cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
TINJAUAN PENGGUNAAN SUPLEMEN MULTIVITAMIN-MINERAL DAN HERBAL PADA ALOPESIA AREATA: LAPORAN KASUS Marina Astrid Rumawas; Ferina Angelia
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.21000

Abstract

Alopesia areata telah dikenal sejak 20 abad yang lalu, namun sampai saat ini penyebab pasti belum diketahui. Pengobatan terhadap alopesia areataAA banyak macamnya, baik pengobatan topikal, injeksi intralesi atau , sistemik, dll. Setiap dokter berusaha memberikan pengobatan sesuai dengan teori-teori etiologi yang dianutnya. Tujuan dari laporan kasus ini untuk menelaah penggunaan suplemen multivitamin dan mineral serta herbal pada kasus alopesia areataAA. Seorang laki-laki berusia 18 tahun datang ke rumah sakit (RS) untuk kontrol berkala atas keluhan kebotakan yang dialaminya. Pasien terdiagnosis alopesia areata (AA) sejak 3 tahun yang lalu. Selama rawat jalan, pasien pernah mendapatkan terapi injeksi kortikosteroid intralesi (KIL) dan topikal, laser diode, minoksidil 2% topical solusio, methisoprinol oral, antivirus oral, serta berbagai supplemen multivitamin dan mineral per oral. Meskipun pengetahuan terkait peran mikronutrien dan herbal pada alopesia areataAA terus berkembang, tetapi bukti ilmiah belum cukup untuk dapat dijadikan suatu rekomendasi klinis definitif seperti anjuran pemeriksaan kadar nutrien dalam darah secara rutin atau suplementasi sebagai terapi alopesia areata AA. Oleh karena itu, klinisi perlu memberikan edukasi yang baik kepada pasien terkait penggunaan suplemen dan bahan herbal untuk terapi alopesia areatapenyakit kulit. 
PERBEDAAN LATIHAN FISIK PAGI HARI DAN MALAM HARI TERHADAP PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA PESILAT Aini Yatuz Zulfa; Rochman Basuki; Bintang Tatius
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20812

Abstract

Pencak silat merupakan latihan fisik tipe aerobik dan tergolong intensitas berat ini berhubungan erat dengan kelincahan dan berat badan. Kedua hal tersebut dipengaruhi oleh kadar lemak tubuh. Distribusi lemak tubuh dipengaruhi oleh proses lipolisis yang distimulasi oleh hormon kortisol yang diatur oleh irama sirkadian. Proses lipolisis dipengaruhi adanya perbedaan waktu latihan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan persentase lemak tubuh antara kelompok latihan fisik pagi hari dan malam hari pada pesilat PSHT Kota Semarang. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Latihan fisik pagi hari dan malam hari sebagai variabel bebas dan persentase lemak tubuh sebagai variabel terikat. Sampel penelitian berjumlah 34 pesilat PSHT Kota Semarang lalu dibagi menjadi 2 kelompok dan dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data menggunakan data primer. Persentase lemak tubuh (PLT) diukur menggunakan skinfold caliper lalu hasil ukurnya dikonversikan ke dalam rumus Durnin-Womersley dan Siri. Pengolahan data menggunakan uji T Independen dengan p < 0,05. Rerata dari PLT 17 data pada kelompok pagi hari 13,37% dan PLT 17 data kelompok malam hari 16,7%. Kedua rerata kelompok dikategorikan normal. Uji T Independen perbedaan latihan fisik pagi hari dan malam hari terhadap PLT menghasilkan p = 0,009. Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan fisik pagi hari dan malam hari terhadap persentase lemak tubuh pada pesilat. Latihan pagi hari lebih efektif memperoleh PLT yang normal.
HUBUNGAN ANTARA GEJALA KLINIS DAN LOKASI PERLENGKETAN LESI PADA PENDERITA ENDOMETRIOSIS Qherine Bhelqis; Hartati Hartati; Fatmawati Fatmawati; Firmansyah Seta Basyir; Rara Inggarsih
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.19953

