cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PENGARUH KONDISI OPERASI TERHADAP KURVA PENGERINGAN TEPUNG TAPIOKA MENGGUNAKAN PENGERING KONVEKTIF KONTINYU Rona Trisnaningtyas; Suherman Suherman
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh kondisi operasi terhadap kinetika pengeringan tepung tapioka dengan kadar air awal 0,21 (bb) menggunakan pengering konvektif kontinyu, yakni pengering kontinyu unggun fluidisasi getar diamati dalam bentuk kurva pengeringan. Dimensi unggun adalah panjang 0,59 m, lebar 0,15 m, dan tinggi 0,01 m. Variasi kondisi operasi adalah suhu udara pengering (50, 60, dan 70 oC), ketinggian sekat di unggun (0, dan 1 cm), dan laju alir umpan padatan (10, dan 30 gr/menit) dengan menggunakan laju alir udara yang konstan 0,012 m3/s. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi pengaruh suhu udara pengering, laju alir umpan padat, dan adanya sekat terhadap kurva pengeringan pati tapioka menggunakan pengering kontinyu unggun fluidisasi getar. Hasil menunjukkan bahwa pada proses pengeringan tepung tapioka yang berlangsung pada suhu 70oC, laju alir umpan padat 10 gr/menit, dan dengan kondisi adanya sekat, memberikan hasil kadar air produk tapioka yang lebih rendah . Produktibilitas kondisi tunak kurva pengeringan tercapai dalam waktu kurang dari 5 menit. Penurunan kadar air produk pada zona 1 (ruang pengeringan sebelum sekat pertama) sangat curam, selanjutnya pada zona 2 (0,4 m) penurunan landai dan zona 3 (0,6 m) penurunan sangat landai atau hampir konstan. Produk tapioka kering memenuhi Standar Nasional Indonesia dimana kadar air kurang dari 13%, lemak 0,8%, protein 0,5%, serat 0,09%, dan abu 0,5%. Peningkatan suhu udara pengering dan tinggi sekat menyebabkan kadar air akhir produk lebih cepat dicapai, sebaliknya untuk laju alir umpan padat. Kata kunci: Kinetika pengeringan, pati tapioka, pengeringan kontinyu, unggun fluidisasi getar
ANALISA KANDUNGAN KIMIA PUPUK ORGANIK DARI BLOTONG TEBU LIMBAH DARI PABRIK GULA TRANGKIL Supari Supari; Taufik Taufik; Budi Gunawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu limbah yang dihasilkan PG 9 (pabrik gula) dalam proses pembuatan gula adalah blotong, yang keluar dari proses dalam bentuk padat mengandung air dan masih mempunyai temperatur cukup tinggi (panas), berbentuk seperti tanah, sebenarnya adalah serat tebu yang bercampur kotoran yang dipisahkan dari nira. Komposisi blotong terdiri dari sabut, wax dan fat kasar, protein kasar,gula, total abu, SiO2, CaO, P2O5 dan MgO. Komposisi ini berbeda prosentasenya dari satu PG dengan PG lainnya, bergantung pada asal tebu. Blotong dapat diolah menjadi pupuk organik, sebagai penyubur atau untuk perbaikan struktur tanah terutama pada lahan kering karena blotong banyak mengandung bahan penyubur tanah seperti Nitrogen, P2O5, CaO, humus dan lain-lain.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kandungan kimia pupuk organik dari limbah blotong tebu limbah dari PG Trangkil.Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di PG Trangkil sebagai penghasil limbah blotong tebu dan Laboratorium Kimia Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah sebagai tempat pengujian unsur kimia dari limbah blotong. Parameter yang akan diuji meliputi : Kadar Air, pH H20, C-Organik, N-kjeldahl, N-NH4, N-NO3, N-Total, C/N Rasio, P2O5, K2O Total, Fe, Mn, Cu, dan Zn.Hasil pengujian menunjukkan bahwa pupuk organik ( crusher) ini sebagai pupuk organik mempunyai daya serap air yang cukup tinggi, dalam pH mendekati normal sampai normal. Dengan berbagai kandungan N, P dan K yang relatif rendah dengan penggunakaan bioaktivator diharapkan akan dapat berperan dalan ketersediaan unsur-unsur tersebut. Adapun kandungan Fe yang cukup tinggi dapat dilakukan penambahan kapur baik dengan dolomite maupun kapur tohor. Sedang kandungan unsur mikro sudah cukup memenuhi untuk crusher sebagai pupuk organik. Crusher tersebut mengandung Kadar Air (32%), pH H20 (6,54%) C-Organi (9,93%), N-kjeldahl(1,01%) N-NH4(0,5%), N-NO39 (0,11%) N-Total (1,13% ), C/N Rasio(8,76%), P2O5(1,05%), K2O Total (0,16 ppm) Fe(10308,67 ppm) Mn(759,597 ppm), Cu(50,75 ppm), dan Zn(90,68 ppm). Kata kunci: blotong, pupuk, organik, limbah, gula
