cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Analisis Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Bilingual Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang Prasetyani, Nurin Yusrina; Tinus, Agus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11600

Abstract

Abstract: This research aims to find out (1) What are the programs in implementing bilingual learning in MTsN 1 Malang? (2) What is the bilingual implementation process in MTsN 1 Malang (3) What factors are supporting and hindering the implementation? This research used a descriptive qualitative approach. Data collection techniques carried out by interview, documentation, and observation. The informants are the School Principal, Curriculum Team, and Bilingual Teachers who are used as primary and secondary data. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, drawing conclusions and testing the validity of the data using source triangulation techniques. Location of research in MTsN 1 Malang. The results of the research showed that (1) Bilingual learning is based on the K-13 curriculum with the learning process using two languages, (2) Application of bilingual is focused on science and mathematics, (3) There is high student motivation, infrastructure facilities that support learning, and language acquisition high. There are inhibiting factors of less competent teaching staff and differences in student characteristics.Keywords: Learning Model, Bilingual, Implementation Abstrak: Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apa saja program dalam implementasi pembelajaran bilingual di MTsN 1 Malang? (2) Bagaimana proses implementasi bilingual di MTsN 1 Malang; (3) Faktor Apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Informannya Kepala Sekolah, Tim Kurikulum, dan Guru Bilingual yang dijadikansebagai data primer dan sekunder. Teknik analisis data meliputi, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan serta pengujian keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Lokasipenelitian di MTsN 1 Kota Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran bilingual dilakukan berlandaskan Kurikulum K-13 dengan proses pembelajaranya menggunakan dua bahasa, (2) Penerapan bilingual terfokus pada sains dan matematika, (3) Adanya motivasi siswa yang tinggi, sarana prasarana yang mendukung pembelajaran, dan penguasaan bahasa yang tinggi. Adanya faktor penghambat dari tenaga pengajar yang kurang kompeten dan perbedaan karakteristik siswa.Kata kunci: Model Pembelajaran, Bilingual, Implementasi
Analisis Kinerja Guru Bersertifikasi Di SMA Negeri 2 Maumere Ernaningsih, Dian; In’am, Akhsanul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11590

Abstract

Abstract: This study aims to find out: 1) how the certified teacher's perception of the objectives of the certification program; 2) what are the obstacles faced by certified post-certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere; 3) how the performance of certified teachers in Maumere 2 Public High Schools is reviewed in terms of pedagogical competence, personal competence, social competence, and professional competence. The research used a quantitative descriptive approach. The data was obtained using observation, interview, documents and question form against 27 certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere. The results showed that: 1) the certified teacher perceptions against objective certification program indicate that teachers perceive certification program and its goal has helped the certified teachers, in particular, an increase in well-being. The teacher argued that certification program designed by the Government in addition to the increase in prosperity as well as for the achievement of increased professionalism, this is demonstrated by the efforts of certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere in improving professionalism; 2. The resistance experienced by a teacher after teaching load i.e. certified demands quarterly filings with securities, the delay in the disbursement of allowances and the mastery of science and technology; 3. certified teacher Performance Sman 2 Maumere is at a good category for performance indicators on the competency of the pedagogic competence, personality, social competence and the competence of professionals.Keywords: Performance, Teacher, Certified Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana persepsi guru bersertifikasi terhadap tujuan program sertifikasi; 2) apa saja hambatan yang dihadapi guru bersertifikasi pasca sertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere; 3) bagaimana kinerja guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere ditinjau dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumen dan angket terhadap 27 guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi guru bersertifikasi terhadap tujuan program sertifikasi menunjukkan bahwa guru memandang program sertifikasi beserta tujuannya telah membantu para guru khususnya guru bersertifikasi dalam peningkatan kesejahteraan. Guru berpendapat bahwa program sertifikasi dirancang oleh pemerintah selain peningkatan kesejahteraan juga untuk tercapainya peningkatan profesionalisme, hal ini ditunjukkan dengan upaya guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere di dalam meningkatkan profesionalismenya; 2) Hambatan yang dialami oleh guru setelah tersertifikasi yaitu beban mengajar, tuntutan pemberkasan per triwulan, keterlambatan pencairan tunjangan dan penguasaan IPTEK; 3) Kinerja guru bersertifikasi SMA Negeri 2 Maumere berada pada kategori baik untuk indikator kinerja pada kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.Kata kunci: Kinerja, Guru, Sertifikasi
Pengembangan Life Skill Entrepreneurship Siswa di SMAN 1 Maumere Melalui Ekstrakurikuler Kewirausahaan Susilowati, Hari; Handayani, Trisakti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11558

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of entrepreneurial extracurricular activities in developing the life skills of entrepreneurship students at SMAN 1 Maumere. This type of research is descriptive qualitative. The place of research was at SMAN 1 Maumere. Research sources were obtained from primary and secondary data. Primary data in the form of recordings from interviews with the Principal, Student Affairs Waka, extracurricular coordinator, teacher extracurricular entrepreneurship coaches, as well as some students involved in these activities. Secondary data in the form of notes, school documents, school profiles, pictures or photographs of activities, and archives relating to the problem under study. Collection techniques used methods of observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data using source triangulation techniques. The results of the study are as follows: 1) the implementation of entrepreneurial extracurricular aims to develop students' interests and talents, 2) find out the factors that become obstacles in the implementation of activities, 3) Solutions to overcome these problems by intensifying all elements involved in the activities, as well as motivating students with various the event of the competition and exhibition of the results of entrepreneurial crafts.Keywords: Extracurricular Entrepreneurship, Entrepreneurship, Life Skills Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untukmenganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan dalam pengembangan life skill entrepreneurship siswa di SMAN 1 Maumere. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitataif. Tempat penelitian dilakukan di SMAN 1 Maumere. Sumber penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil rekaman dari wawancara kepada Kepala Sekolah, Waka bidang Kesiswaan, koordinator ekstrakurikuler, guru pembina ekstrakurikuler kewirausahaan, serta beberapa siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Data Sekunder berupa catatan, dokumen sekolah, profil sekolah, gambar atau foto-foto kegiatan, serta arsip yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, 2) mengetahui faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, 3) Solusi mengatasi masalah tersebut dengan mengintesifkan semua unsur yang terlibat dalam kegiatan, serta memberikan motivasi siswa dengan berbagai ajang perlombaan dan pameran hasil kerajinan kewirausahaan.Kata kunci: Ekstrakurikuler Kewirausahaan, Life SkillEntrepreneurship
Implementasi Sikap Spiritual Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas X Di MAN Model Kota Ternate Muhammad, Saiful; Syahri, Mohammad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11581

Abstract

Abstract: This research aims to describe the implementation of religious-based spiritual attitudes in biology subjects in the MAN Model Ternate City. This research uses a descriptive qualitative approach. Sources of data in this study were obtained from primary and secondary data. Primary data include obtained from observations and interviews with biology subject teachers, deputy school principals in the curriculum, counseling guidance teachers, and students. Secondary data include learning device documents and observations. Data analysis techniques use Miles and Huberman's (1992) stages, namely data reduction, data presentation, and concluding. To obtain valid data, a data validity test is performed using source triangulation techniques. The results showed that the role of Biology Teachers in MAN Model Ternate City had fulfilled the stages to implement the education of the spiritual attitudes of students. Constraints faced are the many assessments that hinder the process of implementing spiritual attitudes in the classroom. The solution is to reduce the assessment and elaboration of existing regulations with school policies and provide the widest opportunity for Biology Teachers to improve the spiritual attitude education in MAN Model Ternate City.Keywords: Education, Spiritual Attitudes, Religious Biology Subjects Abstrak: Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sikap spiritual berbasis religius pada mata pelajaran biologi di MAN Model Kota Ternate. Penilitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer meliputi diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada guru mata pelajaran biologi, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru bimbingan konseling, dan siswa. Data sekunder meliputi dokumen perangkat pembelajaran dan hasil pengamatan. Teknik analisis data mengunakan tahapan Miles dan Huberman (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan data yang valid maka dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Guru Biologi di MAN Model Kota Ternate sudah memenuhi tahapan-tahapan untuk mengimplementasi pendidikan sikap spiritual peserta didik. Kendala yang di hadapi yaitu banyaknya penilain sehingga menghambat terhadap proses implementasi sikap spiritual di kelas. Solusi yang dilakukan yaitu dengan pengurangan penilaian dan elaborasi antara peraturan yang ada dengan kebijakan sekolah serta memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Guru Biologi untuk meningkatkan pendidikan sikap spiritual di MAN Model Kota Ternate. Kata kunci: Pendidikan, Sikap Spiritual, Religius Mata Pelajaran Biologi
Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Sekolah Di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima Putra, Fiki Kusuma Weranata; In’am, Akhsanul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.637 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11520

