cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
The Importance of Problem Based Learning in Islamic Higher Education Kholis, Nur
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2532

Abstract

This article aims to explain the importance of applying the Problem Based Learning (PBL) method in Islamic Religious Colleges (PTKI). this study uses literature review. The results of the study indicate that PBL is a constructive learning method that uses problems as a trigger for the learning process. This method is important for students in Islamic higher education in constructing their own learning experiences and knowledge, to improve critical thinking skills, problem solving, train communication skills, and improve student learning outcomes. AbstrakArtikel ini bertujuan memaparkan tentang pentingnya penerapan metode Problem Based Learning (PBL) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL adalah metode pembelajaran konstruktivistik yang menggunakan masalah sebagai pemicu proses pembelajaran. Metode ini penting untuk mahasiswa di pendidikan tinggi Islam dalam mengkonstruk pengalaman belajar dan pengetahuan sendiri, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, melatih keterampilan komunikasi, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa. 
Learning Innovation with Mobile Devices ICT In Majlis Ta’lim Raudhotun Nisa Jakarta, Indonesia Nuraeni, Heni Ani
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5979

Abstract

Information Communication Technology (ICT) is a public demand in the industrial era 4.0. This study examines the use of mobile devices (ICT) in learning at the Majlis Ta’lim Raudhatun Nisa, Jakarta, Indonesia. Majlis ta'lim is a conventional Islamic educational institution for studying and practicing religious knowledge. The results of the study found that the majlis ta'lim Raudhotun Nisa was quickly responds to the demands of the times by making basic learning innovations. Learning does not only use conventional media but has used mobile devices in the form of projectors, laptops, and smartphones including WhatsApp, Facebook, and Instagram. Although most of the participants are elderly people who are not tech-savvy yet, the use of mobile devices has served as a means of socialization and communication and an effective means of modern learning. Abstrak: Teknologi Komunikasi Informasi (TIK) merupakan tuntutan masyarakat di era industri 4.0. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan perangkat seluler (TIK) dalam pembelajaran di Majlis Ta'lim Raudhatun Nisa, Jakarta, Indonesia. Majlis ta'lim adalah lembaga pendidikan Islam konvensional untuk mempelajari dan mengamalkan ilmu agama. Hasil penelitian menemukan bahwa majelis ta'lim Raudhotun Nisa dengan cepat merespon tuntutan zaman dengan membuat inovasi pembelajaran dasar. Pembelajaran tidak hanya menggunakan media konvensional tetapi telah menggunakan perangkat mobile berupa proyektor, laptop, dan smartphone termasuk WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Meski sebagian besar pesertanya adalah lansia yang belum paham teknologi, penggunaan perangkat seluler telah berfungsi sebagai sarana sosialisasi dan komunikasi serta sarana pembelajaran modern yang efektif.
Pelaksanaan Terapi Wicara dan Terapi Sensori Integrasi pada Anak Terlambat Bicara Sunanik, Sunanik
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.542

Abstract

Abstract The background of this research is the idea that a speech and language disorder is the causes of developmental disorders that are commonly found in children. Such disorder increases rapidly. Some reports put a number of speech and lan-guage disorder in the ranges from 5-10% in school children. This makes the speech delay as the most common disorder in childhood, so that quick treatment and appropriate therapy are highly needed for children with speech delay. The therapies made are speech therapy and sensory integration. The implementation of speech therapy and sensory integration should be given to children as early as possible. Speech therapy and sensory integration in children with speech delay have important role in determining the child's language development and motor skills. Inclusive education is education that puts all learners with special needs in the regular school day. In this kind of education, teachers have full responsi-bility for learners with special needs.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi bahwasanya gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pa-da anak. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5-10% pada anak sekolah. Hal ini menjadikan keterlambatan bicara adalah kelain-an yang paling umum terjadi pada masa anak-anak, sehingga diperlukan pena-nganan yang cepat dan terapi yang sesuai dengan kebutuhan dan tentunya yang terbaik bagi anak-anak terlambat bicara. Di antaranya adalah terapi wicara dan sensori integrasi. Pelaksanaan Terapi wicara dan sensori integrasi hendaknya diberikan kepada anak sedini mungkin. Terapi wicara dan sensori integrasi pada anak terlambat bicara mempunyai peranan penting dan menentukan perkem-bangan bahasa dan motorik anak selanjutnya.
Nilai Profetis Pendidikan Islam untuk Menanggulangi Perdagangan Manusia Sulhan, Moh.
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.585

