cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK SEKOLAH DI KABUPATEN ACEH TIMUR Cut Sofiana; Daniel Ginting; Taruli Rohana Sinaga
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19033

Abstract

Menjaga kebersihan diri selama Pandemi Covid-19 seperti mencuci tangan merupakan  salah  satu langkah  yang  perlu  dilakukan, Tangan  merupakan bagian  tubuh  yang  paling  banyak tercemar kotoran dan bibit penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  Bagaimana Pengaruh penyuluhan dengan media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap anak sekolah tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian ini adalah penelitia n kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi experiment), dan  rancangan  non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah  Seluruh Siswa Kelas 5 SDN I sebanyak 88 siswa, dan seluruh siswakelas 5 SDN 5 sebanyak 59 orang. Untuk melihat pengaruh pengetahuan dan sikap anak dengan perlakuan atau tanpa perlakuan penyuluhan dengan media audio visual,  maka peneliti pengambil sampel sebanding (1:1) sehingga SDN I sebanyak 59 orang dan SDN 5 sebanyak 59 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa penyuluhan dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak sekolah lebih berpengaruh dengan p = 0,042 serta penyuluhan dengan media audio visual lebih berpengaruh terhadap sikap anak dengan p=0.031. maka disarankan agar sekolah dapat meningkatkan penyuluhan dengan menggunakan media audiovisual. 
NEONATE OUTCOME AND RESPONSE TIME FOR EMERGENCY CESAREAN SECTION : A SCOPING REVIEW Diah Melly Marlyana; Atik Nurwahyuni; Adik Wibowo
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19714

Abstract

Emergency CS response time guidelines by National Institute for Health Care Excellence (NICE) were difficult to implement in many countries and these constraints have led to poor neonate outcome in several previous study. This research aim to determine the affordability of emergency CS response time based on  NICE recommendation and its correlation to neonate outcome in lower-middle income countries and factors related to the response time. This scoping review data was extracted from several electronic data bases, which was accessed in February – March 2022, applying the PRISMA-ScR approach. Six eligible studies that meet inclusion criteria from 4,992 articles were obtained and analyzed. the average DDI achievement percentage was still lower than 20% in 5 studies, unless study from Gupta with DDI‘s achievement 42.4%. The response times recommended by NICE can‘t be met in many lower-middle-income countries with limited resources, factors related to delayed response times need to be corrected.
HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KADAR ANTIBODI IMMUNOGLOBULIN G SETELAH VAKSINASI COVID 19 Veny Larasati; Rohan Sabloak; Riana Sari Puspita Rasyid; Eka Febri Zulissetiana; Susilawati Susilawati; Soilia Fertilita
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19620

Abstract

Kebiasaan olahraga identik dengan konsep FITT (Frequency, Intensity, Type, Time) untuk menentukan efektifitas dari olahraga yang dilakukan. Sistem imun tubuh responsif terhadap kebiasaan berolahraga sehingga mampu meningkatkan respon imun terhadap antigen penyusun yang terdapat di dalam vaksin. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga dengan respon imun pasca vaksinasi COVID-19 di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional terhadap individu yang mendapatkan inactivated vaccine COVID-19 dosis kedua, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling dengan 78 sampel. Data pada penelitian diambil dengan wawancara mengenai kebiasaan olahraga 1 bulan sebelum vaksinasi, serta dilakukan pengambilan sampel darah vena sebanyak 5 cc pada ±28-30 hari setelah vaksinasi kedua. Darah diproses menjadi serum untuk pemeriksaan kadar IgG anti s1 RBD SARS-CoV-2 menggunakan kit produksi Abbott dengan metode CMIA. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Pearson’s Chi-squared atau uji Fisher’s Exact dan/atau uji penggabungan sel sebagai alternatif. Pada penelitian ini distribusi frekuensi sampel dominan pada usia dewasa muda (56,4%), jenis kelamin perempuan (52,6%) dan kadar IgG rendah (52,6%). Interval kadar IgG pada sampel adalah 42,1 – 12971,3 AU/mL, dengan rata-rata kadar IgG 1494,95 AU/mL dan median 794,35 AU/mL. Sebaran data dominan pada kelompok dengan kebiasaan olahraga (64,1%), frekuensi olahraga kurang ideal (33,3%), jenis olahraga aerobik (59%), intensitas olahraga ringan (46,2%), dan durasi olahraga sangat lama (20,5%). Tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga olahraga (frekuensi, jenis, intensitas dan durasi olahraga) dengan respon imun pasca vaksinasi (P value > 0,05). Kata kunci: Kebiasaan olahraga, latihan fisik, frekuensi, jenis, intensitas, durasi, Respon Imun, COVID-19, IgG, dan vaksin inaktif.
ANEMIA PADA GAGAL JANTUNG Sidhi Laksono; Indira Khairunnisa Effendi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19718

