cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Tahun 2015 Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Siti Arafah Bahruddin; Akhsanul In’am; Fauzik Lendriyono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12038

Abstract

Abstract: Educators are the spearhead of the success of the continuity of education in the industrial revolution era 4.0. The success of education can be seen in the competencies held by the teacher. This study aims to analyze the result of the Teacher Competency Test (UKG) Year 2015 in East Nusa Tenggara Province. This study used a descriptive quantitative approach and supported by qualitative. This study is descriptive. The subject of this research was the value of teachers who followed UKG Year 2015 in East Nusa Tenggara Province, which consists of 9.286 teachers from 22 districts of East Nusa Tenggara Province. The data were collected by using document and interview techniques. In analyzing the data, the researcher used descriptive statistics and SPSS program to know the Mean value of teachers from the pedagogical and professional competencies. The result of Teacher Competency Test (UKG) Year 2015 in East Nusa Tenggara Province, reviewed from the pedagogical and professional competencies and the general subjects of the national examination (Bahasa Indonesia, English, and Mathematics) of the 22 districts, is relatively categorized low since the Mean value is below the Minimum Competency Standard (SKM) which is 55. According to the functionary and the teachers, several factors cause the low competency of teachers in East Nusa Tenggara Province, so the coordination among the Education Quality Insurer Agency (LPMP), provincial education authorities, and district education authorities should be improved to see the Teacher Competency Test (UKG) problem as a mutual concern. The government should conduct a teacher competency test periodically to maintain the teachers’ competencies in both pedagogical and professional to improve the education quality in East Nusa Tenggara Province particularly.Keywords: Teacher, Pedagogical and Professional, Competency Test Abstrak: Pendidik merupakan ujung tombak keberhasilan keberlangsungan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Keberhasilan pendidikan dapat dilihat pada kompetensi yang dimiliki oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah nilai guru yang mengikuti UKG Tahun 2015 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 9.286 guru di 22 Kabupaten/Kota se Provinsi NTT. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik dokumen dan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan deskriptif statistik dan menggunakan program SPSS untuk mengetahui nilai rata-rata guru dari kompetensi pedagogi dan profesional. Hasil UKG Tahun 2015 di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditinjau dari kompetensi pedagogi dan profesional berdasarkan 22 Kabupaten/Kota maupun berdasarkan mata pelajaran umum ujian nasional (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika) secara keseluruhan mencapai nilai rata-ratanya dalam kategori rendah karena dibawah Standar Kompetensi Minimum (SKM) yaitu 55. Menurut pejabat dan guru ada faktor yang menyebabkan rendahnya kompetensi guru di Provinsi NTT, sehingga harus meningkatkan kerja sama antara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), dinas pendidikan Provinsi dan dinas pendidikan Kabupaten/Kota untuk memperhatikan masalah UKG sebagai perhatian bersama. Pemerintah perlu mengadakan sebuah uji kompetensi guru secara berkala, Uji Kompetensi tersebut dimaksudkan agar tetap menjaga kompetensi guru baik pedagogi maupun profesional sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi NTT pada khususnya.Kata kunci: Guru, Pedagogi dan Profesional, Uji Kompetensi
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Mendukung Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter Di SD Muhammadiyah 9 Malang Ruli Alfi Mei Rosyida; Ahmad Juanda; Mohammad Syahri
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12039

