cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
Hubungan antara Hitung Jumlah CD4 dengan Kejadian Wasting Syndrome pada Pasien HIV/AIDS Di RSPAD Gatot Soebroto Periode Januari-Desember 2020 Ramadhani Safira Gumarianto; Soroy Lardo; Aulia Chairani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.277

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi ancaman dunia dibidang kesehatan. HIV ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia terutama sel-sel imun yang memiliki marker CD4 dipermukaannya. Untuk menilai imunitas pasien HIV, diperlukan hitung jumlah CD4. Seseorang dengan jumlah CD4 <200 sel/mm3 dianggap sebagai Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), yaitu sekumpulan gejala yang muncul akibat penurunan imunitas tubuh oleh infeksi HIV. Penurunan berat badan merupakan manifestasi yang sangat sering ditemukan pada pasien HIV/AIDS. Tahap akhir dari keadaan penurunan status gizi ini adalah Wasting Syndrome HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara hitung jumlah CD4 dengan kejadian wasting syndrome pada pasien HIV/AIDS di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional menggunakan 53 rekam medik pasien HIV/AIDS di RSPAD Gatot Soebroto. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 47,2% pasien HIV/AIDS mengalami wasting syndrome dan 84% diantaranya memiliki CD4 <200 sel/μl. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square didapatkan hasil p<0,05 yaitu sebesar 0,033 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara hitung jumlah CD4 dengan kejadian Wasting Syndrome.
Pembuatan Isolat Papain dari Getah Buah Pepaya untuk Hidrolisis Protein Pada Pengembangan Metode Penambahan Materi Praktikum Biokimia Rini Yana; Suci Permatasari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.278

Abstract

Buah pepaya merupakan buah yang tumbuh didaerah tropis dan banyak mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Hampir semua bagian tanaman pepaya ini dapat dimanfaatkan seperti daun, bunga, batang dan getahnya. Getah buah pepaya berwarna putih cukup banyak mengandung enzim pemecah protein (proteolitik) yang disebut papain, dimana enzim ini dapat mengkatalis ikatan protein menjadi senyawa-senyawa yang sederhana seperti asam amino. Papain sebagai salah enzim yang mempunyai beberapa kelebihan antara lain lebih stabil terhadap faktor suhu dan pH. mudah didapat, tersedia dalam jumlah yang banyak dan harganya murah. Pembuatan isolat papain dari getah buah pepaya dengan metode pengeringan kabinet menghasilkan bubuk putih enzim papain, dimana uji aktivitas menggunakan metode Walter diperoleh 1,018 U/mL. Papain kering yang diperoleh sebanyak 56 g atau rendemen sebesar 46,7 %, berukuran 100 mesh. berwarna putih dan berbau khas pepaya. Aktivitas enzim papain terjadi pada pH optimum 8,0 dan suhu optimum pada 55 oC, dengan hasil hidrolisis yang memiliki kadar protein tertinggi pada konsentrasi enzim papain 8 %. Penggunaan papain isolat kadar protein tertinggi dicapai sebesar 3,600 mg/ml untuk sampel BSA dan untuk protein serum sebesar 1,178 mg/ml, sedangkan jika digunakan papain pabrikan diperoleh kadar protein tertinggi adalah 2.431 mg/ml untuk sampel BSA dan untuk protein serum sebesar 1.125 mg/ml.
Hubungan Tingkat Konsumsi Bahan Makanan Sumber Isoflavon dan Serat dengan Nilai HbA1c Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD dr. H. Bob Bazar Lampung Selatan Wahyu Nur Laily; Desti Ambar Wati; Riska Nur Suci Ayu; Amali Rica Pratiwi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.279

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah akibat penurunan sekresi insulin. Faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah pasien adalah tingkat konsumsi isoflavon dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi bahan makanan sumber isoflavon dan serat dengan kadar HbA1c pasien diabetes mellitus tipe 2 Rumah Sakit dr. H. Bob Bazar Lampung Selatan. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 pasien diabetes mellitus di rawat inap Rumah Sakit Dr. H. Bob Bazar Lampung Selatan, pengambilan sampel secara purposive sampling. Data primer konsumsi isoflavon dan serat yang telah diperoleh dengan metode wawancara dengan quisioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ) serta pemeriksaan nilai HbA1c kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat konsumsi bahan makanan sumber isoflavon dengan kadar HbA1c pasien DM tipe 2 di RSUD dr. H. Bob Bazar (p-value 0,00) dan ada hubungan antara tingkat konsumsi bahan makanan sumber serat dengan kadar HbA1c pasien DM tipe 2 di RSUD dr. H. Bob Bazar (p-value 0,00).
Analisis Kandungan Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Buah-Buahan Khas Dataran Tinggi Gayo Aceh Elfariyanti; Irma Zarwinda2; Mardiana; Rahmah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.280

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang merusak sel atau jaringan tubuh. Vitamin C dapat dijumpai pada bahan alam di sekitar kita salah satunya buah-buahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar vitamin C dan aktifitas antioksidan yang terdapat pada perasan buah kesemek, jeruk keprok dan terong belanda yang berasal dari dataran tinggi Gayo Aceh Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV Vis dan DPPH (1,2 Dyphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk analisis antioksidan. Pengambilan sampel di lakukan secara purposive sampling yaitu dengan kriteria buah yang matang dan segar. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar vitamin C pada buah kesemek sebesar 2,878 mg/100 g; jeruk keprok sebesar 3,716 mg/100 g dan terong belanda sebesar 11,328 mg/100 g. Adapun hasil uji antioksidan didapatkan nilai IC50 pada perasan buah kesemek sebesar 101,42 ppm pada kategori lemah, perasan jeruk keprok sebesar 90 ppm pada kategori sedang, dan perasan buah terong belanda sebesar 47,5 ppm pada kategori kuat. Dapat disimpulkan bahwa, diantara ketiga sampel yang diuji buah terong belanda memiliki kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi.
Hubungan Orientasi Seksual dengan Penyakit Kondiloma Akuminata pada Pasien HIV di Rumah Sakit Rujukan Tersier Provinsi Lampung Dwi Indria Anggraini; Muhammad Syafei Hamzah; Hendra Tarigan Sibero; Yulisna; Yustisya Khoirunnisa
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.281

Abstract

Kondiloma Akuminata (KA) adalah salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi HIV merupakan faktor predisposisi pada infeksi HPV. Penderita KA dengan HIV dipengaruhi beberapa faktor, antara lain cara hubungan seksual, jumlah pasangan seksual, penggunaan kondom, orientasi seksual dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan orientasi seksual dengan penyakit kondiloma akuminata pada pasien HIV di Rumah Sakit Rujukan Tersier di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kasus control dengan jumlah sampel 112 orang yang terdiri dari 56 orang kondiloma akuminata dan 56 non kondiloma akuminata. Sampel penelitian adalah pasien baru HIV yang tercatat dalam data rekam medik kunjungan rawat jalan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada periode 2017 hingga 2019. Penelitian ini menunjukkan terdapat 11,6% pasien HIV stadium I; 26,8 % pasien HIV stadium II; 38,4%pasien HIV stadium III; 23,2% pasien HIV stadium IV/AIDS. Orientasi seksual terdiri dari 50,9% homoseksual, 40,2% heteroseksual, dan 8,9% biseksual. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square antara orientasi seksual dengan penyakit kondiloma akuminata pada pasien HIV (nilai p=0,01). Terdapat hubungan antara orientasi seksual terhadap penyakit kondiloma akuminata pada pasien HIV/AIDS.
Pandemi Covid 19 Menyebabkan Perubahan Pola Makan dan Aktivitas Fisik serta Berhubungan dengan Status Gizi Anak SD Brati 01 di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Laela Lathifatun Nadhiroh; Nida Faradisa Fauziyah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.282

