cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
Hubungan Karakteristik Klinis dan Etiologi pada Pasien Efusi Pleura di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Tahun 2019 Natasha Yosefany M. H.; Susilawati; Rara Inggarsih
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.288

Abstract

Efusi pleura adalah akumulasi yang berlebihan di dalam rongga pleura yang dapat disebabkan oleh perubahan tekanan hidrostatik dan onkotik di kapiler paru-paru, peningkatan permeabilitas kapiler membran pleura, dan obstruksi limfatik. Karakteristik klinis dari pasien sangat penting diketahui untuk membantu menegakkan etiologi dari efusi pleura.1 Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder yaitu rekam medik di bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sebanyak 96 sampel penelitian, karakteristik pasien efusi pleura paling banyak ditemukan berdasarkan usia yaitu 40–59 tahun sebanyak 56 orang (58,3%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 60 orang (62,5%), lokasi efusi pleura pada paru bagian dekstra sebanyak 59 orang (61,5%), warna efusi pleura bewarna kemerahan sebanyak 58 orang (60,4%). Etiologi pada pemeriksaan sitologi non keganasan Lymphocytic effusion sebanyak 27 orang (28,1%) dan keganasan Adenocarcinoma sebanyak 17 orang (17,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan nilai P sebesar 0,042 (p<0,05) dan warna cairan pleura dengan nilai P sebesar 0,001 (p<0,05) terhadap etiologi pada pemeriksaan sitologi efusi pleura. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan warna cairan pleura terhadap etiologi pada pemeriksaan sitologi efusi pleura.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Pentingnya Konsumsi Serat Untuk Mencegah Konstipasi Pada Masyarakat Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian /Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi Elsa Nadhia Amanda; Debie Anggraini; Dita Hasni; Sri Nani Jelmila
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.289

Abstract

Serat merupakan bagian pangan berupa karbohidrat lengkap yang terdapat pada dinding sel tumbuhan dan dapat dikonsumsi oleh tubuh. Orang yang konsumsi seratnya rendah akan memperlambat waktu transit makanan dalam usus yang akan menyebabkan konstipasi. Konstipasi adalah sensasi atau hasrat untuk buang air besar, perasaan tidak puas dengan buang air besar, nyeri, perlu tekanan ekstra atau buang air besar keras. Konstipasi juga dikatakan dalam keadaan sehari-hari bila buang air besar kurang dari 3 kali seminggu dan buang air besar yang diperlukan dengan mengejan secara berlebihan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan masyarakat terhadap konsumsi serat .Penelitian deskriptif ini di Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi dengan mengikutsertakan 148 responden yang telah menandatangani inform concent. Data kategorik disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Pada penelitian ini diperoleh hasil paling banyak memiliki tingkat pengetahuan sedang mengenai konsumsi serat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi memiliki tingkat pengetahuan sedang mengenai konsumsi serat.
Karakteristik Klinis Glaukoma Primer Sudut Tertutup di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo pada Tahun 2020 Bachrul Ichsan Mahendra; Elsa Gustianty; Raden Maula Rifada
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.290

Abstract

Glaukoma primer sudut tertutup (GPSTp) adalah penyakit kerusakan pada saraf mata akibat penutupan sudut bilik anterior dengan faktor risiko utama peningkatan TIO yang menyebabkan menyempitnya lapang pandang dan menurunnya fungsi penglihatan. Tatalaksana glaukoma bertujuan untuk menurunkan TIO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita GPSTp di PMN RS Mata Cicendo Bandung tahun 2020 berdasarkan jenis kelamin, sebaran wilayah, profesi, usia, keluhan utama, lateralitas, diagnosis, visus, C/D ratio, TIO, faktor risiko, penyakit penyerta, tatalaksana dan lama kontrol. Penelitian menggunakan desain cross sectional deskriptif, menggunakan data sekunder melalui data rekam medis pasien glaukoma di RS Mata Cicendo Bandung periode Januari 2020 – Desember 2020. Sampel penelitian berjumlah 176 pasien dan terdapat 290 mata yang terdiagnosis GPSTp. Hasil penelitian ini menunjukkan GPSTp lebih banyak terjadi pada perempuan (64,2%) dengan rata-rata usia 61 tahun. Mayoritas pasien didiagnosis pada dua mata (64,8%). Penurunan penglihatan (70,5%) merupakan keluhan utama terbanyak. Rata-rata TIO pasien adalah 32,7 dengan visus terbanyak di bawah 3/60 (21%). Hipertensi (40,9%) menjadi penyakit penyerta terbanyak. Medikamentosa (95,9%) diberikan pada hampir semua pasien dengan trabekulektomi menjadi pilihan tindakan terbanyak. Pasien paling banyak melakukan kontrol selama 1 bulan (36,9%) dengan kontrol selama 12 bulan memiliki rata-rata TIO pada kontrol terakhir yang paling rendah, yakni 20,36.
Knowledge, Attitude, and Perception of Anticipating 2022 Global Human Monkeypox Infection among Internal Medicine Residents at Palembang Indonesia: an Online Survey Nelda Aprilia Salim; Indri Seta Septadina; Mega Permata; Harun Hudari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.292

Abstract

Rapid increasing cases of Monkeypox infections in countries around the world, forcing medical professionals to be prepared to prevent it becoming the next global pandemic. We conducted the study to determine knowledge, attitude, and perception of doctors regarding preparedness for 2022 human monkeypox infection. This cross-sectional design research was conducted on 2-5 of August 2022, by circulating an online survey link to all internal medicine residents at the medical faculty of Universitas Sriwijaya, Dr. Mohammad Hoesin hospital Palembang Indonesia. The survey contained questions about the respondent's characteristics, knowledge, attitudes and perceptions about Monkeypox infection. A total of 75 residents agreed and completed the survey and were analyzed, with a mean age of 31 years, and 49 men (65.3%). Respondents’ knowledge of monkeypox is not very good. Almost all respondents knew that monkeypox was transmitted by direct contact, but only 53.4% knew that monkeypox was not transmitted airborne, 34.7% not sexually, and only 18.7% answered correctly that there was no specific therapy. The percentage who answered in doubt ranged from 20-30%. Respondents' attitudes and perceptions were quite good. Almost all equipped themselves with personal protective equipment and try to find information about monkeypox by attending seminars, downloading guidelines and reading online articles. A total of 58 people (77.3%) were willing to be vaccinated against monkeypox. Residents must increase the correct knowledge about this disease in order to be able to manage appropriately if they encounter cases of monkeypox infection.
Ekstrak Ethanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Memperbaiki Kerusakan Hati Tikus Wistar yang Diinduksi Diazinon Nilam Cahya; Rosita Dewi; Muhammad Hasan; Dina Helianti
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.293

Abstract

Diazinon merupakan pestisida organofosfat yang paling umum digunakan untuk mengendalikan hama. Konsumsi produk pertanian yang mengandung residu diazinon mengakibatkan akumulasi diazinon dan metabolitnya pada hati dan menimbulkan stres oksidatif. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung flavonoid kuersetin yang dapat mengikat radikal bebas, menginduksi aktivitas enzim yang berperan penting dalam perbaikan sel, dan meningkatan jumlah dan kapasitas antioksidan endogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek ekstrak ethanol kulit bawang merah (EKBM) dalam memperbaiki kerusakan hati tikus Wistar yang diinduksi diazinon. Tikus dibagi menjadi kelompok normal, diazinon, dan EKBM. Diazinon diberikan dengan dosis 40 mg/kgBB selama 7 hari dilanjutkan dengan EKBM dengan dosis 600, 900, dan 1200 mg/kgBB selama 7 hari. Pengamatan mikroskopik dilakukan terhadap 100 sel hati secara acak pada setiap preparat. Skor kerusakan sel hati ditentukan berdasarkan kriteria skor Manja Roenigk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diazinon meningkatkan skor kerusakan sel hati (p<0,05) dan EKBM dengan dosis 1200 mg/kgBB dapat menurunkan skor kerusakan sel hati sama dengan kelompok normal. Sebagai kesimpulan, EKBM dengan dosis 1200 mg/kg BB memperbaiki kerusakan hati tikus yang diinduksi diazinon yang ditunjukkan dengan penurunan skor kerusakan sel hati hingga tingkat normal.
Identification of -2849 IL-10 Gene Promoter Polymorphism in Leprosy Patient Desi Oktariana; Arina P. Jatmiko; Mutiara Budi Azhar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.294

Abstract

Leprosy is a chronic granulomatous disease. Leprosy is caused by M. leprae. However, not all exposure to M. leprae causes the disease. The condition of the host immune system determines the pathogenesis of leprosy. Interleukin-10 work as a pro- and anti-inflammatory cytokine. Polymorphism in the IL-10 gene promoter affects the amount of IL-10 secretion. The amount of IL-10 secretion determines the body’s response to M. leprae. The purpose of this study was to determine the distribution of -2849 IL-10 gene promoter polymorphism in leprosy patient at RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. This research is an observational descriptive study with cross sectional design. Polymorphism identification was performed using PCR-RFLP. A total of 50 samples were identified. Most of the leprosy patients at RSUP dr. Mohammad Hoesin for the period January – February were < 50 years old (73.47%), male (66%), MB leprosy (92%), and came from Malay-South Sumatra ethnicity (53.06%). The genotype frequency distribution was GG 93.88%, AG 6.12%, and AA 0%. The frequency of allele G was 96.94% and allele A 3.06%. The majority of leprosy patients at RSUP dr. Mohammad Hoesin had wild-type genotypes.
Perbedaan Kecemasan dan Kualitas Hidup Wanita Menopause di Wilayah Rural dan Urban Alfi Marita Tristiarti; Uki Retno Budihastuti; Eriana Melinawati; Abdurahman Laqif
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.304

Abstract

Menopause merupakan proses alamiah pada wanita terkait dengan penuaan. Proses tersebut berdampak terhadap turunnyakualitas hidup atau Quality of Life (QoL) para wanita menopause akibat beragam gejala baik fisik maupun kejiwaankhususnya peningkatan kecemasan. Kecemasan saat menopause dipengaruhi oleh banyak hal seperti ada tidaknyasindrom menopause, tingkat pengetahuan dan wilayah demografi. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanderajat kualitas hidup dan tingkat kecemasan pada wanita menopause di wilayah rural dan urban. Penelitian inimenggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di wilayah rural(pedesaan) dan urban (perkotaan). Besar sampel adalah 100 wanita menopause yang tinggal di wilayah rural dan 100wanita menopause bertempat tinggal di wilayah urban yang dipilih melalui fix disease sampling. Pengambilan data padapenelitian ini menggunakan alat bantu kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji statistik yang digunakanuji Chi-Square. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat kecemasan antara wanitamenopause di wilayah rural dengan urban dengan nilai signifikansi p = 0,561. Penelitian menunjukkan tidak terdapatperbedaan derajat kualitas hidup antara wanita menopause rural dengan wanita menopause urban, baik pada domainOccupational QoL ( p = 0,544), Health QoL (p = 0,670), Sexual QoL (p = 0,247), dan Emotional QoL (p = 0,753).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kecemasan dan kualitas hidup pada wanitamenopause yang bertempat tinggal di rural dengan wanita menopause yang bertempat tinggal di urban.
Penggunaan Smartphone terhadap Kejadian Forward Head Posture dan Hand Pain pada Mahasiswa FK Unsri Tri Suciati; Indri Seta Septadina; Wardiansah; Msy Rulan Adnindya; Devitania Azzahra; Mutia Sinaga
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.305

Abstract

Penggunaan smartphone semakin meningkat terutama di masa pandemik COVID19 terutama proses pendidikan dilakukan secara daring atau online. Postur tidak ergonomis saat penggunaan smartphone yang terus menerus mempengaruhi tposisi kepala dan tangan sehingga menimbulkan keluhan musculoskeletal yang disebut forward head posture (FHP) dan keluhan handpain. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka kejadian FHP dan handpain akibat penggunaan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data primer yang didapat dari kuesioner melalui google form dan foto untuk mengetahui FHP. Penggunaan smartphone diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale (SAS) dan Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai handpain. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Sampel dalam penelitian adalah 43 mahasiswa dengan simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas responden berusia 21 tahun. Mahasiswa perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, terdapat responden yang mengalami adiksi rendah 4 orang (9,3%), adiksi sedang sebanyak 33 orang (76,7%), dan adiksi tinggi 6 orang (14%). Pada angka kejadian FHP sebanyak 36 subjek terdapat FHP, sedangkan pada sebanyak 7 subjek tidak terdapat FHP. Pada keadaan handpain didapatkan didapatkan 11 (25,6%) responden tidak merasakan nyeri, dan sebanyak 32 (74,4%) responden mengalami nyeri. Analisis penggunaan smartphone dengan handpain diperoleh p-value 0,464. Hal ini menunjukkan tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara adiksi penggunaan smartphone dengan hand pain. Analisis hubungan penggunaan smartphone dengan FHP didapatkan nilai p-value=0,003, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan penggunaan smartphone dan FHP.
Efektivitas Magnesium Oral terhadap Intensitas Nyeri dan Status Fungsional pada Nyeri Punggung Bawah Kronis Henry Sugiharto; Novy Rosalia Chandra; Erial Bahar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.306

Abstract

Nyeri punggung bawah kronis merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama. Pada setiap tahap penatalaksanaan, terapi adjuvant seperti antidepresan atau antikonvulsan mungkin bermanfaat untuk mengurangi nyeri, namun modalitas perawatan ini gagal pada banyak pasien. Ketika obat-obatan ini gagal memberikan efek analgesia yang memuaskan, obat lain seperti antagonis reseptor N-metil-D-aspartat (NMDA) dapat memberikan pilihan yang tepat. Magnesium berperan dalam sensitisasi sentral dan peningkatan reaksi terhadap rangsangan perifer. Studi ini untuk mengetahui efektivitas magnesium oral terhadap intensitas nyeri dan status fungsional pasien nyeri punggung bawah kronis di klinik rawat jalan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan studi eksperimental randomized control trial (RCT) dengan metode Add On yang dilakukan dengan cara double blind di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2021- Maret 2021. Terdapat 28 subjek penelitian dengan usia terbanyak 30-60 tahun (71,4%) mayoritas berjenis kelamin perempuan (57,1%), tingkat pendidikan paling banyak yaitu SLTA (32,1%), mayoritas status pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (46,4%), dengan IMT overweight (25%), lamanya nyeri 3 bulan-1tahun (50%), paling banyak mendapatkan terapi standar gabapentin dosis 300 mg (53,6%), amitriptilin 12,5 mg (57,1%), dan natrium diklofenak 50 mg (100%). Pada analisis bivariat ditemukan bahwa penambahan magnesium pada terapi standar terbukti lebih efektif untuk mengurangi intensitas nyeri (p 0,011) dan meningkatkan status fungsional (p 0,007) Magnesium oral efektif untuk menurunkan intensitas nyeri ringan-sedang dan meningkatkan status fungsional pada pasien nyeri punggung bawah kronis di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Extra Cranial Facial Nerve Anatomical Dissection: Fresh Tissue Vs Embalmed Tissue Fifi Veronica; Rani Septrina; Nandina Oktavina; Nita Novita
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.311

Abstract

Anatomical topography of fmelewati gacial nerve is very important as one of basic knowledge for clinical application. Extra cranial facial nerve branches were difficult to identify because of their smaller size and lack of consistent landmark. Dissected skill need experience with various tissue, like fresh and embalmed tissue. This study was aimed to compare the facial nerve anatomical dissection by using fresh tissue and embalmed tissue cadaver. Three fresh tissue cadaver from Forensic Department and three embalmed tissue cadaver (after 2 months preservated by ethanol) from laboratorium Anatomy Department were used to anatomical dissection the topography of extra cranial facial nerve. Incisi line started from midline across the glabella,tip of the nose until philtral groove. Skin flap from midline to lateral until we find the branches of facial nerve. The anatomical dissection of extra cranial facial nerve from 3 embalmed tissue can provide dissected facial nerve and it”s branches. But it is hardly difficult to separate the skin from Superficial Musculo Aponeurotic System (SMAS) compared with fresh cadaveric tissue. Embalmed cadaver and fresh tissue from post mortem body can be used for anatomical dissection study of extra cranial facial nerve. Each different tissue has its own difficulties depends the aim of the dissection study.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 1 (2022) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014) More Issue