cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
ESTIMASI ENERGI LISTRIK BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN MENGGUNAKAN ANALISIS WEIBULL DAN ANALISIS RAYLEIGH Surya Ahmadi; Moh. Riski Ekocahya Farhandianto; Bayu Setia Pambudi; Triwahju Hardianto; Gunawan Gunawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.015 KB)

Abstract

Energi listrik menjadi kebutuhan primer rakyat Indonesia. Sebagian besar energi  listrik yang digunakan berasal dari energi fosil seperri, bahan bakar minyak, gas dan batu bara. Bahan bakar fosil sendiri dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan termasuk energi tidak terbarukan sehingga perlu dilakukannya studi  mengenai potensi pembangunan pembangkit  listrik  menggunakan energi alternatif. Salah satunya energi  angin. Angin  merupakan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik dengan memanfaatkan suatu Sistem Konversi Energi Angin (SKEA). Penelitian ini untuk mengetahui potensi daya angin, energ angin, daya listrik dan energi listrik yang paling optimal dari tiga ketinggian yang telah ditentukan dengan menggunakan anaisis weibull dan analisis rayleigh serta untuk mendapatkan data dan gambaran wind rose pantai puger kabupaten Jember. Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan dari tiga ketinggian yang berbeda yakni 7,3 m, 20,6 m dan 43,2 m.. Data yang diambil berupa data kecepatan angin,suhu udara dan arah angin. Data tersebut digunakan untuk memperoleh potensi daya angin, energi angin, daya  listrik  dan energi listrik.Setelah memperoleh data  kecepatan angin, suhu udara dan arah angin. Untuk rata rata energi angin yang dihasilkan setiap harinya sebesar 4,321 joule. Energi listrik yang dihasilkan setiap hari sudah melebihi 150 W/h sehingga pantai puger memungkin untuk dibangun sebuah pembangkit energi angin. Kata kunci: Angin, weibull rayleigh, wind rose
PENANGANAN BENDUNG GUNTUR DENGAN KONSTRUKSI BENDUNG KARET BERPELINDUNG BAJA (OBERMEYER CREST GATE) M. Afif Salim; Agus B Siswanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.521 KB)

Abstract

Bendung Guntur berlokasi di Desa Guntur kecamatan Guntur kabupaten Demak dibangun pada tahun 1912-1914 pada masa pemerintahan Hindia Belanda yang merupakan Bendung Skot Balk dengan 10 buah pintu bendung gerak dengan lebar 2,50 m. Permasalahan Bendung Guntur adalah blocking di hulu bendung akibat sampah yang menutup aliran banjir pintu bendung dan sering terjadi penyempitan di hilir bendung, sehingga terjadi limpas yang mengakibatkan jebolnya tanggul, sedimentasi yang tinggi pada bendung Guntur menutup lubang pengaliran debit banjir. Bendung karet berpelindung baja dipilih sebagai konstruksi yang sesuai untuk mengatasi masalah bendung Guntur karena memiliki kelebihan pada musim kemarau dapat menaikkan air dan pada musim hujan dapat mengalirkan debit banjir, selain itu tahan terhadap cuaca, panas, ozon dan sinar UV.Metode yang digunakan adalah metode survey dari tahap persiapan sampai dengan tahap analisis data (identifikasi data teknis, permasalahan dan solusi penanganan). Kata kunci : Bendung Guntur, Bendung Karet Berpelindung Baja
RANCANG BANGUN DAN MONITORING IOT BUCK BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK SEBAGAI PENSTABIL TEGANGAN PADA WIND TURBINE Rifki Tamami; Istiyo Winarno; Daeng Rahmatullah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.093 KB)