APLIKASI DAUN SANSEVIERA (SansevieriaTrifasciataPrain) SEBAGAI ADSORBEN NIKOTIN DALAM ASAP ROKOK Mia Dinnis A; Sumayah Sumayah; Titin Titin; Ajeng Ajeng; Laeli Kurniasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lidah mertua ( Sansevieria trifasciata  Prain )merupakan salah satu jenis tanaman hias yang berpotensi sebagai adsorben zat polutan. Daun lidah mertua terbukti mampu mengurangi dan menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan massa adsorben dan waktu terbaik pada proses adsorpsi nikotin asap rokok dengan adsorben daun Sanseviera. Penelitian dilaksanakan sebanyak 3 tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan adsorben, dimana daun lidah mertua dipotong-potong, di keringkan dan dihaluskan  sehingga menjadi serbuk. Tahap kedua adalah proses adsorpsi dimana adsorben dikontakkan dengan asap rokok yang mengandung nikotin. Tahap ketiga merupakan tahap analisa kadar nikotin yang teradsorp di simplisa setelah kontak dengan asap rokok. Adapun variabel proses adsorpsi meliputi massa adsorben dan waktu adsorpsi. Dari hasil percobaan diperolehmassa adsorben terbaik dalam mengadsorp nikotin  adalah 40 gr sedangkan waktu terbaik proses adsorpsi adalah 24 jam dengan kadar nikotin teradsorp adalah 0,5346%. Kata kunci : adsorpsi,asap rokok, lidah mertua, nikotin
EFEKTIFITAS CaO TERHADAP GAS HASIL CAMPURAN SEKAM PADI DAN BATUBARA Arif Setyo Nugroho
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektifitas CaO terhadap peningkatan kualitas gas Hidrogen hasil gasifikasi dengan agen uap. Bahan baku yang digunakan adalah sekam padi dan batubara yang mempunyai fix carbon sebesar 46.54 % , carbon sebesar 64.9 % dan kalorinya lebih dari 6000 kalori .dengan komposisi campuran 100% sekam padi, 75% sekam padi dan 25% batubara, 50% sekam padi dan 50% batubara, 25% sekam padi dan 75% batubara dan 100% batubara. Jenis adsorb yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu CaO. Hasil penelitian ini, campuran 50% sekam padi + 50% batubara dengan temperatur uap 500oC menghasilkan gas hasil dengan konsentrasi H2 tinggi dan CO rendah dimana konsentrasi H2 tertinggi yang mampu dicapai yaitu sebesar 38,95% menggunakan CaO sebagai zat adsorb, kadar H2 sebesaar 24,18 % tidak menggunakan zat adsorb CaO. Penggunakan CaO dapat diperoleh peningkatan konsentrasi H2. Peningkatan konsentrasi H2 yang tinggi diperoleh dengan cara adsorp CaO. Mekanisme adsorp CO2 oleh CaO yaitu dengan reaksi heterogen menghasilkan CaCO3. Peningkatan kadar H2 disebabkan oleh perbandingan sekam-batubara, temperatur uap dan adsorben CaO yang digunakan Kata Kunci :Gasifikasi, Sekam Padi, Batubara, CaO, Kadar Hidrogen. CaCO3
PELARUT TERBAIK DALAM PEMBUATAN PEKTIN DARI LIMBAH ALBEDO DURIAN (Durio Zibethinus Murray) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAE ( Microwave Assisted Extraction) Dewi Susanti; Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus; Azzahra Aulia Hanifa; Februana Hutavia Purba Caraka; Indah Hartati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pektin merupakan suatu senyawa polisakarida, fungsinya merupakan elemen structural pada pertumbuhan jaringan dan komponen utama dari lamella tengah dan berperan sebagai perekat yang bersifat membentuk gel. Pektin banyak terdapat dalam buah-buahan. Salah satunya pada albedo (kulit) durian. Albedo durian yang merupakan sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi ini diakui memiliki kandungan pektin yang cukup tinggi yaitu 2,56%. Penelitian ini bertujuan menentukan pelarut asam terbaik untuk ekstraksi pektin limbah kulit durian. Metode penelitian ini menggunakan gelombang mikro dengan meggunakan jenis pelarut antara lain HCl, C6H8O7, H2SO4, dan CH3COOH dengan normalitas 1N dan 2N , rasio simplisia: aquadest yaitu 1:10, serta daya 10%. Dari hasil penilitian didapatkan pelarut asam yang tepat yaitu H2SO4 2N dengan pektin sebesar 7,07gram. Kata kunci: albedo durian, MAE, pektin
EVALUASI KINERJA INSULASI DAN KERUSAKAN CUI PIPA DISTRIBUSI UAP UNIT UTILITY PLANT PENGOLAHAN MINYAK Hariyotejo Pujowidodo; Bhakti Nuryadin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Utilitas memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan energi panas, listrik dan fluida kerja di dalam proses pengolahan minyak bumi, di mana terdapat peluang peningkatan efisiensi energi terbesar, sebanyak  30%,  di antara sektor peralatan kolom fraksinasi, proses, penukar kalor, motor dan lainnya. Tulisan ini memuat hasil kegiatan evaluasi sistem insulasi dan kerusakan pada sistem pemipaan distribusi uap dalam rangka meningkatkan efisiensi dan kehandalan operasi  sebuah plant pengolahan minyak bumi nasional yang terletak di daerah Jawa Tengah. Evaluasi berdasarkan hasil identifikasi pengujian kebocoran dan analisis kinerja isolasi dan kerusakan yang terjadi akibat korosi permukaan luar (CUI) pemipaan uap tekanan tinggi, medium dan rendah (HP, MP, LP steam) dan jalur kondensat, dengan total panjang 1533 meter. Dari hasil analisa dan evaluasi berdasarkan sumber ASTM-C680, API 570, ASME B31.3 dan B31.4; diperoleh rekomendasi tindak lanjut perbaikan insulasi dan beberapa pemipaan, akibat kerusakan dan kebocoran panas sebesar 210 kW/jam serta perubahan struktur material permukaan dan penipisan pipa uap pada jalur tekanan tinggi. Juga disampaikan tindak lanjut upaya yang diperlukan untuk mencegah kebocoran dan kerusakan CUI melalui pemilihan karakteristik material insulasi yang sesuai dengan kondisi proses dan faktor lingkungan setempat Kata kunci: kinerja insulasi, kebocoran panas, korosi di bawah insulasi, propertis material
PENINGKATAN KEKUATAN TARIK DAN IMPAK PADA REKAYASA DAN MANUFAKTUR BAHAN KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT E-GLASS DAN SERAT KENAF BERMATRIK POLYESTER UNTUK PANEL INTERIOR AUTOMOTIVE Agus Hariyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh fraksi volume kombinasi serat E-glass dan serat kenaf terhadap kekuatan tarik dan kekuatan impak bermatrix Polyester. Pola kegagalannnya diamati dengan photo makro. Bahan utama penelitian adalah serat E-Glass anyam dan serat kenaf anyam, resin unsaturated polyester 157 BQTN. Hardener yang digunakan adalah MEKPO dengan konsentrasi 1%. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan (Press Mold). Komposit hibrid tersusun terdiri dari beberapa lamina serat gelas anyam dan  lamina serat kenaf. Fraksi volume serat komposit hibrid adalah 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Spesimen dan prosedur pengujian tarik dan impak mengacu pada standart ASTM D 638 dan ASTM D256. Penampang patahan dilakukan foto makro untuk mengidentifikasi pola kegagalannya. Hasil penelitian ini menunjukkan kekuatan tarik dan kekuatan impak komposit hibrid meningkat seiring dengan penambahan fraksi volume serat. Kekuatan tarik komposit hibrid memiliki harga yang paling optimum pada fraksi volume serat Vf = 50%. Kekuatan impak paling optimum pada fraksi volume serat Vf = 40%, Namun, menurunkan kekuatan impak pada Vf = 50%. Tahapan pola kegagalan komposit hibrid adalah kegagalan tarik pada komposit hibrid, kegagalan fiber pull out pada pengujian tarik. Mekanisme patahan, terjadi patah getas akibat kekuatan impak. Kata kunci: komposit hibrid, kekuatan tarik, kekuatan impak, pola kegagalan.