Abstract

Sepertiga dari semua pasien dengan gagal jantung mengalami anemia, dan kehadirannya dikaitkan dengan keparahan gejala, peningkatan angka rawat inap, dan peningkatan angka kematian. Etiologi anemia bersifat multifaktorial, kompleks, dan bervariasi antar pasien. Penyebab utama terjadinya anemia pada gagal jantung adalah faktor inflamasi. Kadar hemoglobin berkorelasi negatif dengan penanda inflamasi seperti tumor necrosis factor-alpha, interleukin-6, dan protein C-reaktif, yang semuanya meningkat pada gagal jantung. Pengobatan anemia pada pasien gagal jantung dengan agen pemicu eritropoiesis telah dievaluasi secara intensif selama beberapa tahun terakhir. Sayangnya, agen ini tidak meningkatkan hasil dan dikaitkan dengan risiko efek samping tromboemboli yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penggunaan ESA (Eritropoiesis-Stimulating Agents) untuk pengobatan anemia pada gagal jantung tidak dapat direkomendasikan. Terapi lain sedang dipelajari dan termasuk agen yang menargetkan reseptor eritropoietin, jalur hepsidin, atau penambah zat besi. Artikel ini berfokus pada patofisiologi anemia pada gagal jantung, evaluasi efektivitas modalitas terapi yang tersedia, dan terapi yang sedang diteliti yang dapat direkomendasikan sebagai pengobatan anemia pada gagal jantung
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SUMBER INFORMASI SISWI MADRASAH ALIYAH TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Lia Arian Apriani; Mustika Ayu Lestari; Ismiati Ismiati; Reza Indra Wiguna; Zubaeda Zubaeda
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19428

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan hal yang perlu dipahami oleh setiap remaja. Akan tetapi, pendidikan kesehatan reproduksi masih dianggap tabu di Indonesia, terlebih oleh orang tua. Akibatnya, banyak remaja yang tidak tahu soal sistem reproduksi, baik itu dari fungsinya ataupun cara menjaganya. Selain itu, dari kurangnya pengetahuan tersebut remaja dapat terjerumus kepada perilaku berisiko seperti merokok, minum minuman beralkohol, narkoba bahkan seks pranikah. Sehingga, penting bagi remaja untuk memperoleh informasi tersebut dari sumber yang benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja dan sumber informasi terhadap kesehatan reproduksi. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif berupa pengamatan dan pengukuran variabel tingkat pengetahuan dan sumber informasi kesehatan reproduksi, sedangkan responden penelitian ini adalah remaja putri usia 15-19 tahun yang berada di lingkungan Madrasah Aliyah Qamarul Huda Bagu dengan jumlah sebanyak 29 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik yakni 62.1%, kemudian responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 31.0%, dan responden dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 responden (6.9%). Sedangkan, sumber informasi kesehatan reproduksi responden terbanyak diperoleh dari internet sebanyak 24 responden (82.7%) dan yang paling sedikit diperoleh dari orang tua sebanyak 9 reponden (17.3%). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini bahwa rata-rata tingkat pengetahuan remaja putri (siswi) MA Qamarul Huda Bagu berada pada kategori baik. Sedangkan, sumber informasi terbanyak tentang kesehatan reproduksi diperoleh remaja dari internet, kedepan studi yang diharapkan dapat mengamati pengaruh sejauh mana peran peer group support dalam hal ini remaja Gen Z sebagai kelompok yang dapat memberikan dampak sebaran informasi dari kesehatan reproduksi remaja di lingkungannya. 
RISIKO TERJADINYA EKIMOSIS PADA PENYAKIT GRAVES: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Liauw Djai Yen; Clarisa Silviany; Audie Djiady; Ditalia Benezia; Elsa Aurelia Gunawan; Inge Wijayanti Herman; Karenina Novani Sugondo; Lydia Esterlita Halim; Putri Yizrahya Sitanggang; Sheila Febrilia; Theresia Radinda Wahyudi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19818

Abstract

Penyakit Graves merupakan kelainan autoimun pada kelenjar tiroid yang umum terjadi. Pada sejumlah kasus, gejala penyakit Graves sering disertai ekimosis. Namun, belum banyak studi yang membahas hubungan keduanya. Dengan demikian, kajian literatur ini bertujuan untuk meninjau bagaimana kaitan terjadinya ekimosis pada pasien dengan penyakit Graves. Studi ini merupakan kajian literatur dengan menelusuri sumber dari beberapa database dan mendapatkan sejumlah tujuh literatur terkait hipertiroid dan memar. Berdasarkan kajian literatur ini, tingginya kadar imunoglobulin G (IgG) yang berikatan dengan trombosit berhubungan dengan memar dan trombositopenia pada penyakit Graves. Penggunaan Propylthiouracil (PTU) dosis tinggi meningkatkan risiko terjadinya epistaksis spontan hingga ekimosis multipel. Pada penyakit Graves, hormon tiroid juga dapat meningkatkan aktivasi fagosit dari sistem retikuloendotelial yang menyebabkan trombositopenia dan berujung pada timbulnya ekimosis. 
EFEKTIVITAS DEKSAMETASON PRAOPERATIF SEBAGAI TERAPI PENCEGAHAN NYERI TENGGOROKAN PASCAINTUBASI ENDOTRAKEAL Aida Rosita Tantri; Anasthasia Devina Sutedja; Taufiqo Nugraha S; Tasya Claudia; Ignatia Novita Tantri
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19829

Abstract

Nyeri tenggorokan pascaintubasi endotrakeal (postoperative sore throat/POST) merupakan komplikasi pasca operasi yang umum terjadi pada 18% hingga 65% pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal, biasanya terjadi pada 12-24 jam setelah operasi. Studi sebelumnya menunjukkan konflik terkait efektivitas pemberian deksametason praoperatif sebagai terapi pencegahan POST. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menemukan apakah  pemberian deksametason praoperatif efektif dalam mencegah kejadian nyeri tenggorokan pascaintubasi endoktrakeal. Penelusuran dilakukan melalui database online seperti Pubmed®, Scopus®, Science Direct®, dan Cochrane®. Telaah kritis terhadap artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan berdasarkan jenis penelitian. Systematic review dinilai dengan menggunakan Centre for Evidence-Based Medicine Toronto Systematic Review (of Therapy) Critical Appraisal Worksheet. Telaah RCT menggunakan Centre for Evidence-Based Medicine Toronto Therapy Critical Appraisal Worksheet. Delapan studi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi ditelaah pada studi ini. Enam systematic review menunjukkan deksametason dapat mencegah kejadian nyeri tenggorokan pascaintubasi 24 jam setelah operasi sebesar 35%-61% dari total pasien (OR/RR 0,39-0,65). Dua RCT menunjukkan deksametason mencegah kejadian nyeri tenggorokan pasca intubasi 24 jam setelah operasi secara signifikan (P 0,02-0,039). Deksametason preoperatif dapat mencegah nyeri tenggorokan pascaintubasi endotrakeal pada pasien setelah menjalani anestesi umum dan memiliki implikasi ekonomi yang baik, kenyamanan pasien serta penyembuhan yang lebih cepat.
KARAKTERISTIK EKSPRESI CD163 PADA TUMOR GANAS OVARIUM Soilia Fertilita; Riana Sari Puspita Rasyid; Raissa Nurwany; Wresnindyatsih Wresnindyatsih; Shafa Larasaty; Antania Phelia Zen
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I3.19107/19168

