cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 50, No 2 (2021): September" : 11 Documents clear
Penerapan Pancasila Sebagai Dasar Kehidupan Bermasyarakat Wandani, Amalia Rizki; Dewi, Dinie Anggraeni
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.29797

Abstract

With the eroding of Pancasila values little by little among the people makes the Indonesian nation can be threatened with losing its character. Whereas Pancasila is the source of all legal resources that should be used as guidelines for the life of society, nation and state. The writing of this article using qualitative methods is a study based on the theory and data available. The sources cited in this paper are journals, articles, and thesis. The first President of Indonesia, Ir. Soekarno, suggested that Pancasila is the content and soul of the Indonesian nation that has existed since time immemorial that has long been buried due to western power. In contrast to the opinion of Notonegoro, he revealed that Pancasila is what is wanted to be the foundation of Indonesian life.  With the existence of globalization and media that causes the exchange of culture faster, the value of Pancasila is fading therefore it is necessary to understand that the value of Pancasila is not only understood in theory but can be applied in public life. In Pancasila itself certainly contains very sacred values. Among them is the value of godliness, not only obliging every citizen of diverse countries but also respecting each other's religious differences. The value of humanity, having the same equality as a creature created by God Almighty The value of unity, must help each other between human beings. The value of deliberation / consensus, which always put forward the common interest. The value of justice, always put justice first. Therefore we as citizens and part of the Unitary State of the Republic of Indonesia are able to apply it in public life. It is expected that even though the times continue to develop people do not forget the value of Pancasila because in essence Pancasila is always able to adjust to the development of the times.Dengan terkikisnya nilai-nilai Pancasila sedikit demi sedikit dikalangan masyarakat membuat bangsa Indonesia bisa terancam kehilangan karakternya. Padahal Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang harus dijadikan pedoman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif merupakan penelitian berdasarkan teori dan data yang tersedia. Sumber-sumber yang dikutip dalam penulisan ini berupa jurnal, artikel, dan skripsi. Presiden pertama RI yaitu Ir. Soekarno mengemukakan bahwa Pancasila merupakan isi dan jiwa bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu kala yang telah lama terkubur akibat adanya kebuadayaan barat. Berbeda dengan pendapat dari Notonegoro, beliau mengungkapkan bahwa Pancasila adalah yang diinginkan agar menjadi landasan hidup bangsa Indonesia. Dengan adanya globalisasi dan media yang menyebabkan pertukaran kebudayaan semakin cepat, nilai pancasila pun semakin pudar oleh sebab itu diperlukan adanya pemahaman agar nilai pancasila bukan hanya dipahami secara teori saja namun bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pancasila sendiri tentunya mengandung nilai-nilai yang sangat sakral. Diantaranya adalah nilai ketuhanan, bukan hanya mewajibkan setiap warga negara beragaman namun juga saling menghormati perbedaan agama yang ada. Nilai kemanusiaan, memiliki kesetaraan yang sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa Nilai persatuan, harus saling mambantu antar sesama manusia. Nilai musyawarah/mufakat, yang selalu mengedepankan kepentingan bersama. Nilai keadilan, selalu mengedepankan keadilan. oleh karena itu haruslah kita sebagai warga negara dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan meskipun zaman terus berkembang masyarakat tak melupakan nilai pancasila karena pada hakikatnya pancasila selalu mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Benturan Globalisasi : Pengikisan Moral Bangsa Pratama, Nabella Yaniariza Putri
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.29825

Abstract

This study aims to provide an overview of the impact of globalization on the Indonesian nation, especially for the younger generation, who are currently deprived of morale due to the impact of globalization. This research method uses a qualitative approach with literature review methods and several case studies. The informants of this research come from several scientific journals, electronic books, and other sources whose accuracy has been confirmed by data collection techniques in the form of document studies. The results show that the impact of globalization has a very big influence on the morale of the Indonesian people. Globalization makes Indonesian people have a lifestyle that is not in accordance with the values embedded in Pancasila. There are so many impacts caused by globalization, especially for the future generations of the nation who always follow the flow of globalization without being able to filter the positive and negative impacts. By conducting this research, it is hoped that the Indonesian people, especially the nation's future young generation, will be able to know, sort out, and avoid the negative impacts of globalization that enter Indonesia freely. 
Efektivitas Teknik Shaping Menggunakan Sistem E-Learning untuk Meningkatkan Durasi Perilaku On-Task Anak Tunadaksa Tisnawati, Nur Rohimah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.30338

