cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA (MELAYU) DALAM SASTRA LISAN MASYARAKAT KOTA TANJUNGPINANG Suhardi, Suhardi; Riauwati, Riauwati
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat kota Tanjungpinang sesungguhnya memiliki berbagai bentuk sastra lisan, akan tetapi tidak banyak para generasi mudanya mengenal bentuk-bentuk sastra lisan tersebut. Proses pewarisan sastra lisan dari para tetua ke generasi muda tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Semakin sedikitnya orang-orang yang menguasai berbagai bentuk sastra lisan di kota Tanjungpinang. Tujuan penelitian yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sastra lisan masyarakat kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif, yaitu deskripsi nilai-nilai budaya (Melayu) dalam legenda masyarakat Kota Tanjungpinang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik wawancara, catat, dan dokumen tertulis (jika data dirasakan kurang lengkap). Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis nilai-nilai budaya (Melayu) dalam sastra lisan masyarakat kota Tanjung-pinang.Actually, Tanjungpinang city’s communities have various forms of legends, but not many from the elders to the youngers generation does not run as expected. This is compounded by fewer and fewer people who mastered various forms of oral literature of the city (the death of the poets and humanists senior). Event oral literary criticism is also in line with the sluggishness of writing oral literature itself. Not a lot of the results of oral literary criticism of the community that born from critics of the city. Both criticisms were delivered in the city’s newspapers, scientific journals, and as well as in book form. Oral literature of the communities have been little touched by critics of the city. The aim of research that researcher does is to determine the values of the culture contained in oral literature of the community. The research method that researcher uses in this research is quantitative method. The results obtained are the discovery of some form of legends, myths and fairy tales. Likewise some form of cultural values.
KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA SMA Rozana, Rita; R., Syahrul; Basri, Irfani
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan kontribusi motivasi belajar terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X MAN 1 Bukittinggi; (2) menjelaskan kontribusi penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X MAN 1 Bukittinggi; (3) menjelaskan kontribusi motivasi belajar dan penguasaan kosakata secara bersama-sama terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X MAN 1 Bukittinggi. Sampel penelitian dari jumlah populasi setiap kelas, yaitu 43 siswa. Data penelitian ini berupa skor hasil pengisian angket motivasi belajar, skor hasil tes penguasaan kosakata, dan skor hasil tes keterampilan menulis teks eksposisi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar dan penguasaan kosakata dapat dijadikan prediktor untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis teks eksposisi. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis, maka siswa diberikan motivasi belajar menulis dan penguasaan kosakata.This study aims to: (1) explain the contribution of learning motivation to the writing skills of exposition text of class X MAN 1 Bukittinggi students; (2) explain the contribution of vocabulary mastery to the writing skills of exposition text of class X MAN 1 Bukittinggi students; (3) explain the contribution of learning motivation and vocabulary mastery to the writing skills of exposition text of class X MAN 1 Bukittinggi students. The sample of the study of the total population in each class is 43 students. The data of this research are the score taken from the result of learning motivation questionnaire, the score of vocabulary test, and the score of test of exposition text writing skill. Based on the results of the research, it can be concluded that the motivation of learning and mastery of vocabulary can be used as a predictor to improve the results of learning skills of writing exposition text. Therefore, to improve learning outcomes in writing skills, the students are given the motivation to learn writing and mastering vocabulary.
KEMAMPUAN RESEPTIF ANAK USIA TIGA TAHUN TERHADAP TINDAK TUTUR DIREKTIF Ocktarani, Yesika Maya
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang kompetensi anak usia tiga tahun dalam mempersepsi dan memproduksi tindak tutur direktif baik yang diucapkan secara langsung maupun tidak langsung. Seluruh data yang disajikan, diperoleh melalui observasi langsung terhadap empat anak yang berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang sosial ekonomi yang berbeda serta wawancara mendalam kepada guru dan orang tua anak. Data yang berupa tuturan maupun respon tindakan anak, diklasifikasikan berdasar jenis tindak tutur direktifnyasedang data yang berupa informasi dari guru dan orang tua disajikan sebagai gambaran keseharian aktivitas dan lingkungan kebahasaan keluarga si anak. Dari hasil penelitian tampak bahwa bahwa anak usia tiga tahun telah memiliki kompetensi dalam TTD. Kemampuan anak mempersepsi tindak tutur mewujud dalam respon verbal maupun tindakan terhadap tuturan orang lain. Sementara kemampuan memproduksi TTD juga sudah mulai terlihat pada kemampuan menggunakan tuturan langsung maupun tidak langsung, meskipun dalam bentuk yang sederhana.Kemampuan tersebut tidak lepas dari dukungan lingkungan kebahasaan yang dimiliki anak berupa stimulasi verbal seperti ajakan berbicara dan pujian yang di dapat dari rumah maupun sekolah.This paper is aimed to give perspective about children’s pragmatic competence particularly on their performance in Directive Speech Acts (DSA) and also to describe their linguistic environment which supports their pragmatic performance.Direct observation is used in order to get data naturally and it is also completed by indepth-interview with children’s parents and teachers. Children’s responses as the unit of analysis are classified based on the type of responses toward DSA,whereas the information from parents and teachers is used to describe child environment. The result shows that 3-year-old children have had receptive ability towards DSA. They ability in understanding DSA, which formed in direct and indirect speech, can be seen through their responses to one’s DSA, both verbally and non-verbally. In other hand, they also have ability to produce DSA, although still in simple utterances. They can use both direct and indirect form of DSA to express their intention. Another result of this research is that children should have linguistic environment to stimulate their ability in using language as tools of communication. The more children interact verbally with a speech community, the better their pragmatic competence will be.
