cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Good Government Via E-Procurementsystem (Case Study: Regional Planning and Development of Riau Province) Novriyanto Novriyanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public procurement in government context involved complicated processes and too budget-consuming.Inadequate and not transparency information are the main factors that cause corruption and data manipulation.However, to avoid such problems, the development of web-based e-procurement system gives priority tointegrity, transparency, accountability, fairness, economy, and efficiency is needed. The e-procurement systemmentioned involved five main modules such as vendor management system, announcing the acquisition of goodand services, electronic access to tender documents, tender submission document, and tender selection. This eprocurementsystem gives privileges to all of the committee members in calculating marks to determine thewinners based on their committee position. Moreover, this e-procurement system can automatically alertimportant events such as the due date of registration, the marking date, and the date of winner announcement.By using this e-procurement system, three stakeholders can see the benefits. First, in term of government sidewhere reducing procurement cost, transparency, time saving, access to new supplier, and blacklist vendor.Second, in term of vendor’s side where reducing cost, accessing to new buyers and increasing sales. Third, interm of public society where adequate information, and public trusts. Hopefully, good governance can beachieved by implementing this e-procurement system.Keyword: e-Procurement, good government
Identifikasi Respon Emosional Berdasarkan Sinyal Elektroensephalogram Menggunakan Wavelet dan Support Vector Machine Diansyah Andri Ramdhany; Esmeralda C. Djamal; Agus Komarudin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video game dapat menimbulkan respon emosional yang berbeda bagi pemainnya, seperti senang, semangat, ataupun marah. Jika respon emosional marah yang timbul dibiarkan berkelanjutan, dapat membahayakan, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan perangkat monitoring respon emosional saat bermain video game secara real time. Namun, hal ini tidaklah mudah. Kondisi emosional dapat diidentifikasi salah satunya menggunakan sinyal Elektroensephalogram (EEG), namun, analisis sinyal tersebut terlalu kompleks. Beberapa penelitian menggunakan sinyal EEG untuk identifikasi respon emosional, tingkat perhatian, ataupun untuk menggerakkan perangkat eksternal. Identifikasi respon emosional penelitian lalu dilakukan secara offline sehingga kurang efektif untuk monitoring. Sementara penelitian lainnya menggunakan Support Vector Machine (SVM) untuk mengidentifikasi respon emosional secara real time. Keunggulan SVM untuk mengidentifikasi sinyal EEG dapat dilakukan sekitar 0,0161 detik, lebih cepat daripada waktu identifikasi real time setiap 10 detik. Pada penelitian ini, sistem dibuat untuk mengidentifikasi respon emosional secara real time saat bermain video game. Identifikasi dilakukan setiap 10 detik, dengan pertimbangan waktu yang cukup terhadap perubahan emosional. Sistem dibangun menggunakan ekstraksi Wavelet dan klasifikasi Support Vector Machine dari data latih 10 naracoba dan lima kali perulangan untuk setiap respon emosional, yaitu marah, senang, dan semangat. Tingkat akurasi yang dihasilkan sebesar 88% untuk data latih dan 70% untuk data uji.
Implementasi Aplikasi Penulisan Data pada Media CD Secara Multisession Menggunakan Starburn SDK Rudy Adipranata; Bernard Guiliano Gunawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan makin berkembangnya teknologi informasi dewasa ini menyebabkan peningkatan kebutuhan akan media penyimpanan data. Diperlukan media penyimpan data yang mempunyai kapasitas penyimpanan besar tetapi mempunyai ukuran fisik kecil dan berharga murah. Salah satu media yang memenuhi syarat tersebut adalah Compact Disc (CD) yang mempunyai kapasitas hingga 720 Megabytes tetapi berukuran fisik kecil sehingga mudah untuk dibawa serta berharga murah.Untuk melakukan penulisan data pada media CD diperlukan aplikasi khusus karena cara penulisan pada media CD berbeda dengan cara penulisan data pada media lain seperti harddisk ataupun disket yang diatur oleh sistem operasi. Penulisan data pada media CD memerlukan metode serta algoritma khusus.Untuk itu pada penelitian ini dibuat aplikasi untuk melakukan penulisan pada media CD dengan menggunakan Starburn SDK. Aplikasi yang dibuat mendukung proses penulisan data berulang kali atau dikenal dengan istilah multisession.Kata kunci: penulisan CD, multisession, Starburn SDK
REMOTE MONITORING BERBASIS GPRS (STUDI KASUS : MONITORING SHELTER BTS) Tunggul Arief Nugroho