Abstract

Immune checkpoint blcokade therapy yang menjadi kandidat terapi kanker menjanjikan, menunjukkan rata-rata respon yang rendah pada kanker ovarium. Hal ini disebakan karena heterogenesitas lingkungan mikronya. Makrofag merupakan sel imun yang ditemukan di lingkungan mikro tumor ganas ovarium, salah satu subtipenya adalah M2 yang merupakan fraksi infiltrasi terbesar di lingkungan mikro tumor kanker ovarium, bersifat protumor dan mengekspresikan CD163. Mengetahui karakteristik ekspresi CD163 pada berbagai subtipe tumor ganas ovarium dengan karakter klinis berbeda dapat membantu dalam menentukan prognosis dan target terapi pada tumor ganas ovarium. Sampel penelitian adalah 60 blok parafin jaringan tumor ganas ovarium. Blok parafin diproses untuk membuat preparat jaringan, pewarnaan hematoksilin eosin dan imunohistokimia. Penghitungan sel yang mengekspresikan CD163 dilakukan di area stroma dan intratumoral pada 10 lapang pandang besar untuk setiap sampel. Hasil positif pada pewarnaan imunohistokimia diperoleh jika sitoplasma terwarnai coklat. Data karakteristik jaringan dan klinis pasien diperoleh dari rekam medis dan hasil pembacaan dokter spesialis patologi anatomi. Hasil penelitian ditemukan ekspresi CD163 area stroma relatif lebih tinggi jika dibandingkan area intra tumoral kecuali pada subtipe LGSC dan terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi CD163 pada stroma dengan stadium tumor ganas ovarium. 
PENINGKATAN MEMORI JANGKA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN PEMERIKSAAN FORWARD DIGIT SPAN SETELAH RUTIN MEMBACA ALQURAN Miftah Tazkiah; Indri Seta Seta Septadina; Eka Febri Zulissetiana; Rini Nindela; Wardiansah Wardiansah
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19736

Abstract

Memori jangka pendek merupakan proses menyimpan suatu informasi yang disimpan sementara secara cepat dengan kapasitas terbatas sebagai tempat memproses informasi baru yang masuk dari lingkungan sekitar. Membaca Al-Qur’an adalah kegiatan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan memerhatikan hukum-hukum bacaannya yang dapat meningkatkan konsentrasi dan memori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap memori jangka pendek menggunakan pemeriksaan forward digit span pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan pendekatan Non Equivalent Control Group. Sampel penelitian dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 42 subjek penelitian. Pretest dan posttest yang digunakan adalah forward digit span test. Kelompok intervensi diberikan intervensi membaca Al-Qur’an selama 6 hari pada pukul 22.00 WIB melalui zoom meetings. Pada data dilakukan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk, uji homogenitas dengan Levene’s Test dan dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann Whitney menggunakan program SPSS. Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok intervensi (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok kontrol (p=0,634). Pada hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney didapatkan perbedaan signifikan antara rerata posttest kedua kelompok (p=0,006). Terdapat pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap memori jangka pendek menggunakan pemeriksaan forward digit span pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
EFFECTIVENESS OF MOUTHWASHES BANANA AND PINEAPPLE PEEL EXTRACT AGAINST PLAQUE INDEX OF ORTHODONTIC FIXED PATIENT Arya Prasetya Beumaputra; Pudji Handayani; Sofie Hana Regita Syehrun; Bella Aprilia Wulansari
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19531

Abstract

Orthodontic fixed patients  used mouthwashes to control plaque chemically. Chemically mouthwashes have aftereffects in long-term use, which can have staining impacts  to teeth and mouth mucosa, aggravations in the working of the taste feelings of food, and  allergic reactions. Therefore, alternative mouthwash derived from herbs is required with the expectation that the risk of aftereffects is smaller. Banana and pineapple peel extract contain active antibacterial substances such as flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, and bromelin. The purpose of this study is compare of the effectiveness of mouthwashes banana and pineapple peel extract in inhibiting plaque formation.This study was a quasi-experimental with pretest and posttest control group design involving 45 orthodontic patients as the subject of the study. The subjects were divided into three groups, namely the first group was given a mouthwashes banana peel extract of 2.5% (15 subjects), the second group was given a mouthwashes pineapple peel extract of 6.24% ( 15 subjects) and one control group (15 subjects) given a aquadest. The measurement of plaque index using Attin’s plaque index on before and after using mouthwash. Mouthwashes  banana peel extract 2.5% and pineapple peel extract 6.24% effective in lowering the plaque index of orthodontic fixed appliance patients. Mouthwashes banana peel extract is more effective in lowering plaque index. Banana peel extract mouthwashes are more effective in lowering the plaque index of   fixed orthodontic patients.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue