cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
ANALISA PENGARUH VARIASI POLA SLIP HETEROGEN PADA PELUMASAN HIDRODINAMIK DENGAN KONDISI KAVITASI K. R. Widodo; M. Tauviqirrahman; . Jamari; J.D. Setiawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perancangan pelumasan hidrodinamik,  interface  antara  pelumas dan permukaan dinding  pada umumnya masih dianggap pada kondisi tanpa slip.  Namun terbukti secara eksperimental bahwa slip terjadi pada permukaan baik hidrofobik maupun hidrofilik. Kondisi Navier-slip  sering diusulkan sebagai pengganti kondisi batas. Meskipun demikian, dalam beberapa penelitian yang telah dipublikasikan, analisis  performansi pelumasan dengan slip masih mengasumsikan bahwa kavitasi tidak terjadi.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemodelan kavitasi dalam analisa performansi pelumasan dengan slip.  Performansi pelumasan yang ditinjau  adalah  daya dukung pelumasan. Persamaan Reynolds yang dimodifikasi  dengan slip dikembangkan untuk mencari distribusi tekanan dalam kontak.  Metode  volume  hingga digunakan untuk mendiskretisasi  persamaan Reynolds dan pemecahannya dilakukan dengan menggunakan  Tri-Diagonal Matrix Algorithm  (TDMA). Model kavitasi yang digunakan adalah  Half-Sommerfeld  (HS)  dan  Swift-Stieber  (SS)  pada aplikasi parallel slider bearing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  parallel slider bearing  dengan permukaan pola slip heterogen mampu menciptakan tekanan hidrodinamik dan daya dukung pelumasan. Model kavitasi HS dan SS memiliki pengaruh yang signifikan pada daya dukung pelumasan dibanding dengan  analisis  tanpa kavitasi.  Dengan memperhitungkan model kavitasi didapatkan peningkatan distibusi tekanan sekitar 14 %. Model kavitasi SS memberikan daya dukung  pelumasan yang lebih besar sekitar 35 % dibandingkan dengan model HS. Hal ini dapat membawa ide baru dalam penelitian ilmiah dan desain rekayasa untuk  Micro Electro Mechanical Systems  (MEMS). Oleh karena itu disarankan untuk memasukkan model kavitasi dalam analisis perhitungan pelumasan hidrodinamik untuk mendapatkan hasil riil dengan meniadakan tekanan negatif dan didapatkan daya dukung pelumasan yang lebih besar. Kata kunci: slider bearing, slip, metode volume hingga, kavitasi.
APLIKASI SLIP UNTUK MENGURANGI GESEKAN PADA BANTALAN M. Tauviqirrahman; D.J. Schipper; . Jamari; R. Ismail
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi perilaku bantalan tergantung kepada kondisi batas antarmuka antara pelumas dan permukaan dinding bantalan. Banyak penelitian saat ini yang menunjukkan bahwa fenomena slip pada permukaan terbukti terjadi. Untuk aplikasi slip yang sengaja direkayasa terjadi pada suatu permukaan kontak untuk tujuan meningkatkan performansi bantalan juga telah mendapat banyak perhatian dari peneliti. Permukaan semacam itu dapat dibuat dengan menerapkan sifat hydrophobic dan diprediksi mampu mengurangi gesekan.  Tujuan penelitian ini adalah membuktikan secaara numerik hipotesa bahwa slip mampu mengurangi gesekan dengan cara mengatur permukaan bersifat heterogen, yaitu slip memenuhi sebagian permukaan dan sisanya dikondisikan tidak terjadi slip. Persamaan Reynolds termodifikasi dengan slip dipecahkan dengan metode volume hingga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa permukaan slip heterogen mampu memberikan performansi pelumasan yang lebih baik jika dibandingkan dengan permukaan tanpa-slip. Bahkan pada gap yang sejajar  pun, analisa menunjukkan bahwa distribusi tekanan dapat mencapai harga yang maksimum, sementara dengan kondisi batas tanpa-slip, tekanan yang dihasilkan adalah nol. Penemuan ini sekaligus mendobrak teori klasik Reynolds bahwa hanya gap yang konvergen saja  yang mampu memberikan daya dukung beban pada bantalan. Pengurangan gesekan maksimum terjadi ketika panjang daerah slip berada pada kisaran 0.60 dari keseluruhan panjang bantalan. Gesekan berkurang 16 % - 23 % tergantung pada panjang slip dalam permukaan heterogen. Kata kunci: hydrophobic, gesekan, pelumasan, slip 
ANALISA PENGARUH PERMUKAAN SLIP DAN BERTEKSTUR SINUSOIDAL TERHADAP DISTRIBUSI TEKANAN PADA SLIDER BEARING M.D. Surindra; M. Tauviqirrahman; . Jamari; Berkah F.T.K.
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh kerutan permukaan terhadap performasi slider bearings telah banyak menarik perhatian para peneliti. Hal ini dapat  terjadi sebagai hasil dari kesalahan manufaktur atau beberapa ketidak seragaman pola yang wajar yang disebabkan oleh erosi lokal dan pengerutan. Keadaaan ini selalu ada dan diketahui secara luas semenjak kerutan permukaan diperkenalkan sebagai hasil dari  karakteristik bantalan dan memungkinkan beberapa tektur kerutan akan memberikan keuntungan jika diaplikasikan. Dalam penelitian ini, permukaan bertekstur yang diaplikasikan berjenis sinusoidal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa performasi pelumasan  yang dihasilkan oleh kombinasi antara permukaan yang memiliki sifat slip dan bertekstur sinusoidal pada salah satu permukaan kontak. Persamaan Reynolds yang dimodifikasi diturunkan dan dipecahkan dengan menggunakan metode volume hingga. Modifikasi dilakukan dengan mengasumsikan bahwa slip mengikuti laju geser secara linear (Navier-slip). Variasi panjang slip juga dilakukan. Jika dibandingkan antara permukaan slip dan smooth dengan permukaan slip yang bertekstur sinusoidal, hasil simulasinya menunjukkan bahwa kombinasi permukaan slip yang bertekstur sinusoidal memiliki pengaruh positif terhadap perbaikan performansi pelumasan. Hal ini ditandai dengan distribusi tekanan yang titik maksimumnya naik dan luasan yang dihasilkan lebih besar, bahkan tanpa pemberian wedge effect. Hasil yang menguntungkan ini diharapkan dapat meningkatkan performasi pelumasan tidak hanya pada slider bearing tetapi dapat diaplikasikan di semua komponen mesin yang mengalami kontak terlubrikasi. Kata kunci: slider bearing, slip, permukaan bertekstur sinusoidal
MODEL PROGNOSIS UNTUK BANTALAN GELINDING Moh. Arozi; Achmad Widodo; Joga Dharma Setiawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance memiliki peran penting dalam dunia industri saat ini. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kontribusi biaya maintenance memiliki porsi yang cukup besar atas biaya total produksi pada semua bidang industri. Salah satu teknik perawatan yang digunakan saat ini dan berkontribusi  besar atas peningkatan efektifitas dan efisiensi  perawatan  adalah perawatan berbasis kondisi (condition based maintenance - CBM). CBM memiliki dua  faktor penting yaitu diagnosa  kerusakan  mesin dan prognosis mesin.  Pendekatan untuk CBM ini terbagi  pada tiga kategori utama: pendekatan statistik, pendekatan kecerdasan tiruan, pendekatan berdasarkan model. Salah satu implementasi nyata dari CBM memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia dan dapat digunakan sebagai acuan dalam implementasinya di seluruh perlengkapan industri adalah pada  bantalan gelinding (rolling element bearing).  Fokus  penelitian ini pada  pengembangan sebuah model matematika  dan model program simulink yang mampu menampilkan efek geometri dan posisi cacat pada outer race terhadap  getaran  pada bantalan gelinding.  Makalah ini membahas pemodelan matematik dan pemodelan simulink atas bantalan gelinding dengan menggunakan   variabel geometri cacat  dan posisi cacat pada outer race bantalan gelinding, serta menganalisis getaran yang diperoleh dari running model simulink yang  telah dibuat. Kata kunci:   perawatan, bantalan gelinding,  defect, model matematik, model simulink, analisis getaran.
PENGARUH KOMPOSISI PADUAN ABU BATUBARA DENGAN PASIR INTI COR BEKAS PAKAI TERHADAP KAPASITAS PANAS SEBAGAI BAHAN REFRACTORI Padang Yanuar; . Yurianto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan batubara sebagai bahan alternative bahan bakar menyebabkan meningkatnya limbah batubara yang berupa limbah dasar dan limbah abu terbang batubara, limbah tersebut akan memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan. Hal ini  juga terjadi pada industry rumahan pengecoran logam yang menghasilkan inti cor bekas yang jika tidak dimanfaatkan akan mengganggu lingkungan. Peneliti berupaya untuk memanfaatkan limbah batubara,  pasir inti cor bekas dan tanah liat sebagai bahan refractory dengan metode memadukan ketiga paduan tersebut. Adapun komposisi 5%,10%,15%,20%,25% untuk abu batubara. Tujuan dari penelitian ini adalah didapatkan kuat tekan yang tinggi, kapasitas panas rendah dan meningkatkan nilai ekonomis dari bahan limbah, Penelitian ini menghasilkan kuat tekan terbesar pada paduan 15:35:50 mesh 100 sebesar  8,81(N/mm²) dan kapasitas panas terendah 15:35:50 pada mesh 50 sebesar 180  Joule/m³C. Diharapkan penelitian tersebut dapat terus dikembangkan sehingga membantu mengurangi dampak negative dari limbah batubara dan pasir inti cor bekas. Kata kunci: limbah,pasir inti cor, refractory, kuat tekan, kapasitas panas.
PENGARUH GAYA TEKAN, KECEPATAN PUTAR, DAN WAKTU KONTAK PADA PENGELASAN GESEK BAJA ST60 TERHADAP KUALITAS SAMBUNGAN LAS Poedji Haryanto; Rifky Ismail; . Jamari; Sri Nugroho
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses manufaktur. Pengelasan (welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan, dan dengan atau tanpa logam tambahan menghasilkan sambungan yang kontinu. Pengelasan gesek (friction welding) merupakan teknik pengelasan dengan memanfaatkan panas yang ditimbulkan akibat gesekan. Permukaan dari dua bahan yang akan disambung, salah satu berputar sedang lainnya diam, dikontakkan oleh gaya tekan. Gesekan pada kedua permukaan kontak dilakukan secara kontinu sehingga panas yang ditimbulkan oleh gesekan yang kontinu akan terus meningkat. Dengan gaya tekan dan panas pada kedua permukaan hingga pertemuan kedua bahan mencapai suhu leleh (melting temperature) maka terjadilah proses las.  Paper ini meneliti pengaruh gaya tekan, kecepatan putar dan waktu kontak pada pengelasan gesek baja ST60 terhadap kualitas sambungan las. Proses pengelasan gesek dilakukan pada mesin bubut yang dilengkapi mekanisme pembebanan. Parameter yang digunakan adalah gaya tekan, kecepatan putar dan waktu kontak. Penentuan kualitas las dilakukan dengan cara pengujian kekuatan tarik, kekerasan, dan foto mikro pada daerah sambungan las. Hasil yang  diperoleh menunjukkan bahwa kualitas pengelasan gesek sangat baik, hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian kekuatan tarik dimana patahan terjadi diluar sambungan las dan kekerasan pada sambungan las meningkat. Pada hasil potongan daerah las secara visual tidak ditemukan adanya porositas sehingga dapat disimpulkan bahwa logam yang saling kontak telah meleleh sempurna dan menghasilkan sambungan dengan kualitas yang baik. Kata kunci: las gesek, gaya tekan, kecepatan putar, waktu kontak, kualitas las.
PENGARUH PERUBAHAN JARI-JARI FILLET CAPSULE ENDOSCOPY TERHADAP TAHANAN GESEK PADA USUS KECIL . Qomaruddin; . Jamari; Ismoyo Hariyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capsule endoscopy adalah  alat  untuk merekam gambar dari  saluran pencernaan  dengan pencitraan beresolusi tinggi yang  digunakan dalam lingkup  kedokteran. Fungsi utama penggunaan capsule endoscopy ini untuk mengetahui daerah dari usus kecil yang tidak dapat dilihat oleh jenis lain seperti  colonoscopy  atau  esophagogastroduodenoscopy  (EGD). Kenyamanan penggunaan capsule endoscopy merupakan faktor utama yang diharapkan oleh para pasien. Faktor utama  tersebut meliputi bentuk (geometri), panjang, jari-jari kontak area dan luas permukaan kontak. Desain dengan memvariasi parameter dari faktor tersebut akan menimbulkan tegangan dan deformasi pada dinding usus kecil. Untuk mengoptimalisasi desain tersebut diperlukan sebuah analisa tahanan gesek dari capsule endoscopy yang bergerak dalam usus kecil.  Dalam rangka memverifikasi  perhitungan  untuk menyelidiki distribusi berbagai tegangan  yang  diterapkan pada  capsule endoscopy dapat  juga  digunakan finite elemen analisis (FEA). Perbandingan tahanan gesek antara prediksi perhitungan dengan FEA dapat memprediksi gaya gesekan dari capsule endoscopy dengan akurasi yang memadai. Hasil analisa menunjukkan bahwa perubahan  jari-jari  fillet  tidak mempengaruhi tinggi rendahnya gesekan, namun lebih berpengaruh kepada perbedaan lamanya waktu kontak. Semakin besar jari-jari fillet maka memperkecil panjang area kontak yang menyebabkan dinding usus kecil yang mengalami tekanan searah radial semakin lebih pendek.  Kata kunci: capsule endoscopy, jari-jari fillet, friction, contact stress.
SURFACE HARDENING CHARACTERIZATION OF TRANSMISSION GEARS Rifky Ismail; . Jamari; M. Tauviqirrahman; . Sugiyanto; Trias Andromeda
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is presented to compare the transmission gear products from SME (UKM gear) and national scale manufacturer (OEM gear) especially on the surface hardening characterization. Both gears  were  heat  treated with  different methods.  The gear product of SME was  heat treated by pack carburizing and quenching whereas the OEM gear was predicted to be heat treated using induction  heating with high frequency. The surface hardening characterization was conducted by investigating the hardening thickness,  the hardness number  and the microstructure  observation  on the gear surfaces.  The result  of the hardening thickness investigation reveals a distinction on the depth of hardening penetration. The heat treatment using  long interval  pack carburizing  of UKM gear  produces a  deeper  penetration and the higher hardness number on the gear surface whereas the OEM gear has a thin hardness penetration and lower hardness number.  The microstructure of  the  both gears  depicts the different types  of phase. The  SME  gear shows the present of the carbon  infiltration  on the martensitic phase structure boundary whereas the OEM gear exhibits lower bainite phase on the gear surface. With this condition the OEM gear is predicted to behave a better contact stress distribution during operation. Keywords: gear, heat treatment, surface hardening, microstructure
ANALISA PENGARUH PENGECORAN ULANG TERHADAP SIFAT MEKANIK PADUAN ALUMUNIUM ADC 12 Samsudi Raharjo; Fuad Abdillah; Yugohindra Wanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium (Al) merupakan logam ringan yang mempunyai sifat tahan terhadap korosi dan hantaran listrik yang baik. Aluminium biasa dipergunakan untuk peralatan rumah tangga, material pesawat terbang, otomotif, kapal laut, konstruksi dan lain–lain. Untuk mendapatkan peningkatan kekuatan mekanik, biasanya logam aluminium dipadukan dengan dengan unsur Cu, Si, Mg, Zn, Mn, Ni, dan unsur lain. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah Untuk mengetahui hasil dari metode pengecoran Gravitasi dan Die Casting terhadap kekerasan, Untuk mengetahui sifat-sifat mekanik ADC 12 asli dengan dilebur ulang  (Remelting), Membandingkan antara Cetakan Permanan dengan cetakan Pasir terhadap kekerasan, Untuk mengetahui berapa tingkat porositas ADC 12 setelah di remelting Metode penelitian dilakukan dengan pengecoran gravitasi dan menggunakan cetakan pasir. Dengan  menggunakan temperature penuangan 7000C. Karakterisasi material meliputi uji komposisi kimia, uji kekerasan, uji struktur mikro dan uji porositas. Hasil dari penelitian ADC 12 dengan kekerasan menurun dari 95,4 HRB menjadi 71,8 HRB dan porositas dari 5,77  % menjadi 34,97 % dengan temperatur penuangan 7000C. Maka Remelting akan menurunkan kekerasan dan menambah tingkat porositas material tersebut. Kata kunci :   ADC 12, Pengecoran Ulang (remelting),  temperature penuangan, pengecoran gravitasi.
PENGARUH WAKTU TERHADAP KANDUNGAN GLUKOSA PADA REAKSI HIDROLISA ENZIMATIS DAUN API API (Avecennia alba) DENGAN MENGGUNAKAN SELULASE Syaiful Rofik; Indah Riwayati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, sehingga harus dicari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui agar tidak terjadi krisis energi. Salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui adalah bioetanol yang dapat dibuat melalui proses fermentasi glukosa. Salah satu bahan yang dapat dipergunakan untuk fermentasi adalah selulosa melalui proses hidrolisa untuk menghasilkan glukosa. Salah satu sumber selulosa adalah daun Api-api (Avecennia alba). Hidrolisa dapat dilakukan melalui proses kimia maupun enzimatis dengan bantuan selulase. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama waktu terhadap kadar glukosa pada proses hidrolisa daun Api-api dengan menggunakan enzim selulose. Dari percobaan dengan kondisi suhu 50o C, pH 5 serta perbandingan enzim:simplisia =1:10 diperoleh kadar glukosa maksimum 22,04% dengan waktu reaksi 72 jam.Kata kunci: gluokosa, daun Api-api, enzim selulose

Page 26 of 140 | Total Record : 1394