cover
Contact Name
Dr. Yusuf Rahman, MA
Contact Email
yusuf.rahman@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.quhas@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES
  • journal-of-quran-and-hadith
  • Website
ISSN : 20893434     EISSN : 22527060     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Qur'an and Hadith Studies (ISSN 2089-3434; E-ISSN 2252-7060) is a journal published by Qur'an and Hadith Academic Society, in cooperation with Graduate School Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur'anic studies, tafsir, hadith and their interpretations
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2025)" : 17 Documents clear
Tafsir Ilmi Perlindungan Lingkungan terhadap Ekologi dan Keadilan Lingkungan Nuralita, Fadila Ikke; Abad Badruzaman
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.39957

Abstract

 Artikel ini memaparkan Tafsir ilmi dengan analisis secara mendalam mengenai tafsir perlindungan lingkungan terhadap ekologi dan keadilan lingkungan. Sumber data utama penelitian ini adalah berhubungan dengan tafsir ilmi dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode literature research. Data dikumpulkan melalui tema-tema ayat-ayat Al-Qur’an tentang perlindungan lingkungan dan dianalisis dengan pendekatan tafsir ilmi. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menyampaikan pesan-pesan maupun kandungan untuk masyarakat dalam kehidupan seharai-hari terutama terkait lingkungan hidup. Hasil penelitian ditemukan tafsir ilmi dalam Al-Qur’an mengenai perlindungan lingkungan. Tafsir ilmi dibutuhkan oleh masyarakat guna memahami secara mendalam terkait makna ayat tentang perlindungan lingkungan yang dapat diaplikasikan dan sebagai wujud nyata terhadap ekologi dan Keadilan Lingkungan. 
Tafsir Hadits al-Dārimī no.254 tentang Peran Holistik Pendidik dalam Pendidikan Islam Abad 21 Fazar, Fahmi; Sudrajat, Hendra; Wulandari, Ratna; Sumarna, Elan; Surahman, Cucu
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.42691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran holistik pendidik dalam pendidikan Islam abad ke-21 berdasarkan tafsir kontekstual terhadap Hadis al-Dārimī no. 254. Hadis tersebut menegaskan tiga posisi utama dalam lingkaran keilmuan: sebagai cendekiawan (‘ālim), pembelajar (muta‘allim), dan pendengar (mustami‘), yang memiliki relevansi tinggi dalam membentuk karakter pendidik kontemporer. Pendekatan penelitian menggunakan mixed methods dengan desain convergent parallel, menggabungkan takhrij hadis dan analisis dokumen (kualitatif), serta analisis statistik media sosial tiga akun Instagram tokoh dakwah digital: @adihidayatofficial, @hanan_attaki, dan @santri_gusdur (kuantitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing tokoh merepresentasikan salah satu dari tiga peran holistik pendidik, baik melalui konten edukatif, gaya komunikasi, maupun respon audiens digital. Integrasi data menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam klasik dapat diaktualisasikan secara efektif dalam strategi pendidikan berbasis media sosial, menciptakan ruang pembelajaran yang lebih reflektif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan Islam berbasis hadis, sekaligus implikasi praktis dalam penguatan kurikulum PAI dan strategi dakwah digital. Namun, ruang lingkup penelitian ini masih terbatas pada tiga akun sebagai sampel studi, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan lebih banyak platform dan aktor pendidikan digital lainnya guna memperluas generalisasi hasil.
Analisis Sound Horeg di Jawa Timur: Perspektif Hadis dan Implikasi Medis terhadap Kebisingan dan Etika Sosial Saputra, Ilman Hendrawan
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.42872

Abstract

Sound horeg merupakan tradisi budaya di Jawa Timur yang kerap dimanfaatkan dalam berbagai perayaan hiburan. Namun, penggunaan yang melibatkan suara tinggi dan bass berlebihan dapat menyebabkan dampak medis dan sosial. Dari sudut pandang medis, eksposur terhadap suara dengan tingkat intensitas di atas 85 desibel dapat mengakibatkan masalah pendengaran, stres, hipertensi, serta gangguan tidur. Studi hadis menunjukkan bahwa perilaku yang mengganggu orang lain, campurnya pria dan wanita tanpa batas, berpakaian ketat, serta mengabaikan ibadah dilarang dalam Islam. Suara bising tidak diizinkan jika dilakukan di tempat umum dengan keadaan yang melanggar norma agama dan kesehatan. Sebaliknya, sound horeg diizinkan jika dilaksanakan di area terbuka dengan pemisahan jenis kelamin, berpakaian sopan, menghentikan sementara untuk beribadah, serta mengatur volume sesuai batas kesehatan. Pendekatan ini menggabungkan nilai-nilai agama dan kesehatan untuk mendukung tradisi yang aman serta bertanggung jawab.
Partial and Comprehensive Understanding: An Analysis of the Interpretation of the Ḥadīṡ of Riddah Punishment Nabih Zaky Al-Fikri, M.; Musyafiq, Ahmad; Rochmawati, Nikmah
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.43095

Abstract

Ḥadīṡ regarding the punishment of riddah is often debated because partial understandings tend to cause misunderstandings, such as the view that Islam does not provide freedom of religion. A partial understanding of the ḥadīṡ of riddah punishment is often considered contrary to the values of Islamic justice and creates a negative perception of Islamic teachings in modern society. This study aims to analyze the difference between partial and comprehensive approaches in understanding the ḥadīṡ about riddah punishment. Using a qualitative method based on library research, this study examines primary and secondary literature through a descriptive-analytical approach. The study results show that the partial approach tends to ignore other related ḥadīṡ, socio-historical contexts, and maqāsid asy-syarī’ah principles, resulting in rigid interpretations. Instead, a comprehensive approach emphasizes the importance of understanding ḥadīṡ in the context of maqāsid asy-syarī’ah, such as maintaining societal stability and religious freedom. This study recommends using a comprehensive approach to understanding the ḥadīṡ considered controversial, so their interpretation is more relevant to the principles of justice and humanity in Islam, especially in the modern era that upholds the value of freedom.
Silogisme Hipotetis Dalam Al-Quran (Analisis dan Implementasi Penafsiran Imam Al-Gazālī dalam Kitab Al-Qisṭās al-Mustaqīm Fī Taqwīm Ahl al-Ta’līm) Rizkiy, M. Inul; Muzammil, Shofiullah
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.43888

Abstract

Para ulama memiliki banyak pandangan tentang penafsiran al-Qur’an. Salah satu contoh tafsir yang berbeda dan unik ialah penafsiran Imam al-Ghazālī dalam al-Qisṭās al-Mustaqīm. Jika ulama tafsir umumnya berpandangan bahwa qisṭās mustaqīm dan mīzān dalam al-Qur’an adalah timbangan jual beli, maka menurut al-Ghazālī timbangan yang dimaksud ialah timbangan ilmu pengetahuan, yaitu ilmu logika. Dalam kitab tersebut dia mencoba menganalisis dan mengeksplorasi logika dari al-Qur’an. Pandangan ini akan mengakhiri atau paling tidak mengurangi anggapan logika lekat dengan filsafat dan ilmu kalam yang dianggap sulit dan rumit bahkan haram. Oleh sebab itu, dalam artikel ini penulis mengkaji pemikiran al-Ghazālī terkait silogisme hipotetis dalam al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan dianalisis dengan analisis isi. Hasil analisisnya disajikan secara deskripstif-naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama silogisme juga ditemukan dalam al-Qur’an. Al-Ghazali membuktikan itu dalam kitabnya. Kedua, pola-pola penafsiran tersebut bisa diterapkan terhadap ayat dan hadis.
Hadith Representation in Film: A Hermeneutical Analysis of Ipar Is Death Based on Yusuf Qardhawi’s Approach Khasanah, Isnatul; Friyadi, Arif
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44303

Abstract

This study analyses the film Ipar Adalah Maut in the context of the interpretation of the hadith that inspired the story, focusing on the descriptive method and the hermeneutical approach proposed by Yusuf Qardhawi. The purpose of this study is to explore the strengths and weaknesses of hadith representation in the film as well as its impact on audience understanding. The descriptive method was used to collect and analyse data from the film as well as scholars' views on hadith interpretation. The results show that the film has the potential to convey a moral message, but also faces challenges in terms of accuracy and representation that may affect people's understanding of Islamic teachings. Qardhawi's hermeneutic approach emphasises the importance of understanding the social and cultural context in the interpretation of hadith, so as to bridge the gap between religious texts and current social realities. The conclusion of this study emphasises the importance of media as a tool of da'wah that can spread the teachings of Islam in a constructive and educational manner
An Examination of the Role of the Companions in Early Hadith Forgery Ulum, Muhammad Babul
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44422

Abstract

The role that the Prophet's companions played in the campaign to fake hadiths is investigated in this article. There are two competing opinions regarding the genesis of the appearance of fake hadith, while both agree that political factors are the fundamental trigger. According to the first opinion, since the beginning of Islam, there have been incorrect hadith. The first group of Muslims, the Companions of the Prophet, are the ones who are at fault. The majority of Western Revisionist academics, led by Goldziher and Schacht, agree with this viewpoint; non-mainstream Islamic scholars, such Ahmad Amin and Abu Rayyah, endorse it. On the other hand, mainstream Islamic scholars, led by Muhammad Mustafa Azami, disagree, citing the Companions’ justification (‘adalah al-sahabah). This article attempts to evaluate the arguments using the abductive method. Opinions that correspond to the data are taken, which are contrary to the rejection. It follows that the view that the Companions were complicit in the hadith’s falsification is the one that is more grounded in scientific evidence. Conversely, the viewpoints that dispute it are founded solely on the widely accepted Companions’ conception of justice, which is better described as dogma than actual scientific knowledge.
Urgensi Pendidikan Spiritual dalam Hadist (Kajian Hadist Tematik) Karumiadri, Muh.; Tangareng, Tasmin; Tasbih; Al Farabi, Fahmi Akhyar
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44462

Abstract

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat modern menghadapi krisis moral yang semakin kompleks, seperti individualisme, materialisme, dan degradasi spiritual. Pendidikan spiritual Islam menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ini melalui pengembangan hati dan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani dan hadis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis peran pendidikan spiritual Islam dalam membentuk generasi berakhlak mulia dan tangguh menghadapi tekanan zaman modern. Dua hadis utama dianalisis: pertama, pentingnya memahami ilmu agama sebagai tanda kebaikan, dan kedua, menjaga hati sebagai pusat amal. Hadis-hadis ini relevan untuk menjawab masalah sosial masa kini, seperti meningkatnya tingkat stres, rendahnya empati, dan ketidakpedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan spiritual dapat menjadi landasan pembentukan karakter, memberikan keseimbangan emosional, dan menciptakan masyarakat yang harmonis. Dengan mengintegrasikan ajaran agama dalam pendidikan modern, Indonesia dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
Scholars and Hadith Interpretation on the Phenomenon of Spirits in Indonesia Anggaraini, Yeni; Friyadi, Arif
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44514

Abstract

The phenomenon of spirits is often discussed in society, especially in Indonesia, which is rich in local culture and beliefs. As part of Islamic teachings, this phenomenon also receives attention from the perspective of hadith and the views of scholars. This paper aims to examine how the scholars' views and interpretations of the hadith related to the phenomena of wandering spirits, as well as its relevance to local beliefs. Using a qualitative approach, the article analyzes the views of scholars who refer to hadith texts both in support of and in response to skepticism about the existence of spirits that roam after death. It also explores the influence of local culture on the interpretation of these traditions and how Indonesian scholars harmonize Islamic teachings with the spiritual practices of the people. The results of the study show that although the traditions related to wandering spirits have a variety of interpretations, scholars tend to prioritize the principles of Islamic teachings that emphasize the importance of the afterlife and reject beliefs that are not based on sound Islamic law. The findings provide further insight into the relationship between religious teachings and local culture, as well as the contribution of ulema in safeguarding the faith of the people through proper understanding of the traditions.
Interpretasi Makna Kata Sulthan Dalam Q.S Ar-Rahman 33: Analisis Pendekatan Ma`na Cum Maghza Oleh Prof. Dr. Phill. Sahiron Syamsuddin, MA Astapala, Sultan Gholand
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44925

Abstract

Al-Qur'an dengan segala kata dan ayatnya selalu memunculkan makna ganda. Pendekatan yang digunakan adalah mufassir atau pembaca, menurut sudut pandang tersebut. Salah satu kata yang sering digunakan adalah "sulthan", karena memiliki berbagai makna yang dipengaruhi oleh sintaksis kalimat sebelum dan sesudahnya serta konteks yang bertentangan dengannya. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti kata sulthan dari ayat Q.S. Ar-Rahman (55): 33. Salah satu teori yang digunakan adalah teori ma'na cum maghza, yang dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin saat hermeneutika di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan bantuan deskripsi-analisis dan sumber primer, kata sulthan diturunkan dari berbagai kit tafsir dan Al-Qur'an itu sendiri. Selanjutnya, sumber kedua terdiri dari berbagai jenis tulisan yang terkait dengan topik penelitian, seperti jurnal, buku, dan bahan lainnya. Sebagai hasil pertama dari penelitian ini, pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan dasar tentang astronomi untuk menjelaskan jagat raya karena menjelaskan cara mengingat masa lalu. Selain itu, ayat 33 dari Surah Ar-Rahman menggambarkan kebaikan dan belas kasih Allah terhadap manusia dan jin. Ketiga, dalam Al-Qur'an, dalam Surah Ar-Rahman ayat 33, sebagai manifestasi keagungan Allah

Page 1 of 2 | Total Record : 17