cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Lingkungan Menyenangkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Pemikiran Montessori Hidayatulloh, M. Agung
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.574

Abstract

This article presents the description of a pleasant environment according to the Montessori method. fun environment characteristics and implications for the sustainability of early childhood education in Indonesia is also a discus-sion section. Montessori considers the environment as a key children spontaneous learning. Because the child is an active agent in its environment, Montessori suggested that the environment here should be fun for children and also provide opportunities for the development of the potential of eachindividual. In addition there is ease of access, with full responsibility, and freedom of movement, in the early child hood environment should be designed in such a way to make it look real, natural, and beautiful.AbstrakArtikel ini mengetengahkan deskripsi lingkungan menyenangkan menurut metode Montessori. Karakteristik lingkungan menyenangkan dan implikasinya bagi keberlangsungan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia juga men-jadi bagian pembahasan. Montessori menganggap lingkungan sebagai kunci utama pembelajaran spontan anak. Dikarenakan anak adalah agen aktif dalam lingkungannya, Montessori menyarankan agar lingkungan di sini hendaknyayang menyenangkan bagi anak dan juga memberi kesempatan bagi perkembangan potensi masing-masing individu. Di samping ada kemudahan akses, penuh dengan tanggung jawab, dan kebebasan bergerak, lingkungan pendi-dikan anak perlu didesain sedemikian rupa agar terlihat nyata, alamiah, dan indah.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Membaca Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Alam Melalui Teknik Mind Mapping pada Siswa Kelas XI IPS2 SMA 1 Cepiring Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016 Aliyah, Siti
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1320

Abstract

This study aim to know what the using of mind mapping learning model canimprove the activity and outcomes of learning of reading the Qur'an class XI SMAN IPS2 1 Cepiring Kendal in the academic year 2015/2016. This study design using classroom action research (Class Research and Development). Depending on the action, it can be concluded that: Using learning model mind map / mind mapping can improve learning outcomes recitation class XI student of SMAN 1 Cepiring IPS2 Kendal in academic year 2015/2016 from pre-conditions that they have not been able reading makhroj aspect, tajwid fluently to be able makhroj, tajweed and tartil fluently. Average value learning and reading outcomes also increased 70.52 into 86.88.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui pemanfaatanmodel pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasilbelajar membaca Al Qur’an siswa kelas XI IPS2 SMA 1 Cepiring KabupatenKendal tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan desainPenelitian Tindakan Kelas (Class Research and Developement). Berdasarkantindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pemanfaatan modelpembelajaran peta pikiran/mind mapping dapat meningkatkan hasil belajarmembaca Al Qur’an siswa kelas XI IPS2 SMAN 1 Cepiring KabupatenKendal tahun pelajaran 2015/2016 dari kondisi awal belum mampumembaca dengan aspek makhroj, tajwid dan fasih-tartil secara baik dan benarmenjadi mampu membaca dengan aspek makhroj, tajwid dan fasih-tartil.nilai Nilai rata–rata hasil belajar membaca juga mengalami peningkatan darikondisi awal rata-rata hasil belajar membaca 70,52 menjadi 86,88. 
Liberating People; Critical Pedagogy on the Revolutionary Thought of Hassan Hanafi Khasri, M. Rodinal Khair
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3914