Abstract

Abstract: The negative impact of globalization is the increasingly worsening character of the younger generation. In overcoming the problem of demoralizing the younger generation, the Government of Indonesia issued a policy of strengthening character education. This study aims to describe (1) the implementation of character education to support strengthening character education(PPK) movement at elementary school Muhammadiyah 9 Malang. (2) supporting and inhibiting factors in the process of character education implementation in the context of supporting the PPK movement at elementary school Muhammadiyah 9 Malang. This research is a qualitative descriptive study, located at elementary school Muhammadiyah 9 Malang, with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The results showed that (1) the implementation of PPK policies in schools was not much different from the character education programs that had previously been implemented. Strengthening the character education that runs is to add a variety of character planting habituation programs, increase the hours of character habituation activities, increase student learning activities and intensify a variety of programs that are already running at school. Schools implement the PPK movement according to the Ministry of Education and Culture's reference with three basic approaches. (2) Supporting factors are none other than full support provided by all schools and parents of students while inhibiting factors faced by schools are none other than students themselves and there are parents of students.Keywords: Policy, Strengthening Character Education, Elementary Schools Abstrak: Dampak yang dihasilkan globalisasi secara negatif yaitu semakin memburuknya karakter generasi muda. Dalam mengatasi persoalan demoralisasi generasi muda Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi pendidikan karakter dalam rangka mendukung gerakan PPK di SD Muhammadiyah 9 Malang. (2) faktor pendukung dan penghambat proses impelementasi pendidikan karakter dalam rangka mendukung gerakan PPK di SD Muhammadiyah 9 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, bertempat di SD Muhammadiyah 9 Malang, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi kebijakan PPK di sekolah tidak jauh berbeda dengan program pendidikan karakter yang sebelumnya sudah dilaksanakan. Penguatan pendidikan karakter yang berjalan yaitu dengan menambah berbagai program pembiasaan penanaman karakter, menambah jam kegiatan pembiasaan karakter, menambah kegiatan pembelajaran siswa dan mengintensifkan berbagai program yang sudah berjalan di sekolah. Sekolah mengimplementasikan gerakan PPK sesuai acuan kemendikbud dengan tiga basis pendekatan. (2) Faktor pendukung tidak lain berupa dukungan penuh yang diberikan oleh seluruh pihak sekolah dan orang tua siswa, sedangkan faktor penghambat yang dihadapi sekolah tidak lain berasal dari para peserta didik sendiri dan ada dari orang tua siswa.Kata kunci: Kebijakan, Penguatan Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar
Implementasi Kebijakan “Segregasi” Kelas Berbasis Gender Di SMP Islam Al-Maarif 01 Singosari Nadzifatul Mu’tamaroh; Yuni Pantiwati
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12040

Abstract

Abstract: Gender issues must be resolved immediately. The study aims to describe: 1) Implementation of gender-based class segregation policies; 2) Inhibiting factors and solutions in implementing gender-based class segregation policies and school efforts in overcoming the problems faced in implementing gender-based class segregation policies. The type of research used is descriptive qualitative. This research was carried out at Islamic junior high school Maarif 01 Singosari. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The analysis phase used is data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing. To check the validity of the data using data and source triangulation. The results showed that 1) The implementation of the gender-based class segregation policy process of its implementation was carried out by separating classes between male and female classes, from grades VII, VII and X but in one building, one organization and supported by the implementation of orderly. 2) Barriers and solutions faced by schools in carrying out policies are: attitudes of male students disagree with the existence of policies that have an impact on the class structure when learning hours are less conducive. The solution that is done by the school, by providing approaches and direction to students, and every teacher and especially the counseling guidance teacher and subject teachers must know all the problems that often occur to Islamic junior high school Al-Maarif 01 Singosari students to be evaluated on an ongoing basis.Keywords: Gender, Segregation, Policy Implementation Abstrak: Permasalahan mengenai gender harus segara dituntaskan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender; 2) Faktor penghambatdan solusi dalam implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender dan upaya sekolah dalam mengatasi masalah yang dihadapi dalam implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Al-Maarif 01 Singosari. Teknik pengumpulan data yaitu Wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender proses penerapannya dilakukan dengan cara pemisahan kelas antara kelas laki-laki dan kelas perempuan, mulai dari kelas VII, VII dan X akan tetapi dalam satu gedung, satu organisasi dan didukung dengan diterapkannya tata tertib. 2) Kendala dan solusi yang dihadapi sekolah dalam menjalankan kebijakan yaitu: sikap siswa putra kurang setuju adanya kebijakan hal tersebut berdampak pada suasana kelas pada saat jam pembelajaran kurang kondusif. Solusi yang dilakukan sekolah, dengan memberikan pendekatan dan arahan terhadap siswa, dan setiap guru dan khususnya guru BK dan guru mata pelajaran harus mengetahui segala problem yang sering terjadi pada siswa SMP Islam Al-Maarif 01 Singosari untuk dievaluasi secara berkelanjutan.Kata kunci: Segregasi, Gender, Implementasi Kebijakan
Analisis Kebijakan Sekolah Dalam Peningkatan Profesionalisme Guru Di Kecamatan Kambera Anestasia Ata Ambu; Asep Nurjaman
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12041

Abstract

Abstract: Professional teachers can move the dynamics of the progress of national education, for that a continuous, targeted and effective development process is needed. The process to improve professional teachers needs to support all elements related to the teacher. This study aims to describe 1) school policy in increasing teacher professionalism in the Senior/Vocational High School Kambera District. 2) Efforts to the obstacles faced in the implementation of increasing teacher professionalism in the Senior/Vocational High SchoolKambera District. This study used a qualitative descriptive approach with data collection methods in the form of observation, interviews, and study of documents that are used as sources of primary data and secondary data. The location of this study was at Senior High School 1 Kambera, Payeti Christian Senior High School, and Vocational High School Negeri 5 Waingapu. The results showed that: 1) the implementation of MGMP activities, PKB, Diklat, curriculum development from the three schools was still lacking because not all teachers were sent in these activities. The obstacles faced are continuing professional development, namely the lack of teacher's understanding of teaching materials, and the lack of opportunities to attend training as a support to become professional teachers. 2) Efforts towards the obstacles faced in implementing teacher professionalism have been carried out related to the implementation of PKB, MGMP, curriculum development, training at the school, regional and provincial levels, but these achievements have not been fully maximized.Keywords: School Policy, Professionalism, Teachers Abstrak: Guru profesional dapat menggerakkan dinamika kemajuan pendidikan nasional, untuk itu diperlukan suatu proses pembinaan berkesinambungan, tepat sasaran dan efektif. Proses untuk meningkatkan guru profesional perlu dukungan semua unsur yang terkait dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) kebijakan sekolah dalam peningkatan profesionalisme guru di SMA/SMK Kecamatan Kambera. 2) Upaya terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru di SMA/SMK Kecamatan Kambera. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa obsevasi, wawancara, dan studi dokumen yang dijadikan sebagai sumber data primer dan data sekunder. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Kambera, SMA Kristen Payeti, dan SMK Negeri 5 Waingapu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan kegiatan MGMP, PKB, Diklat, pengembangan kurikulum dari ketiga sekolah tersebut masih kurang, karena tidak semua guru-guru dikirim dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Adanya kendala yang dihadapi yaitu pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan yaitu kurangnya pemahaman guru terhadap materi ajar, dan kurangnya kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan sebagai penunjang menjadi guru profesional. 2) Upaya terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru sudah dilaksanakan terkait pelaksanaan PKB, MGMP, pengembangan kurikulum, diklat pada tingkat sekolah, daerah, maupun provinsi tetapi pencapaian tersebut belum sepenuhnya maksimal.Kata kunci: Kebijakan Sekolah, Profesionalisme, Guru
Analisis Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Bela Negara Di SMK Sore Tulungagung Khusnaini Khusnaini; Budiono Budiono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12042

Abstract

Abstract: The Strengthening of National Defense Character Education Policy that has been implemented at the Vocational High School Sore Tulungagung in 2014/2015 is a new character education development policy. The policy must be analyzed to give other schools a clear picture of the effectiveness of character education. Therefore the researcher intends, to find out the implementation suitability and evaluate the effectiveness of the policy of strengthening the character education of the National Defense Vocational High School Sore Tulungagung. Through qualitative research methods, by triangulating research data, researchers analyze data by studying theory through the reduction of interview results. The results obtained, the planning of strengthening the character education of National Defense is not good, because of the lack of reference laws that are used, indicators of achievement of the basic values of the character of defending the country. In the implementation of the policy declared quite good, seen activities that teach nationality insight to students, but there needs to be supervision from the implementation team. Finally, the evaluation stage of the policy is still not good, because the evaluation of character education is in the form of violations in general, not on indicators of the basic values of Defending the State.Keywords: Policy, Character Education, National Defense Abstrak: Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Bela Negarayang telah dilaksanakan di SMK Sore Tulungagung tahun 2014/2015 merupakan kebijakan pengembangan pendidikan karakter baru. Kebijakan tersebut harus dianalisis agar memberi gambaran jelas kepada sekolah lain efektifitas pendidikan karakter tersebut. Maka dari itu penelitian ini bermaksuduntuk mengetahui implementasi dan mengevaluasi efektifitas kebijakan penguatan pendidikan karakter Bela Negaradi SMK Sore Tulungagung. Melalui metode penelitian kualitatif, dengan triangulasi data-data penelitian, peneliti menganalisis data dengan kajian teori melalui reduksi hasil wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan, perencanaan penguatan pendidikan karakter Bela Negarakurang baik, sebab minimnya acuan perundangan yang dipakai, indikator ketercapaian nilai-nilai dasar karakter bela negara. Pada implementasi kebijakan dinyatakan cukup baik, terlihat adanya kegiatan-kegiatan yang mengajarkan wawasan kebangsaan pada peserta didik, namun perlu adanya pengawasan dari tim pelaksana. Terakhir, tahap evaluasi kebijakan masih kurang baik, sebab evaluasi pendidikan karakter ini berupa pelanggaran secara umum, bukan pada indikator nilai-nilai dasar Bela Negara.Kata kunci: Kebijakan, Pendidikan Karakter, Bela Negara
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Pondok Pesantren Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Menengah Di SMA Nurul Jadid Farhan Muhtadi; Frida Kusumastuti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12043

Abstract

Abstract: In facing the challenges of an increasingly liberal era, many Islamic boarding schools form public schools by applying them together to give birth to generations who master the science of religion and knowledge in general. In its implementation, of course, it takes a figure who has reliable leadership in both fields. This research aims to describe and analyze (1) the leadership style of Senior High School Nurul Jadid principals in the implementation of education in school; (2) the leadership style of Senior High School Nurul Jadid Principal at the school policy retrieval process; (3) the typical leadership style of Senior High School Nurul Jadid principals. The approach of this research is qualitative descriptive. Data collection was done through structured interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques use the Miles and Huberman model, namely: data reduction, data presentation, and verification/conclusion. The results showed that 1) the leadership style of principals in organizing education which included inputs, processes, and outputs of schools in Nurul Jadid High School was using delegating leadership style, this leadership style was used because principals considered the maturity level of subordinates to be good and ready to carry out tasks. 2)While the policy retrieval process, the principal of Senior High School Nurul Jadid uses a democratic leadership style, because when making policies in schools there was still an element of coordination between superiors and subordinates, subordinates were still allowed to make decisions based on suggestions and criticism. Both of leadership styles that are jointly run by the principal have elements of the pesantren's distinctive leadership style, which are dedicated, serving leadership and a high sense of kinship by applying Nurul Jadid's rules and Islamic values, namely trilogy santri, and panca awareness santri.Keywords: Leadership Style, Delegative, Democratic, Islamic Boarding School Abstrak: Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin liberal banyak pondok pesantren yang membentuk sekolah umum dengan diterapkan secara bersama demi melahirkan generasi yang menguasai ilmu agama dan pengetahuan secara umum. Dalam pelaksanaannya tentunya dibutuhkan sosok yang memiliki kepemimpinan yang handaldikedua bidang.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah SMA Nurul Jadid(1) dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah; (2) dalam proses pengambilan kebijakan di sekolah; (3) gaya kepemimpinan khas pesantren kepala sekolah SMA Nurul Jadid. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan dilakukan dengan cara wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Teknik analis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu: reduksi data, penyajian data dan verifikasi/simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi input, proses dan output sekolah di SMA Nurul Jadid menggunakan gaya kepemimpinan delegasi, gaya kepemimpinan ini digunakan karena kepala sekolah menganggap tingkat kematangan bawahan sudah bagus dan siap untuk melaksanakan tugas.2)  pada saat proses pengambilan kebijakan, kepala sekolah SMA Nurul Jadid menggunakan gaya kepemimpinan demokratis, karena pada saat membuat kebijakan-kebijakan di sekolah masih ada unsur koordinasi antara atasan dan bawahan, bawahan masih diberi kesempatan untuk mengambil keputusan atas dasar saran dan kritik yang diberikan. 3) Gaya kepemimpinan yang bersama-sama dijalankan oleh kepala sekolah tersebut terdapat unsur gaya kepemimpinan khas pesantren yaitu kepemimpinan yang bersifat mengabdi, melayani dan rasa kekeluargaan yang tinggi dengan menerapkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan Nurul Jadid yaitu trilogi santri dan panca kesadaran santri.Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Delegasi, Demokratis, Pesantren
Implementasi Pendidikan Inklusif Di SMKN 2 Malang Desy Rismayanti; Endang Poerwanti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12044

Abstract

Abstract: The development of 21st-century education has provided opportunities for persons with disabilities to obtain the same education as students in general. The study aims to find out 1) the implementation of inclusive education which includes the acceptance, planning, implementation, and evaluation of students; 2) supporting and inhibiting factors for the implementation of inclusive schools, and 3) positive and negative impacts of the implementation of inclusive schools in Vocational High School 2 Malang. This research uses qualitative research. The results showed that 1) the implementation was good in terms of acceptance, planning, implementation, and evaluation, which was followed by students with special needs with autism, mentally disabled, ADHD, slow learner, deaf, and dual disability (more disability). 2) Internal and external supporting factors are the collaboration of various inclusive education actors, the government, parents or guardians of students, communities around the school, as well as special assistant teachers. Internal and external inhibiting factors, the lack of infrastructure assistance from the government. 3) The positive impact of the implementation of inclusive education in Vocational High School 2 Malang is the support of all parties to inclusive education, for the negative impact of this study in the inhibiting factor, namely the lack of infrastructure assistance from the government. Researchers suggest that schools should always send letters to the government regarding infrastructure facilities so that the government can be responsive in helping with this. It can also find sponsors through CSR (Corporate Social Responsibility), self-funding from parents of parents, and raising public funds.Keywords: Implementation, Inclusive Education, The Child with Special Needed Abstrak: Perkembangan pendidikan abad 21 ini telah memberikan kesempatan kepada para penyandang difabel untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan siswa pada umumnya.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui a) implementasi pendidikan inklusif berjalan yang meliputi penerimaan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi bagi peserta didik; b) faktor pendukung dan penghambat implementasi sekolah inklusif; serta c) dampak positif dan negatif dari implementasi sekolah inklusif di SMKN 2 Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan sudah baik dalam hal penerimaan, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi, yang diikuti oleh peserta didik berkebutuhan khusus dengan ketunaanautis, tuna grahita, ADHD, slow learner, tuna rungu, serta ketunaan ganda (lebih ketunaannya). 2) Faktor pendukung internal dan eksternal adanya kolaborasi dari berbagai pelaku pendidikan inklusif, pemerintah, orang tua wali murid, masyarakat sekitar sekolah, serta para guru pendamping khusus. Faktor penghambat internal dan eksternal, minimnya bantuan sarana prasarana dari pemerintah. 3) Dampak positif dari implementasi pendidikan inklusif di SMK Negeri 2 Malang adanya dukungan dari semua pihak pelaku pendidikan inklusif, untuk dampak negatif penelitian ini dalam faktor penghambat yaitu minimnya bantuan sarana prasarana dari pemerintah. Saran peneliti, sebaiknya sekolah selalu mengirim surat untuk pemerintah dalam hal bantuan sarana prasarana agar pemerintah bisa cepat tanggap dalam membantu dalam hal ini. Bisa juga mencari sponsor melalui CSR (Corporate Social Responsibility), swadana dari orang tua wali murid, dan penggalangan dari dana masyarakat.Kata kunci: Implementasi, Pendidikan Inklusif, Anak Berkebutuhan Khusus
Evaluasi Program Adiwiyata Mandiri Dalam Membentuk Karakter Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Di SMPN 1 Pandaan Luluk Nur Alfiyah; Abdulkadir Rahardjanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12045

Abstract

Abstract: Eradication of environmental problems Indonesia has a solution in the form of adiwiyata policies that are implemented in schools. The research objective evaluates the implementation of Adiwiyata after receiving the award with Adiwiyata components including 1) environmentally sound school policies; 2) development of an environment-based curriculum; 3) participatory-based environmental activities; 4) management of environmentally friendly supporting facilities in the context of forming a caring and cultured character in Junior High School 1 Pandaan. The method used in this research is descriptive qualitative which aims to evaluate the implementation of the adiwiyata program based on the Adiwiyata program component. Data collection techniques by direct observation, interviews, and documentation. The data validity technique is obtained through source and technique triangulation. The results showed that an evaluation of the results of environmentally sound policies to form a caring attitude and environmental culture had been carried out at Junior High School 1 Pandaan. Evaluation of the results of the implementation of an environment-based curriculum in shaping culture and caring for the environment is only carried out 60% of teachers in integrated learning and has an impact on the application of students' environmental knowledge. Evaluation of the results of participatory-based environmental activities in shaping cultural character and caring for the environment has been carried out but has decreased in cooperation with outsiders and its role as resource persons An evaluation of the results of the management of environmentally friendly supporting facilities in the formation of a caring and cultured character of the environment has been carried out but needs to be further improved in the improvement and management of infrastructure.Keywords: Evaluation, Self Adiwiyata, Character Abstrak: Pengentasan soal masalah lingkungan Negara Indonesia memiliki solusi berupa kebijakan adiwiyata yang diberlakukan di sekolah. Tujuan penelitian mengevaluasi pelaksanaan Adiwiyata pasca diterimanya penghargaan tersebut dengan komponen Adiwiyata meliputi: 1) kebijakan sekolah berwawasan lingkungan; 2) pengembangan kurikulum berbasis lingkungan; 3) kegiatan lingkungan berbasis partisipatif; 4) pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan dalam rangka membentuk karakter peduli dan berbudaya lingkungan di SMPN 1 Pandaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program adiwiyata berdasarkan komponen program Adiwiyata. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi hasil kebijakan berwawasan lingkungan untuk membentuk sikap peduli dan budaya lingkungan telah dilaksanakan di SMPN 1 Pandaan. Evaluasi hasil pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan dalam membentuk budaya dan peduli lingkungan hanya dilaksanakan 60% guru dalam pembelajaran terintegrasi dan berdampak pada penerapan pengetahuan lingkungan siswa. Evaluasi hasil kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dalam membentuk karakter budaya dan peduli lingkungan telah dilaksanakan namun mengalami penurunan dalam kerja sama dengan pihak luar dan perannya menjadi nara sumber. Evaluasi hasil pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan dalam pembentukan karakter peduli dan berbudaya lingkungan telah dilaksanakan namun perlu ditingkatkan lagi dalam peningkatan dan pengelolaan sarana prasaran.Kata kunci: Evaluasi, Adiwiyata Mandiri, Karakter
Analisis Tingkat Ketercapaian Angka Partisipasi Sekolah Di Papua (Studi Kasus Di Kabupaten Merauke) Kiki Maharani; Moh. Mahfud Effendi; Asep Nurjaman
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12046

Abstract

Abstract: School participation is integrally an effort to achieve quality education quality. This study aims to obtain information about (1) factors that influence the level of achievement and school participation rates, constraints in increasing enrollment rates. (2) the role of regional autonomy in improving the quality of education services. The approach used is a type of qualitative approach. Data collection techniques used in the form of interviews and documents and observation. The results showed that (1) Factors influencing the low number of school participation in Merauke Regency were access to education that was difficult to reach in remote areas, limited availability of teacher numbers and uneven distribution, teacher welfare that was still lacking, educational facilities that were not yet adequate in remote areas, the level of public education, and the slow attention of the government. (2) The role of regional autonomy in improving the quality of education services has not been maximized. The principle of justice, efficiency, transparency, and public accountability in efforts to improve and improve the quality and quantity of education becomes the responsibility and concern of all parties, both the government, regional governments, and the community.Keywords: Participation Rates, Level of Achievement, Education Abstrak: Partisipasi sekolah secara integral menjadi usaha dalam mencapai mutu pendidikan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ketercapaian dan angka partisipasi sekolah, kendala dalam peningkatan angka partisipasi. (2) peran otonomi daerah dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Pendekatan yang digunakan yaitu jenis pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan dokumen serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya angka partisipasi sekolah di Kabupaten Merauke yaitu akses pendidikan yang sulit dijangkau pada daerah terpencil, ketersediaan jumlah tenaga guru yang terbatas dan distribusinya kurang merata, kesejahteraan guru yang masih kurang, fasilitas pendidikan yang belum memadai di daerah terpencil, tingkat pendidikan masyarakat, serta lambannya perhatian dari pemerintah. (2) Peran otonomi daerah dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan belum maksimal. Prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik dalam upaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta kuantitas pendidikan menjadi tanggung jawab dan perhatian bersama seluruh pihak, baik pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.Kata kunci: Angka Partisipasi, Tingkat Ketercapaian, Pendidikan
Studi Kebijakan Pengikutsertaan Orang Tua Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Di SDN Songgokerto 3 Kota Batu Maulidin Ardiyansyah; Ahmad Juanda
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12047

Abstract

Abstract: Improving the quality of education is not only the responsibility of the government and schools. In this modern era in improving the quality of education is also the responsibility of parents. This study aims to determine 1) the form of parent participation in Elementary School Songgokerto 3 in Batu City in improving the quality of education, 2) the school's strategy in developing parent participation in Elementary School Songgokerto 3 in Batu City in improving the quality of education. This research uses a qualitative approach. This research is a qualitative study, with the type of descriptive qualitative research. The results showed that: 1) The strategy applied was to always participate in every activity carried out by the community in the school environment or parents to establish friendship and the formation of good communication with the community and parents. 2). The form of participation from parents in elementary school Songgokerto 3 Batu is in the form of thoughts such as providing input in program activities at school, skills such as providing training to students on how to make chips, personnel such as in repairing infrastructure for teaching and learning support processes such as repairing chairs or desks, money, and things.Keywords: Policy, Parental Participation, Quality of Education Abstrak: Meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab oleh pemerintah dan sekolah. Pada era modern sekarang ini dalam meningkatkan mutu pendidikan juga menjadi tanggung jawab orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bentuk partisipasi orang tua di Sekolah Dasar Negeri Songgokerto 3 Kota Batu dalam meningkatkan mutu pendidikan, 2) strategi sekolah dalam menumbuh kembangkan partisipasi orang tua di Sekolah Dasar Negeri Songgokerto 3 Kota Batu dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif deskripstif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Strategi yang diterapkan adalah dengan selalu ikut dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh masyarakat di lingkungan sekolah atau orang tua dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dan terbentuknya komunikasi yang baik dengan masyarakat dan orangtua. 2). Bentuk partisipasi dari orang tua di SDN Songgokerto 3 Kota Batu berupa pemikiran seperti memberikan masukan-masukan dalam program kegiatan di sekolah, keterampilan seperti memberikan pelatihan pada siswa bagaimana cara membuat keripik, tenaga seperti dalam memperbaiki sarana prasarana pendukung proses belajar mengajar seperti memperbaiki kursi ataupun meja, uang, dan benda.Kata kunci: Kebijakan, Keikutsertaan Orang Tua, Mutu Pendidikan