Abstract

Pada saat ini Energi terbarukan yang berkembang semakin cepat dan banyak digunakan untuk kebutuhan akan energi listrik, salah satunya energi angin yang dikonversikan menjadi energi listrik. Namun dalam mengkonversian energi kinetik (energi angin) menjadi energi listrik pada pembangkit energi angin dipengaruhi banyaknya hal yang menyebabkan hasil energi listrik tidak begitu optimal. Dalam pengembangannya diperlukan sebuah sistem pengendali untuk mengoptimalkan dan memonitoring daya keluaran wind turbine. Pada penelitian ini akan menggunakan sistem Voltage Control pada yang menggunakan metode Neural Network Buck Boost converter berdasarkan nilai tegangan yang dihasilkan oleh generator DC magnet permanent dan monitoring berbasis Internet of Things (IoT) akan memberikan kemudahaan memonitoring perubahaan tegangan secara online Dalam perencanaan sistem Voltage Control metode Neural Network akan mengontrol tegangan referensi yang akan kebeban, kemudian kontrol ini akan dipasang pada Buck Boost converter dengan merubah nilai duty cycle tersebut agar mendapatkan keluaran tegangan yang stabil. hasil dari penelitian ini menunjukan sistem Voltage Control wind generator pada saat kecepatan angin rendah atau keadaan kecepatan angin tinggi dan mampu memonitoring output tegangan  wind generator.Kata kunci : Buck Boost Converter, Internet Of Things, Voltage Control, Neural Network. 
IMPLEMENTASI MICROCHIP BARCODE DALAM MENDUKUNG SMART CARD SISTEM INFORMASI BUMI SEJUTA SAPI YANG AKURAT DAN SUSTAINABILITY Muhammad Tajuddin; Ahmat Adil; Akbar Juliansyah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.563 KB)

Abstract

Program Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu Bumi Sejuta Sapi (BSS). Peternakan sapi dan kerbau dapat menjadi lokomotif penggerak atau pengungkit sektor ekonomi lainnya dalam rangka meningkatkan perekonomian. Pengolahan data diperlukan untuk menghasilkan informasi secara terkomputerisasi karena informasi mampu disajikan dalam waktu yang cepat dan akurat akan mampu menghasilkan pengambilan keputusan yang cepat dan efektif. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah yaitu penggunaan RFID (Radio Frequency Identification). Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidetifikasi Sumber Daya Lahan Ternak yang disebut dengan Lar Lamat (Bahasa Sumbawa), 2) Mengidentifikasi ternak Sapi dan Kerbau yang dimiliki, 3) Membuat database Sumber daya lahan dan ternak, sehingga dengan mudah dapat diketahui identitas ternak tersebut. Penelitian yang dilakukan dengan pendekan mengidentifikasikan potensi sumber daya lahan ternak untuk Peternakan Sapi dan Kerbau dan membuat database. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif. Hasil penelitian sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memperoleh data tentang Sumber daya Lahan (Lar) dan identitas ternak Sapi dan Kerbau serta dapat membuat Model Pemberdayaan terhadap pengelolaan Sumber Daya Lahan (Lar), dan begitu juga dengan Pemerintah Daerah dapat mengetahui Sumber daya lahan dan potensi ternak secara akurat dan terpercaya sehingga dalam membuat perencanaan untuk program prioritas dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk pembangunan yang berkelanjutan. Kata kunci : Barcode, Microchip, Peternakan, Smartcard, dan Sustainabelity.
PENGARUH JARAK NOZZLE PADA PROSES COATING FeCrBMnSi DENGAN METODE WIRE ARC SPRAY TERHADAP KETAHANAN THERMAL Suswanto Suswanto; Muhammad Suchaimi; Hariyati Purwaningsih; Rochman Rochiem; Budi Agung Kurniawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.671 KB)

Abstract

Turbin uap adalah alat yang sering digunakan di bidang industri maupun sebagai pembangkit listrik. Turbin uap bekerja pada temperature tinggi sehingga kerusakan yang terjadi biasanya disebabkan oleh korosi temperatur tinggi (KTT) atau hot corrossion. LTHC (Low temperature Hot Corrosion) adalah salah satu jenis KTT yang terjadi pada temperatur 700-800OC. Korosi jenis ini terjadi pada sudu-sudu turbin uap yang menyebabkan material pada turbin mengalami kerusakan dan penurunan fungsi. Salah satu metode yang digunakan untuk melindungi material pada sudu-sudu turbin adalah proses coating dengan metode wire arc spray. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak nozzle pada proses coating FeCrBMnSi dengan metode wire arc spray terhadap ketahanan thermal. Penelitian ini diawali dengan proses preparasi spesimen yang kemudian dilakukan proses pengujian yaitu SEM, XRD, dan thermal cycle. Dari hasil penelitian ini, didapatkan hasil terbaik yaitu pada jarak 400 mm dan yang mempunyai kekuatan lekat sebesar 22,58 MPa. Dari pengujian thermal cycle didapatkan senyawa precipitate boride (Fe9B)0,2 yang mengakibatkan peningkatan nilai kekerasan permukaan. Selain itu pada permukaan coating terbentuk senyawa oksida berupa Fe3O4 yang mengakibatkan perambatan retak.Kata kunci: coating, FeCrBMnSi, jarak nozzle, ketahanan thermal, wire arc spray  
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN PENGLIHATAN PADA PEKERJAAN PENGELASAN Rizka Fitri Ardiani; Aprilia Kusuma Dewi; Galuh Larasati; Reni Wijayanti; Sumardiyono Sumardiyono; Susilowati Susilowati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.276 KB)