Abstract

Pandemic covid-19 mengakibatkan perubahan cara belajar seperti penggunaan e-learning. Pada pelaksaannya menimbulkan masalah pada perilaku on-task terhadap anak tunadaksa ketika e-learning dilaksanakan, seperti mudah terdistraksi serta melakukan hal yang tidak berhubungan dangan pembelajaran.  Hal tersebut dapat mempengaruhi capaian kademis anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan durasi perilaku on-task kerika pelaksanaan e-learning menggunakan Teknik shaping untuk anak tunadaksa. Penelitian menggunakan single subject research dengan desain A-B-A serta dilakukan selama 8 sesi. Subjek merupakan anak dengan hambatan tunadaksa kelas 6 sekolah dasar. Analisis data yaitu dengan membandingkan data durasi Baseline (a) dengan baseline (A2). Data peningkatan durasi diperoleh yaitu didapatkan rata rata durasi baseline (A) 172 detik naik pada baseline (A2) yaitu 281 detik. Terbukti bahwa Teknik shaping pada elearning terbukti efektif untuk meningkatkan durasi perilaku on-task anak tunadaksa.
Identifikasi dan Pemetaan Kesulitan Guru DalamMateri Hukum Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Rejekiningsih, Triana; Gunawati, Dewi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.13220

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan memetakan kesulitan guru dalam materi hukum pada mata pelajaran PPKn SMA. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan modul pengayaan materi hukum pada mata pelajaran PPKn SMA yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi guru PPKn. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah. Analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini, adalah: 1).Identifikasi materi PPKn bidang hukum yang sulit untuk dipahami oleh guru-guru PPKn antara lain Penggolongan hukum, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara dan PTUN, Hubungan Internasional, terutama mengenai tahap-tahap dan macam-macam, Peradilan di Indonesia, Hukum Perjanjian, dan Peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan. 2).Upaya  mengatasi kesulitan terhadap materi PPKn guru-guru  melakukan solusi dengan cara belajar melalui media internet, membaca buku, browsing internet, melihat konten di youtube sebagai tambahan materi, memberikan penugasan pada anak untuk mencari informasi dan mempresentasikan, melakukan diskusikan dengan orang yang paham tentang hukum, dan menghafal pasal hukum, melihat kembali buku referensi. Selanjutnya faktor-faktor kesulitan dalam memahami materi hukum pada Mata Pelajaran PPKn di sekolah terbaik dalam faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain anak kurang berminat dengan materi, terganggunya konsentrasi belajar, penyampaian materi kurang menarik dan materi hukum kurang aplikatìf, metode pengajaran, media yang digunakan, kompleksitas materi yang disampaiakan, kurangnya kesadaran wawasan kebangsaa, kurangnya minat membaca dan literasi, kurangnya jam pembelajaran PPKn. Sedangkan faktor eksternal antara lain kurang menguasai istilah-istilah asing di buku ajar, terlalu panjang bacaan pada buku ajar, materi belum sesuai dengan perkembangan jaman, materi kurang memberikan contoh-contoh penerapan kehidupan sehari-hari, kurang mendukungnya kondisi lingkungan belajar peserta didik, kurangnya sarana prasarana, khususnya fasilitas internet. Guru-guru PPKn SMA sangat membutuhkan kegiatan pelatihan dan pendampingan materi PPKn bidang hukum untuk menghadapi berbagai miss konsepsi pada materi hukum.
Analisis Literasi Kimia Peserta Didik pada Pembelajaran Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit dengan Menggunakan Produk Budaya Palembang Wiradharma, Gunawan; Prasetyo, Mario Aditya; Sari, Novitalia Ablinda; Syinta, Irhamny Maya; Anam, Khaerul
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.31334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis literasi kimia dan identitas budaya pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Palembang pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 dengan subjek penelitian terdiri atas 36 peserta didik kelas X IPA 1. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, reflektif jurnal, wawancara guru, laboran, dan peserta didik, serta tes literasi kimia. Tahapan pembelajaran dilakukan analisis literasi kimia peserta didik. Hasil analisis literasi kimia peserta didik menunjukkan bahwa pada aspek gagasan ilmiah umum mereka dapat melakukan penyelidikan ilmiah terhadap produk budaya Palembang dengan mengidentifikasi, mengajukan pendapat untuk menjelaskan fenomena, dan berusaha membuat generalisasi temuan melalui identifikasi uji daya hantar listrik larutan elektrolit dan nonelektrolit pada produk budaya tersebut. Pada aspek pengetahuan kimia peserta didik menjelaskan pengaruh fenomena makroskopis terhadap daya hantar larutan, menyelidiki dinamika proses reaksi ionisasi larutan garam, dan menjelaskan proses kimia yang terjadi pada uji elektrolit produk budaya Palembang. Aspek kimia dalam konteks menjelaskan fenomena daya hantar listrik pada larutan elektrolit dan nonelektrolit yang terdapat pada produk budaya Palembang melalui bukti-bukti ilmiah serta memahami relevansi dan kegunaan larutan elektrolit dalam produk budaya. Pada aspek keterampilan belajar tingkat tinggi peserta didik mampu bertanya mengenai fenomena dalam uji elektrolit sederhana dan berusaha mencari informasi dalam berdiskusi tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit. Pada aspek afektif peserta didik menunjukkan minat mengenai isu kimia yang dikaitkan pada produk budaya Palembang dengan menganalisis dan memberikan solusi terhadap suatu permasalahan. Berdasarkan tes literasi kimia peserta didik secara keseluruhan menunjukkan sebanyak 14% peserta didik mencapai level sangat baik, 81% peserta didik mencapai level baik, 5% peserta didik mencapai level cukup, dan tidak ada peserta didik yang mecapai lebel kurang baik dan kurang baik sekali. Hasil literasi peserta didik yang meningkat menyebabkan pembelajaran menjadi kontekstual dan bermakna walaupun selama pembelajaran berlangsung secara daring.
Penerapan Pancasila Sebagai Dasar Kehidupan Bermasyarakat Wandani, Amalia Rizki; Dewi, Dinie Anggraeni
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.29797

