cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts)
ISSN : -     EISSN : 23386770     DOI : https://doi.org/10.24821/resital
Core Subject : Humanities, Art,
Resital : Jurnal Seni Pertunjukan merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang seni pertunjukan. Jurnal Resital pertama kali terbit bulan Juni 2005 sebagai perubahan nama dari Jurnal IDEA yang terbit pertama kali tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Karakteristik Bentuk Musik Melayu Di Kota Palembang Pada Lagu Melati Karangan awang kautzar
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.707 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.1926

Abstract

Artikel yang bertujuan membahas secara spesifik bagaimana bentuk lagu tradisi yang bernuansa Melayu. Tujuan tulisan ini untuk memberikan wawasan dan informasi tentang bentuk musik Melayu di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan musikologi. Sumber data yang di dapat dalam penilitian adalah narasumber yaitu Misral dan Irsyad Elbana. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data yang di gunakan triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu pada melodi utama atau melodi pada vokal yang terdapat beberapa kali pengulangan, frase pertanyaan dan frase jawaban juga Karakteristik lirik dan makna pada lagu tradisional Melayu di Palembang. Salah satu lagu tradisional di Palembang yaitu lagu Melati Karangan, lagu ini merupakan tanda atau identitas Palembang yang selalu menghormati sosok seorang wanita, pertunjukan dengan musik Melayu pada lagu Melati Karangan biasanya disajikan dalam upacara adat pernikahan. Tatacara penghormatan kepada perempuan Melayu di Palembang yang merepresentasikan sopan santun dalam proses pernikahan, merupakan bagian dari identitas budaya Melayu di Kota Palembang.
Musik Bandar Dalam Perspektif Seni Budaya Nusantara Martarosa Martarosa
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.278 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i1.2444

Abstract

Musik bandar merupakan salah satu jenis musik yang dikategorikan sebagai hasil dari proses apropriasi musical, yaitu penyesuaian dan penerimaan antara budaya yang datang dengan budaya lokal. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan proses pembentukan musik bandar dalam aspek-aspek apropriasi musikal. Dalam hal ini kehadiran musik bandar diwujudkan dari sebuah peradaban pluralistis yaitu, proses penyebaran dan interaksi dari berbagai unsur dapat diterima dan dimasukkan ke dalam proses pembentukan budaya. Jenis musik bandar tersebut meliputi: musik gamat, musik ronggeng, musik ghazal, musik dondang sayang, musik keroncong, dan musik gambang kromong.
Walt Disney’s Movie Soundtracks as Media in Developing Character Education for Children FA Wisnu Wirawan; Prima Dona Hapsari
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 19, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.912 KB) | DOI: 10.24821/resital.v19i1.2449

Abstract

As a medium of communication, a song has a great impact on children’s development. A small number of children song generate children to sing adult songs, however, there are some adult songs which are not suitable the children in relation to lyrics and theme. The incomprehension of the lyrics and meaning existed in the song can be psychologically influential for the child’s development. This study analyzes the role of Walt Disney’s cartoon soundtracks for character education to children. This is a qualitative-descriptive research, taking observation and in-depth interview to 10 informants who have children of 7-11 years old in Yogyakarta, Indonesia. The results stated that the soundtracks How Far I’ll Go and Let It Go bring positive characters in contents that are useful for character education. The character education taken from lyrics of the songs is conveyed and developed by vocabulary enrichment, the discussion in easy-digested language, and storytelling. These require special time. The good changes in children’s good characters happen by time and process. Therefore, character education needs to be continued and developed in different ways.
Sastra Lisan Nandung di Riau Rofiandri Suardi; Sunarto Sunarto
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.822 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pertunjukan sastra lisan Nandung dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nandung adalah sastra lisan yang digunakan untuk menidurkan anak, disampaikan dengan syair yang berbentuk pantun, dan dilantunkan dengan berirama atau bersenandung. Saat ini, Nandung telah berkembang menjadi sebuah seni pertunjukan. Data diperoleh dari pengamatan terhadap kesenian sastra lisan Nandung di Kota Rengat, Indragiri Hulu, Riau. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa terdapat 7 sub bentuk pertunjukan dalam sastra lisan Nandung, yaitu penutur, musik pengiring, panggung, kostum, penonton, syair, serta bahasa yang digunakan. Sedangkan nilai yang terdapat dalam syairnya yaitu nilai religius, moral, dan pendidikan
Modifikasi Angklung Sunda Dinda Satya Upaja Budi
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.646 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i1.2445

Abstract

Artikel ini menguraikan hasil modifikasi terhadap angklung yang telah dilakukan oleh para seniman Sunda. Metode lintas disiplin dengan pendekatan organologis digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh dengan pengamatan terhadap proses modifikasi yang telah dilakukan pada angklung. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya-upaya modifikasi yang dilakukan terhadap angklung merupakan langkah pengembangan yang meliputi tangga nada, teknik permainan, bahan, bentuk, serta ornamen atau aksesoris. Modifikasi ini merupakan upaya termutakhir yang telah berhasil dilakukan oleh para seniman Sunda sampai saat ini.
The Form and Structure of Kentrung Art Performance in Jepara Dody Candra Harwanto; Sunarto Sunarto
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 19, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.107 KB) | DOI: 10.24821/resital.v19i1.2450