Abstract

Abstract: The research purpose is describing: 1) management of school infrastructure and facility done in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency, 2) Condition of infrastructure and facility in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency and 3) Efforts done in optimizing school facility and infrastructure in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency. Method used in this research is qualitative with descriptive research type. Informer in this research is headmaster, Head of infrastructure and Facility, teachers and students. Data collection technique shows that: 1) School infrastructure and facility done in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency involved: planning, procurement, usage, maintenance, and elimination. Management process done is already in good category, so the infrastructure and facility can be used to support teaching and learning to reach expected purpose; 2) Condition of school infrastructure and facility in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency is already good. Classroom as main place for teaching and learning is already appropriate. Still there’s some lack appropriate teacher room, science laboratory, language laboratory to support teaching and learning, 3) Efforts done in optimizing school infrastructure and facility of SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency is by maintaining, using facility well, also create good relationship with certain parties and also add more education infrastructure and facility.Keywords: Management, Infrastructure and Facility, School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima; 2) kondisi sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima, dan 3) upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, Waka sarana dan prasarana, Guru dan Siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) proses pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima meliputi: perencanaan, pengadaan, pemanfaatan/penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan. Proses pengelolaan yang dilakukan sudah dalam kategori cukup baik, sehingga sarana dan prasarana yang ada dapat digunakan untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan; 2) kondisi sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima yang ada sudah cukup memadai, ruang kelas sebagai tempat kegiatan belajar mengajar yang utama sebagian besar sekolah sudah memadai. Hanya saja masih dijumpai belum memadainya ruang guru, laboratorium IPA dan laboratorium bahasa dalam rangka menunjang kegiatan belajar mengajar, dan 3) upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan sarana dan prasarana di sekolah SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima yakni dengan cara memelihara, menggunakan fasilitas dengan baik, serta berhubungan baik dengan pihak-pihak tertentu dan menambahkan sarana dan prasarana pendidikan.Kata kunci: Pengelolaan, Sarana dan Prasarana, Sekolah
Analisis Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Di Sekolah Dasar Kabupaten Lomok Tengah Suantari, Baiq Sriwulan; Poerwanti, Endang; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11605

