cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PENINGKATAN GAIN ANTENA MIKROSTRIP PATCH LINGKARAN MENGGUNAKAN PARASITIC SUBSTRAT PADA FREKUENSI 2,4 GHz UNTUK APLIKASI WiFi Nuhung Suleman; Yenniwarti Rafsyam
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena mikrostrip memiliki banyak kelebihan, diantaranya bentuknya yang sederhana, compact, ringan, dan murah. Akan tetapi juga memiliki kekurangan, salah satunya yaitu nilai gain yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sebagai state of the art pada penelitian ini diusulkan penggunaan parasitic subtrat yang diharapkan dapat meningkatkan gain antena. Parasitic subtrat merupakan penambahan subtrat  yang diletakan di atas antena utama dengan jarak tertentu. Desain antena mikrostrip ini bekerja pada frekuensi 2,45 GHz yang berguna untuk aplikasi WiFi. Nilai gain, bandwidth dan return loss (S11) antena akan dibandingkan, antara antena mikrostrip lingkaran konvensional dengan antena mikrostrip lingkaran yang sudah ditambahakan parasitic substrat. Untuk proses perancangan, pada penelitian ini dipergunakan mikrostrip FR4 dengan dielektrik konstan er = 4,3, loss tangen d = 0,002 dan ketebalan h =1,6 mm. Sementara, untuk simulasi digunakan perangkat lunak Advance Design System (ADS). Antena lingkaran ini memiliki dimensi jari-jari 17,5 mm. Hasil simulasi menujukan pada antena mikrostrip lingkaran konvensional memiliki nilai gain = 5,15 dBi, bandwidth = 25 Mhz dan return loss (S11) = -23,679 dB. Sementara antena mikrostrip lingkaran yang sudah ditambahakan parasitic substrat memiliki karakteristrik gain = 7,39 dBi, bandwidth = 50 Mhz dan return loss (S11) = -13,24 dB, nilai ini merupakan hasil optimasi jarak antara patch antena dengan parasitic subtatrat. Peningkatan gain yang paling besar diperoleh saat jarak patch utama dengan parasitic subtrat sebesar 10 mm. Hasil simulasi ini memperlihatkan bahwa antena dengan penambahan parasitic substrat mampu meningkatkan gain sebesar 2,24 dB dan meningkatkan bandwidth sebesar 25MHz. Kata kunci: ADS, gain, parasitic subtatrat, WiFi.
PENGGUNAAN LABVIEW UNTUK SIMULASI SISTEM KONTROL KEAMANAN RUMAH Taufiq Hidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus pencurian dan perampokan di rumah semakin meningkat akhir-akhir ini. Apabila kita tidak waspada bukan tidak mungkin rumah kita akan didatangi pencuri. Walaupun sudah banyak pengaman di rumah kita seperti kunci gembok, tetapi pencuri tetap bisa membobol rumah kita. Disamping itu kelalaian kita juga bisa dimanfaatkan oleh pencuri. Kadang kita lupa mengunci pintu maupun jendela rumah kita sewaktu bepergian. Salah satu usaha yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keamanan rumah kita adalah dengan bantuan komputer. Dengan komputer kita bisa mengontrol penguncian pintu dan jendel rumah kita secara otomatis. Software yang bisa melakukan itu semua salah satunya adalah LabVIEW. Software buatan dari National Instrument ini sangat powerful dan user friendly. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan software LabVIEW untuk simulasi sistem keamanan rumah yang praktis, efisien dan aman karena dilengkapi dengan username dan password yang bisa diatur secara manual maupun otomatis. Metode yang digunakan dengan pembuatan block diagram dan front panel. Penggunaan secara manual kita harus memasukkan nama dan password terlebih dahulu. Sedangkan secara otomatis berdasarkan waktu, misalkan setiap jam 21.00 pintu dan jendela akan mengunci secara otomatis. Hal tersebut untuk mengantisipasi apabila kita lupa mengunci pintu dan jendela. Kata kunci: block diagram, front panel, LabVIEW, sensor.
MULTIPATH FADING RAYLEIGH MENGGUNAKAN MODEL AUTOREGRESSIVE DAN INTERPOLATOR Aryo Baskoro Utomo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fading Rayleigh merupakan pendekatan realistis kondisi kanal pada sistem komunikasi wireless dimana propagasi sinyal non line of sight antara transmitter dan receiver. Beberapa metode telah dikembangkan untuk mensimulasikan fading Rayleigh ini. Salah satu metode untuk mensimulasikan fading Rayleigh adalah melalui pemfilteran variabel Gaussian independen. Tujuan penelitian adalah membangkitkan data fading terdistribusi Rayleigh menggunakan model autoregressive (AR) yang dipadukan dengan sebuah interpolator. Interpolator dikombinasikan dengan simulator fading Rayleigh untuk mengakomodasi frekuensi Doppler yang berbeda sehingga koefisien filter tidak perlu untuk diubah. Interpolator bekerja menggunakan interpolasi linier. Data fading Rayleigh yang dibangkitkan dianalisis berdasarkan distribusi, mean square error (MSE), autokorelasi dan cross-korelasi. Simulasi dilakukan menggunakan MATLAB dan diimplementasi secara non-real time untuk sistem komunikasi BPSK dan QPSK, dimana multipath fading berdasarkan model parameter kanal SUI 4, SUI 5, dan SUI 6. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa histogram data fading Rayleigh yang dibangkitkan menggunakan filter AR dan interpolator secara visual memiliki distribusi yang mendekati nilai teoritis, MSE disekitaran 0,15x10-6. Penggunaan interpolator tidak merubah distribusi data fading, mean dan standar deviasi tetap. Beda MSE dari data fading yang dibangkitkan langsung menggunakan filter AR terhadap kombinasi filter AR dan interpolator ±0,001x10-6.Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan interpolator akan memberikan kepraktisan dalam membangkitkan data fading dengan frekuensi Doppler berapapun tanpa harus mendesain ulang filter AR. Kata kunci: AR, interpolator, multipath fading, Rayleigh
RANCANGAN ANTENA TELEVISI MICROSTRIP MENGGUNAKAN FIBERGLASS EPOXY M. Subchan Mauludin; Andi Kurniawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi mikrostrip adalah Antena susunan  berupa sisipan dua buah lapisan konduktif yang saling paralel yang dipisahkan oleh suatu substrat dielektrik. Konduktor bagian atas adalah potongan metal yang tipis (biasanya tembaga atau emas), aplikasi antena ini biasanya digunakan dalam sistem radar, GPS dan lainnya. Hal ini dikarenakan antena dengan basis teknologi ini memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dengan kehandalan unjuk kerja yang baik. Dengan menggunakan teknologi berbasis mikrostrip diharapkan akan membuat suatu antena dengan lebih handal dan kecil yang bisa digunakan untuk menggantikan peran dari antena indoor maupun outdoor pada penerimaan sinyal televise. Penelitian ini menggunakan bahan pengganti dielektrik antena yakni berupa PCB. Bahan dielektrik antena dari bahan emas atau tembaga menjadi PCB epoxy double layer dapat lebih ekonomis . Untuk menambah unjuk kerja antenna, dengan menambahkan elemen array pada antenna menyesuaikan keadaan ataupun topologi daerah pemasangan antena. Keunggulan dari antena ini selain kecil bentuknya, harganya juga cukup terjangkau dan tidak perlu pemasangan diluar ruangan (outdoor). Kata-Kata Kunci : Antena,mikrostrip,PCB, epoxy double layer,elemen array.
PENGARUH ASPEK PELAKSANAAN KONSTRUKSI TERHADAP KINERJA BIAYA PROYEK (STUDI KASUS DI BANK JAWA TENGAH) Hartono Hartono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At execution process of a project of construction of building development, start from idea of up to finishing  of a project, will  always influenced by previous activity, that is start from idea and planning which have been planned, as its execution guidance. process the the execution, will be related/relevant always with the expense, time and quality from itself construction. For that presumably require to perform  of research for the problem of expense performance,  of a project. This research target is to know the relation among execution of construction project to performance of project expense, and performance of project time. This research is expected by be of benefit to serve service, and direct related other party with the project organizer, so that project performance of below On duty Create the Masterpiece and Planology of Province of Central Java and improved later on day. This research use the project data which have been executed by giving kuesioner and interview as a means of data collecting. The Kuesioner passed to a responder, that is to technical executor Area Arrange the Building and Environmental On duty Create the Masterpiece and Planology of Central Java Province, that manage Bank Jateng development office Program the SPSS 16 used to analyse the data by regresi method Backward. Until can summed by performance cost influenced by main unit price analysis appropriateness work, work settlement time acceleration, and precedence performance implementation, will improve performance cost. Keyword: Management Construction.Pada proses pelaksanaan suatu proyek konstruksi pembangunan gedung, mulai dari ide sampai dengan selesainya suatu proyek, akan selalu dipengaruhi oleh kegiatan sebelumnya, yaitu mulai dari ide dan perencanaan yang telah direncanakan, sebagai pedoman pelaksanaannya. proses pelaksanaan tersebut, akan selalu terkait dengan biaya, waktu dan kualitas dari konstruksi itu sendiri. Untuk itu kiranya perlu diadakannya penelitian untuk masalah kinerja biaya,  pelaksanaan suatu proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan proyek konstruksi terhadap kinerja biaya proyek. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penyedia jasa, dan pihak-pihak lain yang terkait langsung dengan pengelola proyek, sehingga kinerja proyek-proyek dibawah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Propinsi Jawa Tengah dan ditingkatkan dikemudian hari. Penelitian ini menggunakan data-data proyek yang telah dilaksanakan dengan cara memberikan kuesioner dan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Kuesioner tersebut diberikan kepada responden, yaitu kepada pelaksana teknis pada Bidang Tata Bangunan dan Lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Propinsi Jawa Tengah, yang mengelola pembangunan kantor Bank Jateng. Program SPSS 16 digunakan untuk menganalisa data dengan regresi metode Backward.  Sehingga dapat disimpulkan kinerja biaya dipengaruhi oleh kesesuaian analisa harga satuan pekerjaan utama, percepatan waktu  penyelesaian pekerjaan, dan kinerja pelaksanaan prakualifikasi, akan meningkatkan kinerja biaya. Keyword: Management Construction.
EVALUASI PENGENDALIAN LALU LINTAS DENGAN LAMPU PENGATUR LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL Iin Irawati; Trias Widorini; Ari Endang Jayati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada simpang bersinyal yang ada sekarang ini adalah banyak dijumpai antrian atau tundaan panjang, terutama pada saat jam – jam sibuk. Dilihat dari permasalahan yang ada, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengendalian lalu lintas pada simpang bersinyal, sehingga diperoleh suatu solusi terbaik untuk mengurai permasalahan pada simpang bersinyal. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi simpang bersinyal yang ada di Indonesia adalah metode MKJI 1997, dengan panjang antrian atau tundaan sebagai parameter kinerja simpang bersinyal. Metode tersebut bersifat general untuk semua kondisi simpang bersinyal yang ada di Indonesia. Apabila ditinjau dari kondisi existing lapangan, maka setiap simpang bersinyal memiliki karakteristik simpang, lalu lintas, land use, dan geometrik yang berbeda – beda. Salah satu simpang bersinyal yang dijadikan kajian wilayah studi adalah simpang Tlogosari – Semarang. Pada simpang tersebut sering dijumpai antrian panjang, baik pada hari kerja ( Senin – Jum’at ) maupun saat weekend ( Sabtu – Minggu ). Hasil analisis kinerja simpang bersinyal yang berupa panjang antrian dibandingkan dengan kondisi existing di lapangan, dengan menggunakan variabel - variabel yang berupa waktu siklus, fase dan arus jenuh.  Apabila panjang antrian tidak sebanding dengan kondisi existing, maka perlu adanya revisi pada metode perhitungan simpang bersinyal yang disesuaikan dengan karakteristik simpang yang ada. Kata kunci : panjang antrian, waktu siklus, fase dan arus jenuh.