CIVILIZING ”THE OLD SOUTH” THROUGH MARGARET MITCHELL’SGONE WITH THE WIND Rasiah, Rasiah
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gone With The Wind (GWTW) (1936) merupakan salah satu novel Amerika yang  merekam pengalaman perbudakan kaum kulit hitam dan perang sipil yang dibayangkan terjadi pada era antebelum Amerika  melalui sudut pandang kulit putih. Dengan memusatkan padakarakter protagonist perempuan kulit putih Selatan, pengarang berupaya untuk memberadapkan kehidupan “Old South” yang memiliki institusi ganjil perbudakan, dan mengutuk perang sipil yang telah memporak-porandakan kehidupan harmonis di Selatan. Inilah yang menjadi isu problematik yang ingin dianalisis dalam tulisan ini. Mengapa novel GWTW berupaya memuliakan kehidupan di Old South pada era sebelum perang sipil Amerika? Dengan perspektif hegemoni, penelitian ini menemukan bahwa novel GWTW merupakan salah satu sarana untuk mempertahankan narasi kolonial putih. Melalui representasi kehidupan harmonis di Selatan yang tampak pada tampilan perempuan dan laki-laki kulit putih yang rupawan, hubungan yang harmonis antara budak kulit hitam dan majikan kulit putih, gender, alam Selatan yang kaya raya, serta stratifikasi sosial menegaskan bahwa kehidupan di Old South pada masa antebelum merupakan gambaran kehidupan yang harmonis. Ini berarti bahwa protes terhadap perbudakan dan munculnya perang sipil merupakan hal yang tidak benar karena hal tersebut hanya memporak-porandakan tatanan kehidupan yang sudah mapan di Old South.berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa novel GWTW merupakan merupakan kelanjutan dari wacana kolonial kulit putih yang muncul di era pasca kolonial (pasca perbudakan) untuk melegitimasi kekuasaan mereka. Gone With The Wind(GWTW) (1936) is an american novel which recorded the imagined experience of Black slavery and Civil War in the United States of America (pre and post-1865) based on the eye of WhiteSoutherner.Centered upon the SouthernWhite female protagonist character, the author sought to civilize the Old South life in antebellum Americawhich owned the peculiar institution of slavery and condemned the Civil War as it was rumaging the harmonious life in the Old South. The problematic case to be exposed in study is why and how the novel seemed seeks to glorify the life in antebellum Souththat embraced racism in the odd slavery institution? By hegemony perspective, this study found that the effort to civilize the Old Southin this novel is a way to persist the colonial White narration about the slavery institution. Through the depiction of Southern Belle and gentlemen hero, the natural landscape, the harmonious relation between Black slave and White master affirmed the life in the South was harmoniuos and stable. It means that the protes towards the Black enslavement and Civil War became irrelevant. To sum up, the discourse of White colonialisme to legitimate their power as a ruler in society is continued to be constructed in post-colonial discourse, as this novel appeared in the twenty century. 
IDENTIFIKASI TEKS BERGENRE CERITA BERMUATAN NILAI KONSERVASI Wagiran, Wagiran; Utomo, Asep Purwo Yudi; Cahyani, Dayu Lintang Dwi
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai konservasi harus diidentifikasi ke dalam tataran konkret dan operasional untuk mendukung pencapaian visi UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai konservasi dalam berbagai teks bergenre cerita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan, tahap analisis kebutuhan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya: (1) nilai konservasi dalam cerita terdiri atas delapan nilai konservasi sesuai dengan indikatornya, dan (2) cerita-cerita yang terpilih memiliki kelayakan sebagai bahan buku pengayaan kepribadian karena memuat nilai konservasi yang sesuai dengan indikatornya.Conservative value need to be identified into concrete and operational level to support the fulfiltment of UNNES vision as a University with conservative inshight and international reputation. The aims of this research is to identify the concervative values from verying text with story genre . This research use development researchdesign, needs analysis phase. Data collection method used is decoment collection method. Data were analyzed by using qualitative descriptive technique. The result of the research found: (a) conservative value in the stories consist of eight conservative value in accordance with the indicator , and (b) the stories selected is feasible as material books for personality enrichment because it contains conservative values in accordance with the indicator.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF MEMINTA MAAF PADA MASYARAKAT MUSLIM MELALUI MEDIA SOSIAL DI HARI RAYA Anshori, Dadang S.
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengetengahkan deskripsi penggunaan wujud lingual dan strategi tindak tutur ekspresif meminta maaf yang dilakukan masyarakat muslim Indonesia melalui media sosial pada hari raya keagamaan (idul fitri dan idul adha). Data berupa tuturan dikumpulkan dengan teknik dokumentasi melalui rekam-catat. Penutur terdiri atas dosen, mahasiswa, dan guru yang sebagian di antaranya merupakan etnis Sunda. Analisis difokuskan pada bagaimana wujud lingual tindak tutur meminta maaf dan bagaimana strategi tindak tutur yang digunakan pelaku tutur. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa wujud tindak tutur berbentuk tuturan langsung (denotatif) dan tuturan tidak langsung (konotatif). Sementara berdasarkan strategi tindak tutur ditemukan jenis tindak tutur kesopanan terus terang, tindak tutur basa basi positif dan tindak tutur samarsamar. Pada umumnya tuturan berisi permintaan maaf dan doa, sebagian lainnya disertai detail sebagai alasan dan menunjukkan kesungguhan. Detail disampaikan secara puitis menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dengan ungkapan khusus. Namun, tindak tutur meminta maaf yang digunakan masih bersifat umum, tidak ditemukan yang difokuskan pada satu kesalahan tertentu. Demikian pula, tindak tutur tidak sepenuhnya menunjukkan kesungguhan meminta maaf sebagai sebuah ritual keagamaan. Dalam praktiknya tindak tutur hanya digunakan sebagai sebuah kecenderungan budaya baru komunikasi yang mewarnai hari raya keagamaan.This research explores the description of the use of language form and the apologize of expression speech act strategy done by indonesian muslim society through social media on religious moment (idul fitri and idul adha). Data in the form if speech collected by documentation technique through record-write. Speakers consist of lecturers, students, and teachers, some of whom are ethnic Sundanese. The analysis focused on how the lingual form of speech acts apologize and how the strategy of speech act used by speaker. Based on the results of the analysis found that the form speech act in the form of direct speech (denotative) and indirect speech (connotative). While based on speech act strategy found the type of speech act bald on record, positive politeness speech act, and off record speech act. In general, the utterances of apology and prayer, other with the details of the reasons and show sincerity. The detail are conveyed poetically using Indonesian and Sundanesse language with special expressions. But the apologize speech act used are still general, not found to be focused on one particular mistake. As well as speech acts are not wholly apologetic sincerity as a religious ritual. In practice apologize speech acts are used only as a new cultural tren of communication that decorate of religious moment.
