cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PUTRA DI SMA NEGERI I TOMPASOBARU Maseda, Devita Rosalin; Suba, Baithesda; Wongkar, Djon
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2176

Abstract

Abstrack: Smoking is one habit that commonly encountered in everyday life. Smoking both active and passive bodily harm, Youth is a stage in human development. Teens have a high curiosity and often mimic behaviors performed by adults, including smoking and smoking has become a lifestyle among adolescents. This study was conducted to determine the relationship of knowledge and attitudes about the dangers of smoking and smoking behavior in young men in SMA Negeri I Tompasobaru. This research is an analytic survey with Cross sectional study design. Number of sample 128 respondents using Total sampling. Data were collected by using a questionnaire. Data were analyzed by Chi-Square test (α = 0,05). The results showed that 110 young men good knowledgeable and less knowledgeable 18 of young man, as many as 91 young men to be positive attitude and 37 negative attitude of young man, as many as 52 young men have the smoking behavior and 76 of young man do not behave smoke. Probability value of relationship knowledge and smoking behavior of 0.015 while the relationship attitudes and smoking behavior of 0,000.Conclusions from this research that there is a correlation between knowledge and attitudes about the dangers of smoking and smoking behavior in young men in SMA Negeri I Tompasobaru. Keywords: Attitude, Knowledge, Smoking behavior, Teens Abstrak: Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Merokok baik secara aktif maupun pasif membahayakan tubuh, Remaja merupakan suatu tahap dalam perkembangan manusia. Remaja mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan sering meniru perilaku yang dilakukan oleh orang dewasa termasuk merokok dan merokok sudah menjadi gaya hidup dikalangan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra di SMA Negeri I Tompasobaru. Penelitian ini bersifat Survey analitik dengan rancangan Cross sectional study. Jumlah sampel 128 responden dengan menggunakan Total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square (α =0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 110 remaja putra berpengetahuan baik dan 18 remaja putra berpengetahuan kurang baik, sebanyak 91 remaja putra bersikap positif dan 37 remaja putra bersikap negatif, sebanyak 52 remaja putra memiliki perilaku merokok dan 76 remaja putra tidak berperilaku merokok. Nilai probabilitas hubungan pengetahuan tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok sebesar 0,015, sedangkan hubungan sikap tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok sebesar 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pengetahuan dan sikap tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra di SMA Negeri I Tompasobaru. Kata Kunci :Pengetahuan, Perilaku merokok, Remaja, Sikap
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 6 MANADO Saanun, Fitri; Kumaat, Lucky T; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14672

Abstract

Abstract: A landslide is a serious problem that frequently occurs in the city of Manado. The geographical condition of the hilly Manado city, an unstable geological condition, the reckless use of land, and a high level of rain generates a risk of disaster, including landslides. The level of risk, other than the potential for disaster, is determined by the preparedness in facing a disaster. The location of SMK Negeri 6 Manado is on a steep area so there is a risk of landslides occuring. The purpose is to know the effects of health education on the preparedness in facing landslides on grade XI students of SMK Negeri 6 Manado. The research method is one group pre and post test and using multiple choice questions to collect data from respondents. Sample consists of 16 respondents using the systematic random sampling technique. The results of the research using the Wilcoxon statistical test yields a P-Value of 0,021 (< α = 0,05). The conclusion shows that health education affects the preparedness of facing landslides for grade XI students at SMK Negeri 6 Manado. Keywords: Health Education, Disaster Preparedness, Landslide Abstrak: Longsor merupakan masalah serius yang sering terjadi di kota Manado. Kondisi geografi Kota Manado yang berbukit, kondisi geologi tidak stabil, penggunaan lahan tidak sesuai peruntukan, curah hujan yang tinggi memicu resiko terjadinya bencana, salah satunya bencana tanah longsor. Tingkat resiko bencana selain ditentukan oleh potensi bencana juga ditentukan oleh kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Lokasi SMK Negeri 6 Manado berada pada daerah yang terjal sehingga beresiko terjadi bencana tanah longsor. Tujuan untuk Mengetahui Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 6 Manado. Desain Penelitian yaitu one group pre and post test dan menggunakan Multiple Choice Questions untuk mendapatkan data dari responden. Sampel berjumlah 16 responden dengan menggunakan teknik Systematic Random Sampling. Hasil penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon di dapat nilai P-Value sebesar 0,021 (< α = 0,05). Simpulan menunjukan adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tanah longsor pada siswa kelas XI SMK Negeri 6 Manado. Kata kunci : Penyuluhan Kesehatan, Kesiapsiagaan Bencana, Bencana Tanah Longsor
HUBUNGAN KETEPATAN TRIASE DENGAN RESPONSE TIME PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT TIPE C Rumampuk, Jimmy; Katuuk, Mario E.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25206

