Articles
553 Documents
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE INTEGRATED DALAM PEMBELAJARAN TEMA CAHAYA
Muqoyyanah, -;
Rusilowati, A.;
Sulhadi, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi model pembelajaran terpadu yang memang sudahdianjurkan pemerintah untuk diterapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pembelajaran IPA terpadu tipeintegrated dipilih dengan menggabungkan materi dari tiga mata pelajaran, yaitu fisika, biologi, dan geografi dalam satu tema yaitucahaya. Populasi adalah kelas VIII semester 2 yang berjumlah 5 kelas. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok kontrol lebih baik daripada kelompok eksperimen tetapi rata-rata nilai keduakelompok sudah melebihi Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) sekolah, yaitu 70. Ketuntasan klasikal kedua kelompokjuga sudah dicapai, bahkan ketuntasannya lebih dari 90%. Efektivitas model pembelajaran IPA terpadu tipe integrated tidakberbeda secara signifikan dengan model pembelajaran IPA terpisah tetapi lebih efisien dalam waktu pembelajaran. Jadi, modelpembelajaran terpadu layak diterapkan dalam pembelajaran dengan beberapa pembenahan.ÃÂ This experiment research aimed to find effectiveness and efficiency of integrated science learning model which is suggested by thegovernment to be applied in Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). The learning of integrated science was chosen bycombining the materials of three subjects: physics, biology and geography in a theme, which is light. The population of the researchwas the VIII grade second semester student consisting of five classes and sampling technique used was random sampling. Theresult of the research showed that learning achievement of control group was better than that of experiment group, but the averagevalue of both groups was more than minimal learning achievement standard of the school which was 70. Classical learning-masteryof both groups which was 90% has also been reached. Although the effectiveness of integrated science learning model was notdifferent significantly with separated science learning, the time consumed by the integrated model was more efficient. So, theintegrated science learning model is suitable to be applied in the lesson with several improvements.Keywords: Effectiveness; efficiency; integrated science learning
STRUKTUR KONSEP MAHASISWA CALON GURU TENTANG MEDAN ELEKTROSTATIK BERDASARKAN ANALISIS FRAMING
Nugroho, S. E.;
Setiawan, A.;
Liliasari, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur konsep mahasiswa calon guru tentang medan elektrostatik. Data diperolehdengan menggunakan metode thinks-aloud, didukung metode lain yaitu wawancara, diskusi, dan tes tertulis Responden penelitianterdiri atas delapan mahasiswa semester 2 yang telah menempuh fisika dasar sebagai kelompok I, dan sembilan mahasiswasemester 6 yang telah menempuh mata kuliah kelistrikan dan kemagnetan sebagai kelompok II. Mahasiswa tersebut diberipertanyaan real-worldsÃÂ yang menyangkut konsep dasar medan dan memerlukan jawaban secara spontan. Hasil studi inimenunjukan bahwa (1) struktur konsep mahasiswa mengenai medan elektrostatik pada umumnya mengalami fragmentasi; (2)mahasiswa mengalami kerancuan dalam memahami konsep medan elektrostatik; (3) Pada umumnya, mahasiswa masihberlandaskan konsep gaya dalam memahami tentang medan.ÃÂ The purpose of this research is to explore the concept structure of electrostatics field of teacher candidate student. In thisexperiment, we used thinks-aloud method and varied by others (interview, discussion and written-test). Respondent consisted ofeight students of second semester passing Basic Physics subject as the first group and nine students of sixth semester passingelectricity and magnetism subject as the second group. On these students the real world questions related to concept of field andneeded spontaneous answer are asked. The study result shows that (1) in general the concept structure of electrostatics field ofstudents undergoes fragmenting process; (2) the students experience contamination in understanding the electrostatics fieldconcept, and (3) in general the students are still based on the force concept in understanding the field.Keywords: framingÃÂ analysis, teacher candidate student, concept structure
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP
Hertiavi, M. A.;
Langlang, H.;
Khanafiyah, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa serta ada atautidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah oleh siswa. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah pembelajaranyang menitikberatkan pada diskusi oleh kelompok ahli dan kelompok asal. Diskusi yang dilakukan oleh siswa bertujuan untukmemecahkan masalah-masalah fisika. Masalah yang diajukan berisi tentang materi fisika yang berkaitan dengan kehidupansehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Penelitian tindakan kelas ini difokuskanpada peningkatan hasil belajar kognitif yang berupa kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan afektif siswa yang berupakeaktifan siswa saat berlangsungnya pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajarankooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.ÃÂ The classroom action research with three cycles aiming to study the application of Jigsaw type cooperative learning model onstudent and whether there is an increase of problem solving ability of the student. The research was also focused on the increase ofcognitive learning achievement in the forms of problem solving ability and affective ability in the form of students activity during thelesson. The jigsaw cooperative learning is the learning focusing on discussion done by expert group and origin group. Discussionperformed by the students aimed to solve physics problems containing physics material related to daily life. The result showed thatthe application of jigsaw type cooperative learning model was able to solve problem solving ability of the student.Keywords: Jigsaw; cooperative learning; problem solving
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBANTUAN MULTIMEDIA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA
Wahyudin, -;
Sutikno, -;
Isa, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Landasan berpikir pendekatan inkuiri yaitu konsep pembelajaran dimana guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuankepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Agar siswa merasa tertarik dan termotivasiuntuk belajar, pendekatan pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat sangat diperlukan. Peneliti memanfaatkansoftware Macromedia Flash 8 Professional sebagai media pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing untukmeningkatkan minat dan pemahaman siswa.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat dan pemahaman siswa.Untuk itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus meliputi tahapanperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes, sedangkan minat belajarsiswa diperoleh melalui lembar kuesioner. Peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus II cukup signifikan karena secaraindividu siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari 13 siswa menjadi 38 siswa. Pemahaman siswa meningkat dari60% siswa yang dinyatakan tidak paham pada siklus I menjadi5%siswa yang dinyatakan tidak paham untuk siklus II. Hasil analisistanggapan siswa terhadap pengajaran diperoleh rata ââ¬â rata tanggapan siswa sebelum tindakan sebesar 72,90%. Setelahtindakan, nilai rata ââ¬â rata tanggapan siswa meningkat menjadi 76,81%.àThinking base of inquiry learning is the learning concept in which the teacher does not only give knowledge to the student. Thestudents have to build their own knowledges in their minds. In order to attract and motivate them to learn, the lesson using suitablemedia is needed. The researcher used media of Macromedia Flash 8 Professional software and guided inquiry approach toincrease the interest and understanding of student in the two cycles-classroom action research consisting of planning, action,observation and reflection. The cognitive learning achievement data was found through test, while students interest of learningdata was gathered by using quesionaire sheet. The increase of learning achievement average in the second cycle was significantenough because individually, the student who increase his/her learning mastery increased from 13 to 38 students. Additionally, theunderstanding of student also increased. There were only 5% of students who did not understand in the second cycle. The result ofstudent comment to the lesson showed that average of students comment increased from 72.90% to 76.81%.Keywords: Learning media; interest and understanding; inquiry approach
PENERAPAN TEKNIK SKIMMING YANG DIBERIKAN DI AWAL PEMBELAJARAN FISIKA PADA SISWA SMP SUB POKOK BAHASAN MATA DAN CACAT MATA
Sugianto, S. Aji,;
D. Putra, N. M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ilmu fisika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Teknik skimmingmerupakan teknik membaca secara efisien untuk mendapatkan gambaran secara umum dari bahan ajar yang dibaca. Penelitianini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruhnya penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran fisika padasiswa SMP subpokok bahasan mata dan cacat mata; (2) mengetahui besarnya pengaruh penerapan teknik skimming di awalpembelajaran fisika; (3) serta mengetahui tanggapan siswa setelah pembelajaran. Penelitian bersifat eksperimen denganmenggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil analisis uji t data hasil belajar dapat disimpulkanbahwa penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa SMPsubpokokbahasan mata dan cacat mata. Besarnya pengaruh penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran 1,49%. Hasilangket tanggapan siswa terhadap pembelajaran menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami materi setelah melakukanpembelajaran.ÃÂ Physics is one of science having close relation to daily life. Skimming is an efficient reading technique to find general view of thereading material. This research aimed to know (1) influence and (2) the value of the influence of skimming technique given in thebeginning of physics lesson of eyes and eye deffect sub topic to learning achievement of the student and (3) students commentafter the lesson. In this research control and experiment groups were used. Based on the analysis result of the t-test data of learningachievement, it was concluded that the application of skimming technique given in the beginning of physics lesson of eyes and eyedeffect sub topic gave effect to learning achievement of the student with the value of 1.49%. The result of comment questionaireshowed that the student understand the learning material easier after having the lesson.Keywords: eyes and eye deffect; learning; skimming technique
LATAR BELAKANG KONSEPSI PARALEL MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM MATERI DINAMIKA
Linuwih, S.;
Setiawan, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengungkap keberadaan konsepsi paralel pada mahasiswa pendidikan fisika tentang dinamika gaya. Masalah yangdikemukakan adalah: bagaimanakah karakteristik konsepsi paralel yang terjadi pada mahasiswa pendidikan fisika dalam materidinamika? Sejumlah 150 mahasiswa pendidikan fisika disodori dua macam soal tentang konsep/konteks dinamika dan tentanggaya pada gerak jatuh bebas. Analisis jawaban tes tertulis mengindikasikan adanya kosepsi paralel pada mahasiswa, sehinggadilakukan wawancara lebih lanjut terhadap 48 mahasiswa. yang mempunyai informasi data konsepsi paralel paling banyak(opportunistic sampling). Berdasarkan hasil analisis kualitatif terhadap jawaban siswa saat tes tertulis maupun tes wawancaradisimpulkan (1) ada konsepsi paralel yang terjadi pada mahasiswa dengan berbagai tingkat semester dengan kualitas berpikiryang semakin baik pada semester lebih tinggi, namun ada juga konsepsi paralel yang terjadi pada semua tingkat semester denganciri yang sama, (2) beberapa latar belakang penyebab konsepsi paralel ialah faktor intuisi, fragmentasi, pembelajaran, apresiasikonseptual dan faktor kerangka teori spesifik.ÃÂ This research reveals the existence of physics students parallel concept about dynamics force. The problem is what are thecharacteristics of parallel concept of the students in learning the topic of dynamics. There are 150 students who were assigned twokinds of concepts. They were dynamics concept and force in free falling body concept. The students answers indicate studentsparallel concept happens to the students, so that interview sessions to 48 students having more information about parallel conceptwere done (opportunistic sampling). Based on to the results of the qualitative analysis in both treatments, there are two conclusions.They are: (1) there is a parallel concept of students from various semester levels with a better thinking quality of a higher semesterlevel, but there is also a parallel concept of students from all semester levels with the same characteristics; (2) there are somebackgrounds which cause the parallel concept, such as the factors of intuition, fragmentation, learning process, conceptualappreciation, and specific theory domain.Keywords: dynamics force; parallel concept; physics students
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE PADA MATERI POKOK BAHASAN BUNYI SISWA KELAS VIII SMP
Mabruroh, N.I.;
Susanto, H.;
Handayani, L.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Observasi awal terhadap proses pembelajaran IPAFisika di salah satu SMP Kabupaten Pekalongan, menunjukkan pembelajaranyang hanya dilakukan secara mekanistis, kurang memperhatikan kemampuan berpikir dan siswa cenderung pasif sehingga hasilbelajar masih rendah. Penelitian ini menerapkan metode pembelajaran (TPS) dengan maksud memberikesempatan kepada siswa untuk berpikir dan merespon, membantu satu sama lain, sehingga setiap siswa dapatmengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran TPS dengan desain PTK dalam tigasiklus. Data diambil dengan lembar observasi dan LKS untuk mengetahui aktivitas siswa dan tes hasil belajar untuk mengetahuipemahaman materi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas tiap siklus, persentase ketuntasanklasikal pada aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa. Siswa merasa senang dan menikmati pembelajaran bermetode TPS.Disimpulkan bahwa penerapan metode TPS dalam pembelajaran IPA Fisika mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajarsiswa.àThe preliminary observation on the physics learning process in one of the secondary schools in Pekalongan District shows that thelearning process is just mechanics instruction and give no more attention on the thinking ability, so that the students to be passiveand students learning achievement are low. In this research, we applied Think-Pair-Share method. This method is selected to giveopprtunity for students to think, to respond, and to cooperate, so that each student can develop their capabilities in thinking, solvingthe problems as well as improve their social skills. The goal of this research is to improve the students activities in learning processwhich have a good impact on the students achievements by applying TPS learning method and in three cycles of action researchdesign. Data were gathered from observations and students worksheets to explore their activities during learning process and fromcognitive test results to know their understanding of sounds concepts. The analysis results show that there is a significantimprovement of students activities and their achievements in every cycle. The students feel happy and enjoy the class. It can beconcluded that the implementation ofTPS learning method in learning phyics increase students activities and their achievements.Keywords: studentââ¬â¢s achievements; sounds;Think-Pair-Share
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MAKALAH DAN DISKUSI KELAS PADA MATA KULIAH IPBA DENGAN MEMANFAATKAN VIRTUAL RESEARCH
-, Supriyadi;
Rusilowati, A.;
-, Khumaedi;
Sukiswo, S.E.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini berdasarkan pengalaman mengampu mata kuliah IPBA beberapa tahun di program studi pendidikan Fisikamenunjukkan bahwa penguasaan materi oleh mahasiswa kurang memadai. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkanpenguasaan materi IPBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan mendasar mahasiswa menulis paper adalah padapembahasan yang belum secara rinci menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Pada saat diskusi kelas yang diikuti 21mahasiswa yang dibagi menjadi 9 kelompok, setiap kelompok diberi waktu 15 menit presentasi dan 15 menit untuk kegiatan tanyajawab. Hasil penilian yang dilakukan untuk masing ââ¬â masing kelompok adalah sebagai berikut : (1) penilaian awal tentang powerpoint menunjukkan 90%telah dibuat dengan tampilan kategori bagus. Hal ini memungkinkan mengingat sumber data yang ada diweb tersedia banyak, (2) kesesuaian materi presententasi dengan topik yang dipilih 85 % sudah sesuai, (3) Kejelasan anggotakelompok ketika menyajikan materi presentasi menunjukkan hasil yang memuaskan, yaitu 85 % mahasiswa dapat menjelaskanmateri tersebut.àThis research was done based on the experiences in teaching Earth Science for several years. It shows that the students masteryin this subject was not very satisfactory. Thus, the research to improve the students understanding about Earth Science isnecessary. The result of this research shows that the basic problem is writing a paper. The students were unable to answer theproblem though they have written a lot of sentences. A discussion which run in 9 groups of 21 students with 15 allocated minutespresentation and 15 minutes for questions and answers were done. Evaluation for each group is as follows: (1) preliminaryassessment of their presentation materials, 90 % of them are in good categories. It is very possible because of the completesources or rich of data from the internet. (2) The conformity between the topic and the presentation content chosen by the student isabout 85%. (3)About 85% of group members can explain the topic in such a good way. They can satisfy the audience by convincingthem with good answers.Keywords: Earth Science; virtual research; classroom discussion
PENERAPAN JIGSAW PUZZLE COMPETITION DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP
Yulianti, D.;
Lestari, M.;
Yulianto, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk mengatasi kurangnya minat dan hasil belajar fisika siswa dilakukan penelitian melalui kegiatan pembelajaran fisikakontekstual berbantuan jigsaw puzzle competititon. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 18 Semarang.Penelitian ini telah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbantuan jigsaw puzzle competition. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbantuan jigsaw puzzle competition mampu meningkatan minat danhasil belajar siswa kelas VII H SMPNegeri 18 Semarang tahun pelajaran 2008/2009 secara signifikan. Agar lebih efektif sebaiknyadikembangkan pembelajaran kontekstual dengan metode lain agar diperoleh peningkatan minat dan hasil belajar Model ini perludiaplikasikan dalam pembelajaran fisika untuk materi yang lain.ÃÂ To overcome the problem of lack of students interest as well as their achievements a Jigsaw Puzzle Competition in physicscontextual learning process was done. The students from VIIHclass of Junior High School 18 Semarang academic year 2008/2009were chosen as the subjects. The result of this research shows that contextual teaching and learning using Jigsaw PuzzleCompetition approach was not only increase the students interest but also improve their achievements. In order to get moreeffective result, it is necessary to develop contextual teaching and learning by combining them with other method. Because of thegreat benefit of this model, it is necessary to apply this model to other physics learning concepts.Keywords: Jigsaw Puzzle Competition, contextual, interest;
PENERAPAN MODEL PRAKTIKUM PROBLEM SOLVING LABORATORY SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS PELAKSANAAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR
-, Ellianawati;
Subali, B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model pelaksanaan praktikum fisika yang selama ini dilakukan adalah model resep masakan, yaitu semua hal yang berkaitandengan praktikum mulai petunjuk praktikum sampai alat telah disediakan oleh laboran. Model tersebut memiliki kelemahan yaitusemangat untuk menggali pengetahuan mahasiswa menjadi rendah, karena apapun yang dibutuhkan dalam praktikum telahdisajikan.Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan model praktikum problem solving laboratory untuk meningkatkan kualitaspelaksanaan praktikum Fisika Dasar di Jurusan Fisika UNNES. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakankelas(action research) yang dilakukan dalam 3 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari langkah: perencanaan, implementasi,evaluasi dan refleksi yang mengadopsi Model Spiral dari Kemmis dan MC Taggart. Pada saat pelaksanaan pembelajaran, siswadiberikan masalah yang berkaitan dengan konsep yang harus dikuasai. Masalah yang diberikan kepada mahasiswa akandiselesaikan oleh mahasiswa melalui kegiatan praktikum. Melalui penerapan model praktikum problem solving laboratory telahberhasil meningkatkan kualitas pelaksanaan praktikum Fisika Dasar 1. Indikator dari meningkatnya kualitas praktikum tercermindari peningkatan hasil belajar mahasiswa dan aktivitas belajarnya. Berdasarkan hasil pengamatan pelaksanaan praktikum fisikadasar terlihat pada saat kegiatan praktikum pada setiap siklusnya terjadi peningkatan aktivitasnya, baik untuk kegiatan prapraktikum, pada saat praktikum dan presentasi hasilnya. Lembar kegiatan praktikum mahasiswa mampu diselesaikan dengan baikoleh tiap-tiap kelompok praktikum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) telah terjadi peningkatkan kualitas pelaksanaanpraktikum Fisika Dasar 1 di Jurusan Fisika UNNES dengan penerapan model praktikum problem solving laboratory. 2) telah terjadiperbaikan pelaksanaan praktikum Fisika Dasar 1 di Jurusan Fisika UNNES dengan penerapan model praktikum problem solvinglaboratory. Hal ini ditandai dengan kemampuan mahasiswa yang mampu menyelesaikan lembar kegiatan praktikum mahasiswadengan baik.ÃÂ Recipe model is used to be applied in teaching the Basic Physics Laboratory. All the materials and equipment needed in theexperiment were already prepared. The spirit of inquiring to deeply explore the physics concept is poor. This model shows aweakness and it is important to find the solution. The goal of this research is to encourage students to be more active and more selfregulated in learning process. Based on literature researches, Problem Solving Laboratory is the best approach to solve theproblem. Classroom action research was set in three cycles and in every cycle it refers to Kemmis and MC Taggart model. Duringlearning process, students were given a set of problems that they should find the solution by the experiment they do. By applyingthe model the quality of Physics Experiment learning process was increasing significantly, both in students activities as well as theirachievement in every cycle. The students activities in preparing materials and equipment, doing the experiment, as well aspresenting their results of the experiment were improving significantly. The worksheet of the experiment can be done by each groupwell. So, it can be concluded that there is a significant quality improvement of the Physics Experiment learning process. The qualityimprovement is proven in students ability to do problem-solving laboratory well.Keywords: problem solving laboratory; physics experiment; classroom action research.