cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Selektivitas Alat Tangkap Jaring Insang di Desa Pangkalan Terap Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Monalisa Monalisa; Isnaniah Isnaniah; Polaris Polaris
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 11, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.11.2.p.128-134

Abstract

Jaring insang merupakan salah satu alat tangkap yang beroperasi di perairan Desa Pangkalan Terap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selektivitas ukuran mata jaring dan hasil tangkapan alat tangkap jaring insang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing, yaitu metode yang menggunakan sampel objek untuk diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis spesies ikan yang tertangkap pada mesh size 2,5 inchi dan 3 inchi, yaitu wajang (Cyclocheillichthys spp), juaro (Pangasius polyranodon), sepongkah (Parambassis wolfii), selais (Cryptopterus spp), baung (Mystus nemurus) dan tawes (Barbonymus gonionotus). Ikan yang dominan tertangkap pada kedua mata jaring adalah ikan wajang yang berjumlah 58 ekor atau sebesar 40% dari total hasil tangkapan dengan total length 26 – 37,5 cm, fork length 24 – 34,5 cm, tinggi badan 7 – 12,5 cm dan berat 185 – 560 g. Perbedaan mata jaring yang tidak terlalu besar baik terhadap jumlah total tangkapan maupun rata-rata fork length ikan yang tertangkap. Jaring insang yang paling selektif adalah jaring insang dengan ukuran mata jaring 3 inchi, hal ini dikarenakan ukuran mata jaring menangkap ikan yang berukuran lebih besar yang layak tangkap dan dapat meloloskan ikan-ikan kecil
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) sebagai Media Kultur Nannochloropsis sp Sakdia Dismayanti; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.178-186

Abstract

Nannochloropsis sp adalah fitoplankton yang biasa digunakan sebagai sumber makanan alami zooplankton, seperti Rotifer (Brachionus plicatilis). Nutrisi dan kualitas air pada media kultur sangat berpengaruh pada kepadatan Nannochloropsis sp. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik pupuk organik cair limbah ikan patin (Pangasianodon hypohthalmus) terhadap tingkat kepadatan Nannochloropsis sp. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2023 di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya (MLB) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau dan di Laboratorium Zooplankton Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung (BBPBL). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair limbah ikan patin memberikan pengaruh terhadap populasi Nannochloropsis sp. Perlakuan terbaik didapatkan pada Pupuk Conwy (PC) dengan populasi sel sebanyak 11139x104±364.04 sel/mL, namun dari hasil uji statistik pada perlakuan dengan POC dosis 12,5 mL/L menunjukkan populasi sebanyak yang tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk Conwy (PC). Kisaran parameter kulitas air dalam media kultur selama penelitian yaitu suhu 21°C-27°C, pH 7,70-9.20, DO 4,29-6,88 mg/L, salinitas 25-41 ppt, nitrat dan fosfat berkisar antara <0.02-8,10 mg/L dan 0,35-3,62 mg/L, serta warna pada media kultur Nannochloropsis sp. selama penelitian terus meningkat hingga pada puncak populasi.
Pengaruh Lama Waktu Perendaman Hormon Tiroksin (T4) terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) Thaliana Andini; Sukendi Sukendi; Nuraini Nuraini
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.187-194

Abstract

Ikan Jelawat adalah ikan konsumsi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang banyak digemari Masyarakat, karena itu perlu dilakukan rekayasa budidaya yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman tiroksin yang terbaik untuk memacu pertumbuhan dan kelulushidupan larva jelawat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau pada bulan Maret-April 2023 selama 40 hari. Ikan uji yang digunakan yaitu larva jelawat berumur 5 hari yang sudah habis kuning telur sebanyak 360 ekor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0 (tidak direndam hormon tiroksin), P18 (direndam hormon tiroksin selama 18 jam), P24 (24 jam), P30 (30 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon tiroksin mampu memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dam kelulushidupan larva ikan jelawat. Hasil uji lanjut dari perendaman hormon tiroksin terbaik terdapat pada P24 dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 3,96±0,03cm, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 0,88±0,00g, laju pertumbuhan spesifik sebesar 12,69±0,01% per hari, dan kelulushidupan 93,33±0,84%. Pemeliharaan larva ikan jelawat sebaiknya dilakukan dengan perendaman hormon tiroksin dengan konsentrasi 0,1 mg/L selama 24 jam.
Kajian Karakteristik Banjir berdasarkan Peristiwa Bencana Terdahulu di Kota Keelung, Taiwan Nanda Khoirunisa
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.195-200