Abstract

Endometriosis merupakan kondisi kronik dimana terjadi implantasi jaringan fungsional endometrium di luar kavum uterus.Diagnosis endometriosis cukup sulit dan sering tidak terdeteksi dalam waktu lama sehingga penelitian ini bertujuan untuk membantu penegakkan diagnosis lebih cepat karena dapat memperkirakan lokasi lesi lebih awal. Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel berjumlah 102 pasien. Lokasi perlengketan terbanyak berada di uterus sebanyak 54 pasien (52,9%) dan gejala klinis yang paling banyak adalah dismenore yaitu sebanyak 71 pasien (69,6%).  Hubungan gejala dismenore dengan lokasi perlengketan di uterus didapatkan nilai p sebesar 0,732 dan hubungan gejala dispareunia dengan lokasi perlengketan di cul de sac didapatkan nilai p sebesar 0,525. Sedangkan penelitian tentang hubungan antara gejala klinis diskezia dengan lokasi di rektum menghasilkan nilai p value 0,031 dan nilai PR 10,90 (95% CI 1,19 – 99,78). Tidak ada hubungan yang bermakna antara gejala klinis dismenore dengan letak perlengketan di uterus dan hubungan antara gejala klinis dispareunia dengan letak perlengketan di cul de sac. Namun, terdapat hubungan antara gejala klinis diskezia dan lokasi perlengketan di rektum.
ANTIBODY IgG LEVELS AND ADVERSE EVENTS FOLLOWING IMMUNIZATION AFTER THIRD DOSE OF MODERNA VACCINE IN HEALTHWORKERS AFTER TWO DOSES OF SINOVAC VACCINE Ade Tiur Rumondang; Utari Hartati Suryani; Debie Rizqoh; Mardhatillah Sariyanti; Besly Sinuhaji
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20872

Abstract

Health Care Workers (HCWs) are a top priority to receive the vaccination for Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). After two doses of the Sinovac vaccine as the primary vaccine, protection against Covid-19 weakens over time, so a booster vaccination is considered to produce more antibodies. In addition, each vaccine is inseparable from Adverse Event Following Immunization (AEFI). This study compares antibody levels and AEFIs between two doses of the Sinovac vaccine with the Moderna booster. This research is an observational analytic study with a cross-sectional study design and the sampling method is random sampling with a total of 74 HCWs using a consecutive sampling method. Samples that had received two doses of the Sinovac vaccine or booster doses of the Moderna vaccine after two doses of the Sinovac vaccine were included. Samples that had been infected with Covid-19 before vaccination were excluded. IgG antibody levels were measured using Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA), while vaccine type and AEFI were gathered via questionnaire. The severity of AEFIs is based on WHO classification. The data analysis used the Mann-Whitney and Chi-Square tests with a 95% Confidence Interval (CI) to determine the relationship between variables. Twenty-nine subjects received two doses of the Sinovac primary vaccine (38.2%), and forty-five received the Moderna booster vaccine (59.2%). In booster doses of the Moderna vaccine recipients, antibodies tended to be higher, and the most common AEFIs were systemic. There was a significant difference in IgG antibody levels between recipients of two doses of the Sinovac vaccine (median=2888.8 AU/mL) and booster Moderna vaccine recipients (median=18081.04 AU/mL) (p=0.000, p <0.05). There were significant differences in AEFI in the groups receiving two doses of the Sinovac vaccine and those receiving the booster vaccine (p=0.000, p<0.05). This study concludes that there is a significant correlation between administering the Covid-19 vaccine and post-vaccination IgG antibody levels and AEFI.
DIFFERENCES OF SHORT-TERM CONSUMPTION OF SEMENDO ROBUSTA AND ARABICA COFFEE TOWARDS SWEET TASTE SENSITIVITY Pudi Handayani; Irfannuddin Irfannuddin; Alifia Salsabila; Shanty Chairani; Nursiah Nasution
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20924

