cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 3 (2025): November" : 20 Documents clear
Pengaruh Padat Tebar yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Lele Lokal (Clarias batrachus) Tasya, Anas; Nuraini, Nuraini; Sukendi, Sukendi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.314-324

Abstract

Ikan Lele (Clarias batrachus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang berpotensi untuk dikembangkan. Upaya untuk meningkatkan produksi adalah dengan cara budidaya intensif melalui peningkatan padat tebar. Pertumbuhan juga dipengaruhi oleh padat tebar ikan yang ditebar, dimana dengan padat tebar yang rendah pertumbuhan ikan relatif lebih cepat dan sebaliknya pada padat tebar yang tinggi pertumbuhan ikan relatif lebih lambat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh padat tebar yang berbeda dan terbaik terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan lele lokal (Clarias batrachus). Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari, pada bulan Oktober s.d November 2024 di Laboratorium Pembenihan dan Pembibitan Ikan, Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, sehingga diperlukan 12 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: P1 (100 ekor); P2 (150 ekor); P3 (200 ekor); P4 (250 ekor). Padat tebar terbaik terdapat pada perlakuan P1 (100 ekor) yang menghasilkan bobot mutlak 0,5860 g, panjang mutlak 4,87 cm, laju pertumbuhan spesifik 12,45%. Tingkat kelangsungan hidup larva ikan lele tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 dengan nilai 86,89%, indeks kanibalisme terendah pada perlakuan P1 dengan nilai 4,00%.
Pengaruh Dosis dan Lama Waktu Pengayaan Kutu Air Berbeda Menggunakan Minyak Jagung Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Selais (Ompok hypophthalmus) Zhonada, Anggun; Nuraini, Nuraini; Sukendi, Sukendi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.325-335

Abstract

Ikan selais (Ompok hypophthalmus) merupakan salah satu ikan endemik Riau. Ikan selais memiliki nilai ekonomis yang tinggi namun, kegiatan budidaya ikan selais cenderung terus menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengayaan kutu air menggunakan minyak jagung dengan dosis dan lama waktu pengayaan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan selais. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2024 sampai 9 Januari 2025, yang bertempat di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan, Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama dosis dengan 4 taraf perlakuan yaitu 0,00 mL, 0,02 mL 0,04 mL, dan 0,06 mL sedangkan faktor kedua lama waktu pengayaan dengan 3 taraf perlakuan yaitu, 4 jam, 6 jam dan 8 jam setiap perlakuan dengan pengulangan 3 kali. Larva ikan diperoleh dari Balai Benih Ikan (BBI) Universitas Islam Riau. Parameter yang diukur adalah pengamatan usus kutu air, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, Laju pertumbuhan spesifik (LPS), kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis dan waktu pengayaan yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan selais. Perlakuan terbaik terdapat pada W4D4, dimana pertumbuhan panjang mutlak 5,63 cm, bobot mutlak 1,25 g, LPS 14,07% dan kelulushidupan larva ikan selais 96,66%. Parameter kualitas air tergolong optimal yaitu suhu 27 oC - 28,8 oC, pH 6,3 - 7, dan DO 6,3 - 7,1 mg/L.
Pengaruh Pemberian Fermentasi Limbah Cair Tahu dengan Dosis yang Berbeda terhadap Kelimpahan Chlorella sp Murib, Darli; Syafriadiman, Syafriadiman; Hasibuan, Saberina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.336-342

Abstract

Kandungan zat gizi yang tinggi menjadikan limbah cair tahu sebagai salah satu alternatif nutrisi untuk media kultur Chlorella sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fermentasi limbah cair tahu terhadap pertumbuhan Chlorella sp, serta mendapatkan dosis terbaik untuk pertumbuhan Chlorella sp. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus s.d September 2023, selama 14 hari di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 0% Fermentasi limbah cair tahu (kontrol), P1 2.5% yaitu 25 mL limbah cair tahu ditambah 975 aquades mL, P2 5% yaitu 50 mL limbah cair tahu ditambah 950 mL aquades dan P3 7,5% yaitu 75mL limbah cair tahu ditambah 925 mL aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk kepadatan Chlorella sp adalah P1 dengan dosis fermentasi limbah cair tahu 25 mL/L dengan kepadatan tertinggi 996,33x103 sel/mL pada hari ketujuh dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,61 sel.mL-1/hari. Kualitas air pada penelitian ini berada pada kisaran optimal yang dapat meningkatkan pertumbuhan Chlorella sp, yaitu suhu 30-33°C, pH 4-8, DO 0,00-7,75 mg/L, nitrat 0,49-1,97 mg/L dan fosfat 0,72-1,97 mg/L
Gambaran Darah Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) yang Diberi Pakan dengan Penambahan Ekstrak Biji Pepaya (Carica pepaya L.) Diva, Farhah; Syawal, Henni; Riauwaty, Morina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.343-353

Abstract

Ikan jambal siam (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan komoditas ikan air tawar yang permintaan pasarnya terus meningkat, sehingga pembudidaya menerapkan sistem budidaya intensif. Namun, jika tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kualitas air, menimbulkan stres, dan meningkatkan risiko penyakit, seperti penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Salah satu alternatif pencegah penyakit adalah dengan memanfaatkan bahan alami seperti ekstrak biji pepaya yang mengandung antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik penambahan ekstrak biji pepaya pada pakan ikan jambal siam (P. hypophthalmus) yang diujitantang dengan Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2024 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah Kn: pakan tidak ditambahkan dengan ekstrak biji pepaya dan ikan tidak diujitantang dengan A. hydrophila, Kp: pakan tidak ditambahkan dengan ekstrak biji pepaya dan ikan diujitantang dengan A. hydrophila, P1: (1 g/kg), P2: (2 g/kg), P3: (3 g/kg) dan ikan diujitantang dengan A. hydrophila. Didapatkan hasil yaitu dosis terbaik penambahan ekstrak biji pepaya pada pakan adalah P3 (3 g/kg) dengan total eritrosit 2,27 x 10⁶ sel/mm³, nilai hematokrit 37,33%, kadar hemoglobin 11,80 g/dL, total leukosit 10,37 x 10⁴ sel/mm³, aktivitas fagositosis 26,00%, dan kelulushidupan 86,67%, dapat disimpulkan ada pengaruh penambahan ekstrak biji pepaya dengan dosis berbeda pada pakan terhadap gambaran darah ikan jambal siam sebelum dan setelah diujitantang dengan A. hydrophila dan dapat meningkatkan imunitas ikan jambal siam
Pemanfaatan Tepung Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L) yang Difermentasi Menggunakan Rhyzopus sp dalam Pakan Benih Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) Samuel LG, Febri; Suharman, Indra; Siagian, Desi Rahmadani
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.354-366

Abstract

Daun mengkudu (Morinda citrifolia L) merupakan sumber protein nabati yang menjanjikan untuk pakan ikan karena kandungan protein kasarnya yang tinggi, berkisar antara 15% hingga 22,11%. Namun, karena kandungan serat kasar yang tinggi pada daun mengkudu, hal ini dapat mengurangi daya cerna nutrisi. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan untuk meningkatkan kualitas daun mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun mengkudu yang difermentasi dengan Rhyzopus sp dalam pakan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Lima jenis pakan diformulasikan mengandung 35% protein, dengan pakan P0 yang mengandung 100% tepung kedelai (pakan kontrol), dan pakan P1, P2, P3, dan P4 yang menggantikan tepung kedelai dengan tepung fermentasi daun mengkudu (TFDM) masing-masing pada tingkat 25%, 50%, 75%, dan 100%. Benih ikan patin (dengan rata-rata berat tubuh 3,15 - 3,42 g) ditebar dalam keramba jaring apung berukuran 1 × 1 × 1 (m) dengan kepadatan 30 ikan per keramba. Pakan percobaan diberikan sebanyak 10% dari biomassa ikan uji dengan frekuensi tiga kali sehari pada pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 WIB, selama 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TFDM dalam pakan berpengaruh nyata terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan TFDM sebanyak 75% dapat menggantikan tepung kedelai dalam pakan ikan patin, dengan kecernaan pakan (59,32%), kecernaan protein (81,05%), retensi protein (25,29%), efisiensi pakan (43,34%), dan laju pertumbuhan spesifik (3,62%).
Pengaruh Penambahan Dosis Bioboost yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Sistem Resirkulasi Akuaponik Sodipta, Yae Lia Sohni; Pamukas, Niken Ayu; Rusliadi, Rusliadi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.367-374

Abstract

Ikan nilem merupakan ikan endemik Indonesia yang mampu bertahan hidup di sungai maupun di rawa-rawa. Budidaya ikan nilem umumnya terkendala oleh penurunan kualitas air akibat penumpukan sisa-sisa metabolisme dari ikan itu sendiri. Probiotik mempunyai peranan dalam perbaikan kualitas air, meningkatkan biosecurity, peningkatan produktivitas, penurunan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pakan dan penurunan biaya pakan. Salah satu probiotik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan pada pemeliharaan ikan nilem adalah Bioboost. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis Bioboost terbaik untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nilem (Osteochilus hasselti) dengan sistem resirkulasi akuaponik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober s.d November 2024 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis Bioboost yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 (Tanpa Bioboost), P1 (0,10 mL/L), P2 (0,25 mL/L), P3 (0,30 mL/L), dan P4 (0,40 mL/L) pemeliharaan dilakukan selama 56 hari. Hasil yang didapatkan penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah P3 (0,30 mL/L) dengan rata-rata bobot mutlak 4,14±0,06 g, rata-rata panjang mutlak 2,00±0,13 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,99±0,02 %, efisiensi pakan 38,90±1,10 % dan konversi pakan 2,57±0,07 %. dengan suhu kualitas air berkisar antara 25,5-29oC, pH 6-7,5, DO 1,6-7,3 mg/L, amonia 0,045-0,154 mg/L, nitrat 0,019-1,083 mg/L dan nitrit 0,457-1,096 mg/L. Penambahan dosis 0,30 mL/L mempengaruhi pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nilem
Hematologi Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) yang Diberi Pakan Mengandung Larutan Asam Jungga (Citrus jambhiri L.) Sihaloho, Rosalinda; Riauwaty, Morina; Syawal, Henni
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.375-386

Abstract

Asam Jungga (Citrus jambhiri L.) berpotensi sebagai bahan tambahan pakan alami karena mengandung alkaloid, saponin, steroid, triterpenoid, tanin, flavonoid, dan vitamin C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh dosis terbaik larutan asam jungga yang ditambahkan ke dalam pakan guna meningkatkan sistem imun non-spesifik ikan jambal siam dengan melihat jumlah eritrosit total, kadar hematokrit, kadar hemoglobin, jumlah leukosit total, aktivitas fagositosis, dan sintasan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2024. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu: Kn (kontrol, tanpa asam jungga dan tanpa uji tantang), Kp (tanpa asam jungga, diuji tantang dengan Aeromonas hydrophila), serta tiga perlakuan dengan penambahan larutan jeruk jungga dalam pakan masing-masing dengan dosis 6,0 mL/kg (P1), 6,5 mL/kg (P2), dan 7,0 mL/kg (P3), yang semuanya diuji tantang dengan A. hydrophila. Masa pemeliharaan berlangsung selama 46 hari dalam wadah bervolume 35 L. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak tiga kali, dosis terbaik diperoleh pada perlakuan P3 (7 mL/kg) dengan jumlah eritrosit total 294,08 x10⁴ sel/mm³, kadar hematokrit 37,67%, kadar hemoglobin 9,87 g/dL, jumlah total leukosit 10,67 x10⁴ sel/mm³, aktivitas fagositik 32,67%, dan tingkat kelangsungan hidup 93,33%. Parameter kualitas air selama penelitian meliputi suhu berkisar antara 26–29°C, pH 6–7,3, dan DO (oksigen terlarut) 4,6–5,2 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dengan asam jungga secara signifikan meningkatkan parameter imun dan kelangsungan hidup pada ikan jambal siam
Hubungan Kandungan Bahan Organik dengan Kelimpahan Makrozoobentos di Hutan Mangrove Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak Andri, Rinda Juni; Siregar, Yusni Ikhwan; Zulkifli, Zulkifli
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.387-392

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2024 yang berlokasi di Muara Sungai Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bahan organik, kelimpahan makrozoobentos dan hubungan kandungan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobentos. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pada lokasi penelitian ditemukan 9 spesies yaitu Littoraria scabra, L. melanostoma, Nerita artriculata, N.violacea, Indothais malayenis, Cerithidea obtusa, C. cingulata, Telescopium telescopium, Ellobium pyramidale. Karakteristik jenis sedimen yang terdapat di hutan mangrove Desa Mengkapan adalah lumpur, lumpur berpasir, lumpur berkerikil dan campuran (kerikil, pasir dan lumpur). Hasil uji regresi linear sederhana untuk hubungan kandungan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobentos didapatkan nilai persamaan Y = 0,8229 + 3,0478X dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,923 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,8529. Nilai r menyatakan hubungan sangat kuat, artinya semakin tinggi kandungan bahan organik maka semakin tinggi kelimpahan makrozoobentos.
Analisis Kelimpahan Fitoplankton Terhadap Kesuburan Perairan Pantai Pasie Nan Tigo Kota Padang Putra, Dhiga Kurnia Ananda; Samiaji, Joko; Nurrachmi, Irvina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.393-400

Abstract

Kelurahan Pasie Nan Tigo yang terletak di Kota Padang adalah wilayah yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah. Keberadaan fitoplankton di suatu perairan dapat memberikan informasi mengenai kondisi perairan. Fitoplankton juga penyumbang oksigen terbesar di dalam perairan. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas fitoplankton adalah tercukupinya zat hara yang dibutuhkan oleh fitoplankton untuk tumbuh dan berkembang biak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelimpahan dan komposisi fitoplankton serta menentukan tingkat kesuburan perairan berdasarkan kandungan nitrat, fosfat, dan silikat di Perairan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data primer secara langsung di lapangan, dan data sekunder dari studi literatur jurnal, buku, dan artikel. Konsentrasi nitrat di perairan Pantai Pasie Nan Tigo berkisar antara 0,83-0,87 mg/L, untuk konsentrasi fosfat berkisar antara 0,75-1,3 mg/L. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 452,1-588,3 ind/L. Berdasarkan konsentrasi nitrat maka perairan Pantai Pasie Nan Tigo termasuk ke dalam kategori perairan eutrofik (subur), dan konsentrasi fosfat termasuk ke dalam kategori hipertrofik (kesuburan tinggi), kelimpahan fitoplankton termasuk ke dalam kategori oligotrofik (kesuburan rendah). Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kesuburan perairan Pantai Pasie Nan Tigo Kota Padang termasuk kedalam kategori tingkat kesuburan cukup bagus
Status Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Melalui Pendekatan Ekosistem di Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Riau Nainggolan, Vica Meyana Anthika; Prianto, Eko; Fajri, Nur El
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.401-412

Abstract

Kelurahan Lipat Kain, terletak di Sungai Kampar Kiri, memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar. Masyarakat desa ini memanfaatkan Sungai Kampar Kiri untuk menangkap ikan hampir sepanjang tahun. Pengelolaan perikanan berbasis ekosistem atau dikenal EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) merupakan suatu konsep pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem untuk menyeimbangkan antara tujuan sosial ekonomi dalam pengelolaan perikanan dengan mempertimbangkan pengetahuan, informasi, faktor biotik serta abiotik, dan interaksi manusia dengan melalui pengelolaan perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status pengelolaan perikanan di Kelurahan Lipat Kain melalui pendekatan ekosistem serta merumuskan upaya pengelolaan untuk melestarikan sumberdaya di Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2024. Pemilihan responden pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Analisis data untuk menilai status pengelolaan dilakukan dengan indikator EAFM, dimana indikator EAFM terdiri dari domain teknologi penangkapan ikan, domain sumber daya ikan dan domain lingkungan. Penilaian masing-masing domain dilakukan dengan cara merangking dan memberi bobot serta skor pada setiap domain. Penilaian status pengelolaan sumber daya perikanan melalui pendekatan ekosistem di Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau termasuk dalam kategori ”sedang” dengan nilai komposit 2565. Indikator pada domain teknologi penangkapan ikan menunjukkan kategori ”sedang” dengan nilai komposit sebesar 793, indikator pada domain sumber daya ikan menunjukkan kategori ”buruk” dengan nilai komposit sebesar 600, indikator pada domain lingkungan menunjukkan kategori ”baik” dengan nilai komposit sebesar 1171.

Page 1 of 2 | Total Record : 20