cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
NILAI PENDIDIKAN DALAM UPACARA TRADISI HAUL SEMANGKIN DI DESA MAYONG LOR KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA Widagdo, Sungging; Dyah Kurnia, Ermi
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tradisi tentunya memiliki makna, nilai, dan unsur indigenous yang terkandung didalamnya.Haul Semangkin merupakan tradisi asli masyarakat Mayong, Jepara yangmemiliki aneka ragam ritual yakni pentas seni, arak-arakan, tahlil, sesaji, dan wayangan.Ragam dan kekayaan ritual yang ada dalam Haul Semangkin menjadikannya menarikuntuk dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna, fungsi, dan nilai pendidikandari tradisi Haul Semangkin.Data dikumpulkan melalui eksplorasi lapangan denganmetode wawancara, observasi, dan dokumentasi.Data hasil lapangan disajikanmenggunakan tehnik analisis kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukan adanyamakna, fungsi, dan nilai pendidikan yang khas dari rangkaian ritual yang ada dalam HaulSemangkin.Makna tertuang melalui simbol fisik dan non-fisik yang ada dalam ritual HaulSemangkin. Haul Semangkin memiliki fungsi untuk mewujudkan integritas sosial,perbaikan sosial, perwarisan norma sosial, serta pelestarian budaya dan hiburan. Adatiga nilai pendidikan yang tergali dari tradisi Haul Semangkin yaitu nilai pendidikanketuhanan, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budi pekerti. This study aimed to seek indigenous educational significance, function, and values from HaulSemankin tradition, which was originated from original tradition of Mayong society inJepara having various rituals such as art performances, marches, tahlil, offerings, andpuppet shows. Data were collected through field exploration by methods of interview,observation, and documentation. The field result data were presented by applyingdescriptive qualitative analysis technique. Result of the study showed that there werespecific educational significance, function, and values from series of rituals in HaulSemangkin. The significance was poured into physical and non-physical symbols existing onHaul Semangkin rituals. They had function to actualize social integrity, social improvement,social norm succession, as well as entertaining and cultural preservation. Three educationalvalues sought from this tradition were divine educational values, social educational values,and well-behaved educational values.
HAMBATAN PELAKSANAAN (PPL) BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FBS UNNES -, Hardyanto
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan memberikan kesempatanmahasiswa untuk memperoleh pengalaman kependidikan secara langsung.Pada pelaksanaan di lapangan tidak jarang dijumpai kasus-kasus yangmengemuka, salah satunya adalah adanya perbedaan hasil nilai yangmencolok antara persiapan dan pelaksanaan PPL. Oleh karena itu perlukiranya diadakan penelitian tentang pelaksanaan PPL khususnya Prodi PBSJ.Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hambatan pelaksanaan PPLbahasa Jawa adalah penelitian survei. Peneliti melakukan survei terhadapAdapun sumber data pada penelitian ini informan yang berperan dalampelaksanaan praktel PPL yaitu Guru Pamong, Kepala Sekolah, DosenPembimbing, Mahasiswa Praktikan, Siswa. Hasil penelitian menunjukkanpada tahap penyusunan RPP hambatan mahasiswa berkaitan denganpenyusunan rumusan Tujuan Pembelajaran, pemetaan SK dan KD, dankurangnya alokasi waktu materi. Pada tahan penyusunan PelaksanaanPembelajaran hambatan mahasiswa berkaitan dengan keantusiasan siswaterhadap mata pelajaran bahasa Jawa menganggap mahasiswa PPL sebagaiteman, guru Pamong menyerahkan tugas mengajar sepenuhnya padamahasiswa PPL lebih takut pada guru Pamong daripada mahasiswa PPL,Minimnya media pembelajaran yang ada disekolah. Pada tahan penyusunanPelaksanaan Evaluasi Pembelajaran hambatan mahasiswa berkaitan dengansiswa malas untuk mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guruuntuk dikerjakan di rumah, Siswa tidak terbiasa melakukan evaluasi yangsifatnya praktik, dan Evaluasi yang diberikan guru Pamong kebanyakan padaranah kognitif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, maka disarankanperlu koordinasi lebih lanjuta antara UNNES dengan sekolah praktikankhususnya pada awal pelaksanaan PPL serta perlu penyamaan persepsiantara guru pamong dengan dosen pembimbing PPL khususnya padakonsep perencanaan pelaksanaan pembelajaran.Kata Kunci : praktikan, rencana pembelajaran, evaluasi,