Abstract

Abstract: This study aims to find out: 1) the conduct of inclusive education at elementary school level in Central Lombok regency, 2) the management of inclusive education at elementary school level of Central Lombok regency, 3) obstacle and effort conducted by schools that administer the inclusive education. This study is a descriptive qualitative study which applied qualitative method. Its sample was inclusive schools that are located in the rural area as well as downtown and the district capital of Central Lombok regency. The data collection technique was my interview with the Head of Education Board, Local Government of Central Lombok regency, observation related to inclusive education conduct in Central Lombok regency and in the form of photos to support the analysis result. The data analysis technique used the data reduction technique, data presentation, and verification. The result of the study showed that 1) inclusive education implementation in the learning process was done in classical form, there was no service provided by the school toward the children with a special need. The three schools which were taken as a sample of the study were not ready to establish inclusive education due to lack of understanding from the teachers’ side on inclusive education itself. 2) the uneven management system in terms of curriculum implementation, schools A and B applied KTSP while school C used K13 by government regulation. 3) the obstacles faced by the teachers were the lack of understanding from the teachers’ side, the unavailability of expert staff for the special needs, the lack of facility and utility, lack of training provided by the institution whose school administers the inclusive education. The effort should be done by teachers from respective schools is to proceed with the learning process for their students at their best, proceed with the inclusive education program in their respective schools.Keywords: Education, Inclusive, Elementary school Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui: 1) Pelaksanaan pendidikan inklusi di sekolah dasar Kabupaten Lombok Tengah; 2) Manajemen pendidikan inklusi disekolah dasar Kabupaten Lombok Tengah; 3) Kendala dan upaya dan yang di alami sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan sample penelitian yaitu sekolah inklusi yang terletak di Daerah pelosok, di tengah-tengah Kota, dan terletak di Kota Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengan, observasi terkait pelaksanaan Pendidikan Inklusi di Kabupaten Lombok Tengah dan Dokumentasi yang berupa foto-foto untuk memperkuat hasil analisis. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dantahap Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan pendidikan inklusi dalam proses pembelajaran dilakukan secara klasikal, belum terlihat pelayanan yang diberikan sekolah terhadap anak berkebutuhan khusus. Ketiga sekolah yang menjadi sample dalam penelitian ini tidak siap untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi karena pemahaman guru terhadap konsep dari inklusi itu sendiri yang masihkurang. 2) manajemen sekolah dalam kurikulum masih menggunakan KTSP untuksekolah A dan B, sedangkan untuk sekolah C menggunakan kurikulum K13 sesuai ketetapan pemerintah. 3) kendala yang dihadapi guru berupapemahaman guru yang kurang, tidaktersedianya guru pembimbingkhusus, saranadanprasarana, pelatihan yang kurang yang disediakanolehlembagauntuk guru yang sekolahnya menyelenggarakan pendidikan inklusi. Upaya yang dilakukan oleh sekolah yaitu melaksanakan pembelajaran sebaik mungkin untuk para siswa, menlajutkan pendidikan inklusi di sekolah masing-masingKata kunci: Pendidikan, Inklusi, Sekolah dasar
Pengembangan Buku Pengayaan Pengenalan Makanan Tradisional Bagi Guru Paud Di KB/TK Al-Fadholi Malang Wahyuni, Iing Fajar; Poerwanti, Endang
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11572

Abstract

Abstract: The research aims to develop an introduction to traditional food introduction books for PAUD teachers. The research method used in this study refers to the research and development (R&D) research model. This research was conducted at KB / TK Al-Fadholi Malang. Research subjects included media experts, material experts, and KB / TK Al-Fadholi Malang and Cluster III Teachers in Lowokwaru District (n = 25). Data analysis techniques using qualitative descriptive analysis, descriptive statistical analysis, and paired t-test. The results of this study indicate that the development of a traditional food introduction enrichment book for PAUD teachers, namely the percentage of the feasibility of expert test obtained by 95%, the percentage of the feasibility of limited trials obtained by 96% and experimental trials obtained p = 0,000 (p <0.05). The media Traditional Food Introduction Enrichment Book for PAUD Teachers based on its applicability is categorized as appropriate with high qualifications and can be applied as a supporting medium for teacher activities in introducing and accustoming early childhood to consuming traditional foods.Keywords: Enrichment Books, Traditional Foods, Introduction to Traditional Foods, PAUD Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengenalan makanan tradisional bagi Guru PAUD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model penelitian research and development (R&D). Penelitian ini dilakukan di KB/TK Al-Fadholi Malang. Subyek penelitian meliputi ahli media, ahli materi, dan Guru KB/TK Al-Fadholi Malang serta Guru gugus III Kecamatan Lowokwaru (n=25). Tehnikanalisa data menggunakan Analisis deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif, dan paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan buku pengayaan pengenalan makanan tradisional bagi Guru PAUD yakni diperoleh prosentasi kelayakan uji ahli 95%, prosentase kelayakan uji coba terbatas diperoleh 96% dan uji coba eksperimen diperoleh nilai p= 0.000 (p<0.05). MediaBuku Pengayaan Pengenalan Makanan Tradisional bagi Guru PAUD berdasarkan keterterapannya dikategorikan layak dengan kualifikasi tinggi dan dapat diaplikasikan sebagai media penunjang aktivitas guru dalam mengenalkan dan membiasakan anak usia dini untuk mengkonsumsi makanan tradisional.Kata kunci:Buku Pengayaan, Makanan Tradisional, Pengenalan Makanan Tradisional, PAUD
Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Meningkatkan Disiplin Siswa Di SMA Negeri 1 Maumere Taping, Fransiskus Eduwart; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11563

Abstract

Abstract: This study aims to determine the role of counseling guidance teachers in improving student discipline in Maumere 1 High School. This research uses descriptive qualitative research methods. This research was conducted at Maumere 1 Public High School. Data obtained through interviews, observations, and documents, then systematically described to produce a conclusion in the form of the role of counseling guidance teacher in improving student discipline by the mandate of the Ministry of Education and Culture No. 111 of 2014. The results showed that counseling guidance teachers played a role in disciplining in SMA Negeri 1 Maumere by giving outreach to parents/guardians of students, giving examples of discipline, recording the implementation of student discipline in the consultation book. parents play a role in supporting the disciplinary program by encouraging students and advising them if they violate the rules of conduct at SMA Negeri 1 Maumere. Factors inhibiting the implementation of discipline: Lack of parental motivation towards students in obeying discipline, Differences in students' maturity in responsibilities in school, especially in school discipline, Lack of teacher motivation towards students, especially in implementing school order. Supporting factors include The existence of the school code of conduct for students, a socialization of the code of conduct to parents or guardians of students.Keywords: Counseling Guidance, Student Discipline, Teacher Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Maumere. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Maumere. Data diperoleh melalui wawancara,observasi dan dokumen, kemudian diuraikan secara sistematis untuk menghasilkan suatu kesimpulan berupa peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan disiplin siswa sesuai dengan amanat permendikbud No 111 tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling berperan dalam penegakan kedisiplinan di SMA Negeri 1 Maumere dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua / wali murid, memberikan contoh kedisiplinan, mencatat pelaksanaan kedisiplinan siswa dalam buku konsultasi. orang tua berperan mendukung program kedisiplinan dengan memberikan dorongan kepada siswa dan menasehati apabila melanggar tata tertib di SMA Negeri 1 Maumere. Faktor penghambat pelaksanaan kedisiplinan: Kurangnya motivasi orang tua terhadap siswa dalam mentaati tata tertib, Perbedaan kematangan siswa dalam tanggung jawab di sekolah terutama dalam tata tertib sekolah, Kurangnya motivasi guru terhadap siswa terutama dalam pelaksanaan tata tertib sekolah. Faktor pendukung diantaranya: adanya tata tertib sekolah bagi siswa, adanya sosialisasi tata tertib kepada orang tua wali murid.Kata Kunci: Bimbingan Konseling, Disiplin Siswa, Guru
Program Peningkatan Keterampilan Literasi Pada Sekolah Unggul Di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Daromi, Maulana Hudan; Syaifuddin, Mohammad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.801 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11614

Abstract

Abstract: The Studi aims to describe 1) the strategy of improving literacy skills in superior schools in elementary school of Muhammadiyah 9 Malang. 2) the constraints of the strategy to improve literacy skills in superior schools in elementary school of Muhammadiyah 9 Malang. 3) the solution to the problem of improving literacy skills in superior schools in the elementary school of Muhammadiyah 9 Malang. The research method used is a qualitative approach with the type of research is descriptive. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. Data analysis using Miles and Huberman analysis. After analyzing the data, the validity of the data is tested using triangulation techniques and extensions of observation. The results of the study show that literacy activities began in 2015. There was an increase in literacy skills at SD Muhammadiyah 9 Malang. Students who were originally only accustomed to reading non-text books, now students can already produce literacy products, namely books. The strategy to improve literacy skills at SD Muhammadiyah 9 Malang city refers to the three stages of school literacy. Starting from the habituation stage, development, until the implementation stage of literacy-based learning. The constraints of strategy in improving literacy skills in SD Muhammadiyah 9 Malang, include: (1) procurement of non-text reading books, (2) teacher literacy competencies are still low, (3) students' enthusiasm in literacy is low, (4 ) lack of funding, (5) narrow library space, (6) the absence of special staff as librarians. Solutions from strategic obstacles in improving literacy skills in SD Muhammadiyah 9 Malang, among others: (1) there are tuition fees for homeroom teachers and student guardians, (2) homeroom teachers make budget proposals, (3) schools work together with the literacy community, (4) socialization of funding to student guardians, (5) structuring library space, (6) assignments and scheduling teachers as a librarian.Keywords: Program, Improvement, Skills, Literacy Abstrak: Tujuan Penelitian yaitu untuk mendeskripsikan 1) strategi program peningkatan ketrampilan literasi pada sekolah unggul di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. 2) kendala strategi peningkatan keterampilan literasi pada sekolah unggul di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. 3) solusi permasalahan strategi peningkatan keterampilan literasi pada sekolah unggul di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles dan Hubberman. Setelah dianalisis maka data diuji keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan kegiatan literasi dimulai tahun 2015. Ada peningkatan keterampilan  literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang. Siswa yang semula hanya terbiasa membaca buku non teks, sekarang siswa sudah bisa menghasilkan produk literasi yaitu buku. Strategi peningkatan keterampilan literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang mengacu pada tiga tahapan literasi sekolah. Mulai dari tahap pembiasaan, pengembangan, sampai tahap penerapan pembelajaran berbasis literasi. 2) Kendala strategi dalam peningkatan keterampilan literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang, antara lain: (1) pengadaan buku bacaan non teks, (2) kompetensi literasi guru masih rendah, (3) semangat siswa dalam literasi rendah, (4) kurangnya pendanaan, (5) ruang perpustakaan yang sempit, (6) tidak adanya tenaga khusus sebagai pustakawan. 3) Solusi dari kendala strategi dalam peningkatan keterampilan literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang, antara lain: (1) adanya iuran wali kelas dan wali murid, (2) wali kelas membuat usulan anggaran, (3) sekolah bekerjasama dengan komunitas literasi, (4) sosialiasi pendanaan kepada wali murid, (5) penataan ruang perpustakkan, (6) penugasan dan penjadwalan guru sebagai pustakawan.Kata kunci: Program, Peningkatan, Ketrampilan, Literasi
Analisis Kompetensi Profesional Guru Yang Tidak Sesuai Mata Pelajaran Di SMP Muhammadiyah 1 Sampit Rahmadani, Nina Yusac; Syahri, Mohammad; Budiyanto, Mochammad Agus Krisno
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11595

Abstract

Abstract: This study aims to describe (1) the Professional competence of teachers who do not match subjects in SMP Muhammadiyah 1 Sampit. (2) The impact of teacher teaching that is not by the subjects at SMP Muhammadiyah 1 campsite. (3) Strategies for enhancing Teacher Professional Competence that does not match subjects in SMP Muhammadiyah 1 campsite. The research method used is a qualitative descriptive approach through observation, interview, and documentation techniques. Data validity is used by the source triangulation technique. The results showed that there were problems in Teacher Professional Competencies that did not match subjects in SMP Muhammadiyah 1 Sampit Central Kalimantan including (1) The ability of teachers to master the material, respond to questions, create learning conceptual frameworks, apply learning indicators, develop learning materials and use learning diversity of learning materials. (2) Teacher teaching that is not by the subject matter has an impact on classroom management and the use of learning resources in the classroom. (3) Strategies for enhancing Teacher Professional Competence that is not in line with subjects in Muhammadiyah 1 Sampit Middle Kalimantan Middle School include magazine training and Internet Media.Keywords: Teacher, Professional competence, Subjects are not suitable Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Kompetensi profesional guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Sampit. (2) Dampak pengajaran guru yang tidak sesuai dengan mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 sampit. (3) Strategi peningkatan Kompetensi Profesional Guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 sampit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan masalah dalam Kompetensi Profesional Guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Sampit Kalimantan Tengah meliputi (1) Kemampuan guru dalam hal menguasai materi, menyikapi pertanyaan, membuat kerangka konsep pembelajara, mengaplikasikan indikator pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran dan menggunakan keragaman bahan pembelajaran. (2) Pengajaran Guru yang tidak sesuai mata pelajaran berdampak terhadap pengelolaan kelas dan penggunaan sumber belajar didalam kelas. (3) Strategi peningkatan Kompetensi Profesional Guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Sampit Kalimantan Tengah meliputi pelatihan majalah serta Media Internet.Kata Kunci: Guru, Kompetensi profesional, Mata pelajaran tidak sesuai