Abstract

The most consumed and cultivated coffee in Indonesia is robusta and arabica coffee. Robusta and arabica coffee have different characteristics such as morphology, contents, and taste. Coffee consumption could cause alteration in taste sensitivity, especially sweet taste. Those could affect daily sugar consumption. The present study aimed to determine the differences of short-term consumption of semendo robusta and arabica coffee towards sweet taste sensitivity. This study used experimental study with a cross-over design approach that involved 21 students from the Faculty of Medicine Sriwijaya University. Semendo robusta and arabica coffee are used in this study. Sweet taste sensitivity was tested using the whole mouth test method by rinsed with sucrose solution at a concentration of 0,16, 0,32, 0,64, and 1,28 mol/l, which was given from the lowest concentration. Sweet taste sensitivity scores were rated at baseline and after the consumption of semendo robusta and arabica coffee which took place on different days. The lowest sucrose concentration that was correctly interpreted by the subject was noted as a taste sensitivity score. Data were analyzed using the Chi-square test. The chi-square test showed that the decrease in sweet taste sensitivity was more frequently happening after semendo arabica coffee consumption than semendo robusta coffee consumption (p<0,05). Short-term consumption of semendo arabica coffee has significantly increased the risk of sweet taste sensitivity reduction 4 times greater than semendo robusta coffee. There were differences in sweet taste sensitivity between short-term consumption of semendo robusta and arabica coffee.
HUBUNGAN ANTARA RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN COVID-19 PADA PASIEN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Yulia Natalia; Ghea De Silva; Wahyu Djatmiko
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20275

Abstract

Kasus infeksi SAR-COV-2 atau yang dikenal dengan COVID 19 merupakan virus corona yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Kasus infeksi di Indonesia mencapai 4.229.813 orang dengan kematian sebesar 142.763 orang. Derajat keparahan COVID-19 dibagi menjadi 4 kategori yaitu ringan, sedang, berat, dan kritis. Identifikasi derajat keparahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan petanda inflamasi yaitu rasio neutrofil limfosit (RNL) atau neutrophile lymphocyte ratio (NLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara rasio neutrofil limfosit dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo. Peneliti menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional pendekatan rerospektif. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode consecutive sampling sebanyak 142 pasien sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan uji Kruskal Wallis, Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin laki-laki 79 pasien (55,6%) dan perempuan 63 pasien (44,4%). Kelompok usia 18-60 tahun 113 pasien (79,6%) dan >60 tahun 29 pasien (20,4%). Derajat keparahan penyakit didapatkan derajat sedang 95 (66,9%), derajat berat 41 (28,9%), dan derajat kritis 6 (4,2%). Rata - rata nilai RNL pada pasien COVID-19 dengan derajat sedang 5,40, derajat berat 18,77 dan derajat kritis 32,37. Uji nonparametrik Kruskal Wallis memiliki nilai signifikansi sebesar p=0,000 (p< 0,05). Terdapat hubungan nilai Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo.  AbstractCases of SAR-COV-2 infection in Indonesia reached 4,229,813 people with 142,763 deaths. The severity of COVID-19 is divided into 4 categories, namely mild, moderate, severe and critical. Identification of the severity can be done by examining inflammatory markers, namely the neutrophil lymphocyte ratio (NLR). The research aim to know the correlation between the neutrophil lymphocyte ratio and the severity of COVID-19 patients in Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo. This research used analytic observational study with a cross sectional approach. The research subjects were obtained using the consecutive sampling method as many as 142 patients according to the inclusion and exclusion criteria. Normality test with Kolmogorov Smirnov and analyzed using the Kruskal Wallis test. The results of research showed that 79 patients (55,6%) were male and 63 patients (44,4%) were female. Age group 18-60 years 113 patients (79,6%) and >60 years 29 patients (20,4%). A moderate severity was 95 (66.9%), a severe degreee was 41 (28.9%), and a critical degree was 6 (4.2%). The average NLR value in COVID-19 patients with a moderate severity was 5.40, a severe degree was 18.77 and a critical degree was 32.37. The Kruskal Wallis nonparametric test has a significance value of 0.000 <0.05. There is a correlation between Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) value and the severity of COVID-19 patients in Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo.
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH (AL-HIJAMAH) TERHADAP KELUHAN ARTIKULAR PADA PASIEN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI KLINIK BEKAM KOTA MEDAN Muhammad Taufiq Al Hakim; Hendra Sutysna
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20879

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau Gangguan Muskuloskeletal merupakan masalah yang terjadi terutama pada bagian otot dan sendi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu pilihan terapi pada keluhan MSDs yang saat ini berkembang adalah Terapi Bekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari terapi bekam terhadap keluhan artikular kronik pada pasien penderita MSDs.  Penelitian ini menggunakan jenis kuasi eksperimen dengan rancangan pre-test post-test without control group design. Jumlah subjek penelitian adalah 22 orang. Analisis data menggunakan uji T-berpasangan atau uji Wilcoxon sign rank dan uji McNemar.  Hasil uji memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada skala nyeri (p<0,001). Pada domain kualitas hidup fungsi fisik (p=0,003), nyeri (p=0,019), dan kesehatan umum (p=0,001) yang menunjukkan perubahan yang bermakna. Pada variabel batasan lingkup gerak sendi (p<0,001) dan kaku sendi (p=0,016) juga menunjukkan perubahan yang bermakna. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bekam basah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan skala nyeri, Batasan lingkup gerak sendi, kaku sendi, namun tidak pada kualitas hidup secara keseluruhan.
ANALISIS RISIKO WORK-RELATED MUSCULOSKELETAL DISORDERS (WMSD) PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI PALEMBANG Salsabila Putri; Agita Diora Fitri; Ramadhan Ananditia Putra
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.21018

Abstract

Sepeda motor memiliki relevansi yang tinggi dalamkegiatan sehari-hari seperti transportasi komuter, mobilitas, kegiatan ekonomi, dan olahraga. Terlepas dari manfaatnya, mengendarai sepeda motor lebih berisiko karena tingkatkebisingan, getaran, dan lingkungan sekitar. Umumnyapengendara sepeda motor sering terpapar getaran dan berisiko tinggi terkena gangguan muskuloskeletal akibatkerja. Studi bertujuan untuk mengetahui risiko work-related musculoskeletal disorders (WMSD) pada pengemudi ojek online di Palembang. Studi ini merupakan studi deskriptifanalitik dengan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengambilandata dilakukan dengan wawancara dan kuisioner Nordic Body Map. Hasil penelitian ini adalah dari 62 respondendidapatkan mayoritas laki-laki (83,9%) dan 50% respondenberada dalam kelompok usia 31-45 tahun. Indeks massatubuh paling banyak adalah normal (58,3%). Mayoritasdurasi kerja responden di atas 8 jam per hari (66,1%) dengan 61,3% memiliki masa kerja tidak lebih dari 3 tahun. Nordic Body Map menunjukkan keluhan muskuloskeletalterbanyak pada pinggang, yaitu Agak Sakit (27,4%) dan Sakit (12,9%). Klasifikasi risiko berdasarkan total skorinndividu dari 62 responden termasuk dalam risiko rendah.
HUBUNGAN KADAR HIGH-SENSITIVE TROPONIN I DENGAN MAJOR ADVERSE CARDIOVASCULAR EVENTS PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT Aura Aprilia; Imelda Christina; Raihanah Suzan
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20152

