cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
PENGARUH BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA WERDHI AGUNG KECAMATAN DUMOGA TENGAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Sudewa, I Wayan Bagus; Ismanto, Amatus Yudi; Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5274

Abstract

Abstract: Hypertension is persistent blood pressure above 140 mmHg systolic pressure and diastolic above 90 mmHg. The crown of god (Phaleria macrocarpa) is a herbal plant from Papua is used to treat hypertension. The purpose of this study is determine the effect from giving 150 ml of stew 15 grams Phaleria once a day for 7 days. The design in this study used quasi-experimental pre-test and post-test with control group and sampling using purposive sampling technique. The samples are 32 respondents, were all respondents are peoples with hypertension who were not taking hypertension medication. The results of this study are Phaleria effect on reducing blood pressure in patients with hypertension. Recommendations for research and community health workers are Phaleria can be used as an alternative herbal to decrease high blood pressure. Keywords : hypertension, Phaleria Abstrak: Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan tumbuhan herbal yang berasal dari papua digunakan untuk mengobati penyakit hipertensi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian 150 ml rebusan 15 gr daging buah mahkota dewa kering sekali sehari selama 7 hari. Desain yang digunakan dalam penelitian yaitu kuasi eksperimen pre test dan post test dengan control group dan pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sample. Sampel dalam penelitian berjumlah 32 responden, dimana seluruh responden merupakan penderita hipertensi yang sedang tidak mengkonsumsi obat antihipetensi. Hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh buah mahkota dewa terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rekomendasi penelitian untuk tenaga kesehatan dan masyarakat adalah buah mahkota dewa dapat dijadikan sebagai alternatif obat herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kata Kunci : hipertensi, buah mahkota dewa
HUBUNGAN TINDAKAN PERSONAL HYGIENE IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BILALANG KOTA KOTAMOBAGU Mokodompit, Amanda; Ismanto, Amatus Yudi; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.9947

Abstract

Abstract : Diarrheal disease is still a public health problem in this development country such as Indonesia, because moritility anda mobidility are still high. Diarrhea is the second cause among toddler after pneumonia. Low coverage o personnel hygiene and enviromental sanitation oten a risk factor for the occurene of diarrhea’s outbreaks. National data issued by the health department of Indonesia said that every year thera are 100.000 children died o diarrhea. The aim is to determine the relationship ith the mother’s personnel hygiene measures the incidence of diarrhea in infants at health center working area Bilalang Kota Kotamobagu. Research design is cross sectional. Population is all of toddler are experiencing of diarrhea at health center working area Bilalang. Sample o Research are 42 respondents. Research’s Result are statical test chi square test at the signiacance level at 95% (α 0,05), indicating that there is a relationship between maternal personnel hygiene measures ith the incidence of diarrhea on toddler ith p value = 0,001 < 0,05. Conclusion o this research is realtionship beteen maternal personnel hygiene actions with diarrhea o p value < α = 0,05.Keywords : Keywords:Diarrhea, Personnel Hygiene, ToddlerAbstrak : Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Negara berkembang sepeti Indonesia, karena mortilitas dan morbiditas yang masih tinggi. Diare adalah penyebab kematian yang kedua pada anak balita setelah pneumonia. Rendahnya cakupan personal hygiene dan sanitasi lingkungan sering sekali menjadi faktor resiko terjadinya KLB diare. Data nasional yang dikeluarkan Departemen Kesehatan Repulbik Indonesia menyebutkan setiap tahunnya di Indonesia 100.000 balita meninggal dunia karena diare. Tujuan untuk mengetahui hubungan tindakan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita di puskesmas bilalang kota kotamobagu. Desain Penelitian Cross Sectional. Populasi adalah semua balita yang mengalami diare di puskesmas bilalang. Sampel penelitian adalah 42 responden. Hasil Penelitian uji statistik uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 95% (α=0,05), menunjukkan bahwa ada hubungan antara tindakan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara tindakan personal hygiene ibu dengan kejadian diare dengan nilai p value < α=0,05.Kata Kunci: Diare, Personal Hygiene, Balita
HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN NEUROPATI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK KIMIA FARMA HUSADA SARIO MANADO Matasak, Vita Beata Monica; Siwu, James F.; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19530

Abstract

Abstract: Neuropathy is the most common complication experienced by type 2 DiabetesMellitus. Control of blood sugar is very important to do, one of them is HbA1c Purpose: Thepurpose of this study is to determine the correlation between HbA1c Levels and Neuropathy inType 2 Diabetes Mellitus in Kimia Farma Husada Clinic Sario Manado. Sample: The samplewas 31 respondents with neuropathy history, using total sampling technique. Research Design:This research is a cross-sectional that is descriptive correlative. Result: The data are collectedby questionnaire and analyzed by Spearman test with significance level = 0,05. Conclusion:There is no significant correlation between HbA1c Levels and Neuropathy in Type 2 DiabetesMellitus (p = 0,707).Keywords : Type 2 Diabetes Mellitus, HbA1c Level, Neuropathy.Abstrak: Neuropati merupakan komplikasi tersering yang dialami penderita DM tipe 2.Kontrol gula darah sangat penting untuk dilakukan, salah satunya HbA1c Tujuan: Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kadar HbA1c Dengan Neuropati padapenderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Kimia Farma Husada Sario Manado. Jumlahsampel: Penelitian ini dilakukan kepada 31 penyandang DM tipe 2 yang memiliki riwayatneuropati dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling. Desain Penelitian:Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yang bersifat deskriptif korelatif,. HasilPenelitian: Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji Spearmandengan tingkat kemaknaan = 0,05. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antaraKadar HbA1c Dengan Neuropati pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,707).Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar HbA1c, Neuropati
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KECACINGAN PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Saharman, Salni; Mayulu, Nelly; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2231

Abstract

Abstract: Dewormy is a chronic endemic disease caused one or more worms that enter into the human body, with the highest prevalence found in children. Dewormy can be affected by several factors, namely environmental factors, personal hygiene (cleanliness), social economy, and the level of knowledge of the parents. Personal Hygiene is an act to maintain the cleanliness of one's health and well-being, both physical and psychic. The research was carried out with methods, selection of cross-sectional samples performed 3 stages, namely with proportional stratified sampling, purposive sampling and simple random sampling. A sample of 110 respondents.Analyzed data with chi-square statistical test of the significance level (α) of 0.05.. The results showed that out of 110 study subjects, known to students with good personal hygiene status as many as 82 people (74.5%) and less well as many as 28 people (25.5%). Laboratory results for the category of positive Dewormy amounted to 20% (22 people) and the negative category Dewormy is equal to 80% (88 people). 22 students who positively Dewormy, known around 16 people (72,7,1%) with poor personal hygiene, and about 6 people (27.3%) with good personal hygiene.The conclusion of this research that there is a meaningful relationship between personal hygiene with Dewormy on primary school student with p value = 0.001. Keywords: Personal Hygiene, Dewormy, Ascaris Lumbricoides, Hookworm Abstrak: Kecacingan merupakan penyakit endemik kronik yang diakibatkan satu atau lebih cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia, dengan prevalensi tertinggi terdapat pada anak-anak. Kecacingan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor lingkungan, personal hygiene (kebersihan diri), sosial ekonomi, dan tingkat pengetahuan orang tua. Personal Hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan, baik fisik maupun psikisnya.. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, pemilihan sampel dilakukan 3 tahap yaitu dengan purposive stratified sampling, proporsional sampling dan simple random sampling. Sampel 110 responden. Analisa data dengan  uji statistik chi square , alternative Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 110 subjek penelitian, diketahui murid dengan status personal hygiene baik sebanyak 82 orang (74,5%) dan kurang baik sebanyak 28 orang (25,5%). Hasil laboratorium untuk kecacingan dengan kategori positif kecacingan sebesar 20% (22 orang) dan dengan kategori negatif kecacingan sebesar 80% (88 orang). Dari 22 murid yang positif kecacingan, diketahui sekitar 16 orang (72,7,1%) dengan personal hygiene kurang baik dan sekitar 6 orang (27,3%) dengan personal hygiene baik. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kecacingan pada murid sekolah dasar dengan nilai p value = 0,001. Kata Kunci: Personal Hygiene, Kecacingan, Ascaris Lumbrocides, Hookworm
HUBUNGAN POSISI MENYUSUI DENGAN KEJADIAN TERSEDAK PADA BAYI DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Palimbunga, Ayu Pravita Sari; Palendeng, Ora Et Labora; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14890

Abstract

Abstract: Choking is the incidence of emergency and requires immediate intervention, choking prone to occur in infants aged 0-6, one of the causes of choking in infants is a lack of proper breastfeeding position. Feeding position that is commonly used mother is standing, sitting, and lying on his side. The purpose of this study is to analyze the relationship breastfeeding positions with the incidence of choking in infants in Puskesmas Bahu Manado City. The research method is descriptive analytic retrospective study design. The sampling technique in this research is total sampling with 124 samples. The data collection is done by using a questionnaire and interview sheet. Processing data using computer program with Pearson chi-square test with a significance level of 95% (α =, 005). The results using the Pearson chi-square analysis showed a significant correlation between the breastfeeding positions withthe baby choking incident (p = 0.000). Conclusionthere is a significant correlation of the incidence of chokingwith the breasfeeding position in Puskesmas Bahu, Manado. Suggestions for more attention to mothers to care about the proper positions used while breastfeeding so that the baby does not choke. Key Words: Breastfeeding positions, baby choking incident Abstrak: Tersedak adalah kejadian gawat darurat dan memerlukan intervensi segera, tersedak rawan terjadi pada bayi usia 0-6, salah satu penyebab tersedak pada bayi adalah posisi menyusui yang kurang tepat. Posisi menyusui yang umum digunakan ibu adalah berdiri, duduk, dan berbaring miring Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan posisi menyusui dengan kejadian tersedak pada bayi di Puskesmas Bahu Kota Manado. Metode penelitian yaitu deskriptif analitik dengan rancangan study retrospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 124 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar wawancara. Pengolahan data menggunakan program komputer dengan uji pearson chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = ,005). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis pearson chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan posisi menyusui dengan kejadian tersedak pada bayi (p= 0,000). Kesimpulan terdapat hubungan posisi menyusui dengan kejadian tersedak pada bayi.di Puskesmas Bahu, Kota Manado. Saran bagi ibu lebih memperhatikan posisi menyusui yang digunakan saat menyusui sehingga bayi tidak tersedak. Kata Kunci: Posisi Menyusui, Tersedak Pada Bayi
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP DENGAN PELAKSANAAN PROSEDUR TETAP PERAWATA LUKA DI RUANG PERAWATAN BEDAH BADAN RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN BANGGAI Noch, Leiksen; Rompas, Sefty S.; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.6735

Abstract

Abstract: Nursing profession claimed to have intellectual ability , interpersonal technical capabilities , and moral . The initial step to be implemented by the Professional nursing is expanding higher education and provide opportunities for nurses to pursue higher education so hopefully by the end of 2002 all existing nurse education at hospital already meets the minimum requirements as a graduate nursing DIII in 2015 already more than 80% of nurses educated Ners . The purpose of the relationship education level and attitude to performing procedures on a regular wound care surgical treatment for Banggai Hospital regency. Analytical methods the selection of the sample , the sampling in this study only in the surgical treatment rooms using purposive sampling method and the object studied met the inclusion criteria surgeon volume n = 32 . The results showed that , the level of higher education that do good wound care SOPs total of 19 respondents ( 90.5 % ) and a bad number 2 respondents ( 9.% ) . Categorized good attitude and good SOPs do wound care 13 respondents ( 92.9 % ) and a bad number one respondent ( 7.1 % ) . The conclusion in this study is relationship between the level of education and attitude to the implementation of operating care procedures wound surgery treatment space gain for Banggai Hospital Regency who is shown with the inclusion of educational level 0,003 and attitudes 0.044’. The Sugestioan to health institution, this results showed can be used for development excelent service, the sugestion to education instotution hopefully can be giving scientisic information to be useful for development education to the relationship with implementation of wound care procedures, the sugestion to nursing institution hopefully can be higher knowledge and capabillity of nursing to implementation of wound care procedures, the sugestion for the next licerser, this result showed giving the information and also giving the reference to the next licerser. Keywords : Relationships , Level of Education and Attitude, procedures on a regular wound care surgical treatment Abstrak: Profesi keperawatan dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual, interpersonal kemampuan teknis, dan moral. Langkah awal yang perlu ditempuh oleh Perawat Profesional adalah mengembangkan Pendidikan Tinggi Keperawatan dan memberikan kesempatan kepada para perawat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sehingga diharapkan pada akhir 2002 semua pendidikan perawat yang ada dirumah sakit sudah memenuhi kriteria minimal sebagai perawat lulusan DIII keperawatan dan pada tahun 2015 sudah lebih dari 80% perawat berpendidikan Ners. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan sikap dengan pelaksanaan prosedur tetap perawatan luka di ruang Perawatan Bedah Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Banggai. Metode Analitik. Pemilihan sampel, pengambilan sampel pada penelitian ini hanya pada ruangan perawatan bedah dengan menggunakan metode purposive sampling dan objek yang diteliti memenuhi kriteria inklusi jumlah n bedah = 32. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pendidikan tinggi yang melakukan protap perawatan luka dengan baik sejumlah 19 responden (90,5%) dan yang tidak baik sejumlah 2 responden (9,5%). Sikap yang dikategorikan baik dan dalam melakukan protap perawatan luka di kategorikan baik sejumlah 13 responden (92,9%) dan yang tidak baik sejumlah 1 responden (7,1%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat pendidikan dan sikap dengan pelaksanaan prosedur tetap perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Banggai yang di tunjukkan dengan nilai inklusi tingkat pendidikan 0,003 dan sikap 0,044. Saran bagi Institusi Kesehatan agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu masukan untuk pengembangan pelayanan yang prima, bagi Institusi Pendidikan diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan pembelajaran yang berhubungan dengan pelaksanaan protap perawatan luka, bagi Bidang Keperawatan diharapkan agar dapat menambah pengetahan dan meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan tindakan protap perawatan luka, bagi peneliti diharapkan dapat meningkatkan peneliti dalam bidang riset dan penelitian serta menambah wawasan peneliti dalam bidang Ilmu Keperawatan, bagi peneliti selanjutnya agar hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya. Kata Kunci : Hubungan, Tingkat Pendidikan dan Sikap, Prosedur Tetap Perawatan Luka
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MENERAPKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI IRINA A RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Paomey, Christian Jake; Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11901

Abstract

Abstract:. Low emotional intelligence is one of the weaknesses of human resources in developing countries. Emotional intelligence refers to an array of non-cognitive skills that influence person’s ability. Emotional intelligence is a factor that can influence nurse’s performance in applying nursing care. Aim of the study: is to identify the relationship between emotional intelligence and nurse’s performance in applying nursing care. Methods: design of this study using analytic survey with cross sectional approach. The population are all nurses who work at inpatient department A in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital and using total sampling technique that involved 37 nurses. The tools were used in this study are nurses emotional intelligence questionnaire sheet and nurse’s performance in applying nursing care checklist observation sheet. Result: analysis was using Fisher's Exact Test with a significance level of 95% (ɑ = 0,05) and shows that the p value is 0.006. Conclusion: there is a relationship between emotional intelligence and nurse’s performance in applying nursing care at Inpatient Department A in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital. Recommendations: Emotional intelligence training programs can be held for nurses to increase emotional intelligence. Emotional intelligence can be considered as a factor in nurses selection. Educational preparation for nurse students can be held  by incorporating lessons or materials related to emotional intelligence in nursing curriculum. Further research is needed to explore how much emotional intelligence affect nurse’s performance and explore the component of emotional intelligence which is most influence nurse’s performance in applying nursing care. Keywords : emotional intelligence, nurse’s performance, nursing care. Abstrak: Kecerdasan emosional yang rendah merupakan salah satu kelemahan sumber daya manusia di negara berkembang. Kecerdasan emosional merujuk ke kumpulan keterampilan nonkognitif yang mempengaruhi kemampuan seseorang. Kecerdasan emosional merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan.Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan. Metode: menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di Irina A RSUP Prof. Dr. D. R. Kandou Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 37 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil: analisis menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) dan menunjukan nilai p=0.006. Simpulan: terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di Irina A RSUP Prof. Dr. D. R. Kandou Manado. Saran: program pelatihan kecerdasan emosional dapat diberikan bagi perawat untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional dapat dipertimbangkan sebagai faktor dalam seleksi perawat. Pelajaran yang berkaitan dengan kecerdasan emosional dapat ditambahkan pada kurikulum pendidikan keperawatan. Penelitan lanjut yang dapat melihat besar pengaruh kecerdasan emosional tehadap kinerja perawat dan menjunjukan wilayah kecerdasan emosional mana yang paling berhubungan/mempengaruhi kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan. Kata Kunci : kecerdasan emosional, kinerja perawat, asuhan keperawatan
HUBUNGAN DISMENORE DENGAN GANGGUAN SIKLUS HAID PADA REMAJA DI SMA N 1 MANADO Juliana, Indah; Rompas, Sefti; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22895

