cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
SUMANTRI NGENGER : SEBUAH ANALISIS STRUKTURAL LEVI-STRAUSS (Sumantri Ngenger – A Levi-Strauss Structural Analysis) Harpawati, Tatik
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i1.827

Abstract

Seni prtunjukan wayang mencerminkan masalah kehidupan terutama orang Jawa. Hal ini meliputi hubungan orang Jawa dengan tatanan alam kodrati dan adikodrati serta antara dirinya sendiri dengan sesama manusia. Berdasarkan analisis struktural Levi-Strauss ditemkan, bahwa ralitas-realitas kehidupan terutama orang jwa yang terpriyeksi melalui struktur  yang bersifat dialektis, baik pada tingkat kognitif maupun empiris, diluar pemikirna manusia. Relasi antar tokoh dalam cerita Sumantri Ngenger menunjukkan adanya konflik yang timbul dari adanya kepentingan-kepentingan pribadi atau  kelompok dan juga adanya status-status tertentu. Konflik ini berstruktur segitiga, Kata Kunci : Cerita wayang, Levi-Strauss, Struktur
SENI TARI SEBAGAI MUATAN LOKAL: Sebuah Alternatif (The Art of Dancing as an Alternative in Local Content Curriculum) Soetopo, Sungkowo
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i1.828

Abstract

Guru sekolah dasar, khususnya di Sematera Selatan bingung ketika para guru dihadapkan dengan mata pelajaran baru yang disebut Muatan lokal. Mereka harus mengajarkan matapelajaran muatan lokal (seni tari) sementara mereka tidak tahu apa yang harus diajarkan. Tulisan ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan itu. Muatan lokal adalah mata pelajaran baru pada kurikulum 1994. Dahulu, materi muatan lokal dititipkan pada pelajaran lain, seperti PPKn., Bahasa Indonesia. Sekarang materi ini berdiri sendiri dan terpisah dari pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, dan sebagainya.Banyak materi muatan lokal yang dapat di ajarkan di sekolah dasar. Tetapi dalam artikel ini hanya dibicarakan tentang tari sebagai alternatif materi muatan lokal. Tari Gending Sriwijaya adalah tari tradisional Palembang. Tari ini, antara lain, cocok dijadikan  materi muatan lokal karena memenuhi kriteria dalam kurikulum 1994.Kata kunci: Muatan lokal, seni tari,
PEMBELAJARAN MUSIK KREATIF PADA ANAK USIA DINI (The Learning of Creative Music in Early-childhood Children) Yosep, Wagiman
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i1.829

Abstract

Sa/a/7 satu ciri kehidupan manusia adalah berpikir kreatif, begitujuga pada anak. Kreativitas anak dapat dipupuk/dikembangkan antara lain melalui pembelajaran musik. Pembelajaran musik bersifat terbuka dan tertutup. Kegiatan tertutup berhubungan dengan kegiatan mental dan kegiatan terbuka berhubungandengan tindakan nyata. Dalam pembelajaran musik kreatif peran afeksi dalam kognisidan performs musik sangat penting. Belajar keterampilan adalah sa/a/7 satu perspektifpenting pada pembelajaran musik kreatif, yang sa/a/7 safu aktivitasnya adalahmenyanyi. Keberhasilan proses belajar musik kreatif sangat tergantung pada suasana kegiatan belajar yang kondusif.Kata Kunci Kreativitas; pembelajaran musik; performa musik; menyanyi.
STUDI TENTANG LAKON WAHYU DALAM PAKEURAN WAYAN6 KULTT PURWA DI SURAKARTA (A Study of Lakon Wahyu in the Surakarta- Style Puppetry in the Last Decade) Suratno, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i1.830

Abstract

Lakon-lakon wahyu dalam wayang kulit mengalami perubahan kearah perkembangan seiring dengan dinamika masyarakat. Dalam satu dasawarsa terakhir ini, jenis lakon wahyu mengalami variasi dalam hal garap unsur pakeliran terutama garap lakon. Besarnya rasa simpatik masyarakat terhadap lakon wahyu,menunjukkan bahwa lakon wahyu mampu mewadahi tuntutan kebutuhan hiburan masyarakat. Kehadiran lakon wahyu disamping memberikan hiburan masyarakat, juga masih dipercaya akan adanya keyakinan tentang wahyu dan makna lakonwahyu. Untuk mencapai kebahagiaan dan kemuliaan hidup,seseorang memertukanwahyu yang dicariakn dengan jalan laku brata, sesirih, nenepi. Kata Kunci: jenis-jenis lakon wahyu, perjalanan lakon wahyu, makna lakon wahyu.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM LAGU-LAGU DAERAH BETAWI (An Analysis of Educational Values in Songs of the BetawiArea) Tarwiyah, Tuti
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i1.831

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam lagu-lagu daerah Betawi. Has// penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bag/:(1) Mahasiswa program studi sera musik sebagai calon guru musik di sekolahformal. (2) Guru-guru musik yang mengajar di sekolah formal pada umumnya. (3)Referensi bag/ mahasiswa sen/ isik khususnya di Universitas Negeri Jakata. (4)Para praktisi Musik. (5) Pemda OKI, khususnya dalam upaya mengembangkandan melestarikan budaya Beawi. Masalah penelitian ini berkaitan dengan lagu-lagudaerah Betawi rumusan masalah adalah: apakah lagu-lagu daerah Betawimengandung nilai-nilai pendidikan bag/ anak ?. bertolak dari masalah tersebutmaka penelitian ini berujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalamlagu-lagu daerah Betawi. Adapun nilai-nilai pendidikan yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional, meliputi: aspek logika, aspek etika, aspek estetika,aspek praktika.Keabsahan data meliputi (1) kredibilitas, (2) keteralihan, (3)kebergantungan, (4) kepastian (kepastian, perencanaan, proses, has/7akhir, Iharus ada auditor dan auditif sebagai peneliti). Dalam penelitian ini ke empat /criteria tersebut semaksimal mungkin dirujuk. Pengujian validitas dengan menggunakan cross-recheck dan melaluii pertimbangan ahli. Analisis data dilakukan, baik ketika mengumpulkan data maupun setelah pengumpulan data meliputi kegiatan mengumpulkan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuandalam penelitian ini, aspek logika menjelaskan tentang benar salah, aspek etika,aspek estetika, aspek praktika, adalah tercermin pada lagu cik abang, sirih_kuning,surilang, jali-jali, lenggang kangkung, kicir-kicir, cik abang, dan ronggeng.Kata kunci: nilai-nilai, pendidikan, lagu daerah Betawi
MAKNA SIMBOLIS KOMPOSISI BEDAYA LEMAH PUTIH (BEDAYA LEMAH PUTIH COMPOSITION SYMBOLIC MEANING) Bisri, Moh. Hasan
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.832

Abstract

Keberadaan tari Bedaya di lingkungan kraton memiliki beberapa fungsi penting   yang terkait dengan upacara kebesaran raja, upacara penobatan raja, dan upacara resmi kerajaan. Tari Bedaya menjadi simbol-simbol status bagi raja dan  merupakan pelengkap jabatan raja, dengan demikian wajar bila tari Bedaya mendapat dukungan sepenuhnya dari raja. Bedaya adalah suatu bentuk tari kelompok, yang dilakukan oleh sembilan penari putri dengan tatarias dan busana yang sama. Masing-masing penari membawakan peran dan nama yang berbeda, yaitu: Batak, Gulu, Dhadha, Endhel Weton, Endhel Ajeg, Apit Meneng, Apit Wingking, Apit Ngajeng, dan Boncit. Tari Bedaya mempunyai konvensi tertentu, dalam hal isi maupun wujud tarinya, yang meliputi susunan tari, pola gerak, pola ruang, pola lantai, iringan, dan tatarias busana. Di sisi lain tari Bedaya mengalami perkembangan hingga keluar kraton, dan juga tentunya konvensi-konvensi pada    tari Bedoyo mengalami perubahan pula antara Bedaya di luar kraton dengan Bedaya kraton. Hingga banyak bermunculan karya-karya baru tari Bedaya bahkan lepas dengan konvensi Bedaya Kraton.   Kata Kunci: Simbol, Bedaya, Lemah Putih, Semiotik
RESEPSI BUDAYA DALAM BIDANG MUSIK DI INDONESIA BARAT DAYA: SUATU PENDEKATAN MENURUT HEISENBERGIAN Sunarto, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i1.833

Abstract

SAMPAI saat ini, sejarah musik In­donesia belum ada yang ditulis    oleh orang Indonesia asli. Adapun alasan-alasannya, adalah sebagai berikut. 1) Tidak adanya tradisi ilmiah, sampai paling tidak satu se-tengah abad sejak abad ke-20, 2) Dalam realitasnya kolonialisme Be-landa membuat para elite Indonesia untuk terbiasa dengan tradisi Barat dalam belajar musik, dan 3) Per-hatian terpusat pada musik daerah yang menghasilkan pengkotak-kotakkan tradisi musik Indonesia.
MITOS DAN POSISI SENIMAN DALAM ERA GLOBALISASI Jazuli, M
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i1.834

Abstract

Globalisasi yang tengah merambah pada masyarakat dunia dewasa ini nampaknya lebih dipahami sebagai peristiwa dan proses kebudayaan. Hal  ini berarti pula berhubungan dengan lembaga, sistem, dan strategi global  dari pelakunya. Dalam globalisasi bukan hanya merupakan fenomena  budaya melainkan juga fenomena komersial yang membentuk keseragaman tertentu sekaligus membutuhkan perbedaan tertentu sebagai identitas dalam permainan suatu sistem dunia. Dalam konteks ini bukan saja tenaga dan pemikiran yang dijual tetapi komitmen dan loyalitas dari peran aktor. Implikasi fenomena global tersebut dalam jagad seni pertunjukan agaknya sering menimbulkan mitos, yang kemudian melahirkan suatu posisi-posisi tertentu pada diri sang seniman. Mitos tersebut terlihat dari tiga sikap pada  sebagian seniman, yaitu: 1) sikap yang mengarah pada kegairahan estetika yang berlebihan sehingga sering mengabaikan nilai dari seni yang memberikan pencerahan bagi kehidupan manusia; 2) sikap yang mengarah pada semangat yang meluap-luap untuk menjadi diri pribadi tanpa disertai semangat mencari nilai yang lebih bermakna; 3) sikap yang  mengarah pada pengkultusan terhadap diri seorang tokoh tertentu yang telah menduduki posisi elite. Dengan mitos semacam itu tak pelak kemudian muncul tiga posisi seniman, yaitu: sebagai reproduktor, akomodator, dan emansipator. Masing-masing posisi mempunyai tanggung jawab dan konsekuensi sendiri.
ACTION RESEARCH TO SOLVE MUSIC TEACHING PROBLEMS IN THE SCHOOL Suharto, Suharto
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i1.835

Abstract

ACTION research has been known and regard as one of the new strategy for teachers development in Indonesia. Trough Word Bank Project, for instance, action research  has been decided as the second  pilot project and today it has being tried out in eleven provinces  in Indonesia, include Central Java.As a ˜special subject, music, has many problems in teaching. It happens for years particularly in classroom. Unfortunately, there is no serious effort of the teachers to look for what the problems are and how to overcome it. They should know that there are many problems  for the students to learn music in  the class.The problems of music learning usually happen in the classroom,  both for students or for the teachers. However, as if the teachers do not  care to the problems and become  the problems as a routine duty. The difference of the student music ex-perience problems can influence  the learning process. The different background can also influence the quality of the learning process.The music learning in the classroom is a teachers responsibility in which they know how the students learn, the students characteristics, study environment, students motivations, students progression, etc. To reach a good  result of the students achievement need to teachers responsibility efforts to observe, plan, apply, prac­tice, and so on, to get the good way how to the student can learn music well. The way is carried out in   many times, for about five to seven  or even more then that to achieve a good environment and a good way  to teach or how should the students can learn well. To achieve the way above the teacher need to observe trough research. And the properly research to the purpose is action re­search or classroom-based action research (CAR).
TARI SEBAGAI TERAPI BIMBIN6AN BAGI ANAK CACAT MENTAL Jazuli, m
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i1.836

Abstract

Cacat mental merupakan keadaan kemampuan mental di bawah normal yang tidak dapat disembuhkan, tetapi bias diperingan melalui pendidikan, bimbingan, latihan, dan perlakuan-perlakuan khusus. Apabila secara wajar seni tari dimengerti sebagai pelajaran inti dan penuh dengan perencanaan, maka dapat berfungsi sebagai katalisator bagi pertumbuhan seseorang dan sebagai penyatu banyak disiplin, termasuk pemberian perlakuan khusus seperti tersebut di atas. Tari dapat dimanfaatkan sebagai alat sekaligus sebagai proses dan produkpendidikan dalam kesatuan totalitas dari kehidupan manusia. Tari dapat merupakan metode yang relative ideal untuk mencapai keseimbangan daya tahan dan kontrol tubuh, serta pembentukan jiwa melalui pengalaman emosi imajinatif dan ungkapan kreatif. Semua itu barangkali sangat dibutuhkan oleh anak manusia, tidak terkecuali anak penyandang cacat mental. Persoalannya mungkin hanva terletak pada bagaimana strategi, metode, dan esensi tari sebagai materi bimbingan bagi anak pengandang cacat mental.

Page 16 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue