cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
TRANSLATING SINGULAR THIRD PERSONAL PRONOUNS: OBSERVATIONS FROM THE INDONESIAN AND JAPANESE CLASSROOMS Arunarsirakul, Angela
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertimbangan status bahasa Inggris sebagai bahasa global membuat bahasa tersebut dihargai di seluruh dunia, serta banyak orang yang inginmempelajarinya sampai pada tingkat kemahiran tertentu. Namun, sama halnya belajar bahasa lain bahwa belajar bahasa Inggris bukan hal yang mudah, seperti yang saya buktikan dari pengalaman mengajar ketika di Indonesia dan Jepang. Berdasarkan pengamatan sebagai bukti anekdot, ada beberapa pertimbangan topik yang sangat spesifik yaitu kata ganti orang ketiga tunggal dan menganalisis tantangan yang muncul pada saat saya mengajar topik tersebut bagi siswa-siswa asing ketika berada di Indonesia dan JepangWith English’s status as a global language, learning the language has become increasingly important with language fluency highly valued and prized around the world. However, as is the case with learning any other language, learning English is not an easy task, as can be attested to based on my teaching experiences in Indonesia and Japan. Drawing upon observations as anecdotal evidence, I consider a very specific topic - namely, singular third personal pronouns - and analyze the specific set of unique challenges that my Indonesian and Japanese students face with this part of speech.
KEEFEKTIFAN MODEL ROLE PLAYING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V DENGAN BERMAIN WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN INTERPERSONAL ANAK DAN KETERAMPILAN BERCERITA Listyarini, Ikha; Pertiwi, Yopy Mayda Intan
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kemampuan interpesrsonal anak dan keterampilan bercerita yang disebabkan kurangnya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan.Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Role Playing dengan bermain wayang pada materi drama kelas V SD Negeri 02 Klapasawit Purbalingga dilihat pada kemampuan interpersonal anak dan keterampilan bercerita serta ketuntasan belajar siswa. Sampel yang diambil adalah 39 siswa kelas VA dan VB dengan menggunakan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Berdasarkan hasil uji t kemampuan interpersonal diketahui t lebih dari t yaitu 8,3183747 > 1,678. Sedangkan untuk uji t keterampilan bercerita diketahui t tabel hitung lebih dari t yaitu 7,13149 > 1,678. Hasil ketuntasan belajar individu untuk siswa kelas kontrol di atas 65% dengan ketuntasan belajar individu tertinggi sebesar 91% dan terendah sebesar 73% dan untuk kelas eksperimen ketuntasan belajar individu di atas 65% dengan ketuntasan belajar individu tertinggi 95% dan terendah 81%. Ketuntasan belajar klasikal untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 85% yaitu 96%. Disimpulkan bahwa melalui penerapan model Role Playing dengan bermain wayang dapat mencapai ketuntasan belajar. Selanjutnya hasil uji t dapat disimpulkan bahwa model Role Playing dengan bermain wayang pada pembelajaran Bahasa Indonesia efektif terhadap kemampuan interpersonal anak dan keterampilan bercerita.This research background is the low ability interpesrsonal children and storytelling skills due to lack of effective learning in optimizing the capabilities and skills. Goals to be achieved in this research is to determine the effectiveness of the model Role Playing with puppets playing the drama material class V SD Negeri 02 Klapasawit Purbalingga as seen the interpersonal skills of children and storytelling skills and mastery learning students. Samples taken were 39 students of class VA and VB using random sampling techniques. The data in this study are obtained through observation, interviews, documentation, and testing. Based on t-test results are known interpersonal skills t hitung more than t is 8,3183747>1,678. Beside for the t test known tcount storytelling skills t hitung more than t tabel is 7,13149>1,678. The results of individual mastery learning for grade control over 65% with the highest individual learning completeness of 91% and the lowest is 73% and for the experimental class learning completeness of individuals above 65% with the highest individual learning completeness 95% and the lowest 81%. Mastery learning classical to experimental class and control class is 85% ie 96%. It is concluded that through the application of models Role Playing with a puppet play can achieve mastery learning. Furthermore, the t test results can be concluded that the model Role Playing with a puppet play in learning Indonesian effectively against child interpersonal skills and storytelling skills.
REPRESENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM DIMENSI PRAKTIK KEWACANAAN DALAM SURAT KABAR BERSKALA NASIONAL DAN REGIONAL Rahmania, Sofi Aulia; Rustono, Rustono; Santoso, Wahyudi Joko
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa dalam pandangan positivisme merupakan media informasi yang selalu memperhatikan aktualisasi dan objektivitas dalam menyampaikan informasi sehingga tidak ada unsur keberpihakan di dalamnya. Namun, dalam pandangan kritis, media massa bukanlah saluran yang bebas dan netral termasuk dalam memberitakan kebijakan pendidikan full day school dan moratorium ujian nasional. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti ihwalrepresentasi kebijakan pendidikan dalam teks berita Harian Kompas, Harian Jawa Pos, dan Harian Suara Merdeka.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis, yaitu analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, cakap, studi pustaka, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis data, kebijakan pendidikan tersebut direpresentasikan secara positif dan negatif.Representasi tersebut ditentukan oleh praktik kewacanaan ketiga media massa tersebut, seperti menolak, mendukung, atau menggiring opini masyarakat seperti yang diinginkan media.Mass media in the view of positivism is a medium of information that always pay attention to the actualization and objectivity in conveying information so that there is no element of alignment in it. However, in a critical view, the mass media is not a free and neutral channel including in preaching full day school education policy and national examinations moratorium. This makes the researcher interested to examine the representation of education policy in Kompas Daily, Jawa Pos daily news, and Suara Merdeka Daily news.This research used a methodological approach, namely descriptive qualitative and theoretical approach, as known as the critical discourse analysis of Norman Fairclough mode. Data collection methods used were the method of referring, proficient, literature study, and documentation.Based on data analysis, the education policy was represented positively and negatively. The representation was determined by the practice of three mass media, such as rejecting, supporting, or heralding public opinion as the media wishes.
POTRET INVESTASI PEREMPUAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI ECOFEMINISM NOVEL PRIMADONA KARYA AHMAD MUNIF Qomariyah, U’um
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme untuk melihat kaitan perempuan dengan kearifan lokal, salah satunya terkait dengan budaya itu sendiri. Dari hasil pembahasan dideskripsikan bahwa potret berbasis kearifan lokal yang terdapat dalam novel Primadona karya Ahmad Munif, meliputi; menjadi bagian dari perkumpulan budaya, bekerja maksimal, pemertahanan dalam pelestarian, dan memberikan motivasi. Adapun faktor yang mendorong perempuan berinvestasi diantaranya faktor kelangsungan hidup, faktor kesadaran berkesenian, faktor rasa memiliki, dan faktor rasa menghargai. Saran yang dapat direkomendasikan adalah hendaknya bisa dilakukan penelitian dalam kaitannya dengan investasi yang dilakukan laki-laki dan diterapkan dalam bidang yang lain sehingga kajian menjadi lebih seimbang. Hal ini tentu saja bisa dilihat dari pendekatan yang lain, tidak hanya dari pendekatan ekofeminisme. This study used  an ecofeminism approach to see  the relationships between women and  local wisdom, one  of which   relates with the culture itself.  The study suggests that the portrait based on  the local wisdom   in  Primadona  novel  written by Ahmad Munif  shows the part of cultural society,   working optimally, maintaining conservation, and giving motivation. The  factors that encourage women to invest,  among others,  are  sustainability of life, awareness  of  art activities,  sense of belonging, and respect . This research recommends that the research relating with the investment done by men and  applied in other fields is needed so that the discussion would be balance.  Further, other approaches, in addition to ecofeminism, can be employed in the study.
