cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Consumer Perception to Green Products of Rattan Handicraft Redhana Aulia; Prima Ditahardiyani
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p15

Abstract

Isu lingkungan telah menjadi perhatian konsumen secara global saat ini. Konsumen mulai mengubah perilaku pembelian menuju produk ramah lingkungan. Seiring dengan perubahan perilaku konsumen terhadap produk hijau, produk hijau industri kerajinan rotan memilki potensi untuk berkembang. Produsen produk hijau rotan perlu mengembangkan strategi pemasaran yang efektif melalui pengetahuan tentang persepsi konsumen. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap produk hijau rotan. Lokasi penelitian berada di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Sampel penelitian sebanyak 200 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Principle Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap produk hijau rotan terbagi menjadi tiga faktor: produk hijau rotan memiliki kualitas yang lebih baik dan ramah lingkungan, produk hijau rotan memberikan manfaat sosial, dan produk hijau rotan menghemat energi dan sumber daya. Faktor yang paling dominan membentuk persepsi konsumen terhadap produk rotan hijau adalah kualitas produk yang baik dan ramah lingkungan.
Strategy of Integrated and Sustainable DMO Governance Development: A Corporate Governance Approach on Wangi-Wangi Island Diana La Haris; Yusman Syaukat; Lukman M Baga
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p06

Abstract

Destination Management Organization (DMO) merupakan elemen terpenting dalam tata kelola kepariwisataan. Sebagai sistem manajemen terintegrasi, tugas dan fungsi melekat pada bidang pemasaran dan tata kelola destinasi. Tujuan penelitian ini yakni merumuskan strategi pengembangan tata kelola DMO terintegrasi berkelanjutan di Pulau Wangi-Wangi. Analisis penelitian menggunakan pendekatan partisipatif dengan prinsip corporate governance. Data diolah menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis Multi Dimentional Scaling (MDS), serta analisis Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT). Hasil penelitian mengidentifikasi terdapat 4 stakeholder utama DMO di Pulau Wangi-Wangi yakni; Pemerintah, Swasta, Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP), dan Masyarakat. Analisis MDS menunjukkan indeks keberlanjutan sebesar 53,96% atau masuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Hasil analisis SWOT menunjukkan rumusan strategi pengembangan berada di kuadran III yaitu development strategic. Maka strategi pengembangan membutuhkan peningkatan sosial responsibility, pemanfaatan media digital, peningkatan capability SDM organisasi komunitas, penyusunan destination management plan dan baseline destination, pelaksanaan program pelatihan manajemen tata kelola kepada organisasi komunitas wisata, dan meningkatkan peluang kerjasama penelitian dengan Akademisi serta kolaborasi stakeholder swasta.
Optimalitation of Tourism Potential Through Cluster Development in Wangi-Wangi Island Wakatobi Regency Malinda Noviarini; Ma’mun Sarma; Yusman Syaukat
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p11

Abstract

Sektor pariwisata mencakup banyak usaha terkait, sehingga pengembangannya perlu dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antar usaha dalam satu kesatuan. Keterkaitan antar usaha membentuk klaster wisata dapat meningkatkan daya saing Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu destinasi tujuan wisata prioritas. Pemerintah Kabupaten Wakatobi perlu mengambil peranan yang sesuai terkait perumusan kebijakan agar dapat mengakomodir harapan masyarakat sebagai pelaku usaha pariwisata. Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji bagaimana strategi Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam mengembangkan sektor pariwisata di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis kesenjangan skala likert, SWOT, dan QSPM. Hasil analisis kesenjangan menunjukkan bahwa determinan kondisi industri terkait dan pendukung memiliki nilai kesenjangan negatif tertinggi. Analisis SWOT menghasilkan lima alternatif strategi, yang kemudian dipilih menggunakan analisis QSPM, dimana strategi terbaik adalah Pemerintah Kabupaten Wakatobi perlu melakukan pelatihan insentif bagi para pelaku usaha sesuai dengan permintaan pasar pariwisata.
Analysis of Supply Chain and Marketing Efficiency of Rice in Semarang Regency, Central Java Province Anselina Sima; Liska Simamora
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p02