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS DENGAN MEDIA KARTU PANTUN Latifah, Arifatul; Setyaningsih, Nas Haryati
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menulis pantun siswa kelas VII F SMP Negeri 24 Semarang belum berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil tes keterampilan dan observasi sikap siswa yang masih rendah. Model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) dengan media kartu pantun dipilih sebagai solusi mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses, peningkatan keterampilan, dan perubahan sikap siswa dalam pembelajaran menulis pantun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas melalui dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan yaitu tes dan nontes. Hasil penelitian proses belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) dengan media kartu pantun. Hasil tes keterampilan siswa mengalami peningkatan dari rata-rata 78,25 menjadi 85,83 dengan persentase ketuntasan 100%. Peningkatan perubahan perilaku siswa menjadi positif terlihat lebih antusias, aktif, bertanggung jawab, dan percaya diri.Learning to write poem in class VII F of SMPN 24 Semarang had not run well. This was proved by the result of skill and observation of student attitudes which were still low. Learning model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) with a media card poem was chosen as a solution to overcome these problem. This study aims to describe the process, improving skills and cahnfe attitudes of students in learning to write poem. This study uses a clas room action reserch design through two cycles, the first cycle and the second cycle. Earch cycle includes planning, action, observation and refletion. The instruments used are test and non test. The result of research and learning process of students has increased after treated by using model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) with poem card media. The result of the skills test of students has increased from an average of 78,25 into 85,83 with tehe percetage of completeness 100%. The improvement of student begavior changes to positive, looks more enthusiastic, active, responsible and confident.
PESTRUKTURAN KLAUSA INTERPERSONAL DALAM PENERJEMAHAN NOVEL BERBAHASA INGGRIS Mujiyanto, Yan
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan mengenai perestrukturan klausa interpersonal untukmenghasilkan teks sasaran yang berpadanan fungsional dengan teks sumbernya. Penelitian yang dilakukandengan ancangan studi kasus ini diarahkan untuk secara terencana menganalisis teks tertulis yang berbahasaInggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Empat langkah pokok yang ditempuh di dalam menganalisisseluruh data ialah (1) penyusutan data, (2) displai data, (3) analisis data, dan (4) inferensi. Dengan prosedur itu,penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut. Struktur gramatika proposisi direstruktur dengan pemertahananseluruh elemen klausa dengan pola klausa yang disesuaikan dengan pola yang lazim dalam BSa. Perpadananfungsional pada aras klausa dapat dicapai dengan mengedepankan ketidaksepadanan (nonequivalence) pada araskata atau kelompok kata; mempertahankan struktur klausa BSu hingga tercipta perpadanan formal baik pada arasfrase maupun klausa; atau melakukan upaya lain yang menghasilkan sejumlah ketidaksepadanan formal. Strukturgramatika proposal digunakan untuk merealisasikan pemakaian bahasa dalam rangka melakukan pertukaranbarang dan jasa dengan fungsi tutur perintah (command), sementara pemberian barang dan jasa direalisasimenggunakan fungsi tutur penawaran (offer).Kata Kunci: restructuring, interpersonal clause, functional equivalence, proposition, proposal
KAJIAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA BERBASIS KECAKAPAN HIDUP Kurniawan, Khaerudin