Abstract

This study aims to analyze the form and structure of Kentrung Art Performance in Ngasem Village, Batealit Sub-district, Jepara. The research method is a descriptive qualitative method with an interpretative case study as the research design. The data were collected by doing the observation, interview, and document study. The data analysis technique was done throughout the process of reduction, presentation, and withdrawal of conclusion (verification). The results of this study indicate that Kentrung musical form consists of two elements of time and elements of melody. For the element of time, Allegretto tempo is used with its speed between 104-112 steps per minute; its meter uses 4/4, in which there are four beats of one-fourth on each bar; and the rhythmic pattern is divided into two sorts (senggakan and sautan) which generally use the value of half tap, and the outcrop rhythm pattern is used for the big terbangan. Most melodies use a half-tone note with the highest tone of G#5 (la), and the lowest tone is F#4 (sol). The musical structure of Kentrung consists of two sentences or periods namely A B which is respectively repeated.
Musik Batu R. Chairul Slamet; Djohan Djohan
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan instrumentasi musik batu agar supaya memunculkan teknis permainan yang spesifik dan khas. Penelitian ini meletakkan batu dalam konteks penciptaan musik, dimana batu menjadi elemen dan media untuk mengungkapkan ekspresi musikal ke dalam bentuk karya musik. Dalam peradaban kesenian, batu telah dipakai sebagai media ekspresi, khususnya untuk seni patung, candi, maupun arsitektur. Potensi keunikan material batu tersebut dalam bidang seni musik masih belum optimal untuk dikembangkan dalam satu bentuk karya yang mampu menghasilkan bunyi dengan pertimbangan kompositoris yang memadai. Berdasarkan observasi, penelitian, dan penyusunan karya yang dilakukan telah membuktikan bahwa batu, selain memiliki daya tarik yang unik, juga mampu menghadirkan dimensi tersendiri dari cara kerja komposisi musik.
Estetika Eeewahh dalam Rentak Joget Ihsan, Rivaldi; Asril, Asril; Sriwulan, Wilma
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1653.488 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2446

Abstract

Penelitian ini, bertujuan menggali konsep estetis eeewahh dalam rentak joget studi kasus pada Orkes Melayu Pancaran Senja (OMPS) dalam masyarakat Kampung Melayu Batu Besar Batam. Data diperoleh melalui pengamatan terlibat pada pementasan OMPS. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa Eeewahh merupakan fenomena estetis dari seorang penyanyi yang mengalami suasana senang, gembira, atau takjub ketika berada dalam keadaan klimaks saat sajian melodibagian interlud dalam teks lagu pantun rentak joget. Pada suasana ini akan muncul ucapan eeewahh sebagai ungkapan emosi rasa keindahan. Eeewahh dibangun oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi kondisi panggung pertunjukan, instrumen, dan pemusik. Faktor internal meliputi konsep musik logogenik, tritonik, tempo metronom 120, sukat 6/8, ekspresi kagum, gembira, dan canda tawa
Andung-Andung Mate di Ranto Rosmegawaty Tindaon; GR Lono Lastoro Simatupang; Victor Ganap; Timbul Haryono
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 19, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.169 KB) | DOI: 10.24821/resital.v19i1.2451

Abstract

This study aims to understand the song of Mate di Ranto from a musicological perspective. The main data of this research is the song of Mate di Ranto by Poster Sihotang. The analysis was done by observing the melody and the lyrics of the song. Based on the research it is concluded that the song of Mate di Ranto is a song of Toba people with the genre of andung-andung, which is a melancholic nuance and has a meaning as an expression of sadness. This song is inspired by the andung-andung of death ceremony. This song is the result of a blend of traditional singing style of andung-andung and popular music singing styles. This song uses a combo band accompaniment which is composed by combining elements of pop music and traditional Toba music.
Penciptaan DaminatilaFont untuk Penotasian Kendang dan Gamelan Sunda Asep Saepudin
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.938 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i1.1714

Abstract

Tulisan ini bertujuan menguraikan DaminatilaFont sebagai media penulisan kendang dan notasi Sunda. Melalui metode observasi, perancangan, percobaan, dan pembentukan, dilakukan perancangan dan pembuatan font untuk penulisan notasi kendang dan gamelan Sunda. DaminatilaFont adalah font notasi yang digunakan untuk menulis notasi kendang Sunda baik kendang Ketuk Tilu, Keurseus, Jaipongan, Kiliningan, Wayang Golek, Degung Kreasi, Degung Klasik,  maupun Pencak Silat. DaminatilaFont bisa pula digunakan untuk menulis notasi gamelan Sunda yakni notasi daminatila. Perangkat yang digunakan dalam pembuatan DaminatilaFont adalah hardware (laptop Asus X453M, komputer, dan printer scanner merk cannon seri MG2500), software (High-Logic Font Creator 6.5 dan CorelDRAW X7), serta font acuan (Kepatihan Pro, Anggit Sunda5, Consolas, dan Courier New). Hasil kesimpulan diperoleh bahwa hadirnya DaminatilaFont telah terbukti mempermudah dan mempercepat proses penulisan notasi kendang Sunda dan notasi daminatila yang dapat digunakan oleh para Sarjana S-1, S-2, maupun S-3 dalam penyusunan laporan Tugas Akhirnya baik Pengkajian, Penyajian, maupun Penciptaan. DaminatilaFont sebagai solusi terbaik dalam memecahkan permasalahan dalam penulisan notasi dalam karawitan Sunda baik kendang maupun gamelan

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 26, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 26, No 1 (2025): April 2025 Vol 25, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024 Vol 25, No 1 (2024): April 2024 Vol 24, No 3 (2023): December 2023 Vol 24, No 2 (2023): Agustus 2023 Vol 24, No 1 (2023): April 2023 Vol 23, No 3 (2022): Desember 2022 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): April 2022 Vol 22, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): April 2021 Vol 21, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): April 2020 Vol 20, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): April 2019 Vol 19, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): April 2018 Vol 18, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): April 2017 Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): April 2016 Vol 16, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): April 2015 Vol 15, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 15, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 14, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 13, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 12, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 12, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 11, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2010): Desember Vol 10, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 10, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 9, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 9, No 1 (2008): Juni 2008 More Issue