Abstract

Tujuan dan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui gambaran rantai pasok beras di kabupaten semarang, kecamatan banyubiru, desa kebumen dan 2) untuk mengetahui efisiensi pemasaran beras yang terjadi dalam rantai pasok beras. Jenis penelitan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitataif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui gambaran dari aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi sedangkan kuantitatif untuk mengatahui margin pemasaran dan farmer’s share. Teknik pengumpulan data menggunakan jenis data primer dan sekunder dengan pengambilan sampel secara purposive sampling untuk petani dan snowball sampling untuk pelaku distibusi. Menggunakan pendekatan analisi rantai sebagai cara mengatahui rantai pasok beras di Kecamatan banyubiru, Desa Kebumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dan farmer’s share dimana margin pemasaran bertujuan mengetahui efisinesi pemasaran. Hasil penelitian menunjukan gambaran rantai pasok beras yaitu petani – pedagangang pengumpul – penggilingan – pedagang besar – konsumen dan dinyatakan tidak efisien.
Development Strategy of Bekasi Creative Hub (BCH) when Developing Bekasi City’s Creative Economy Yusuf Mabrur; Ma’mun Sarma; Lukman M. Baga
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p16

Abstract

Kota Bekasi saat ini sedang mengembangkan ekonomi kreatif dalam meningkatkan perekonomian daerahnya. Hal tersebut tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi 2018-2023 yang berbunyi pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Objek penelitian ini adalah Bekasi Creative Hub (BCH), dimana BCH sebagai organisasi independen yang membantu mengembangkan ekonomi kreatif Kota Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan bagi BCH dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Bekasi. Metode kombinasi Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) dan Social Enterprise Model Canvas (SEMC) akan digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi BCH dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Bekasi. Matriks Ineternal Factors Evaluation (IFE) akan diguanakan untuk menganalisis faktor-faktor internal BCH, sedangkan Matriks Eksternal Factors Evaluation (EFE) akan digunakan untuk menganalisis faktor-faktor eksternal BCH. Hasil dari matriks IFE dan EFE akan diolah kembali dengan matriks IE (Internal External). Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi BCH. Hasil dari analisis faktor-faktor internal dan eksternal menggunakan matriks IFE dan EFE, BCH berada pada sell V yang artinya BCH berada pada posisi bertahan. Setelah menganalisis faktor-faktor tersebut, penelitian ini akan merumuskan strategi alternative untuk BCH dengan menggunakan metode matriks SWOT. Berdasarkan penelitian ini, terdapat sembilan strategi alternatif untuk BCH dalam mengembangkan ekonomi kreatif Kota Bekasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam menentukan kebijakan mengenai pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bekasi berbasis komunitas.
Effect of Business Capital, Characteristics, Motivation and Entrepreneurs Innovation on Performance UMKM Tempe in Mataram City Elita Maulida; Dwi Putra Darmawan; Gede Mekse Korri Arisena
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p07

Abstract

UMKM merupakan salah satu unit usaha yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tempe di Kota Mataram menjadi salah satu sentra industri yang dominan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (a) menganalisis modal usaha, karakteristik, motivasi dan inovasi wirausaha pada UMKM tempe di Kota Mataram; (b) menganalisis kinerja UMKM tempe di Kota Mataram; (c) menganalisis pengaruh modal usaha, karakteristik, motivasi dan inovasi wirausaha terhadap kinerja UMKM tempe di Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proposional random sampling, dengan pemilihan 145 responden. Penelitian ini dilakukan di Kota Matram pada UMKM tempe. Pemilihan lokasi ditentukan secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah metode kualitaitif dan dengan menggunakan structural equation model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a )Modal usaha, karakteristik, motivasi dan inovasi wirausaha di Kota Mataram sudah dinilai baik dilihat dari tanggapan responden yang didominasi oleh "baik" dan dari masing-masing indikator variabel; (b) variabel kinerja UMKM tempe sudah dinilai baik dilihat dari tanggapan responden yang didominasi oleh "setuju" dan dari masing-masing indikator variabel; (c) Modal usaha, karakteristik, motivasi dan inovasi di Kota Mataram berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM tempe secara tidak langsung, dimana variabel yang berpengaruh signifikan yaitu modal usaha sebesar 2,096, karakteristik wirausaha sebesar 3,407, sedangkan motivasi sebesar 2,416, dan inovasi tempe sebesar 2,556 Sehingga dapat disimpulkan berpengaruh postif. Saran dalam penelitian ini adalah untuk keberhasilan usaha pembuatan tempe diperlukan keberanian dalam modal usaha sehingga akan timbul motivasi sebagai penggerak untuk melakukan suatu kegiatan atau upaya untuk mencapai tujuan dalam berwirausaha.
Determination of Leading Fruit Commodities in Barat Miomaffo District (Sallu Village Case Study) Maria Nelde Soi; Werenfridus Taena; Umbu Joka
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p12

Abstract

Penentuan Komoditi Unggulan Buah-Buahan di Kecamatan Miomaffo Barat (Study Kasus Desa Sallu). Buah-buahan merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi dengan ditandai banyaknya buah-buahan yang ada di pasar modern dan pasar tradisional Indonesia. Buah-buahan di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara disebut sebagai produk dari tanaman yang berdaging dan manis, yang memberikan pendapatan menjanjikan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan komoditi unggulan buah-buahan berdasarkan pendekatan Location Quotient (LQ); 2) menentukan komoditi unggulan buah-buahan berdasarkan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan 1) hasil analisis Location Quotient (LQ) menyatakan komoditi unggulan buah Alpukat sebesar (LQ : 6,83), Mangga sebesar (LQ : 5,81) dan Nangka sebesar (LQ : 5,69); 2) hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukan bahwa buah alpukat dengan nilai bobot terbesar 0,310 atau 31%, sedangkan nilai komoditi lain secara berurut adalah jeruk dengan nilai bobot sebesar 0,265 atau 26,5%, mangga dengan nilai bobot sebesar mangga 0,141 atau 14,1%, dan nangka dengan nilai bobot sebesar 0,116 atau 11,6%. Berdasarkan nilai LQ dan AHP dilakukan analisis kuadran dengan hasil kuadran I diketahui bahwa buah Alpukat merupakan komoditas unggulan sesuai hasil analisis Location quotient (>1) dan Analytical hierarchy process (>0,25), kuadran II diketahui bahwa buah mangga dan buah nangka merupakan komoditas unggulan berdasarkan analisis Location quotient (>1). Sedangkan hasil Analytical hierarchy process (<0,25) kuadran III diketahui buah jeruk merupakan komoditas unggulan berdasarkan Analytical hierarchy process (>0,25) sedangkan hasil analisis Location quotient (<1) menyatakan bahwa jeruk bukan komoditi unggulan.
Social Capital Relationship with Mustard Greens Farmers’ Income in Pandemic Covid-19 Period Aulia Habsari; Yuliawati Yuliawati
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p03

