Articles
734 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU-GURU IPS SMP
Sunarko Sunarko;
Eva Bonawati
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.18
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1). Memberikan pemahaman tentang Penelitian Tindakan Kelas kepada guru-guru IPS SMP/MTs. di Kabupaten Semarang. 2). meningkatkan keterampilan menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi guru-guru IPS SMP di Kabupaten Semarang. 3). memberikan pendampingan pada guru-guru IPS SMP, khususnya yang berkaitan dengan masalah Penelitian Tindakan Kelas.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu memberikan penyuluhan, kerja kelompok dan pelatihan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 24 guru yang berasal dari 22 SMP/MTs di Kabupaten Semarang. Hasil pengabdian menunjukkan secara teoritis berhasil, hal ini dilihat dari 24 peserta pelatihan, 74% peserta dapat memahami cara menyusun proposol PTK dengan baik dan bahkan 8% peserta dapat memahami menyusunan. Proposal PTK sangat baik. Namun dilihat dari praktek menyusunan proposal hasilnya belum memuaskan, karena baru 25% peserta yang dapat menyusun proposal PTK dengan baik dan 33% termasuk cukup, sedangkan 42% perserta belum berhasil menyusun proposal PTK.Kata Kunci : Keterampilan, Proposal Penelitian Tindakan Kelas.
MENINGKATKAN SUSTAINABILITAS ORGANISASI NIRLABA DENGAN MODEL MANAJEMEN DUAL CORE
Abdul Haris Fitri Anto;
Stanislaus Sugiyarta;
Amri Hana Muhammad
Jurnal Abdimas Vol 21, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v21i2.12335
Organisasi nirlaba sebagai penggerak terbesar ke-3 perekonomian nasional, bukan tanpa masalah. Tim pengabdi menganalisis akar dari problem organisasi nirlaba: 1) Terbatasnya sumber finansial organisasi. 2) Manajemen organisasi yang tidak efektif. 3) Kurangnya keterampilan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu menanggulangi problem tersebut dan menjadikan organiasi nirlaba lebih sustainable menggunakan model manajemen “Dual-Core†yang merepresentasikan dua core (inti): core kewirausahaan, dan core perencanaan organisasi. Penelitian ini termasuk jenis research and development. Metode pengamatan pra-pelatihan dan paska-pelatihan, dengan alat bantu checklist dipergunakan untuk mengumpulkan data. Dua organisasi nirlaba menjadi organisasi mitra pengembangan ini. Berdasarkan program penelitian dan pengembangan tersebut, tim peneliti mendapatkan hasil bahwa kedua organisasi menunjukkan progres pada “core kewirausahaan†yang ditunjukkan dengan adanya berbagai aktivitas wirausaha dalam organisasi tersebut. Pada “core perencanaan organisasiâ€, kedua organisasi tersebut tampak belum merestrukturisasi manajemen dan belum menempatkan wirausaha sebagai divisi strategisnya. Hal itu akibat dari pengamatan paska-pelatihan yang dilakukan hanya satu bulan setelah pelatihan manajemen Dual-Core untuk organisasi nirlaba
PEMBERDAYAAN RUMAH TANGGA MISKIN MELALUI WIRAUSAHA PENGOLAHAN LIMBAH PASAR MENJADI PUPUK KASCING DI DESA TEGALSARI, BRUNO, PURWOREJO
Budi Setiawan;
Didik Widiyantono
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9789
Kemiskinan yang terjadi pada tingkat rumah tangga merupakan masalah kompleks yang harus ditangani secara berkelanjutan. Program pengentasan kemiskinan harus direncanakan dan dilakukan berdasarkan potensi sumber daya yang ada di wilayah setempat. Kegiatan pemberdayaan rumah tangga miskin dalam bidang teknik produksi pupuk organik kascing berbasis kewirausahaan dengan memanfaatkan limbah pasar ini adalah bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan rumah tangga miskin dibidang produksi pupuk organik kascing berbasis kewirausahaan yang dilaksanakan pada bulan Januari 2012 - May 2012 yang diikuti oleh 30 peserta yang merupakan kepala rumah tangga dari rumah tangga miskin di desa Tegalsari, kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Pelatihan ini berisi materi tentang materi konsep dan pengembangan pertanian terpadu, teknik produksi pupuk organik kascing, teknik pengolahan limbah pasar, teknik berwirausaha dan teknik pemasaran.
PENDIDIKAN KONSUMEN KEPADA WARGA DESA JETIS KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG TERHADAP PERAN LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN
Nurul Fibrianti;
Arif Hidayat
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v18i2.5735
Pendidikan terhadap konsumen berkaitan dengan peran lembaga perlindungan konsumen dilakukan agar masyarakat mengerti dan memahami tindakan dan kewajiban apa yang harus dilakukan sebelum dan saat terjadi pelanggaran hak konsumen. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat (stakeholder) untuk dapat mengetahui hak dan bentuk peran serta masyarakat dalam perlindungan konsumen. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah Diskusi terarah dengan masyarakat terpilih, diskusi ini diikuti oleh semua pihak yang terkait. Berdasarkan hasil evaluasi, pengamatan dan tanggapan langsung dari peserta penyuluhan, kegiatan pengabdian ini cukup berhasil mengingat adanya peningkatan pemahaman mengenai hak dan kewajiban produsen maupun konsumen dalam perlindungan konsumen berdasarkan ketentuan hukum. Demikian juga mengenai pemahaman tentang peran lembaga perlindungan konsumen maupun tindakan yang harus dilakukan jika mengalami kerugian sebagai konsumen. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan mereka menyikapi berbagai persoalan perlindungan konsumen, dalam post test yang dilaksanakan pada akhir kegiatan.
PENINGKATAN PENGUASAAN BAHASA INGGRIS KELOMPOK GUIDE LAWANG SEWU SEMARANG
Testiana Deni W;
Dodi Mulyadi
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v19i1.4698
Perkembangan pariwisata nasional menuntut guide untuk lebih meningkatkan kualitas dan profesionalitasnya sebagai kader pariwisata yang handal dan siap menyongsong Visit Jateng tahun 2013 dan AFTA tahun 2015. Dari penjelasan tersebut, kami para pengabdi memfokuskan pengabdian kami terhadap peningkatan penguasaan kemampuan bahasa Inggris para guide di Lawang Sewu sehingga mampu berbicara dan menceritakan obyek-obyek wisata lokal maupun nasional dihadapan para turis mancanegara. Dari program pelatihan bahasa Inggris tersebut dihasilkan peningkatan kemampuan berbicara dan menulis singkat dari para guide dan mereka menjadi lebih sadar terhadap tugas dan tanggung jawab seorang guide yang profesional.Kata Kunci: bahasa Inggris, peningkatan, guide
PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI BATU BATA DI KABUPATEN BANGKALAN DENGAN PENDEKATAN DIVERSIFIKASI DAN INOVASI PRODUK
Sri Wilujeng;
Fauzan Fauzan
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v20i1.7650
Sentra usaha pembuatan batu bata di Desa Banyubunih dan Deleman Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun mempunyai permasalahan dalam mengembangkannya salah satunya adalah produk yang dihasilkan masih monoton dan kurang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan jumlah dan kualitas produksi,peningkatan kemampuan ketrampilan kelompok usaha dalam membuat produk batu bata yang beraneka bentuk, meningkatkan daya saing produk batu bata melalui diversifikasi dan inovasi produk. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat sangat tertarik dan termotivasi mengembangkan usahanya dengan pendekatan diversifikasi dan inovasi produk dengan cara mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan batu bata aneka bentuk. Alih tekhnologi yang diberikan dan dilatihkan berupa alat cetak batu bata inovatif dengan harapan mampu meningkatkan kwalitas dan daya saing produk yang dihasilkan.
PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS
Haryono Haryono;
Hardjono Hardjono
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v18i1.5722
Institusi pendidikan (sekolah) sebagai institusi yang mempersiapkan kualitas SDM yang handal harus mampu mencapai tingkat mutu dari segala aspek, seperti mutu sumber daya manusia (guru) yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu bekerja secara profesional, proses belajar mengajar yang menyenangkan, dan hal-hal yang terkait dengan dunia pendidikan sehingga mampu memikat masyarakat. Kendala dalam proses pendidikan yang berkualitas salah satunya berada di Kecamatan Bawen dan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Posisi wilayah tersebut adalah pegunungan dan dataran tinggi. Keterbatasan ekonomi akhirnya belum bisa mengubah pola hidup termasuk peningkatan standar pendidikan dan ekonomi baik kualitas maupun kuantitas. Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi salah satu rohnya suatu Perguruan Tinggi, dalam rangka merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi UNNES dan kami selaku unsur didalamnya termotivasi untuk berbagi pengetahuan melalui kegiatan program pengabdian pada masyarakat berupa sosialisasi pendekatan pendidikan, sosialekonomi, dan lingkungan. Dari kegiatan ini, menghasilkan beberapa kontribusi sebagai berikut terciptanya pemahaman tentang makna pendidikan berkualitas di kalangan warga masyarakat, terwujudnya komitmen pemerintah setempat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas guna memenuhi kebutuhan dan tuntutan warga masyarakatnya dan para pemangku kepentingan lain,terbangunnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.
