cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Pendidikan Life Skills Berbasis Budaya Nilai-nilai Islami dalam Pembelajaran Mawardi, Imam
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.589

Abstract

This article explains about life skills education which has role to confirm human function as Allah’s servant and as khalifah in this world. Life skills can help stu-dents to overcome life problems. These skills include the science aspect, mentali-ty, and vocational skills which are related to students’ moral development in order to face the problems in their life. The function of life related to Islamic culture is not only as the skill of work but also widely include the skill for doing the duties as an Allah’s servant and khalifah. The development of curriculum based on life skills must be internalized in formal school learning. This idea is based on the view point that education is for the meaning of life and not for look-ing job. AbstrakArtikel ini membahas tentang pendidikan life skills yang berperan untuk men-gonfirmasi fungsi kemanusiaan manusia sebagai hamba Allah dan sebagai kha-lifah di muka bumi. Life skills sebagai keterampilan hidup dapat membantu pe-serta didik untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan. Keterampilan ini meli-puti aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan kejuruan yang berhubungan dengan perkembangan moral siswa yang mereka hadapi sebagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupannya. Fungsi keterampilan hidup terkait dengan nilai-nilai budaya Islam tidak hanya dipahami sebagai keterampilan untuk bekerja tetapi juga mencakup kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sebagai hamba dan khalifah Allah secara luas. Pengembangan kurikulum berbasis Life skills harus diinternalisasikan dalam pembelajaran sekolah formal. Ide ini didasarkan pada sudut pandang bahwa pendidikan adalah untuk kehidupan yang bermakna dan bukan hanya semata-mata mencari pekerjaan.
Learning Development Based On Multicultural In Inclusion School Wahid, Abdul; Sugiharto, DYP.; Samsudi, Samsudi; Haryono, Haryono
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2744

Abstract

The aim of the study was to describe the development of multicultural-based inclusion learning in TK Talenta Semarang. This type of research is qualitative descriptive. The findings in this study are that first, multicultural-based inclusion learning is more emphasized in the implementation and evaluation of learning, second, multicultural values grow in students through activities in religious centers that emphasize social piety respecting differences, third: differences in institutions inclusive education is a miniature of diversity in ethnicity, race and religion.AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran inklusi berbasis multikultural di TK Talenta Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa pertama, pembelajaran inklusi berbasis multi kultural lebih ditekankan pada pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, kedua, Nilai-nilai multikultural tumbuh dalam pribadi siswa melalui kegiatan di sentra agama yang menekankan kesalehan sosial menghormati perbedaan, ketiga : perbedaan yang ada di lembaga pendidikan inklusi merupakan miniatur dari keragaman suku, ras dan agama. 
Mind Skills Training Model through Experiential Learning as Guide Teacher and Islamic Counselors Supa'at, Supa'at; Azmi, Khilman Rofi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.3731

Abstract

This article is aimed to create mind skills training manual books for guidance teachers and counselors to increase counseling skills theoretically and practically. Mind skill used by counselors and guides teachers in MTs 1 Kudus, MTs TBS, and Muhammadiyah Kudus, Central Java to manage and think about what they think and do. It will implicate how they react and act, communicate, and respond to their counselee or client. This article used a development approach that modified from Borg and Gall model through three phases included (1) preparation, (2) implementation, and (3) trial. The mind skills training book was developed by referring to the needs of research subjects based on the results of interviews and literature studies. The result shows that the mind skills manual book for guide teacher counselor is accepted and fulfillment with an average value of 87% in the "very good" category for small group tests by corresponding of correctness, usefulness, and conformity aspect.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk membuat buku panduan pelatihan keterampilan pikiran untuk guru bimbingan dan konselor dalam rangka meningkatkan keterampilan konseling secara teoritis dan praktis. Keterampilan pikiran digunakan oleh konselor dan membimbing guru di MTs 1 Kudus, MTs TBS, dan Muhammadiyah Kudus, Jawa Tengah untuk mengelola dan berpikir tentang apa yang mereka pikirkan dan lakukan. Ini akan melibatkan bagaimana mereka bereaksi dan bertindak, berkomunikasi, dan menanggapi konseli atau klien mereka. Artikel ini menggunakan pendekatan pengembangan yang dimodifikasi dari model Borg dan Gall melalui tiga fase termasuk (1) persiapan, (2) implementasi, dan (3) percobaan. Buku pelatihan keterampilan pikiran dikembangkan dengan merujuk pada kebutuhan subyek penelitian berdasarkan hasil wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan keterampilan pikiran untuk guru BK membimbing diterima dan dipenuhi dengan nilai rata-rata 87% dalam kategori "sangat baik" untuk tes kelompok kecil dengan aspek ketepatan, kegunaan, dan kesesuaian.
Radikalisme Versus Pendidikan Agama Menggali Akar Radikalisme Dari Kekerasan Terhadap Anak Atas Nama Pendidikan Agama Thohir, Muhammad
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.521

Abstract

Education is not only limited to the pragmatic purposes for achieving various desired profession but also substantially, it aims to make a person more valuable in his life. Meanwhile, religion that considered as a greate and absolute value system was delivered particularly in different ways from the value itself. So, it will become the seeds of radicalism in the public interaction. This paper is the result of a conceptual development study that aimed to unravel the roots of radicalism by describing the children abuse facts in the process of religious education in Indonesia, both in family or school. The study explained the details of various aspects of the causes of the violent practices and analyzed it in religious, social and the educational management psychology perspectives AbstrakPendidikan tidak hanya terbatas pada tujuan pragmatis untuk mencapai berbagai profesi yang diinginkan, tetapi juga secara substansial, bertujuan untuk membuat seseorang lebih berharga dalam hidupnya. Sementara itu, agama yang dianggap sebagai sistem nilai yang besar dan mutlak disampaikan terutama dengan cara yang berbeda dari nilai itu sendiri. Jadi, itu akan menjadi benih-benih radikalisme dalam interaksi masyarakat. Tulisan ini merupakan hasil studi pengembangan konseptual yang bertujuan untuk mengungkap akar radikalisme dengan meng-gambarkan anak-anak penyalahgunaan fakta dalam proses pendidikan agama di Indonesia, baik dalam keluarga atau sekolah. Studi ini menjelaskan rincian ber-bagai aspek penyebab praktik kekerasan dan dianalisis dalam perspektif psikologi agama, sosial dan manajemen pendidikan.
Integrasi Pendidikan Anti Narkoba dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Machali, Imam
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.579

Abstract

This article describe the antidrug education and the integration of anti-drug education in the curriculum of Islamic religious and moral education of the year 2013. The results showed that the antidrug education began in elementary, jun-ior and senior high school that includes knowledge about drugs and the dangers, increase self-esteem, and the formation of assertiveness. Integration of anti-drug education in the curriculum of Islamic religious education and moral includes three aspects, namely: knowledge (cognitive), attitudes and behaviours (affec-tive), and skills (psychomotor). Implementation of antidrug education at school level using integrative-inclusive strategy. Anti-drug education learning man-agement can be integrated in all subjects, both religious and secular. Abstrak Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan anti narkoba dan integrasi pendidikan anti narkoba pada kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan antinarkoba sudah dimulai sejak SD, SMP dan SMA yang mencakup pengetahuan tentang narkoba dan bahayanya, peningkatan harga diri, dan pembentukan asertasi. Integrasi pendidikan anti narkoba pada kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mencakup tiga domain, yakni domain pengetahuan (kognitif), sikap dan perilaku (afeksi), dan keterampilan (psikomotorik). Implementasi pendidikan antinarkoba di jenjang sekolah menggunakan strategi integratif-inklusif. Manajemen pembelajaran pendidikan antinarkoba dapat diintegrasikan di semua mata pelajaran, baik agama maupun umum.
Pola Pembinaan Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial Guru di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Wahrudin, Bambang; Mukhibat, Mukhibat
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1832

Abstract

This research is motivated by the importance of personal competence and social competence teacher as the spirit of education. The focus of reasearch is know the program fostering personal competence and social competence teacherin SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo . Deep observation and interview used in this research by qualitative aproach. The result shows that personality competence development programs conducted in six (6) forms include: 1) Dhuhr and Asr prayers in congregation, 2) Baitul Arqom for teachers and employees, 3) Course / tahsin read the Koran for teachers and employees, 4) Pray tahajud ahad congregation every morning, and 5) Training Motivation and 6) Counseling, whereas social competence training program conducted by three (3) forms, namely: 1) Piket Sympathetic, 2) MGMPs and 3) Sinergy Building. These patern have made theacher have stong  professionaly and  authorityAbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial bagi guru sebagai ruh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pembinaan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Reset mendalam dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa Program pembinaan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial sumber daya manusia di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo menggunakan 6 (enam) bentuk meliputi: 1. sholat Dhuhur dan Ashar berjamaah, 2. baitul Arqom untuk guru dan karyawan, 3. kursus/tahsin baca al-Qur’an untuk guru dan karyawan, 4. sholat tahajud berjamaah setiap ahad dini hari, dan 5. training motivasi dan 6. konseling, sedangkan program pembinaan kompetensi sosial dilakukan dengan 3 (tiga) bentuk, yaitu: 1. paket Simpatik, 2.  MGMP dan 3. sinergy Building. Pola ini telah berhasil menghantarkan guru sebagai guru yang profesional yang kuat dan berwibawa.
Basic Theory of Islamic Education Management Danusiri, Danusiri
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.4195

Abstract

The purpose of this research is to find the principles  science about the management of Islamic education. The realization of this principles are collection of various concepts, propositions, and theoretical theory (basic  theory) on tahlili interpretation of a number of verses of the Qur'an or the syarah hadith tahlili to find the compound between the interpretation of verses or syarah hadiths with nomenclatures in concept, proposition, and theory of science of management of Islamic education. The result found 13 main principles of content and basic  theory of Islamic education management namely : first, Islamic Education Planning is long-term planning until hereafter; Second, Manager responsibility that each action is asked accountability ; ThirdThe organizing principle is every functionary in an institution must be loyal to the top leader in the implementation of the task, etc.Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip sains tentang manajemen pendidikan Islam. Realisasi prinsip-prinsip ini adalah kumpulan berbagai konsep, dalil, dan teori teoritis (teori dasar) tentang tafsir tahlili sejumlah ayat Al-Qur'an atau hadits syarah tahlili untuk menemukan senyawa antara tafsir ayat atau hadis syarah. dengan nomenklatur dalam konsep, proposisi, dan teori sains manajemen pendidikan Islam. Hasilnya menemukan 13 prinsip utama isi dan teori dasar manajemen pendidikan Islam yaitu: pertama, Perencanaan Pendidikan Islam adalah perencanaan jangka panjang sampai akhirat; Kedua, tanggung jawab Manajer bahwa setiap tindakan diminta pertanggungjawaban; Ketiga. Prinsip pengorganisasian adalah setiap pejabat dalam suatu institusi harus loyal kepada pemimpin puncak dalam pelaksanaan tugas, dll.
Building Students’ Moral Through Uswatun Hasanah Principles: A Systematic Literature Review Kandiri, Kandiri; Arfandi, Arfandi; Zamili, Moh.; Masykuri, Masykuri
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2021.15.2.8179

Abstract

School or madrasah needs to instill good attitudes in the form of speech and behavior in daily activities. The prophet taught Muslims a good example (uswatun hasanah) for students when they gathered and interacted with different communities. Uswatun hasanah, or excellent conduct, is an Islamic religious value born from training and habitual action by providing a good example. Religious and moral education is essential as the root of forming a believer-pious person. This study seeks to understand uswatun hasanah through systematic literature by exploring knowledge patterns in the national database. The results indicate that good moral guidance (uswah) is not based on theoretical teaching but necessitates concrete examples through the role and responsibility of educators in the context of learning and learning processes. As such, educators should be an example (uswatun hasanah) (a good example) for students through excellent conduct in day-to-day activities.
Perkembangan Minat Masyarakat pada Madrasah Aliyah di Kota Gorontalo Luneto, Buhari
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.568

Abstract

The Act No. 20, 2003 of National Education System explains that Madrasah Aliyah as an Islamic educational institution has been equated with other public schools. This equivalence does not change automatically the public of Gorontalo perception toward Madrasah Aliyah as a second choice. Such perception affects the community interest to send their children to Madrasah Aliyah. However, Madrasah Aliyah in Gorontalo still has great prospect inthe future. So some very urgent improvement and imaging is performed by Madrasah Aliyah. This improvement is very important because most people see Madrasah Aliyah as second-class school and its graduates do not have brilliant future. In fact, Madrasah Aliyah can create human resources whohave intact insight, are divinity insight, social insight and scientific insight. AbstrakMadrasah Aliyah sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam telah disetarakan kedudukannya dengan sekolah umum lainnya berdasarkan UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional RI Tahun 2003.Meski posisinya setara, tidak serta merta merubah persepsi masyarakat Gorontalo terhadap Madrasah Aliyah sebagai pilihan kedua. Persepsi seperti ini mempengaruhi minatmasyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke Madrasah Aliyah. Meski demikian, Madrasah Aliyah di Gorontalo masih memiliki prospek yang besar di masa depan. Maka beberapa terobosan yang sangat urgen dilaksanakan adalah pembenahan dan pencitraan terhadap Madrasah Aliyah. Ini penting karenasebagian besar masyarakat memandang Madrasah Aliyah sebagai sekolah kelas dua serta lulusan Madrasah Aliyah yang tidak memiliki jaminan masa depan yang cemerlang. Padahal, Madrasah Aliyah dapat menciptakan sumber daya manusia yang memiliki wawasan yang utuh yaitu wawasan ketuhanan, wawasan kemasyarakatan dan wawasan keilmuan.
Aplikasi Bahan Ajar Bahasa Arab Bermedia Komputer dalam Memotivasi Belajar Siswa Kelas XI Semester II di Madrasah Aliyah Negeri 4 Muaro Jambi Yamin, Martinis
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1282

Abstract

This article is the result of field research on the aplication of teaching materials in Arabic by computer in Class XI MAN 04 Muara Jambi. This type of research is Research and Development (R D). The purpose of this study increase students' motivation using teaching materials in Arabic by computer. The research found that the Arabic language teaching materiadels using computer media can increase students learning motivation class XI Madrasah Aliyah Negeri at Muara Jambi 4 significantly. It is based improvement very clear from the pre-test before using teaching materials bermedia kompoter obtained value of 63.77 and after using it obtained value of 81.5.AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian lapangan tentang penggunaan bahan ajar Bahasa Arab bermedia komputer pada Siswa Kelas XI MAN 04 Muara Jambi. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian (RD) Research and Development. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan bahan ajar bermedia komputer. Hasil penelitian menemukan bahwa bahan ajar bahasa Arab bermedia komputer dapat meningkatkan motivasi belajar Siswa Kelas XI Semester II Di Mad-rasah Aliyah Negeri 4 Muara Jambi secara signifikan dengan hasil pre-test 63,77 dan post-test 81,5.

Filter by Year

2012 2025