Abstract

Abstract : The most important thing when the nurse does triage is to do response time. A decrease in the triage scale assessment will extend the handling time that the patients should receive according to their clinical conditions so that it will risk reducing the patient safety rate and the quality of health services. The purpose of this study was to identify the relationship of the accuracy of triage with the response time of nurses in hospital type C Emergency Unit. Samples totaling 36 respondents were taken using total sampling technique. Method used observational analytic research design with a cross sectional approach. The result of study using fisher's exact test at a significance level of 95%, obtained a significant value p = 0.003 or smaller than 0.05 (0.003 <0.05). The conclusion of the results of this study indicate that there is a relationship between the accuracy of triage with the response time of nurses in the emergency room type C hospital.Keywords: Triage, Accuracy, Response Time, IGDAbstrak : Hal terpenting ketika perawat melakukan triase adalah melakukan response time. Penurunan penilaian skala triase akan memperpanjang waktu penanganan yang seharusnya di terima oleh pasien sesuai dengan kondisi klinisnya sehingga akan beresiko menurunkan angka keselamatan pasien dan kualitas dari layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan ketepatan triase dengan response time perawat di IGD rumah sakit tipe C. Sampel berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Desain Penelitian yang di gunakan adalah observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil Penelitian uji fisher’s exact test pada tingkat kemaknaan 95%, diperoleh nilai signifikan p = 0,003 atau lebih kecil dari 0,05 (0,003 <0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara ketepatan triase dengan response time perawat di IGD rumah sakit tipe C.Kata Kunci : Triase, Ketepatan, Response Time, IGD
PERBEDAAN RESPON STRES-ADAPTASI PADA REMAJA JALANAN KOMUNITAS DINDING PASAR BERSEHATI DAN REMAJA PANTI ASUHAN BAKTI MULIA MANADO Titaheluw, Keysea; Kanine, Esrom; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5262

Abstract

Abstract: Adolescents street are adolescents aged 10-19 years who spend all or most of his time on the street by doing activities to earn money or to survive. Meanwhile, adolescents orphanage is adolescents 10-19 years old are cared for by a family function replacement service agencies. The number of changes that must be faced, requires rapid adaptation and adjustment, where it is not easily achieved and implemented by all people with equal ease can cause stress. The purpose of this study was to determine whether there are differences in stress-adaptation in adolescents street and orphanages. This study is descriptive and analytical, sample selection with purposive sampling with a sample of 30 adolescents street and 30 adolescents orphanage by means of measuring the DASS questionnaire using 14 items that only specific measure stress levels. Based on the results of the study found that there was no difference in stress adaptation response in adolescents street and adolescents orphanages, street adolescents with a mean of 2.27 and adolescents orphanage with a mean 2.07, (p=0,456 > α 0,05). Keywords : Stress-Adaptation, Adolescent Street, Adolescent Orphanage Abstrak: Remaja jalanan adalah remaja yang berusia 10-19 tahun yang menghabiskan seluruh atau sebagian waktunya dijalan. Sedangkan, remaja panti asuhan adalah remaja yang berusia 10-19 tahun yang diasuh oleh suatu lembaga pelayanan pengganti fungsi keluarga. Banyaknya perubahan yang harus dihadapi, menuntut adaptasi dan penyesuaian yang pesat, hal dimana tidak mudah dicapai dan dilaksanakan oleh semua orang dengan sama mudahnya bisa menyebabkan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan stres adaptasi pada remaja jalanan dan panti asuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, pemilihan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 remaja jalanan dan 30 remaja panti asuhan dengan cara ukur menggunakan kuisioner DASS yang hanya menggunakan 14 item yang khusus mengukur tingkat stres. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak ada perbedaan respon stress adaptasi pada remaja jalanan dan remaja panti asuhan, remaja jalanan dengan mean 2,27 dan remaja panti asuhan dengan mean 2,07, (p=0,456 > α 0,05). Kata kunci : stres adaptasi, remaja jalanan, remaja panti asuhan
HUBUNGAN STANDAR PELAYANAN ANTENATAL CARE DAN KEBIJAKAN PROGRAM PELAYANAN ANTENATAL CARE DENGAN PENGETAHUAN ANTENATAL CARE TERINTEGRASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GOGAGOMAN KOTA KOTAMOBAGU Damopolii, Tri Andhika J; Kundre, Rina; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.9278

Abstract

Abstract : Knowledge is the result of "Knowing" and this happened after people perform sensing on a particular object. Knowledge or Cognitif is very important domain for the formation of people's actions. Antenatal Care is health care that provided to a mother during pregnancy based on Antenatal Care service standards. Antenatal care program policies are visiting Antenatal Care Program at least four times during pregnancy, one time in the first quarter, one in the second quarter and twice in the third quarter. Objective: The purpose is analyzing the Factors which are associated with Antenatal Care Knowledge that integrated in working area of Public Health Center at Gogagoman Kotamobagu. Research design: analytic description with cross sectional approach and the sampling technique by totaling the sampling amount to 30 samples. Results: are using Pearson Chi Square test with significance level  = 0.05 or 95% earned value P = 0.003. Conclusion: there is a relationship between knowledge of antenatal care and service programs Policy. Suggestion: knowledge of good examination of pregnant women and the quality can mepengaruhi success rate Keywords : Knowledge, Antenatal Care Standart, Program Policy. Abstrak : Pengetahuan adalah merupakan hasil dari “Tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pelayanan antenatal care adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal care. Kebijakan program dalam pelayanan antenatal yaitu kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan, satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga. Tujuan Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan antenatal care Terintegrasi di wilayah Kerja Puskesmas Gogagoman Kota Kotamobagu. Desain Penelitian: dekriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling berjumlah 30 sampel. Hasil penelitian: Menggunakan uji pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95% didapatkan nilai P= 0,003. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara Pengetahuan antenatal care terintegrasi dengan standar pelayanan antenatal care dan kebijakan program pelayanan Saran : pengetahuan tentang pemeriksaan ibu hamil yang baik dan bermutu dapat mepengaruhi tingkat keberhasilan. Kata Kunci : Pengetahuan, Standar Pelayanan Antenatal Care, Kebijakan Program
HUBUNGAN DEMENSIA DENGAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA LANJUT USIA DI BPLU SENJA CERAH PROVINSI SULAWESI UTARA Bidjuni, Hendro; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25169

Abstract

Abstact : The elderly suffering from dementia experience impaired noble function seen in the form of loss of abstract thinking ability. These circumstances make individuals unable to perform activities that potentially contain values that allow a person to discover the meaning of his life. The purpose of this study was to determined the relation of dementia with meaningfulness of life. Methods this study used cross sectional analytical descriptive approach. The sampling technique used total sampling with 33 samples. Kolmogorof-Smirnov statistical test results with 95% confidence level (α = 0.05) obtained p value 0.646> 0.05. Conclusion of this study confirm that hasn’t relation of dementia with meaningfulness of life at elderly in Elderly Nursing Home of Senja Cerah North Sulawesi province.Keywords: Dementia, meaningfulness of life, ElderlyAbstrak: Lanjut usia yang menderita demensia mengalami gangguan fungsi luhur yang terlihat dalam bentuk kehilangan kemampuan berpikir abstrak. Keadaan tersebut membuat individu tidak mampu melakukan kegiatan yang secara potensial mengandung nilai-nilai yang memungkinkan seseorang menemukan makna hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan demensia dengan kebermaknaan hidup. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Hasil uji statistik Kolmogorof-Smirnov dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05 ) diperoleh hasil p value 0,646 > 0,05. Simpulan yaitu tidak terdapat hubungan demensia dengan kebermaknaan hidup pada lanjut usia di BPLU Senja Cerah provinsi Sulawesi Utara.Kata Kunci: Demensia, Kebermaknaan hidup, Lanjut Usia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT PROF. V.L. RATUMBUYSANG MANADO Purnamasari, Natalia; Tololiu, Tinneke; Pangemanan, Damajanty H.C.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2211

Abstract

Abstract: Schizophrenia is a disease that affects the brain and of cause the emergence of thoughts, perceptions, emotions, movement, and behavior strange and disturbed. Schizophrenia can not be defined as a disease in it self, but is suspected as a syndrome or disease process that includes many types with a variety of symptoms. This study was conducted to determine the relationship of the family with knowledge of drug compliance in schizophrenic patients using descriptive correlative design with cross-sectional research design. As the design of the study. Instrument is made in the form of questionnaires and divided into 2 parts, namely the family to measure knowledge about the treatment of patients with schizophrenia and measure medication adherence in patients with schizophrenia using a Guttman scale. Number of samples in as many as 50 people carefully using proposive sampling as data capture techniques. The results illustrate that there is no good knowledge about the treatment of schizophrenic patients, 36% of respondents have sufficient knowledge regarding the treatment of patients with schizophrenia, 48% of respondents have less knowledge about the treatment of schizophrenic patients. Statistical analysis with Spearman rho degrees of freedom (α) = 0.01 is obtained and the value of p= 0.000 for the relationship of knowledge with compliance, there is a significant relationship between knowledge monum medication adherence of patients with schizophrenia. Suggestions for nursing practice are expected to conduct supervision and monitoring of the application of the empowerment of the family in the provision of nursing care on the family. Key words: knowledge, the family, compliance, schizophrenia Abstrak: Skizofrenia adalah penyakit yang mempengaruhi otak dan penyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan perilaku yang aneh dan terganggu. Skizofrenia tidak dapat didefinisikan sebagai penyakit tersendiri, melainkan diduga sebagai suatu sindrom atau proses penyakit yang mencakup banyak jenis dengan berbagai gejala. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia dengan menggunakan desain deskriptif korelatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sebagai desain penelitian. Instrument dibuat dalam bentuk kuesioner dan dibagi dalam 2 bagian, yaitu bagian untuk mengukur pengetahuan keluarga tentang pengobatan pasien skizofrenia dan bagianuntuk mengukur kepatuhan minum obat pasien skizofrenia dengan menggunakan skala guttman. Jumlah sampel yang di teliti sebanyak 50 orang dengan menggunakan proposive sampling sebagai teknik pengambilan data. Hasil penelitian menggambarkan bahwa tidak ada yang berpengetahuan baik mengenai pengobatan pasien skizofrenia, 36% responden memiliki pengetahuan cukup mengenai pengobatan pasien skizofrenia , 48% responden memiliki pengetahuan kurang mengenai pengobatan pasien skizofrenia. Analisa statistic spearman rho dengan derajat kebebasan (α) = 0,01 diperoleh nilai p = 0,000 untuk hubungan pengetahuan dengan kepatuhan, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan monum obat pasien skizofrenia. Saran untuk praktek keperawatan diharapkan dapat melakukan supervise  dan monitoring terkait penerapan pemberdayaan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan pada keluarga. Kata kunci: Pengetahuan, Keluarga, Kepatuhan, Skizofrenia
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANGAN IRINA C RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Baroka, Siti; Pondaag, Linnie; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14817

