cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts)
ISSN : -     EISSN : 23386770     DOI : https://doi.org/10.24821/resital
Core Subject : Humanities, Art,
Resital : Jurnal Seni Pertunjukan merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang seni pertunjukan. Jurnal Resital pertama kali terbit bulan Juni 2005 sebagai perubahan nama dari Jurnal IDEA yang terbit pertama kali tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Pengembangan Materi Ajar Seni Budaya Sub Materi Musik pada Sekolah Umum Jenjang Pendidikan Dasar Wadiyo Wadiyo; Udi Utomo
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.732 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2221

Abstract

Pendidikan Dasar di Indonesia memberikan mata pelajaran seni budaya yang di dalamnya tercakup materi  musik. Pendidikan Dasar tingkat Sekolah Dasar pada kurikulum 2013 edisi revisi 2016 pembelajarannya diubah dalam bentuk pembelajaran tematik namun demikian  musik tetap digunakan sebagai alat pendidikan. Untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama tetap menggunakan nama mata pelajaran seni budaya yang di dalamnya tercakup materi musik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebutuhan dan pengembangan materi ajar seni budaya sub materi musik untuk Pendidikan Dasar SD dan SMP.  Metode penelitian yang diterapkan adalah research development.  Lokasi penelitian, Kota dan Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan treangulasi data. Teknik analisis data menggunakan alur analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, materi ajar seni budaya sub materi musik dalam praktik pembelajarannya dikembangkan oleh setiap guru. Secara menonjol para guru Sekolah Dasar selalu mengganti lirik lagu yang sudah ada diganti dengan lirik materi pelajaran untuk memasukkan pesan pendidikan yang diinginkan oleh guru. Untuk Sekolah Menengah Pertama membutuhkan media-media tentang musik lokal dan atau daerah serta media-media yang berhubungan dengan musik diatonis, baik untuk teknik vokal atau permainan instrumen. 
Model Pembelajaran Komposisi Musik Sekolah Melalui Pemanfaatan Perkakas Tangan Yudi Sukmayadi; Arif Purnama
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1658.44 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i3.2225

Abstract

Model Pembelajaran Komposisi Musik Sekolah Melalui Pemanfaatan Perkakas Tangan. Artikel ini mendeskripsikan model pembelajaran komposisi musik sekolah dengan memanfaatkan perkakas tangan sebagai media kreativitasnya. Penelitian yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 12 Bandung ini  mengungkap tentang rancangan, implementasi, dan efektivitas model pembelajaran, serta upaya pencapaian tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi musikal siswa. Penelitian ini menggunakan action research. Data dikumpulkan melalui  observasi, wawancara, studi dokumentasi dengan berbasis pada kegiatan eksperimen musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran komposisi musik sekolah dengan mendayagunakan keunikan sekolah kejuruan yakni penggunaan perkakas tangan sebagai media kreativitas siswa, sangat efektif dan efisien dalam mengembangkan proses pembelajaran seni musik, khususnya dalam membangun dan mengembangkan kompetensi musikal siswa.
Analisis Teknik Komposisi Musik “Variation on Theme of Sepasang Mata Bola” Karya Jazeed Djamin Maria Octavia Rosiana Dewi
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.958 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2223

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan tentang latar belakang dan cara atau teknik pembuatan sebuah komposisi musik oleh Jazeed Djamin yang berjudul “Variation on theme of Sepasang Mata Bola”. Karya tersebut diciptakan dalam bentuk Piano Concerto dengan 9 variasi yang berdasar dari tema lagu “Sepasang Mata Bola” karya Ismail Marzuki. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif serta menggunakan pendekatan musikologi. Dari hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa dipilihnya lagu “Sepasang Mata Bola” sebagai tema dari karya variasi tersebut untuk menunjukkan optimisme yang besar dari Jazeed Djamin terhadap potensi musikal negeri ini (Indonesia) yang sangat kaya dan layak digarap dalam bentuk-bentuk karya musik konvensional dan yang lebih besar. Selain itu Jazeed Djamin ingin mengenalkan dan mengangkat lagu-lagu asli Indonesia ke pentas Internasional. Karya tersebut diciptakan menjadi 9 variasi dengan diawali sebuah introduksi dan berakhir dengan suatu coda yang menjadi satu bagian dengan variasi IX, dan memiliki 469 birama dengan durasi sepanjang 25 menit. Setiap variasi memiliki karakter yang mengacu pada karakter variasi karya-karya musik jaman romantik. Teknik komposisi yang digunakan antara lain: variasi cantus firmus, variasi fixed harmony, variasi melodi dengan fixed harmony serta variasi fantasia. Karya tersebut juga memiliki bagian kadensa yang unik, karena tidak diletakkan menjelang akhir bagian lagu atau coda, tetapi sebagai bagian dari variasi VI. Idiom-idiom musik didalamnya sangat ilustratif karena mampu menggambarkan efek suara kereta api yang sedang berjalan.
Uji Coba Produk Lagu Anak-Anak Bertema Pendidikan Wadiyo Wadiyo; Slamet Haryono
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.146 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i3.2226

Abstract

Media ajar berupa nyanyian atau lagu dipandang sangat penting untuk membantu pencapaian tujuan pendidikan yang dilakukan dalam suatu proses belajar mengajar baik formal maupun nonformal. Salah satu media ajar yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak prasekolah dalam memahami pesan pendidikan adalah lagu anak-anak. Tujuan pokok penelitian ini adalah menguji penciptaan lagu anak-anak  dikaitkan dengan daya gunanya  untuk menyampaikan pesan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode terapan. Subjek penelitian adalah para guru prasekolah. Langkah uji dilakukan dengan mengambil cara yang paling sederhana, yakni pertama, memperdengarkan lagu. Kedua, menirukan lagu yang diperdengarkan dan disampaikan pesan lagu dalam bentuk nyanyian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru tampak tertarik dengan lagu yang diperdengarkan. Selain itu, guru dapat dengan mudah menirukan lagu yang diperdengarkan dan menangkap isi atau pesan lagu. Learning material in a form of songs is considered essential to support educational purposes of a certain teaching and learning process in formal, non-formal, and informal educations. Children song is one of several types of learning material which is used to help students in understanding educational messages. The main aim of this study is to deeply examine the creation of children song and to confirm whether the children song creation has been in line with its usability− which is to deliver educational messages to children. Method implemented in this research was developmental research, while the research subjects were preschool teachers. Stages in trying out the songs to the research subjects comprised three steps. First, subjects listened to the songs. Second, subjects imitated the songs and captured the meaning behind it. Third, subjects understood and analyzed the songs. Results showed that the teachers, first, were interested to the songs. Second, teachers found no difficulties in imitating the songs. Lastly, teachers were able to easily understand the message delivered through the songs.
Analisis Wacana Lagu Dolanan Anak-Anak Dalam Lirik Lagu Ayo Padha Dolanan dan Kamit Endang Retnaningdyah Elis N. M.
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.14 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2224

Abstract

Lagu dolanan anak-anak merupakan salah satu bentuk warisan budaya bangsa yang perlu dipertahankan dan dilestarikan mulai dari sekarang. Hal ini mengingat semakin majunya peradapan di bidang alat-alat komunikasi yang mulai mengeser budaya lokal. Salah satunya media bermain anak-anak lewat syair lagu dolanan yang semakin langka. Lagu dolanan anak-anak merupakan salah satu media untuk membentuk karakter pendidikan pada anak-anak. Pembentukan karakter sangat diperlukan pada saat usia anak-anak karena akan mempengaruhi perkembangan jiwanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek gramatikal, aspek leksikal, dan aspek kontekstual dalam lirik lagu Ayo Dolanan dan Kamit. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggali berbagai aspek gramatikal, leksikal, dan kontekstual dalam lirik lagu dolanan Ayo Dolanan dan Kamit.Children dolanan song is one of the nation's cultural heritage which needs to be maintained and preserved from now. This is due to the rapid advancement of civilization in the field of communication which began to shift the local culture. One of these children play media through the lyrics of dolanan song is increasingly scarce. Children dolanan song is one of the media to shape the character of the children's education. The formation of character is indispensable at the age of children because it will affect the development of his soul. This study aims to analyze aspects of grammatical, lexical aspectss, and contextual aspects in the lyrics of the song Ayo Dolanan and Kamit. This study uses a qualitative descriptive study to explore various aspects of the grammatical, lexical, and contextual in dolanan song lyrics Ayo Dolanan and Kamit.
Jula-Juli Pandalungan dan Surabayan Ekspresi Budaya Jawa-Madura dan Jawa Kota Aris Setiawan; Suyanto Suyanto; Wisma Nugraha Ch. R.
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.938 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i1.2232

