cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
RANCANGAN MODEL PENGELOLAAN, OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA PLTMH CINTA MEKAR OLEH KOPERASI MEKAR SARI DI KABUPATEN SUBANG PROVINSI JAWA BARAT Eko Ariyanto; Didik Eko Budi Santoso
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTMH  Cinta Mekar  di  Subang  Jawa  Barat,  menghasilkan  energi  listrik  100  kW,  dengan mengambil debit air   1.100  l / detik dari  Sungai Ciasem. Pengelolaan PLTMH ini dilakukan oleh Koperasi Mekar Sari    secara mandiri untuk menjamin  kontinuitas out put  energi  listrik yang dijual ke PLN, dengan operasi dan pemeliharaan   yang  baik.   Saat  ini pengelolaan di PLTMH  Cinta Mekar  dipandang  memiliki  kelemahan  dalam  optimalisasi  dampak  ekonomi. Energi  listrik yang dihasilkan saat dijual ke PLN dihargai   Rp 520,- per kWh, sehingga    tiap bulan hanya ada pemasukan Rp 31.200.000,-.  Hal ini jelas belum mampu menghasilkan harga jual energi  listrik yang ekonomis, mengingat  ada peluang untuk menjual dengan harga yang lebih. Sebuah  rancangan model pengelolaan dibuat dengan harapan memberi peluang untuk menjual  energi  listrik  yang  akan menghasilkan  pemasukan  lebih  sekaligus memberi  dampak langsung dan  tidak  langsung ekonomi ke masyarakat. Dengan rancangan model pengelolaan baru, Koperasi Mekar Sari sebagai pengelola langsung menjual  energi listrik yang dihasilkan PLTMH Cinta Mekar   ke masyarakat, dengan harga Rp 550,- per kWh,  sehingga  tiap bulan diperoleh  pemasukan  Rp  33.000.000,-.    Ini  berarti  ada  kenaikan  pemasukan  sebesar  Rp 1.800.000,-.  tiap bulan. Di samping  itu, masyarakat pun diuntungkan dengan harga  tersebut, sebab  masyarakat selama ini membeli harga energi listrik ke PLN Rp 585,- per kWh. Kata kunci :  Model Pengelolaan,  Operasi  dan Pemeliharaan,  Harga Jual  per kWh
POLA DISEMINASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Muhammad Fajri; Minas T Panggabean; Mamik Sarwendah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTT atau Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi adalah suatu pendekatan yang dihasilkan oleh Badan  Litbang  Pertanian RI dalam  rangka  meningkatkan  produksi  beras  secara  nasional. Dalam  rangka  menyebarkan  inovasi  ini,  Badan  Litbang  Pertanian  bekerjasama  dengan berbagai  lembaga  melalui  berbagai  media  diseminasi.  Lembaga-lembaga  tersebut  adalah lembaga  penelitian  (BPTP),  lembaga  pengaturan  dan  pelayanan  (Dinas  Pertanian),  lembaga penyuluhan  (Badan  Penyuluhan,  BPP,  PPL)  dan  Kelompok  Tani. Pengkajian  ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai sistem diseminasi PTT  Padi dan tingkat adopsi petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pengkajian  dilakukan di Kabupaten Belitung (Desa Perpat), Kabupaten Bangka (Desa Tanah Bawah) dan Kabupaten Bangka Selatan (Desa Rias) pada  bulan  Februari-Oktober  2011. Metode  penelitian  yang  dilakukan  adalah  studi  pustaka, survey,  wawancara  dan  FGD . Hasil pengkajian  menunjukkan  bahwa  pola  diseminasi  PTT Padi  dipengaruhi  oleh  berbagai  faktor  baik  fisik  maupun  nonfisik.  Faktor-faktor  tersebut adalah karakteristik  petani,  partisipasi  petani,  kelembagaan  kelompok  tani,  kemampuan penyuluh,  metode  diseminasi,  media  komunikasi  dan  informasi,  dukungan  pemerintah, infrastruktur pertanian, iklim dan cuaca serta kearifan lokal.Kata kunci: PTT Padi, Pola diseminasi, Adopsi
PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS AMIK BSI PURWOKERTO) Endang Retnoningsih; Diyah Putri Utami
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AMIK BSI Purwokerto merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Purwokerto yang terus berkemban, sebagai PTS AMIK BSI Purwokerto diwajibkan melaporkan hasil kegiatan belajar mengajar setiap akhir semester ke Kopertis wilayah VI semarang dalam bentuk laporanEvaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED). Proses penyusunan laporan EPSBED merupakan kegiatan yang melibatkan antarkaryawan atau bagian terkait.Penelitian ini membahas tentang penerapanKnowledge Management (KM) untuk proses laporan EPSBED pada AMIK BSI Purwokerto. Tujuan penerapan KMini adalah sarana menampung dan menyebarkan knowledge karyawan, karena dalam penyusunan EPSBED dibutuhkan suatu knowledge guna menjaga konsistensi kualitas laporansebagai evaluasi PTS dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional, sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi kepada pihak yang berkepentingan yaitu civitas akademika dan masyarakat umum.Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Amrit Tiwana, untuk memperoleh analisis proses KM dalam EPSBED digunakan faktor kontigensi dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD).Hasil dari penelitian adalah model KM yang sesuai untukproses pelaporan EPSBEDuntuk mendukung penyebaran knowledge serta budaya kerjasama antar bagian yang terkait dalam proses pelaporan. Dalam KM menggabungkan tacit knowledge dan explicit knowledge antar karyawan , sehingga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kinerja PTS dalam pelaporan EPSBED.Kata kunci: EPSBED, Focus Group Discussion, Knowledge, Knowledge Management
PENGUKURAN BUDAYA ORGANISASI PADA INDUSTRI MINUMAN DI JAWA TENGAH UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DI ERA GLOBAL Hanna Lestari; Andi Rahadian Wijaya; Subayo Subayo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek budaya organisasi suatu perusahaan meliputi perilaku, pengalaman, keyakinan dan nilai-nilai suatu organisasi. Budaya organisasi merupakan salah satu faktor internal yang diindikasikan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Kesuksesan hasil dari kinerja perusahaan berkaitan dengan nilai dan sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi, karena itulah untuk menetapkan strategi yang efektif budaya organisasi tidak boleh diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur budaya organisasi yang berkembang dalam suatu perusahaan dengan mengambil studi kasus di industri minuman (beverages industry) besar yang berada di regional Jawa Tengah. Satu perusahaan multinasional (Perusahaan A) dan dua perusahaan nasional (Perusahaan B dan C) menjadi objek penelitian ini. Organizational Culture  Assessment Instrument (OCAI) digunakan untuk mengukur budaya organisasi yang dominan dalam suatu perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perusahaan A memiliki tipe budaya market dan memiliki  karakteristik yang responsif pada indikator  yang berhubungan dengan orientasi eksternal. Perusahaan B dan C memiliki tipe budaya hierarki menunjukkan strategi supply chain yang efisien. Indikator yang berhubungan dengan orientasi internal pada perusahaan B menunjukkan kinerja yang baik. Penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan evaluasi kinerja masa lalu dan menyusun strategi masa depan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di era global. Kata kunci: budaya organisasi, industri minuman, jawa tengah, daya saing
INOVASI BROWNIES “BeeTofu” EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA SEBAGAI CEMILAN YANG RENDAH KALORI BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS Amalia Pritayanti; Herlani Siti Hidayanti; Thoyib Hanifan Syuhada; Heny Kusumayanti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada  masa  modern  ini,  kue merupakan  makanan  pengganjal  perut  di  sela-sela  jam  makan yang banyak digemari. Banyak macam kue yang sudah ada di pasaran, seperti kue kering dan kue  basah.  Salah  satu  dari  kue  basah  yang  popular  adalah  brownies.  Sekarang  brownies sudah dimodifikasi menjadi bermacam-macam rasa dengan penambahan bahan-bahan seperti keju,  strawberry,  blueberry,  kacang,  kopi,  dan  lain-lain. Brownies  merupakan  makanan  yang cukup  digemari,  namun  memiliki  tingkat  kalori  yang  cukup  tinggi.  Sehingga  brownies merupakan salah satu makanan yang tidak dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus.  Untuk menghilangkan pandangan buruk tentang brownies tersebut, kita membuat brownies sehat dari buah  bit  dan  tofu/tahu  yang  juga  rendah  kalori  dengan  penambahan  bahan  bahan  baku lainnya,  seperti  gula  jagung  dan  minyak  jagung.  Komposisi  dari  buah  bit  itu  sendiri  terdiri dari  asam  folat  34%,kalium  14,8%,  serat  13,6%,  vitamin  c  10,2%,  magnesium  9,8%.  