Abstract

Abstract : Nurses are medical personnel who have direct contact with the patient so that the most vulnerable to fatigue Fatigue is the work of various circumstances that accompanied the decline efensiensi and durability in the work. Objective:knowing Relations Nurse Fatigue Work With Care Documentation Processes In The Room Irina C RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Methods: Analytical observational study design was cross-sectional approach. The population in this study are all nurses in the room Irina C RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado, totaling 82 nurses. Results of based on research results, it can be concluded that the fatigue of nurses in the category Tired of as much as 41 respondents (65.1%) of respondents. And documentation of nursing care were largely included in the category of full with 44 respondents (69.8%) of respondents. Suggestions should though nurses were experiencing fatigue to keep doing thorough documentation. Keywords: Fatigue Work, Documentation Abstrak:Perawat merupakan tenaga medis yang memiliki kontak langsung paling sering dengan pasien sehingga rentan terhadap kelelahan Kelelahan kerja merupakan aneka keadaan yang di sertai penurunan efensiensi dan ketahanan dalam bekerja. Tujuan Penelitian mengetahui Hubungan Kelelahan Kerja Perawat Dengan Proses Pendokumentasian Asuhan Keperawtan Di Ruangan Irina C RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain Penelitian adalah Analitik Observasional pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana Di Ruangan Irina C RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado, yang berjumlah 82 perawat. Hasil Penelitian berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja perawat berada pada kategori Lelah sebanyak 41 responden (65.1%) responden. Dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang sebagian besar termasuk dalam kategori lengkap yaitu 44 responden (69.8%) responden. Saran sebaiknya meskipun perawat yang mengalami kelelahan agar tetap melakukan pendokumentasian yang lengkap. Kata kunci: Kelelahan Kerja perawat, Pendokumentasian
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN RESILIENSI CAREGIVER SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POIGAR DAN PUSKESMAS ONGKAW Pesik, Yessica Christy Riany; Kairupan, Ralph B.J; Buanasari, Andi
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i2.32093

Abstract

Abstract: Family support is important factor in creating a resilience in the effort to treat schizophrenia patients. The purpose of this study is to investigate the relationship between family support with the resilience of schizophrenic caregivers in the work area of Poigar Health Center and Ongkaw Health Center. This study used quantitative study with cross sectional approach, The sample was taken using non-probability techniques, purposive sampling. This studyinvolved 52 respondents from both Health Care Centre. The results of the study showed the level of strength (closeness) between variabels is moderate (0.285), positive direction, and significant (p = 0.041 <α = 0.05). This study concluded there as a moderate, positive and significant relationship between family support (28.5%) with caregiver resilience. Suggestions, for health centers to further improve the quality of health services for families of schizophrenic patients such as, consultation services, family-related counseling such as adaptation with schizophrenic sufferers, coping with stress and family resources and efforts to overcome stigma.Keywords: Family Support; Caregiver Resilience; Schizophrenia Abstrak: Dukungan keluarga adalah faktor penting dalam menciptakan ketahanan dalam upaya untuk merawat pasien skizofrenia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan hubungan antara dukungan keluarga dengan resiliensi caregiver skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Poigar dan Puskesmas Ongkaw.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, analisis data memnggunakan teknik korelasi Rank Spearman.  Sampel diambil dengan menggunakan teknik non-probabilitas. Jumlah sampel adalah 52 responden dari kedua puskesmas.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat kekuatan (kedekatan) antara variabel sedang (0,285), arah positif, dan signifikan (p = 0,041 <α = 0,05). Kesimpulan: ada hubungan yang moderat, positif dan signifikan antara dukungan keluarga (28,5%) dengan resiliensi caregiver.  Saran, bagi pusat kesehatan untuk lebih meningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk keluarga pasien skizofrenia seperti, layanan konsultasi, konseling terkait keluarga seperti adaptasi dengan penderita skizofrenia, mengatasi stres dan sumber daya keluarga dan upaya untuk mengatasi stigma.Kata Kunci : Dukungan Keluarga; Resiliensi Caregiver; Skizofrenia
HUBUNGAN KARAKTERISTIK REMAJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA KOMUNITAS MOTOR SULUT KING COMMUNITY (SKC) MANADO Ratnasari, Fitria; Kumaat, Lucky T.; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.6075

