cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Raushan Fikr
ISSN : 23549688     EISSN : 25485393     DOI : -
RAUSYAN FIKR accept articles about: 1. Tarbiyyah 2. Syari'ah 3. Dakwah 4. Ushuludin 5. Adab 6. Humaniora 7. Ekonomi Islam
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
PEMIKIRAN ISMA’IL RAJI AL-FARUQI TENTANG (ISLAMISASI PENGETAHUAN) DAN PEMIKIRAN KUNTOWIJOYO TENTANG (PENGILMUAN ISLAM) Anifah, Anifah; Sulistiono, Rovi; Alfan, Wahyu Jauhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2708

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan ditenggarai menjadi salah satu sumber permasalahan sosial yang berpotensi sangat merusak ditengah-tengah masyarakat yaitu ditandai dengan munculnya orang berilmu akan tetapi memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial yang buruk. Persoalan itulah yang coba dijawab melalui tulisan ini yang merupakan konsepsi bangunan keilmuan ideal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Sintesa epistimologi ilmu pengetahuan menurut al-Faruqi yang memiliki tesis berupa prinsip dasar Islamisasi pengetahuan adalah kesatuan tuhan, kesatuan alam, kesatuan kebenaran dan pengetahuan, kesatuan hidup, dan kesatuan umat manusia, dan kuntowijoyo menwarkan methodological objectivism, seraya menolak methodological secularism dengan membawa alternatif ilmu sosial profetik. Dari persinggungan pemikiran kedua tokoh tersebut diharapkan menjadi alternatif solutif dari persialan ilmu dan moralitas pemiliknya belakangan ini.
NATURALISASI POLA MAKAN DALAM SURAT AL-A’RAF Ambarwati, Reni Yulia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2710

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pola hidup yang seimbang sangat berpengaruh terhadap pribadi seseorang apabila tidak menghiraukan keseimbangan tubuh. Hal ini akan menimbulkan berbagai permasalahan di dalam tubuh manusia. Al-Qur’an menghimbau agar manusia mempelajari suatu hal yang behubungan dengan jasmani dan rohani serta sifat-sifat yang berhubungan. Makanan dan minuman menjadi salah satu penyebab di antara keduanya. Tulisan ini menekankan betapa pentingnya menjaga pola hidup dalam perspkektif Islam yang terdapat di dalam surat al- A’raf. Dari surat ini, dipahami bahwa makanan mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan air yang menjadi unsur terpenting dalam kehidupan. Di dalam al-Qur’an sesungguhnya, ada solusi tentang ilmu kesehatan untuk manusia.
EPISTEMOLOGI IBNU KHALDUN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Purnomo, Sutrimo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2711

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan wacana tentang bagaimana menjadikan konsep epistemologi yang ditawarkan oleh Ibnu Khaldun sebagai alat untuk mengembangkan pendidikan Islam yakni dengan menjadikan indera, akal dan wahyu sebagai sumber pengetahuan.Wahyu (Al-Qur’an dan Al-Hadits) inilah yang seharusnya menjadi landasan bagiindera dan akal dalam pengembangan pendidikan Islamsehingga kemaslahatan umat baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi dapat tercapai, pendidikan Islam yang mampu mencetak para ilmuwan sekaligus ulama sebagai pemimpin umat. Paradigma yang bisa digunakan dalam pengembangan pendidikan Islam berkaitan dengan epistemologi Ibnu Khaldun tersebut, di antaranya dengan mengaitkan antara “ilmu umum” dan ilmu agama bahkan menanamkan pemahaman bahwasannya semua ilmu bersumber dari Allah sebagai Yang Maha Memberi Ilmu dengan prinsip bahwa proses perolehan pengetahuan hakekatnya adalah untuk kebaikan bagi dirinya dan bagi umat serta dengan mendasarkan proses pendidikan kepada al- Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu.
STRATEGI PEMBELAJARAN MENULIS (KITABAH) BAHASA ARAB Iskandar, Muhammad Lutfiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2712

Abstract

Bahasa arab selain merupakan alat komunikasi, bagi umat Islam bahasa arab sering dianggap sebagai bahasa agama, hal ini dikarenakan bahasa arab merupakan instrumen yang digunakan untuk menggali hukum- hukum Islam dari sumbernya yaitu Qur’an dan Hadits yang notabene berbahasa Arab. Olehkarena itu salah satu metode yang efektif dalam penguasaan bahasa arab adalah dengan strategi pembelajaran menulis (kitabah) yaitu kemampuan dalam mendeskripsikan atau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek sederhana seperti menulis kata-kata sampai kepada aspek yang kompleks yaitu mengarang, dimana aspek utama yang dikembangkan adalah al-qowaid (nahwu dan sharf), imla’ dan khot. Adapun unsur-unsur dalam kitabah adalah al-kalimah (satuan kata yang terkecil dari satuan kalimat atau unsur dasar pembentukan kaliamat), al- jumlah (kumpulan kata yang dapat membentuk pemahaman makna atau satu kata yang disandarkan dengan kata yang lain), al-fakroh (paragraf) dan uslub. Dengan strategi ini pembelajaran bahasa Arab dapat dilakukan dimana aspek pengetahuan yang didapat lebih banyak dan kemampuan yang dilatih lebih bervariasi.
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa Syifa, M Mucharom
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v8i1.2716

