bambu, kain goni, kain bludru, akrilik serta plat aluminium sebagai replika dari material kayu ulin, rotan, kain bludru, kaca dan metal karena dengan membuat prototype, seorang desainer dapat mengetahui menguji produk tersebut sebelum dibuat 1:1.
Efek Warna terhadap Kenyamanan Visual pada Interior Perpustakaan dalam Meningkatkan Produktivitas Pengunjung Revy, Angelika; Gani, Anastasia Cinthya; Effendi, Andrey Caesar
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v12i1.12544

Abstract

Perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Selain sebagai tempat membaca buku, aktivitas pengunjung perpustakaan sekarang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi. Pengunjung perpustakaan tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga untuk mengakses internet dan bekerja dengan komputer. Kenyamanan pengunjung di dalam ruang baca penting untuk beraktivitas. Aspek psikologis harus dipertimbangkan dalam perancangan. Dalam interior perpustakaan, warna tidak hanya digunakan sebagai estetika, tetapi juga untuk memberikan kesan dalam ruang. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif bertujuan mendalami efek warna dan dampaknya terhadap produktivitas pengunjung. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi literatur, observasi, dan wawancara. Ruang baca pada eksisting Perpustakaan Nasional RI didominasi dengan warna putih, sehingga dapat menimbulkan efek yang monoton ketika membaca atau bekerja selama beberapa jam. Perancangan ulang pada ruang baca menggunakan warna natural untuk elemen interior dan furnitur. Sesuai dengan konsep desain yang berjudul “Nusantara Serene Learning Experience”, desain bertujuan menciptakan suasana yang tenang untuk mempelajari ilmu baru di perpustakaan. Warna coklat muda dan coklat tua digunakan pada furnitur dan lantai. Turunan warna hijau sage dan biru dari logo Perpustakaan Nasional digunakan dalam perancangan furnitur. Berdasarkan hasil wawancara, tanggapan positif diperoleh untuk hasil perancangan ulang. Penggunaan warna juga lebih bervariasi sehingga tidak monoton, tetapi tidak berlebihan, sehingga warna baru mendukung untuk berkonsentrasi ketika bekerja.
Redesain Interior AMI AIPI Makassar Untuk Meningkatkan Branding Akademi dan Mencegah Perundungan Gemala, Andi Muh Andriyan
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v12i1.12549

Abstract

AMI-AIPI Makassar merupakan akademi yang menghasilkan pelaut dan perwira pelayaran niaga. Interior bangunan akademi  AMI AIPI Makassar pada dasarnya masih belum memiliki karakter yang kuat untuk branding image-nya sebagai “Kampus Biru”, dan juga masalah mengenai perundungan di dunia akademi kemaritiman masih menjadi concern yang kuat terhadap permasalahan di kampus ini. Metode desain yang digunakan menggunakan metode dari Rosemary Kilmer. Dimana dalam metode desain itu terbagi menjadi beberapa garis besar  perancangan yaitu commit, state, collect, analyze, ideate, choose, implement dan evaluate, sehingga tercipta ideasi untuk membentuk karakter branding  interior akademi yang terinspirasi dari kapal perang Amerika Serikat dengan konsep US Naval Ship, dimana bukan hanya julukan “Kampus Biru” hanya dengan warna kampus yang didominasi warna biru saja tetapi ada daya tarik lain dan suasana yang mendukung sesuai dengan fungsi bangunan, selain itu masalah mengenai perundungan dapat dicegah melalui beberapa solusi perancangan seperti membuat transparansi ruang yang cukup banyak, memaksimalkan CCTV, juga mengurangi sirkulasi ruang yang memiliki banyak sekat. Oleh karena itu, penulis berharap dengan solusi yang telah diberikan, permasalahan akademi dapat terselesaikan sehingga tercipta kondisi yang dapat memperkuat karakter branding akademi dan juga meminimalisir terjadinya tindak perundungan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan taruna AMI AIPI Makassar.
Unsur Identitas Tempat Pada Interior Hotel Grand Sunshine Resort & Convention Bandung Abdurrahman, Farhan Fadilah; Jamaludin, J.
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v12i1.12545

Abstract

Dunia bisnis pariwisata memiliki komponen penting berupa hotel yang menjadi sarana akomodasi utama. Banyaknya kegiatan yang dapat dilakukan pada hotel seperti sebagai tempat transit tamu dari luar kota maupun luar wilayah budaya sehingga sangat penting untuk dapat memperkuat citra dan karakteristik hotel dengan menerapkan sesuatu yang khas pada desainnya seperti memasukan unsur budaya setempat di dalam suasana ruangnya. Selain sebagai elemen estetik yang dapat membantu menciptakan suasana atmosfer ruang, juga sebagai media pengenalan budaya lokal setempat hotel tersebut berdiri. Metode analisis deskriptif dengan teknik identifikasi dan interpretasi terhadap makna unsur budaya dilakukan untuk mengidentifikasi fenomena pada studi kasus yang dilakukan pada Hotel Grand Sunshine Resort & Convention. Pemilihan hotel ini didasarkan pada kondisi hotel yang berada di daerah Jawa Barat dan memiliki misi untuk dapat mewujudkan “sentuhan Indonesia” pada fasilitas pelayanannya.
Konsep Eco Tourism Design Pada Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Untuk Peningkatan Pariwisata Budaya di Kota Yogyakarta Nugroho, Martino Dwi; Tamimi, Shabrina
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v12i1.12546

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai wilayah perkotaan dengan karakteristik ketersediaan tanah terbatas tak lepas dari permasalahan penyediaan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sejalan dengan meningkatnya gerakan pengembangan ekowisata, Pemerintah Kota Yogyakarta juga serius memajukan beberapa potensi pariwisata yang dapat diaplikasikan menjadi konsep ekowisata. Pada saat yang sama pariwisata budaya dan warisan budaya telah menjadi elemen penting untuk menarik wisatawan datang ke destinasi. Hal ini tentu berimplikasi pada dikotomi pariwisata budaya dan budaya pariwisata. Konsep eco tourism design dianggap sesuai dengan Visi RPJPD Kota Yogyakarta 2005-2025 adalah: “Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan Berkualitas, Pariwisata Berbasis Budaya dan Pusat Pelayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan” yang salah satu misinya adalah Mempertahankan predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata, Kota Budaya dan Kota Perjuangan. Tema Ecodesign diangkat karena melihat fenomena di perkotaan khususnya di Kota Yogyakarta bahwa kondisi lingkungan di Yogyakarta mengalami penurunan sebagai dampak dari pembangunan. Apalagi ditambah dengan konsep RTH yang hanya sebuah taman. Tema ecodesign juga didasarkan atas regulasi pemerintah Kota Jogja bahwa pembangunan wilayah harus berdasar atas pembangunan yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini mencoba membangun konsep eco tourism design dengan spesifik kasus pada RTH sebagai salah satu konsep yang ditawarkan untuk membangun pariwisata berbasis budaya di kota Yogyakarta.

Page 9 of 11 | Total Record : 109