STUDI EVALUASI PROSES SOLIDIFIKASI LIMBAH B-3 DARI LIMBAH PADAT (SLAG) INDUSTRI DAUR ULANG AKI BEKAS PADA MEDIA PASIR SEMEN Purnawan Purnawan; Hadi Prasetyo Suseno
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri aki di Indonesia mengalami kemajuan seiring dengan semakin majunya industri kendaraan bermotor, telekomunikasi serta elektronika yang menggunakan arus listrik yang berasal dari aki dan secara umum umur efektif aki berkisar 1 hingga 2 tahun, dengan melihat begitu besar penggunaan aki maka limbah aki menjadikan suatu permasalahan apabila dibuang ke lingkungan, salah satu upaya dengan proses daur ulang aki bekas yang dilakukan skala industri kecil maupun rumah tangga guna pengambilan Pb murni menggunakan teknologi sederhana dengan cara membakar campuran arang dan sel aki yang menghasilkan limbah berupa slag yang memiliki karakteristik sebagai limbah B-3. Penelitian ini mengarah pada upaya pengungkungan (solidifikasi) limbah B-3 pada media pasir semen dan kajian pengaruhnya terhadap kuat tekan bahan pengungkungnya sehingga diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan pencemaran lingkungan sekaligus sebagai upaya peningkatan kualitas industri pasir semen. Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk rasio campuran pasir semen 8:1 didapatkan kondisi optimum pada perbandingan 1:8 dan mampu menaikkan kuat tekan dari 262 kg/mm2 menjadi 638 kg/mm2, sedangkan untuk rasio campuran pasir semen 9:1 didapatkan kondisi optimum pada perbandingan 1:8 dan mampu menaikkan kuat tekan dari 254 kg/mm2 menjadi 437 kg/mm2, dengan uji pelindian selama 3 minggu tidak terjadi peluruhan secara signifikan dengan konsentrasi logam Pb 0,2047 mg/liter dan logam Fe 0,0138 mg/liter atau dibawah standard baku mutu sesuai keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI No. : KEP-51/MENLH/10/1995 Kata kunci : limbah aki, slag, solidifikasiBattery industry in Indonesia is progressing in line with getting advance of the motor vehicle industry, telecommunications and electronics that using electric current from the battery and which generally effective battery life of about 1 to 2 years, with a look so great use of battery, the waste batteries makes a problem when disposed into the environment, one of the efforts is to recycle used batteries were made of small-scale industries and households in order to take the pure Pb using simple technology by burning a mixture of charcoal and battery cells that is capable to produce waste in the form of slag waste characterized as B-3. This research is directed to the confinement (solidification) B-3 waste in cement sand media and study the effect of the compressive strength material confinement that expected to be a solution for prevent of environmental pollution as well as improving the quality of sand cement industry. The results of the research has been done with the ratio of 8:1 cement sand mixture obtained in optimum condition in 1:8 ratio and could increase the compressive strength of 262 kg/mm2 to 638 kg/mm2, while the ratio of 9:1 cement sand mixture obtained in optimum conditions ratio in 1:8 and is able to increase the compressive strength of 254 kg/mm2 to 437 kg/mm2, with a leaching test with immersion time for 3 weeks did not a significant sloughing occurs with 0.2047 mg / liter and 0.0138 mg Fe / liter Pb concentration or below the quality standard based on from decision the Minister of Environment RI No.. : KEP-51/MENLH/10/1995 Keywords: battery waste, slag, solidification
KARAKTERISTIK RUANG TUNGGU PADA INSTALASI RAWAT JALAN BANGUNAN RUMAH SAKIT (KAJIAN STUDI RUMAH SAKIT ELISABETH SEMARANG) Yohanes Dicky Ekaputra; Margareta Maria Sudarwani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang tunggu  Instalasi rawat jalan merupakan suatu ruang yang berfungsi sebagai penerima pengunjung Instalasi rawat jalan yang baru datang dan  juga sebagai penghantar pengunjung yang akan meninggalkan Instalasi rawat jalan. Ruang ini juga memiliki fungsi yang lebih bersifat Publik bagi pengunjung yang akan mendapatkan dukungan kebutuhan kesehatan. Sebagai ruang tunggu maka diperlukan adanya tatanan interior yang baik untuk menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung Instalasi rawat jalan.  Ruang tunggu  sebagai awal masuknya dari sebuah Instalasi rawat jalan maka perlu adanya kesan pertama bagi pengunjung Instalasi rawat jalan. Maka tanpa mengesampingkan keindahan dari sebuah ruangan, furniture juga perlu ditata dengan baik untuk memberikan kenyamanan yang maksimal, serta secara psikhologis memberikan motivasi kepada pasien untuk mencapai kesembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal, mempelajari dan memahami karakteristik interior ruang tunggu instalasi rawat jalan Rumah Sakit Elisabeth Semarang, dengan harapan dapat memberikan manfaat wawasan pengetahuan secara Arsitektural serta dapat menjadi masukan teknis kepada owner pengelola majanemen bangunan Rumah Sakit untuk menata pelayanan fasilitas kesehatan dan pendukungnya secara lebih baik lagi. Pembahasan dilakukan untuk mengkaji Elemen Interior, Perabot ruangan serta Aksesoris pelengkap ruangan. Sementara Analisis dititikberatkan pada Fungsi dan Kegunaannya, baik bagi Staf Pengelola Rumah Sakit, Staf Medis, Pasien maupun Pengunjung secara umum. Kata Kunci : Interior, Perabot, Aksesories
ARSITEKTUR HUMANISTIK MENURUT TEORI MASLOW Paulus Hariyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam ruang manusia tidak diperhitungkan, hanya ketika ruang telah menjadi tempat (ruang arsitektural) barulah manusia menjadi titik pusat. Karena itulah manusia menjadi persoalan pokok ketika terbentuk tempat. Pada kesempatan ini, persoalan manusia akan diambil dari Teori Kebutuhan Bertingkat Manusia oleh Abraham Maslow. Karena Teori Maslow ini sering disebut psikologi humanitik, maka apalikasinya di bidang atsitektur disebut arsitektur humanistik. Disebutkan oleh Maslow, umumnya lapisan masyarakat bawah pertama-tama melandasi kebutuhannya akan kebutuhan fisiologis, seperti pangan sandang, papan, dan seks. Bila kesejahteraan meningkat masyarakat akan melandasi kebutuhan keamanan, kemudian  afeksi (kebutuhan interaksi sosial), harga diri, dan estetika. Bila memiliki intelektualitas tinggi  masyarakat akan melandasi kebutuhan aktualisasi diri dan transenden.  Maka arsitektur dapat melihat tipe-tipe masyarakat tersebut untuk pemenuhan kebutuhannya. Tujuan dari studi ini: 1) ingin melihat seberapa jauh karya-karya arsitektur dapat ditinjau melalui teori kebutuhan bertingkat manusia dari Maslow; 2) ingin memaksimalkan kriteria kritik arsitektur berdasarkan teori kebutuhan bertingkat manusia dari Maslow. Studi ini menggunakan studi literatur, pengamatan lapangan, dan akses internet untuk memperoleh data. Kata kunci: Arsitektur, Humanistik, Maslow.
PENGUJIAN NILAI KALOR DAN KADAR AIR TERHADAP BIOBRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT YANG TERBUAT DARI BOTTOM ASH LIMBAH PLTU DENGAN BIOMASSA TEMPURUNG KELAPA MELALUI PROSES KARBONISASI Budi Gunawan; Sugeng Slamet; Wenny Hizkia Aferdo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar merupakan sumber energi dalam setiap dinamika kehidupan manusia, penggerak roda perekonomian dan pembangunan bangsa. Penggunaan dan ketergantungan  terhadap bahan bakar fosil akan berdampak serius pada roda perekonomian manakala jumlah permintaan terus meningkat sementara persediaan terbatas. Dampak serius lainnya adalah kerusakan ekosistem lingkungan akibat ekplorasi tak terkendali serta dampak sosial lainnya. Sementara itu potensi sumber daya alam terbarukan cukup melimpah yang belum semuanya dapat diolah dan dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak. Salah satu potensi limbah yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif adalah bottom ash dari bahan bakar batu bara di unit pembangkitan (power plant) PLTU Tanjung Jati Jepara. Metode yang dilakukan adalah dengan mengolah bottom ash batu bara tersebut dengan biomassa tempurung kelapa melalui proses karbonisasi. Specimen uji dibuat dengan beberapa komposisi yaitu perbandingan 40% : 60% dan 30% : 70% dengan menggunakan pengikat partikel tetes tebu. Variabel yang diuji meliputi nilai panas (kal/gr), kadar air (%).Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada komposisi tempurung kelapa 60% dengan bottom ash 40% mempunyai nilai kalor 4214,59 kal/gr dengan kadar air 6,10%. Sedangkan pada komposisi biomassa tempurung kelapa 70% dengan bottom ash 30% mempunyai nilai kalor 4500,66 kal/gr dengan kadar air 6,63%. Kata kunci: bottom ash, biomassa, nilai kalor, kadar air

Page 42 of 140 | Total Record : 1394