Abstract

WHO pada maret 2020 menyatakan bahwa Covid 19 adalah suatu penyakit pandemi. Dampak dari SARS-COV 2 ini termasuk pada status gizi selama pandemic covid 19.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik selama pandemi covid-19 dengan status gizi anak di SD Brati 01. Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 107 siswa dengan teknik purposive sampling. Data penelitian variabel pola makan diperoleh melalui kuesioner FFQ (Food Frequency Questionaire), variabel aktivitas fisik diperoleh melalui kuesioner IPAQ (International Phyisical Activity Questionnaire) sedangkan variabel status gizi dilakukan dengan standard IMT/U. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Regression Logistic. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik selama pandemi Covid 19 terhadap status gizi anak SD Brati 01. Nilai p pada pola makan memiliki nilai 0,012 yang berarti terdapat hubungan antara pola makan terhadap status gizi dan OR (Exp. B) pola makan 3,333, maka siswa dengan pola makan sering berisiko 3,303 kali lipat untuk obesitas. Nilai p pada aktivitas fisik memiliki nilai p 0,024 yang berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik terhadap status gizi dan OR (Exp.B) aktivitas fisik 0,333, siswa dengan aktivitas fisik jarang berisiko 0,333 kali lipat untuk obesitas. Saran bagi pihak institusi dengan pihak orang tua perlunya kerjasama dalam mengawasi pola makan putra dan putrinya, selain itu orang tua juga perlu memotivasi anak untuk melakukan aktivitas fisik. Bagi siswa penulis menyarankan untuk dapat melakukan pengendalian terhadap pola makan dan berusaha beraktivitas fisik karena akan berdampak pada status gizi anak.
Analisis Hubungan Usia, Indeks Masa Tubuh, Kecepatan Berjalan dan Riwayat Jatuh dengan Keseimbangan Berjalan Lansia Majelis Taklim Asmaul Husna Palembang Msy Rulan Adnindya; Annisa Hasyrahim Redha; Indri Seta Septadina; Tri Suciati; Wardiansah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.284

Abstract

Keseimbangan berjalan pada lansia berkaitan dengan faktor risiko seperti usia, kecepatan berjalan, riwayat jatuh sebelumnya, dan indeks massa tubuh (IMT). Semakin meningkat usia seseorang dikhawatirkan semakin meningkat pula risiko untuk mengalami gangguan keseimbangan berjalan yang dapat berakibat fatal seperti terjatuh. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan usia, indeks masa tubuh, kecepatan berjalan dan riwayat jatuh dengan keseimbangan berjalan pada orang lanjut usia di Majelis Taklim Asmaul Husna Palembang. Desain penelitian berupa penelitian analitik observasional potong-lintang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 60 responden. Variabel penelitian antara lain usia, kecepatan berjalan, riwayat jatuh sebelumnya, indeks massa tubuh (IMT) dan keseimbangan berjalan. Terdapat hubungan signifikan keseimbangan berjalan dengan usia (p=0,002), riwayat terjatuh (p=0,001), indeks massa tubuh (IMT) (p=0,002), dan kecepatan berjalan (p=0,004). Kelompok usia manula memiliki resiko terjatuh lebih besar (80%) dibandingkan kelompok usia lansia awal (36,4%) dan akhir (16,7%). Adanya riwayat pernah terjatuh, indeks masa tubuh abnormal (berat badan berlebih dan obesitas) dan kecepatan berjalan yang lebih cepat dapat meningkatkan risiko untuk terjatuh. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia, indeks massa tubuh, kecepatan berjalan, dan riwayat jatuh dengan keseimbangan berjalan pada lanjut usia Majelis Taklim Asmaul Husna Palembang.
Users’ Satisfaction Level of Prediaducate Website as An Educational Media for Prediabetes Prevention Jasmine Rana Sahirah; Ardesy Melizah Kurniati; Iche Andriyani Liberty; Syarif Husin; Yudhie Tanta
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.285