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) merupakan salah satu elemen sistem komunikasi selular yang menghubungkanMS (Mobile Station) dengan BSC (Base Station Control). BTS umumnya diletakkan dalam suatu ruangan yangdisebut shelter BTS. Kondisi Shelter BTS harus selalu memenuhi syarat untukoperasi BTS, yaitu dalam hal suhu,kelembaban, tegangan dll. Selama ini kondisi dari shelter BTS hanya dapat diketahui dengan pengecekanlangsung. Karena jumlah BTS yang banyak dan tersebar luas sehingga merupakan masalah dalam pemantauankondisi shelter BT ini. Sistem remote monitoring dengan menggunakan jaringan GPRS (General Packet RadioServices) dapat membantu untuk memantau kondisi objek secara remote. Jaringan GPRS sendiri sudah sangatluas, bahkan salah satu operator seluler mempunyai jaringan GPRS di hampir seluruh kawasan nusantara.Dengan menggunakan jaringan GPRS dapat dibuat sebuah sistem monitoring yang bisa mencakup hamperseluruh kawasan nusantara. Pada penelitian ini akan difokuskan untuk memantau kondisi shelter BT.SParameter utama di shelter BTS yang akan dipantau adalah temperatur, kelembaban, tegangan (power suply)dan pintu. Parameter kondisi ini dipantau dan dikirim ke server melalui jaringan GPRS. Kemudian, datatentang kondisi ini akan disajikan dalam bentuk aplikasi berbasis jaringan, sehingga pengguna dapatmenggunakannya dengan mudah.Kata Kunci: remote monitoring, BTS, GPRS
Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal dengan Metode Dempster-Shafer Aprilia Sulistyohati; Taufiq Hidayat
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan tehnikpenalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalambidang tertentu. Sistem pakar memberikan nilai tambah pada teknologi untuk membantu dalam menangani erainformasi yang semakin canggih.Aplikasi Sistem Pakar ini menghasilkan keluaran berupa kemungkinan penyakit ginjal yang dideritaberdasarkan gejala yang dirasakan oleh user. Sistem ini juga manampilkan besarnya kepercayaan gejalatersebut terhadap kemungkinan penyakit ginjal yang diderita oleh user. Besarnya nilai kepercayaan tersebutmerupakan hasil perhitungan dengan menggunakan metode Dempster-Shafer.Kata kunci : Ginjal, Sistem Pakar, metode Dempster-Shafer
Traffic Offload Data antara Jaringan 3G dengan Jaringan WiFi Fazliadi Rahmatillah; Uke Kurniawan Usman
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 3G network infrastructure such as BTS (BaseTransceiver Station), femtocell, picocell is still limited andconsequently still in the process of making data access by userswho are in the building and in public places during rush hourtraffic to be blocked due to density data. Then Traffic Offload /Mobile Data Offload (Seamless Connectivity) could be onesolution for addressing the explosion in data traffic, data trafficon the 3G network transferred over or Traffic Offload to WiFiNetwork (3G-WiFi Traffic Offload). The WiFi Network is able toprovide access data at higher speeds, increasing network capacityand Infrastructure WiFi that can be used together.In this research, Traffic Offload between 3G Network withWiFi network used software MATLAB R2013b. The analysis isdone by observing the received signal strength, handover user,drop user, handover delay and throughput.From the results of this research we have know the ReceivedSignal Strength (RSS) that is appropriate to perform offloadingfrom 3G network to WiFi network are RSS 3G network = -84dBm, RSS WiFi network = -69 dBm so that we get 260 handoverusers and 240 dropped users on user velocity = 50 m/s. Andoffloading from WiFi network to 3G network are RSS 3Gnetwork = -91 dBm, RSS WiFi network = -76 dBm so that we get138 handover users and 111 dropped users on user velocity is 50m/s. For 245 handover users we get handover delay = 40,05 milisecond and user throughput = 2 Mbps in 3G network at 0,1 kmfrom 3G Node B and user throughput = 2,9 Mbps at 50 meterfrom WiFi access point (at 1,5 km from 3G Node
DESIGN DAN IMPLEMENTASI E-JURNAL SEBAGAI PENINGKATAN LAYANAN JURNAL DI KOPERTIS WILAYAH 2 Muhammad Said Hasibuan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Dalam proses penerbitan jurnal ilmiah ada beberapa langkah yang dilakukan yakni dimulai dari prosespengumpulan jurnal, proses mereview dan proses publikasi. Seluruh proses tersebut masih menggunakanmetode konvensional yakni penulis jurnal mengirimkan jurnal yang akan diterbitkan melalui pengirimansoftcopy yang kemas dalam bentuk media penyimpanan yakni cd maupun disket. Proses review juga masihdilakukan dengan mengirimkan tulisan jurnal kemasing masing reviewer.Hal inilah yang mendasari penelitianini yakni dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam proses pengiriman jurnal, prosesreview jurnal dan publikasi. Penelitian ini telah berhasil membagun sistem e-jurnal berbasis web denganmenggunakan bahasa program php dan database mysql. Penggunaan php dan mysql yang dikemas dalam sistemwebbase akan membantu setiap penulis jurnal maupun reviewer dalam proses pengiriman, revewer danpublikasi jurnal. Para penulis jurnal dapat mengirimkan jurnal secara langsung dengan media internet. Begitujuga reviewer dapat langsung memberikan komentar terhadap jurnal tersebut. Pada akhirnya distribusi jurnalyang biasa terbatas pada satu wilayah akan terbantu menjadi lebih luas karena di publikasi melalui websiterepository jurnal.Kata Kunci: e-jurnal, repository,database
Perbandingan Algoritma Backpropagation dan K-Nearest Neighbor (K-NN) untuk Identifikasi Penyakit Sri Redjeki
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma Backpropagation dan K-Nearest Neighbor merupakan metode yang digunakan untuk klasifikasi yang bersifat suppervised, dimana kedua metode ini membutuhkan target dari data pola yang akan di latih. Untuk memecahkan masalah klasifikasi, berbagai macam metode telah diterapkan. Dibidang soft computing, mulai banyak dikembangkan juga teknik-teknik klasifikasi. Sehingga proses klasifikasi dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat dengan menggunakan algoritma klasifikasi yang tepat. Pada paper ini obyek penelitian yang digunakan adalah 10 jenis penyakit dengan gejalan awal demam. Terdapat 82 data pasien yang dibagi untuk data training sebanyak 72 pasien dan sisanya digunakan untuk data testing. Fokus penelitian ini adalah pada tingkat akurasi atau succes ratio yang dihasilkan oleh masing-masing metode. Dari hasil pengujian (testing) 10 data pasien diperoleh informasi bahwa hasil identifikasi terbaik untuk algoritma K-NN dengan menggunakan nilai K=3, K=7 dan K-9 dengan akurasi sebesar 100%, sedangkan untuk algoritma backpropagation diperoleh tingkat akurasi untuk identifikasi penyakit sebesar 90% dengan nilai learning rate 0,1 dan nilai toleransi error sebesar 0,001. Dari hasil pengamatan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa algoritma K-NN memberikan hasil identifikasi penyakit yang lebih baik dibandingkan algoritma backpropagation.
Strategi Pengembangan Kota Bandar Lampung Berbasis Teknologi Menuju Cyber Lampung Technology 2007 (G2CLT-2007) Muhammad Said Hasibuan; Rangga Firdaus
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan perkembangan teknologi informasi di Bandar lampung masih dirasakan belum semua aspekmenyentuh roda pembangunan di lampung. Ini dirasakan masih kurang atau minimnya layanan publik yangmenggunakan Teknologi Informasi (TI). Dibeberapa daerah di Indonesia seperti Sragen, Mataram, Sinjai, Bali,Kutai dan beberapa daerah lainnya sudah menerapkan Teknologi Informasi, internet sebagai tulang punggung(backbone) untuk layanan publik. Kemajuan ini berawal dari komitmen para pimpinan daerah untuk lebih majuselangkah dari daerah lain guna memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Pelayanan yangmasih dirasakan belum terkoneksi kejaringan internet seperti pelayanan pembuatan KTP online, Pelayanan IMBonline, Pelayanan SIUP dan SITU online dan lain sebagainya. Penerapan WiMAX merupakan salah satu kuncikeberhasilan E-Government dalam Public ServicesKata kunci: Strategi Pengembangan, Teknologi Informasi, Bandar Lampung, Komitmen, Backbone, WiMAX
PEMODELAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PREDIKSI PANJANG MUSIM HUJAN BERDASAR SEA SURFACE TEMPERATURE Agus Buono; M. Mukhlis; Akhmad Faqih; Rizaldi Boer
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan untuk prediksi Panjang Musim Hujan, dengan mengambil studi kasus stasiun Sumur Watu di Indramayu. Peubah yang dipergunakan sebagai prediktor adalah Suhu Permukaan Laut pada bulan Juni, Juli dan Agustus yang berupa data grid dan dipilih berdasar nilai korelasi pada taraf nyata 5% dan 10%. Sedangkan peubah respon adalah panjang musim hujan satu periode ke depan yang diukur dalam dasarian (10 harian). Dari 17 tahun periode data, selanjutnya dilakukan pemodelan JST dengan 4 variasi jumlah hidden neuron (5, 10, 20 dan 40) dan 3 laju pembejaran (0.3, 0.1 dan 0.001) pada 6 data set kombinasi dari 3 jenis bulan dan 2 jenis taraf nyata, dan dilakukan dengan 4-fold cross validation untuk melihat skil dari model dalam melakukan prediksi . Selain itu juga dilakukan pemodelan jaringan syaraf tiruan dengan menggunakan grid yang secara konsisten nyata berpengaruh pada panjang musim hujan baik untuk suhu muka laut pada bulan Juni, Juli, ataupun Agustus. Hasil percobaan menunjukkan bhawa suhu muka laut pada bulan agustus memberikan skil tertinggi dengan akurasi 81% dan 84%. Sedangkan untuk bulan Juni dan Juli berkisar sekitar 50%. Prediksi dengan SST pada grid yang konsisten memberikan akurasi sebesar 65%.

Page 80 of 142 | Total Record : 1420