cover
Contact Name
Laila Puspita
Contact Email
lailapuspita@radenintan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbiosfer@radenintan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
ISSN : 20865945     EISSN : 25804960     DOI : -
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi is a Scientific Journal managed by Biology Education UIN Raden Intan Lampung with registered numbers p-ISSN: 2086-5945 (print) and e-ISSN: 2580-4960 (online). The Purpose of the Journal of the Biosphere is a vehicle or vessel for pouring the latest theories, disseminating information on recent findings related to Biology and Biological Sciences, research results and development of educational materials, educational evaluation, media and learning models achieved in the field of Biology education.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Potential Antagonistic Interaction of Methanol Leaf Extract of Impatiens balsamina L. with Five Antibiotics against Staphylococcus aureus ATCC 29213 Ramanda, Putri; Mawakhid, Oki Rokhim; Sinaga, Samuel Billie Tua; Shari, Winda; Avidlyandi, Avidlyandi; Wiradimafan, Khafit; Yudha S, Sal Prima; Wibowo, Risky Hadi; Erliana, Dina; Adfa, Morina
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 16 No 2 (2025): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v16i2.30025

Abstract

Impatiens balsamina L. has traditionally been used in Indonesia for treating skin infections and is considered a potential source of antibacterial compounds. However, the interaction between crude plant extracts and antibiotics may not always result in synergistic effects and may instead reduce antibacterial efficacy. This study evaluated the antibacterial activity and potential interaction of methanol leaf extract of I. balsamina with five antibiotics against Staphylococcus aureus ATCC 29213. The antibacterial activity was assessed using well diffusion and paper strip methods. The treatments consisted of 15% I. balsamina leaf methanol extract, 0.025% of each antibiotic, including clindamycin, chloramphenicol, cotrimoxazole, ciprofloxacin, and tetracycline, and their 1:1 combination. The extract alone produced a mean inhibition zone of 10.27±0.216 mm. Clindamycin, chloramphenicol, ciprofloxacin, and tetracycline showed inhibition zones ranging from 19.46±1.732 mm to 22.34±3.021 mm, while cotrimoxazole showed no inhibition zone. The combinations of the extract with clindamycin, tetracycline, chloramphenicol, ciprofloxacin, and cotrimoxazole produced inhibition zones of 19.54±0.155 mm, 18.57±0.422 mm, 16.37±0.879 mm, 13.28±0.257 mm, and 9.76±0.103 mm, respectively. The diffusion-based assays indicated a potential antagonistic interaction between the extract and the tested antibiotics, characterized by combined inhibitory diameters smaller than the additive sum of the individual agents. These findings suggest that the concurrent use of I. balsamina extract and antibiotics should be further evaluated using MIC-based checkerboard assays and Fractional Inhibitory Concentration Index analysis. Potensi Interaksi Antagonis Ekstrak Daun Metanol Impatiens balsamina L. dengan Lima Antibiotik terhadap Staphylococcus aureus ATCC 29213 ABSTRAK: Impatiens balsamina L. secara tradisional digunakan di Indonesia untuk mengobati infeksi kulit dan diketahui memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri. Namun, kombinasi antara ekstrak tanaman dan antibiotik tidak selalu menghasilkan efek sinergis, tetapi juga dapat menurunkan efektivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan potensi interaksi antara ekstrak metanol daun I. balsamina dengan lima antibiotik terhadap Staphylococcus aureus ATCC 29213. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran dan paper strip. Perlakuan terdiri atas ekstrak metanol daun I. balsamina 15%, masing-masing antibiotik 0,025%, yaitu klindamisin, kloramfenikol, kotrimoksazol, siprofloksasin, dan tetrasiklin, serta kombinasi ekstrak dan antibiotik dengan rasio 1:1. Ekstrak tunggal menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 10,27±0,216 mm. Klindamisin, kloramfenikol, siprofloksasin, dan tetrasiklin menghasilkan zona hambat sebesar 19,46±1,732 mm hingga 22,34±3,021 mm, sedangkan kotrimoksazol tidak menunjukkan zona hambat. Kombinasi ekstrak dengan klindamisin, tetrasiklin, kloramfenikol, siprofloksasin, dan kotrimoksazol menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 19,54±0,155 mm, 18,57±0,422 mm, 16,37±0,879 mm, 13,28±0,257 mm, dan 9,76±0,103 mm. Hasil uji berbasis difusi menunjukkan adanya indikasi interaksi antagonis antara ekstrak dan antibiotik yang diuji, ditandai dengan diameter hambat kombinasi lebih kecil daripada jumlah aditif dari masing-masing agen secara individu. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak I. balsamina bersamaan dengan antibiotik perlu dikaji lebih lanjut melalui uji MIC, checkerboard assay, dan Fractional Inhibitory Concentration Index
Exploring Morphological Traits and Phytochemical Profiles of Natural Dye Plants in Gringsing Fabric: A Contextual Approach to Biology Education Ayu Rai, I Gusti; Suanda, I.W.; Mirah, A.A.I.; Triyanti, N.K; Putu Rahayu Artini, Ni
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30894

Abstract

Natural dyes are increasingly considered sustainable alternatives to synthetic textiles dyes, yet their use is often based on tradition rather than scientific understanding. This study explores the morphological traits and phytochemical profiles of plants used in Gringsing fabric and considers their relevance for biology education. A qualitative descriptive approach was applied to four species through field observation, interviews, and phytochemical screening of selected plant parts. The findings show that phenolics, tannins, and flavonoids are consistently present and play key roles in color formation and binding. Observable plant characteristics were closely linked to the distribution of these compounds, suggesting a clear scientific basis behind traditional practices. Integrating these findings into learning materials offers a meaningful way to connect biological concepts with local knowledge in classroom contexts. Eksplorasi Karakter Morfologi dan Profil Fitokimia Tanaman Pewarna Alami pada Kain Gringsing: Pendekatan Kontekstual dalam Pendidikan Biologi ABSTRAK: Pewarna alami semakin dipandang sebagai alternatif ramah lingkungan, namun penggunaannya masih banyak didasarkan pada pengalaman tradisional tanpa pemahaman ilmiah yang memadai. Penelitian ini mengeksplorasi karakter morfologi dan profil fitokimia tumbuhan pewarna pada kain Gringsing serta kaitannya dengan pembelajaran biologi. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan terhadap empat spesies melalui observasi lapangan, wawancara, dan skrining fitokimia pada bagian tumbuhan tertentu. Hasil menunjukkan bahwa senyawa fenolik, tanin, dan flavonoid berperan penting dalam pembentukan dan pengikatan warna. Karakter morfologi yang tampak berkaitan dengan sebaran senyawa tersebut, menunjukkan adanya dasar ilmiah dalam praktik tradisional. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan konsep biologi dengan kearifan lokal.
A Quantitative Ethnobotanical Analysis of Medicinal Plant Use in the Treatment of Skin Diseases among the Amanuban Community, Indonesia O.F.I Tefu, Meti; I. Leo, Marince; J. Takaeb, Matheo; Rafael, Andriani
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30931

Abstract

Traditional medicinal knowledge represents an important biocultural resource for community-based healthcare and biodiversity conservation. This study quantitatively analyzed the use of medicinal plants for treating skin diseases among the Dawan (Amanuban) community in South Central Timor, Indonesia. A descriptive quantitative ethnobotanical design was applied through semi-structured interviews, field observations, and plant documentation involving 40 purposively and snowball-selected informants. Plant importance and knowledge consensus were assessed using Use Value (UV), Relative Frequency of Citation (RFC), Fidelity Level (FL), and Informant Consensus Factor (ICF). The study recorded 17 medicinal plant species used to treat seven categories of skin diseases, including dermatitis, boils, scabies, acne, itching, chickenpox, and cracked heels. A total of 276 use reports were documented, with leaves being the dominant plant part used. High ICF values (0.93–1.00) indicated strong consensus among informants. These findings demonstrate a structured traditional knowledge system and suggest priority species for future phytochemical, pharmacological, and conservation studies. Analisis Etnobotani Kuantitatif Penggunaan Tumbuhan Obat dalam Pengobatan Penyakit Kulit pada Masyarakat Amanuban, Indonesia ABSTRAK: Pengetahuan pengobatan tradisional merupakan sumber daya biokultural penting bagi kesehatan berbasis masyarakat dan konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menganalisis secara kuantitatif pemanfaatan tumbuhan obat untuk pengobatan penyakit kulit pada masyarakat Dawan (Amanuban) di Timor Tengah Selatan, Indonesia. Penelitian menggunakan desain etnobotani deskriptif kuantitatif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi tumbuhan terhadap 40 informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Tingkat kepentingan tumbuhan dan konsensus pengetahuan dianalisis menggunakan Use Value (UV), Relative Frequency of Citation (RFC), Fidelity Level (FL), dan Informant Consensus Factor (ICF). Hasil penelitian mencatat 17 spesies tumbuhan obat yang digunakan untuk mengobati tujuh kategori penyakit kulit, yaitu dermatitis, bisul, kudis, jerawat, gatal, cacar air, dan tumit pecah-pecah. Sebanyak 276 laporan penggunaan terdokumentasi, dengan daun sebagai bagian tumbuhan yang dominan digunakan. Nilai ICF tinggi (0,93–1,00) menunjukkan konsensus kuat antar informan. Temuan ini menunjukkan sistem pengetahuan tradisional yang terstruktur dan penting untuk penelitian lanjutan.
Enhancing Students’ Higher-Order Thinking Skills and Self-Concept Through Metacognition-Oriented Problem-Based Learning: A Transformative Approach in High School Education Haka, Nukhbatul Bidayati; Mayken, Mayken; Pratama, Anisa Oktina Sari; Handoko, Akbar; Masya, Hardiyansyah; Nur Jamaludin, Didi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.26398

Abstract

This study explores how metacognition-oriented problem-based learning (PBL) can be used as a transformative approach to improve students’ higher-order thinking skills (HOTS) and self-concept. The research employed a quasi-experimental design involving 73 eleventh-grade students at State Islamic Senior High School, divided into experimental and control groups. Data were obtained through multiple-choice tests and Likert-scale questionnaires, then analyzed using N-gain, normality, homogeneity, and MANOVA procedures. The findings indicate that students who participated in metacognition-oriented PBL showed more substantial gains in both HOTS and self-concept than those who experienced discovery learning. The learning process, which integrates planning, monitoring, and evaluation, encourages deeper thinking and fosters a more positive self-view. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Konsep Diri Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah yang Berorientasi pada Metakognisi: Pendekatan Transformatif dalam Pendidikan Sekolah Menengah Atas ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji bagaimana problem-based learning (PBL) berorientasi metakognisi dapat digunakan sebagai pendekatan transformatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan konsep diri siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen yang melibatkan 73 siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri, yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda dan angket skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan prosedur N-gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti PBL berorientasi metakognisi mengalami peningkatan yang lebih besar pada HOTS dan konsep diri dibandingkan siswa yang mengikuti discovery learning. Proses pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi mendorong pemikiran yang lebih mendalam serta membentuk pandangan diri yang lebih positif.
Integrated SDGs in PBL with Ethnocomics Rempong Damar to Stimulate Students' Critical Thinking Skills and Sustainability Awareness Maulina, Dina; Abdurrahman, Abdurrahman; Nurhanurawati, Nurhanurawati; Meriza, Nadya; Fathimah, Ismah; Priadi, Median Agus; Balqis, Balqis; Ibrahim, Nor Hasniza
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.29565