Abstract

Pradiabetes adalah suatu kondisi di mana glukosa darah lebih tinggi dari normal belum didiagnosis sebagai diabetes. Kondisi ini sebagian besar tidak disadari oleh individu, sehingga selanjutnya berlanjut menjadi diabetes. Edukasi mengenai prediabetes dan deteksi dini menjadi penting untuk mencegah memburuknya kondisi. Sebagai salah satu media edukasi, Prediaducate diharapkan tidak hanya memberikan informasi tetapi juga tes skrining risiko, sehingga angka pradiabetes dan diabetes dapat ditekan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap edukasi dan skrining risiko pradiabetes pada situs web Prediaducate. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna Prediaducate dari bulan Agustus-Oktober 2021 yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dari kuesioner dalam bentuk Google Forms yang disebarkan di media sosial. Data selanjutnya diolah dengan STATA 15. Studi ini menyimpulkan bahwa sebagian besar pengguna Prediaducate merasa sangat puas dengan kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas interaksi.
Gambaran Pola Luka pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di RSUD Mayjen H. A. Thalib Kerinci Periode 2018-2019 Heru Anugrah Putra; Insil Pendri Hariyani; Resti Rahmadika Akbar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.286

Abstract

Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi karena adanya unsur kesengajaan atau murni disebabkan oleh kecelakaan, sehingga dapat menimbulkan berbagai pola luka pada tubuh korban. Luka tersebut dapat berupa luka lecet, memar, ataupun luka robek. Diantara luka tersebut bisa saja termasuk ke dalam luka ringan, luka sedang, maupun luka berat tergantung dari tingkat keparahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola luka pada kasus kecelakaan lalu lintas di RSUD Mayjen H. A. Thalib Kerinci periode 2018-2019. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan analisis secara deskriptif kategorik. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medis korban kecelakaan lalu lintas yang tercatat di rekam medis RSUD Mayjen H. A. Thalib Kerinci periode Januari 2018 – Desember 2019 dengan 96 sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah korban terbanyak adalah pengguna sepeda motor yaitu 85 orang (88,5%), usia terbanyak adalah 15-29 tahun yaitu 43 orang (44,8%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 64 orang (66,7%), pola luka terbanyak adalah luka lecet yaitu 102 luka (68,5%), derajat luka terbanyak ringan yaitu 72 orang (75,0%) dan lokasi luka terbanyak adalah ekstremitas atas yaitu 61 luka (40,9%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah korban terbanyak adalah pengguna sepeda motor, laki-laki, berusia 15-29 tahun. Korban paling banyak mengalami luka lecet, di ekstremitas atas dengan derajat luka ringan.
Polymorphisms of the Progesterone Receptor Gene in Endometriosis Patients of South Sumatra, Indonesia Muhammad Irsan Saleh; Rizki Andini Nawawi; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.287

Abstract

Polimorfisme pada gen reseptor progesteron dapat mengubah ekspresi dua isoform reseptor progesteron, yang terlibat dalam regulasi efek antiproliferatif progesteron di jaringan endometriotik. Studi ini bertujuan mengidentifikasi polimorfisme +331G/A gen reseptor progesteron pada pasien endometriosis di Palembang, Sumatera Selatan. Identifikasi single-nucleotide polymorphism (SNP) +331G/A dilakukan pada 42 pasien endometriosis dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR) dan restriction fragment length polymorphism (RFLP). Pada penelitian ini, didapatkan 26 subjek (61,9%) memiliki genotip heterozigot mutan terhadap SNP +331G/A. Tidak ditemukan subjek dengan genotip homozigot mutan terhadap SNP +331G/A. Frekuensi alel polimorfik SNP +331G/A didapatkan sebesar 30,9%. Dapat disimpulkan bahwa polimorfisme +331G/A gen reseptor progesteron teridentifikasi pada pasien endometriosis di Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian selanjutnya diperlukan guna menentukan peran polimorfisme ini dalam patogenesis endometriosis, khususnya pada pasien di Indonesia.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue