cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 507 Documents
Respons Fisiologis dan Biokimia Darah Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus ) yang Direndam dalam Larutan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Fuji Mega Lestari; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.176-182

Abstract

Kulit buah naga merupakan bahan alami yang mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenolik, tiamin, niasin, piridoksin, kobalamin, karoten, fitoalbumin, vitamin A, vitamin C, tanin, saponin, dan vitamin E. Senyawa tersebut menghasilkan antioksidan dan mampu mengendalikan keberadaan Aeromonas hydrophila. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kondisi fisiologis dan biokimia darah ikan jambal siam. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah Kn (tanpa perendaman kulit buah naga dan tidak diinfeksi A. hydrophila), Kp (tanpa perendaman kulit buah naga dan diinfeksi A. hydrophila). Ikan direndam dengan kulit buah naga dengan dosis P1 (1,0 ml/L), P2 (1,5 ml/L), P3 (2 ml/L) dan diinfeksi A. hydrophila. Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30 cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L air. Benih ikan yang digunakan berukuran 8-10 cm dan 5-6 g. Perendaman dilakukan sebelum pemeliharaan selama 30 menit. Pada hari ke-32 ikan diinfeksikan dengan A. hydrophila (10%CFU/ml) menggunakan 0,1 ml dan proses infeksi dilakukan secara intramuskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik perendaman kulit buah naga adalah P2 (1,5 ml/L) menghasilkan glukosa (74,00 mg/dL), kalsium (9,64 mg/dL), magnesium (2,72 mg/dL), fosfor (4,34 mg/dL), aktivitas lisozim (259,00 unit/mL), pertumbuhan bobot mutlak (19,88) dan kelulushidupan (93,33%). Kualitas air selama penelitian suhu berkisar antara 27,2-27,6o C, pH berkisar antara 6,9 - 7,0 dan DO berkisar antara 4,3-4,4 mg/L
Dampak Perbedaan Kebijakan Alat Tangkap Bagan Apung terhadap Penangkapan Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak Nabilla Khaira; Nofrizal Nofrizal; Polaris Nasution
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.151-159

Abstract

Perbedaan regulasi penggunaan bagan apung antara Permen KP No. 36 Tahun 2023 dan Pergub Sumatera Barat No. 4 Tahun 2023 menimbulkan dinamika pengelolaan ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kebijakan, dampaknya terhadap hasil tangkapan berdasarkan ukuran mata jaring, serta persepsi nelayan terhadap implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan mixed methods. Data dikumpulkan dari 40 nelayan bagan apung melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan One-Way ANOVA, serta wawancara untuk memperkuat analisis kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan pusat memperbolehkan bagan apung dengan syarat teknis (≥¾ inci), sedangkan kebijakan daerah melarang secara total. Ukuran mata jaring berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan (p < 0,05), di mana jaring lebih kecil menghasilkan tangkapan lebih tinggi namun kurang selektif. Perbedaan kebijakan berdampak pada ketidakpastian teknis, penurunan stabilitas ekonomi nelayan, serta dinamika sosial di komunitas. Sinkronisasi kebijakan berbasis data ilmiah dan partisipasi nelayan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara konservasi dan keberlanjutan ekonomi.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Gamal (Gliricidia sepium) yang Difermentasi EM-4 (Effective Microorganism-4) dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) Intan Ayuningtias; Indra Suharman; Adelina Adelina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.182-192

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni -Agustus 2025 di Laboratorium Nutrisi Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun gamal (Gliricidia sepium) yang difermentasi dengan EM-4 dalam pakan terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup benih ikan mas. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (0% TDGF), P1 (20% TDGF), P2 (30% TDGF), P3 (40% TDGF), dan P4 (50% TDGF). Pakan uji diformulasikan dalam bentuk pelet dengan kandungan protein kasar sebesar 30% dan diberikan sebanyak 10% dari biomassa ikan per hari, tiga kali sehari selama 56 hari. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan mas berukuran 5-7cm dengan bobot rata-rata 5,82±1,25 g, dipelihara dalam keramba ukuran 1x1x1 m3 dengan kepadatan 25 ekor per unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun gamal terfermentasi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan pakan, kecernaan protein, efisiensi pakan, retensi protein, dan laju pertumbuhan spesifik. Nilai kecernaan pakan berkisar 54,75–60,32%, kecernaan protein 72,56–76,80%, efisiensi pakan 19,88–31,27%, dan retensi protein 13,00–20,95%. Hasil terbaik diperoleh pada P4 (50%) dengan kecernaan pakan 60,32%, kecernaan protein 76,80%, efisiensi pakan 31,27%, retensi protein 20,95%, serta laju pertumbuhan spesifik 2,57%. Tingkat kelangsungan hidup ikan mas pada semua perlakuan tergolong tinggi, yaitu lebih dari 98,7-100%. Kualitas air selama penelitian memiliki suhu 27,5-28,10C, pH sebesar 7-7,5 dan kadar oksigen terlarut (DO) berkisar 4-4,5 mg/L.
Pengaruh Penambahan Tepung Biji Ketapang (Terminalia catappa) yang Difermentasi EM-4 dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Nur Aini; Adelina Adelina; Indra Suharman
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.160-169

Abstract

Ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas unggulan budidaya ikan air tawar di Provinsi Riau yang terus mengalami peningkatan produksi dan permintaan. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan pakan dalam kegiatan budidaya semakin meningkat, sehingga berdampak pada tingginya biaya produksi, mengingat pakan menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya dan masih bergantung pada tepung kedelai impor yang harganya relatif mahal serta ketersediaannya terbatas. Oleh karena itu, diperlukan bahan pakan alternatif berbasis sumber daya lokal yang lebih ekonomis. Biji ketapang (Terminalia catappa) memiliki kandungan protein cukup tinggi, namun mengandung serat kasar dan senyawa antinutrisi yang dapat menurunkan kecernaan. Fermentasi menggunakan EM-4 dapat meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan bahan. Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Nutrisi Ikan dan waduk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pakan tanpa tepung biji ketapang terfermentasi (P0) dan pakan mengandung tepung biji ketapang terfermentasi yaitu sebanyak 30%, 40%, 50%, dan 60% (P1, P2, P3, P4). Benih ikan yang digunakan adalah benih ikan patin siam dengan bobot 2,41g ± 0,26g dipelihara selama 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung kedelai dengan tepung biji ketapang terfermentasi sebanyak 50% memberikan hasil terbaik terhadap kecernaan pakan 61,83%, kecernaan protein 83,23%, efisiensi pakan 44,45%, retensi protein 30,12%, laju pertumbuhan spesifik 4,08% per hari, dan kelulushidupan 97,3–100%. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan patin siam yaitu berkisar suhu 27,2 – 29oC, pH 6,6 – 7,1 dan oksigen terlarut 5,3 – 6,2 mg/L.
Pemanfaatan Tepung Maggot (Hermetia illucens) sebagai Substitusi Tepung Ikan dalam Pakan Buatan untuk Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Rezah Ariani; Indra Suharman; Adelina Adelina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.170-172

Abstract

Indonesia adalah negara yang sebagian besar wilayahnya didominasi oleh perairan kegiatan budidaya ikan salah satu faktornya ditentukan oleh pakan yang diberikan, kebutuhan pakan untuk kegiatan budidaya bisa mencapai 60-70% dari biaya operasional budidaya. Maggot (Hermetia illucens) merupakan bahan yang cocok dijadikan sebagai pengganti pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan oleh ikan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya tepung maggot sebagai substitusi tepung ikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 taraf perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Penggunaan tepung maggot 50% (P2) dalam pakan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh benih ikan baung, sehingga dapat menghasilkan kecernaan pakan 56,88%, kecernaan protein 82,14%, efisiensi pakan 51,38%, retensi protein 31,50%, laju pertumbuhan spesifik 4,44%, dan kelulushidupan 90,67%.
Sebaran Nitrat, Fosfat, dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, Riau Dinda Nurbaiti; Syahril Nedi; Irvina Nurrachmi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.10-20

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Bertujuan untuk mengetahui sebaran konsentrasi nitrat, fosfat, dan kelimpahan fitoplankton pada perairan muara Sungai Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dan pengambilan sampel secara langsung, kemudian sampel dianalisis di laboratorium. Sampel diambil pada lima titik sampling yang dilakukan pada saat pasang dan surut. Hasil dari penelitain ini diketahui terdapat 21 spesies fitoplankton yang dapat teridentifikasi di perairan muara Sungai Bukit Batu, dimana didominasi oleh kelas Bacillariophyceae. Sebaran tertinggi konsentrasi nitrat dan fosfat pada saat pasang berada pada daerah muara. Sedangkan saat surut sebaran konsentrasi nitrat dan fosfat tertinggi berada pada daerah selat. Untuk sebaran kelimpahan fitoplankton pada saat pasang dan surut kelimpahan tertinggi berada pada daerah muara dan kelimpahan terendah berada pada daerah selat
Pemanfaatan POC Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus) terhadap Kepadatan Lemna minor pada Media Pemeliharaan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Deta Anjellyta; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.206-215

Abstract

Pupuk organik cair limbah kulit nanas bermanfaat bagi pertumbuhan Lemna minor karena mengandung berbagai macam unsur hara terutama NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosisi terbaik pupuk organik cair (POC) limbah kulit nanas (Ananas comosus) untuk kepadatan L. minor dan bobot ikan gurami (Osphronemus gouramy). Penelitian ini telah dilaksanakan di Hatchery Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau pada bulan April-Mei 2024. Metode pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dosis POC limbah kulit nanas, yaitu P0 (Tanpa penambahan POC), P1 (10 ml/L), P2 (15 ml/L), dan P3 (20 ml/L). Pemeliharaan L. Minor dan ikan gurami dilakukan di wadah styrofoam berukuran 70 x 35 x 40 cm selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC limbah kulit nanas pada dosis 10 ml/L adalah yang terbaik untuk meningkatkan kepadatan L. minor dan pertumbuhan ikan gurami. Rata-rata peningkatan kepadatan L. minor selama 30 hari pemeliharaan sebesar 27.571 ind/m2 dan menghasilkan rata-rata berat mutlak gurami 0,62 g/ekor, LPS 0,62%/hari, serta SR 94%. Pengukuran kualitas air meliputi suhu (26-28 °C), pH (5,2-7,1), DO (7-7,5 mg/L), nitrat (0.03-5 mg/L), dan posfat (0.04-0,70 mg/L).