Abstract

Jula-juli dianggap sebagai salah satu gending di Jawa Timur yang mampu mencerminkan ciri khas-karakter musikal masyarakat Jawatimuran. Pandangan ini diperoleh karena hampir setiap wilayah di Jawa Timur menggunakan gending ini sebagai identitas musikal mereka. Indikasinya, nama gending Jula-juli senantiasa diikuti oleh nama wilayah di Jawa Timur, semisal Jula-juli Surabayan, Pandalungan, Jombangan, Malangan, dan lain sebagainya. Uniknya, walaupun gending ini memiliki kerangka musikal yang sama, namun mampu memunculkan kesan, karakter, nuansa dan suasana yang berbeda antar satu daerah dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan yang dibangun antara Jula-juli Pandalungan  dan Surabayan sebagai fakta musikal dengan dimensi pengalaman pelakunya sebagai fakta kultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetik dan sosiologi musik. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa  Jula-juli Pandalungan adalah representasi dari masyarakat keturunan Jawa-Madura dalam upaya menjadi Jawa sejati, sementara Jula-juli Surabayan adalah pengkultusan dari karakter budaya kota. Keduanya dapat menyatu sebagai entitas musikal dalam pertunjukan dan menjadi wacana perlawanan antara dominasi Jawa dan masyarakat pendatang. Jula-Juli Pandalungan and Surabayan: The Expression of Javanese-Madurese and Javanese Urban Culture. Jula-juli is considered as one of gending (traditional music) pieces in East Java which is able to reflect its musical characteristic of Jawatimuran society. This opinion gained by the fact that almost every region in East Java uses this gending as their musical identity. The indication points out the name of Jula-juli gending which is followed by the name of region of East Java, for instances Jula-juli Surabayan, Pandalungan, Jombangan, Malangan, etc. Although the unique thing of this gending has samilar musical frame among those regions, but it is capable to emerge such as sense, character, nuance, and different atmosphere among the regions. This research is aimed to reveal the relation which is built between Jula-juli Pandalungan and Surabayan as the musical fact to the dimension of the experiences owned by the subjects as the cultural fact. This research applies approaches of estetic and of sociological of music. The result of the research shows that Jula-juli Pandalungan is the representation of the society of Javanese-Madurese generation for the effort as being the true Javanese, meanwhile Jula-juli Surabayan is the form of cult from the character of urban culture. Both are able to unite as the musical entity on a performance, but on the other hand, it can be the resistance discourse between Javanese domination and migrant community.
Ladrang Sobrang Laras Slendro Patet Nem Teguh Teguh
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.842 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2447

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui struktur gending Ladrang Sobrang dan cara pengrawit dalam menentukan garap untuk memainkannya. Sobrang adalah salah satu nama gending yang terdapat pada karawitan gaya Surakarta. Gending ini dikelompokkan pada gending alit, berbentuk ladrang, berlaras slendro, dan berpatet nem. Gending ini tergolong jenis ladrang ageng, karena terdiri dari empat cengkok atau empat gong-an. Dari keempat cengkok ini tidak ada satupun yang diikuti vokal. Hal ini dapat dipahami bahwa gending ini mengutamakan permainan instrumen ricikan. Data diperoleh melalui pengamatan pada penyajian gending ini dan wawancara dengan para ahli karawitan. Setelah dilakukan analisis pada kekuatan nada dan analisis garap, dapat disimpulkan bahwa Ladrang Sobrang tergolong gending yang rumit dan sulit karena terdiri dari dua patet yaitu patet sanga dan manyura, mempunyai permainan kendang khusus atau pamijen, dan mempunyai pola tabuhan kenong goyang.
The Effect of Music towards the Reducing of Stress Levels in Young People Djohan -; Fortunata Tyasrinestu
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 19, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.019 KB) | DOI: 10.24821/resital.v19i1.2455

