cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 507 Documents
Analisis Efisiensi Waktu Pembongkaran Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) pada Kapal Bagan Perahu di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gaung, Padang, Sumatera Barat Dara Natasya; Isnaniah Isnaniah; Jonny Zain
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.112-119

Abstract

Efisiensi waktu pembongkaran adalah perbandingan antara waktu efektif yang digunakan untuk memindahkan hasil tangkapan dari kapal penangkapan ke kapal pengangkut, kemudian ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dengan total waktu yang tersedia untuk kegiatan tersebut. Indikator ini penting dalam proses bongkar muat di pelelangan ikan karena memengaruhi kecepatan distribusi hasil tangkapan dan biaya operasional nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi waktu pembongkaran ikan tongkol krai (Auxis thazard) pada kapal bagan perahu di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gaung, Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan observasi langsung terhadap aktivitas bongkar pada 10 unit kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi waktu pembongkaran berkisar antara 43,11-73,18%, dengan rata-rata efisiensi sebesar 63,99%. Efisiensi tertinggi dicapai oleh KM. Dilla Vicky 01, sedangkan efisiensi terendah oleh KM. Yola 02. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu terbuang meliputi berat ikan, kecepatan bongkar, jumlah tenaga kerja, serta kondisi fisik pelabuhan. Upaya peningkatan efisiensi dapat dilakukan melalui penambahan tenaga bongkar, pengaturan jadwal tambat kapal, serta perbaikan infrastruktur pelabuhan
Tingkat Kepuasan Nelayan terhadap Pelayanan Jasa Tambat Labuh di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Utri Utri; Jonny Zain; Arthur Brown
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.132-143

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan merupakan salah satu pelabuhan perikanan tipe A yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perikanan tangkap di Sumatera Utara. Salah satu layanan utama yang disediakan adalah jasa tambat labuh. Namun, kondisi fasilitas seperti dermaga dan kedalaman perairan yang tidak optimal berpotensi menurunkan kualitas pelayanan dan mempengaruhi kepuasan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan jasa tambat labuh di PPS Belawan. Penelitian dilaksanakan pada Maret–April 2025 menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 41 responden nelayan yang dipilih secara purposive sampling. Data di analisis menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CSI sebesar 87,14%, tergolong kategori “sangat puas”. Analisis IPA menunjukkan bahwa 10 atribut berada pada kuadran B (prioritas prestasi), 1 atribut pada kuadran A (prioritas utama), yaitu kondisi fasilitas tambat labuh yang belum optimal, dan 2 atribut pada kuadran D (berlebihan). Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum pelayanan jasa tambat labuh telah memuaskan nelayan, namun peningkatan terhadap infrastruktur fisik seperti dermaga, fender, dan kedalaman perairan menjadi prioritas utama guna menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan pelabuhan
Efisiensi Waktu Pendaratan Hasil Tangkapan Purse Seine di Tangkahan Berjaya Usaha Sakti Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Klodia Br Purba; Jonny Zain; Irwan Limbong
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.125-131

Abstract

Tangkahan Berjaya Usaha Sakti (BUS) merupakan fasilitas pendaratan ikan yang digunakan oleh kapal purse seine untuk melakukan pembongkaran hasil tangkapan. Efisiensi waktu pendaratan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu ikan, menekan biaya tambat, serta mempercepat distribusi ke pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi waktu pendaratan hasil tangkapan purse seine di Tangkahan BUS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi waktu terbuang dalam proses tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari delapan kapal purse seine melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur. Variabel yang diamati meliputi waktu tambat, waktu efektif, waktu terbuang, jumlah hasil tangkapan, jumlah pelaku bongkar, ukuran kapal, umur, dan pengalaman kerja pelaku bongkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi waktu pendaratan sebesar 73,95% dan tergolong kurang efisien. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara waktu terbuang dan efisiensi dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,576. Sementara itu, analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa 97,7% variasi waktu terbuang dapat dijelaskan oleh lima variabel bebas (R² = 0,977). Uji t memperlihatkan bahwa dari lima variabel tersebut, hanya jumlah hasil tangkapan yang berpengaruh signifikan terhadap waktu terbuang (Thitung = 5,810 > Ttabel = 4,303; p = 0,028 < 0,05). Upaya peningkatan efisiensi dapat dilakukan dengan meminimalkan waktu terbuang melalui pengelolaan tenaga kerja serta perbaikan alur bongkar muat, terutama pada kapal dengan hasil tangkapan yang besar
Komposisi Hasil Tangkapan Alat Tangkap Gombang di Desa Maini Darul Aman Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti Warhamni Warhamni; Alit Hindri Yani; Nofrizal Nofrizal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.144-150

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan wilayah pesisir dengan potensi sumber daya perikanan yang melimpah, di mana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari kegiatan penangkapan ikan tradisional. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan adalah gombang, yaitu alat tangkap pasif yang memanfaatkan arus pasang surut untuk menangkap ikan dan udang. Namun, informasi ilmiah mengenai komposisi hasil tangkapan alat ini masih terbatas, khususnya di Desa Maini Darul Aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, jumlah, dan proporsi hasil tangkapan alat tangkap gombang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi lapangan selama 14 kali trip penangkapan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis, jumlah, dan berat hasil tangkapan serta parameter perairan seperti suhu, salinitas, dan arus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis biota tertangkap, terdiri atas 4 jenis tangkapan utama (main catch), 10 tangkapan sampingan (bycatch), dan 6 tangkapan buangan (discard). Spesies dominan adalah udang putih (Penaeus merguiensis) dengan proporsi 90,63% dari total tangkapan 88.581 individu. Kondisi lingkungan perairan memiliki salinitas 27–30 ppt, suhu 28–32°C, dan kecepatan arus 0,3–0,8 m/s. Secara keseluruhan, alat tangkap gombang menunjukkan efisiensi tinggi, selektivitas baik, dan potensi keberlanjutan dalam perikanan tangkap tradisional.
Pengaruh Pemberian Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) dengan Dosis Berbeda terhadap Kepadatan Mikroalga Chlorella sp. Angelia Zefani Fabiola; Eddiwan Eddiwan; Efawani Efawani
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.93-97

Abstract

Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) adalah hormon tanaman yang dapat mendukung, menghambat, dan merubah proses fisiologi tanaman termasuk mikroalga. 6-Benzil Amino Purin (BAP) memiliki kadar nitrogen yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pembelahan sel pada mikroalga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) terhadap kepadatan dan biomassa Chlorella sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sistem Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dianalisis menggunakan One Way ANOVA. Perlakuan terdiri dari 3 dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) berbeda yaitu dosis A (1 mL), B (2 mL), dan C (3 mL). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perlakuan B dengan dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) 2 mL memiliki kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu 3504×104 sel/ mL. Perlakuan A dengan dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) 1 mL mencapai kepadatan tertinggi yaitu 3236×104 sel/ mL, perlakuan C dengan dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) 3 mL mencapai kepadatan tertinggi yaitu 2906×104 sel/ mL dan sebagai pembanding perlakuan Kontrol mencapai kepadatan tertinggi yaitu 1208×104 sel/ mL. Hal ini menunjukkan bahwa dengan masa kultur selama 11 hari, 6-BAP berpengaruh signifikan terhadap kepadatan sel mikroalga Chlorella sp. (P < 0,05), dan peningkatan kepadatan paling efektif ditemukan pada perlakuan B (2 mL).
Pengayaan Pakan Pasta Terfermentasi dengan Ekstrak Temulawak dan Kencur terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Dodi Saputra; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.79-87