Abstract

The researcher observed the dimension of critical pedagogy in the context of Hassan Hanafi revolutionary thought. He was very good founding the fundamental thought in theology of liberation named Left Islam. This research used a literature study and historical-factual method to analyze the dimension of critical pedagogy on Hassan Hanafi revolutionary thought. The result of this research was new understanding about critical pedagogy dimension on Hassan Hanafi thought. First. Dehumanization in the context of education is inseparable from the influence of Western cultural imperialism. Second, The critical pedagogy found in Hassan Hanafi's thoughts is a pedagogy that aims to eliminate the destructive nature caused by the one-dimensional view that results in educational disorientation from the true educational goal of liberating people. AbstrakArtikel ini mempresentasikan hasil penelitian terhadap pemikiran revolusioner Hassan Hanafi sehingga ditemukan dimensi pedagogi kritisnya. Hassan Hanafi merupakan sosok pemikir Islam yang sangat baik di dalam membangun pemikiran-pemikiran fundamental di dalam konteks teologi pembebasan, serta yang paling terkenal ia sebut dengan istilah “Kiri Islam”. Penelitian ini termasuk dalam klasifikasi studi literatur dengan metode historis-faktual di dalam menganalisis dimensi pedagogi kritis di dalam pemikiran Hassan Hanafi. Hasil penelitian ini adalah pemahaman baru tentang dimensi pedagogi kritis di dalam pemikiran Hassan Hanafi. Pertama, dehumanisasi dalam konteks pendidikan adalah akibat dari pengaruh imperialisme budaya Barat. Kedua, pedagogi kritis Hasan Hanafi fokus pada upaya membangkitkan kesadaran eksistensial di tengah beragam permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pedagogi kritis yang ditemukan di dalam pemikiran Hassan Hanafi merupakan pedagogi yang bertujuan untuk menghilangkan hal yang bersifat destruktif yang disebabkan oleh pandangan berdimensi-satu yang mengakibatkan disorientasi pendidikan dari tujuan pendidikan yang sesungguhnya yaitu memerdekakan manusia. 
Teaching Religious Character Education in Pre-School in the Era of Pandemic Kuswandi, Mar'atussholihah; Rohman, Arif; Hediansah, Disa
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2021.15.2.8575

Abstract

This study describes the learning process of religious-based character education at TK ABA Berbah, Sleman, during the Covid-19 pandemic. This study incorporates a qualitative research method with a descriptive case study approach. Findings suggest that the school implemented blended learning activities in which lessons are conducted online and offline. Habituation became a key activity during the offline session. The involvement of parents contributed to the success of learning during the pandemic, set an example, and monitor their kids at home. Blended learning provided an increase in the communication's intensity and the relationship between parents, children, and teachers so that teaching and learning religious-based character education can be conducted appropriately amid the Covid-19 pandemic.
Ilmu Ladunni dalam Perspektif al-Ghazali Sutiyono, Agus
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.564

Abstract

Science Ladunni inspiration is flowing light, which can occur after improvement (taswiyah). Rationally, all knowledge can be acquired through learning. This is key in pursuing the  events and education trips. Learning becomes importantwhen one wants to reach the succes top life in understanding the science. How to get the science ladunni according to al-Ghazali, namely; first, trying to grab all the knowledge and take the highest ration of science the most. Second, proper training (ar-riyad ash sad iqah) and supervision are valid (al-muraqabah as sahihah), and still a fraid God with truth. Third, thinking (tafakur), if the soul has learned and trained to be a science, then he bertafakur. Fourth rabbaniyah purify hearts decorated with zikrullah.AbstrakIlmu Ladunni ialah mengalirnya cahaya ilham, yang bisa terjadi setelah penyempurnaan (taswiyah). Secara rasional, semua ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui belajar. Ini merupakan kunci dalam meniti peristiwa dan perjalanan pendidikan. Belajar menjadi penting Ketika seseorang ingin mencapai puncakkeberhasilan hidupnya dalam memahami ilmu. Cara  mendapatkan ilmu ladunni menurutt al-Ghazali yaitu; pertama, berusaha meraih semua ilmu dan mengambil jatah terbanyak dari ilmu yang paling banyak. Kedua, latihan yang benar ( ar-riyad}ah as}-s}adiqah ) dan pengawasan yang sahih ( al-muraqabah as}-s}ahihah ), serta tetap merasa takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Ketiga, berfikir (tafakur), apabila jiwa telah belajar dan terlatih akan suatu ilmu, kemudian iabertafakur. Keempat mensucikan hati  rabbaniyah yang dihiasi dengan  z\ikrullah .
Implementasi Evaluasi Kinerja Guru Di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo Harjali, Harjali
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.909

Abstract

AbstractThe success of education is determined by the readiness of teachers in preparing their students through learning activities. The goal of this research is to know the implementation of the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Qualitative method is used to describe the implementation of teacher performance evaluation program. The result shows that the teacher performance evaluation program is needed by teachers to improve their performance so that quality standards can be reached. The program evaluation of MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo refers to the principle of management that includes four components, namely (1) Performance evaluation planning, (2) Organizing the performance evaluation, (3) implementing the performance evaluation, (4) Monitoring the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. AbstrakKeberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar.  Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan mengenai pelaksanaan program evaluasi kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar kinerja guru dapat selalu ditingkatkan dan mencapai standar tertentu, maka dibutuhkan suatu manajemen kinerja. Begitu pula dengan program evaluasi kinerja guru di MA. Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo, program tersebut juga mengacu pada prinsip manajemen yang meliputi empat komponen, yaitu (1) Perencanaan evaluasi kinerja, (2) Pengorganisasian evaluasi kinerja, (3) Pelaksanaan evaluasi kinerja, (4) Pengawasan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. 
Islamic Education and Da’wah Strategies Based on Culture in the Ilir-ilir Song of Sunan Kalijaga Mulyono, Mulyono
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5881

Abstract

The purpose of this study is to examine the educational and da’wah strategies based on the culture in the Song Ilir-ilir Sunan Kalijaga. By using library research methods and content analysis techniques, the results as follows: 1) With a cultural approach, Sunan Kalijaga invites and educates the public to embrace Islam as a new religion that came to Java around the 13-15 century AD. 2).  Persuasively, Sunan Kalijaga made people aware of Islam by carrying out the five pillars of Islam while leaving all beliefs and deeds prohibited by Islam. 3) With the metaphor of Blimbing (star fruit).  Sunan Kalijaga assures people that whoever obeys the commands of Islam, will find peace and happiness in living in this world and the hereafter. Educators and preachers in various events create the Ilir-ilir Song as a cultural-based educational and da’wah strategy that remains popular in the millennial era. AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi pendidikan dan dakwah Islam berbasis kultural dalam lagu Ilir-ilir Sunan Kalijaga. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dan teknik analisis isi (content analisys), maka hasilnya dapat disimpulkan berikut: 1) Dengan pendekatan kultural, Sunan Kalijaga mengajak dan mendidik masyarakat untuk memeluk Islam sebagai agama baru yang datang ke tanah Jawa sekitar abad 13-15 M. 2) Secara persuasif, Sunan Kalijaga menyadarkan masyarakat untuk memeluk Islam dengan melaksanakan rukun Islam yang lima seraya meninggalkan segala keyakinan dan perbuatan yang dilarang Islam; 3) Dengan metafora buah blimbing, Sunan Kalijaga menyakinkan masyarakat bahwa barangsiapa yang taat menjalankan perintah Islam, kelak mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Para pendidik maupun juru dakwah dalam berbagai event mengkreasi lagu Ilir-ilir sebagai strategi pendidikan dan dakwah berbasis kultural yang tetap populer di era millineal.   
SICI: Alternatif Model Pembelajaran PAI Unggulan Zulfa, Umi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.546

Abstract

This study aims to find a new PAI learning model that is more creative and innovative. Data collection methods used were observation, interview and documentation. The data analysis technique used was the qualitative analy-sis of interactive models. Based on the research methods used, the findings are: a) the policy of the PAI learning in SDIP Kroya deals with learning inside and outside the classroom, b) the implementation stages of the PAI learning are through religious values socialization, religious values inter-nalization, continuity and religious values institutionalization, c) learning outcomes indicate that the new religious values just become a custom made by students, not as strong character, d) the PAI learning model found with the name of SICI learning Model.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan satu model pembelajaran PAI yang baru, yang lebih kreatif dan inovatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik ana-lisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif model interaktif. Berda-sarkan metode penelitian yang digunakan, diperoleh temuan penelitian bah-wa: a) kebijakan tentang pembelajaran PAI di SDIP Kroya adalah pembela-jaran yang dilakukan di dalam kelas dan luar kelas, b) pelaksanaan pem-belajaran PAI melalui tahapan sosialisasi nilai agama, internalisasi nilai agama, kontinuitas dan institusionalisasi nilai agama, c) hasil pembelajaran menunjukkan bahwa nilai-nilai agama baru sekedar menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh subjek didik, belum sepenuhnya menjadi karakter yang kuat, d) temuan model pembelajaran PAI dengan nama Model Pembelajaran SICI.
Pengembangan Kualitas Kepribadian Guru Oktradiksa, Ahwy
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.590

Abstract

Teachers play a role in improving the quality of education. As individuals, the teacher is the embodiment of all the unique characteristics according to its position as the teaching profession stakeholders. Personality is the primary foundation for self-realization as an effective teacher in carrying out their professional duties. This requires a teacher to be able to realize effective personal to carry out the functions and responsibilities. Teachers must know himself and is able to develop in the direction of the realization of a healthy personal and plenary. Teacher's personality is an important factor for the success of ter-learning students. Personality of the teacher becomes an example for their students. Teacher's personality into the factors that determine good or bad personality of the child. Good personality became a teacher requirements. Abstrak Guru memegang peran dalam peningkatan mutu pendidikan. Sebagai pribadi, guru merupakan perwujudan dari seluruh keunikan karakteristik yang sesuai dengan posisinya sebagai pemangku profesi keguruan. Kepribadian merupakan landasan utama bagi perwujudan diri sebagai guru yang efektif dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Hal ini menuntut seorang guru harus mampu mewujudkan pribadi yang efektif untuk dapat melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya. Guru harus mengenal dirinya sendiri dan mampu mengembangkannya ke arah terwujudnya pribadi yang sehat dan paripurna. Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Kepribadian guru menjadi contoh bagi peserta didiknya. Kepribadian guru menjadi faktor yang menentukan baik atau buruknya kepribadian anak. Kepribadian yang baik menjadi persyaratan sorang guru. Kunci kunci: n.
Islamic Education in Supporting De-radicalization: A Review of Islamic Education in Pondok Pesantren Haryani, Tiyas Nur; Amin, Muhammad Ikhsanul; Arifah, Nur Hidayatul; Husna, Arina Mardhiyana
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2581

Abstract

This article present of the result of research about pondok pesantren (Islamic religious boarding school) education in confronting radicalism, focusing in researching the efforts of Pondok Pesantren Darusy Syuhadah in confronting radicalism. Collecting qualitative data through observation, documentation, and purposively sampled interviews. The result shows that pesantrens have a significant role in overcoming radicalism through its management of education model and curricula. Pondok Pesantren Darusy Syuhadah with Salaf education model build teaching and education to create generation of da’i (Islamic missionaries) and teachers of Islamic religion, so the curriculum prioritizes politeness and away from radicalism. AbstrakArtikel ini mempresentasikan hasil penelitian tentang pendidikan pondok pesantren dalam menghadapi radikalisme, memfokuskan pada upaya yang dilakukan pesantren Salaf di Pondok Pesantren Darusy Syuhadah dalam menghadapi radikalisme. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara purposive sampeling. Hasilnya menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran yang signifikan dalam mengatasi radikalisme melalui pengelolaan model pendidikan dan kurikulumnya. Pondok Pesantren Darusy Syuhadah dengan model pendidikan Salaf membangun pengajaran dan pendidikan untuk menciptakan generasi da'i dan guru agama Islam, sehingga kurikulumnya mengutamakan kesantunan dan jauh dari radikalisme. 

Filter by Year

2012 2025