cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
ISSN : 14120712     EISSN : 25278312     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA (Journal of Language and Literature Education) is published by Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and its teaching and learning. It is published twice a year, namely in April and October. The scopes of the topics include: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
RELASI ANTARTEKS DALAM PENGKAJIAN SASTRA Sumiyadi, Sumiyadi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2 (2012): Volume 12, Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v12i2.3698

Abstract

Abstrak Relasi Antarteks dalam Pengkajian Sastra. Relasi antarteks terdapat dalam karya sastra yang di dalamnya membayangkan teks lain. Dalam mengkaji teks demikian, kita biasanya langsung mengkaitkannya dengan konsep intertekstual, padahal konsep tersebut berkaitan dengan teori pascastruktural sehingga dalam pengkajiannya, kita harus mengikuti prinsip-prinsip pascastrukturalisme. Relasi teks juga mensyaratkan kita untuk melakukan kajian bandingan, yang dalam kajian sastra dapat menggunakan konsep sastra bandingan. Kajian sastra bandingan tidak berkaitan dengan salah satu teori. Bahkan, teori apapum dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sastra bandingan. Sehubungan dengan relasi teks dalam dunia sastra merupakan fenomena menarik, kemungkinan banyak pihak atau peneliti yang tertarik untuk mengkajinya. Oleh sebab itu, diperlukan landasan teori sastra yang kukuh dan relevan sehingga menghsilkan kajian sastra yang bermakna dengan kadar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Penegasan ciri pembeda antara prinsip kajian sastra bandingan dan prinsip kajian intertekstual dalam tulisan ini merupakan upaya ke arah pengkajian sastra yang demikian.Kata kunci: teks, intertekstual, pascastruktural, sastra bandingan   Abstract Inter-textual Relation in Literary Studies. Inter-texts relation exista in literary works; one work shadows the other. In studying such texts we often immediately link them with the concept of intertextuality that belongs to post-structuralism. Texts relation also requires us to compare literary works using comparative literary study concepts. Comparative literary studies are not related with one specific theory. Any theory can be employed. Texts relation is an iteresting phenomenon that invites many to investigate. For this reason we need a grounded and relevant literary theory that will facilitate insightful and reliable literary studies. The difference between comparative literature principles and inter-textual studies principles are discussed in the article. Keywords: texts, intertextuality, post-structuralism, comparative literature.
KABA: CERITA KLASIK YANG MENGANDUNG KEKELIRUAN DENGAN TOLOK UKUR ABS-SBK Zahari, Musril
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1 (2012): Volume 12, Nomor 1, April 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v12i1.3612

Abstract

Abstrak Kaba: Cerita Klasik Yang Mengandung Kekeliruan dengan Tolok Ukur ABS-SBK. Kajian ini menyajikan Kaba, sebuah cerita rakyat di masyarakat Minangkabau yang sudah ditulis dalam bentuk buku. Kaba biasanya disampaikan oleh seorang pencerita dengan diiringi musik sebagai pengantar. Banyak cerita kaba yang masih diakui dan dikenal keberadaannya di masyarakat Minangkabau, namun dalam kajian ini hanya disajikan dua cerita kaba: (1) Magek Manandin dan (2) Anggun Nan Tongga. Latar kedua cerita tersebut berisi larangan perjudian dengan mengikuti ketentuan ajaran Islam. Dalam Anggun Nan Tongga dikisahkan tentang syirik (menyekutukan Allah) yang dikecam dalam Islam. Kisah ini tidak dikenal baik karena bertentangan dengan filsafat hidup masyarakat Minangkabau: adat atau tradisi berdasarkan hukum Islam, hukum Islam berdasarkan Al-Quran, Hukum Islam memandu adat atau tradisi. Filosofi ini menjadi kesepakatan masyarakat Minangkabau dan dilarang diubah hingga kapan pun. Sayangnya, dalam kedua cerita Kaba ini, kisah tentang perjudian dan keyirikan dianggap sebagai sebuah kebenaran meskipun dalam beberapa ayat Al-Quran dijelaskan sebagai sebuah pelanggaran (penyimpangan). Kata Kunci: kaba, adat, syarak, Minangkabau, syirik, perjudian Abstract Kaba: Deviations of Oral Classic Story with ABS-SBK Rules. This study discusses kaba, the oral classic story in Minangkabau society that has been written as the book. The kaba is usually told by the story tellers accompanied by he music instruments. Many kabas exist in the Minangkabau community, but in this study I only discuss two kabas (1) Magek Manandin and (2) Anggun Nan Tongga. Based on both kabas, I found that the gambling forbidden by Islam as if allowable. Within Anggun Nan Tongga, there are many discourses which are syirik (do worship other than Allah) that is slammed by Islam. These discourses should have not existed because they oppose to the philosophy of life in Minangkabau: custom/tradition founded upon Islamic law, Islamic law is founded upon the Qur’an, Islamic law dictates customs/traditions. This philosophy as the agreement among Minangkabau people is forbidden to change forever. Ufortunately, in these two kabas, the discourses about the gambling and kesyirikan are regarded as if he truth even though so many verses in the Al-Quran explain about these deviations. Keywords: kaba, custom, syarak, Minangkabau, syirik, gambling   
WHY IS THERE CODE SWITCHING IN EFL CLASSROOM? : A CASE STUDY IN A VOCATIONAL SCHOOL IN CIMAHI WEST-JAVA Fathimah, Diana Nur
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, Nomor 1, April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v16i1.3063

Abstract

AbstractCode switching is a common phenomenon that results from the bilingual quality of a language speaker. In the educational context, code switching is frequently found in an EFL classroom of which the teacher is a non-native speaker. It is considered as one of the strategies to facilitate students to learn English more effectively. However, a number of research studies investigating EFL classroom discourse found various reasons of the use of code switching, ranging from the familiarity of the context to the teacher’s language proficiency. The present research gears toward investigating code-switching practiced by an EFL teacher in Indonesia and the rationale behind that practice. Taking case study method, this qualitative study employs observation and semi-structured interview to gather the data. An English teacher in one vocational school in Indonesia was chosen to be the participant of the research. The research shows that, as a bilingual, the teacher practiced code-switching both in educational context and non-educational context, inter-sententially and intra-sententially. In the classroom context, inter-sentential code switching was practiced deliberately to serve as exposures for students. Meanwhile, intra-sentential code switching was oftentime not a deliberate action, but rather a force of habit of the English teacher as a bilingual.Keywords: Bilingualism, code-switching, EFL classroomAbstrakAlih kode merupakan fenomena umum yang dihasilkan dari kualitas bilingual dari penutur bahasa. Dalam konteks pendidikan, alih kode sering ditemukan di dalam kelas EFL dimana guru merupakan pembicara non-pribumi. Hal ini dianggap sebagai salah satu strategi untuk memfasilitasi siswa untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih efektif. Namun, sejumlah penelitian yang menyelidiki EFL wacana kelas menemukan berbagai alasan dari penggunaan alih kode, mulai dari keakraban konteks untuk kemahiran berbahasa guru. Penelitian ini bertujuan mengkaji alih kode yang dilakukan oleh seorang guru EFL di Indonesia dan alasan di balik praktek itu. Metode yang digunakan yaitu studi kasus, studi kualitatif dengan menggunakan observasi dan wawancara semi-terstruktur untuk memperoleh data. Seorang guru bahasa Inggris di salah satu sekolah kejuruan di Indonesia dipilih menjadi responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagai bilingual, guru berlatih alih kode baik dalam konteks pendidikan dan konteks non-pendidikan, antar-kalimat dan intra-kalimat. Dalam konteks kelas, alih kode antar-kalimat sengaja dipraktekkan untuk pengenalan awal bagi siswa. Sementara itu, kode intra-sentential sering kali dilakukan tidak disengaja, melainkan kebiasaan guru bahasa Inggris sebagai bilingual. Kata kunci: Bilingualism, alih kode, EFL kelas
VISI-VISI POSTMODERN DALAM KESUSASTRAAN JERMAN AWAL ABAD KE-20 Syafrudin, Dudy
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2 (2012): Volume 12, Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v12i2.3703

