cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Potensi Lokal; Alternatif Ketahanan Pangan Berupa Tepung Magrove Mulyatun, Mulyatun
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.189 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.182.3260

Abstract

Mangrove fruit can be explored as a new local food source, especially in areas that have the potential of mangrove forests such as in the village of Bedono Sayung demak. Brayo and lindur mangrove fruits have the opportunity to be explored as alternative food ingredients because its contain high carbohydrates so they can be processed into flour. The stages of the community service program carried out are: (1) The socialization of the utilization of mangrove fruit; (2) training; (3) Monitoring and Mentoring. The impacts of this community service program include: (1) increasing public awareness to utilize brayo and lindur mangrove fruits for alternative food in the form of mangrove flour, (2) increasing community knowledge and skills in brayo and lindur mangrove processing into flour mangrove substitute for flour, (3) Encouraging the growth of business group in processing mangrove fruit into mangrove flour and processing of mangrove flour into various high-value economic cakes so that it is expected to improve the welfare of the village community Bedono Sayung Demak. Buah mangrove dapat dieksplorasi sebagai sumber pangan lokal baru terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi hutan mangrove seperti di Desa Bedono Sayung demak. Buah mangrove jenis brayo dan lindur mempunyai peluang untuk dieksplorasi sebagai bahan pangan alternatif karena mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga dapat diolah menjadi tepung. Tahapan program pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah: (1) Sosialisai pemanfaatan buah mangrove; (2) pelatihan; (3) Monitoring dan Pendampingan. Dampak yang dihasilkan dari program pengabdian masyarakat ini antara lain: (1) meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan buah mangrove jenis brayo dan lindur untuk pangan alternatif berupa tepung mangrove, (2) meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat bidang pengolahan buah mangrove jenis brayo dan lindur menjadi tepung mangrove pengganti terigu, (3) Mendorong tumbuhnya kelompok usaha pengolahan buah mangrove (brayo dan lindur) menjadi tepung mangrove dan pengolahan tepung mangrove manjadi beragam kue bernilai ekonomi tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Bedono Sayung Demak.
Penguatan Perekonomian Masyarakat dalam Pemanfaatan “Tunteng” Limbah Tambak Air Tawar melalui Wirausaha Produksi Aneka Makanan Camilan Ulum, Miftachul; Mun'im, Abdul; Juliyani, Erly; Nisa, Khoirun
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.803 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4138

Abstract

Gresik Regency is famous for its industrial cities, almost all in the city of Gresik are surrounded by national industries, but not all Gresik regencies are in the form of industries including Manyar sub-districts. Manyar sub-district is in the form of agricultural land in the form of freshwater ponds. The condition of freshwater ponds does not always run without constraints in management, sometimes it works with abundant yields in fish production and sometimes also decreases production. The presence of small fish carried by river water flows can also be a barrier to the development of fish in the pond. Such conditions are always an unavoidable part. Through assistance in service in the Tanggulrejo village of Manyar Sub-district, the community has improved itself, the community has made freshwater fishponds in the form of fish carried by the swift flow of river water from neglected into commodities that can increase added value to the community's economy. From non-value, it is now a work commodity that generates financial resources in increasing income. Through assistance in the form of fish processing training - people are aware that the potential of their ponds can be better utilized and have more value than before. Kabupaten Gresik terkenal dengan kota industry, hampir seluruh dikota Gresik dikelilingi oleh industri nasional, namun tidak semua wilayah kabupaten Gresik berupa industri termasuk kecamatan Manyar. Kecamatan Manyar sebagian wilayahnya berupa lahan pertanian  berupa tambak air tawar. Kondisi tambak air tawar tidak selamanya berjalan tanpa kendala dalam pengelolaan,   terkadang berhasil dengan hasil yang melimpah dalam produksi ikan dan terkadang juga mengalamai produksi yang berkurang. Kehadiran ikan-ikan kecil yang terbawa oleh arus air sungai juga dapat menjadi penghambat perkembangan ikan-ikan  yang ada di dalam tambak. Kondisi semacam ini selalu menjadi bagian yang tidak dapat dihindari. Melalui pendampingan dalam pengabdian di desa Tanggulrejo Kecamatan Manyar masyarakat telah berbenah diri ,masyarakat telah menjadikan limbah tambak air tawar berupa ikan-ikan yang terbawa oleh derasnya aliran air sungai dari yang terabaikan menjadi komoditas yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Dari yang tidak bernilai sekarang menjadi komoditas kerja yang menghasilkan sumber keuangan dalam meningkatkan pendapatan. Melalui pendampingan berupa pelatihan pengolahan ikan-ikan masyarakat menyadari bahwa potensi tambak mereka dapat dimanfaatkan dengan lebih baik dan lebih mempunyai nilai dibandingkan sebelumnya.
Membangun Kesadaran Anak dalam Program Sehat Berawal Dari Cuci Tangan Anggraeni, Vina Juliana; Kurnia, Dewi; Lukitasari, Leni; Idar, Idar
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.747 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4148

