Articles
117 Documents
Search results for
, issue
"2005"
:
117 Documents
clear
Implementasi Web-Service untuk Pengembangan Sistem Layanan Pariwisata Terpadu
Tri Kuntoro Priyambodo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dibuat sebuah sistem infomasi kepariwisataan terpadu yang dikembangkan denganmenggunakan teknologi web-service. Untuk keperluan tersebut diuraikan contoh dua buah web-serviceyaitu web-service WisataBudayaJawa yang berfungsi untuk memberikan rekomendasi obyek-obyek wisatadi propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan web-service Kurs yang berfungsi untukmemberikan informasi harian mengenai nilai tukar sejumlah mata uang asing terhadap mata uang rupiah.Kedua web-service tersebut saling diintegrasikan untuk memberikan gambaran mengenai sistem multi-tierserta dimanfaatkan untuk membangun sebuah program aplikasi web.Dari pengembangan sistem, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa web-service sangat efektifuntuk digunakan dalam pengembangan aplikasi karena programmer hanya memberikan input ke webservicedan mengambil hasil pengolahan data atau output dari web-service. Sedangkan dari percobaanpenggunaan web-service pada komputer dengan sistem operasi Linux menunjukkan bahwa web-servicedapat digunakan pada komputer dengan sistem operasi yang berbeda dengan sistem operasi dimana webservicetersebut dikembangkan.Kata kunci: Web-service, pemgrograman web, jaringan, sistem terdistribusi
Perbandingan Neural Network (NN) Observer dan Neural Network-Genetic Algorithm (NN-GA) Observer untuk Estimasi Kecepatan Motor Induksi
Bambang Purwahyudi;
Soebagio Soebagio;
Mauridhi Hery Purnomo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam makalah ini membahas perbandingan kontrol kecepatan tanpa sensor kecepatan motor induksiyang dioperasikan dengan metoda field oriented control (FOC). Kecepatan motor induksi diestimasi oleh suatuobserver. Estimasi kecepatan motor oleh observer hanya memerlukan masukan tegangan dan arus stator.Metode observer yang dibandingkan adalah antara Neural Network (NN) dan Neural Network-GeneticAlgorithm (NN-GA). Algoritma pembelajaran NN yang digunakan kedua metode ini menggunakanbackpropagasi, sedangkan GA pada metoda kedua digunakan untuk mengoptimasi parameter-parameter NNsehingga diperoleh struktur NN yang sederhana. Kedua Observer dirancang untuk menentukan pola kecepatansudut rotor, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengendalian kecepatan motor induksi. Hasil simulasimenunjukkan bahwa NN-GA observer mempunyai Standart Error Estimasi lebih baik dibandinggkan denganNN Observer dan kedua observer dapat mengestimasi kecepatan rotor motor induksi.Kata kunci: Neural Network-Genetic Algorithm, Observer, Field Oriented Control.
Basis Data Relasional dalam Kreasi Organisasi File Akuntansi (Suatu Bahasan atas Pendekatan Penyajian Informasi Akuntansi Perusahaan Berbasis Komputer)
Idris Asmuni;
Rangga Firdaus
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Integrated approach of DataBase Management Systems (DBMS) has significant impact to the way ofaccounting information report, mainly in the subject to change data into communication which is easilyunderstandable. The audit software is basically designed according to the way of database modelling systems.This paper attempts to explain the creation of relational database theoretically and any other aspects ofdatabase use it self. The aims of database application have contributed various items to the management report.The transaction processing cycle supplies the framework what has to be fullfilled in the needs of accountinginformation, therefore database itself is oriented to the transaction processing cycle.The Relational database approach actually has the same idea with other activities which affected generalform of database itself. The accounting systems however is one field of conceptual framework in building themanagement report in monetary units. Therefore, it will be suggested to the accountant and systems informationanalysts to pay attention more for the essence of modelling accounting database.Keywords: modelling accounting database, Database Management Systems (DBMS), audit software.
Pengkodean Video dengan Metode Spatial Scalability
Aan Darmawan;
Riko Arlando Saragih
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam penggunaan video dijital, diperlukan media penyimpanan dengan kapasitas yang besar untukdapat menyimpan data video dijital dan bandwidth yang besar untuk dapat mengirim data video dijital. Padatulisan ini akan dipaparkan metode Spatial Scalability MPEG-2 untuk mengkompresi data video, sehinggadalam proses penyimpanan dan transmisinya tidak memerlukan kapasitas yang besar. Masukan berupa videodijital dengan resolusi 160 x 120 dan diproses dengan menggunakan encoder dan decoder spatial scalabilitydengan mengubah-ubah nilai faktor kompresi.Kuantitas dan kualitas gambar hasil kompresi diperoleh dengan menghitung Mean Absolute Error(MAE). Dari penelitian diperoleh bahwa semakin besar nilai MAE, maka semakin turun kuantitas gambartersebut. Contoh : untuk faktor kompresi K = 3, diperoleh nilai MAE = 2,72, sedangkan untuk faktor kompresi K= 15, diperoleh nilai MAE = 4,94.Kata kunci: MPEG-2, spatial sacalability, MAE.
Customer Information Gathering Menggunakan Metode Temu Kembali Informasi dengan Model Ruang Vektor
Muhammad Erwin Ashari Hariyono;
Wahyudi Wahyudi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suatu perusahaan sangat memerlukan saran dan masukan dari para pelanggan (customer) yangmempergunakan jasa dan layanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Kesan dan saran tersebut akandigunakan perusahaan untuk meninjau dan memperbaiki kinerja dan proses pelayanan yang selama ini telahdilakukan demi kepentingan perusahaan untuk lebih maju lagi kedepannya. Terkadang saran dari pelanggantersebut kurang mendapat respon dan tanggapan dari perusahaan. Saran telah diberikan tetapi untuk waktuyang lama perusahaan tersebut tidak secara baik meninjau. Hal ini terjadi karena proses yang dilakukan secaramanual dan terkadang penggolongan terhadap kesan dan kritik terhadap sub bidang proses perusahaantersebut sangat sulit untuk diimplementasikan. Hal ini dikarenakan sistem peninjau harus mencari satu persatusaran tersebut secara manual, walaupun telah menggunakan media komputer untuk merekam informasitersebut. Model Vektor sangat tepat digunakan untuk mencari dokumen masukan saran pelanggan (customergathering information) terutama pada penentuan kemiripan query dan penggolongan kritik dan saran tersebut.Model yang dikembangkan dan diusulkan telah diterapkan dan di implementasikan pada salah satu perusahaanmultinasional di Indonesia yang oleh penulis tidak disebutkan dalam paper ini.Kata Kunci: customer information gathering, model ruang vektor
Penggunaan DHCP Relay Agent untuk Mengoptimalkan Penggunaan DHCP Serverp pada Jaringan dengan Banyak Subnet
Rudy Adipranata;
Ibnu Gunawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada jaringan TCP/IP yang mempunyai jumlah komputer cukup banyak, diperlukan sebuah cara untukmengatur IP address pada masing-masing komputer tersebut dengan efisien. Pengaturan secara manual padamasing-masing komputer akan membebani tugas administrator jaringan yang bersangkutan. Masalah ini dapatdiatasi dengan menggunakan DHCP server. Dengan menggunakan DHCP server, maka IP address akandiberikan secara otomatis ke komputer yang terhubung aktif dalam jaringan tersebut.Tetapi pada jaringan komputer yang mempunyai banyak subnet, dengan hanya menggunakan DHCPserver, pada masing-masing subnet harus dipasang DHCP server karena setiap DHCP server hanya dapatmelayani komputer yang berada pada subnet dimana dia berada. Hal ini tentu tidak efisien karena harus adakomputer yang dialokasikan sebagai DHCP server pada masing-masing subnet. Untuk mengatasi hal ini, dapatdilakukan dengan menggunakan DHCP relay agent.DHCP relay agent ini bertindak sebagai penerus permintaan IP address dari masing-masing komputerpada subnet yang bersangkutan ke DHCP server yang ada pada jaringan, dimana DHCP server tersebut dapatterletak pada subnet yang berbeda. Jadi hanya diperlukan sebuah DHCP server yang dapat digunakan untukmelayani permintaan IP address dari masing-masing komputer pada seluruh subnet yang berada pada jaringantersebut. Pada makalah ini akan dibahas cara pengaktifan dan konfigurasi DHCP relay agent pada sistemoperasi Microsoft Windows Server 2003.Kata kunci: DHCP relay agent, server, jaringan komputer.
Code Generator Python dari Bentuk XML Metadata Interchange (XMI) pada Unified Modeling Language (UML) 2.0
I Made Murwantara;
Pujianto Yugopuspito;
Johan Julianto Roestam
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Unified Modeling Language (UML) code generator tools are available to parsing UML diagrams intosource code. Currently, UML 2.0 tools that can parse into Python’s source code are still in work planningphase. This research aims to create UML code generator that can parse XML Metadata Interchange (XMI) intoPython’s source code. XMI defines the design of program using UML 2.0 standard. Design process of thisprototype uses UML standard version 2.0. On this research, algorithm for rules of parsing XMI into Python’ssource code was created.Keywords: UML, Python, Parsing
Aplikasi Pengawas Ruangan Berbasis Deteksi Perubahan Citra Menggunakan Linear Dependence Model
Zefanya Ch. S.;
Fazmah Arif Yulianto;
Eddy Muntina Dharma
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem pengawasan (surveillance system) untuk ruangan statis yang banyak digunakan dianggap kurangefisien karena sistem akan menyimpan semua gambar (video) untuk seluruh waktu pencuplikan. Dalam paper inidipaparkan purwarupa aplikasi sistem pengawasan pada lokasi yang terisolasi. Sistem ini nantinya akan lebihmenghemat media penyimpanan karena hanya akan mendokumentasikan kejadian jika pada lokasi tersebutditemukan perubahan. Sistem juga akan mengirimkan pesan dalam bentuk sms kepada petugas jika terdeteksiadanya perubahan pada citra, sehingga petugas tidak perlu mengawasi terus menerus melalui layar monitor.Deteksi perubahan pada lokasi dilakukan dengan membandingkan citra yang diambil dari kamerapengawas. Citra yang dibandingkan adalah citra yang diambil pada saat kondisi normal (reference image) dancitra yang diambil pada saat pengawasan dilakukan (current image). Deteksi perubahan pada citra dilakukandengan menggunakan Linear Dependence Model.Sistem difokuskan agar dapat seakurat mungkin mendeteksi perubahan pada citra, denganmemperhitungkan kecepatan dan ketepatan untuk mendeteksi perubahan pada citra. Dari pengujian yangdilakukan ternyata kecepatan deteksi dipengaruhi oleh vektor dimensi yang digunakan. Semakin besar ukuranvektor dimensi yang digunakan, semakin lama waktu yang dibutuhkan. Ketepatan deteksi dipengaruhi olehvektor dimensi, threshold detG (TdetG) yang digunakan, dan pencahayaan pada lokasi yang diawasi. Denganmemperbesar ukuran vektor dimensi maka hasil deteksi perubahan lebih sempurna. Semakin kecil nilai TdetGsistem akan semakin sensitif terhadap perubahan. Adanya perubahan pencahayaan yang sangat signifikan akandideteksi juga sebagai perubahan pada citra.Kata kunci: sistem pengawasan, deteksi perubahan citra, Linear Dependence Model
Pembangunan Perangkat Lunak Berbasis Komponen Studi Kasus: Sistem Informasi Akademik Terdistribusi
Sandra Islama Putra
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model komputasi Client/Server merupakan salah satu teknologi yang digunakan dalam bidangpengembangan perangkat lunak. Salah satu aspek yang menarik untuk dikaji dalam model ini adalah teknologipengembangan perangkat lunak berbasis komponen. Makalah ini membahas mengenai teknologi pengembanganperangkat lunak berbasis komponen dan penerapannnya dalam suatu studi kasus.Kata kunci: CBSD, Komponen,Aplikasi Terdistribusi
Termometer Badan dengan Output Suara untuk Orang Buta Berbasis Mikrokontroler MCS-51
A. Sofwan;
M. Amir;
Yulhendri Yulhendri
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini termometer telah banyak digunakan oleh masyarakat. Pada umumnya termometer dirancanguntuk orang yang memiliki kondisi fisik normal terutama dalam kemampuan melihat. Orang cacat khususnyaorang buta, akan menemui kesulitan dalam menggunakan termometer yang ada. Berkaitan dengan masalahtersebut, makalah ini menjelaskan tentang perancangan termometer badan untuk mereka yang mengalamiketerbatasan dalam melihat.Secara umum termometer badan dengan output suara ini menggunakan sensor LM35D, ADC0804,mikrokontroller AT89C51 dan ISD 2590. Range pengukuran termometer ini adalah suhu 300C–420C. Hasilpengujian menunjukkan bahwa termometer yang telah didisain memiliki respon yang lebih cepat dalammencapai suhu tubuh dibandingkan dengan termometer air raksa. Waktu respon termometer ini adalah 5 menitdengan error output suhu adalah 0,190C. Output suara yang dihasilkan sangat jelas. Sehingga alat ini cukupbaik untuk digunakan sebagai termometer badan. Makalah ini akan menguraikan tentang rancangan sebuahTermometer badan dengan output suara, yang dapat digunakan untuk orang buta.Kata kunci: termometer, mikrokontroler MCS51, ISD 2590