cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Implementasi Manajemen Strategi Di SMP Negeri Satap 2 Tellu Limpoe Bone Sulawesi Selatan Agustina, Ws Athiyaty; Tinus, Agus; Syahri, M.
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11606

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of strategic management at SMPN Satap 2 Tellu Limpoe in Bone South Sulawesi. The approach and type of research are qualitative descriptive, with a case study design. The research data was obtained through observation, interviews and documentation studies. Analysis of the data used is data collection, data reduction, data presentation, and conclusion and verification. As for the validity of the data, researchers used the triangulation technique. The results of this study indicate that the implementation of the strategy management SMPN Satap 2 Tellu Limpoe Tellu Limpoe has successfully achieved the goal of the 9-year compulsory education program well and has not succeeded in improving the expected quality of education. The implementation of management strategies implemented consists of four stages. First, the environmental observation stage consists of an internal environment which includes a lack of educators and education staff, incomplete administration, facilities that have not been used optimally, and lack of education funds. The external environment includes the economic background of students and teachers and the location of the school. Second, the strategy formulation stage starts with the creation of a vision and mission. Vision and mission based on observing internal and external environments aim to maintain and develop the existence of schools through several school programs. In the third stage, the implementation of the strategy in realizing the planned program can overcome the drop out rate, overcome the shortage of educators and education personnel, overcome the lack of infrastructure and education funds. Fourth is the evaluation stage which aims to determine the success of the program that has been implemented by the school.Keywords: Implementation, Strategy Management, One Roof School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategi di SMPN Satap 2 Tellu Limpoe Bone Sulawesi Selatan. Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategi di SMPN Satap 2 Tellu Limpoe telah berhasil mencapai tujuan program wajib belajar 9 tahun dengan baik dan belum berhasil meningkatkan mutu pendidikan yang diharapkan. Impelemntasi manajemen strategi yang diterapkan terdiri dari empat tahap. Pertama, tahap pengamatan lingkungan terdiri dari lingkungan internalyang meliputi kurangnya pendidik dan tenaga kependidikan, administrasi yang belum lengkap, sarana-prasarana yang belum digunakan secara maksimal, dan dana pendidikan yang kurang.Lingkungan eksternal meliputi latar belakang ekonomi siswa dan guru, dan lokasi sekolah. Kedua, tahap perumusan strategi bermula dari pembuatan visi-misi.Visi-misi yang berdasarkan pada pengamatan lingkungan internal dan eksternalbertujuan untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensi sekolah melalui beberapa program sekolah. Tahap ketiga, implementasi strategi dalam mewujudkan program yang direncankanmampu mengatasi angka drop out, mengatasi kekurangan pendidik dan tenaga kependidikan, mengatasi kekurangan sarana prasarana dan dana pendidikan. Keempat adalah tahap evaluasi yang bertujuan untuk menentukankeberhasilan program yang telah dilaksanakan oleh sekolah.Kata kunci: Implementasi, Manajemen Strategi, Sekolah Satu Atap
IMPLEMENTASI PROGRAM WAJIB BELAJAR 9 TAHUN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA MASYARAKAT SUKU BAJO KABUPATEN SIKKA Halis, Halis; Pantiwati, Yuni; Tinus, Agus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11573

Abstract

Abstract: This research aims to find out the Bajo perspective on the implementation of 9-year compulsory education. The research method used in the study is descriptive qualitative. This research was conducted in the Wiring village, Wolomarang Village, Sikka Regency. The subjects of this research were the Bajo tribal community and government. Data obtained from the results of observations, interviews, and documentation. Test the validity of the data in this study using source triangulation techniques. The results showed that the perspective of the Bajo people was still influenced by culture and culture which considered education would not change the economic situation. The role of parents in the proper implementation of nine years, the attitude of parents who are more concerned with looking for sustenance in the sea throughout the day hurts their children in the face of learning activities and there tends to be a crisis of motivation. The government's response to the culture of the Bajo tribe of Lurah Wolomarang as a representation of the government provides convenience through package A schools so that with a diploma they can proceed to the next level.Keywords: Implementation, 9 Years compulsory education, Bajo Tribe Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif suku Bajo terhadap implementasi wajib belajar 9 tahun suku Bajo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kampung Wuring Kelurahan Wolomarang Kabupaten Sikka. Subjek penelitian ini adalah masyarakat dan pemerintah desa suku Bajo. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwapersfektif masyarakat suku Bajo masih dipengaruhi oleh budaya dan kultur yang menganggap pendidikan tidak akan merubah keadaan ekonomi. Peran orang tua dalam penerapan wajar sembilan tahun, sikap orang tua yang lebih mementingkan mencari rezeki di laut sepanjang hari sangat berdampak secara negative terhadap anak-anaknya dalam menghadapi aktivitas belajar dan cenderung terjadi krisis motivasi. Respon pemerintah terhadap budaya suku bajo yakni Lurah Wolomarang sebagai representasi pemerintah memberikan kemudahan melalui sekolah paket A, sehingga dengan ijazah mereka dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya.Kata kunci: Implementasi, Wajib belajar 9 Tahun, Suku Bajo
PEMBINAAN GURU HONORER SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Zasa, Marcelus Umbu; Poerwanti, Endang; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11564

Abstract

Abstract: This study aims to (1) knowing the formation of honorary primary school teachers in Southwest Sumba District; (2) knowing the supporting and inhibiting factors of the formation of honorary primary school teachers in Southwest Sumba district. The design of this research is to use a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were carried out through interviews with the Head of the education office, Superintendent of primary schools, Principals and regional honorary teachers to find a picture of the performance and training techniques of regional honorary teachers and documentation techniques to strengthen the research results presented in the form of photographs. The results showed that 1) Regional Honorary Teacher's performance was classified as good and the training technique was still not effective. 2) Factors that support the improvement of the performance and guidance of regional honorary teachers in the Southwest Sumba District are from the school supervisor, the principal of the primary school, to participate in the coaching program that is held. Availability of transportation budget. The obstacle that arises is the lack of understanding of interest, there are still regional honorary teachers who copy-paste learning tools, motivation, and attitudes of regional honorary teachers about the importance of coaching which is still low as well as the techniques of guiding regional honorary teachers that have not been effective.Keywords: Coaching, Performance, Honorary Teacher Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui pembinaan guru honorer sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya; (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembinaan guru honorer sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya. Desain penelitian ini yaitu mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara bersama Kepala dinas pendidikan, Pengawas sekolah dasar, Kepala sekolah dan guru honorer daerah untuk mengetahui gambaran kinerja dan teknik pembinaan guru honorer daerah dan teknik dokumentasi untuk memperkuat hasil penelitian yang dipaparkan dalam bentuk foto. Hasil penelitian menunjukkan1) Kinerja Guru Honorer Daerah tergolong baik dan teknik pembinaan yang masih belum efektif. 2) Faktor-faktor yang mendukung peningkatan kinerja dan pembinaan guru honorer daerah di kabupaten sumba barat daya adalah dari pengawas sekolah, Kepala sekolah dasar, untuk mengikuti program pembinaan yang diadakan. Tersedianya anggaran transportasi. Kendala yang muncul adalah kurangnya pemahaman minat, masih adanya guru honorer daerah yang mengkopi paste perangkat pembelajaran, motivasi dan sikap guru honorer daerah tentang pentingnya pembinaan yang masih rendah serta teknik pembinaan guru honorer daerah yang belum efektif.Kata kunci: Pembinaan, Kinerja, Guru honorer
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer (Studi Multisitus) Di MIN 1 Dan MIN 2 Flores Timur Sakir, Ilmin; In’am, Akhsanul; Hartiningsih, Sri
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.183 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11615

Abstract

Abstract: This study aims to examine the role of the MIN 1 and MIN 2 principals of East Flores as managers, success supporting factors, the obstacles faced and the principal's efforts to overcome obstacles. The research method used is a qualitative approach with the type of research is descriptive. This research uses a multi-site study. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. The results of this study indicate that the roles of the heads of MIN 1 and MIN 2 as managers are 1) Involving teachers and staff in managing school programs; 2) Conduct curriculum management; 3) Creating a conducive learning and achievement climate; 4) Include teachers in training to improve their competence; 5) Facilitating facilities and infrastructure supporting school activities; 6) Planning a budget; 7) Conduct student management activities; 8) Specifically assigning teachers to oversee the program, and 9) Conduct supervision. Internal factors that support the success of the heads of MIN 1 and MIN 2 East Flores as managers are the togetherness of the teachers to optimize their potential and the willingness to sincerely carry out the school programs that have been planned together. The external factor is the strong support of student guardians in the programs that have been run by schools. The internal obstacle faced by the heads of MIN 1 and MIN 2 East Flores as managers are the limited time for teachers to carry out or run the program to the maximum extent possible. The external obstacle is the student's guardian awareness of the school program. Efforts made by the heads of MIN 1 and MIN 2 East Flores as managers in improving the quality of schools to overcome internal and external problems are communicating to teachers to be more active in carrying out or carrying out planned programs.Keywords: Principal, Manager, Multisitus Study Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepala sekolah MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer, faktor pendukung keberhasilan, kendala yang dihadapi dan upaya kepala sekolah mengatasi kendala. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan studi multisitus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran kepala MIN 1 dan MIN 2 sebagai manajer yaitu 1) Melibatkan guru dan pegawai dalam pengelolaan program sekolah; 2) Melakukan pengelolaan kurikulum; 3) Mewujudkan iklim belajar dan berprestasi yang kondusif; 4) Mengikutkan guru-guru dalam pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya; 5) Memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung kegiatan sekolah; 6) Merencanakan penganggaran; 7) Melakukan kegiatan pengelolaan kesiswaan; 8) Menugaskan secara khusus guru-guru untuk mengawal program, dan 9) Melakukan pengawasan. Faktor internal yang menjadi pendukung keberhasilan kepala MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer adalah kebersamaan guru-guru untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan keinginnan yang ikhlas untuk mejalankan program sekolah yang telah direncankan bersama-sama. Faktor eksternalnya adalah dukungan wali murid yang kuat pada program yang telah dijalankan oleh sekolah. Kendala internal yang dihadapi kepala MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer adalah keterbatasan waktu dari guru-guru untuk melakukan atau menjalankan program dengan semaksimal mungkin. Kendala eksternalnya adalah kesadaran wali murid akan program sekolah tersebut. Upaya yang dilakukan kepala MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer dalam meningkatkan mutu sekolah untuk mengatasi masalah internal dan eksternal adalah mengkomunikasikan kepada guru-guru untuk lebih aktif melakukan atau menjalankan program yang telah direncanakan.Kata kunci: Kepala Sekolah, Manajer, Studi Multisitus
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN DI YAYASAN ALMAWADDAH WARRAHMAH KOLAKA SULAWESI TENGGARA Nuraeni, Nuraeni; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11596

Abstract

Abstract: This study aims to describe 1) community participation in developing education; 2) supporting and inhibiting factors; and 3) efforts made to overcome the inhibiting factors in developing education at Almawadda Warrahmah Kolaka Foundation, Southeast Sulawesi. This research uses descriptive qualitative method with a qualitative approach. The results showed that: 1) Community participation in developing education in foundations was quite diverse, while the form of participation was participation in the provision of assistance in the form of funds and goods; participation in management both in foundations and committees; participation in participating in foundation programs, while participation in academics is still very minimal; 2) The inhibiting factor of community participation lies in the lack of optimality of the committee in carrying out its duties and functions as a mediator between the foundation, the government and the community; lack of human resources of parents, and teaching staff; inadequate infrastructure facilities; 3) Efforts made by the foundation to overcome the inhibiting factors in developing education at the foundation are establishing effective communication with parents, school committees, and the community involving parents, communities, and stakeholders in making decisions and programs to improve the quality of education at the foundation.Keywords: Participation, Society, Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pendidikan; 2) faktor pendukung dan penghambat; serta 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di Yayasan Almawadda Warrahmah Kolaka Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Partisipasi masyarakat  dalam  mengembangkan  pendidikan  di  yayasan  cukup  beragam, adapun bentuk partisipasinya adalah partisipasi dalam pemberian bantuan berupa dana dan barang; partisipasi dalam kepengurusan baik itu di yayasan maupun komite; partisipasi dalam mengikuti program yayasan, sedang partisipasi dalam bidang akademik masih sangat minim; 2) Faktor penghambat partisipasi masyarakat terletak pada kurang optimalnya pihak komite dalam menjalankkan tugas dan fungsinya sebagai mediator antara pihak yayasan, pemerintah dan masyarakat; kurangnya sumber daya manusia orangtua siswa, dan tenaga pengajar; sarana prasaran yang belum memadai; 3) Upaya yang dilakukan oleh pihak yayasan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di yayasan yaitu menjalin komunikasi yang efektif dengan orangtua siswa, komite sekolah, dan masyarakat melibatkan orangtua siswa, masyarakat dan stakeholder dalam pengambilan keputusan dan program peningkatan mutu pendidikan di yayasan.Kata kunci: Partisipasi, Masyarakat, Pendidikan
PERBEDAAN PENGEMBANGAN KEGIATAN PROFESI KONSELOR: DITINJAU DARI “BELUM DAN SUDAH” MEMPEROLEH SERTIFIKAT PENDIDIK Lusiana, Anies; Poerwanti, Endang
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11587

Abstract

Abstract: The purpose of this study to describe and analyze the differences in professional development. The purpose of this study to describe and analyze the differences in professional development activities and the counselors that have not been certified in junior derby Pasuruan. This research used a descriptive research comparative quantitative approach. The population in this study is junior counselors of Pasuruan many as 35 people. Data collection techniques by distributing questionnaires to the respondents. Data analysis was performed using descriptive analysis and comparative analysis. The analysis showed that the pedagogical counselor who has been certified by 83% with a performance score of 15 and counselors are not certified as much as 67% with a performance score of 12 out of a maximum score is 18. The personal competence counselor has been certified as much as 85% with a score of 24 and performance counselors are not certified as much as 64% with a performance score of 18 out of a maximum score is 28. social competence counselor who has been certified as much as 86% with a performance score of 19 and counselors that have not been certified as much as 64% with a performance score of 14 out of a maximum score is 22. the professional competence of counselor who has been certified by 32% with a performance score of 23 and counselors are not certified as much as 15% with a performance score of 11 out of the maximum score is 72.Keywords: Counselor profession, Competence counselor, Educator certification Abstrak: Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan kegiatan pengembangan profesi konselor yang belum dan yang sudah sertifikasi di SMP sekota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif komparatif pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konselor SMP SekotaPasuruan sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara membagikan angket kepada responden. Analisis data dilaksanakan menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 83% dengan skor capaian 15 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 67% dengan skor capaian 12 dari skor maksimal yaitu 18. Sedangkan kompetensi kepribadian Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 85% dengan skor capaian 24 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 64% dengan skor capaian 18 dari skor maksimal yaitu 28. Kompetensi sosial Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 86% dengan skor capaian 19 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 64% dengan skor capaian 14 dari skor maksimal yaitu 22. Sedangkan kompetensi professional Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 32% dengan skor capaian 23 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 15% dengan skor capaian 11 dari skor maksimal yaitu 72.Kata kunci: Profesi konselor, Kompetensi konselor, Sertifikasi pendidik
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI MTS MUHAMMADIYAH 1 TLOGOMAS KOTA MALANG Jaleha, Jaleha; Pantiwati, Yuni
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.453 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11530

Abstract

Abstract: The research aims to describe: 1) implementation of school policy in applying character education; 2) supporting and inhibiting factors; 3) efforts made to overcome the obstacles in applying character education students in MTs Muhammadiyah I Tlogomas Malang. This research uses a qualitative descriptive method with qualitative approach. The results showed that: 1) Implementation of policies in applying character education students (a) planning, (b) implementation, (c) the evaluation of the strengthening of character education has been done well seen from the implementation of the students' character values. However, not fully maximal still requires strengthening character education further. 2) Supporting factors and impediments in applying character education (a) Less optimal teacher control over extracurricular activities of students (b) Strengthening character education (PPK) teachers BK, Talib has not made accurate bookkeeping related to violations of students (c) The existence of miscommunication between parents and teachers in instilling the values of character to learners. 3) Efforts made by the school to overcome the inhibiting factors in applying character education students are (a) School parties make evaluation studies every 6 months, 1 year (b) Strengthening character education through extracurricular activities c) teachers trying to become role models for students such as (praying congregation, keeping the school environment clean, polite).Keywords: Policy, Implementation, Character Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) implementasi kebijakan sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter; 2) faktor pendukung dan penghambat; 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam menerapkan pendidikan karakter siswa di MTs Muhammadiyah I Tlogomas Kota Malang. Penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa:1) Implementasi kebijakan dalam menerapkan pendidikan karakter siswa (a) perencanana, (b) pelaksanaan, (c) evaluasi penguatan pendidikan karakter sudah terlaksana dengan baik dilihat dari pengimplementasian nilai-nilai karakter yang dilakukan siswa. Namun, belum sepenuhnya maksimal masih membutuhkan penguatan pendidikan karakter lebih lanjut. 2) Faktor  pendukung dan penghambat dalam menerapkan pendidikan karakter (a) Kurang optimal pengontrolan guru terhadap kegiatan ekstrakurikuler siswa (b) Penguatan pendidikan karakter (PPK) guru BK, Tatib belum membuat pembukuan yang akurat terkait pelanggaran-pelanggaran siswa (c) Adanya miskomunikasianatara orang tua dan guru dalam menanamkan nilai-nilai karaSkter terhadap peserta didik.3) Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengatasi faktor penghambat dalam menerapkan pendidikan karakter siswa yaitu: (a) Pihak sekolah membuat kajian evaluasi setiap 6 bulan, 1 tahun sekali (b) Penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler c) guru berusaha menjadi role model bagi siswa seperti (sholatberjama?ah, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, sopan santun).Kata kunci: Kebijakan, Implementasi, Karakter
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMP NEGERI 3 MALANG Zubaidah, Siti Hanik; Zuriah, Nurul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.469 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11611

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of GLS implementation in SMPN 3 Malang, supporting factors, obstacles, and solutions. The study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection uses interviews, observation, and documentary study techniques. Data analysis with data reduction, data display, and verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that based on Permendikbud No. 23 of 2015, SMPN 3 Malang made a derivative policy on GLS. Form of GLS implementation in the form of habituation, development, and learning. Literacy is 45 minutes every day as an extracurricular and 30 minutes according to the curricular schedule. The implementation of the three stages of GLS was 84.33% and 92.40% showed the literate school ecosystem. Successful implementation is influenced by clear and consistent communication factors, sufficient resources, disposition with receptive responses, and complete bureaucratic structure with clear SOPs. Internal supporting factors are the active role of school principals and staff, libraries, intakes, and the amount of literacy time. The external factor is the role of the guardians of students in infrastructure. Internal inhibiting factors are the lack of school funds and journal check personnel as well as book rotation, the absence of follow-up literacy activities at home, and internal factors of students (gadget influence). The external inhibiting factor is the absence of the government's role in the budget, training, assistance, monitoring, and evaluation. The solution is to increase cooperation with parents and a new policy as an improvement.Keywords: Policy Implementation, Education, GLSAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi GLS di SMPN 3 Malang, faktor pendukung, penghambat, dan solusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Analisis data dengan data reduction, data dislpay, dan verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015, SMPN 3 Malang membuat kebijakan derivat tentang GLS. Bentuk implementasi GLS berupa pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pelaksanaan literasi adalah 45 menit setiap hari sebagai intrakurikuler dan 30 menit sesuai jadwal kokurikuler. Keterlaksanaan tiga tahap GLS sebesar 84,33 % dan 92,40 % menunjukkan sebagai ekosistem sekolah literat. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh faktor komunikasi yang jelas dan konsisten, sumber daya yang cukup, disposisi dengan respon menerima, dan struktur birokrasi yang utuh dengan SOP yang jelas. Faktor internal pendukungnya adalah peran aktif kepala sekolah dan staff, perpustakaan, intake, dan banyaknya waktu literasi. Faktor eksternalnya adalah peran wali murid dalam sarana prasarana. Faktor internal penghambatnya adalah minimnya dana sekolah dan tenaga pengecekan jurnal serta perotasian buku, belum adanya tindak lanjut kegiatan literasi di rumah, dan faktor internal peserta didik (pengaruh gadget). Faktor eksternal penghambatnya adalah tidak adanya peran pemerintah terkait anggaran, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Solusinya adalah meningkatkan kerjasama dengan orang tua serta adanya kebijakan baru sebagai penyempurnaan. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Pendidikan, GLS
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU BIOLOGI BERSERTIFIKASI DI KABUPATEN SIKKA Sani, Yuli Mira Syafriati Y. M.; In?am, Akhsanul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11578

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the pedagogical competence of certified biology teachers in Sikka Regency. The method used is a descriptive quantitative method. Data collection techniques are the distribution of questionnaires and interviews. The study was conducted on certified high school Biology teachers in Sikka District. The results showed that certified Biology teachers in Sikka District had excellent pedagogical potential based on the overall average value of each teacher's core competencies, especially in aspects of mastering students' characteristics from physical, moral, spiritual, social aspects, cultural, emotional, and intellectual (4.22), develop curriculum related to the subjects (4.49), conduct assessment and evaluation of learning processes and outcomes (4.43) and utilize the results of assessment and evaluation for the benefit of learning ( 4.51). Specifically on the aspect of carrying out reflective actions to improve the quality of learning is still not good or sufficient (3.32) this is because Biology teachers have never conducted research (CAR) due to limited time and thought.Keywords: Pedagogic competence, Teacher, Biology, Certification Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru biologi bersertifikasi di Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik mengumpulkan data adalah penyebaran kuesioner dan wawancara. Penelitian dilakukan pada guru Biologi SMA bersertifikasi di Kabupaten Sikka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Biologi bersertifikasi di Kabupaten Sikka memiliki kompotensipedagogik yang sangat baik berdasarkan nilai rata-rata keseluruhan dari masing-masing kompetensi inti guru, terutama pada aspek-aspek: menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual (4,22), mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu (4,49),  menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar (4,43) dan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran (4,51). Khusus pada aspek melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran masih kurang baik atau cukup (3,32) hal ini dikarekan guru Biologi belum pernah melakukan penelitian (PTK) dikarenakan keterbatasan waktu dan pikiran.Kata kunci: Kompetensi pedagogik, Guru, Biologi, Sertifikasi
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN BUDAYA SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP (ADIWIYATA) MANDIRI DI SDN PURWANTORO 1 KOTA MALANG Prayogo, Jauhar; Wurianto, Arif Budi
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11602

Abstract

Abstract: This study aims to determine: 1) The effectiveness of the Culture Policy of environmentally friendly schools (Adiwiyata) Mandiri implemented at SDN Purwantoro 1 Malang, 2) Supporting and inhibiting factors in the education of environmentally friendly schools (Adiwiyata) Mandiri at SDN Purwantoro 1 Malang. The approach used is qualitative. The research location is housed in SDN Puwantoro 1 Malang City. Research carried out in December until January 2017. The subjects were principals, teachers, and parents. Analysis of the data using data analysis techniques Miles, Huberman, and Spradley. While the validity of the data which is to increase persistence, triangulation, and the use of reference materials. Research results obtained: 1) Culture applied in SDN Purwantoro 1 Malang City with their habituation-conditioning is done to students. The habituation cultural activities such as green and clean, personable, and parents day. 2) Factors that support program activities Adiwiyata Mandiri is the infrastructure that supports it, the division of cadres in the Adiwiyata program, and the role of parent guardians in supporting the implementation of the program at SDN Purwantoro 1 Malang City. And 3) the inhibiting factors sometimes only one or two children who lack awareness about the environment and land conditions are still unfavorable to good.Keywords: Education Policy, School Culture, Environmental Education, Adiwiyata Mandiri Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Efektivitas Kebijakan Budaya sekolah berwawasan lingkungan hidup (Adiwiyata) Mandiri diterapkan di SDN Purwantoro 1 Kota Malang, 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam pendidikan sekolah berwawasan lingkungan hidup (Adiwiyata) Mandiri di SDN Purwantoro 1 Kota Malang. Pendekatan yang dipakai adalah kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SDN Purwantoro 1 Kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember sampai Januari 2017. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan wali murid. Analisis data menggunakan teknik analisis data Miles, Huberman dan spradley. Sedangkan keabsahan datanya yaitu meningkatkan ketekunan, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian yang didapat yaitu 1) Budaya yang diterapkan di SDN Purwantoro 1 Kota Malang dengan adanya pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan kepada siswa-siswinya. Budaya pembiasaan itu seperti kegiatan green and clean, kepribadian dan parensday. 2) Faktor yang mendukung dalam kegiatan program Adiwiyata Mandiri adalah sarana prasarana yang mendukung, adanya pembagian kader dalam program adiwiyata, dan peran orang tua wali murid dalam mendukung diterapkannya program Adiwiyata di SDN Purwantoro 1 Kota malang. Dan 3) Faktor penghambat hanya saja terkadang ada satu dua anak yang kesadarannya kurang tentang lingkungan dan kondisi lahannya yang masih kurang mendukung dengan baik.Kata kunci: Kebijakan Pendidikan, Budaya Sekolah, Pendidikan Lingkungan Hidup, Adiwiyata Mandiri