cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Pemberdayaan Kewirausahaan Berbasis Ormas Keagamaan; Gerakan Wirausaha GP Ansor Desa Kendalrejo Pemalang Ramadhan, Mu’amar
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.054 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4152

Abstract

Entrepreneurship empowerment based on religious organizations at GP Ansor Kendalrejo Petarukan Pemalang was conducted in January-April 2019 with the methods: socialization, focus group discussion (FGD), and observation. These three mentoring methods are for the process of recruiting members, fostering interest and capacity building, as well as choosing the type and place of business. The next process is to assist in establishing the type of business undertaken by Ansor cadres in the form of the establishment of the " coffe shop “Sorban" (Ansor-Banser), the madrasa canteen, and the grocery store “Sahabat Anda”. The contract used in this business is ijarah/rent for the place; profit sharing agreement with a ratio of 60-40; and ijarah/salary. The output of this activity is in the form of an entrepreneurial spirit and an entrepreneurial spirit. Also the outcome in the form of the establishment of various types of businesses that are not only economically useful, but strengthening the network of inter-cadres. Pemberdayaan kewirausahaan berbasis organisasi keagamaan pada Gerakan Pemuda Ansor Ranting Kendalrejo Petarukan Pemalang dilakukan pada bulan Januari-April 2019 dengan metode: sosialisasi, focus group discussion (FGD), dan observasi. Ketiga metode pendampingan ini untuk proses rekrutmen anggota, menumbuhkan minat dan peningkatan kapasitas, serta pemilihan jenis dan tempat usaha. Proses berikutnya adalah pendampingan pendirian jenis usaha yang dilakukan oleh kader Ansor berupa pendirian warung “Sorban” (Ansor-Banser), kantin madrasah, dan toko kelontong sahabat Anda. Akad yang digunakan dalam usaha ini adalah ijarah/sewa untuk tempat; akad bagi hasil dengan nisbah 60-40 bagi warung “Sorban”; dan ijarah/upah untuk kantin dan toko kelontong “Sahabat Anda”.  Outputnya kegiatan ini beruupa tertanamnya jiwa kewirausahaan dan semangat berwirausaha. Juga outcome dalam bentuk berdirinya berbagai jenis usaha yang bukan saja bermanfaat secara ekonomi, namun penguatan jaringan antarkader.
Derap Langkah Pemuda sebagai Fasilitator Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Farid, Muhammad Rifa’at Adiakarti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.073 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5136

Abstract

This dedication provides an overview of empowerment efforts for scavengers in TPST Piyungan. The focus of assistance is aimed at preventing and managing disease that threatens scavengers. The purpose of this study is (1) To find out the problems faced by the Community Empowerment Council (MPM) in carrying out community empowerment programs in TPST Piyungan. (2) Knowing the impact of community empowerment programs conducted by MPM in TPST Piyungan (3) Knowing the role and participation of youth in community empowerment programs carried out by MPM at TPST Piyungan. This research uses descriptive qualitative method. The results showed (1) Problems faced by MPM came from the surrounding community who did not know the empowerment program in detail (2) Impacts that occurred in the community were united in a community that had been scattered in several collectors groups and better understood their potential (3) Youth who are members of the community empowerment facilitator play an active role in conducting empowerment programs. Pengabdian ini memberikan gambaran upaya pendampingan bagi pemulung di TPST Piyungan. Fokus pendampingan ditujukan pada pencegahan dan penanggulangan pemyakit yang mengancam pemulung. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui masalah yang dihadapi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di TPST Piyungan. (2) Mengetahui dampak program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh MPM di TPST Piyungan (3) Mengetahui peran dan partisipasi pemuda dalam program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh MPM di TPST Piyungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Masalah yang dihadapi MPM berasal dari masyarakat sekitar yang belum mengetahui program pemberdayaan secara detail (2) Dampak yang terjadi di masyarakat adalah bersatu dalam satu komunitas yang dahulu terpencar dalam beberapa kelompok pengepul dan lebih memahami potensi diri (3) Pemuda yang tergabung dalam fasilitator pemberdayaan masyarakat berperan aktif dalam melakukan program pemberdayaan.
Strategi Kemitraan Penyelenggaraan Parenting bagi Orang Tua di Lembaga PAUD Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Wiyani, Novan Ardy
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.402 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.4354

Abstract

The purpose of this community service is to provide knowledge both theoretically and practically related to child education methodology (pedagogy). Community service activities using andragogy approach and counseling methods. There are four results achieved from this activity. First, participants gain knowledge about the position of parents in educating children based on the characteristics of children and gain knowledge about positive relationships between fathers and mothers in the process of educating children in the family environment. Second, parents already have strong reasons that make them have to prioritize children's education from an early age. Third, parents have the assumption that habituation activities undertaken to shape the character of children in PAUD institutions must be accompanied by habituation activities carried out in the family environment. Fourth, parents are able to identify the level of addiction to the use of gadgets on themselves and get knowledge about 10 ways to discipline the use of gadgets in children. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan baik secara teoritis maupun praktis terkait dengan metodologi pendidikan anak (pedagogi). Kegiatan layanan masyarakat menggunakan pendekatan andragogi dan metode konseling. Ada empat hasil yang dicapai dari kegiatan ini. Pertama, peserta mendapatkan pengetahuan tentang posisi orang tua dalam mendidik anak berdasarkan karakteristik anak dan mendapatkan pengetahuan tentang hubungan positif antara ayah dan ibu dalam proses mendidik anak di lingkungan keluarga. Kedua, orang tua sudah memiliki alasan kuat yang membuat mereka harus memprioritaskan pendidikan anak sejak usia dini. Ketiga, orang tua memiliki asumsi bahwa kegiatan pembiasaan yang dilakukan untuk membentuk karakter anak-anak di lembaga PAUD harus disertai dengan kegiatan pembiasaan yang dilakukan di lingkungan keluarga. Keempat, orang tua dapat mengidentifikasi tingkat kecanduan penggunaan gadget pada diri mereka sendiri dan mendapatkan pengetahuan tentang 10 cara untuk mendisiplinkan penggunaan gadget pada anak-anak.
Pemberdayaan Peternak melalui Pembuatan Biogas sebagai Solusi Limbah Kotoran Ayam Ras Petelur Widiansyah, Arindra Trisna; Rahayu, Anita Budi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.782 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5137

Abstract

The business of laying hens is a business sector that provides a very large role in meeting the needs of animal protein and various industrial needs. This role cannot be replaced by vegetable protein sources. According to partners besides having great opportunities and benefits, laying hens also have problems, one of which is chicken manure. Mr. Hakim has tried several ways to remove the odor, such as raising the foundation of the cage so that it is not submerged by rainwater, spreading lime powder, and spraying EM4 liquid directly into chicken manure. But apparently not effective at reducing odors. One of the technical recommendations is the making of Biogas as an alternative energy source producing fuel substitutes for LPG gas, firewood, lighting and organic fertilizer. The results of community service activities to date have been the availability of biogas as an alternative energy producer for the use of biogas stoves and petromax lamps, as well as increased partner knowledge about biogas.Usaha sektor peternakan ayam ras petelur merupakan bidang usaha yang memberikan peranan sangat besar dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dan berbagai keperluan industri. Peranan ini tidak dapat di gantikan oleh sumber protein nabati. Menurut mitra disamping memiliki peluang dan manfaat yang besar, peternakan ayam ras petelur juga memiliki permasalahan salah satunya yaitu kotoran ayam tersebut. Bapak Hakim sudah mencoba beberapa cara untuk menghilangkan bau tersebut seperti, meninggikan pondasi kandang agar tidak terendam air hujan, menebar serbuk kapur, serta menyemprot cairan EM4 langsung ke kotoran ayam. Namun ternyata belum efektif mengurangi bau. Salah satu rekomendasi teknis adalah pembuatan Biogas sebagai salah satu sumber energi alternatif penghasil bahan bakar pengganti gas LPG, kayu bakar, penerangan dan pupuk organik. Hasil kegiatan pengabdian sampai saat ini adalah tersedianya biogas sebagai penghasil energi alternatif untuk pemakaian kompor biogas dan lampu petromak, serta peningkatan pengetahuan mitra tentang biogas yang meningkat.
Pemberdayaan Siswa Madrasah Aliyah melalui Pelatihan Chemoentrepreneurship Lilin Hias Aromaterapi Prayitno, Mohammad Agus; Amalana, Husna
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.392 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5125

Abstract

Islamic Senior High School of Mu'allimin Mu'allimat Rembang (MA M3R) is one of the oldest school in Rembang Regency. Most of the students who attend the school are students from various Islamic boarding schools in the city of Rembang. Most of the graduates from MA M3R did not continue to Higher Education. There are those who work, get married, and those who continue chanting. For this reason, counseling activities are needed which are to provide training to MA M3R students who aim to equip entrepreneurial skills after graduation. One of the entrepreneurial skills that can be delivered is the making of aromatherapy decorative candles. The stages in the extension activities include 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. This service activity is able to increase student entrepreneurial motivation, train students' tenacity and responsibility, and train good ways of communicating when marketing product results. Madrasah Aliyah Mu’allimin Mu’allimat Rembang (MA M3R) merupakan salah satu madrasah tertua di Kabupaten Rembang. Sebagian besar siswa yang bersekolah di madarah tersebut adalah santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di kota Rembang. Sebagian besar lulusan dari MA M3R tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Ada yang bekerja, menikah, dan adapula yang melanjutkan mengaji. Untuk itu diperlukan kegiatan penyuluhan yang sifatnya memberikan pelatihan terhadap siswa-siswi MA M3R yang bertujuan untuk membekali keterampilan wirausaha setelah lulus. Salah satu keterampilan wirausaha yang dapat disampaikan adalah pembuatan lilin hias beraromaterapi. Tahapan dalam kegiatan penyuluhan ini meliputi 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan motivasi wirausaha siswa, melatih keuletan dan tanggung jawab siswa, serta melatih cara berkomunikasi yang baik pada saat memasarkan hasil produk.
Pendampingan Manajemen Pengelolaan Sampah di Masyarakat Desa Gagaksipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Winarto, Winarto; Mahfiana, Layyin; Rosyidah, Zaidah Nur; Wicaksono, Andi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.383 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5133

Abstract

This fostering program on waste management to the community of Gagaksipat is to provide the knowledge on how to manage waste properly. Further, it also aims not only to reduce waste but also to get beneficiat profit from the waste. The participants for this programm were 60 residents of Gagaksipat Village, Ngemplak, Boyolali through purposive sampling. As the partners for the programm is Team from the Kopen Tourism and Education Village (KWEK) Kopen 1/7 Ngadirejo Kartasura Sukoharjo. The technique carried out was in the form of training and continued with monitoring and evaluating at the end of the activity. The theoretical basis of this activity is UU No. 18 of 2008 concerning waste processing. The seriousness and necessity of waste management starts from upstream to downstream with the implementation of concepts such as 3R (Reuse, Reduse, Recycle) and then up to 5R (Revalue and Recovery). The results of this fostering progamm will make the community more aware of and contribute to good and healthy waste management; provide community supplies to manage organic waste properly through biopori activities and provide supplies to the community to manage inorganic waste through waste management skills. Program pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan managemen pengelolaan sampah kepada masyarakat agar sampah dikelola dengan baik, tidak menumpuk yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan membahayakan kehidupan terutama bagi kesehatan masyarakat. Pendampingan ini mengupas tentang pengelolaan sampah dengan baik agar tidak membuat petaka, tetapi mendatangkan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat.Subyek pendampingan ini adalah 60 warga Desa Gagaksipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali yang diperoleh melalui purposive sampling. Adapun mitra pendamping dalam pelatihan ini adalah Tim dari Kampung Wisata dan Edukasi Kopen (KWEK) Kopen 1/7 Ngadirejo Kartasura Sukoharjo.Teknik yang dilakukan dalam pendampingan ini berbentuk pelatihan dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi diakhir kegiatan. Landasan teori kegiatan ini adalah UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengolahan sampah. Keseriusan dan keharusan pengelolaan sampah mulai diperhatikan dari hulu sampai hilir dengan implementasi konsep seperti 3R (Reuse, Reduse, Recycle) kemudian sampai 5R (Revalue dan Recovery). Hasil dari pendampingan ini membuat masyarakat semakin menumbuhkan kesadaran dan peranan terhadap pengelolaan sampah yang baik dan sehat; memberikan bekal masyarakat untuk mengelola sampah organik dengan baik melalui kegiatan biopori dan memberikan bekal kepada masyarakat untuk mengelola sampah anorganik melalui keterampilan pengelolaan sampah.
Pemberdayaan Masjid sebagai Fungsi Sosial dan Ekonomi bagi Jamaah Pemegang Saham Unit Usaha Bersama Suryorini, Ariana
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.349 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5126

Abstract

The function of the mosque is very universal, other than in the religious field, the mosque also has other functions which include religious/worship functions, educational functions, unifying functions of the people, social functions and economic functions. Islam places the mosque in a strategic position. Considering the strategic function of the mosque, it is necessary to provide good guidance, in terms of the physical building and the aspects of its prosperity. The mosque is expected to be a center of social and economic activity for its worshipers, not just a center for worship activities. Mosque empowerment is very important because it can provide a positive perspective related to the utilization of human resources through the empowerment of mosques for the welfare of Muslims. In the economic function of the empowerment of the Sirathal Mustaqim mosque through the activities of the Joint Business Unit (UB), whose ownership is pilgrims who have equity participation or capital ownership, which they refer to as shares of the business units they run, where profits are distributed to the owners or accompanying members of the capital in a meeting of capital owner members every year. The Joint Business Unit (UB) is named UB Rejeki Barokah, whose economic function activities are very diverse, both in the retail business of kiosks, services and goods credit business. Fungsi masjid sangat universal, selain di bidang keagamaan, masjid juga mempunyai fungsi lain yang meliputi fungsi keagamaan/peribadatan, fungsi pendidikan, fungsi pemersatu umat, fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Islam menempatkan masjid dalam posisi yang strategis. Mengingat fungsi masjid yang strategis maka perlu pembinaan secara baik, dari segi fisik bangunan maupun segi kegiatan pemakmurannnya. Masjid diharapkan bisa menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi bagi para jamaahnya, tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah saja. Pemberdayaan masjid menjadi hal yang sangat penting karena dapat memberikan perspektif positif terkait pemanfaatan sumber daya manusia melalui pemberdayaan masjid untuk kesejahteraan umat Islam. Dalam fungsi ekonomi pemberdayaan masjid Sirathal Mustaqim melalui aktivitas unit Usaha Bersama (UB), yang kepemilikannya adalah jamaah yang mempunyai penyertaan atau kepemilikan modal, yang mereka sebut seperti saham dari unit usaha yang mereka jalankan, dimana keuntungannya dibagikan kepada jamaah pemilik atau penyerta modal tersebut dalam rapat anggota Pemilik modal setiap tahunnya. Unit Usaha Bersama (UB) tersebut bernama UB Rejeki Barokah, yang aktivitas fungsi ekononominya sangat beragam, baik dalam usaha retail kios, jasa maupun usaha perkreditan barang.
Transformasi dan Optimalisasi Potensi Masjid Daerah Ujung Utara Kabupaten Tasikmalaya Jamal, Moh Yusup Saepuloh; Somantri, Muhamad Dani; Al-Fauzi, Cecep Moch. Ramli
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.075 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5134

Abstract

Mosque has a pivotal role in the process of Da’wah for Muslim, including  al-Barokah Mosqu, Guranteng, Tasikmalaya. This transformative research aims at transforming people's perception in understanding the substance of the role and function of mosques and optimizing the potential of the mosque to its fullest. This Participatory Action Research model links the social change process through three-area of empowerment : Community commitment, local leader, and institutional based needs. The results of the study gained action of change: Seeking the transformation of community paradigms on understanding the substance role of the mosque through several actions: FGD for restructuring DKM Management, strengthening DKM and DKM management training. Meanwhile, the second stage is to optimize the potential of the culture by implementing the mosque empowerment based on local culture, such as the training of Friday's cermon, corpes-handling management, Ziswaf Manager, reading Marhabaan, forming youth-mosque-managers, as well as assistance by other potential-based empowerment activities. Secara substansi masjid mempunyai peran sentral yang sangat penting terhadap laju perjalanan dakwah umat Islam. Peran sentral masjid kenyataannya tidak berbanding lurus dengan keberadaan masjid al-Barokah daerah ujung utara Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian transformatif ini bertujuan untuk mentransformasi persepsi masyarakat dalam memahami substansi peran dan fungsi masjid dan mengoptimalisasikan potensi masjid secara maksimal. Penelitian ini menggunakan model participatory action research yang menghubungkan proses perubahan sosial melalui tiga pemberdayaan: komitmen masyarakat, local leader, dan institusi berdasarkan kebutuhan. Dari hasil penelitian diperoleh aksi perubahan:  mengupayakan transformasi paradigma masyarakat terhadap pemahaman substansi peranan fungsi masjid yang diupayakan melalui beberapa action: refleksi FGD merestrukturisasi pengurus DKM, pengukuhan pengurus DKM; dan pelatihan manajemen DKM.Sementara tahap kedua melakukan langkah optimalisasi terhadap potensi yang dimiliki dengan menerapkan pemberdayaan masjid berbasis lokalitas budaya, seperti pelatihan khutbah Jum’at, pengurusan jenazah, pengelola Ziswaf, membaca marhabaan, pembentukan pengurus remaja/pemuda masjid, serta dampingan kegiatan pemberdayaan lainnya berbasis potensi.
Penyuluhan Kesadaran Hukum Tentang Regulasi Alasan Perceraian dalam Hukum Perkawinan Islam bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Grobogan Rismana, Daud
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.55 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.4174

Abstract

Found Beneficiary Families (KPM) The Family of Hope Program (PKH) whose marriage ties have been shaken, some even claim to have long been abandoned by their partners without news and certainty about the continuation of their marriage ties. So they can only surrender to accept the situation without knowing what to do. These problems are due to lack of knowledge and understanding of the reasons for divorce in Islamic marriage law. Then there is no opportunity yet to get legal awareness about the reasons for divorce in Islamic marriage law. As well as from both of these concerns, legal violations occur intentionally or unintentionally. The method used in this service is the lecture method, the discussion method, and the evaluation method. This training and outreach activity produced the first conclusion, this activity was very needed and was beneficial for PKH Beneficiary Families in Wirosari District. Secondly, There is an increase in the understanding and knowledge of the participants of this activity towards the regulations or legislation regarding the reasons for divorce in Islamic marriage law in Indonesia. The third is that not all PKH KPMs in Wirosari sub-district have the opportunity to participate in this activity because of limited funds. Ditemukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang ikatan perkawinannya telah goyah, bahkan ada yang mengaku telah lama ditinggalkan oleh pasangannya tanpa kabar dan kepastian mengenai kelanjutan ikatan perkawinan mereka. Sehingga mereka hanya bisa pasrah menerima keadaan tanpa tahu harus berbuat apa. Permasalahan-permasalahan tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai alasan perceraian dalam hukum perkawinan Islam. Kemudian belum adanya kesempatan untuk mendapatkan penyuluhan kesadaran hukum tentang alasan perceraian dalam hukum perkawinan Islam. Serta dari kedua hal tersebut dikhawatirkan terjadi pelanggaran hukum baik disengaja maupun tidak disengaja. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, metode diskusi, dan metode evaluasi. Kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini menghasilkan kesimpulan yang pertama, kegiatan  ini sangat dibutuhkan  dan  bermanfaat  bagi Keluarga Penerima Manfaat PKH di Kecamatan Wirosari. Kedua, Terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan para peserta kegiatan ini terhadap regulasi atau peraturan perundangan tentang alasan perceraian dalam hukum perkawinan islam di Indonesia. Yang ketiga adalah belum semua KPM PKH di Kecamatan Wirosari berkesempatan mengikuti kegiatan ini karena keterbatasan dana.
Peningkatan Entrepreunership Melalui Inisiasi dan Pelatihan Pengemasan Wedang Pucuk Daun Jati (Tectona Grandis L.F) Suwahono, Suwahono; Mulyanti, Sri
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.604 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5132

Abstract

The entrepreneurial spirit and value can be influenced through the initiation process, and business training. pharmacological analysis of teak shoots (Tectona Grandis l.f) had antibacterial, antioxidant, antifungal, anti-inflammatory, antipyretic, analgesic, anti-diuretic, and hypoglycemic activity. The use of teak leaves in the form of easy use should be disseminated and introduced through initiation and entrepreneurship training. The results of this studied indicate had a significant influence between initiation and training of teak leaf packaging with the entrepreneurial spirit and  value. Entrepreneurship training can provide a good / positive contribution to the implementation of the business of students participating in the training because it helps in solving the obstacles that have been whacking business students. Semangat dan nilai kewirausahaan dapat dipengaruhi melalui proses inisiasi, dan pelatihan bisnis. Analisis farmakologis tunas jati (Tectona Grandis l.f) memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, antijamur, antiinflamasi, antipiretik, analgesik, anti diuretik, dan hipoglikemik. Penggunaan daun jati dalam bentuk mudah digunakan harus disebarluaskan dan diperkenalkan melalui pelatihan inisiasi dan kewirausahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan antara inisiasi dan pelatihan pengemasan daun jati dengan semangat dan nilai wirausaha. Pelatihan kewirausahaan dapat memberikan kontribusi yang baik / positif untuk pelaksanaan bisnis siswa yang berpartisipasi dalam pelatihan karena membantu dalam memecahkan hambatan yang telah memukul siswa bisnis.