ANALISIS FREKUENSI, DURASI DAN INTENSITAS SUARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN JAWA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PRAAT Pranoto, M. Sholihin
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) find out the differences in the frequency of male and female voice, (2) to know how the difference between male and female voice duration, (3) to know how the difference of male and female voice intensity. This research uses instrumental approach, that is using computer with application of Praat program. The population in this study were male voice and adult female voice. The sample in this research is taken the voice of 2 men and the voice of 2 women. The results of this study show that (1) the initial frequency of men is smaller than the female’s initial frequency, the final frequency of the male is smaller than the female final frequency, the male’s highest frequency is smaller than the female high frequency, male is smaller than the lowest female frequency. In general, it can be said that the male voice frequency is smaller than the female voice frequency. (2) The duration of the male voice is longer than the duration of the female voice. (3) The male’s initial intensity is greater than the female’s initial intensity, the male’s final intensity is greater than the female’s final intensity, the male’s highest intensity is greater than the intensity of the female’s high, the male’s lowest intensity is greater than at the lowest intensity of women. In general, it can be said that the intensity of the male voice is greater than the intensity of the female voice.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan frekuensi suara laki-laki dan perempuan, (2) Mengetahui bagaimana perbedaan durasi suara laki-laki dan perempuan, (3) Mengetahui bagaimana perbedaan intensitas suara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan instrumental, yaitu menggunakan komputer dengan pengaplikasian program Praat. Populasi dalam penelitian ini adalah suara laki-laki dan suara perempuan yang dewasa. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah diambil suara 2 orang laki-laki dan suara 2 orang perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Frekuensi awal laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi awal perempuan, frekuensi akhir laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi akhir perempuan, frekuensi tertinggi lakilaki lebih kecil dari pada frekuensi tertinggi perempuan, frekuensi terendah laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi terendah perempuan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa frekuensi suara laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi suara perempuan. (2) Durasi suara laki-laki lebih lama dari pada durasi suara perempuan. (3) Intensitas awal laki-laki lebih besar dari pada intensitas awal perempuan, intensitas akhir laki-laki lebih besar dari pada intensitas akhir perempuan, intensitas tertinggi laki-laki lebih besar dari pada intensitas tertinggi perempuan, intensitas terendah laki-laki lebih besar dari pada intensitas terendah perempuan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa intensitas suara laki-laki lebih besar dari pada intensitas suara perempuan
KESANTUNAN TUTURAN PENYIAR RADIO ERTE FM TEMANGGUNG Imbowati, Dian Indri; Mardikantoro, Hari Bakti; Indiatmoko, Bambang
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang di kaji dalam penelitian ini adalah menganalisis pelanggaran prinsip kesantunan tuturan penyiar radio eRTe FM Temanggung.Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, serta catat. Keabsahan data diuji dengan menggunakan teknik triangulasi.Analisis data menggunakan teknik heuristik.Pelanggaran kesantunan tuturan penyiar radio eRTe FM Temanggung meliputi (1) maksim ketimbangrasaan, (2) maksim kemurahhatian, (3) maksim perkenanan, (4) maksim kerendahhatian, (5) maksim kesetujuan, (6) maksim kesimpatian.Pelanggaran tersebut disebabkan karena penyiar radio hanya mementingkan kekomunikatifan saja, tanpa memperhatikan kesantunan berbahasa.The problem which is studied in this research is about analyzing the violation of the politeness utterance principles of the radio announcers in eRTe FM Temanggung. This research uses theoretical approach and methodological approach. The data is collected using Observation Method and Uninvolved Conversation Observation, tapping and writing technique. The validation of the data is evaluated using triangulation technique. For the analysis of the data, Heuristic Technique is used in this research. The violation of the politeness utterance of the radio announcers in eRTe FM Temanggung occurs in (1) tact maxim (2) generosity maxim (3) approbation maxim (4) modesty maxim (5) agreement maxim (6) sympathy maxim. The violation is caused by the announcers who only focus on the communicativeness without paying attention to the politeness in speaking.
KARAKTERISTIK BAHASA KOMUNIKASI ILMIAH: STUDI PADA JURNAL BAHASA DAN SASTRA DILIHAT DARI KADAR KEILMIAHANNYA Kurniawan, Khaerudin