PENGEMBANGAN KETRAMPILAN MENULIS BAGI REMAJA-PEMUDA MASJID DI WILAYAH JATINOM KABUPATEN KLATEN
Prembayun Miji Lestari;
Ermi Dyah Kurnia;
Nur Fatehah
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v15i1.2873
Ketrampilan menulis merupakan salah satu ketrampilan berbahasadisamping menyimak, berbicara, dan membaca. Ketrampilan menulis tidaklahmudah untuk dilakukan. Ketrampilan menulis bisa diperoleh melalui prosesbelajar dan pembiasaan. Semakin sering berlatih dan membiasakan menulis,maka akan semakin baik dan terampil. Aktivitas menulis jika tidak dibiasakanakan sulit untuk dilakukan. Aktivitas menulis dapat dilakukan untuk mengisiwaktu luang. Dari ketrampilan menulis, orang dapat memperoleh penghasilan jikatulisannya dimuat. Artinya, hasil tulisan dapat jual untuk menambah penghasilan.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan jurnalistik denganmemadukan pemberian teori-teori kepenulisan dan praktik menulis.
IbPE TAS KULIT KOMBINASI KAIN TRADISIONAL JAWA TENGAH DI KABUPATEN KUDUS DAN MAGELANG JAWA TENGAH
Eka Yuli Astuti;
Etty Soesilowaty;
Muh Fakhrihun Naam
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.15635
Tujuan kegiatan program IbPE antara lain : 1). Memberikan bekal wawasan pengetahuan UKM tentang produksi tas etnik kombinasi menjadi produk berorientasi ekspor; 2). Memberikan wawasan tentang pentingnya pengembangan SDM pengelola UKM; 3). Memberikan wawasan tentang pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas produk. Metode dan tahapan yang digunakan untuk diseminasi teknologi kepada UKM mitra melalui proses interaktif mengkomunikasikan pengetahuan kepada khalayak target. UKM Mitra terlibat langsung dalam proses produksi melalui pelatihan, latih kunjung, demontrasi dan contoh produk. Evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program terus dilakukan oleh Tim UNNES pada kegiatan IbPE dilapangan agar teknologi yang telah disampaikan tetap dan terus berdaya guna. Monitoring dan Evaluasi antara lain dilakukan dengan Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara periodik pada tiap 1 bulan sekali untuk megetahui perkembangan teknologi diseminasi. Capaian Luaran UKM Mitra dan Capaian Tahunan Program IbPE hingga bulan Juli 2017 pada pelaksanaan kegiatan tahun I sebesar 100%. Adapun capain tersebut antara lain : 1). Perusahaan telah memiliki Visi Misi Tujuan Usaha; 2). Perusahaan telah memiliki Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Usaha; 2). Memiliki Alur Kerja Pra Produksi, Produksi, Pasca Produksi dan Pemasaran ; 3). Memiliki Standar Operasional Prosesdur (SOP); 4). Keahlian SDM mitra meningkat; 5). Mitra UKM melaksanakan manajemen perusahaan dengan baik; 6). Kualitas produksi Mitra UKM memenuhi syarat produk Ekspor; 7). Meningkatnya kapasitas produksi dan varian barang; 8). Tersedianya mesin jahit cangklong 2 (dua) unit; 9). Mesin potong laser 1 (satu) unit; 10). UKM memiliki Jaringan Pemasaran Nasional– Rintisan Ekspor; 11). UKM mitra telah terekpos di Surat Kabar; 12). UKM mitra telah memiliki Web Site, Facebook, Istagram, Twitter; 14). UKM mitra memiliki merk dagang.
RAMUAN HERBAL PADA AYAM RAS PETELUR KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Laily Agustina;
Syahriani Syahrir;
Sri Purwanti;
Julius Jillbert;
Anie Asriani;
Jamilah Jamilah
Jurnal Abdimas Vol 21, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v21i1.10978
Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan kabupaten konsentrasi peternakan ayam ras di Sulawesi Selatan dan sangat rawan terjangkit penyakit flu burung. Ramuan herbal sudah banyak digunakan sebagai alternatif untuk pencegahan penyakit pada unggas termasuk kasus flu burung. Unggas yang diberi ramuan herbal selaiin lebih sehat juga merupakan produk organik yang memiliki keunggulan dari produk yang menggunakan obat-obatan sintetik. Metode yang digunakan adalah PRA (Participatory Rural Appraisal)/RRA (Rapid Rural Appraisal). Metode pendekatan menyelesaikan masalah, meliputi penyuluhan, latihan dan kunjungan (Laku), pendidikan sekolah lapang (SL), demplot, pembimbingan dan pendampingan, learning by doing. Kegiatan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan. Teknologi yang diterapkan meliputi penggunaan ramuan herbal dan pengolahan feses ayam menjadi pupuk organik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peternak yang digunakan sebagai tempat demplot merupakan ketua kelompok maju yang menerima penerapan teknologi tepat guna dan memiliki kelompok binaan. Ramuan herbal mampu meningkatkan kualitas interior telur (warna kuning telur dan ketebalan kerabang telur).