Tahu  memiliki kandungan energi 318 Kj,lemak 4,8 g, protein 8,1 g, serta menggunakan gula jagung yang rendah kalori.Hasil pembuatan brownies “Beetofu” dengan inovasi rasa baru dan memiliki kandungan 4 sehat 5 sempurna yang ini dalam satu kue yang nikmat diharapkan juga dapat menambah macam/pilihan brownies yang rendah kalori bagi konsumen.   Kata Kunci :  Kue, brownies, diabetes mellitus, buah bit, tahu/tofu.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROSEDURAL ( STUDI KASUS BAPPEDA KABUPATEN PEMALANG ) Teguh Cahyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem  informasi merupakan  suatu  kebutuhan  yang  pada  era  sekarang  ini menjadi suatu  hal  yang  sangat  penting  didalam menunjang  kemajuan,  perkembangan  suatu daerah  dan  pemerintahan.  Perencanaan  pembangunan  yang  dibuat  dalam  bentuk sistem informasi akan sangat membantu dalam melakukan pendataan dan melakukan perancanaan terhadap pembangunan suatu daerah. BAPPEDA Kabupaten Pemalang merupakan  suatu  lembaga  yang  diberikan  tugas  dan  wewenang  untuk merenacanakan,  melakukan  pembangunan  daerah  Pemalang.  Dukungan  sistem informasi  sangat  diperlukan  untuk  menunjang  kegiatan  serta  perencanaan  dan pendataan  kegiatan  yang  akan  dan  telah  dilakukan  oleh  BAPPEDA  Kabutapen Pemalang.  Pendekatan  terstruktur/prosedural  merupakn  salah  satu  teknik  didalam pengembangan aplikasi  sistem  informasi. Dengan pendekatan  terstruktur/prosedural perancangan  sistem  informasi  yang  akan  dibangun  berorientasikan  pada  data  yang digali  dan  didapatkan  dari  kebutuhan  user.  Disamping  itu  pada  pendekatan terstruktur/prosedural  lebih  menekankan  pada  aliran  data  yang  masuk  dan  keluar dari sistem informasi. Sehingga akan menghasilkan modul-modul dengan aliran data yang rinci. Kata kunci: Sistem, Informasi, Terstruktur/Prosedural, Perencanaan Pembangunan.
ANALISA PERBAIKAN MESIN CNC MA-1 DENGAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KINERJA OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) Ratnanto Fitriadi; Gancang Bayu Kuncoro
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada departemen Workshop Engineering PT Djarum Kudus, yang berperan penting dalam penyediaan komponen (spare part) bagi departemen pre process secondary untuk produksi rokok SKM (Sigaret Kretek Mesin). Permasalahan utama pada departemen Workshop Engineering adalah pada mesin CNC MA-1 yang hanya mampu beroperasi sebesar 61,76% dari total waktu jam kerja. Untuk mendapatkan akar utama permasalahan serta memberikan usulan perbaikan maka dilakukan analisa terhadap Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin tersebut. OEE membagi performa dari manufaktur menjadi tiga komponen yang diukur yaitu Availability, Performance, dan Quality Rate. Tiap komponen menunjuk pada aspek proses yang ditargetkan untuk dilakukan improvement. Hasil perhitungan OEE pada mesin CNC MA-1 adalah sebesar 41,35% yang masih berada di bawah target internal perusahaan 70% apalagi dengan target World Class OEE yaitu 85%. Hal ini membuat ruang yang lapang untuk melakukan improvement yang diprioritaskan terhadap kontribusi nilai OEE terendah dari target internal yaitu komponen performancy. Dengan menggunakan diagram pareto dan fishbone diagram didapatkan akar permasalahan utama turunnya kecepatan adalah karena pengerjaan hard material serta search tool. Kata kunci: maintenance, OEE, TPM, workshop engineering
ANALISA GEOSPASIAL PENYEBAB PENURUNAN MUKA TANAH DI KOTA SEMARANG Bambang Darmo Yuwono; Hasanuddin Z. Abidin; Muhammad Hilmi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan muka tanah merupakan permasalahan yang umum terjadi di kota - kota besar termasuk di Kota Semarang. Kondisi geologi serta aktifitas manusia ditengarai menjadi faktor penyebab penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah memiliki karakteristik yang bervariasi secara spasial maupun temporal diakibatkan oleh faktor penyebab yang berbeda.Karakteristik dari penurunan tanah perlu diketahui untuk keperluan perencanaan dan penataan kota maupun tindakan dalam melakukan antisipasi dan mitigasi terhadap dampak yang ditimbulkan. Untuk mendapatkan karakteristik penurunan muka tanah dilakukan penggabungan hasil pengukuran penurunan muka tanah dari berbagai metoda yaitu sipat datar, GPS, pengukuran langsung dan InSAR. Analisa geospasial didasarkan pada hubungan spasial antara karakteristik penurunan muka tanah terhadap faktor - faktor penyebab penurunan muka tanah maupun terhadap kondisi tutupan lahannya.Penurunan muka tanah yang terjadi di Kota Semarang memiliki laju yang bervariasi antara 0 - 13 cm/tahun dengan kecenderungan meningkat ke arah utara timur (timur laut) Kota Semarang. Daerah yang memiliki laju penurunan muka tanah tinggi antara 9 - 13 cm/tahun antara lain adalah PRPP (Pekan Raya Promosi dan Pembangunan), Tanjungmas, Terboyo dan Kaligawe. Penelitian ini mengakaji tentang faktor yang berpengaruh terhadap penurunan muka tanah menggunakan analisis geospasial terkait dengan faktor – faktor antara lain perubahan muka air tanah, pembebanan dan konsolidasi. Hasil penelitian menunjukkan di lokasi Semarang bagian Utara memiliki perubahan muka air tanah yang cukup tinggi antara 1.2 – 1.4 m per tahun , dengan nilai indeks kompresilibitas berkisar antara 0.6 – 0.9 dimana skala pembebanan berkisar 3 – 4.Kata kunci: : GPS, InSAR, muka air tanah, skala pembebanan, indeks kompresibilias,
APLIKASI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA16 Ferdiansyah Ferdiansyah; Kamarady Arief
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian pakan pada hewan khususnya  ikan, masih banyak dilakukan dengan cara manual, yakni pemilik  ikan  langsung menebarkan pakan pada kolam ataupun aquarium, namun disisi lain  pemilik  ikan  mempunyai  aktivitas  yang  banyak,  sehingga  terkadang  proses  pemberian pakan menjadi  tidak  teratur, padahal  faktor utama dari pemeliharaan  ikan adalah  ketepatan dan  keteraturan  waktu  dalam  pemberian  pakan,  oleh  karena  itu  pemilik  ikan  akan mencari cara agar kegiatannya tersebut dapat dilakukan secara otomatis. Maka dibutuhkanlah sebuah alat  yang  bertujuan  untuk mengotomatisasi  proses  pemberian  pakan  ikan  dimana  alat  yang dibuat  diharpkan  dapat  menjaga  pola  pemberian  makan  pada  ikan,  sehingga  ikan  selalu dalam  kondisi  prima.  Perancangan  alat  ini  menggunakan  Mikrokontroller  ATMEGA16 sebagai  pengontrol  utama.  Selain  fitur  untuk  mengotomatisasi  pemberian  pakan  secara teratur, aplikasi ini juga dilengkapi dengan memberikan notifikasi kepada pemilik ikan via sms saat  pakan  ikan  dikeluarkan  dari  tempat  penampungan  dan  apabila  isi  pada  penampungan pakan akan habis. Sehingga ketersediaan pakan ikan dapat lebih mudah dimonitoring. Kata kunci: ATMEGA16, notifikasi, pakan, sms 
PENERAPAN ALAT FOTO PASTEURISASI-UV UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUKSI SELAI DAN JAM BUAH JAMBU METE DI DESA GAPURA GAYAM, TUKLUK, NGADIROJO, WONOGIRI Abdullah Ridhwan Purnomo; Adisti Putri Intaniasari; Winda Kristiana; M. Endy Yulianto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama  ini  petani  buah  jambu  mete  hanya  menggunakan  mete  untuk  dijual  dan  diolah  menjadi kacang  mete.  Sedangkan  buahnya  tidak  dimanfaatkan  dengan  optimal  karena  rasa  buah  mete yang  sepet  dilidah  dan  dapat  menyebabkan  gatal.  Di  daerah  Wonogiri  terdapat  UKM  yang mengembangkan  produksi  selai  dan  jam.  Kendala  yang  dihadapi  oleh  UKM  ini  adalah  alat pasteurisasinya  dimana  masih  menggunakan  alat  pasteurisasi  konvesional.  Tujuannya  untuk mengembangkan  paket  teknologi  produksi  bersih  terutama  dengan  alat  fotopasteurisasi-uv dalam produksi selai dan jam di Wonogiri. Diharapkan dengan alat ini proses pasteurisasi dapat berlangsung  dengan  1  tahap  yang  akan  meingkatkan  kapasitas  produksi.  Selain  itu  diharapkan produk yang dihasilkan akan lebih higienis dan juga tahan lama dan mampu mengurangi biaya selama proses produksi berlangsung. Sehingga buah jambu mete dapat segera diproses menjadi selai  dan  jam  agar  tidak  mengalami  penumpukan  bahan  baku.  Alat  fotopasteurisasi-uv  ini merupakan modifikasi alat pasteurisasi dengan menggunakan tambahan sinar ultra violet untuk membunuh  bakteri.  Alat  ini  dilengkapi  dengan  termostat  suhu,  pengaduk  serta  timer  dan  juga lampu  ultra  violet.  Dengan  demikian  akan  lebih  memudahkan  proses  pasteurisasi  saat  proses produksi selai dan jam dari buah jambu mete.   Kata kunci : buah mete, alat fotopasteurisasi-uv, selai dan jam

Page 28 of 140 | Total Record : 1394