BENTUK DAN FAKTOR PENYEBAB PENGGUNAAN JARGON MASYARAKAT NELAYAN DI REMBANG N, Deby Luriawati
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jargon adalah kosakata khusus yang digunakan dalam setiap bidang kehidupan, keahlian, dan lingkunganpekerjaan yang tidak dimengerti kelompok lain. Masyarakat nelayan di Rembang dalam komunikasi sehariharimenggunakan jargon, tetapi, mereka tanpa sadari kadang-kadang menggunakan jargon dengan orangdi luar kelompoknya sehingga lawan tutur mereka tidak paham. Permasalahan dalam penelitian ini adalahbentuk jargon apa sajakah yang digunakan oleh masyarakat nelayan di Rembang dan faktor-faktor apasajakah yang menyebabkan jargon digunakan oleh masyarakat nelayan di Rembang , Data penelitian iniberupa wacana dialog masyarakat nelayan di Rembang yang di dalamnya diduga mengandung jargon. Datadikumpulkan dengan teknik wawancara dan perekaman. Data dianalisis dengan menggunakan metodenormatif dan metode etnografi komunikasi digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab jargondigunakan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Jargon yang digunakanmasyarakat nelayan di Rembang ada yang berbentuk kata tunggal dan kata kompleks, frasa, serta ada yangberbentuk singkatan dan akronim. Faktor yang mentebabkan jargon digunakan, yaitu faktor kebiasaan yangturun temurun dan faktor keinginan masyarakat untuk menunjukkan identitas kelopoknya. Sesuai denganpenelitian ini, saran yang disampaikan adalah (1) bagi masyarakat luar yang ingin berhubungan secaraefektif dengan masyarakat nelayan tersebut harus memahami jargon itu. Diharapkan masyarakat luarmempelajari jargon di sana, (2) situasi kebahasaan dalam masyarakat nelayan dengan segala keunikan dilingkungan mereka ini masih memungkinkan untuk dikaji dari berbagai sudut pandang keilmuan, tidak hanyadari linguistik saja, tetapi dari sudut pandang ilmu lain misalnya ilmu antropologi untuk memperoleh deskripsikeebudayaan pada masyarakat tuturannya secara sistematis dan mendalam.Kata Kunci: bentuk, faktor penyebab jargon, dan masyarakat nelayan
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH Maulani, Hikmah
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang berbagai problematika dalam pembelajaran kemahiran berbahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mendsekripsikan, dan menganalisis problematika pembelajaran kemahiran berbahasa Arab di kelas V semester 2 di MI Ciwahangan Ciamis tahun ajaran 2013/2014. Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas V MI Ciwahangan Ciamis yang berjumlah 17 siswa. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu berupa observasi terstruktur, wawancara mendalam, dokumentasi dan melakukan triangulasi untuk mencari keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini yaitu materi ajar bahasa Arab kelas V MI secara garis besar sesuai dengan kurikulum yang digunakan, namun ditinjau dari segi kemampuan belajar siswa, materi terlalu tinggi dan rumit untuk dijangkau siswa. Metode yang cenderung kurang efektif jika ditinjau dari segi perkembangan peserta didik. Media cenderung kurang inovatif dan kreatif jika ditinjau dari segi perkembangan peserta didik. Secara garis besar evaluasi dilakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. This study discusses the various problems in the learning of Arabic language proficiency in Elementary School. The purpose of this study is to identify and analyze the problems of learning Arabic language proficiency in the second semester of grade V of MI Ciwahangan school year 2013/2014. In its implementation, the researchers applied a qualitative approach with descriptive analysis. The sample used is the Grade V of MI Ciwahangan consisting of 17 students. Data collection is conducted by researchers in the form of structured observation, deep interviews, documentation, and triangulation to find out validity of the data obtained. The results of this study show that Arabic teaching materials of grade V of MI broadly correspond to the curriculum applied. However, from students' learning abilities, the materials are too difficult and complicated for students to be reached. If it is seen from the development of learners, the method of teaching tends to be less effective, and the media tend to be less innovative and creative. The evaluation is generally done based on the determined learning objectives.