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana besar yang disebabkan oleh alam dan kegiatan manusia, yang sebagian besar disebabkan oleh perubahan kondisi alam. Frekuensi banjir dibandingkan dengan bencana lainnya meningkat pesat dan menimbulkan ancaman serius terhadap nyawa manusia dan kerugian harta benda. Mitigasi bencana banjir menjadi perhatian global terutama akibat urbanisasi dan perubahan iklim. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik banjir menggunakan sistem informasi geografis (SIG) yang terintegrasi dengan data historis banjir tahun 2012 hingga 2018 di Kota Keelung, Taiwan. SIG digunakan untuk menghasilkan peta tematik faktor bahaya dan kerentanan seperti peta elevasi/ketinggian, kemiringan lereng, geometri desa, kepadatan sungai, dan jarak lokasi pada Kota Keelung dari sungai. Data yang digunakan adalah data DEM (Digital Elevation Model) dengan resolusi spasial 20 m. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa daerah berisiko tinggi terjadinya banjir di wilayah studi ini sebagian besar terletak di sekitar sungai/sistem drainase di Kota Keelung. Dapat disimpulkan bahwa penting untuk memberikan perhatian lebih untuk mencegah bencana banjir terutama di wilayah atau tempat-tempat yang dekat dengan sistem Sungai dan drainase perairan.
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) sebagai Media Kultur Tetraselmis chuii Enjel Natali Kristin; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.201-210

Abstract

Limbah ikan patin merupakan suatu produk yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair dan dapat membantu mengurangi masalah lingkungaan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) sebagai media kultur Tetraselmis chuii. Bibit T.chuii yang digunakan berasal dari pengkulturan Balai Besar Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis perlakuan yang digunakan yaitu P0 (kontrol), P1 (5 mL/L), P2 (7,5 mL/L), P3 (10 mL/L), P4 (12,5 mL/L) dan PC (pupuk conwy PA 1 mL/L. Puncak kepadatan sel tertinggi setelah PC terjadi pada P4 dengan dosis 12,5 ml/L, dengan kepadatan populasi tertinggi sebesar 359,83x104±19,66 sel/ml pada hari ke-7 dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,34 sel/mL/hari. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang optimum dan masih dapat di toleransi untuk pertumbuhan dan reproduksi T. chuii yaitu suhu dengan nilai Suhu 23-27°C, pH 8,1-9,8, DO 5,05-6,10 mg/L, salinitas 30-36 ppt, nitrat 0,030-2,568 mg/L, fosfat 0,45-1,99 mL/L, dan warna media kultur selama penelitian terus meningkat mulai dari hijau muda/cerah hingga hijau tua/pekat pada masa puncak populasi.
Pengenalan Spesies Mangrove di Area Wisata Mangrove Desa Lantebung, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar Nur Tasmiah Sirajuddin; Andi Adriani Wahditiya
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.211-218

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memeriksa ragam jenis mangrove di Area Wisata Mangrove, Desa Lantebung, Tamalanrea, Kota Makassar. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, melibatkan observasi langsung di lapangan. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasilnya mengungkapkan 4 jenis mangrove di kawasan tersebut: Avicennia marina, A. alba, Rhizophora mucronata, dan R. apiculata. Temuan ini mencerminkan keanekaragaman spesies mangrove yang penting bagi keseimbangan ekosistem pesisir. Studi ini memberikan wawasan tentang biodiversitas mangrove di Makassar dan dapat menjadi landasan untuk upaya konservasi dan pengelolaan ekosistem mangrove. Hasilnya diharapkan menjadi sumber referensi bagi pemangku kepentingan dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan ekowisata mangrove di wilayah tersebut.
Morfologi Lobster Cherax quadricarinatus di Sungai Katoman Desa Ranah Baru Kabupaten Kampar dan Danau Ali Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Dian Handayani; Windarti Windarti; Eddiwan Eddiwan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.219-226