Abstract

Abstract: The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam that occurred between 1998 and 2018 made the face of Indonesian Islam in the world. Whereas in fact Islam in Indonesia is Islam that promotes moderate principles (tawassuth / washatiah) in preaching, namely taking a middle ground between the opposite two extreme poles. Da'wah method of Washatiyatul Islam or Moderation of Islam is a method of da'wah that emphasizes the Islamic values ​​of Rahmatan Lil Alamin. Da'wah is friendly with tradition, so it can grow in a multicultural and multi-religious society. It is this characteristic of accommodative Islam that is the stronghold of the prevention of radical religious ideas. This article using the epistemological-historical-holisitic approach wants to explore the concept of moderation of Islam in the context of the Indonesian nation and the shallowness of religious reasoning. As a result, none of the strong references say that the spread of Islam in ancient Archipelago was by radical means. The history of Islam in the archipelago has struggled with diverse localities. Islam is not present to break down or chop away existing traditions and local culture, but try to dialect with the context in which Islam is located. Because of its flexible nature, Islam is able to survive and develop so that it raises a new Islamic style that is unique and does not exist in any part of the world. Keywords: Moderation of Islam, Integration-Interconnection, Nationality Jurisprudence, Radicalism, Islam rahmatan lil alamin. Abstrak : Fenomena keagamaan islam di Indonesia pasca reformasi ditengarai banyak mengalami ekstrimisme dan radikalisme. Ledakan terorisme atas nama Islam yang terjadi antara tahun 1998 hingga 2018 menjadikan wajah Islam Indonesia mendapat sorotan di dunia. Padahal sejatinya Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang mengedepankan prinsip moderat (tawassuth/washatiah) dalam berdakwah, yaitu mengambil jalan tengah di antara dua kutub ekstrim yang berlawanan. Metode dakwah Washatiyatul Islam atau Moderasi Islam adalah metode dakwah yang mengedepankan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin. Dakwah yang ramah dengan tradisi, sehingga dapat tumbuh dalam masyarakat yang multikultultural dan multireligi. Karakteristik Islam akomodatif inilah yang menjadi benteng pencegahan faham keagaamaan radikal. Artikel ini dengan menggunakan pendekatan epistemologis-historis-holisitik ingin menelisik konsep moderasi Islam dalam konteks bangsa Indonesia dan kedangkalan nalar beragama. Hasilnya, tak ada satupun referensi kuat yang mengatakan bahwa penyebaran Islam di Nusantara zaman dahulu adalah dengan cara-cara radikal. Sejarah Islam di Nusantara telah mengalami pergumulan dengan lokalitas yang beragam. Islam hadir bukan untuk mendobrak atau membabat habis tradisi dan budaya lokal yang ada, melainkan mencoba untuk berdialektika dengan konteks di mana Islam berada. Oleh karena sifat fleksibelnya itu, Islam mampu bertahan dan berkembang sehingga memunculkan corak keislaman baru yang khas dan tidak ada di belahan dunia manapun. Kata Kunci : Moderasi Islam, Integrasi-Interkoneksi, Fiqih Kebangsaan, Radikalisme, Islam rahmatan lil alamin.
KONSEP IHSAN DALAM Q.S AL-AHZAB AYAT 41-42 Nandani, Ayuwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2734

Abstract

Posisi manusia dalam menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah bukan semata menjalin hubungan vertikal dengan Tuhan akan tetapi manusia memiliki beban teologis yang berupa tanggung jawab sosial terhadap sesamanya dan lingkungan, serta alam semesta tempat manusia tinggal. Persoalan moralitas manusia dalam wilayah hubungan horizontal inilah yang serlalu saja mengemuka dan membutuhkan gagasan solutif dari problematika tersebut. Salah satu konsepsi tentang posisi manusia tersebut terekam dalam konsep ihsan yang termaktub dalam ayat 41-42 surat al- Ahzab. Konsepsi ihsan dalam surat ayat tersebut adalah adanya kontrol diri yang timbul akibat dari kontinyuitas dalam menjalin hubungan dengan Tuhan melalui instrumen dzikir, sehingga sikap tang termanifestasi adalah sikap yang mencerminkan moralitas yang baik.
IDEOLOGI MASJID CHENG HOO DI BOBOTSARI Apriyanto, Apriyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2735

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mengungkap wujud bangunan masjid antara perpaduan budaya Jawa, Arab dan Tiongkok yang timbul pemahaman akan makna dari keunikan dan keindahan yang terkandung didalamnya. sebuah bangunan masjid yang terletak di Bobotsari Kabupaten Purablingga, Jawa Tengah bernama Masjid jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo memiliki ideologi yang perlu dilakukan sebuah penelitian terkait simbol dan makna yang terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan teori ideologi. Karena, dari teori ideologi akan diketahui sebuah pemahaman masyarakat terkait hadirnya sebuah bangunan masjid yang nampak sekilas mirip bangunan Klenteng tersebut. Penelitian ini mengungkap dari warna bangunan dan bentuk segi delapan pada kubah masjid yang merupakan simbol dari lima elemen unsur dasar penggambaran Yin dan Yang (simbol keseimbangan dalam mitologi Cina), kemudian bentuk segi delapan dikenal dengan “pat kwa” yang bermakna jaya dan keberuntungan serta keselamatan.
PEMIKIRAN ISLAM DI ERA POST MODERN Riana, Mia; Jannah, Roikhatul; Rokhayatun, Siti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2736

Abstract

Istilah “Postmodernisme” membingungkan karena memberikan kesan bahwa kita berhadapan dengan sebuah aliran atau paham tertentu, seperti Marxisme, eksistensialisme, kritisisme, idealisme, dan lain-lain. Padahal pemikiran “posmo” itu ada banyak dan tidak ada kesatuan paham. Ada dalam filsafat modern salah satu kecenderungan yang muncul dalam bentuk-bentuk berbeda, namun ada kesamaan wujudnya, dan barangkali itulah kesamaan segala macam gaya berfikir yang ditemukan unsur “posmo”- nya itu. Untuk menghindari kebingungan yang lebih lanjut, maka penulis akan membahas postmodernisme secara lebih jelas dalam pembahasan makalah ini. Setidaknya ada tiga unsur atau elemen yang akan dibahas lebih rinci dalam pembahasan nanti. Yang pertama adalah mengenai perkembangan pemikiran Islam dari postmodernisme itu sendiri. Yang kedua adalah mengenai tokoh-tokoh di era postmodernisme. Serta yang ketiga adalah mengenai kontribusi tokoh-tokoh tersebut terhadap perkembangan pemikiran Islam.
STRATEGI DAN METODE PENDIDIKAN KARAKTER Yasin, Surotul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2737

Abstract

It is appropriate that the implementation of education in the school and madrasah aims to develop all potential learners in both the cognitive, psychomotor and affective domains. Cognitive is the intelligence of thinking, is expected to follow the existing programs in educational institutions learners have the ability to think better. Psychomotor is a skill development field, it is through this education that learners are expected to have skills in a particular field. Affective is the development of the attitude of learners in a better direction. With learners are in the educational environment is certainly expected to have a superior attitude and behavior. The development of the affective sphere that the current era we often hear with the term pendididkan character, is still very interesting to continue reviewed. In relation to finding the right strategies and methods to be implemented both at school and madrasah. Strategy and method is very important in the implementation of education. If possible say these strategies and methods is the key to the effective implementation of education. This paper offers alternative strategies and methods that can be used in the organization of character education. With the strategies and methods offered this character education is expected in the school environment maupu madrasah can be well organized and able to print a generation of character.
EFEKTIVITAS DAKWAH ISLAM MELALUI KOLABORASI SENI KENTONGAN DAN HADROH BANYUMASAN (Studi Komunitas Kenthosh, Rawalo - Banyumas) Basuni, Basuni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i2.2738

Abstract

The purpose of this paper is to study the art of culture Banyumas oriented to the wider community by bringing up simple traditional musical instruments that have value and high quality. The combination of a musical instrument with other musical instruments make a variety of rhythmic harmonization. It is able to make art Kenthongan and Hadroh Bersholawat (Kenthosh) synergize each other. In this modern era the fastest thing faded eroded is a culture. Both culturally in terms of ethics, morals, social relations or art that is summed up in a tradition. Therefore, the reason the author chose the theme of culture as a means of Islamic propaganda is relevant because it is known that religion and culture is one element in the unity of complementary and memeiliki chemistry. Religion without culture is a void, and vice versa. The diversity and characteristic of a region is seen in the surrounding natural and human resources. This is what makes the collaboration between art Kenthongan and Hadroh Bersholawat (Kenthos) popular around the community and broad. Therefore, the author tries to interpret a student’s achievements as well as students in developing the science of lectures that have been in its presence to the surrounding community through kentongan and hadroh bersholawat in Islamic dakwah.