cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 553 Documents
USAHA MENGURANGI TERJADINYA MISKONSEPSI FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF -, Mosik; Maulana, P.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisika mempunyai pengaruhyang signifikan terhadap miskonsepsi.. Pembelajaran dengan pendekatan konflik kognitif ini merupakan salah satu pembelajaranyang dapat membantu siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Dalam penelitian ini pembelajaran pada kelompokeksperimen menggunakan pendekatan konflik kognitif, dan kelas kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu : metode dokumentasi dan metode tes. Untuk pengujian hipotesis dilakukandengan menggunakan uji t-tes.. Ternyata dari hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata hasil belajar dapat disimpulkan bahwapendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisika mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar fisika. The goal of the research is to know wether or not a cognitive conflict approach in physics has a significant influence inmisconception. The cognitive conflict approach is a learning process which provides students to develop their knowledge. In thisresearch two groups were observed. The first group called experiment group was treated with cognitive conflict approach and theother group called control group was treated with conventional learning process. Collecting data methods used in this researchwere documentation and test method. T-test was used to analyze the hypothesis. Based on the analysis results it can be concludedthat cognitive conflict approach has a significant influence on students learning result.Keywords: cognitive conflict; physics learning process; misconception in physics
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA UMUM MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP Yogihati, C. I.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui proses pelaksanaan penggunaan peta konsep dalam meningkatkan kualitaspembelajaran Fisika Umum (2) ) mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran Fisika Umum melalui pembelajaran bermaknadengan menggunakan Peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Hasilpenelitian ini menunjukkan adanya peningkatan persentase keterlaksanaan pembelajaran dan ketuntasan belajar mahasiswapeserta matakuliah Fisika Umum Semester Ganjil 2010/2011 di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang.Penggunaanpeta konsep dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika Umum perlu perencanaan yang matang dengan memperhatikanlangkah-langkah yang ditentukan dan mengikuti aturan yang berlaku, sehingga faktor-faktor penghambatnya dapat diminimalkan.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peta konsep membawa hasil yang lebih baik, namun membutuhkanwaktu yang lebih banyak. The goals of this research are: (1) to know the mind mapping process in improving learning quality of General Physics, (2) to knowthe quality improvement of a meaningful learning process in applying mind mapping method. The research is a classroom actionresearch with two cycles. The result of the research shows a significant gain in percentage of learning process and learning masteryof General Physics in Physics Department of Universitas Negeri Malang academic year 2010/2011. In applying mind mappingmethod, a good lesson plan is a must. Obtaining the roles of mind mapping method can minimize constrains. The conclusion of theresearch is that mind mapping gives a good impact on the learning process, but it needs more time to do it properly.Keywords: general physics; mind mapping; learning quality improvement
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN Dwijananti, P.; Yulianti, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa pada matakuliah Fisika Lingkunganagar dapat berpartisipasi dalam pemecahan masalah pencemaran lingkungan yang selama ini menjadi topik yang menarik untukdapat dicari pemecahannya. Model pembelajaran yang digunakan Problem Based Intruction ( PBI) Mahasiswa diberikesempatan melakukan penyelidikan di dalam dan di luar kelas, data diperoleh dari Lembar Kerja Mahasiswa (LKM),lembarpengamatan afektif dan psikomotorik dan tes Mahasiswa aktif mempresentasikan dan melakukan diskusi untuk memecahakanmasalah, serta menarik kesimpulan melalui proses berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritismahasiswa yang dapat dikembangkan pada model pembelajaran ini adalah: mengklasifikasi, mengasumsi, memprediksi,menghipotesis, mengevaluasi, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Dengan nilai rata-rata tiap siklus I, siklus II dan siklus III,berturut-turut: 63,10; 76,32; dan 79,80. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis seiring dengan meningkatnya jumlahsiswa yang termasuk kategori sangat kritis dan kritis dalam hierarki kategori kemampuan berpikir kritis. This classroom action research is aimed to develop the students critical thinking ability in Physics Environment class in order toparticipate in “problems solving of environment pollutions” which lately has become a demand. The learning model of the researchis Problem Based Instruction (PBI). The students were assigned for indoor and outdoor investigation followed by classroomdiscussion. The data about students activities were collected from students worksheets, affective and psychomotor observations,as well as cognitive tests. According to observation results, students were actively involved in classroom discussion to solve theproblems presented by each group; they can conclude the solutions through critical thinking process. The result of the researchshows that the students critical thinking abilities which can be developed from PBI method are capabilities in classifying, assuming,predicting, making hypotheses, evaluating, and concluding. The average of critical thinking cognitive evaluation results are 63.10,76.32, and 79.80 for cycle I, II, and III respectively. The increase of average score in critical thinking is in line with the increase ofstudents categorized as very critical and critical in the hierarchy of critical thinking ability.Keywords: critical thingking; environment; problem based instruction
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH MAHASISWA CALON GURU FISIKA MELALUI EKSPERIMEN GELOMBANG OPEN-INQUIRY -, Sarwi; Khanafiyah, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran gelombang dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan laboratorium open-inquiry. Tujuan utama penelitianini untuk mengembangkan keterampilan kerja ilmiah melalui implementasi model eksperimen open-inquiry pada mata kuliahgelombang. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan. Data penelitian dari pelaksanaan eksperimen danpresentasi dikumpulkan dengan lembar observasi, sedangkan penilaian produk menggunakan panduan penilaian, dan kuesioneruntuk tanggapan mahasiswa. Hasil penelitian yaitu 1) skor rata-rata keterampilan kerja ilmiah eksperimen gelombang openinquiry78 (implementasi) dan 77 (reguler) (skala 100); 2) eksperimen open-inquiry pada mata kuliah gelombang mengkondisikanmahasiswa belajar aktif, mandiri, bekerja sama, berpikir kritis, dan berani mengambil keputusan; 3) Tanggapan mahasiswaterhadap model pengembangan laboratorium open-inquiry positif. Kesimpulan penelitian adalah implementasi modelpengembangan laboratorium melalui eksperimen open-inquiry mata kuliah gelombang efektif untuk mengembangkanketerampilan kerja ilmiah. In this researchWave classroom is conducted with open inquiry method of laboratory activities. The main goal of the research is todevelop the students scientific work soft skill. The research is set as development research. Data of experiment process and resultpresentations were collected from observation check list; data of students product evaluation were collected using scoringguidance, and information of students response about the model were collected from questionnaires. The results of the researchare: (1) average score of students scientific work of open inquiryWave experiment is 78 (implementation) and 77 (regular) in 100 ofscore scale; (2) open inquiry ofWave experiment can encourage students to learn actively, to study self regulated, to work together,to think critically, and to make a decision with responsibility; (3) the students response on the model is positive. The conclusion ofthe research is that the implementation of laboratory development model through open inquiry Wave experiment is effective indeveloping students scientific performance skill.Keywords: dynamics force; parallel concept; physics students
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE TERHADAP PEMAHAMAN IPA POKOK BAHASAN KALOR PADA SISWA SMP Purwantoko, R. A.; -, Susilo; -, Sutikno
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan menggunakan media puzzle terhadap meningkatnyapemahaman IPA. Jenis Penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimen dengan desain kelompok kendali pretestpostest.Sampel penelitian diambil dua kelas, yaitu eksperimen menggunakan media puzzle (teka-teki) dan kelas kendalimenggunakan metode konvensional. Pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan tes. Rata-rata hasil belajarkelas eksperimen sebesar 80,84 dengan persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar individual sebesar 97,36%. Rataratahasil belajar kelas kendali sebesar 75,68 dengan persentase ketuntasan belajar individual sebesar 89,474%. Kedua kelasmengalami peningkatan, dimana peningkatan kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kendali. Dari hasil uji t data post testdidapatkan t hitung = 2,805 dan t tabel = 2,024 dengan (@)= 5%. Karena t hitung > t tabel (1-1/2@) maka hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengandemikian hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan media teka-teki meningkatkan pemahaman IPAsiswa. The goal of the research is to find out the effectiveness of puzzle media in increasing students understanding about science.Experimental research design is used in this research. Control group with conventional learning method and experiment group withpuzzle media were set in this research. Data of the research were collected from documentation method and test method. Theaverage of experiment group achievements is 80.84 with 97.36%of students were categorized individual mastery. The average ofcontrol group achievements is 75.68 with 89.474%of students were categorized individual mastery. Experiment group gets higherscore than control group. From t test analysis, tcalculation = 2.805 and ttable = 2.024 with = 5%. It means that the hypothesis isaccepted. It can be concluded that the use of puzzle media increases the students understanding in learning science.Key words: effectiveness; puzzle media; understanding of science
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA GAYA GESEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Hartati, B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar fisika konsep gaya gesek pada bidang belum bisa mencapai 85% dari nilai batas tuntas 64 (KKM Fisika Kelas X SMAN 2 Pekalongan), disebabkan karena gaya gesek sulit divisualisasikan, belum ada alat peraga yang memadai, dan peserta didikkurang aktif dalam pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai melalui kajian penelitian ini adalah untuk mendapatkan alat peragagaya gesek pada bidang yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian pengembangan ini dilakukan melalui:identifikasi masalah, kajian teori alat peraga, identifikasi alat peraga yang ada, pembuatan alat peraga, ujicoba tahap 1, analisisalat, perbaikan alat, ujicoba alat tahap 2, analisis hasil belajar. Subjek yang diteliti adalah peserta didik kelas X SMA N 2Pekalongan sebanyak 34 responden. Data berpikir kritis diperoleh menggunakan lembar pengamatan. Data dianalisis secaradeskriptif dan menggunakan uji t. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa pengembangan alat peraga tersebut secara signifikanmampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji peningkatanketerampilan berpikir kritis dengan uji t diperoleh thitung = 5,389 dengan taraf signifikansi 0,05. Kegiatan praktikum menggunakanalat peraga gaya gesek hasil pengembangan secara nyata juga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dari 65,24 naikmenjadi 70,63. Learning achievement of physics on friction force on a plane concept has not been reached 85% from the mastery limit mark of 64. Itwas due to the difficulty of visualization of friction force, no suitable teaching aid, and inactive students in learning. The purpose ofthis study is to find the teaching aid of friction force on a plane which can increase critical thinking skill of student. This research wasperformed through nine steps; those were problem identification, study of teaching aid theory, identification of available teachingaid, teaching aid fabrication, first trial of instrument, instrument analysis, instrument repairing, second trial of instrument, andlearning achievement analysis. Research subject was grade X student of State Senior High School 2 Pekalongan consisting of 34respondents. Critical thinking data was found by using observation sheet and analysed using descriptive analysis and t-test. Resultof instrument test showed that development of the teaching aid can increase critical thinking skill and learning achievement ofstudent significantly. This was showed by result of t-test of critical thinking skill increase test which got tc=5.389 with significancelevel of 0.05. Additionally, the result of practicum using developed teaching aid of friction force can also increase learningachievement of student, from 65.24 to 70.63.Keywords: Teaching aid; critical thinking; friction force