Abstract

These quasi-experiment research aims to identify any effect of music activities as media to reduce stress hassle on the subject which attend in the choir group. The musical repertoire which was used was the pop genre which technically did not have much complexities and the lyric straightforward to understand. Hassle stress is a stressor that involves minor everyday events such as traffic jam, activities of queuing, forgetfulness in putting the things, or turmoil. Manipulation or treatment treated to the subject as a member of the choir is totally N=10. The treatment was the singing rehearsal. The tools for collecting data were a questioner of self-report which contained questions and QRMA (Quantum Resonance Magnetic Analyzer) measurement which also focused on group discussion. The result shows that there is an effect of musical activities as media for reducing the stress hassle and promoting the previous research results. Some analysis shows that there should be an experiment with a different musical repertoire because a difference genre needs a different skill and there should be a necessity to measure a physical condition more accurately by QRMA to all participants.
Pertunjukan Musik Teatrikal “IBU” Produksi Teater Koma Arthur S. Nalan
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.53 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i1.2443

Abstract

Penelitian ini membahas musik teatrikal bergaya opera dari pertunjukan musik teatrikal Ibu produksi Teater Koma.  Teater Koma telah memilih berbagai komunikasi ekpresifnya, di antaranya lakon-lakon asing yang disadur, lakon-lakon Cina, lakon-lakon wayang kreatif, dan lakon-lakon realis ciptaan N. Riantiarno. Setiap produksi lakon-lakon tersebut selalu memakai musik teater yang disesuaikan dengan bentuk dan jenis lakonnya. Musik teater tersebut  dapat berupa ilustrasi dan atau pengiring penuh sepanjang pertunjukan berlangsung. Untuk membahas musik teater bergaya opera ini dipilih lakon IBU yang merupakan saduran dari lakon Mother Courage and Her Children karya dramawan Jerman terkenal Bertolt Brecht. Pembahasan meminjam  teori sociology of spactacles dari Guy Debord dan teori komunikasi paradigma naratif dari Walter Fisher, serta teori homofili dari Carley H. Dodd. Berdasarkan penelitian dapat  disimpulkan bahwa pertunjukan Lakon Ibu merupakan teater musikal bergaya opera yang menghadirkan musik teater bersifat kolektif dalam emosi manusia, terutama karakter tokoh. Kontekstualitasnya ketimpangan masyarakat pada masa peperangan, di mana kaum pemodal selalu berada di belakangnya. Lakon IBU juga memiliki dramatik naratif yang menarik bagi penonton, sehingga mampu menciptakan komunikasi yang berdimensi homofili.
Drawing Maps for Research in Creative Writing through A/r/tography Malilang, Chrysogonus Siddha
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 19, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.095 KB) | DOI: 10.24821/resital.v19i1.2448

Abstract

The essay aims to review clashes in research methodologies for creative practices–especially Creative Writing–and to propose a possible solution to bridge it. A/r/tography–a research methodology developed based on the premise of art and art creation as a rhizomatic process/activity–is elaborated here as a middle ground between opposing schemes. The author’s project of writing a collection of bilingual poems based on classical Javanese song cycle–Sekar Macapat–is presented to illustrate how a/r/tography can be used to address various multiplicities and non-linear process in creative process.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 26, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 26, No 1 (2025): April 2025 Vol 25, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024 Vol 25, No 1 (2024): April 2024 Vol 24, No 3 (2023): December 2023 Vol 24, No 2 (2023): Agustus 2023 Vol 24, No 1 (2023): April 2023 Vol 23, No 3 (2022): Desember 2022 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): April 2022 Vol 22, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): April 2021 Vol 21, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): April 2020 Vol 20, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): April 2019 Vol 19, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): April 2018 Vol 18, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): April 2017 Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): April 2016 Vol 16, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): April 2015 Vol 15, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 15, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 14, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 13, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 12, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 12, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 11, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2010): Desember Vol 10, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 10, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 9, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 9, No 1 (2008): Juni 2008 More Issue