Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengukuran Ego Depletion Berbasis Indigenous Psychology Undarwati, Anna; Mahabati, Aini; Khaerani, Andewi Cahaya; Hapsari, Ayu Dyah; Kristanto, Andreas Agung; Stephany, ndah Sasmitohening; Prawitasari, Johana Endang
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ego Depletion adalah kondisi individu merasa tertekan, terlalu lelah dan terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi dan mengembangkan skala ego depletion berdasarkan konsep indigenous psychology. Data dikumpulkan melalui focus group discussion (FGD) untuk mengeksplorasi aspek ego depletion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ego depletion didefinisikan sebagai kelelahan psikologis (41%), kelelahan fisik (20%), dan berdaya (13%). dapat disimpulkan bahwa ego depletion adalah kondisi ketika orang memiliki kelelahan psikologis dan fisik, energi yang terbatas yang mempengaruhi masalah kognitif, pasif, tugas menjadi tidak optimal dan menyebabkan reaksi negatif dan masalah sikap. 60 aitem skala ego depletion diberikan kepada 60 mahasiswa. Hasil menunjukkan, validitas dan reliabilitas ynag cukup tinggi, dengan kisaran skor rix = 0111 - rix = 0.700 dan Alpha-Cronbach = 0.939. Hanya 8 aitems tidak valid. Selanjutnya, aitem disederhanakan, dari 60 menjadi 30 aitem saja, dan hasi analisis statistik menunjukkan keandalan sebesar 0.918 dengan validitas rix = 0310 - rix = 0.700.Abstract. Ego Depletion is condition feel underpressured, overly tired and limited  resources. In these research, we explore and develop ego depletion scale based on indigenous psychology. We collect data by focus group discussion  (FGD) to explore ego depletion aspects. Finding research has shown that ego depletion is defined as psychological exhaustion ( 41%), phisical exhaustion (20%), and powerless (13%). Participants conclude  than ego depletion is condition when people have psychological and physical exhaustion ,  limited energy that influence cognitive problem, passive, inoptimal task and cause negative reaction and attitude problem. Sixty aitems of ego depletion scale were given to 60 students. Result indicate that scale has high validity and reliability, with corrected aitem total corelation range are rix = 0,111 – rix = 0,700 and Alpha-Cronbach = 0,939. Only 8 aitems invalid . We summarize the aitems into 30 aitems and statistical result shown that reliability are 0,918 with corrected aitem total corelation range are rix = 0,310 – rix = 0,700.
Pengukuran Ego Depletion Berbasis Indigenous Psychology Undarwati, Anna; Mahabati, Aini; Khaerani, Andewi Cahaya; Hapsari, Ayu Dyah; Kristanto, Andreas Agung; Stephany, ndah Sasmitohening; Prawitasari, Johana Endang
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9574

Abstract

Abstrak. Ego Depletion adalah kondisi individu merasa tertekan, terlalu lelah dan terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi dan mengembangkan skala ego depletion berdasarkan konsep indigenous psychology. Data dikumpulkan melalui focus group discussion (FGD) untuk mengeksplorasi aspek ego depletion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ego depletion didefinisikan sebagai kelelahan psikologis (41%), kelelahan fisik (20%), dan berdaya (13%). dapat disimpulkan bahwa ego depletion adalah kondisi ketika orang memiliki kelelahan psikologis dan fisik, energi yang terbatas yang mempengaruhi masalah kognitif, pasif, tugas menjadi tidak optimal dan menyebabkan reaksi negatif dan masalah sikap. 60 aitem skala ego depletion diberikan kepada 60 mahasiswa. Hasil menunjukkan, validitas dan reliabilitas ynag cukup tinggi, dengan kisaran skor rix = 0111 - rix = 0.700 dan Alpha-Cronbach = 0.939. Hanya 8 aitems tidak valid. Selanjutnya, aitem disederhanakan, dari 60 menjadi 30 aitem saja, dan hasi analisis statistik menunjukkan keandalan sebesar 0.918 dengan validitas rix = 0310 - rix = 0.700.Abstract. Ego Depletion is condition feel underpressured, overly tired and limited  resources. In these research, we explore and develop ego depletion scale based on indigenous psychology. We collect data by focus group discussion  (FGD) to explore ego depletion aspects. Finding research has shown that ego depletion is defined as psychological exhaustion ( 41%), phisical exhaustion (20%), and powerless (13%). Participants conclude  than ego depletion is condition when people have psychological and physical exhaustion ,  limited energy that influence cognitive problem, passive, inoptimal task and cause negative reaction and attitude problem. Sixty aitems of ego depletion scale were given to 60 students. Result indicate that scale has high validity and reliability, with corrected aitem total corelation range are rix = 0,111 – rix = 0,700 and Alpha-Cronbach = 0,939. Only 8 aitems invalid . We summarize the aitems into 30 aitems and statistical result shown that reliability are 0,918 with corrected aitem total corelation range are rix = 0,310 – rix = 0,700.
Harapan Etam: Hope Plant (Orchidaceae) Treatment Katarsis Emosional Mahasiswa Baru Terindikasi Homesickness Andreas Agung Kristanto; Nurlita Adha Apriliani; Sri Roman Doni; Pebria Saputra
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v6i1.2362

Abstract

Tahun pertama kuliah merupakan suatu moment baru bagi para mahasiswa angkatan baru. Moment tersebut beranekaragam bias merupakan moment bahagia atau bahkan mement yang sedih. Semua mahasiswa baru pasti akan merasakan dengan keluarganya untuk sementara waktu. Demi mewujudkan cita-cita, mereka harus rela untuk meninggalkan rumah dan memulai kebiasaan baru di tempat barunya. Tak jarang terkadang para mahasiswa baru tersebut terindikasi mengalami gejala Homesickness. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang memberikan perlakuan (manipulasi) ter-hadap suatu sampel penelitian (perubahan perilaku). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sekelompok subjek penelitian dari suatu penelitian tertentu. Kemudian dikelompokan lagi secara random menjadi dua ke-lompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada penelitian ini peneliti menggunakan bentuk rancangan penelitian true experimental design. Penelitian true eksperimental design merupakan penelitian yang dimana ada dua kelompok yaitu kelompok kontol dan kelompok eksperimen yang dipilih secara random. Tehnik analisis data menggunakan independent sample T-Test. Sebelum uji hipotesis dilakukan, terlebih dahulu akan dilakukan uji deskriptif, uji normalitas, dan uji homogenitas dengan menggunakan bantuan program kom-puter SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 21.0 Windows. Hasil analisis data menunjukan adanya penurunan tingkat kecemasan pada subjek yang terindikasi Homesickness setelah diberikannya “treat-ment hope plant orchidaceae” terlihat dari nilai p=0,003 (p<0,05) maka H0diterima, sehingga H1 ditolak yang artinya ada penurunan kecemasan pada mahasiswa terindikasi Homesickness pada Mahasiswa Pemerintahan Integratif Angkatan 2017 Mahasiswa Uiversitas Mulawarman
Puisi Sebagai Media Mengurangi Inferiority Feeling Andreas Agung Kristanto; Noor Hafizah; Muhammad Ridho Zain; Hamimah Hamimah; Nadia Aulia
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v5i2.2283

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas puisi dalam mengurangi tingat inferiority feeling pada individu. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidian Jurusan pendidikan ekonomi Universitas Mulawarman yang berjumlah 30 orang yang memiliki tingkat inferiority feeling dengan kategori sedang dan tinggi. Metode pengambilan data menggunakan the feeling of inadequacy scale yang terdiri dari 33 aitem. Teknik analisa menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukan bahwa subyek yang diberikan pelatihan puisi sebagai terapi dapat menurunkan tingkat inferiority feeling individu. Sedangkan pada subyek yang diberikan pengenalan akan puisi tidak dapat menurunkan tingkat inferiority feeling
Pengaruh Persepsi Therapeutic Community Terhadap Daya Juang Klien untuk Pulih dari Ketergantungan Narkoba Agustini Agustini; Andreas Agung Kristanto; Yashinta Sari Pratiwi
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 1 (2021): Volume 9, Issue 1, Maret 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i1.5668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi therapeutic community dan daya juang untuk pulih dari ketergantungan Narkoba klien Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 56 klien yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala persepsi therapeutic community dan daya juang. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan Persepsi Therapeutic Community terhadap Daya Juang dengan nilai koefisien beta (β) = 0.821, serta nilai t hitung > t tabel (10.561 > 2.005), dan p = 0.000 (p < 0.05).
Exploring the Time-efficient Evolutionary-based Feature Selection Algorithms for Speech Data under Stressful Work Condition Derry Pramono Adi; Lukman Junaedi; Frismanda; Agustinus Bimo Gumelar; Andreas Agung Kristanto
EMITTER International Journal of Engineering Technology Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24003/emitter.v9i1.571