KOMPETENSI GRAMATIKAL DAN KONTEKSTUAL MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS DALAM MENULIS PARAGRAF EKSPOSITORI Dwi Areni, Galuh Kirana
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on the competence of grammatical and discourse of English Department students, especially their competence in using correct tense and word order, and in using good coherence-cohesion and unity-completeness. This research aims at gaining a description whether the students have applied both competence well in writing their expository paragraphs. There are two research questions addressed in the study 1) How is the students’ grammatical competence, which is realized in the use of correct grammar and word order,  in their expository paragraphs?; 2) How is the students’ discourse competence, which is realized in the use of good coherence-cohesion and good unity-completeness, in their expository paragraph? The object of the study is the expository paragraphs of Paragraph-based Writing class, English Educational study program, semester 3 in 2009-2010 academic year. There are 32 paragraphs as population, 6 of them were taken randomly as research sample. The procedure of collecting the data was carried out by distributing the intrument of the study in the form of outside-class assignment. Later, the students had to submit their assignments in printed forms. The data were analyzed by using the Azar theory (1989) for the use of tense and word order, and the Boardman-Frydenberg theory (2002) for the use of coherence-cohesion and unity-completeness. Based on the data analysis, it was found out that for the grammatical competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the use of tense. Whereas, for the discourse competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the error in using cohesive devices such as the use of transition signals, pronoun, article, dan demonstrative pronoun. Finally, the pedagogical implication of the study is the students are supposed to fully motivated to be active outside their Writing classes in order to improve their grammatical and discourse competence in writing paragraphs.   Keywords: grammatical competence, discourse competence, tense, word order, coherence, cohesion, unity, completeness
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI BERTEMA ORANG TERCINTA MENGGUNAKAN METODE PARTISIPATORI DENGAN MEDIA BURSA KATA PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 9 PURWOKERTO Budiastuti, Rosi Dwi; Istanti, Wati
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis puisi siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto masih rendah dan perlu ditingkatkan. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh belum mencapai batas nilai kriteria ketuntasan minimal, yaitu 75. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor baik dari siswa maupun guru. Penelitian ini membahas proses, hasil keterampilan, serta perubahan perilaku dalam pembelajaran menulis puisi bertema orang tercinta menggunakan metode partisipatori dengan media bursa kata pada siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses, keterampilan menulis puisi,   orang tercinta menggunakan metode partisipatori dengan media bursa kata pada siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas siklus I dan siklus II. Setiap siklus memiliki empat tahapan kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode partisipatori dengan media bursa kata dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi. Proses pembelajaran mengalami peningkatan perhatian, keantusiasan, dan keaktifan siswa saat mengikuti pembelajaran. Keterampilan menulis puisi siswa kelas VII C SMP Negeri 9 Purwokerto mengalami peningkatan. nilai rata-rata prasiklus ke siklus I sebesar 16,18% dengan nilai rata-rata sebesar 78,68. Peningkatan nilai rata-rata siklus I ke siklus II sebesar 6% dengan nilai rata-rata sebesar 84,68 dalam kategori baik. Tingkah laku siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi mengalami perubahan menuju ke arah lebih baik, bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran, berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan terlihat berkonsentrasi dalam menulis puisi.            The poetry writing skills of students of class VII C SMP 9 Purwokerto is still low and needs to be improved. The mean of score which is derived in the class have not reached yet the criteria minimum score, namely 75. This is caused by several factors, both of students and teachers. This study discusses the process, the result of skill, as well as behavioral changes in learning to write poetry themed participatoryloved ones using the media exchange words in class VII C SMP 9 Purwokerto. This study aims to determine the increase process, poetry writing skills, and behavioral changes in learning to write poetry themed loved ones using participatory methods with media exchanges words in grade of VII C SMP 9 Purwokerto. This research is a classroom action research (PTK) which consists of the first cycle and the second cycle. Each cycle has four phases of activities, including planning, action, observation, and reflection. The results showed that the method of participatory media words exchanges and improves the students skill in writing poetry. The learning process improved attention, enthusiasm and the activeness of students while attending the learning. The poetry writing skills of students of grades VII C SMP 9 Purwokerto improved well. It can be seen from the result ofprasiklus to the first cycle or 16.18% or 78.68. The increasinge of the first cycle to the second cycle of 6% or a total of 84.68 in both categories. The behavior of students in learning to write poetry following the change towards a better, join well in  the learning, play an active role in the learning process, and looks to concentrate on writing poetry.