Abstract

Transmission of bacterial infections in school student is very common. Diarrhea and upper respiratory tract infections is one of the diseasses caused by bacterial infections. Preventif step are needed so that transmission of the diseassse is not widespread. One of them is by providing the right information about healthy living. The spread of bacterial infections can be minimized by maintaining hand hygiene by proper hand washing. In islam, cleanliness is part of faith. This is line with developing science. The spread if disease will be easily stopped when carrying out a healthy and clean life. In this program counseled student from grade 1 and 2 SDN 2 Neglasari, Purwakarta. Education of lower-level school student required appropriate methods. One of them with interactive learning media that’s show pictures and movements directly. This method has been proven effective compared to lecture methods for children. Penularan penyakit infeksi bakteri pada anak sekolah sangat sering terjadi.Diare serta ISPA merupakan salah satu penyakit yang ditimbulkan akibat infeksi bakteri. Diperlukan langkah preventif agar penularan penyakit ini tidak meluas.Salah satunya dengan pemberian informasi yang tepat mengenai hidup sehat.Penyebaran penyakit infeksi bakteri dapat diminimalisir dengan menjaga kebersihan tangan dengan cara cuci tangan yang benar. Di dalam ajaran agama Islam, kebersihan merupakan sebagain dari Iman.Hal ini sejalan dengan ilmu pengetahuan yang berkembang. Penyebaran penyakit akanmudah dihentikan ketika melakukan hidup sehat dan bersih. Pada program ini dilakukan edukasi terhadap siswa  kelas 2  SDN 2 Neglasari, Purwakarta. Edukasi terhadap anak sekolah tingkat bawah diperlukan metode yang sesuai.Salah satunya dengan media pembelajaran interaktif yang menunjukkan gambar dan gerakan secara langsung.Metode ini sudah dibuktikan efektif dibandingkan dengan metode ceramah untuk anak.
Pengembangan Eduecotourism sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat pada Kawasan Pedesaan Suyanto, Suyanto
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.598 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4139