Abstract

Abstract: Traffic accidents are one of the public health problem that affects all sectors of life. Traffic accidents involving adolescents is relatively large. This happens because the majority of traffic offenders who tend to reckless street are adolescent and young persons. The purpose of this research to identify the relationship between the characteristics of adolescents with an incidence of traffic accidents in the motorcycle community SULUT King Community (SKC). The characteristics of adolescents are adolescents age, adolescents sex, education level, adolescents socioeconomic, time, and the rate of speed. The design of this research is the retrospective design. The research fulfiled was conducted on September 2014 in the motorcycle community Wanea Secretariat SULUT King Community (SKC) Manado with 45 sample. The result of this research were calculated using Chi-square test and the results showed that there was no relationship between adolescents age with an incidence of traffic accidents, p = 0.650. There is a relationship between adolescents sex with an incidence of traffic accidents, p = 0.016. There is no relationship between the education level with an incidence of traffic accidents, p = 1.000. There is a relationship between adolescents socioeconomic with an incidence of traffic accidents, p = 0.013. There is a relationship between time with an incidence of traffic accidents, p = 0.001. There is a relationship between the rate of speed with an incidence of traffic accidents, p = 0.000. The suggestion for adolescents be able to understand about traffic accidents, and whatever may be the cause of traffic accidents. Key Word : Characteristics, Traffic Accidents. Bibliography : 24 (2007-2014). Abstrak: Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang mempengaruhi semua sektor kehidupan. Kecelakaan lalu lintas melibatkan anak remaja tergolong besar. Hal ini terjadi karena mayoritas para pelanggar lalu lintas yang cenderung ugal-ugalan dijalan adalah oknum remaja dan pemuda. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik remaja dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada komunitas motor SULUT King Community (SKC). Karakteristik remaja yang diteliti tersebut antara lain adalah usia remaja, jenis kelamin remaja, tingkat pendidikan, sosial ekonomi remaja, waktu, dan tingkat kecepatan. Desain penelitian ini adalah desain retrospektif. Penelitian dilaksanakan pada bulan september 2014 di Wanea Sekretariat Komunitas Motor Sulut King Community (SKC) Manado dengan 45 sampel. Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan Uji Chi-square pada tingkat kemaknaan 95% () dan hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia remaja dengan kejadian kecelakaan lalu lintas, p = 0,650. Ada hubungan antara jenis kelamin remaja dengan kejadian kecelakaan lalu lintas, p = 0,016. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas, p = 1,000. Ada hubungan antara sosial ekonomi remaja dengan kejadian kecelakaan lalu lintas, p = 0,013. Ada hubungan antara waktu dengan kejadian kecelakaan lalu lintas, p = 0,001. Ada hubungan antara tingkat kecepatan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas, p = 0,000. Saran bagi remaja agar dapat memahami tentang kecelakaan lalu lintas dan apa saja yang mungkin menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci : Karakteristik, Kecelakaan Lalu Lintas. Daftar Pustaka : 24 (2007-2014).