HUBUNGAN INTERTEKSTUAL ANTARA FILM DAN NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY -, Suseno; Qomariyah, U’um
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat menarik membicarakan dunia film dan novel karena keduanya bukan hanya suatu peristiwa budaya dansosial masyarakat seputarnya, akan tetapi film dan novel merupakan pemain, penentu, peletak dasar yangmerekam realitas kehidupan yang membias darinya. Novel dan film merupakan bentuk dari apresiasi karya senidengan media yang berbeda Berbicara masalah novel dan film tentu merupakan aktivitas yang menarik karenakeduanya berangkat dari pemenuhan apresiasi karya seni. Salah satu novel dan film yang sangat menarikuntuk dikaji adalah AAC. Penelitian ini bermaksud melihat variasi-variasi dan perubahan fungsi yang terdapatdalam film AAC berdasar novel asli selaku hipogramnya dengan meninjau sistem sastra dan sistem filmnyamelalui telaah studi ekranisasi. Untuk mendapatkan keabsahan data, penelitian ini menggunakan validitassemantis, yakni mengetahui keabsahan lewat pemaknaan data. Pemaknaan data didasarkan atas teoriintertekstual yang digunakan sebagai pisau analisisnya. Hasil temuan dipercaya sebagai data setelah dilakukanpembacaan secara berulang-ulang (intrarater). Berdasar hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwaantara film dan novel AAC terdapat perbedaan struktur dan fungsi. Sruktur yang dibahas meliputi alur, tokoh danpenokohan, serta setting. Secara umum, novel dan film AAC mempunyai alur yang hampir sama meskipun jikadirinci keduanya sedikit berbeda; misalnya adanya pengurangan peristiwa, penambahan peristiwa, ataupengubahan letak urutan peristiwa. Sedangkan perbedaan tokoh dan penokohan antara film dan novel AAClebih terletak pada penggambaran dan pengimajian. Dalam novel, penggmbaran tokoh begitu kuat dan ini tidakterlihat jelas dalam film. Begitu juga dengan penggambaran setting. Meskipun pengambilan gambar di film AACdisamakan dengan novelnya, namun kekuatan narasi bahasa novel sepertinya sulit divisualisasikan dalam film.Perbedaan cerita film dan novel menunjukkan bahwa semua itu dilakukan dalam rangka fungsi. Fungsi-fungsitersebut berangkat dari media dan konsumen yang berbeda. Film lebih berorientasi “pasar dan menginginkankarya yang marketable. Selain itu, media, pembaca, dan situasi juga merupakan fungsi-fungsi yang membentukwujud sastra tersendiri.Kata Kunci: novel, film, struktur, fungsi
EMOSI ADAM DALAM NOVEL FANTASI HANTU GAME ONLINE KARYA FAKHRI VIOLINIST: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Haribowo, Ahmad Puthut Wijanarko
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis emosi adam dan bagaimana cara mengendalikan emosi, khususnya bagi anak. dalam penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dan metode deskriptif kualitatif. Analisis data penelitian dengan cara mengklasifikasi macam-macam emosi dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan orang tua, Adam maupun lingkungan sekitar untuk mengotrol emosi Adam, dalam novel fantasi Hantu Game Online. Hasil penelitian ini adalah (1) jenisjenis emosi yang dialami Adam dalam novel Hantu Game Online karya Fakhri Violinist ada enam emosi di antaranya adalah emosi gembira, marah, jijik, takut, kaget, dan kesedihan dan (2) upaya yang dilakukan tokoh utama dalam menghadapi emosi dalam novel fantasi Hantu Game Online karya Fakhri Violinist meliputi tiga upaya, yaitu orang tua mengontrol emosi anak, anak mengendalikan emosi diri dan peran lingkungan sekitar membantu proses perkembangan emosi.Purpose of this study was to determine the types of Adam’s emotions and how to control emotions, especially for children. This study use the psychological of literary approach and descriptive qualitative method. Analysis of experimental data by means of classifying the various emotions of Adam and describing the efforts of Adam’s parents and the environment to control the emotions of Adam, in fantasy novel Hantu Game Online. The results of this study are (1) six emotions of Adams in fantasy novel Hantu Game Online by Fakhri Violinist which is happiness, disgust, afraid, surprise, and sadness. (2) the 3 efforts of Adam’s parents and the environment to control the emotions of Adam which is parents control children emotions, children self control, and the role of surrounding environment to support the development of emotions