Abstract

With the eroding of Pancasila values little by little among the people makes the Indonesian nation can be threatened with losing its character. Whereas Pancasila is the source of all legal resources that should be used as guidelines for the life of society, nation and state. The writing of this article using qualitative methods is a study based on the theory and data available. The sources cited in this paper are journals, articles, and thesis. The first President of Indonesia, Ir. Soekarno, suggested that Pancasila is the content and soul of the Indonesian nation that has existed since time immemorial that has long been buried due to western power. In contrast to the opinion of Notonegoro, he revealed that Pancasila is what is wanted to be the foundation of Indonesian life.  With the existence of globalization and media that causes the exchange of culture faster, the value of Pancasila is fading therefore it is necessary to understand that the value of Pancasila is not only understood in theory but can be applied in public life. In Pancasila itself certainly contains very sacred values. Among them is the value of godliness, not only obliging every citizen of diverse countries but also respecting each other's religious differences. The value of humanity, having the same equality as a creature created by God Almighty The value of unity, must help each other between human beings. The value of deliberation / consensus, which always put forward the common interest. The value of justice, always put justice first. Therefore we as citizens and part of the Unitary State of the Republic of Indonesia are able to apply it in public life. It is expected that even though the times continue to develop people do not forget the value of Pancasila because in essence Pancasila is always able to adjust to the development of the times.Dengan terkikisnya nilai-nilai Pancasila sedikit demi sedikit dikalangan masyarakat membuat bangsa Indonesia bisa terancam kehilangan karakternya. Padahal Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang harus dijadikan pedoman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif merupakan penelitian berdasarkan teori dan data yang tersedia. Sumber-sumber yang dikutip dalam penulisan ini berupa jurnal, artikel, dan skripsi. Presiden pertama RI yaitu Ir. Soekarno mengemukakan bahwa Pancasila merupakan isi dan jiwa bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu kala yang telah lama terkubur akibat adanya kebuadayaan barat. Berbeda dengan pendapat dari Notonegoro, beliau mengungkapkan bahwa Pancasila adalah yang diinginkan agar menjadi landasan hidup bangsa Indonesia. Dengan adanya globalisasi dan media yang menyebabkan pertukaran kebudayaan semakin cepat, nilai pancasila pun semakin pudar oleh sebab itu diperlukan adanya pemahaman agar nilai pancasila bukan hanya dipahami secara teori saja namun bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pancasila sendiri tentunya mengandung nilai-nilai yang sangat sakral. Diantaranya adalah nilai ketuhanan, bukan hanya mewajibkan setiap warga negara beragaman namun juga saling menghormati perbedaan agama yang ada. Nilai kemanusiaan, memiliki kesetaraan yang sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa Nilai persatuan, harus saling mambantu antar sesama manusia. Nilai musyawarah/mufakat, yang selalu mengedepankan kepentingan bersama. Nilai keadilan, selalu mengedepankan keadilan. oleh karena itu haruslah kita sebagai warga negara dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan meskipun zaman terus berkembang masyarakat tak melupakan nilai pancasila karena pada hakikatnya pancasila selalu mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Benturan Globalisasi : Pengikisan Moral Bangsa Pratama, Nabella Yaniariza Putri
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.29825

Abstract

This study aims to provide an overview of the impact of globalization on the Indonesian nation, especially for the younger generation, who are currently deprived of morale due to the impact of globalization. This research method uses a qualitative approach with literature review methods and several case studies. The informants of this research come from several scientific journals, electronic books, and other sources whose accuracy has been confirmed by data collection techniques in the form of document studies. The results show that the impact of globalization has a very big influence on the morale of the Indonesian people. Globalization makes Indonesian people have a lifestyle that is not in accordance with the values embedded in Pancasila. There are so many impacts caused by globalization, especially for the future generations of the nation who always follow the flow of globalization without being able to filter the positive and negative impacts. By conducting this research, it is hoped that the Indonesian people, especially the nation's future young generation, will be able to know, sort out, and avoid the negative impacts of globalization that enter Indonesia freely. 
Efektivitas Teknik Shaping Menggunakan Sistem E-Learning untuk Meningkatkan Durasi Perilaku On-Task Anak Tunadaksa Tisnawati, Nur Rohimah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.30338

Abstract

Pandemic covid-19 mengakibatkan perubahan cara belajar seperti penggunaan e-learning. Pada pelaksaannya menimbulkan masalah pada perilaku on-task terhadap anak tunadaksa ketika e-learning dilaksanakan, seperti mudah terdistraksi serta melakukan hal yang tidak berhubungan dangan pembelajaran.  Hal tersebut dapat mempengaruhi capaian kademis anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan durasi perilaku on-task kerika pelaksanaan e-learning menggunakan Teknik shaping untuk anak tunadaksa. Penelitian menggunakan single subject research dengan desain A-B-A serta dilakukan selama 8 sesi. Subjek merupakan anak dengan hambatan tunadaksa kelas 6 sekolah dasar. Analisis data yaitu dengan membandingkan data durasi Baseline (a) dengan baseline (A2). Data peningkatan durasi diperoleh yaitu didapatkan rata rata durasi baseline (A) 172 detik naik pada baseline (A2) yaitu 281 detik. Terbukti bahwa Teknik shaping pada elearning terbukti efektif untuk meningkatkan durasi perilaku on-task anak tunadaksa.
Identifikasi dan Pemetaan Kesulitan Guru DalamMateri Hukum Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Rejekiningsih, Triana; Gunawati, Dewi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.13220