Abstract

Initially, the goal of Machine Learning (ML) advancements is faster computation time and lower computation resources, while the curse of dimensionality burdens both computation time and resource. This paper describes the benefits of the Feature Selection Algorithms (FSA) for speech data under workload stress. FSA contributes to reducing both data dimension and computation time and simultaneously retains the speech information. We chose to use the robust Evolutionary Algorithm, Harmony Search, Principal Component Analysis, Genetic Algorithm, Particle Swarm Optimization, Ant Colony Optimization, and Bee Colony Optimization, which are then to be evaluated using the hierarchical machine learning models. These FSAs are explored with the conversational workload stress data of a Customer Service hotline, which has daily complaints that trigger stress in speaking. Furthermore, we employed precisely 223 acoustic-based features. Using Random Forest, our evaluation result showed computation time had improved 3.6 faster than the original 223 features employed. Evaluation using Support Vector Machine beat the record with 0.001 seconds of computation time.
Pengaruh Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri terhadap Orientasi Pernikahan pada Individu yang Melakukan Pernikahan Dini Bahjatul Khasna Al-Muti&#039;ah; Andreas Agung Kristanto; Elda Trialisa Putri
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 4 (2021): Volume 9, Issue 4, Desember 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i4.6570

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan penerimaan diri terhadap orientasi pernikahan pada individu yang melakukan pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 70 individu yang melakukan pernikahan dini dan dipilih dengan mengguankan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala orientasi pernikahan, dukungan sosial dan penerimaan diri. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistic Package for Social Science (SPSS) 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial dan penerimaan diri terhadap orientasi pernikahan pada individu yang melakukan pernikahan dini (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial terhadap orientasi pernikahan pada individu yang melakukan pernikahan dini (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerimaan diri terhadap orientasi pernikahan pada individu yang melakukan pernikahan dini. This study aims to determine the effect of social support and self-acceptance on marriage orientation in individuals who perform early marriages. This study uses a quantitative approach. The subjects of this study were 70 individuals who performed early marriage and were selected using purposive sampling technique. The data collection method used was a scale of marriage orientation, social support and self-acceptance. The collected data were analyzed using multiple linear regression analysis with the help of the Statistical Package for Social Science (SPSS) 25.0 for windows program. The results showed that: (1) There was a significant influence between social support and self-acceptance on marriage orientation in individuals who performed early (2) There is a significant effect of social support on marriage orientation in individuals who perform early marriage (3) There is a significant effect of self-acceptance on marriage orientation in individuals who perform early marriage.
Kecedasan Emosi Pada Anak Dewasa Awal yang Ayahnya Melakukan Perseligkuhan Nur Fitriyani; Andreas Agung Kristanto
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2021): Volume 9, Issue 2, Juni 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i2.5962

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerdasan emosi pada anak dewasa awal yang ayahnya melakukan perselingkuhan. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakan teknik Purposif Sampling dan metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam, serta informan yang terkait dengan tiga subjek yang ayahnya melakukan perselingkuhan. Hasil penelitian menunjukan kecerdasan emosi pada anak dewasa awal yang ayahnya melakuka perselingkuhan, dimana ketiga subjek memiliki kecerdasan emosi yang berbeda-beda. Pada subjek pertama AT, Memiliki kecerdaaan emosi yang baik dalam penyelesaian masalah. Pada subjek kedua FN kurang dalam kemampuan untuk bersosial namun memiliki kecerdasan emosi yang baik dalam penyelesaian masalah. Pada subjek ketiga, butuh dukungan emosional dan ketegasan dari orang sekitar. Kurang memiliki kecerdasan emosi yang baik dalam menyelesaikan masalah
Kombinasi Fitur Multispektrum Hilbert dan Cochleagram untuk Identifikasi Emosi Wicara Agustinus Bimo Gumelar; Eko Mulyanto Yuniarno; Wiwik Anggraeni; Indar Sugiarto; Andreas Agung Kristanto; Mauridhi Hery Purnomo
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 9 No 2: Mei 2020
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.227 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v9i2.166