PENGENALAN POLA CITRA LEUKOSIT DENGAN METODE EKSTRAKSI FITUR CITRA Fifin, D. R.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukosit terdiri dari berbagai macam bentuk. Berdasarkan bentuknya maka leukosit dibedakan lima jenis, yaitu basofil, eosinofil,neutrofil, limfosit dan monosit. Perbedaan bentuk ini yang melatar belakangi proses pengenalan pola citra leukosit dengan metodeekstraksi fitur. Tujuannya agar mempermudah proses identifikasi jenis leukosit secara otomatis. Proses identifikasi memerlukandata-data ekstraksi fitur citra, meliputi area citra, perimeter dan euler number. Data-data ekstraksi fitur citra ini akan dimasukkan kedalam data referensi dalam database. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa proses identifikasi diperoleh berdasarkan rangenilai perimeter dan euler number pada citra. Kelima jenis leukosit memberikan prediksi kesalahan sebesar 30 %. Kesalahan inimembuktikan bahwa sistem identifikasi jenis citra leukosit telah mampu mengidentifikasi jenis citra Leukosit. Based on their forms, leucocytes can be classified into five types. They are basophyle, eosinophyle, neutrophyle, lymphocyte, andmonocyte. The difference of the forms was considered as the basic of imaging pattern identification using feature extractionmethods which aiming simplify identification process of leucocyte types automatically. The process need imaging feature extractiondata, including imaging area, perimeter, and Euler number. The data of imaging are entered on data reference and database. Theresult shows that identification can be found using perimeter value and Euler number of imaging. Five leucocyte types give 30%prediction of error. The error proves that identification system can identify the types of leucocyte imaging.Keywords: leucocytes; perimeter; euler number
PEMANFAATAN KUARSA SEBAGAI PENGUAT PADA KOMPOSIT SAMPAH DAUN-KERTAS -, Masturi
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisa-sisa sampah organik seperti daun dan kertas memiliki potensi untuk digunakan sebagai barang bermanfaat. Salah satunyamelalui pengolahan menjadi komposit. Pengikat (binder) yang digunakan adalah polyvinyl acetate (PVAc). Komposisi daun dankertas pada sampah tersebut masing-masing 60% dan 40%. Untuk meningkat-kan kekuatan yang dihasilkan, ditambahkan pulakuarsa sebagai penguat. Sampah yang telah dihancurkan kemudian dihot-press pada tekanan 100 MPa dan temperatur 150C.Didapatkan bahwa kekuatan tekan komposit maksimum sebelum kehadiran kuarsa adalah 45,60 MPa dengan komposisi PVAcdengan sampah adalah 2 :7. Dari komposisi optimum ini ditambahkan kuarsa dan dilakukan optimasi kekuatan tekan-nya.Didapatkan bahwa komposisi optimum kuarsa, PVAc dan sampah adalah 1:20:70 dengan kekuatan tekan komposit mencapai63,85MPaatau meningkat sebesar 40,03% dibandingkan tanpa kuarsa. Organic waste leaf and papers are very potential to be processed into a composite.Acomposition of 50% (leaf) and 40% (paper) ofcomposite was produced using polyvinyl acetate (PVAc) binder and quartz powders as additive material. The wastes were crushedand formed using hot-press method under pressure of 100 MPa and at temperature of 150 C. The measurement result shows thatin absence of quartz, the maximum stress of composite is 45.60 MPa, with ratio of waste and binder is 7:2. The value of stress canbe optimized using quartz. Meanwhile, in presence of quartz, the maximum stress of 63.85 MPa was found with content ratio ofwaste, binder and quartz is 70:20:1 and this is higher than 40.03% than that of no quartz.Keyword: quartz; composite; waste; polyvinyl acetate, stress
PENGEMBANGAN “CELS” DALAM EKSPERIMEN FISIKA DASAR UNTUK MENGEMBANGKAN PERFORMANCE SKILLS DAN MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Samsudin, A.; Efendi, R.; Suhandi, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan keterampilan kinerja (performance skills) mahasiswa dalam bereksperimen melalui Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS) pada eksperimen elastisitas untuk benda tegar. CELS merupakan kegiatan eksperimen yang memadukan antara eksperimen verifikatif dengan eksperimen berbasis multimedia komputer baik berupa simulasi komputer maupun video yang dikembangkan dari internet. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R and D) dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Eksperimen Fisika Dasar di salah satu LPTK Jawa Barat. Langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini, yaitu: analisis kebutuhan, desain perkuliahan, pengembangan media, evaluasi produk (validasi ahli, one to one evaluation, small goup evaluation, dan field evaluation), dan hasil produk CELS. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar mahasiswa dan lembar pengamatan berbasis performance assessment (penilaian kinerja). Analisis data menggunakan analisis skala sikap atau skala Likert (1, 2, dan 3) untuk menghasilkan persentase pencapaian motivasi belajar dan analisis dengan Rating Scale (skala 4 dan skala 5) untuk penilaian kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan CELS dapat me-ningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan mengembangkan kemampuan kinerja mahasiswa yang meliputi aspek: mempersiapkan alat dan bahan, melaksanakan (melakukan eksperimen), dan menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan.The prurposes of the research were to improve learning motivation and develop performance skills of students in doing experiment through the use of Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS) on elasticity experiment of rigid body. CELS is an experiment activity combining between verification and computer-based experiments including either computer simulation or video developed from the internet. This research used R&D method and its research subjects were “Basic Physics Experiment” students of an education institute located in West Java. The research stages developed were analyzing the need, designing the course, developing the media, evaluating the product consisting of expert validation, one to one evaluation, small group evaluation and field evaluation, and producing CELS final product.  Research data were gathered by using student learning motivation questionnaire and performance assessment based observation sheet. The Liker scale analysis was used in order to gain the percentage of learning motivation achievement, while the rating scale was used to gather performance assessment. The result showed that the use of CELS can increase the learning motivation of the students and develop performance skills of students including preparing tools and material, performing the experiment and using the measurement result to derive the conclusion.
PENDEKATAN MULTIREPRESENTASI DALAM PEMBELAJARAN USAHA-ENERGI DAN DAMPAK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA Suhandi, A.; Wibowo, F. C.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi eksperimen tentang dampak penggunaan pendekatan multirepresentasi dalam pem-belajaran materi teorema usaha-energi terhadap pemahaman konsep mahasiswa. Multirepresentasi yang digunakan antara lain: representasi verbal, representasi  fiktorial, representasi matematis, dan representasi grafik, dalam tampilan statis dan dinamis (animasi dan simulasi fenomena fisis). Masalah yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah “Bagaimana efektivitas penggunaan pendekatan multirepresentasi dalam menanamkan pemahaman kosep usaha-energi di kalangan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Fisika Umum”. Desain eksperimen yang digunakan adalah one group posttest only design. Subyek penelitian adalah 120 orang mahasiswa Jurusan Pendidikan  Matematika pada salah satu LPTK Negeri di Jawa Barat yang tengah menempuh mata kuliah Fisika Umum. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pemahaman konseptual terkait materi teorema usaha-energi dalam bentuk tes obyektif jenis pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa multirepresentasi merupakan salah satu pendekatan yang cukup efektif  untuk digunakan dalam rangka menanamkan pemahaman konsep-konsep Fisika di kalangan mahasiswa.Experimental study has been conducted on the impact of employing multirepresentation approach on learning the work-energy theorem towards the concept understanding of the students. Multirepresentation used includes verbal, factorial, mathematical and chart representations, both in static and dynamic displays (animation and simulation of physics phenomena). The problem will be answered through this study is what is the effectiveness of the use of multirepresentation approach in embedding work-energy concept understanding of students taking General Physics lecture. The research design used was one group posttest, while the research subjects were 120 students of the Mathematics Department of a state education institute in West Java took the General Physics subject. The research instrument employed was conceptual understanding test related to work-energy theorem in a form of objective test (multiple choices). The result shows that multirepresentation is quite effective to be used as an approach to embed the Physics concepts understanding among students.

Page 9 of 56 | Total Record : 553