Abstract

The tourism industry sector is proven to play an important role in opening employment opportunities through developing local potentials to build rural areas, as well as improving the welfare of people in a country.  As an effort to develop local potential of rural areas, there is a good collaboration between tourism organization and local government. One of the local potentials development programs in rural areas can be done through Eduecotourism program which is expected to have positive impact on the improvement of Community welfare in rural areas, because with the program, social condition Community and socio-cultural economies that occur in the countryside can be lifted. The development of eduecotourism in rural areas can open new jobs in the tourism industry, especially for rural communities, thereby increasing community revenue, as well as minimizing the number of poor people in rural areas. This study shows that rural areas have tremendous tourism potential for eco-tourism development and education through Eduecotourism program. Sektor Industri pariwisata terbukti memegang peran penting dalam membuka kesempatan kerja  melalui pengembangan potensi lokal untuk membangun daerah  pedesaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu Negara.  Sebagai upaya pengembangan potensi lokal kawasan pedesaan diperlukan adanya kolaborasi yang baik antara Organisasi Pariwisata dan pemerintah daerah. Salah satu program pengembangan potensi lokal di daerah pedesaan dapat dilakukan melalui program eduecotourism yang  diharapkan dapat berdampak positif pada peningkatakan kesejahteraan masyarakat di  pedesaan, karena dengan program tersebut, kondisi sosial ekonomi masyarakatdan sosial budaya yang terjadi di Pedesaan dapat terangkat dan semakin sejahtera. Pengembangan eduecotourism di daerah pedesaan dapat membuka lapangan kerja baru dalam industri pariwisata, terutama  bagi masyarakat pedesaan, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat, serta meminimalkan jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan. Kajian ini menunjukkan bahwa kawasan  pedesaan  memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa untuk pengembangan eko-pariwisata dan pendidikan melalui program eduecotourism.
Meningkatkan Pemahaman Masyarakat dalam Sosialisasi Bahaya Cemaran Logam Berat Pada Kosmetik Fatmawati, Fenti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.267 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4149

Abstract

Cosmetics are ingredients or preparations used on the outside of the human body (epidermis, hair, nails, lips, and external genital organs) or teeth and oral mucous membranes, especially to cleanse, fragrance, change the appearance and improve body odor or protect or preserve the body in good condition. Cosmetics become a tool for women to make them more beautiful. But often they are not aware of the heavy metal content in cosmetics. For this reason, socialization in the community, especially women, is needed for the importance of choosing safe cosmetics by the CLICK CEK method. Communities need to be protected from cosmetics circulation that does not meet safety, usefulness and quality requirements that can endanger the health of the community itself. As for the targets of this activity are the women who are member of PKK RW 08 kecamatan Rancasari, kelurahan Manjahlega Bandung. Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Kosmetik menjadi alat bagi kaum hawa untuk menjadikan mereka lebih cantik. Namun seringkali mereka tidak menyadari kandungan logam berat dalam kosmetik tersebut. Untuk itu maka diperlukan adanya sosialisasi pada masyarakat khususnya para wanita akan pentingnya cara memilih kosmetik yang aman dengan metode CEK KLIK. Masyarakat perlu dilindungi dari peredaran kosmetika yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, kemanfaatan dan mutu yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat itu sendiri. Adapun yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah para kaum wanita yang menjadi anggota PKK RW 08 Kelurahan Rancasari, Kecamatan Manjahlega Bandung.
Peningkatan Kualitas Keberagamaan melalui Pembelajaran Alquran bagi Keluarga Muda Urban Maskur, Ali; Saifudin, Saifudin; Nisa', Khoirotin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.663 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4140

Abstract

The Learing of the Koran for young urban families in Gondoriyo Ngaliyan Semarang includes makharij letters, tajwid, reading with tartil and additional material in the form of fiqh of worship which is carried out daily. The method of listening to the cleric read then the tikrar (imitating together and personal) followed by reading in front of the cleric is very effective. The ability of students is monitored and can be monitored directly. Koran learning options based on needs analysis with awareness must be able to read the Koran which finally can teach their children later, arrange curriculum in accordance with the ability and level of education, learning methods and selection of learning time three times a week carried out after the evening prayer or evening. One of the keys to the success of learning in urban urban societies is to align diverse needs because of their homogeneity. Personal approach, dialogue and offerings by seeing the saturation of life so that it requires a fountain of life, that is, religion properly. Pembelajaran Alquran bagi keluarga muda urban di Gondoriyo Ngaliyan Semarang meliputi makharij huruf, tajwid, membaca dengan tartil dan materi tambahan berupa fikih ibadah yang dilakukan sehari-hari. Metode mendengarkan ustadz membaca kemudian tikrar (menirukan bersama dan personal) dilanjutkan membaca dihadapan ustadz sangat efektif. Kemampuan santri terpantau dan dapat dimonitor secara langsung. Pilihan pembelajaran Alquran berdasarkan analisa kebutuhan dengan kesadaran harus bisa membaca Alquran yang akhirnya bisa mengajari anak-anaknya kelak, menyusun kurikulum yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat pendidikan, metode pembelajaran dan pemilihan waktu pembelajaran seminggu tiga kali dilaksanakan setelah sholat maghrib atau isya. Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran di masyarakat urban perkotaan dengan menyelaraskan kebutuhan kebutuhan yang beragam karena homoginitasnya. Pendekat personal, dialogis dan penawaran dengan melihat jenuhnya kehidupan sehingga membutuhkan mata air kehidupan yaitu beragama secara baik dan benar.
Students’ Movement as “Detik” Cadre to Improve “PHBS” and Making School of Mosquito Larvae Free Mariam, Siti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.735 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4150