Abstract

In social behavior of human interaction, human voice becomes one of the means of channeling mental states' emotional expression. Human voice is a vocal-processesed speech, arranged with word sequences, producing the speech pattern which able to channel the speakers' psychological condition. This pattern provides special characteristics that can be developed along with biometric identification process. Spectrum image visualization techniques are employed to sufficiently represent speech signal. This study aims to identify the emotion types in the human voice using a feature combination multi-spectrum Hilbert and cochleagram. The Hilbert spectrum represents the Hilbert-Huang Transformation(HHT)results for processing a non-linear, non-stationary instantaneous speech emotional signals with intrinsic mode functions. Through imitating the functions of the outer and middle ear elements, emotional speech impulses are broken down into frequencies that typically vary from the effects of their expression in the form of the cochlea continuum. The two inputs in the form of speech spectrum are processed using Convolutional Neural Networks(CNN) which best known for recognizing image data because it represents the mechanism of human retina and also Long Short-Term Memory(LSTM)method. Based on the results of this experiments using three public datasets of speech emotions, which each of them has similar eight emotional classes, this experiment obtained an accuracy of 90.97% with CNN and 80.62% with LSTM.
Peran Asertivitas dan Empati Sebagai Prediktor untuk Memprediksi Perilaku Prososial Andreas Agung Kristanto; As’liyanti Nor; Karenina Amanda Stephanie Pattinasarany; Stevent Resma
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Volume 10, Issue 1, Maret 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i1.7374

Abstract

Students need to have prosocial behavior, but in reality not all students have prosocial behavior. Prosocial behavior occurs because of voluntary behavior designed to help others without asking for anything in return, an attitude of sensitivity, empathy and those who provide help will feel satisfied when they get help. This study aims to examine assertiveness and empathy as predictors to predict student prosocial behavior. This study took the subject of students at University X with a total of 100 students. The sample selection was based on simple random sampling. Data obtained from the scale of assertiveness, empathy and prosocial behavior. The researcher's data analysis technique used multiple linear regression. The results showed that the hypothesis of assertiveness and empathy was able to have a role as a predictor and predict the occurrence of student prosocial behavior, the contribution of the effect was 74.9%. It is proven by the value of F = 145,096 and the value of p = 0.000 (p<0.05). The second hypothesis is assertiveness is able to predict student prosocial behavior as evidenced by beta value = 0.193 and p value = 0.026 (p < 0.05) and the third hypothesis is empathy is able to predict student prosocial behavior as evidenced by beta value = 0.856 and p value = 0.000 (p < 0.05).Mahasiswa saat ini perlu memiliki perilaku prososial, namun kenyataannya tidak semua mahasiswa memiliki prososial. Perilaku prososial terjadi karena adanya perilaku sukarela yang dirancang mahasiswa untuk menolong orang lain tanpa meminta balasan, sikap asertivitas, empati dan mereka yang memberikan bantuan akan merasa puas ketika mendapat bantuan. Penelitian memiliki tujuan untuk mengkaji asertivitas dan empati berperan sebagai prediktor untuk memprediksi perilaku prososial mahasiswa. Penelitian ini mengambil subjek mahasiswa di Universitas X dengan jumlah sebanyak 100 mahasiswa. Pemilihan sampel penelitian didasarkan dari simple random sampling. Data didapatkan dari skala asertivitas, empati dan perilaku prososial. Teknik analisis data peneliti menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan hipotesis satu asertivitas dan empati mampu memiliki peran sebagai prediktor dan memprediksi terjadinya perilaku prososial mahasiswa, kontribusi pengaruhnya 74.9%. Dibuktikan dengan nilai F = 145.096 dan nilai p = 0.000 (p<0.05). Hipotesis dua yaitu asertivitas mampu memprediksi perilaku prososial  mahasiswa dibuktikan dengan nilai beta=0.193 dan nilai p=0.026 (p<0.05) dan hipotesis tiga empati mampu memprediksi perilaku prososial  mahasiswa dibuktikan dengan nilai beta=0.856 dan nilai p=0.000 (p<0.05).