Abstract

Pekerjaan pengelasan memiliki potensi bahaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Salah satu potensi bahaya adalah sinar ultraviolet ataupun inframerah yang dihasilkan oleh proses pengelasan. Salah satu dampak sinar las pada organ tubuh adalah pada indra penglihatan. Timbulnya dampak tersebut antara lain disebabkan karena saat melakukan pekerjaan pegelasan, pekerja tidak menggunakan alat pelindung mata (safety glass). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keluhan gangguan penglihatan pada pekerja pengelasan. Metode penelitian mengggunakan study literature yang bersumber dari jurnal hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja pekerjaan pengelasan, yang selanjutnya dilakukan review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab keluhan mata pada pekerjaan pengelasan adalah umur; intensitas cahaya las; lama paparan; masa kerja; serta pengetahuan, sikap dan kedisiplinan pemakaian alat pelindung mata. Kata kunci : keluhan gangguan penglihatan, pekerja, pekerjaan pengelasan
STUDI AWAL PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI PATI KIMPUL (XANTHOSOMA SAGITTIFOLIUM L.SCHOTT) DENGAN PENAMBAHAN LINSEED OIL DAN SORBITOL Veronica Lita Angelina; Eriska Elistiana Sijabat; Angela Christabell Widjaja; Lucia Hermawati Rahayu
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.854 KB)

Abstract

Penggunaan plastik sintetis yang cukup tinggi memicu pencemaran lingkungan karena sifatnya yang sulit terdegradasi oleh mikroorganisme. Alternatif untuk mengatasi penggunaan plastik sintetis adalah mensubtitusinya dengan bioplastik yang dibuat dari bahan alam yang mudah terdegradasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan linseed oil dan sorbitol terhadap karakteristik bioplastik pati kimpul meliputi ketebalan dan ketahanan terhadap air.  Bioplastik dibuat dengan cara mencampurkan pati kimpul, linseed oil (0; 1,5; 3; 4,5; 6 ml) dan sorbitol (0, 2, 4, 6 ml). Selanjutnya bioplastik diukur ketebalannya dan diuji ketahanan terhadap air. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ketebalan terendah diperoleh pada bioplastik tanpa penambahan linseed oil dan sorbitol dengan ketebalan 0,036 mm, sedangkan ketebalan tertinggi didapatkan pada bioplastik dengan penambahan linseed oil dan sorbitol terbesar, masing-masing 6 ml, dengan ketebalan sebesar 0,174 mm. Bioplastik dari pati kimpul yang memiliki ketahanan air paling kuat adalah pada penambahan linseed oil 6 ml.Kata kunci: linseed oil, pati, plastik, sorbitol
STUDI ANALISA KEGAGALAN SHRINK-FIT TURBIN UAP BACK PRESSURE 2 MW MELALUI PENDEKATAN METODE NUMERIK Hariyotejo Pujowidodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.8 KB)

Abstract

Dalam rangka melaksanakan Program Revitalisasi Industri Pabrik Gula Nasional, untuk mendukung ketahanan pangan, telah dilaksanakan kegiatan Pengembangan Turbin Uap Back Pressure 2 MW sebagai langkah strategis guna peningkatan daya saing industry. Turbin uap merupakan komponen utama penyedia energy mekanik generator pembangkit daya di dalam proses produksi, yang memiliki fungsi penting. Tulisan ini memuat hasil analisa kegagalan operasi turbin uap, saat pengujian kinerja di sebuah pabrik gula di kawasan Situbondo Jawa Timur, akibat terjadinya pergeseran stator secara aksial ke arah depan pada tingkat ke-1 dan ke-4. Hasil investigasi pihak manufaktur menjelaskan kegagalan disebabkan perubahan pada tegangan jepit (shrink-fit) komponen rotor dan poros turbin akibat kondisi operasi saat turbin digunakan dalam pengujian. Guna melengkapi kesimpulan hasil analisa tersebut, dalam paparan makalah ini menyajikan analisa pendekatan metode numerik perhitungan distribusi daya mekanik dan gaya aksial pada poros di setiap tingkatan, melalui konsep segitga kecepatan sudu. Berdasarkan analisis perhitungan yang didapat gaya aksial ke arah depan terjadi  pada stage 1 dan 4 pada kondisi bukaan nosel dengan jumlah 19 dan 20 lubang, dengan distribusi gaya terpusat pada rotor ke-4. Kata-kata kunci : Daya Mekanik, Gaya Aksial, Nosel, Turbin Uap, Tegangan Jepit
REKAYASA PIRANTI LUNAK PENYUSUN JADWAL PENGUJIAN TEROWONGAN ANGIN KECEPATAN RENDAH INDONESIA Ivransa Zuhdi Pane; Wijaya Indra Surya
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.889 KB)

Abstract

Penyusunan jadwal pengujian terowongan angin adalah faktor penting yang menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan pengujian terowongan angin secara keseluruhan, sekaligus menjadi media penghubung utama antara pihak pelaksana pengujian dan pihak pengguna jasa pengujian dalam mengkomunikasikan teknis pelaksanaan pengujian. Sejumlah faktor teknis maupun non-teknis mempengaruhi jadwal pengujian, yang acap kali melibatkan kerumitan dan menimbulkan kendala dalam penyusunannya, khususnya apabila dilakukan secara manual. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk memecahkan masalah ini melalui pendayagunaan piranti lunak yang diharapkan tidak hanya mampu mendukung proses penjadwalan pengujian secara optimal berbasiskan teknologi informasi, namun juga dapat berperan sebagai sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan pengujian, yang pada gilirannya dapat menjadi bahan acuan bagi pihak pengelola fasilitas terowongan angin dalam melaksanakan pengambilan keputusan eksekutif. Untuk merealisasikan piranti lunak tersebut, maka rekayasa piranti lunak penyusun jadwal pengujian dilaksanakan secara bertahap dengan metodologi prototyping. Produk akhir piranti lunak yang sesuai dengan kebutuhan berhasil dibangun dan siap dioperasikan dalam kondisi nyata.Kata kunci: pengujian terowongan angin, prototyping
POLA SEBARAN POLUTAN PM 2.5 DAN PM 10 HARIAN TERHADAP FAKTOR SUHU DAN KELEMBABAN Ikha Rasti Julia Sari; Januar Arif Fatkhurrahman; Yose Andriani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.528 KB)

Abstract

Partikulat diidentifikasi sebagai polutan mayoritas dalam ruangan. Distribusi ukuran partikulat meliputi partikel kasar (PM10-2.5) dan partikel halus (PM2.5). Pengukuran PM10 dan PM2.5 dilakukan dengan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dan Low Volume Air Sampler (LVAS). Pengukuran dengan HVAS maupun LVAS membutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk alat dan operasional. Saat ini telah dikembang pengukuran menggunakan sensor berbiaya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran parameter PM2.5 dan PM10 terhadap faktor kelembaban dan suhu pada tiga lokasi di Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang dengan menggunakan sensor berbiaya murah. Sensor partikulat yang digunakan adalah PMS 7003, data suhu dan kelembaban dari DHT22. Data pembacaan disimpan setiap 10 menit. Hasil pemantauan PM10 dan PM2.5 terlihat bahwa konsentrasi tertinggi berada di lokasi pos security dengan median PM10 adalah 66 μg/Nm3 dan 51 μg/Nm3 untuk PM2.5. Pada malam hari konsentrasi PM10 dan PM2.5 lebih tinggi bila dibandingkan dengan siang hari, hal ini dikarenakan pengaruh suhu dan kelembaban.Kata kunci: Partikulat, PM2.5, PM10, sensor partikulat

Page 61 of 140 | Total Record : 1394