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah “bagaimanakah penerapan model pendidikan kecakapan hidup di dalam buku teks pelajaran bahasa Indonesia?” Masalah tersebut dapat dirinci sebagai berikut: (1) bagaimana struktur materi keterampilan berbahasa, (2) bagaimana keberadaan materi-materi kecakapan hidup dalam buku teks Bahasa Indonesia, dan (3) aspek-aspek kecakapan hidup apa sajakah yang penting dikembangkan bagi para siswa dalam kepentingannya dengan keperluan hidup dan dunia kerja yang akan mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi, angket, wawancara, dan pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum SMA dan SMK sudah concern pada pengembangan kecakapan hidup, terutama untuk kecakapan berkomunikasi. Setiap kompetensi dasarnya berorientasi pada kecakapan itu: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keadaan seperti itu dapat dipahami mengingat kedua konsep dasar pengembangan kedua kurikulum tersebut berupa pendekatan komunikatif, yakni pendekatan yang berorientasi pada pengembangan kecakapan berkomunikasi siswa.The problem in this research is “how the application of the life skills education model in Indonesia language textbooks?” The problem can be specified as follows: (1)how is the material structure of language skills, (2) how the presence of matter on life skills in Indonesia language textbooks, and (3) what are some aspects of life skills which is important to be developed by students in importance with the necessaries of life and the working world they will face. This study uses content analysis, questionnaires, interviews, and product development techniques. The results showed that the high school and vocational curriculum has been concerned about the development of life skills, especially communication skills. Each competency is essentially oriented on listening, speaking, reading, and writing skills. Such circumstances can be understood considering the two basic concepts of curriculum development are in the form a communicative approach, which is approach that oriented to the communication skills development of the students.
APRESIASI CERPEN “OTSUBERU TO ZOO” KARYA MIYAZAWA KENJI DENGAN METODE STRUKTURAL GENETIK Wardhaningtyas, Setiyani
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goldmann, sebagai pencetus teori struktural genetik, menyatakan adanyahubungan homologi antara karya sastra dengan dunia nyata. Akan tetapi,hubungan itu bukan hubungan langsung melainkan dimediasi oleh pandangandunia pengarang. Melalui karya sastra, pengarang menciptakan dunianyasendiri, yaitu dunia imajinatif. Tiga hal penting dalam struktural genetik yangdijadikan objek data penelitian, yaitu struktur karya sastra, latar belakangsosial historis masyarakat, dan pandangan dunia (worldview) pengarang.Cerpen yang berjudul “Otsuberu to Zoo” karya Miyazawa Kenji menarik untukditeliti karena isi cerpen tersebut menceritakan tentang dunia imajinatif yangdijadikan simbol untuk menyindir kehidupan dunia nyata yang terjadi di Jepangpada saat itu. Isi cerpen tersebut menceritakan tentang seekor gajah yangbekerja di sebuah tempat penggilingan padi milik Ostuberu. Di tempatpenggilingan padi tersebut, sang gajah bekerja sangat keras, bahkan sampai iasendiri tidak kuat menanggung beban kerjanya. Akan tetapi, sang gajahdikurung dan tidak mempunyai pilihan hidup lainnya, sang gajah tidak bisaberbuat apa pun selain melaksanakan pekerjaan tersebut. Pada akhirnya, sanggajah menyadari bahwa ia bisa mempunyai kehidupan yang lain, dan ia bisamelarikan diri dari tempat bekerjanya setelah ia meminta tolong kepadateman-temannya. Struktur karya sastra yang diteliti adalah plot, tema,penokohan, dan latar. Latar belakang sosial historisnya adalah kehidupanpetani Jepang pada masa awal Meeji, dan pandangan dunia pengarang adalahkeadilan. Dari ketiga objek data tersebut, penulis menyimpulkan bahwa temacerpen “Otsuberu to Zoo” merupakan refleksi dari latar belakang historis, yaitumasalah sosial, dalam hal ini adalah ketidakadilan dan ketamakan kaum kapitalterhadap para petani Jepang pada masa awal Meeji.Kata kunci: Struktural genetik, struktur karya sastra, latar belakang sosial-historis,pandangan dunia.
PENGEMBANGAN BUKU POP UP TIGA DIMENSI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI Wahyudi, Fery Ahmad; Doyin, Mukh
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengembangan media pembelajaran buku pop up dalam menulis puisi siswa SDN Negeri 1 Grabag, SDN Negeri 1 Secang, dan SDN Negeri 2 Secang. Pengembangan ini merupakan jenis Research and Development (R&D) yang terdiri atas lima tahap, yaitu survey pendahuluan, awal pengembangan prototipe, validasi desain, desain produk, dan perbaikan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dapat mengetahui kebutuhan pengembangan buku pop up tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD, mengetahui prinsip pengembangan pop up tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD, mengetahui prototipe mengenai produk pengembangan pop up  tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD, dan perbaikan produk buku pop up tiga dimensi sebagai media pembelajaran menulis puisi di SD. Simpulan penelitian pengembangan yang dilakukan peneliti adalah menciptakan suatu media pembelajaran yang inovatif dan kreatif serta karakter media pembelajaran dapat menciptakan suasana yang imajinatif dan partisipatif bagi siswa.The purpose of this study is to recognize the development of learning media which is “pop up” book in writing poeetry for students of SDN 1 Grabag, SDN 1 Secang, and SDN 2 Secang. This development is classified into Research and Development (R&D) which is done through five stages, they are introductory survey, prototype development, design validation, product design, and design improvement. The result of this studi shows that Research and Development (R&D) can explain the necessity of developing 3D pop up bookas a learning media in writing poetry, can also explain the principles of developing 3D pop up book as a learning media in writing poetry and show the prototype about 3D pop up development product as a learning media in writing poetry. The conclusion of this study is creating an interesting and creative media and learning material characters could make an imaginative seeting and could rise the students participation.
PEMANFAATAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA JAWA TINGKAT SMP Yuwono, Agus
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki lebih dari tiga ratus kelompok etnis yang berbeda-beda dan memiliki identitas kebudayaan yang berbeda-beda. Perbedaan inilah pada sisi negatif bisa melemahkan integritas bangsa, tetapi pada sisi lain pada kelompok etnis tersebut ditemukan nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan utama penelitian ini adalah menemukan model pengembangan materi ajar yang memanfaatkan nilai-nilai kearifan lokal dengan harapkan dapat meningkatan integritas bangsa dan harmoni sosial. Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan Research and. Hasil pengembangan materi ajar bahasa Jawa Tingkat SMP dengan memanfaatkan nilai-nilai kearifan lokal yaitu (1) dengan mempertimbangkan fungsi dan pengertian ungkapan-ungkapan tradisional tersebut maka dapat dideskripsikan 17 nilai-nilai kearifan lokal, (2) materi dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yakni materi wacana, materi berbentuk dialog atau percakapan, materi berbentuk (geguritan) atau puisi dan parikan, dan (3) pengembangan materi yang berupa wacana nilai kearifan lokal terletak pada kalimat utama dan kalimat penjelas. Pengembangan materi yang berupa percakapan, nilai kearifan lokal terletak pada prolog, monolog, dialog, dan epilog. Pengembangan materi bentuk tembang dan geguritan terletak pada gatra masing-masing tembang atau geguritan, serta pengembangan materi bentuk parikan terletak pada sampiran maupun isi. Indonesia has more than three hundred different ethnic groups and different cultural identities. Those differences negatively can decline nation integrity. On the other hand, the local wisdom values were found from them. This research main goal was to ind a model of teaching material developing which employed local wisdom values expected to increase nation integrity and social harmony. This research was designed for applying Research and Development model. The results of Javanese language teaching material developing for Junior High School student which employed local wisdom values were: (1) it was described 17 local wisdom values considering the function and the de inition of traditional expressions; (2) the material can be grouped into three big groups as follows: discourse material, dialog form material, geguritan (poetry) and parikan (aphorism); and (3) the discourse material of local wisdom values was situated at main clause and subordinate clause. The dialog material of local wisdom values were set on the prologue, monolog, dialog, and epilogue. The tembang and geguritan material developing was located on each tembang and geguritan phrases. And, the material developing of parikan was placed on its sampiran and content.