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan memetakan kesulitan guru dalam materi hukum pada mata pelajaran PPKn SMA. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan modul pengayaan materi hukum pada mata pelajaran PPKn SMA yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi guru PPKn. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah. Analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini, adalah: 1).Identifikasi materi PPKn bidang hukum yang sulit untuk dipahami oleh guru-guru PPKn antara lain Penggolongan hukum, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara dan PTUN, Hubungan Internasional, terutama mengenai tahap-tahap dan macam-macam, Peradilan di Indonesia, Hukum Perjanjian, dan Peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan. 2).Upaya  mengatasi kesulitan terhadap materi PPKn guru-guru  melakukan solusi dengan cara belajar melalui media internet, membaca buku, browsing internet, melihat konten di youtube sebagai tambahan materi, memberikan penugasan pada anak untuk mencari informasi dan mempresentasikan, melakukan diskusikan dengan orang yang paham tentang hukum, dan menghafal pasal hukum, melihat kembali buku referensi. Selanjutnya faktor-faktor kesulitan dalam memahami materi hukum pada Mata Pelajaran PPKn di sekolah terbaik dalam faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain anak kurang berminat dengan materi, terganggunya konsentrasi belajar, penyampaian materi kurang menarik dan materi hukum kurang aplikatìf, metode pengajaran, media yang digunakan, kompleksitas materi yang disampaiakan, kurangnya kesadaran wawasan kebangsaa, kurangnya minat membaca dan literasi, kurangnya jam pembelajaran PPKn. Sedangkan faktor eksternal antara lain kurang menguasai istilah-istilah asing di buku ajar, terlalu panjang bacaan pada buku ajar, materi belum sesuai dengan perkembangan jaman, materi kurang memberikan contoh-contoh penerapan kehidupan sehari-hari, kurang mendukungnya kondisi lingkungan belajar peserta didik, kurangnya sarana prasarana, khususnya fasilitas internet. Guru-guru PPKn SMA sangat membutuhkan kegiatan pelatihan dan pendampingan materi PPKn bidang hukum untuk menghadapi berbagai miss konsepsi pada materi hukum.
Analisis Literasi Kimia Peserta Didik pada Pembelajaran Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit dengan Menggunakan Produk Budaya Palembang Wiradharma, Gunawan; Prasetyo, Mario Aditya; Sari, Novitalia Ablinda; Syinta, Irhamny Maya; Anam, Khaerul
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i2.31334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis literasi kimia dan identitas budaya pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Palembang pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 dengan subjek penelitian terdiri atas 36 peserta didik kelas X IPA 1. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, reflektif jurnal, wawancara guru, laboran, dan peserta didik, serta tes literasi kimia. Tahapan pembelajaran dilakukan analisis literasi kimia peserta didik. Hasil analisis literasi kimia peserta didik menunjukkan bahwa pada aspek gagasan ilmiah umum mereka dapat melakukan penyelidikan ilmiah terhadap produk budaya Palembang dengan mengidentifikasi, mengajukan pendapat untuk menjelaskan fenomena, dan berusaha membuat generalisasi temuan melalui identifikasi uji daya hantar listrik larutan elektrolit dan nonelektrolit pada produk budaya tersebut. Pada aspek pengetahuan kimia peserta didik menjelaskan pengaruh fenomena makroskopis terhadap daya hantar larutan, menyelidiki dinamika proses reaksi ionisasi larutan garam, dan menjelaskan proses kimia yang terjadi pada uji elektrolit produk budaya Palembang. Aspek kimia dalam konteks menjelaskan fenomena daya hantar listrik pada larutan elektrolit dan nonelektrolit yang terdapat pada produk budaya Palembang melalui bukti-bukti ilmiah serta memahami relevansi dan kegunaan larutan elektrolit dalam produk budaya. Pada aspek keterampilan belajar tingkat tinggi peserta didik mampu bertanya mengenai fenomena dalam uji elektrolit sederhana dan berusaha mencari informasi dalam berdiskusi tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit. Pada aspek afektif peserta didik menunjukkan minat mengenai isu kimia yang dikaitkan pada produk budaya Palembang dengan menganalisis dan memberikan solusi terhadap suatu permasalahan. Berdasarkan tes literasi kimia peserta didik secara keseluruhan menunjukkan sebanyak 14% peserta didik mencapai level sangat baik, 81% peserta didik mencapai level baik, 5% peserta didik mencapai level cukup, dan tidak ada peserta didik yang mecapai lebel kurang baik dan kurang baik sekali. Hasil literasi peserta didik yang meningkat menyebabkan pembelajaran menjadi kontekstual dan bermakna walaupun selama pembelajaran berlangsung secara daring.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue