Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jurnal Tapis membahas tentang tema-tema politik, pemerintahan dan isu-isu politik Islam kontemporer dengan frekuensi terbit sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Jurnal Tapis berkolaborasi dengan Asosiasi Program Studi Ilmu Politik (APSIPOL). Dewan Editorial Jurnal Tapis mengundang ahli, cendekiawan, praktisi, mahasiswa, dan intelektual untuk menyumbangkan naskah ke Jurnal. Naskah bisa berupa hasil penelitian, kajian literatur, dan studi pemikiran tentang perkembangan politik Islam di Indonesia. Naskah akan diulas menggunakan double-blind peer-reviewer. Dimana mitra bebestari berasal dari universitas dan institusi akademik nasional maupun internasional.
Articles
231 Documents
EKSISTENSI DAN KARAKTERISTIK POLITIK ISLAM SUATU INSPIRASI BAGI FORMULASI POLITIK KONTEMPORER
Yusuf, Himyari
JURNAL TAPIS Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i1.1601
AbstrakDunia politik menampakkan wajah yang menyeramkan, karena berorientasi kepada kepentingan kekuasaan pribadi, kelompok dan atau golongan. Dimensi sosil kemasyarakatan menjadi tercabik-cabik, masyarakat menjadi terkotak-kotak dalam kelompok-kelompok yang memiliki kekuasaan dan kekuatan kapital. Hal semacam ini semakin mempertajam pola hidup yang kapitalistik, individualistik dan hedonistik dan berakibat pada kesenjangan antara satu dengan lainnya. Berbeda halnya dengan karakteristik politik Islam yang secara ontologis memandang manusia secara holistik dan universal dan secara epistemologis politik Islam bersumber pada Wahyu Tuhan yang Maha Kuasa dan Sunnah Rasul-Nya. Pada tataran historis politik Islam terbilang timbul tenggelam apabila dibandingkan dengan politik Barat sekuler. Berdasarkan kedua tampilan politik tersebut di atas, maka yang menjadi persoalan dan sekaligus akan dikaji dalam tulisan ini adalah, bagaimanakah karakteristik politik Islam bila ditinjau dari perspektif filsafat. Kata Kunci: Politik Islam, Kemanusiaan, dan Kesejahteraan.
ISLAM DAN NEGARA DI ABAD XX
Tauhid, Muhammad
JURNAL TAPIS Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i1.1602
AbstrakSalah paham terhadap Islam, adalah sebuah hasil dari usaha keras`musuh-musuh Islam, berbagai bentuk kesalah-pahaman tersebut ditebarkan dalam rangka mereduksi nilai bahkanmenghilangkan cahaya Islam dari muka bumi ini. Namun demikian Islam dengan sendirinya menjawab dan membantah semua itu dengan “al-Qur’an, kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya.Islam adalah agama universal, mencakup serluruh aspek kehidupan, karenanya harus diimplementasikan secara utuhdan kontinyu, namun semua itu penuh dengan tantangan terutama dunia Islam meskipun merdeka setelah perang dunia II, tetap dalam genggaman dan dominasi penjajah (barat).Tidak mudah untuk lepas dari semua itu, perilaku kehidupan anbiya’ (para nabi) termasuk Nabi Muhammad saw yang telah dipatrikan dalam al-Qur’an dan sirohnya dalam berbagai aspek, baik cara, pola dan strategi dalam berbagai aspek kehidupan mereka adalah pelajaran yang terpenting untuk menggapai kejayaan Islam dan ummatnya. Paling tidak dengan kekuatan iman dan persatuan ummat secara kokoh dan kontinyu.Kata Kunci: Negara, Syumul, Dominasi Barat.