ANALISA PERBEDAAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PISTON HASIL PROSES PENGECORAN DAN TEMPA Ahmad Haryono; Kurniawan Joko Nugroho
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan sifat mekanik dan struktur mikro pada piston hasil dari proses pengecoran dengan tempa. Dimana proses pengecoran biasa dilakukan dengan pengecoran gravitasi, sentrifugal dan tekanan tinggi. Metode tempa (forging) pada pembuatan piston menghasilkan produk yang memiliki unjuk kerja atau ketahanan lebih baik dibandingkan piston konvensional yang dihasilkan melalui proses pengecoran. Dimensi piston yang dihasilkan dapat lebih terkontrol dan cacat produk dari hasil pengecoran dapat dihindari,ketahanan terhadap suhu tinggi menjadi lebih baik, sehingga secara keseluruhan unjuk kerjanya menjadi lebih tinggi bila dibandingkan dengan unjuk kerja piston hasil pengecoran. Bahan penelitian adalah piston original dari kedua proses baik proses pengecoran maupun proses tempa. Untuk uji komposisi kimia menggunakan spectrometer, sedangkan uji kekerasan menggunakan Brinnel Tester, uji struktur mikro dengan alat mikroskop optik, sedangkan uji keausan menggunakan mesin Oghosi High Speed Universal Wear Testing Machine (Type-OAT-U). Hasil uji komposisi menunjukkan bahwa material piston proses pengecoran mempunyai paduan unsur utama 83,56 wt % Al, 12,6322 wt % Si, 1,3110 wt % Ni. Sedangkan untuk piston hasil proses tempa mempunyai unsur utama 82,97 wt % Al, 12,0385 wt % Si, 3,9462 wt % Cu dan unsur – unsur atom yang lain dengan total 100 wt %. Harga kekerasan untuk piston hasil proses pengecoran 123 – 140 BHN, sedangkan angka kekerasan tertinggi untuk piston hasil proses tempa adalah 146 BHN. Hasil uji keausan untuk piston cor, abrasi spesifik 4.71E-03 mm2/kg sedangkan piston tempa 1.59E-03 mm2/kg. Hasil struktur mikro  piston hasil proses tempa lebih halus dan rapat terdapat partikel silicon eutektik sedangkan  proses cor terdapat partikel silicon berbentuk jarum. Kunci : Piston, Pengecoran, Tempa, Uji Kekerasan, Uji Keausan dan Struktur Mikro
PENGARUH KECEPATAN UDARA PRIMER MULA TERHADAP OUTPUT POWER TUNGKU GASIFIKASI TIPE DOWNDRAFT Eko Surjadi; Edy Susilo Widodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mendapatkan kecepatan udara primer awal yang menghasilkan output power yang sebesar mungkin pada Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Downdraft. Eksperimen dengan metode Water Boilling Test dilakukan menggunakan residu padi (sekam) sebagai umpan dengan variasi kecepatan udara primer mula. Desain penelitian ini memiliki suatu perlakuan yaitu kecepatan udara primer mula, dikenakan pada suatu objek penelitian, yaitu  tungku gasifikasi downdraft dan kemudian hasil perlakuan diamati. Dengan Water Boilling Test didapat data start up time, operating time dan total operating time dari penggunaan Tungku Gasifikasi Biomassa Downdraft pada variasi kecepatan udara pimer mula antara 2-3,8 m/s, dengan massa 600 gram umpan dan air 1 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan udara primer awal menyebabkan power output semakin baik atau bertambah besar, Stove efficiency tungku gasifikasi ini meningkat seiring dengan meningkatnya Kecepatan udara primer awal. Output Power tungku gasifikasi pada kecepatan udara primer awal 3,8 m/s (kecepatan udara fan tertinggi) adalah 1,32 kW. Kata kunci : Water boilling test, Gasifikasi, Umpan
PENGARUH KOMPOSISI BELERANG TERHADAP KEKERASAN DAN KEAUSAN BAHAN KARET LUAR BAN PADA LINTASAN ASPAL Pramuko Ilmu Purboputro
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian awal yang bertujuan untuk pada akhirnya untuk mendapatkan koefisien grip. Pada tahun pertama penelitian ini adalah untuk mendapatkan kompossisi bahan yang tepat untuk bahan karet luar ban. Pada tahun ke-dua peneltian dilanjutkan untuk mendapatkan angka koefisien cengeram (grip) ban. Metoda yang dilakukan adalah dengan mencampur komponen ban, dengan komposis yang berbeda. Spesimen tersebut kemudian dilakukan percobaan kekerasan shore dan percobaan keausan.Hasil yang didapat dibandingkan bahan kompon yang sudah ada di pasaran. Hasil yang didapat dalam pengujian kekerasan Shore A, Kompon no.3 memiliki nilai kekerasan shore A sebesar 77 sedangkan kompon pabrikan hanya memiliki nilai Shore A sebesar 71. Untuk kekuatan tarik kompon no.3 mempunyai angka 50,95 kgf atau 499,820 N sehingga menghasilkan keausan kecil dibandingkan dengan kompon yang lain. Keausan kompon pabrikan memiliki nilai keausan yaitu 2,800mm3/detik. Sedangkan kompon buatan no.1 memiliki nilai keausan yang tinggi yaitu 6,467 mm3/detik. Sedangkan kompon buatan no.2 dan no.3  memiliki nilai keausan masing-masing 5,933mm3/detik dan 4,133 mm3/detik. Kata kunci: komposit karet, bahan ban luar, kekerasan, keausan.

Page 43 of 140 | Total Record : 1394