Abstract

Cherax quadricarinatus mendiami Sungai Katoman dan Danau Ali yang memiliki tipe ekosistem yang berbeda, karena air di sungai mengalir sedangkan air di danau statis. Kondisi air dapat mempengaruhi perilaku dan bentuk tubuh lobster. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfologi lobster di kedua lokasi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode yang digunakan adalah metode sensus. Pengambilan sampel lobster dilakukan seminggu sekali, selama satu bulan. Lobster ditangkap dengan menggunakan jaring perangkap dengan ukuran mata jaring 0,5 inci. Karakteristik morfologi dan meristik lobster yang tertangkap kemudian diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada 13 karakter morfometrik, lobster dari Sungai Katoman memiliki panjang total, telson, uropod ke-2 dan kaki ke-3 yang lebih panjang. Sedangkan lobster dari Danau Ali memiliki ukuran mata karapas, lebar cephalon, lebar dada, lebar karapas, abdomen, lebar telson, lebar maksimum abdomen, kaki ke-1 dan kaki ke-2 yang lebih panjang. Namun, tidak ada perbedaan pada karakteristik meristik, tetapi lobster dari Danau Ali memiliki warna tubuh yang lebih gelap dan bagian perut yang lebih besar.
Pengaruh Pemberian Probiotik EM₄ dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Gabus (Channa striata) pada Sistem Bioflok Hariadi Pratama; Niken Ayu Pamukas; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.227-235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM₄ (Effective microorganism) dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gabus (Channa striata). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan, yaitu perlakuan P0 tanpa penambahan dari probiotik (kontrol), perlakuan P1 dengan dosis 10 mL/kg pakan, perlakuan P2 dengan dosis 15 mL/kg pakan dan P3 dengan 20 mL/kg pakan. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelulushidupan, rasio konversi pakan dan parameter kualitas air. Perlakuan terbaik didapat pada P2 dengan dosis 15 mL/kg pakan dengan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 6,15±0,04 g, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 6,23±0,15 cm, laju pertumbuhan spesifik sebesar 4,10±0,04%/hari, tingkat kelulushidupan sebesar 100±0,00%, rasio konversi pakan sebesar1,51±0,02 kg, kecernaan pakan sebesar 64,78%. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian didapatkan suhu berkisar antara 28,2-29,7°C, Derajat keasaman (pH) air berkisar antara 5,9-7,3, kandungan oksigen terlarut (DO) berkisar antara 4,7-6,0 mg/L dan amonia berkisar antara 0,0287-0,0740 mg/L. Parameter kualitas air yang didapat selama penelitian masih mendukung untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus.
Pengaruh Pemberian Probiotik EM4 dengan Dosis Berbeda pada Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Selincah (Belontia hasselti) Menggunakan Sistem Akuaponik Nur Izatul Mifna; Rusliadi Rusliadi; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.236-243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 (Effective microorganism) dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan selincah (Belontia hasselti). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (10 mL/kg pakan, P2 (15 mL/kg pakan), P3 (20 mL/kg pakan), dan P4 (25 mL/kg pakan). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelulushidupan, rasio konversi pakan, dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian probiotik EM4 dengan dosis yang berbeda pada pakan sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan selincah. Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu P3 dengan dosis 20 mL/kg pakan mampu menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 10,78 g, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 1,23 cm, laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,59%, kelangsungan hidup sebesar 95,99%, rasio konversi pakan sebesar 1,84%. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan bobot selada sebesar 48,94 g, rata-rata panjang selada sebesar 19,46 cm, yaitu pada P0, dan kualitas air selama pemeliharaan menunjukkan suhu dan pH yang optimal untuk ikan budidaya.
Pendugaan Potensi Lestari Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, Provinsi Sumatera Utara Melli Wijaya Pasaribu; Jonny Zain; Nofrizal Nofrizal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.244-249

Abstract

Pendugaan potensi lestari dimaksudkan untuk menghasilkan informasi tentang potensi tangkap lestari di suatu perairan, rekomendasi jumlah upaya penangkapan optimum, dan jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan. Usaha penangkapan yang tidak optimal dikhawatirkan akan mempengaruhi kelestarian sumberdaya ikan cakalang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pendugaan potensi lestari ikan cakalang (MSY), jumlah tangkapan yang diperbolehkan (TAC), tingkat pemanfaatan serta pengupayaan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Sumatera Utara dalam kurun waktu 6 tahun (2017-2022). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Provinsi Sumatera Utara, dengan menerapkan metode survey. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil analisis MSY sebesar 14.476-ton dan F-opt sebesar 1.425 trip/ tahun. Data tahun 2017-2022, dapat dikatakan hampir melampaui batas nilai MSY namun belum mencapai kategori overfishing. Nilai rata-rata tingkat pemanfaatan ikan cakalang pada tahun 2017-2022 sebesar 87%, dinyatakan hampir mencapai overfishing (<100% estimasi nilai MSY). Rata-rata tingkat pengupayaan sebesar 68%, belum melampaui nilai upaya penangkapan optimum. Hal tersebut menunjukkan bahwa upaya penangkapan per tahunnya masih dapat ditingkatkan. Hasil tangkapan yang diperbolehkan (TAC= 80% dari MSY) yaitu sebesar 11.581 ton/tahun.

Page 11 of 47 | Total Record : 466