Abstract

Trafficking creates human as commerce object by deception modus, trap, tease, fake appointment, forcing and exploitation, even the violations that insult the human. The Consortium of Indonesia Migrant Labour (KOBUMI) noted that 1-1.5 million from 5 million of Indonesia migrant labours are the victim. American Center for International Labor Solidarity (ACILS) report in 2003 noted that 700.000 to 1 million Indonesia migrant labours who is employable as prostitute. Many of provinces in Indonesia, such as North Sumatra, Riau, Lampung, West Java, Jakarta, Central Java, East Java, West Borneo, East Borneo, North Cele-bes, Bali, and The West Lesser Sundas are the sources of trafficking area. Seeing that trafficking serious problem in Indonesia, it is important to encourage the prevention by adopting many of ethic values as the reinforcement of human re-source and education. Here, Islamic education is important enough to overcome anti-trafficking.AbstrakTrafficking menjadikan manusia sebagai objek perdagangan melalui modus pen-ipuan, jebakan, bujuk rayu, janji palsu, pemaksaan dan eksploitasi serta bentuk-bentuk pelanggaran yang merendahkan martabat manusia. Konsorsium Buruh Migran Indonesia (KOBUMI) mencatat 1-1,5 juta dari 5 juta buruh migran In-donesia adalah korban. American Center for International Labor Solidarity (ACILS) report 2003 mencatat terdapat 700.000 sampai 1 juta buruh migran Indonesia yang dipekerjakan sebagai pekerjaan seksual, penghibur, dan ek-sploitasi kerja lainnya. Banyak propinsi di Indonesia seperti, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Bali dan Nusa Tenggara Barat adalah sumber daerah Trafficking. Melihat demikian serius problem Trafficking di In-donesia, dirasa sangat penting untuk mencari bentuk pencegahan melalui adopsi berbagai nilai etis bagi penguatan sumber daya manusia, penguatan kapasitas dengan pendidikan. Di sini, letak Pendidikan Islam untuk menanggulangi anti Trafficking ini menjadi penting untuk dirumuskan.
Modernisasi Lembaga Pendidikan Pesantren Perspektif Azyumardi Azra Bashori, Bashori
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1881

Abstract

The existence of pesantren as an Islamic educational institution that has advantages both from aspects of scientific tradition and the transmission and intensity of Muslims has been threatened by the current globaisasi. Based on literature study, this paper intends to write Azyumardi Azra idea about modernization of pesantren. The result of the research shows that the idea of pesantren modernization should be able to develop a proper appreciation of all the developments that occur in the present and future, so that it can produce a broad-minded scholar, but must retain the main character of producing ulama and tafaqquh fiddien center without carrying the flow of globalization Abstrak Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam terancam oleh adanya arus globaisasi. Berdasar studi pustaka, tulisan ini bermaksud untuk menuliskan gagasan Azyumardi Azra tentang modernisasi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan modernsasi pesantren harus bisa menumbuhkan apresiasi yang sepatutnya terhadap semua perkembangan yang terjadi di masa kini dan mendatang, sehingga dapat memproduksi ulama yang berwawasan luas, namun harus tetap mempertahankan ciri utamanya yaitu memproduksi ulama dan pusat tafaqquh fiddien tanpa terbawa arus globalisasi.
The Implementation of Role of Kuttab Al-Fatih (KAF) Philosophy in Islamic Character Education Hafnidar, Hafnidar; Mansor, Rosnidar; Nichiappan, Suppiah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.5184

Abstract

The aim of study was to understand about the implementation of role of kuttab al fatih (KAF) philosophy in islamic character education. This research used qualitative method. The study revealed that the KAF philosophies are "the faith before the Quran” “the adab before the knowledge" and “the knowledge before the actions (‘amal), which are believed to aid KAF to achieve its vision and mission. The implementation of KAF Philosophies in Islamic character education creates a solid foundation of faith which contains basic values for students who contain character good personalities such as obedient, responsible, disciplined, hard-working, long term concentration or focus, away from prohibitions, vices, sincere, be grateful, and motivated because of Allah. KAF philosophies delivered to all parties in KAF included students, parents, teachers, management, staff Foundation, cleaning service and driver. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tentang implementasi peran filosofi kuttab al fatih dalam pendidikan karakter Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Studi ini mengungkapkan bahwa filosofi KAF adalah "Iman sebelum Quran" "Adab sebelum Ilmu""Ilmu sebelum tindakan (amal), yang diyakini membantu KAF untuk mencapai visi dan misinya. Penerapan KAF Philosophies dalam pendidikan karakter Islam menciptakan fondasi iman yang solid yang berisi nilai-nilai dasar bagi siswa yang mengandung karakter kepribadian yang baik seperti taat, bertanggungjawab, disiplin, pekerja keras, konsentrasi atau fokus jangka panjang, jauh dari larangan, kejahatan, tulus, bersyukur, dan termotivasi karena Allah. Filosofi KAF disampaikan kepada semua pihak di KAF termasuk siswa, orang tua, guru, manajemen, staf Yayasan, layanan kebersihan dan sopir.
Rekrutmen Tenaga Pendidik dalam Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Jambi Marwazi, K.A. Rahman, Ardiansyah, dan
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.518

Abstract

The purpose of this research is to know the process of teacher recruitment to improve the quality of Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Jambi. The method used descriptively qualitative. Data  collection used observation, interview, and document study. The result of the research showed that the process of teacher recruitment whice conducted was good. The recruitment activity was began by planning of teacher need that was by analyzing the present teacher need, the announcement of teacher vacancy, the requirement that should be acquired by teacher candidate, using some test in selection section, and deciding teacheracceptance. Researchers suggested the teacher recruitment activity at MAN Insan Cendikia Jambi should be kept, or improved if possible. Especially in the vacancy announcement extended teacher and files relating to the recruitment of teachers should be archived.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses rekrutmen tenaga pendidik dalam peningkatan mutu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Jambi. Metode yang digunakan deskiptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses rekrutmen guru yang dilakukan sudah baik. Kegiatan rekrutmen ini diawalidengan perencanaan kebutuhan guru, pengumuman adanya lowongan guru, persyaratan yang harus dipenuhi calon guru, seleksi dengan berbagai tes, dan penentuan penerimaan guru. Peneliti menyarankan agar kegiatan rekrutmen tenaga pendidik pada MAN Insan Cendekia Jambi di pertahankan, bila perlu ditingkatkan agar lebih baik lagi. Terutama dalam pengumuman lowongan guru diperpanjang dan berkas-berkas yang berkaitan dengan rekrutmen guru sebaiknya diarsipkan.
Pragmatisasi Pendidikan dalam Dunia Kerja Malikah, Nurul
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.575

Abstract

Vocational education as a part of the National Education system plays a strategic role for the realization of the skilled national labor. Because each vocational graduates is created to become good human resources, in the sense that when theyhave completed vocational school they able to apply the knowledge. But in fact, the graduates of vocational school is recognized only by itself school and still lack confidence in the business and industrial world. The old model of vocational education has disadvantage, is education model that was conducted unilaterally so that students left behind by the progress of the business/industrial world. Creating creativity and independence of the student is the right answer to avoiddependency and to reduce the unemployment rate. The Awareness of selfdevelopment by enhancing the students' confidence and self-reliance is an important part to prepare for the long-term goal achievement. AbstrakPendidikan kejuruan sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan Nasional, memainkan peran yang sangat strategis bagi terwujudnya angkatan tenaga kerja nasional yang terampil. Karena setiap lulusan SMK memang diciptakan untuk menjadi sumber daya manusia yang siap pakai, dalam arti ketika mereka telah menyelesaikan sekolahnya mereka dapat menerapkan ilmu yang telah merekadapat sewaktu di sekolah. Namun pada kenyataannya, tamatan SMK hanya diakui oleh sekolah sendiri dan masih minimnya kepercayaan dunia usaha dan duniaindustri. Pendidikan kejuruan model lama memiliki kelemahan yaitu, penyelenggaraan pendidikan secara sepihak sehingga anak didik tertinggal oleh kemajuan dunia usaha/dunia industri. Menciptakan kreativitas dan kemandirian siswa, merupakan jawaban tepat untuk menghindari ketergantungan dan dapat mengurangi tingkat pengangguran. Kesadaran mengembangkan diri dengan meningkatkan kepercayaan dan kemandirian siswa, merupakan bagian penting untuk mempersiapkan pencapaian tujuan jangka panjang.
Menyelesaikan Problem Materi Belajar bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus dengan Research and Development in Education Irfan, Lukman
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1308

Abstract

This paper discusses the problem of education for children with special needs (difable) related to problems of educational material for them, such as curriculum design, the design of textbooks, learning model, and the design of instructional media. Research conducted by the authors prove that these problems can be solved by using Method Research and Development (R D) in Education. Excellence of R D is a design study that combines theory, experts, and real conditions on the ground so that the results are very good and appropriate. R D also has a very small risk in product development and learning materials for children with special needs, because product trials conducted in stages from small, medium, and then a large scale. Key Word: Education, Difable, R D.AbstrakPaper ini membahas bertujuan menyelesaikan problem pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (difable) terkait dengan problem materi pendidikan bagi mereka, seperti desain kurikulum, desain buku ajar, model pembelajaran, dan desain media pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis membuktikan bahwa problem tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan Metode Research and Development (R D) in Education. Keunggulan R D di antaranya adalah desain penelitian yang menggabungkan antara teori, ahli, dan kondisi riil di lapangan sehingga hasilnya sangat bagus dan tepat. R D juga mempunyai risiko yang sangat kecil dalam pengembangan produk materi belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus, karena uji coba produk dilakukan secara bertahap dari skala kecil, menengah, dan kemudian skala besar.
The Reconstruction of Educational Basis in Homeschooling Group Khoiru Ummah Purnama, Sigit
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3322

Abstract

The growth of community-based schools such as homeschooling is a new trend in Indonesia. This model was introduced with more emphasis on the role of parents in education, islamic knowledge and thought as learning material. This article discusses the basic reconstruction of education, strategic applications, and learning techniques applied in the Homeschooling Khoiru Ummah Group (HSG KU). This is qualitative research with a descriptive-analytical approach. Data is collected through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that in the HSG KU perspective, al-Ma'rifah is divided into two (1)al-'ilmu which have material as the object of research (al-maddah) obtained through the scientific method (thariqah ilmiyyah) and (2)tsaqofah which has materials as objects of research (al-maddah) and ideas (al-fikrah) are obtained through rational methods (tariqah aqliyyah). HSG KU implements talaqiyyan fikriyan (thoughts delivered through meetings) as learning strategies. While the technique (uslub) in learning is through dialogue, discussion, experimentation, and direct practice.

Filter by Year

2012 2025