PERAN ASEAN DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ETNIS ROHINGNYA
Triono, Triono
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1603
Abstrak Konflik dan kekerasan berbau SARA yang terjadi di Myanmar hingga kini belum terselesaikan dengan baik. Banyaknya faktor yang menjadi akar konflik dalam perseteruan di Myanmar membuat kasus-kasusnya menjadi sorotan dunia internasional. Rohingnya sebagai bagian dari etnis yang ada di Myanmar kerap mendapatkan perlakukan diskriminasi dan tidak manusiawi, kondisi etnis Rohingnya yang beragama Islam sering terkucilkan oleh etnis mayoritas yang beragama Budha. ASEAN sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara dituntut untuk lebih berperan aktif dalam proses perdamaian dan penyelesaian konflik di Myanmar. Kerjasama yang dilakukan selama ini dirasa belum memperlihatkan hasil, khususnya jika melihat pemberitaan yang masih menggambarkan ketidakadilan terhadap etnis Rohingnya. Kata Kunci: Peran, Kerjasama, Perdamaian
WAWASAN ETIKA POLITIK, MEMBANGUN SIKAP KRITIS DAN RASIONAL POLITIK BANGSA
Ritaudin, M. Sidi
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1604
Absrak Salah satu dimensi pendidkan politik adalah membuka wawasan etika politik yang diniscayakan dapat membangun sikap kritis dan rasional politik anak bangsa. Karena etika bersumber dari ilmu agama, sementara modal agama merupakan anasir pokok dalam pembentukan ciri utama kebudayaan yang berkeadaban tinggi, maka ia berfungsi sebagai ilmu, dalam membentuk pendapatnya sendiri dan bertindak sesuai dengan apa yang dapat dipertanggungjawabkannya sendiri. Oleh karena itu tindakan politik harus dalam kondisi sadar, yaitu kesadaran akan pentingnya akuntabilitas, transparansi dan solidaritas, secara otomatis akan melahirkan perilaku dan keputusan serta aksi politik yang jauh lebih etis. Kata Kunci: Etika politik, sikap kritis, Sikap Rasional
SANKSI HUKUM TINDAKAN KRIMINAL DALAM HUKUMAN SEPANJANG HADAT LAMPONG
Khalik, Abu Tholib
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1605
Abstrak Anomali dalam beberapa ayat dari Hukuman Sepanjang Hadat Lampong dalam Hukum Adat Masyarakat Migou Pa’ Tulang Bawang Lampung, memang sepintas ayat – ayat itu tidak Islami namun setelah ditelusuri ternyata hal itu dimaksudkan agar para anggota pepadun dari pelaku bisa mengantisipasi ataupun meredam kemungkinan ada nya kerusuhan, jangan sampai person diluar pelaku itu justeru membuat suasana semakin memanas jika ada bibit–bibit kerusuhan. Keadaan akan jauh berbeda jika tindakan criminal itu seperti pencurian, pelecehan seksual maka segala resiko akan ditanggung sendiri oleh pelaku tindak criminal itu, sebab hal semacam itu dianggap sebagai tindakan yang sangat memalukan. Hanya saja tidak bisa dipungkiri bahwa anggota pepadun lainnya tetap menanggung rasa malu, tidak hanya pada generasi yang bersangkutan tetapi bahkan sampai turun temurun. Kata Kunci: Hukuman Sepandjang Hadat Lampong, Prefentif, Pepadun.
PEMBERDAYAAAN POLITIK PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN DINIYYAH PUTRI LAMPUNG
Ellya Rosana, M. Nursalim Malay Dan
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1606
Abstrak Subordinasi perempuan di bidang politik juga diakibatkan karena adanya budaya politik patriarki yang menjadi acuan dalam proses politik suatu di Indonesia. Budaya politik pada hakekatnya berpusat pada imajinasi (pikiran dan perasaan) manusia yang merupakan dasar dari semua tindakan. Tindakan ini dilandasi oleh nilai-nilai yang telah berkembang dalam diri warga negara, baik sebagai individu maupun kelompok. Nilai-nilai yang disokong oleh tradisi ini membentuk budaya politikPengabdian masyarakat ini memiliki tujuan : 1.Untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan pandangan serta perilaku peserta tentang pemberdayaan politik perempuan, 2. Mampu merubah mindset (cara pikir) peserta menjadi lebih memiliki kemantapan kesadaran berpolitik yang sangat kuat yang terus berpihak kepada politik perempuan Kata Kunci: Perempuan, Gender, Politik
POLITIK HUKUM HAM DI INDONESIA
Nurhardianto, Fajar
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1607
Abstrak Politik hukum HAM adalah kebijakan hukum HAM (human rights legal policy) tentang penghormatan (to respect), pemenuhan (to fulfill) dan perlindungan HAM (to protect). Kebijakan ini bisa dalam bentuk pembuatan, perubahan, pemuatan pasal-pasal tertentu, atau pencabutan peraturan perundang-undangan. Dalam pandangan Moh. Mahfud, implementasi politik hukum dapat berupa: (a) pembuatan hukum dan pembaruan terhadap bahan-bahan hukum yang dianggap asing atau tidak sesuai dengan kebutuhan dengan penciptaan hukum yang diperlukan; (b) pelaksanaan ketentuan hukum yang telah ada, termasuk penegasan fungsi lembaga dan pembinaan para anggota penegak hukum. Politik hukum HAM pada aspek penghormatan adalah kebijakan yang mengharuskan negara untuk tidak mengambil langkah-langkah yang akan mengakibatkan individu atau kelompok gagal meraih atau memenuhi hak-haknya. Kata Kunci: Politik Hukum, HAM di Indonesia
PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TENTANG HUMAN TRAFFICKING DI LAMPUNG
Natalia, Angga
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1608
Abstrak Perdagangan orang (trafficking in persons) merupakan kejahatan yang keji terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas, tidak disiksa, kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, beragama, hak untuk tidak diperbudak, dan lainnya. Anak dan perempuan menjadi obyek paling banyak menjadi korban perdagangan orang (trafficking in persons). Perspektif fenomenologi yang bertolak dari ‘paradigma definisi sosial’ memusatkan perhatian pada realitas sosial pada tingkatan mikro-subyektif dan sebagian tingkatan mikro-obyektif yang bergantung pada proses-proses mental dari tindakan sosial. Perspektif ini memfokuskan perhatiannya terhadap pentingnya memahami realitas sosial dalam konteksnya, memahami bagaimana realitas sosial itu diciptakan, dan bagaimana tindakan sosial dilakukan dalam konteks pengertian mereka sendiri. Kata Kunci: Fenomenologi, Human Trafficking, Perlindungan Sosial
UNIVERSALITAS ASAS PRIVITY OF CONTRACT
Arvie johan, Agus Marzuki Dan
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1609
Abstrak Asas personalitas atau privity of contract berakar dari postulat yang bersifat universal bahwa manusia mengetahui apa terbaik bagi dirinya sendiri dalam mengadakan hubungan kontraktual. Kontrak menjadi tolak ukur atau pegangan bagi pembagian hak dan kewajiban antar pihak-pihak dalam membangun hubungan hukum, serta penyelesaiannya jika terjadi sengketa. kontrak yang dalam Islam disebut sebagai aqad merupakan pertemuan ijab yang dinyatakan oleh salah satu pihak dengan qobul dari pihak lain secara sah menurut syarat yang tampak akibat hukumnya pada obyeknya. Kata Kunci: Privity of Contract, Kesepakatan, Universal.
MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM
lasijan, Lasijan
JURNAL TAPIS Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/tps.v10i2.1610
Abstrak Pendidikan multikultural muncul sebagai bagian dari respon terhadap fenomena konflik etnis, sosial, budaya yang kerap muncul di tengah-tengah masyarakat yang berwajah multikultural. Multikulturalisme merupakan suatu pemahaman akan penerimaan adanya kemajemukan dalam masyarakat sehingga terhindar konflik horizontal di tengah masyarakat. Konsep pendidikan multikultural menekankan penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural. Tujuan akhir pendidikan multikultural (multicultural education) adalah untuk dapat menghasilkan generasi umat disamping berilmu dan trampil juga dapat hidup bersama dalam masyarakat sebagai khoiru ummah. Kata Kunci: Multikulturalisme, Pendidikan Islam, Toleransi