Abstract

Abstrak Visi-Visi PostModern dalam Kesusastraan Jerman Awal Abad ke-20. Aliran pemikiran postmodern yang menyeruak di segala bidang kehidupan mulai dirasakan pada paruh kedua abad ke-20. Namun akar pemikiran tersebut sudah mulai tampak pada abad ke-19. Kritik terhadap pemikiran modern itu muncul dalam berbagai ekspresi masyarakat, seperti seni, arsitektur, dan sastra. Dalam kesusastraan Jerman pemikiran yang dapat dikategorikan sebagai visi postmodern dapat kita temukan dalam beberapa karya sastranya yang terbit pada awal abad ke-20. Tulisan ini membahas tentang visi-visi postmodern yang terdapat dalam novel Siddahartha karya Hermann Hesse yang ditulis pada tahun 1919. Pembahasan difokuskan kepada visi spiritualitas postmoden. Visi-visi spiritualitas tersebut muncul dalam gambaran tentang tokoh utamanya dan relasi antar tokoh serta latarnya. Spiritualitas yang bersifat internal, esensial, dan konstitutif serta spiritualitas yang bersifat organis hadir menjadi penawar permasalahan modernism pada masa karya tersebut ditulis.Kata kunci: Postmodern, Siddhartha, spiritualitas Abstract Postmodern Visions In German Literature In The Beginning Of 20th Century. The flow of postmodern thinking in all areas of life began to imerge in the second half of the 20th century However; the roots of these ideas already started to appear in the 19th century. Criticism towards modern thinking occured in various expressions of the society, such as art, architecture, and literature. In German literature, ideas that can be categorized as postmodern vision can be found in several literary works published in the early 20th century. This paper discusses the postmodern visions contained in the novel Siddhartha written by Hermann Hesse in 1919. The discussion in this paper focuses on the vision of postmodern spirituality. The spiritual visions appear in the description of the main character and intercharacter relationships, and background. Spirituality which is internal, essential, and constitutive, and spirituality that is organis comes to netralize the issue of modernism at the time the work was written.Keywords: postmodern, Siddhartha, spirituality
FENOMENA POLISEMIK BAHASA ARAB DALAM AL-QURAN Hamdani, Wagino Hamid
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1 (2012): Volume 12, Nomor 1, April 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v12i1.3617

Abstract

Abstrak Fenomena Polisemik Bahasa Arab dalam al-Quran. Artikel ini mengkaji fenomena polisemik bahasa Arab dalam al-Quran. Cakupan kajiannya meliputi 10 bentuk polisemik yang berwazan: fa’iil, fi’aal, fa’aan/fu’laan, fu’l, fa’alah, fu’uul tafa’la/tafa’al, tafa’aluu, af’al dan fa’al. Dari hasil analisis diperoleh variasi makna morfologis bagi setiap bentuk polisemik, yaitu: (1) bentuk fa’iil mengandung 5 makna morfologis; (2) bentuk fi’aal mengandung 4 makna morfologis; (3) bentuk fa’laan, fu’laan dan fi’laan mengandung 4 makna morfologis; bentuk fu’l mengandung 4 makna morfologis; (5) bentuk fa’alah mengandung 5 makna morfologis; (6) benuk fu’uul mengandung 4 makna morfologis; (7) bentuk tafa’al 5 makna morfologis; (8) bentuk tafa’aluu mengandung 8 makna morfologis; (9) bentuk af’al mengandung 10 makna morfologis; dan bentuk fa’al mengandung 5 makna morfologis. Makna morfologis setiap bentuk kata dapat teridentifikasi melalui distribusi morfologis, sarana sintaktis, dan mkna leksilak.Kata kunci: Fenomena polisemik, makna morfologis  Abstract Phenomenon of Arabic Language Polysemy in the Quran. This paper that examined the phenomenon of Arabic polysemy in the Koran. Coverage of the study inclused 10 forms of polysemy: faiil, fiaal, falaan/fulaan/ fi’laan, fu’l, fa’alah, fu’uul tafa’la/tafa’al, tafa’aluu, afal and fa’al. Obtained from the results of the analysis are morphological variations in meaning for every from of polysemy, namely: (1) the faiil from contains 5 morphological meanings, (2) the fiaal form contains 4 morphological meanings, (3) forms offalaan, fulaan and filaan contains 4 morphological meaning,; (4) the form of fu’l contains 4 morphological meanings, (5) the form of fa’alah contains 5 morphological meanings, (6) the form fu’uul contains 4 morphological meanings, (7) the form of tafaal contains 5 morphological meanings, (8) the form of tafaaluu contains 8 morphological meanings; (9) the form of afal contains 10 forms morphological meanings, and the form of fa’al contains 5 morphological meanings. Morphological meanings of each form of words can be identified through the morphological distribution, syntatic means, and lexical meaning.Keywords: polisemik phenomenon, meaning of morphologically
Reviewer acknowledgements JPBS, Editor of
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, Nomor 1, April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v16i1.3068