Abstract

MI Nyatnyono 02 West Ungaran District of Semarang Regency is used as a model to create a school of mosquito larvae free. The method of these activities used participatory action research. The Detik program is the realization of Jumantik, foster and train students to monitor larvae around school and their own home by filling up the form. The activities involved 50 students of fourth and fifth graders. They were coached with dengue prevention learning materials. The activities were carried out for five days consisting of training and coaching, the competition to create bulletin boards and environmental movement by planting mosquito repellent plants such as lavender and geranium. The students fulfill the form once a week. The teacher as Jumantik in charge then submits the monthly summary report to the Puskesmas to complete the periodic inspection of larvae data within 3 months and then follow up. MI Nyatnyono 02 kecamatan Ungaran Barat, kabupaten Semarang digunakan sebagai model sekolah bebas jentik. Metode kegiatan ini adalah penelitian tindakan participatory. Program Detik (Detektif Jentik) adalah realisasi dari Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang membina dan melatih siswa untuk memonitor jentik dilingkungan sekolah dan rumah mereka dengan mengisi blangko. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa kelas 4 dan 5. Mereka dibekali materi pembelajaran pencegahan demam berdarah dengue dan pemberantasan sarang nyamuk. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari yang terdiri dari pelatihan, pembekalan, lomba majalah dinding dan gerakan cinta lingkungan dengan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium. Siswa mengisi blangko seminggu sekali dan menyerahkan kepada guru sebagai penanggung jawab jumantik disekolah. Selanjutnya diserahkan ke Puskesmas melengkapi data pemeriksaan jentik berkala setiap 3 bulan sekali dan kemudian ditindak lanjuti.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industry Nata De Coco Berbasis Potensi Lokal Wijayanti, Erna
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.663 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4141

Abstract

Tulakan Village, located in Pacitan Regency, has high potential to be developed, that is coconut water. However, people here have not yet empowered coconut water since coconut water is considered to be a waste, accordingly, it is necessary to hold a counseling activity on processing coconut water into more valuable and useful products. Alternatively, coconut water can be processed into nata de coco. The outreach activities include three stages: preparation, implementation and evaluation. These community service activities are able to increase public awareness and understanding that goods that are considered waste can be transformed into products that have more added value (add value) with the presence of relevant creativity and skills. Eventually, people in this village will be able to process coconut water into nata de coco, as well as knowing the benefits of nata de coco for health. Desa Tulakan merupakan desa di Kabupaten Pacitan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, khususnya air kelapa. Masyarakat di Desa Tulakan belum memberdayakan air kelapa karena air kelapa dianggap limbah, oleh karena itu perlu diadakan kegiatan penyuluhan mengenai pengolahan air kelapa menjadi produk yang lebih bernilai dan bermanfaat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah air kelapa menjadi nata de coco. Kegiatan penyuluhan ini meliputi tiga tahap, yaitu: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat bahwa barang yang dianggap limbah dapat diubah menjadi produk yang lebih memiliki nilai tambah (add value) dengan adanya kreatifitas dan keterampilan yang relevan. Melalui kegiatan ini masyarakat mengetahui manfaat air kelapa, mampu mengolah air kelapa menjadi nata de coco, serta mengetahui manfaat nata de coco bagi kesehatan.
Menanamkan Tiga Simbolisasi Nilai Masjid pada Anak-Anak Yatim dalam Program Santunan Mulyanti, Sri
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.247 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4151

Abstract

Juvenile delinquency is increasing so more attention is needed from all people. Teenagers who commit naughty generally come from families with incomplete parents, who do not have a mother or father (orphans). as well as the need to consume healthy and nutritious food, and have not been facilitated to reach access to good and comprehensive education. Therefore, shared responsibility is needed as a form of social care and solidarity to find solutions to juvenile delinquency that comes from families that do not have fathers or mothers. The solution offered is in the form of activities to support orphans to meet the needs of birth, various worship activities in the mosque to hone spiritual intelligence, prayer and worship activities carried out in congregation as well as various activities in the organization of the Mosque Youth Association (IRMAS) as a form of increasing social intelligence, and the activities of cultivating fond of reading in mosque libraries as a form of strengthening intellectual intelligence. Kenakalan remaja semakin marak terjadi sehingga menjadi keprihatinan bersama. Remaja yang berbuat nakal tersebut umumnya berasal dari keluarga anak yatim. Hal ini disebabkan jiwa anak yatim kurang tersirami oleh sentuhan cinta dan kasih setelah ditinggalkan orang tua tercinta, raga anak yatim kurang terpenuhi kebutuhan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta akal pikir dan akal budi anak yatim kurang terfasilitasi untuk menjangkau akses pendidikan yang baik dan komprehensif. Oleh sebab itu, perlu tanggung jawab bersama sebagai bentuk kepedulian dan kesetiakawanan sosial untuk mencarikan solusi terhadap kenakalan remaja yang berasal dari keluarga yatim tersebut. Solusi yang ditawarkan berupa kegiatan santunan anak-anak yatim untuk memenuhi kebutuhan lahir, berbagai kegiatan ibadah di masjid untuk mengasah kecerdasan spiritual, kegiatan salat dan ibadah yang dilakukan secara berjamaah serta berbagai kegiatan dalam wadah organisasi Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) sebagai bentuk peningkatan kecerdasan sosial, dan kegiatan membudayakan gemar membaca di perpustakaan masjid sebagai bentuk penguatan kecerdasan intelektual.
Pendampingan Santri untuk Membangun Tradisi Literasi Di Pondok Pesantren Al-Mubarok Mranggen Demak Syahlan, Taslim; Imron, Ali; Zulfa, Laila Ngindana; Shobirin, Ma'as
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.107 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4144

Abstract

The development of a civilization is never separated from the power of the nation in literacy tradition. Human being are given intellect, the mind to produce ideas for creating a form of writing works. Pesantren as institutions of Islamic education has a strategic position to apply the tradition of literacy among students. It needs to be an effort in designing a productive minds of the students. Based on this background, the mentoring program is to help students in literacy tradition Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak. The service activities include literacy seminars, training and assignment to write a book-making students. Some institutions into collaborative partners include Center for the Study and Development of Islamic Sciences and Gisaf Central Java. Through community service program is expected to produce students who are able to document authors thought through writing. Perkembangan sebuah peradaban tidak pernah lepas dari kekuatan bangsa dalam literasi. Manusia diberikan akal, pikiran guna memproduksi gagasan agar menciptakan karya berbentuk tulisan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki posisi strategis untuk menerapkan tradisi literasi di kalangan santri. Perlu ada upaya dalam mendesain agar pikiran produktif para santri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pendampingan dilaksanakan untuk membangun tradisi literasi santri di Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak. Adapun kegiatan pengabdian antara lain seminar literasi, pelatihan menulis dan penugasan pembuatan buku santri. beberapa lembaga menjadi mitra kerjasama antara lain Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman dan Gisaf Jawa Tengah. Melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menghasilkan santri penulis yang mampu mendokumentasikan pemikiran lewat tulisan.

Page 11 of 42 | Total Record : 414