Abstract

This study explores how SDGs-integrated Problem-Based Learning (PBL), supported by Repong Damar ethno-comics, contributes to the development of students’ critical thinking and sustainability awareness. A quasi-experimental approach with a non-equivalent control group design was applied to two tenth-grade classes at Senior High School Perintis Bandar Lampung selected purposively. Students’ critical thinking was assessed using essay tests, while sustainability awareness was measured through questionnaires. The findings revealed a statistically significant difference between groups (p < 0.05). The experimental class demonstrated a higher N-gain (0.64, moderate) compared to the control class (0.47, moderate). In addition, sustainability awareness in the experimental group reached a high category (85.8%). These results highlight the potential of combining SDGs-oriented PBL with culturally relevant media to create meaningful learning experiences that support both cognitive and sustainability-related competencies. Integrasi SDGs dalam Problem-Based Learning Berbantuan Etnokomik: Pengaruhnya terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Kesadaran Keberlanjutan Siswa ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji peran pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) terintegrasi SDGs yang didukung etno-komik Repong Damar dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kesadaran keberlanjutan siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group pada dua kelas X SMA Perintis Bandar Lampung yang dipilih secara purposive. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui tes esai, sedangkan kesadaran keberlanjutan diukur menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Kelompok eksperimen memiliki nilai N-gain lebih tinggi (0,64, kategori sedang) dibandingkan kelompok kontrol (0,47, kategori sedang). Selain itu, tingkat kesadaran keberlanjutan pada kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi (85,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PBL berbasis SDGs dengan media kontekstual berbasis budaya lokal mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta mendukung pengembangan kemampuan kognitif dan kesadaran keberlanjutan siswa.
The Effectiveness of the OIDDE Learning Model in Improving Tenth-Grade Students’ Critical Thinking Skills and Scientific Literacy on Ecosystem and Environmental Change Topics Ibrahim, Pua; Miftachul Hudha, Atok; Husamah, H.; Mirza Nuryady, Moh.
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30994

Abstract

This study investigated whether the OIDDE learning model could improve tenth-grade students’ critical thinking skills and scientific literacy in biology, particularly in ecosystem and environmental change topics. A quasi-experimental pretest–posttest non-equivalent control group design was used with 58 students from MAN Ende, East Nusa Tenggara. The experimental class was taught through the OIDDE stages, whereas the control class received conventional instruction. Data were collected using essay-based critical thinking tests and multiple-choice scientific literacy tests. The results showed that students in the experimental class achieved higher post-test scores in critical thinking skills (M = 83.40) than those in the control class (M = 59.29). The experimental class also obtained a high N-gain score of 72.29% and a very large effect size (d = 2.75). A similar result was found for scientific literacy, with the experimental class achieving a higher mean score (M = 85.33) than the control class (M = 55.71), a high N-gain score of 76.10%, and a very large effect size (d = 2.87). The statistical results confirmed significant differences between the two groups (p < .001). These findings suggest that OIDDE provides a structured learning pathway that helps students examine biological problems, discuss evidence, make decisions, and connect learning with responsible behavior. Efektivitas Model Pembelajaran OIDDE dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa Kelas X pada Materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji apakah model pembelajaran OIDDE dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan literasi sains siswa kelas X dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pola pretest–posttest non-equivalent control group yang melibatkan 58 siswa dari MAN Ende, Nusa Tenggara Timur. Kelas eksperimen diajar melalui tahapan OIDDE, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes berpikir kritis berbasis esai dan tes literasi sains berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen memperoleh skor post-test keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi (M = 83,40) dibandingkan siswa pada kelas kontrol (M = 59,29). Kelas eksperimen juga memperoleh skor N-gain tinggi sebesar 72,29% dan effect size yang sangat besar (d = 2,75). Hasil serupa juga ditemukan pada literasi sains, dengan kelas eksperimen memperoleh skor rata-rata yang lebih tinggi (M = 85,33) dibandingkan kelas kontrol (M = 55,71), skor N-gain tinggi sebesar 76,10%, dan effect size yang sangat besar (d = 2,87). Hasil statistik mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa OIDDE menyediakan alur pembelajaran terstruktur yang membantu siswa mengkaji permasalahan biologi, mendiskusikan bukti, mengambil keputusan, dan menghubungkan pembelajaran dengan perilaku yang bertanggung jawab.
AR GeneX Application Development for Genetic Substance Material Azrai, Eka Putri; Rini, Daniar Setyo; Dewahrani, Yulilina Retno; Suryanda, Ade; Hammam, Zaky; Fajeriadi, Hery
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.28799

Abstract

Learning genetics often poses significant challenges for students due to its abstract concepts, interdisciplinary nature, and the need for strong visualization skills. Augmented Reality (AR) offers an interactive and three-dimensional approach that can bridge this gap by enabling students to visualize complex biological structures and processes. This study aimed to develop and evaluate the feasibility of AR GeneX, an AR-based learning application for genetic substance material. The research employed a R&D design based on the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Feasibility testing involved expert reviews in material, media, and language aspects, as well as a one-to-one trial with three students and a small group trial with one biology teacher and 20 students. The results showed that AR GeneX achieved average feasibility scores of 4.5 (very feasible) from material experts, 4.1 (feasible) from media experts, and 4.4 (very feasible) from language experts. Both students’ and teacher’s responses in trials were in the “Good” category, indicating positive acceptance. These findings suggest that AR GeneX is a feasible and engaging learning medium that can enhance students’ understanding of genetic substance material and has the potential to be integrated into classroom and independent learning. Future studies should explore its impact on learning outcomes and compare its effectiveness with other technology-based tools. Pengembangan Aplikasi AR GeneX untuk Materi Substansi Genetika ABSTRAK: Pembelajaran genetika kerap menghadirkan kesulitan bagi siswa karena sifat konsepnya yang abstrak, interdisipliner, serta membutuhkan kemampuan visualisasi yang tinggi. Augmented Reality (AR) menawarkan pendekatan interaktif dan tiga dimensi yang dapat menjembatani kesenjangan tersebut dengan memungkinkan siswa memvisualisasikan struktur dan proses biologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai kelayakan AR GeneX, aplikasi pembelajaran berbasis AR untuk materi substansi genetik. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Uji kelayakan dilakukan melalui penilaian ahli (materi, media, dan bahasa), uji coba perorangan (3 siswa), dan uji coba kelompok kecil (1 guru biologi dan 20 siswa). Hasil menunjukkan bahwa AR GeneX memperoleh skor rata-rata kelayakan 4,5 (sangat layak) dari ahli materi, 4,1 (layak) dari ahli media, dan 4,4 (sangat layak) dari ahli bahasa. Respon siswa dan guru berada pada kategori “Baik”, yang menegaskan penerimaan positif. Temuan ini menunjukkan bahwa AR GeneX merupakan media pembelajaran yang layak dan menarik, yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi substansi genetik serta memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran di kelas maupun pembelajaran mandiri. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi dampaknya terhadap hasil belajar serta membandingkan efektivitasnya dengan media berbasis teknologi lainnya.
Avian and Mammalian Representation in Heritage Sites: Documenting Biodiversity on The Gandawyuha Reliefs at Borobudur Temple Lestari, Eka; Ramadani, Shefa Dwijayanti; Permadani, Karunia Galih; Siswati, Bea Hana
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.28879

Abstract

Borobudur Temple, a UNESCO World Heritage Site, contains a series of narrative reliefs depicting religious stories and various elements of the natural environment. Among these elements, animal representations constitute an important component of the visual narratives preserved within the monument. Although several studies have documented fauna depicted in other narrative relief series of Borobudur Temple, the animal diversity represented in the Gandawyuha reliefs has not been systematically investigated. This study therefore aimed to identify and profile the animal species depicted in the Gandawyuha reliefs of the third hallway wall. A descriptive research design was employed through direct observation, documentation, and species identification based on morphological characteristics visible in the relief carvings. Species identification was supported by relevant zoological literature and validated by a cultural heritage expert. The study recorded 108 animal depictions distributed across 27 of the 88 relief panels, representing 20 species belonging to the classes Aves and Mammalia. The identified fauna comprised nine bird species and eleven mammal species, including both endemic and non-endemic taxa. Five species were classified as endemic to Indonesia, whereas fifteen species were non-endemic. The results provide the first systematic documentation of animal diversity represented in the Gandawyuha reliefs and contribute baseline data for heritage biodiversity research at Borobudur Temple. These findings highlight the value of cultural heritage monuments as sources of information on biodiversity representation preserved within historical visual records and provide a foundation for future interdisciplinary studies integrating biological and cultural perspectives. Representasi Burung dan Mamalia di Situs Warisan Budaya: Mendokumentasikan Keanekaragaman Hayati pada Relief Gandawyuha di Candi Borobudur ABSTRAK: Candi Borobudur merupakan situs warisan dunia UNESCO, memiliki serangakaian relief naratif yang menggambarkan kisah-kisah keagamaan dan berbagai unsur lingkungan alam. Di antara unsur-unsur tersebut, representasi hewan merupakan komponen penting dalam narasi visual yang lestari pada monumen ini. Meskipun beberapa penelitian telah mendokumentasikan fauna yang digambarkan pada relief naratif lainnya di Candi Borobudur, keanekaragaman hewan yang direpresentasikan dalam relief Gandawyuha belum pernah diteliti secara sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyusun profil spesies hewan yang digambarkan pada relief Gandawyuha di lorong tiga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif melalui observasi langsung, dokumentasi, dan identifikasi spesies berdasarkan karakteristik morfologi yang tampak pada pahatan relief. Proses identifikasi diperkuat dengan literatur zoologi yang relevan dan divalidasi oleh seorang ahli budaya. Hasil penelitian menunjukkan 108 representasi hewan tersebar pada 27 dari 88 panel relief, mewakili 20 spesies yang termasuk dalam kelas Aves dan Mamalia. Fauna yang teridentifikasi terdiri atas sembilan spesies burung dan sebelas spesies mamalia, yang mencakup taksa endemik maupun bukan endemik. Sebanyak lima spesies dikategorikan sebagai endemik Indonesia, sedangkan lima belas spesies lainnya merupakan spesies non-endemik. Hasil penelitian ini memberikan dokumentasi sistematis mengenai keanekaragaman hewan yang direpresentasikan dalam relief Gandawyuha serta menyediakan data dasar bagi penelitian keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan warisan budaya di Candi Borobudur. Temuan ini menunjukkan nilai penting situs warisan budaya sebagai sumber informasi mengenai representasi biodiversitas yang terekam dalam visual historis dan menyediakan landasan bagi penelitian interdisipliner di masa mendatang yang mengintegrasikan perspektif biologi dan budaya.
Development of Local Potential-Based Exploration Modules for Learning About Terrestrial Insect Diversity in High Schools Nugroho, Anwari Adi; Armania, Vallery; Abdildauly, Alem
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30658

Abstract

This study aimed to analyze terrestrial insect diversity and develop a local potential-based exploration module for high school biology learning aligned with the Merdeka Curriculum. The research employed a Research and Development (R&D) design adapted from the Borg and Gall model, consisting of biodiversity data collection, module design, expert validation, and limited field testing. Field observations conducted at the Integrated Agricultural Laboratory of Jagan, Sukoharjo recorded 641 terrestrial insect individuals with a moderate level of species diversity and a relatively stable ecological structure. These empirical data were transformed into structured learning materials incorporating exploration activities, guided inquiry, and reflective tasks. The developed module was validated by subject-matter experts, instructional design experts, biology teachers, and Grade X students. The validation results indicated a very high level of feasibility, with expert scores exceeding 87% and positive responses from both teachers and students in terms of clarity, relevance, readability, and usability. These findings suggest that integrating authentic local biodiversity data into instructional modules enhances the quality and meaningfulness of biology learning. The module also demonstrates strong potential for adaptation in other regions through contextualization based on local biodiversity resources. Pengembangan Modul Eksplorasi Berbasis Potensi Lokal untuk Pembelajaran Keanekaragaman Serangga Darat di Sekolah Menengah Atas ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman serangga darat serta mengembangkan modul eksplorasi berbasis potensi lokal untuk pembelajaran biologi SMA yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan desain Research and Development  yang diadaptasi dari model Borg dan Gall, meliputi pengumpulan data biodiversitas, perancangan modul, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Hasil observasi lapangan di Laboratorium Pertanian Terpadu Jagan, Sukoharjo mencatat 641 individu serangga darat dengan tingkat keanekaragaman sedang dan struktur ekologi yang relatif stabil. Data empiris tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam bahan ajar yang memuat aktivitas eksplorasi, penyelidikan terbimbing, dan refleksi. Modul yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli desain pembelajaran, guru biologi, dan siswa kelas X. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor ahli di atas 87% serta respons positif dari guru dan siswa terkait kejelasan, relevansi, keterbacaan, dan kegunaan. Temuan menunjukkan integrasi data keanekaragaman hayati lokal dalam modul pembelajaran mampu meningkatkan kualitas dan kebermaknaan serta dimanfaatkan di berbagai daerah berbasis potensi lokal.
The Effect of Integrating Intertidal Gastropod Diversity on Ecological Literacy and Professional Competence of Pre-Service Biology Teachers Djalo, Aloysius; Missa, Hildegardis; Santos, Americo Dos
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30728

Abstract

The limited use of local environmental contexts in Invertebrate Zoology courses may reduce ecological literacy and professional competence among pre-service biology teachers. This study examined the effect of integrating intertidal gastropod biodiversity into course instruction on students’ ecological literacy and professional competence. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was used with 58 pre-service teachers assigned to experimental and control groups. The experimental group participated in biodiversity-based contextual learning using authentic field data, while the control group received conventional instruction. Data were collected through validated ecological literacy and professional competence tests and analyzed using N-Gain and analysis of variance (ANOVA). The experimental group achieved a higher N-Gain score (0.73, high category) than the control group (0.51, moderate category). ANOVA showed a significant effect on posttest scores (p < 0.001) with a large effect size (Partial η² = 0.311). These findings indicate that authentic biodiversity-based learning enhances ecological understanding and professional competence. Pengaruh Integrasi Keanekaragaman Gastropoda pada Zona Intertidal terhadap Literasi Ekologi dan Kompetensi Profesional Mahasiswa Calon Guru Biologi ABSTRAK: Terbatasnya penggunaan konteks lingkungan lokal dalam mata kuliah Zoologi Invertebrata dapat mengurangi literasi ekologi dan kompetensi profesional calon guru biologi. Penelitian ini mengkaji pengaruh integrasi keanekaragaman gastropoda intertidal dalam pembelajaran terhadap literasi ekologi dan kompetensi profesional mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pola pretest–posttest control group yang melibatkan 58 calon guru, yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran kontekstual berbasis keanekaragaman hayati menggunakan data lapangan autentik, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes literasi ekologi dan kompetensi profesional yang telah divalidasi, kemudian dianalisis menggunakan N-Gain dan analysis of variance (ANOVA). Kelompok eksperimen memperoleh skor N-Gain lebih tinggi (0,73; kategori tinggi) dibandingkan kelompok kontrol (0,51; kategori sedang). Hasil ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan terhadap skor posttest (p < 0,001) dengan effect size besar (Partial η² = 0,311). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran autentik berbasis keanekaragaman hayati dapat meningkatkan pemahaman ekologi dan kompetensi profesional.