Abstract

Reviewers ackowledgments for Vol. 16, No. 1, April 2016
KALIMAT PENGANDAIAN BAHASA JEPANG: KAJIAN SINTAKTIS DAN SEMANTIS Sutedi, Dedi; Widianti, Susi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, Nomor 1, April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v16i1.3059

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan bentuk-bentuk pengandaian dalam BJ dari segi sintaktis dan semantis yang dipusatkan pada anak kalimat (S1) dan induk kalimatnya (S2). Hasil analisa data diketahui bahwa keempat bentuk penganadaian BJ digunakan dalam variasi konstruksi yang sama, yaitu: (a) S1-KàS2-K; (b) S1-PàS2-K, (c) S1-KàS2-P, dan S1-PàS2-K. Persaman dan perbedaan lainnya adalah (1) V-TO dan V-BA digunakan untuk menyatakan pengandaian biasa; (2) V-TARA dan V-BA bisa diikuti oleh S2 yang menyatakan kejadian di masa lampau; (3) V-NARA dapat menyatakan bahwa S1 dan S2 terjadi secara bersamaan; (4) V-TARA, V-BA, dan V-TO menyatakan urutan kejadain S1 yang disusul oleh S2 (S1àS2); (5) V-TO menyatakan urutan S1àS2 tanpa ada jeda waktu atau perantara; (6) V-TARA dapat digunakan untuk menyatakan bahwa S1 benar-benar telah terwujud; (7) V-TO tidak bisa diikuti S2 yang menyatakan perintah, permohonan, ajakan, maksud, keinginan, larangan, dan saran; dan (8) semua bentuk tersebut bisa diikuti S2 yang menyatakan kemungkinan, dugaan, atau pendapat peribadi penutur.Kata kunci: kalimat pengandaian, bentuk V-BA, bentuk V-TO, bentuk V-TARA, bentuk V-NARA Abstract This study tried to describe the similarities and the differences of Japanese conditional patterns from the perspectives of syntax and semantics. The results reveal that the four Japanese conditional patterns are used in similar variations and constructions, namely (a) S1-KàS2-K; (b) S1-PàS2-K, (c) S1-KàS2-P, and S1-PàS2-K. Other equations and differences expose several facts. (1) The patterns of V-TO and V-BA are used to declare a general conditional. (2) The patterns of V-TARA and V-BA can be followed by an S2 that states events in the past. (3) The pattern of V-NARA can express S1 and S2 events that occur simultaneously. (4) The patterns of V-TARA, V-BA, and V-TO state the order of events of S1 and S2 (S1àS2). (5) The pattern of V-TO declares a sequence of activities S1àS2 without any lag time. (6) The pattern of V-TARA can be used to declare an S1 that has actually happened. (7) The pattern of V-TO cannot be followed by S2 that state imperatives, requests, invitations, intention, desire, prohibition, and advice. (8) all four conditionals can be followed by S2 that states the possibility, prediction, or personal opinion of speakers.Keywords: Conditional Sentence, V-BA form, V-TO form, V-TARA form, V-NARA form
ANALISIS TOPIK DALAM WACANA DIALOG BAHASA JEPANG Wulandri, Hanum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2 (2012): Volume 12, Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v12i2.3699

Abstract

     Abstrak Analisis Topik dalam Wacana Dialog Bahasa Jepang. Dalam analisis wacana, terdapat istlah yang dinamakan topik. Topik dapat diidentifikasi pada saat dilakukan analisis wacana dalam rangka memahami konteks yang mendukung wacana tersebut. Dalam percakapan (dialog) sehari-hari, kadang-kadang muncul dua atau lebih topik diskusi yang berbeda sumber dari topik awal peecakapan atau disebut pergesean topik. Fenomena yang menjadi fokus perhatian penelitian ini adalah topik percakapan, struktur percakapan kelompok pedagang berdasarkan topik, dan budaya yang tergambar dalam seleksi topik dan variasi bahasa yang berbeda.Kata kunci: analisis percakapan, topik, perubahan topik, nilai budaya, kesempatan berbicara  Abstract Topic Analysis in Japaness Language Conversation Discourse. in the conversation analysis, there is a thing commonly called topic. Topic that can be identified when discourse analysis to understand the context of the discourse that supports it. In daily conversation, sometimes appear two or more of the topics discussed are of course different from the initial topic of conversation or also called shift the topic. The phenomenon that became the focus of this research is the topic of conversation, conversational structure in the form of markers associated with topicalitation and culture in the form of variety of a language and the selection of topics.Keywords: Conversation analysis, topic, topic exchange, cultural values and turn taking
IMPLEMENTASI MODEL COMMUNICATION DANS LES AFFAIRES DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS BISNIS DI SMK Rakhmat, Soeprapto; Mutiarsih, Yuliarti; Mulyadi, Yadi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1 (2012): Volume 12, Nomor 1, April 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v12i1.3613

Abstract

Abstrak Implementasi Model Communication dans les Affaires dalam Pembelajaran Bahasa Perancis Bisnis di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi model Communication dans les Affaires dalam pembelajaran bahasa Perancis Bisnis di SMK se-Kota dan Kabupaten Bandung pada SMK Kelas X Program Keahlian Manajemen Bisnis dan Perkantoran; (2) memperoleh data terkait kontribusi model tersebut dalam meningkatkan kompetensi bahasa Perancis Bisnis siswa SMK,dan; (3) memperoleh informasi tentang kelebihan dan kekurangan model tersebut dalam proses pembelajaran bahasa Perancis Bisnis di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian yang dipilih adalah pra ekperimental dengan desain penelitian the one shot-case study. Model yang diteliti dapat berkontribusi positif dalam membantu meningkatkan kompetensi bahasa Perancis bisnis siswa SMK kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran sesuai dengan komunikasi bisnis frankofon.      Kata kunci: kompetensi bahasa Perancis bisnis, model communication dans les affaires, FLE, FOS Abstract       Model of Communication dans les Affaires Implementation into Bussiness French Langguage of Learning in SMK. This study aims at: (1) describing an implementation of communication dans les Affaires model in learning Business French in SMK in Bandung City and Country at X Class of Vocational and Business Management Office, (2) obtaining data related to the contribution of the model in improving Business French language competence of vocational students, and, (3) obtaining information about the adventages and disadvantages of the model in the process of learning Business French language in SMK. This study used a quantitative approach and research method selected is pre experimental research design with the one-shot case study. Based on the results of the research, data showed that the model under the study which is a model of learning Communication dans les affaires provided positive contribution in helping to improve the competence of vocational students of class X of the Office Administration Skills Program in understanding the concept of Business Francophone Frech and to practice appropriate communication based on francophone business situations.Keywords: business French skills, models of communication dans les affaires, FLE, FOS
PENGARUH KEMAMPUAN KOSAKATA DAN STRUKTUR KALIMAT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI SISWA SMA Munirah, Munirah; Hardian, Hardian
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, Nomor 1, April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v16i1.3064

Abstract

Abstract The research aims to determine: (1) the ability to use vocabulary and sentence structure class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng, (2) the ability to write a paragrafh description Bantaeng, and (3) the effect of the ability to use vocabulary and sentence structure to the ability to write a paragrafh description class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng. The research data such as the results of tests of vocabulary and sentence structure in the form of written tests of vocabulary and sentence structure of each of 50 numbers and descriptions essay writing test. The data source is a class XI student of SMAN 2 Bantaeng District Bantaeng. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that (1) the ability to use the vocabulary class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng and average value is 38.27, while the ability to use sentence structure average rating: 37.86. (2) The ability to write essays description of the class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng average value is 38.92 and (3) no effect between the ability to use vocabulary and sentence structure to the ability to write a paragrafh description of the class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng. Keywords: vocabulary ability, sentence structure, and the ability to  write a paragraph description  AbstrakPenelitian bertujuan untuk: (1) Mengkaji kemampuan menggunakan kosakata dan struktur kalimat siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng, (2) Mengetahui kemampuan menulis paragraf deskripsi Bantaeng, dan (3) mengetahui pengaruh kemampuan menggunakan kosakata dan struktur kalimat terhadap kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Data penelitian berupa hasil tes kosakata dan struktur kalimat dalam bentuk tes menulis kosakata dan struktur kalimat masing-masing sebanyak 50 nomor dan tes menulis karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini yaitu siswa kelas X.I SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan menggunakan kosakata siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng dan nilai rata-ratanya yaitu 38,27, sedangkan kemampuan menggunakan struktur kalimat nilai rata-ratanya:37,86. (2) Kemampuan menulis karangan deksripsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng nilai rata-ratanya yaitu 38,92 dan (3) terdapat pengaruh antara kemampuan menggunakan kosakata dan struktur kalimat terhadap kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng.Kata kunci : kemampuan kosakata, struktur kalimat, dan kemampuan menulis paragraf deskripsi

Page 10 of 29 | Total Record : 287