Abstract

Ikan baung merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting di Indonesia dengan prospek pasar yang menjanjikan. Kendala utama dalam budidaya ikan baung adalah ketersediaan benih yang terbatas akibat rendahnya tingkat kelulushidupan larva. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan larva ikan adalah penyediaan pakan yang tepat, baik dari segi jenis, ukuran, nilai nutrisi, maupun waktu pemberiannya. Pakan terbaik untuk post larva ikan baung adalah cacing sutera, penggunaan pakan alami memiliki keterbatasan dalam ketersediaan, sehingga perlu alternatif pakan buatan dalam bentuk pasta terfermentasi, untuk memenuhi nutrisinya dilakukan pengayaan dengan ekstrak temulawak dan kencur. Penelitian dilaksanakan pada Januari s.d. Februari 2025 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh pengayaan pakan pasta terfermentasi dengan ekstrak temulawak dan kencur terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung, serta mendapatkan dosis ekstrak temulawak dan kencur yang terbaik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P1 dengan dosis 2 g/100 g pakan, P2 dengan dosis 4 g/100 g pakan, P3 dengan dosis 6 g/100 g, P4 dengan dosis 8 g/100 g pakan, P5 dengan dosis 10 g/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik pada P1 (2 g/100 g pakan) dengan bobot mutlak 0,80 g, panjang mutlak 3,46 cm, laju pertumbuhan spesifik 12,27 % dan kelulushidupan 97,50 %.
Pengaruh Larutan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia cattapa) dengan Dosis Berbeda terhadap Penetasan Telur Ikan Patin Strain Pustina (Pangasionodon hypophthalmus) Shecy Gabrilea L. Tobing; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.45-52

Abstract

Ikan patin strain pustina merupakan ikan yang dihasilkan berdasarkan varietas baru pada tahun 2009 dengan strain pertumbuhan cepat. Salah satu komoditas unggulan yang digemari masyarakat karena bernilai ekonomis dan kaya kandungan protein. Tingginya permintaan mempengaruhi usaha budidaya ikan patin, sehingga dibutuhkan benih yang berkualitas, pertumbuhan cepat, dan tahan terhadap penyakit. Daya rekat telur yang dimiliki menjadi faktor kegagalan dalam usaha budidaya, maka dilakukan perendaman telur menggunakan larutan penghilang daya rekat yaitu larutan ekstrak daun ketapang, karena efektif dari bahan lain, mudah didapat dan bernilai ekonomis. Penelitian dilaksanakan April 2025 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh penggunaan larutan ekstrak daun ketapang dengan dosis berbeda terhadap penetasan telur ikan patin strain pustina, serta mendapatkan dosis yang optimal. Metode yang digunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 (Kontrol), P1 (1 mL), P2 (2,5 mL), dan P3 (5 mL) dengan Larutan Ekstrak Daun Ketapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ikan patin strain pustina pada larutan ektrak daun ketapang dengan dosis bebeda selama 15 menit menghasilkan perlakuan terbaik pada P3 (larutan ekstrak daun ketapang 5 mL) dengan daya rekat telur yang tidak menempel 88,26 %, angka pembuahan telur 92,40 %, angka penetasan telur 78,31 %, dan kelulushidupan larva 96,25 %. Perkembangan embriogenesis, telur menetas pada waktu 24 jam 06 menit.
Efektivitas Penambahan Probiotik Probio-7 dengan Dosis Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Sistem Resirkulasi Muhammad Syahrul Mukminin; Usman M. Tang; Heri Masjudi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.70-78

Abstract

Ikan Baung termasuk dalam salah satu jenis ikan komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dibudidayakan karena nilai ekonominya yang tinggi. Penggunaan pakan dalam budidaya perlu di efisiensikan untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi. Salah satu upaya dari kemampuan dalam mencerna pakan adalag dengan menambahkan probitiok probio-7 dalam pakan. Penelitian ini bertujuan unruk mengetahui dosis terbaik penambahan probiotik probio-7 terhadap ikan baung (Hemibagrus nemurus) dalam sistem resirkulasi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2025 di Laboratorium Teknologi Budidaya Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis probiotik probio-7 (0;8;10;12 ml/kg pakan) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuham bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, kecernaan pakan, kelulushidupan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan probiotik probio-7 dengan dosis 12 ml/kg pakan yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak 8,60 gram, pertumbuhan panjang mutlak 5,79 cm, laju pertumbuhan spesifik 3,82%, efisiensi pakan 95,36%, rasio konversi pakan 1,04, kelulushidupan 98,66% dan kecernaan pakan 69%.
Studi Perbandingan Efektivitas Warna LED Berbeda Ketika Hauling terhadap Hasil Tangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) pada Bagan Apung di Kepulauan Anambas Muhammad Raihan Arvi; Arthur Brown; Riska Fatmawati
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.216-225

Abstract

Bagan apung merupakan alat tangkap dominan di Kepulauan Anambas yang sangat bergantung pada penggunaan cahaya untuk menarik ikan target. Meskipun penggunaan Light Emitting Diode (LED) telah meluas, nelayan masih menghadapi tantangan dalam menentukan warna lampu yang paling efektif pada saat proses hauling untuk mengoptimalkan hasil tangkapan Ikan teri (Stolephorus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas warna LED hijau dan merah terhadap hasil tangkapan ikan teri selama proses hauling. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan dengan mengikuti proses kegiatan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap bagan apung. Analisis data menggunakan proporsi hasil tangkapan dan uji t-student untuk membandingkan rata-rata berat dan jumlah individu hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas LED hijau sebesar 41 x10-2 W/m2, dengan total tangkapan ikan teri sebanyak 11.274 kg, 2,306 individu (36,22%). Sedangkan intensitas LED merah yaitu 22 x10-2 W/m², ikan teri yang dihasilkan sebesar 7.232 kg, 1,480 individu (29,69%). Nilai uji-t LED hijau dan merah terhadap berat dan individu main catch ikan teri yaitu 0.014 ≤ 0.05 (berpengaruh signifikan). Sehingga LED hijau secara signifikan lebih efektif dibandingkan LED merah terhadap ikan teri ketika proses hauling. Perbedaan nyata tersebut dipengaruhi oleh karakteristik spektrum LED hijau yang memiliki intensitas tinggi dan panjang gelombang yang rendah (485-565 nm) sehingga memiliki daya tembus cahaya lebih dalam, dan memberikan respons fototaksis positif yang lebih kuat pada ikan teri. Penggunaan LED hijau direkomendasikan bagi nelayan bagan apung untuk meningkatkan produktivitas penangkapan ketika hauling
Penggunaan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya) untuk Memperbaiki Kualitas Parameter Kimia Air pada Media BudidayaIkan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) Resti Martika; Saberina Hasibuan; Syafriadiman Syafriadiman
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.193-205

Abstract

Masalah yg sering terjadi pada kegiatan budidaya ikan patin saat ini adalah pada media pemeliharaan yaitu kualitas air, kualitas air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan harus memenuhi persyaratan salah satunya parameter kimia air. Alternatif yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas kimia air dengan memanfaatkan senyawa daun pepaya dan filter zeolit. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh larutan daun pepaya dan mendapatkan dosis terbaik larutan daun pepaya untuk memperbaiki kualitas parameter kimia air dan laju pertumbuhan benih ikan patin. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2024 di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya dan Hatchery Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdapat 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, sebagai berikut: P0 (Tanpa pemberian larutan daun pepaya dan zeolit (kontrol), P1(Pemberian larutan daun pepaya 4 ml/L dan zeolit 17,05 g/L), P2 (Pemberian larutan daun pepaya 5 ml/L dan zeolit 17,05 g/L), P3 (Pemberian larutan daun pepaya 6 ml/L dan zeolit 17,05 g/L). Hasil terbaik dari penelitian didapatkan pada P3 (Pemberian larutan daun pepaya 6 ml/L dan zeolit 17,05 g/L), yaitu pH (7,7±0,05), DO (7,1±0,30 mg/L), ammonia (0,020±0,001 mg/L) nitrat (3,44±0,11 mg/L), fosfat (1,53±0,21 mg/L), bobot mutlak 2,92± 0,313 g, panjang mutlak 3,56± 0,472 cm, serta laju pertumbuhan spesifik  1,75±0,122 %/hari.