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to answer the big question of how much is the scientific degree of articles published in the Language and Literature journal FPBS UPI (sites: http://www.ejournal.upi.edu) from the aspects of content of the articles, articles organization, vocabulary and terms of the article, language development and the use of mechanical. This study used descriptive method which applies several steps: first, read the whole article; second, choose articles that show indications of the elements being measured; third, all selected articles are read and reviewed by reference to instruments; fourth, the results of the identification of the five elements are then entered into the list of contents according to the element of group, and fifth, re-checking the values and elements that have been entered in accordance with the group.Based on the analysis results, this study found that the content of the article is categorized as good enough. The article’s organization iscategorized as very good-perfect.The degree of vocabulary and foreign terms chosen and used in the articles are categorized as good enough. Similarly, the degree of language development is indicatedto be in a good categor. The mechanical rate of the mechanical aspects of the article can be categorizedas excellent-perfect. In general the literacy rate of the article in the FPBS UPI Language and Literature journal has a high scientificrate based on the criteria of the content of articles, organizations, vocabulary and terms, language development and the use of mechanical aspectsPenelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan besar yaitu bagaimana kadar keilmiahan isi artikel, organisasi artikel, kosakata dan istilah, pengembangan bahasa dan penggunaan aspek mekanik pada artikel yang dimuat pada jurnal Bahasa dan Sastra FPBS UPI (situs: http// www.ejournal.upi.edu). Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, yaitu: pertama, membaca kesuluruhan artikel; kedua, memilih artikel yang menunjukkan indikasi dari unsur yang diukur; ketiga, seluruh artikel yang terpilih dibaca lagi dan dinilai dengan mengacu pada instrumen; keempat, hasil dari identifikasi kelima unsur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam daftar isian sesuai dengan kelompok unsurnya, dan kelima, pengecekan ulang nilai dan unsur-unsur yang sudah dimasukkan sesuai dengan kelompoknya. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa kadar keilmiahan isi artikel termasuk dalam kategori cukup baik. Dilihat dari kadar keilmiahan organisasi artikel menunjukkan kategori sangat baik-sempurna. Adapun kadar keilmiahan kosakata dan istilah asing yang dipilih dan digunakan dalam artikel pada jurnal tersebut masuk pada kategori cukup baik. Begitu juga dengan kadar keilmiahan pengembangan bahasa menunjukkan skor yang berarti bahwa nilai tersebut memiliki arti kategori cukup baik. Kadar keilmiahan aspek mekanik artikel dapat dikatakan sangat baiksempurna. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar kadar keilmiahan artikel pada jurnal Bahasa dan Sastra FPBS UPI memiliki kadar keilmiahan yang tinggi dilihat dari isi artikel, organisasi, kosakata dan istilah, pengembangan bahasa dan penggunaan aspek mekaniknya.
ELEVATION OF HUMAN CHARACTER BASED ON LOCAL WISDOM THROUGH FOLKLORE WHICH CONTAINS PROPHETIC VALUES AS A STRATEGY OF STRENGTHENING THE NATION’S COMPETITIVENESS Qomariyah, U’um
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the context of culture, folklore as part of the literature has an important position in shaping the character of the nation. Similarly, in the portion of mental formation, because the world in folklore is a world that is built on the dialectical space of beauty and value. Folklore comes with its function as a part to educate the public. Folklore as imaginative creativity of real community, either independently or process interrelationships, is a major source of character education work. In this context, folklore becomes a vehicle for educational in character education, better understanding of the nation’s culture and prophetic values contained.This research is related to the qualification of folklore with the insight of prophetic value as the character development and based on local wisdom. This research uses qualitative approach, with source of interviewees and various documents (text). The technique of data collection is done by purposive sampling with method of text review based on content analysis, interview, and documentation. To know the validity of data the author uses triangulation data method. This writing is expected to increase the nation’s competitiveness in the field of language; the folklore-based characters might be used as teaching material in BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) learning program. In addition, to increase the appreciation of literature, especially the works of local wisdom discoverer based on character.Dalam konteks kebudayaan, cerita rakyat sebagai bagian dari sastra memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter bangsa. Demikian pula dalam porsi pembentukan mental, sebab dunia dalam cerita rakyat merupakan dunia yang dibangun atas dialektika ruang keindahan dan nilai. Cerita rakyat hadir dengan fungsinya sebagai bagian untuk mendidik masyarakat. Cerita rakyat sebagai kreativitas imajinatif yang sesungguhnya dari masyarakat, baik secara mandiri maupun proses antarhubungan, merupakan sumber utama karya pendidikan karakter. Dalam konteks ini, cerita rakyat menjadi wahana edukatif dalam pendidikan karakter, baik pemahaman terhadap budaya bangsa maupun nilai profetis yang terkandung di dalamnya. Nilai profetis menekankan pada relevansi sastra keagamaan yang mendalam sebagai pusat bertemunya dimensi sosial dan transedental dalam penciptaan karya sastra. Semangat ini dianggap sebagai salah satu strategi potensial dalam mengembangkan nilai-nilai karakter dalam tiap sendi kehidupan. Cerita rakyat dengan caranya sendiri mampu menjadi jembatan antara wacana dan implikasinya, antara penghayatan dengan implementasinya, dan antara nilai dan karakternya. Cerita rakyat dengan resapan di alam bawah sadar manusia, akan menjadi elemen pikiran yang menggugah emosi pembaca dan menciptakan karakter. Tulisan ini diharapkan dapat memberi masukan bagi perkembangan ilmu ilmu humaniora khususnya sastra dan budaya serta diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra khususnya karya-karya pengungkap kearifan lokal berbasis karakter. Selain itu, dalam upaya peningkatan daya saing bangsa di bidang bahasa, maka cerita rakyat berbasis karakter dapat digunakan sebagai materi ajar dalam program pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).