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN MINAT MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA UNNES Sukoyo, Joko
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kesulitan yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa adalah mengungkapkan ide dan gagasannya dalam bahasa tulis. Padahal keterampilan menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi mahasiswa di samping keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011/2012 dengan mengambil sampel 30 mahasiswa. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah angket minat minat membaca, tes penguasaan kosakata, dan tes menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan positif yang signifikan antara penguasaan kosakata mahasiswa dengan kemampuan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi sebesar 0,643. 2) ada hubungan positif  yang signifikan antara minat membaca dengan kemampuan menulis eksposisi dengan koefisien korelasi sebesar 0,661. 3) ada hubungan yang positif antara penguasaan kosakata, dan minat membaca secara bersama-sama dengan ketrampilan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi 0,735, dan koefisien determinasi 0,54. One of the difficulties of students in program of Javanese Language and Literature is expressing ideas in writing. Though writing skills is one of language skills very important besides the other skills as listening, speaking and reading. The research was done at the State University of Semarang, in Program of Javanese Language and Literature. The study population was a student of 2011/2012 and the sample is 30 students. Instrument to collecting data was a questionnaire concerning interest in reading, vocabulary test, and test of exposition writing. The results showed that 1) there was a positive relation between vocabulary acquisition and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.643), 2) there was a positive relation between interests in reading and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.661), 3) there was a positive relation between vocabulary, reading interests and exposition writing (correlation coefficient: 0.735 and coefficient of determination: 0.54).
INOVASI PENGAJARAN MATA KULIAH APPRÉCIATION LITTÉRAIRE DENGAN MODEL ADVANCE ORGANIZER Sunahrowi, Sunahrowi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran bahasa dan sastra di semua tingkat pendidikan, utamanya di tingkat pendidikan tinggi, memerlukan sebuah terobosan untuk mencapai hasil yang baik. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah mengajak mahasiswa untuk membaca. Kegiatan membaca, utamanya dalam kegiatan apresiasi sastra, memerlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain hal yang berkaitan dengan sisi emosi (emotif), sisi imajinasi (imajinatif) dan sisi intelektualitas (intelektual). Ketiga hal di atas merupakan pegangan penting dalam kegiatan apresiasi sastra. Selain tiga hal di atas, keberhasilan pengajaran apresiasi sastra juga memerlukan sebuah metode yang sesuai dan tepat. Advance oganiser sebagai sebuah metode yang termaktub dalam uraian yang disampaikan oleh Joyce, dkk., (2009:7-41) merupakan sebuah metode yang tepat untuk diintegrasikan dalam kegiatan pengajaran apresiasi sastra. Mengintegrasikan sebuah model yang tepat dalam sebuah pengajaran merupakan bentuk terobosan yang inovatif sesuai dengan tema besar yang sedang digalakkan oleh Universitas Negeri Semarang sekarang ini, yakni akselarasi inovasi.Learning of language and literature in all education level, especially in varsity level, needs an innovation to achieve the best result. One of the innovations that may be done is encourage the students to read. The reading activity as the part of literature appreciation needs several requisites that should be obeyed. In the literature appreciation the students should understand three things, namely; the thing that relate with emotion, imagination, and intellectual. Those three things are the most important things to hold in literature appreciation. Beside those three things, the success of learning also needs the correct method. Advance organiser is the best method which include in an explanation that has been explained by Joyce, dkk (2009:7-41) this method is the integration method that may be used in learning process of literature appreciation. By integrating a correct model in learning process is the innovation which matches with the big theme that in line with the spirit of Semarang State University.