Abstract

Abstract: Teenagers is the transition period, which characterized by the changes of eitherphysical, psychie, and biological which we call it as puberty. Puberty in teenage girl markedby menstruation, the first year of first menstruation or menarche is time where oftendisruption happened. The Purpose of this research is to know the relationship between thedysmeorrhea with the disturbance of menstrual cycle of the teenage girls in SMA N 1Manado. This research methodology is using the observational design with the CrossSectional approach. The population of this research were 1.103 female students, and thedetermination technique is using Slovin formula. The research sample were 92 people whomet the inclusion criteria. The research instrument are using observation sheet regarding theintensity of pain and menstrual cycle experienced by the respondents. The result of statisticaltest using the Chi Square with the confidence level of 95% (α=0.05) with the value p = 0.023,which means p< α= 0.05. The conclusion is, the result of this research showing a significantrelation between dysmenorrheal and menstrual cycle disorders in teenage girls in SMA N 1Manado.Keywords : Dysmenorrhea, Mesntrual Cycle, Teenager.Abstrak: Remaja merupakan masa transisi, yang ditandai dengan perubahan baik fisik,psikis, maupun biologis yang kerap disebut pubertas. Pubertas pada remaja putri ditandaidengan menstruasi, tahun-tahun pertama sejak menstruasi pertama kali atau menarchemerupakan masa-masa sering terjadinya gangguan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan antara dismenore dengan gangguan siklus haid pada remaja di SMA N 1 Manado.Penelitian ini merupakan Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu crosssectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 1.103 siswa perempuan, teknik penentuansample menggunakan rumus slovin, didapati sampel sebanyak 92 orang yang memenuhikriteria inklusi. Instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi mengenai intenitasnyeri dan siklus haid yang dialami responden. Hasil uji statistic menggunakan uji Chi Squaredengan tingkat kepercayaan 95% ( α ≤ 0.05), di dapati nilai p= 0.023, yang berarti p< α=0.05.Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan adanya, hubungan yang signifikan antaradismenore dengan gangguan siklus haid pada remaja di SMA N 1 Manado.Kata Kunci : Dismenore, Siklus Haid, Remaja.
PENGARUH PEDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI (KIPI) Mandesa, Ertawati; Sarimin, Dorce Sisfiani; Ismanto, Amatus Yudi
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4756

Abstract

Abstrac : Immunization sometimes have disastrous side effects . Fear the side effects of vaccination becomes more dominant than the fear of the disease . Though clearly a result of the disease more dangerous than the impact of immunization . Learning needs of parents of Adverse Events Following Immunization (AEFI). Ignorance parents about AEFI makes parents worry and makes them slow to bring the child to receive immunizations . This study aims to determine the effect of health education on the knowledge and attitudes of parents of AEFI in BKIA Manado RW Monginsidi hospital. The study design used was a quasi experimental design : one group pre test and post test design in which the experimental group was given treatment in the form of health education to parents of AEFI in infants . Measuring the level of knowledge and attitudes before and after the health education given by questionnaire . Samples were taken by purposive sampling with the number 30 . Use your test data were analyzed by paired t - test . The impact of health education on parental knowledge about AEFI obtained t value of -16 399 with significance ( p value ) = 0,000 .. While the impact of health education on the attitudes of parents of AEFI -16 399 t value for significance ( p value ) = 0.000 .. studies have concluded there is a positive effect of health education on the knowledge and attitudes of parents of AEFI and recommended for health care workers continue to promote health education in this case about AEFI, so that mothers immunize their babies need not worry and can independently perform management AEFI independently at home Keywords : Health Education , Knowledge , attitudes Abstrak: Pemberian imunisasi kadang menimbukan efek samping. Rasa ketakutan pada efek samping vaksinasi menjadi lebih dominan dibandingkan dengan ketakutan terhadap penyakitnya. Padahal akibat dari penyakit jelas lebih membahayakan dibandingkan dengan dampak imunisasi. Kebutuhan belajar orang tua tentang tentang KIPI. Ketidaktahuan orang tua mengenai KIPI membuat orang tua khawatir dan membuat mereka lambat membawa anak untuk menerima imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap orang tua tentang KIPI di BKIA RS Tkt III R.W.Monginsidi Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design: one group pre test and post test design dimana kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan pada orang tua tentang KIPI pada balita. Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan memberikan kuesioner. Sampel diambil secara purposive sampling dengan jumlah 30. Data dianalisis dengan menggunakn uji paired ttest. Dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang KIPI didapatkan nilai t hitung sebesar -16.399 dengan signifikansi (nilai p) =0,000.. Sedangkan dampak pendidikan kesehatan terhadap sikap orang tua tentang KIPI nilai t hitung sebesar -16.399 dengan signifikansi (nilai p) =0,000.. Penelitian memberi kesimpulan terdapat pengaruh yang positif pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap orang tua terhadap KIPI dan merekomendasikan bagi petugas kesehatan untuk terus menggalakkan pendidikan kesehatan dalam hal ini tentang KIPI, agar para ibu yang mengimunisasi bayinya tidak perlu cemas dan secara mandiri dapat melakukan penatalaksanaan KIPI mandiri di rumah. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG TERAPI INSULIN DENGAN INISIASI INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Singal, Grasela; Katuuk, Mario E.; Bataha, Yolanda B.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.15893

Abstract

Abstract : Most patients with diabetes mellitus insulin resistance despite being advised to useinsulin. Lack of knowledge about diabetes causes the patient was less likely to take decisions inthe use of insulin. The purpose of the research was to determine the relationship betweenknowledge about insulin therapy with insulin initiation on patient with type 2 diabetes mellitus atPancaran Kasih GMIM Hospital Manado. This study’s design used observational analytic withcross sectional approach that measured simultaneously, for a moment or just once in one time.The technique of taking sample using random sampling with a sample size of 60 people. Chi squarestatistical test result with a 95% confidence level (α = 0.05) and obtained p value of 0,016 <0.05.The conclusion that there is a relationship of knowledge about insulin therapy with insulininitiation on patient with type 2 diabetes mellitus at Pancaran Kasih GMIM Hospital Manado.Nurses should provide the education that can be understood by patients with type 2 diabetes sothat patients can take the right decision in using insulin.Keywords : Type 2 Diabetes mellitus, Knowledge about Insulin Therapy, InsulinInitiationAbstrak : Sebagian besar pasien DM menolak insulin walaupun sudah disarankan untukmenggunakan insulin. Kurangnya pengetahuan tentang DM menyebabkan pasien cenderung sulitmengambil keputusan dalam menggunakan insulin. Tujuan Penelitian mengetahui hubunganpengetahuan tentang terapi insulin dengan inisiasi insulin di pasien diabetes melitus tipe 2 RumahSakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Desain Penelitian ini menggunakan observasional analitikdengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang diukur secarasimultan, sesaat atau satu kali saja dalam satu kali waktu. Teknik pengambilan Sampelmenggunakan Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil uji statistikChi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,016 < 0,05.Kesimpulan yaitu terdapat hubungan pengetahuan tentang terapi insulin dengan inisiasi insulin dipasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Perawat harusmemberikan edukasi yang dapat dipahami oleh pasien DM tipe 2 agar pasien dapat mengambilkeputusan yang tepat dalam menggunakan insulinKata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Pengetahuan Terapi Insulin, Inisiasi Insulin