Abstract

Pada masa awal Covid-19 kebijakan Stay at Home membuat permintaan sawi bakso turun, sehingga harga jual sawi bakso merosok. Para petani sawi bakso di Dusun Ngipik juga terkendala untuk melakukan perkumpulan kelompok tani, penyuluhan, hingga melaksanakan acara adat, sehingga modal sosial kurang dimaksimalkan, dan kerugian petani sawi bakso pada masa awal pandemi Covid-19 tidak dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan mengatahui tingkat modal sosial dan hubungan modal sosial (norma, jejaring, dan kepercayaan) petani sawi bakso di Dusun Ngipik, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada masa awal pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2020. Sampel penelitian ini yaitu 40 petani sawi bakso dalam kelompok tani Pemuda Tani dan kelompok tani Mitra Subur Rejeki dengan minimal luas lahan yang diusahakan yakni 500m2. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian yaitu tingkat elemen modal sosial petani rendah menuju sedang, serta terdapat hubungan antara modal sosial Norma, Jejaring, dan Kepercayaan petani dengan keeratan yang sangat kuat dan arah hubungan yang positif dengan pendapatan, sehingga disarankan melakukan penguatan modal sosial.Pada masa awal Covid-19 kebijakan Stay at Home membuat permintaan sawi bakso turun, sehingga harga jual sawi bakso merosok. Para petani sawi bakso di Dusun Ngipik juga terkendala untuk melakukan perkumpulan kelompok tani, penyuluhan, hingga melaksanakan acara adat, sehingga modal sosial kurang dimaksimalkan, dan kerugian petani sawi bakso pada masa awal pandemi Covid-19 tidak dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan mengatahui tingkat modal sosial dan hubungan modal sosial (norma, jejaring, dan kepercayaan) petani sawi bakso di Dusun Ngipik, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada masa awal pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2020. Sampel penelitian ini yaitu 40 petani sawi bakso dalam kelompok tani Pemuda Tani dan kelompok tani Mitra Subur Rejeki dengan minimal luas lahan yang diusahakan yakni 500m2. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian yaitu tingkat elemen modal sosial petani rendah menuju sedang, serta terdapat hubungan antara modal sosial Norma, Jejaring, dan Kepercayaan petani dengan keeratan yang sangat kuat dan arah hubungan yang positif dengan pendapatan, sehingga disarankan melakukan penguatan modal sosial.
Adoption of Innovation Combine Harvester for Subak In Tabanan Regency, Bali Province Pande Made Ari Ananta Paramarta; Dwi Putra Darmawan; I Dewa Putu Oka Suardi
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi inovasi combine harvester pada subak di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali meliputi proses difusi, faktor-faktor yang mempengaruhi dan konsekuensi adopsi inovasi. Proses difusi dan konsekuensi adopsi inovasi akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Difusi dan konsekuensi inovasi di analisis menggunakan statistik deskriptif. Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi akan dianalisis menggunakan statistik infrensial yaitu model SEM PLS. Hasil dari penelitian ini antara lain proses difusi inovasi dimulai sejak tahun 2009, yang diawali dengan uji coba combine harvester oleh pemerintah Kabupaten Tabanan. Combine harvester diterima setelah uji coba di Subak Bengkel pada tahun 2017. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi terdiri dari variabel atribut inovasi dan jenis keputusan. Adopsi inovasi berpengaruh singnifikan terhadap konsekuensi combine harvester di Kabupaten Tabanan. Combine harvester memberikan konsekuensi seperti mempercepat proses panen dan menurunkan tingkat kehilangan hasil rata-rata hanya 1,5%. Saran dari penelitian ini adalah petani di Kabupaten Tabanan memanfaatkan combine harvester dalam proses panen padi sawah.
The Sustainability of The Coffee Based Agroforestry System in The Community Forest of Wanagiri, Buleleng Regency I Kadek Agus Widiarta; Dwi Putra Darmawan; Ketut Budi Susrusa
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p08

Abstract

Program Hutan Kemasyarakatan merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan hutan sekaligus memberikan manfaat pada masyarakat. Masyarakat diberikan izin untuk mengelola hutan dengan syarat tidak mengembangkan jenis tanaman dengan sistem monokultur melainkan dengan sistem kebun campuran atau agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks dan status keberlanjutan sistem agroforestri berbasis kopi di Hutan Kemasyarakatan Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng ditinjau dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dimensi Hukum dan kelembagaan serta dimensi teknologi dan infrastruktur. Analisis data menggunakan pendekatan multidimensional scaling (MDS) dengan teknik Rap-fish yang dimodifikasi menjadi Rap-Coffee melalui metode multidimensional scaling (MDS). Analisis leverage dan analisis prospektif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai indeks keberlanjutan sistem agroforestri kopi di Hutan Kemasyarakatan Desa Wanagiri Kabupaten Buleleng untuk dimensi sosial yang peling tinggi dengan indeks sebesar (70,86), dilanjutkan dengan hukum dan kelembagaan dengan indeks sebesar (70,06), dimensi teknologi dan infrastruktur dengan indeks (65,21), dimensi ekologi (65,07) kempat dimensi tersebut menunjukan status cukup berkelanjutan sedangkan dimesi ekonomi menunjukan status kurang berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar (48,16) secara multidimensional nilai indeks status keberlanjutan di Desa Wanagiri Kabupaten Buleleng sebesar (63,87) yang tergolong cukup berkelanjutan pada analisis leverage di dapatkan 20 atribut sensitif dari 5 dimensi yang diteliti. Pada analisis prospektif terdapat enam faktor kunci yang mempunyai pengaruh kuat terhadap sistem agroforestri di Hutan Kemasyarakatan Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng yaitu kondisi iklim, luas hutan yang masih baik, stabilitas harga kopi, kelembagaan Bumdes, dukungan pemerintah pusat dan kondisi jalan. Untuk keberlanjutan agroforestri sebaiknya dilakukan upaya peningkatan status terhadap atribut sensitif dan faktor kunci guna penerapan strategi keberlanjutan.