cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Pada SMP Di Kabupaten Bima Ilham, Ilham; Handayani, Trisakti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11586

Abstract

Abstract: This research aim is to find out; (1) The implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (2) Supporting and inhibiting factors for the implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (3)Efforts to overcome the inhibiting factors. This type of research is a qualitative descriptive approach. Location; Dikpora, BKD, and SMP. Data type; primary and secondary. Informant; Head of KPMP Dikmen, Head of BKD Mutation, and Head of Junior High School. Instruments, researchers themselves. Data Clumping; observation, interview, and documentation. Analysis; Data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data; source triangulation and data collection techniques. Results and conclusions; 1) Recruitment of candidates for junior high school based on Ministry of Education Regulation No.28 / 2010principals through; First, the announcement by Diaspora. Second, the proposal by the school principal. Third, administrative selection. Fourth, proposing by Dikpora; General and special lines; 2) The inhibiting factor, Dikpora is difficult to understand the Permendiknas, the politicization of position by the Regent. Supporting factors for the increase in prospective principals with S2 qualifications. 3) Efforts to overcome the inhibiting factors, Dikpora adjusts the application of Permendiknas No.28 / 2010 with Permendiknas No.13 / 2007 by providing dispensations to prospective principals related to administrative completeness. Efforts to appoint the headmaster directly appointed by the Bupati with the status of Plt were assigned to the SATAP school.Keywords: Minister of Education Regulation No. 20, Recruitment Mechanism, Appointment Process, Teacher's Task as a Principal Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui; (1) Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (2) Faktor pendukung dan penghambat implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (3) Upaya mengatasi faktor penghambat. Jenis penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Lokasi; Dikpora, BKD dan SMP. Jenis data; primer dan sekunder. Informan; Kasi KPMP Dikmen, Kepala Mutasi BKD, dan Kepala SMP. Instrumen, peniliti sendiri. Pengumpulan data; observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis; Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data; triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil dan kesimpulan; 1) Perekrutan calon kepala SMP berdasar Permendiknas No.28/2010melalui; Pertama, pengumuman oleh Dikpora. Kedua, pengusulan oleh kepala sekolah. Ketiga, seleksi administrasi. Keempat, pengusulan oleh Dikpora; Jalur umum dan khusus; 2) Faktor penghambat, Dikpora sukar memahami Permendiknas tersebut, politisasi jabatan oleh Bupati. Faktor pendukung bertambahnya calon kepala sekolah berkualifikasi S2;3) Upaya mengatasi faktor penghambat, Dikpora menyesuaikan penerapan Permendiknas No.28/2010 dengan Permendiknas No.13/2007 dengan memberikan dispensasi kepada calon kepala sekolah terkait kelengkapan administrasi. Upaya pengangkatan kepala sekolah yang ditunjuk langsung Bupati yang berstatus Plt, ditugaskan pada sekolah SATAP.Kata kunci: Permendiknas No. 20, Mekanisme Perekrutan, Proses Pengangkatan, Tugas Guru Sebagai Kepala Sekolah
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kabupaten Kolaka Khairunnisa, Khairunnisa; Tinus, Agus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.358 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11528

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe 1) the implementation of the 12-year compulsory education policy in Kolaka Regency; 2) obstacles encountered in implementing the 12-years compulsory education policy in Kolaka Regency; 3) the efforts of schools and the government in overcoming problems encountered in the implementation of 12-year compulsory education in Kolaka Regency. The type of research used is descriptive qualitative. Informants in this study are: a) Secretary of the Kolaka Regency Education Office; b) head of the primary and secondary education division of Kolaka Regency; c) the principal; d) parents of students, and e) students. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Stages of data analysis are data reduction, data presentation, and conclusions. To check the validity of the data using the triangulation of data and sources. Research result; 1) the implementation of the 12-year compulsory education policy in Kolaka Regency consists of 3 main elements, namely implementing the policy. the program, target group. 2) the constraints to implementing the 12-year compulsory education in Kolaka Regency are the lack of budget, zoning system, lack of parents' understanding of education and lack of children's interest in school, a weak economy, lack of facilities and infrastructure, lack of teachers in remote areas. 3) efforts made on the implementation of 12-year compulsory education namely the Department of Education prioritize the more important and urgent, schools accept according to the capacity of the class and students can register outside the zoning area, provide understanding to the community about the importance of education, conduct socialization to the community to participate free of charge and provide scholarships for underprivileged children, submit proposals for the procurement of facilities and infrastructure, appoint contract teachers to remote areas.Keywords: Policy, Implementation, Compulsory Education Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) implementasi kebijakan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka; 2) kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka; 3) upaya sekolah dan pemerintah dalam mengatasi masalah yang dihadapi dalam implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu: a) Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka; b) kepala bagian pendidikan dasar dan menengah Kabupaten Kolaka; c) kepala sekolah; d) orang tua siswa; dan e) siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian; 1) implementasi kebijakan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka terdiri dari 3 unsur utama yaitupelaksana kebijakan. adanya program, sasaran kelompok. 2) kendala implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka yaituminimnya anggaran, sistem zonasi, kurangnya pemahaman orang tua tentang pendidikan dan kurangnya minat anak untuk sekolah, ekonomi lemah, sarana dan prasarana yang kurang, kekurangan guru pada daerah terpencil. 3) upaya yang dilakukan pada implementasi wajib belajar 12 tahun yaitu Dinas Pendidikan memperioritaskan yang lebih penting dan mendesak, sekolah menerima sesuai dengan daya tampung kelas dan peserta didik boleh mendaftar di luar wilayah zonasi, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi tanpa dipungut biaya dan memberikan beasiswa bagi anak yang kurang mampu, mengajukan proposal pengadaan sarana dan prasarana, mengangkat guru kontrak pada daerah terpencil.Kata kunci: Kebijakan, Implementasi, Wajib Belajar
Pengembangan Modul Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Utomo, Suseno Adi; Tinus, Agus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.581 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11610

Abstract

Abstract: Learning innovation in the 21st century is an important priority. Innovation can be in the form of developing teaching materials in the form of modules. The purpose of this study is 1) to develop extracurricular learning modules for scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? (2) know the validity test of extracurricular learning modules for scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? and (3) describe the effectiveness of extracurricular learning modules in scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? The type of research used is the Research and Development of Borg and Gall to produce products, product validity, and test product effectiveness. The results showed the module's validity by 81.6% of material experts and 90% media experts. The module effectiveness test through limited trials get an average of 86% of students' responses to the module, more extensive trials get an average of 87% of students' responses to the module, an average score of 84,06 learners' test results, a student activity test learning I 83%, learning II 93% and learning III 95%.Keywords: Module Development, Extracurricular Elementary School Scientific Work Abstrak: Inovasi pembelajaran pada abad ke 21 menjadi prioritas yang penting dilakukan. Inovasi dapat berupa pengembangan bahan ajar yang berupa modul. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengembangkan modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? (2) mengetahui uji validitas modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? dan (3) mendeskripsikan efektifitas modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian (Research and Development) Borg and Gall untuk menghasilkan produk, validitas produk dan menguji keefektifan produk. Hasil penelitian menunjukkan validitas modul oleh ahli materi 81,6% dan ahli media 90 %. Uji keefektifan modul melalui uji coba terbatas mendapatkan rata-rata 86 % respon peserta didik terhadap modul, uji coba lebih luas mendapatkan rata-rata 87 % respon peserta didik terhadap modul, uji hasil belajar skor rata-rata 84,06, uji aktivitas peserta didik pembelajaran I 83%, pembelajaran II 93% dan pembelajaran III 95%.Kata kunci: Pengembangan Modul, Ekstrakurikuler Karya Ilmiah SD
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK TENAGA PENDIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD INPRES KALABAHI TENGAH VI Kiri, Aksari; Wurianto, Arif Budi; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11577

Abstract

Abstract: This research aims to describe in depth how the pedagogical competence of teachers in planning, implementing and evaluating learning at SD InpresKalabahi Tengah IV in Alor Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. Data sources used by researchers are information obtained through documents and records of interviews with informants. Informants in this study include the Principal, Vice Principal in the field of curriculum, Class Teachers, Subject Teachers. Data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the techniques of Miles and Huberman (1984), data reduction, data presentation, and data analysis. The data validity test used is the source triangulation technique. The results of this study indicate that pedagogical competence in the dimensions of learning planning possessed by teachers at SD ImpresKalabahi Tengah VI is still lacking because most teachers do not understand and have not been able to make good learning plans specifically for preparing lesson plans (RPP) correctly. Some teachers still have not implemented the Learning Implementation Plan (RPP) correctly. even teachers rarely make lesson plans (lesson plans) by taking them from textbooks. Pedagogical competence in the dimensions of learning implementation possessed by the teachers of In Kalabahi Tengah VI Elementary School has not reflected professional teachers. Pedagogical competence in the evaluation dimensions of learning possessed by Middle Kalabahi Middle School Teachers VI is still not by the theory of learning evaluation implementation.Keywords: Pedagogical Competence, Educators, Learning Implementation, Learning Evaluation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di SD InpresKalabahi Tengah IV di Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah informasi yang diperoleh melalui dokumen?dokumen dan catatan?catatan hasil wawancara dengan informan. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Guru Kelas, Guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman (1984), reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Uji keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik pada dimensi perencanaan pembelajaran yang dimiliki guru-guru SD ImpresKalabahi Tengah VI masih sangat kurang karena sebagian besar guru belum memahami dan belum mampu membuat perencanaan pembelajaran dengan baik khusus penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. Sebagian guru masih belum menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. bahkan guru jarang membuat Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan cara mengambil dari buku pelajaran. Kompetensi pedagogi pada dimensi pelaksanaan pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar InpresKalabahi Tengah VI belum mencermin guru yang profesional. Kompetensi pedagogi pada dimensi evaluasi pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar ImpresKalabahi Tengah VImasih belum sesuai dengan teori pelaksanaan evaluasi pembelajaran.Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Tenaga Pendidik, Pelaksanaan pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran
Daftar Isi, Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Vol.6, No.2, Juli 2018 Isi, Daftar
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.159 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11702

Abstract

Implementasi Kebijakan Full Day School di SDN 3 Blimbing Kota Malang Ubaidillah Ubaidillah, Akhsanul In’am: 125-134Pengembangan Modul Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Karya Ilmiah di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Suseno Adi Utomo, Agus Tinus: 135-145Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 3 Malang Siti Hanik Zubaidah, Nurul Zuriah: 146-157Analisis Problematika Pembelajaran Sekolah Dasar Negeri di Pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep Nuris Syarifatul Imamiyah, Ainur Rofieq, Mohammad Syaifuddin: 158-174Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMP Muhammadiyah Waipare Kabupaten Sikka Vitalia Rahmawati Safrudin, Ichsan Anshory: 175-186Program Peningkatan Keterampilan Literasi Pada Sekolah Unggul di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Maulana Hudan Daromi, Mohammad Syaifuddin: 187-196Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer (Studi Multisitus) di MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur Ilmin Sakir, Akhsanul In’am, Sri Hartiningsih: 197-208Analisis Peran Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dalam Membangun Kompetensi Sosial Guru di SMPK Santo Thomas Kabupaten Pamekasan Hairil Anwar, Sukarsono Sukarsono: 209-218Analisis Kesiapan Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri  di SMP Muhammadiyah 10 Muncar Kabupaten Banyuwangi Fuad Muttaqin, Ahmad Juanda: 219-231Penanaman Nilai-Nilai Karakter Pada Anak Usia Dini di RA Al Mashitoh Tegalgondo Karangploso MalangAdhar Adhar, Akhsanul In’am, Sri Hartiningsih: 232-242
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI SMA MUHAMMADIYAH MAUMERE Solo, Yuliana Dua; Rahardjanto, Abdulkadir
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11568

Abstract

Abstract: This research aims to describe the implementation of character education based on a tolerance between religious communities conducted at Muhammadiyah Maumere High School. This research is a type of descriptive qualitative research on the implementation of character education based on tolerance among religious people conducted at Muhammadiyah Maumere High School. Data source obtained from primary data and secondary data. Primary data included informants which included the Principal, Deputy Principal for Student Affairs, Teachers (Islamic Religious Education, Catholicism, Citizenship), and Students. Data obtained from interviews with informants, observations and study documents. Data analysis techniques in this study began by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Testing the validity of the data using source triangulation techniques. The results obtained in this study indicate that the form of implementation of character education based on a tolerance between religious communities starts from the teacher implementing character education and applying tolerance values in the teaching and learning process of planning, implementation, and assessment, giving examples or examples to students in each learning process. Constraints faced are the lack of support and attention from parents, schools are less firm in applying and the lack of examples and support from teachers. Efforts made by the school are conducting religious activities and increasing extracurricular activities and conducting interpersonal communication.Keywords: Character Education, Tolerance, Religious harmony Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter berbasis toleransi antar umat beragama yang dilakukan di SMA Muhammadiyah Maumere. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif terhadap implementasi pendidikan karakter berbasis toleransi antar umat beragama yang dilakukan di SMA Muhammadiyah Maumere.  Sumber datadiperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer ada informan yang meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Guru (Pendidikan Agama Islam, Agama Katolik, Kewarganegaraan), dan Siswa. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan informan, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk implementasi pendidikan karakter berbasis toleransi antar umat beragama dimulai dari Guru mengimplementasikan pendidikan karakter dan menerapkan nilai toleransi dalam proses belajar mengajar dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian, memberikan teladan atau contoh kepada siswa dalam setiap proses pembelajaran. Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya dukungan dan perhatian dari orangtua, sekolah kurang tegas menerapkan dan kurangnya contoh serta dukungan dari guru. Upaya yang dilakukan oleh sekolah yaitu melakukan kegiatan keagamaan dan meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler dan melakukan komunikasi antar personal.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Toleransi, Kerukunan Umat Beraga
IMPLEMENTASI KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIOLOGI DI SMA NEGERI 6 HALMAHERA UTARA Purnomo, Eko; Syahri, Mohammad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11591

Abstract

Abstract: This study aims to describe (1) the implementation of the professional competence of Biology Teachers at SMA Negeri 6 Halmahera Utara? 2) Constraints faced by teachers in the Implementation of Professional Competence of Biology Teachers in SMA 6 Halmahera Utara. This research uses the descriptive qualitative method. The subjects of this study were teachers, principals, and students. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using steps of data reduction, data display, and concluding. Data validity checking techniques using source triangulation. The results of this study indicate that 1) the teacher in implementing professional competence is demonstrated by mastering the teaching process in the classroom as evidenced by the assessment of the principal who reaches 90%, learning tools and students understand biological material. The teacher also develops creative learning by using methods, models and creative learning media. Teachers take self-reflection actions through student learning outcomes that have not yet reached the KKM standard in schools. The teacher uses technology in teaching techniques through videos of teaching materials and power points, the teacher's self-development in the use of technology is supported by school facilities such as projectors, laptops, and wifi. (2) Constraints faced in the process of implementing Biology teacher Professional competence are the influence of internal and external factors, internal factors consist of student motivation and external consist of student learning environment that is the school environment in adjusting the teaching methods of teachers, family and community environment.Keywords: Biology, Teachers, Professional Competence Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi kompetensi profesional Guru Biologi di SMA Negeri 6 Halmahera Utara? 2) Kendala yang dihadapi guru dalam Implementasi Kompetensi Profesional Guru Biologi di SMA Negeri 6 Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) guru dalam mengimplementasikan kompetensi profesional ditunjukkan dengan menguasai proses mengajar di kelas dibuktikan dengan penilaian kepala sekolah yang mencapai 90%, perangkat pembelajaran dan siswa memahami materi biologi. Guru juga mengembangkan pembelajaran kreatif dengan menggunakan metode, model, dan media pembelajaran kreatif. Guru melakukan tindakan refleksi diri melalui hasil belajar siswa yang belum mencapai standar KKM di sekolah. Guru menggunakan teknologi dalam teknik mengajar melalui vidio materi ajar dan power point, pengembangan diri guru dalam pemanfaatan teknologi didukung dengan fasilitas sekolah berupa proyektor, laptop dan wifi. (2) Kendala yang dihadapi dalam proses implementasi kompetensi Profesional guru biologi adanya pengaruh faktor internal dan eksternal, faktor internal terdiri dari motivasi siswa dan ekternal terdiri dari lingkungan belajar siswa yaitu lingkungan sekolah pada penyesuaian metode mengajar guru, lingkungan keluarga dan masyarakat.Kata kunci: Biologi, Guru, Kompetensi Profesional
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SMA MUHAMMADIYAH MAUMERE Daniarti, Undari Aprilia; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11559

Abstract

Abstract: This research aims to determine the strengthening of character education through religious activities in Muhammadiyah Maumere High School. This research is descriptive qualitative research that aims to determine the implementation of strengthening of character education through religious activities in schools. Data sources of this study were obtained from primary and secondary data sources. Primary data sources were obtained from informants namely schools, deputy heads of students and religious teachers/supervisors of activities. Secondary data sources were obtained from document data in the form of school profiles, which included facilities and infrastructure, education personnel, and school condition data. The techniques used include interviews, observation and document study. Based on the results of the study showed that the implementation of reinforcement through religious activities in Muhammadiyah Maumere High School was carried out routinely with material that was scheduled after the teaching and learning activities and was followed by all students. Barriers faced are lack of participation and discipline of teachers and students and parents who do not provide support. The impact resulting from this activity is a kinship and closeness relationship between teachers and students, as well as the development of several characters other than religion.Keywords: Strengthening character education, Character, Religious activities Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Maumere. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Sumber data penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari informan yaitu sekolah, wakil kepala kesiswaan dan guru agama/pembina kegiatan. Sumber data sekunder diperoleh dari data-data dokumen berupa profil sekolah, yang meliputi sarana dan prasarana, tenaga kependidikan, dan data keadaan sekolah. Teknik yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik Analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan sebuah data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penguatan melalui kegiatan agama di SMA Muhammadiyah Maumere dilakukan dengan secara rutin dengan materi yang terjadwal setelah kegiatan belajar mengajar dan diikuti semua siswa. Hambatan yang dihadapi yakni kurangnya partisipasi dan kedisiplinan guru dan siswa serta orang tua yang kurang memberi dukungan. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini yakni terjadi hubungan kekerabatan dan kedekatan antara guru dan siswa, serta berkembangnya beberapa karakter selain religius.Kata kunci: Penguatan pendidikan karakter, Karakter, Kegiatan keagamaan
ANALISIS TINGKAT KETERCAPAIAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DI SEKOLAH DAERAH TERPENCIL KABUPATEN BULUKUMBA Anggraeni, Nita; Poerwanti, Endang
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11582

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to analyze the level of achievement of the National Education Standards in remote areas in Bulukumba Regency. The type of research used is a case study using the Explanatory Sequential Design mix method. This research was conducted in Bulukumba Regency. The subjects of this study were the Principal, Teachers in remote areas and the head of the Education Office of the district of Bulukumba. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis in the form of data reduction, data presentation, and verification. To test the wetness of the data using triangulation analysis methods and sources. The results showed that the National Education Standards reached by the Kahaya district school, Bulukumba Regency was in terms of content, process, graduation competencies, education staff, management, and assessment, while only the facilities and infrastructure standards had not been achieved. The obstacle faced is the access road to school, the availability of facilities and infrastructure. Efforts made in overcoming obstacles are carried out efficiently by utilizing the surrounding environment to be a means of learning activities.Keywords: Achievement of SNP, Schools, Remote Areas Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis tingkat ketercapaian Standar Nasional Pendidikan di Sekolah daerah terpencil Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan mix method Explanatory Sequential Desaign. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru di daerah terpencil dan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan Verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan analisis triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Nasional Pendidikan yang telah tercapai oleh sekolah daerah Kahaya, Kabupaten Bulukumba yaitu pada standar isi, proses, kompetensi kelulusan, tenaga kependidikan, pengelolaan dan penilaian, sedangkan hanya standar sarana dan prasarana yang belum tercapai. Kendala yang dihadapi adalah akses jalan menuju sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yaitu dilakukan efisiensi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sarana kegiatan pembelajaran.Kata kunci: Ketercapaian SNP, Sekolah, Daerah Terpencil
PENGARUH KINERJA KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI KOTA MALANG Lestari, Putra Prisma; Zuriah, Nurul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.951 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11523

Abstract

Abstract: The quality of education in schools and the quality of student learning are largely determined by the performance of teachers in the learning process. Based on the description, the purpose of this study is to find out 1) the performance of the principal has a significant influence on teacher performance. 2) the teacher's work climate has a significant influence on teacher performance. 3) the principal's performance and the teacher's work climate have a significant influence jointly on teacher performance. This research is a correlational study, which is a study that analyzes the relationship between variables, using a quantitative approach. In accordance with the problem, this research design is a survey research design. The results of this study indicate that 1) the principal's performance has a significant influence on teacher performance. 2) the teacher's work climate has a significant influence on teacher performance. and 3) the principal's performance and the teacher's work climate both individually and together have an influence which is significant to teacher performance.Keywords: Principal Performance, Teacher Work Climate, Teacher Performance Abstrak: Kualitas pendidikan di sekolah dan kualitas belajar siswa sangat ditentukan oleh kinerja guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1) kinerja kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. 2) iklim kerja guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. 3) kinerja kepala sekolah dan iklim kerja guru memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Penelitian ini adalah penelitian korelasional, yaitu penelitian yang menganalisa hubungan antar variabel, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sesuai dengan permasalahannya rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kinerja kepala sekolah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru, 2) iklim kerja guru memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru, dan 3) kinerja kepala sekolah dan iklim kerja guru baik secara individual maupun bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru.Kata kunci: Kinerja Kepala Sekolah, Iklim Kerja Guru, Kinerja Guru