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman yang menakutkan bagi bangsa Indonesia. Kematian yang terjadi di Indonesia akibat dari penyakit kardiovaskular masih sangat tinggi dimana sindroma koroner akut (SKA) termasuk di dalamnya. High sensitive troponin I (hs-cTnI) merupakan biomarka yang sangat spesifik dalam mendeteksi adanya kerusakan miokardium dan berhubungan dengan peningkatan risiko Major Adverse Cardiovascular Events (MACE) pada lansia dan pasien dengan gejala SKA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hs-cTnI dengan MACE pada pasien SKA di RSUD Raden Mattaher. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien SKA di RSUD Raden Mattaher yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kejadian SKA di RSUD Raden Mattaher didominasi oleh pasien pada rentang usia 46-55 tahun (35.7%) dan berjenis kelamin laki-laki (75.7%), serta jenis SKA terbanyak berupa STEMI (40%). Pasien SKA di RSUD Raden Mattaher yang mengalami MACE berjumlah 30 orang dari 70 sampel (42.9%) dengan jenis MACE terbanyak berupa gagal jantung (66.7%). Kadar hs-cTnI pada pasien SKA di RSUD Raden Mattaher paling banyak berada dalam kategori tinggi (58.6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hs-cTnI dengan MACE pada pasien SKA di RSUD Raden Mattaher, Jambi (p value 0.006 < 0.05).
PENERAPAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DALAM PERILAKU PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Herawati Jaya; Syokumawena Syokumawena; Intan Kumalasari; Rosnani Rosnani
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I3.22149

Abstract

ABSTRAK  Penyakit kanker termasuk juga kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umumnya terjadi pada wanita. Penyakit ini merupakan salah satu tumor ganas yang tumbuh di dalan jaringan payudara. Selama bertahun tahun banyak wanita yang terindikasi menderita panyakit kanker payudara, kejadian ini semakin banyak ditemukan pada negara-negara maju.1 Penyakit ini menduduki rangking terbesar kedua setelah kematian yang diakibatkan oleh kanker paru pada perempuan oleh karena itu sangat diperlukan bagi remaja putri dalam memiliki pengetahuan dan perilaku untuk mencegahan timbulnya penyakit kanker payudara . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana  pengaruh penerapan teori Health belief model (HBM) terhadap tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sehingga bila ditemukan kelainan dapat segera diambil tindakan secepatnya,  Penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji tindakan remaja putri pada SMA Muhammadiyah 2 Palembang dalam pencegahan kanker payudara sebelum (pre test) dan sesudah (post test) pada dua kelompok dimana pada kelompok intervensi diberikan pendidikan Teori Health Belife Model  dan untuk kelompok kontrol tidak diberikan pendidikan Health belief model. Adapun desain penelitian ini menggunakan Design Quasi Experimental Pretest-Posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 Orang , sampel ini dianalisa menggunbakan uji Wilxocon  setelah pengolahan data hasilnya menunjukkan terjadinya kenaikan tindakan cara mencegah kanker payudara pada kelompok intervensi dibandingkan pada  kelompok kontrol dengan P<0,000. Dapat disimpulkan setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan kanker payudara dengan menggunakan teori HMB dapat mempegaruhi tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).Kata Kunci  Kanker payudarai_Health Belife Model ABSTRACT Breast cancer is one of the most common types of cancer in women. Breast cancer is a malignant tumor that grows in the breast tissue. More than women are diagnosed with breast cancer in every year. The incidence of this disease mostly increasing in developed countries. This disease ranks second after death caused by lung cancer in women, therefore it is very necessary for young women to have knowledge and behavior to prevent breast cancer.  The theory of the health belief model is the main concept for young women to prevent breast cancer. The purpose of this study is to see how the effect by applied the theory of Health Belief Model (HBM) in breast cancer prevention by breast self-inspections. This research was conducted at SMA Muhammadiyah 2 Palembang. This research was held to know how the actions of young women on preventing breast cancer by applying the concept : before (pre test) and after (post test) giving the Health Belief Model Theory education. It will use a control group, so the design of this research was called a Quasi Experimental Pretest-Posttest Design with control group. The amount of research subjects was 54 people and the data were analyzed using the Wilxocn test. The results showed that there was an increase in breast cancer prevention behavior after being given HBM-based interventions in the intervention group compared to the control group with P<0.000. It can be concluded that the educational interventions using the health belief model can influence the behavior of SMA Muhammadiyah 2 Palembang students in preventing breast cancer by applied SADARI.Keywords : Breast cancer, Health Belife Model  

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue