cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Geografi Indonesia
ISSN : 02151790     EISSN : 2540945X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
Penyesuaian Diri Penghuni Rumah Susun terhadap Lingkungan Tempat Tinggal Ernawati Purwaningsih; Tukiran Tukiran; Sri Rum Giyarsih
Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.017 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13397

Abstract

ABSTRAK Permasalahan permukiman terutama di kota-kota di Indonesia semakin kompleks. Kebutuhan perumahan yang tinggi tidak diimbangi ketersediaan lahan yang cukup. Sebagian alternatif pemecahannya dengan dibangunnya rumah susun. Penelitian ini bertujuan : mengetahui cara penghuni untuk mendapatkan hunian rumah susun;  mengetahui dan menganalisis penyesuaian diri penghuni rumah susun terhadap lingkungan tempat tinggal; dan mengetahui dan menganalisis motivasi penghuni untuk memperoleh tempat tinggal setelah selesai jangka waktu tinggal di rumah susun. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghuni yang sejak awal menghuni menyatakan mudah mendapatkan hunian di rumah susun. Hal ini tidak lepas dari peran Tim Penyeleksi yang sebagian berasal dari warga setempat. Bentuk penyesuaian diri yang terdapat di hunian rumah susun Cokrodirjan adalah adaptasi by adjustment dan reaction. Adaptasi by adjustment yang terjadi yaitu; tidak membuat sekat ruangan, menjemur pakaian di tempat yang tersedia, dan minum air dari sumber yang telah tersedia. Adaptasi by reaction yang terjadi adalah; membuat sekat ruangan, menjemur pakaian di teras rumah, mengambil air minum dari sumur tetangga di luar lingkungan rumah susun, memelihara ayam di tempat parkir, dan meletakkan sepeda di dekat ruang hunian. Motivasi sebagian besar penghuni rumah susun untuk pindah sangat rendah karena ketidakmampuan secara finansial. Hal ini ditunjukkan, bahwa dari seluruh penghuni hanya 20 orang atau 33,9% mampu menabung, dan hanya 8 orang dari penghuni yang mampu menabung menyatakan siap pindah. Disamping hal tersebut di atas,  faktor letak strategis, harga sewa yang murah dan fasilitas cukup memadai semakin menguatkan penghuni tidak mau pindah. ABSTRACT Residential problems, especially in cities of Indonesia, are more complex. High house needs are not balanced by sufficient land availability. Some alternatives to solution are to build flats.This research aimed at: understanding ways occupants obtained flats; understanding and analyzing self-adaptation of flat occupants to flat environment; and  understanding and analyzing motivation of occupants to obtain flats after their flat tenancy period expired. This research used combined method of qualitative and quantitative description approaches. Results of research indicated that occupants who early occupied the flats stated that they felt easy to obtain the flats. It was not separated from role of Selection Team where most of them were from local residents. Forms of self-adaptations in the flats of Cokrodirjan were adaptations by adjustment and reaction. Adaptation by adjustment was not to make spatial partitions, dry dresses in available place, and get drinking water from the available sources. Adaptation by reaction was to make spatial partitions, dry dresses in house terraces, get drinking water from neighbor’s wells out of flat environment, raise hens in parking lots, and put bicycles near living space.Motivation of majority of flat occupants to move was very low because they were poor financially. It was shown that, from all occupants, only 20 occupants (33.9%) could save, and only 8 occupants could save to move. In addition to the issues, factors of strategic location, cheaper lease price and adequate facilities motivated the occupants to not move.
KONSERVASI PANTAI TELUK KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Sunarto Sunarto
Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.019 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13210

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari karakteristik pantai Teluk Kupang, (2) mengidentifikasi jenis kerusakan pantai dan lokasi terjadinya, serta (3) menyusun model konseptual konservasi pantai yang sesuai dengan karakteristik pantai Teluk Kupang. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan kerusakan pantai, keunikan lanskap, dan kelangkaan biota. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Pantai Teluk Kupang memiliki karakteristik terkontrol struktur sesar; berbentuk cliff dengan gerong laut, gisik, dan rataan pasut; mengalami erosi gelombang yang didukung julat pasut 2,4 m, tipe empasan menggelora dan menunjam, arus surut (0,32 knot) lebih cepat daripada arus pasang (0,27 knot). (2) Ada empat kelas kerusakan pantai di Teluk Kupang, yaitu kerusakan yang telah terjadi (di Pantai Paradiso) akibat pembukaan hutan mangrove untuk tambak, kerusakan yang telah dan sedang terjadi (di Pantai Lasiana, Oesapa) akibat pembongkaran bagan-bagan perikanan laut, kerusakan yang sedang dan akan terjadi (di Pantai Kupang Lama) akibat erosi gelombang alami, serta kerusakan yang akan terjadi (di Pantai Pulau Kera) akibat hunian liar. (3) Model konseptual konservasi pantai mencakup konservasi dari aspek vegetative melalui rehabilitasi pantai dengan perlindungan pantai dengan bangunan turap, bronjong batu, beach nourishment, dan offshore breakwater, serta konservasi dari aspek hukum melalui penetapan Teluk Kupang sebagai kawasan pelestarian alam (taman wisata alam) dan Pulau Kera yang ada di dalamnya ditetapkan menjadi suaka margasatwa. 
Potensi Wisata dan Preferensi Visual Lanskap Wisatawan untuk Pengembangan Pariwisata Pesisir (Kasus : Pantai Angin Mamiri dan Tanjung Bayang Kota Makassar) Feri Fadlin; Muh Aris Marfai
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3727.217 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15613

Abstract

ANOMALI IKLIM DAN MITIGASI KEBAKARAN HUTAN DI INDONESIA Sudibyakto Sudibyakto Sudibyakto
Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.82 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13257

Abstract

ABSTRAK Iklim ekstrim diasosiasikan dengan anomali atau penyimpangan iklim (climate variability), yaitu penyimpangan iklim dart keadaan normal di suatu tempat. _Salah satu bentuk penyimpangan iklim adalah El-Nino dan La-Nina yang berasosiasi dengan Osilasi Selatan (ENSO, El-Nino Southern Oscillation). Episode ENSO muncul tahun 1982/83, 1991, 1994, 1997/98 yang telah mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan di Indonesia. Dampak kebakaran hutan tahun 1997 seluas 83.864 hektar di Kalimantan menyebabkan kerugian senilai Rp 248,59 milyar. Gejala awal kebakaran hutan dapat dideteksi melalui citra satelit NOAA berupa munculnya titik-titik panas/api (hot spots). Upaya mitigasi kebakaran hutan dilakukan melalui : (a) zonasi wilayah rawan kebakaran, (b) pengelolaan kawasan hutan dengan membuat "fire breaker", mosaik vegetasi yang tahun kebakaran, (c) pengembangan hutan kemasyarakatan sebagai "buffer zone", (d) pengembangan sistem peringatan dint kebakaran hutan, dan (e) penyediaan dana untuk pelatihan penanggulangan bencana dan penelitian ilmiah tentang kebakaran hutan.
Pemetaan kualitas permukiman dengan menggunakan penginderaan jauh dan SIG di kecamatan Batam kota, Batam M. Farizki; Wenang Anurogo
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.601 KB) | DOI: 10.22146/mgi.24231

Abstract

Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal. Kondisi dari suatu permukiman sangat mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup di permukiman tersebut. Untuk mengetahui kualitas permukiman di Kecamatan Batam Kota dibutuhkan parameter-parameter penentu yang di interpretasi dari citra resolusi tinggi (Google Earth). Untuk membantu proses analisis dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan untuk pemetaan menggunakan software SIG. Metode yang digunakan adalah metode pengharkatan (scoring), tumpang susun (overlay). Hasil dari overlay tersebut adalah peta kualitas permukiman di kecamatan Batam Kota, Kota Batam. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa permukiman di Kecamatan Batam Kota dengan kualitas baik dengan luas 476.88 Ha, kualitas sedang dengan luas 650 Ha, dan kualitas buruk dengan luas 48.89 Ha. Dari hasil tersebut permukiman di Kecamatan Batam Kota didominasi oleh permukiman dengan kualitas sedang. The neighborhood is part of the environment that serves as a neighborhood residence. The condition of a settlement extremely affects to the continuity of life and the well-being of living creatures in the neighborhood. To find out the quality of the neighborhoods in districts of Batam City required parameters in determining the interpretation of high-resolution images (Google Earth). To help the analysis process by making use of remote sensing technology for the mapping, and using software SIG. The Method is using score (scoring), and stack bundles (overlay). The result of the overlay mapped quality neighborhoods in districts of Batam city, Batam city. From this research it can be known that settlements in Batam City with good quality with extensive 476.88 Ha, better quality with an area of 650 Hectares, and bad quality with extensive 48.89 Ha. The results of the neighborhoods in districts of Batam City are dominated by the neighborhoods with better quality.
ANALISIS KEMAMPUAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN UNTUK PENATAGUNAAN LAHAN SUBDAS DENGKENG DAS BENGAWAN SOLO Senawi Senawi
Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5088.707 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13303

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini mengetahui kemampuan dan daya dukung lahan untuk penatagunaan lahan di Sub-DAS Dengkeng. Analisis kemampuan lahan dilakukan secara matching per satuan lahan hasil overlay peta kerniringan lahan dan jenis tanah. Karakteristik satuan lahan diperoleh dari survei di lapangan dan analisis tanah di laboratorium. Daya dukung lahan ditentukan berdasarkan nilai tekanan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan Sub-DAS Dengkeng rnemiliki enarn kelas kemampuan lahan dan telah mengalami tekanan penduduk dengan nilai daya dukung lahan tahun 2004, 2007, dan 2012 menurun menjadi 0,69; 067 dan 0.65. Penatagunaan lahan untuk rehabilitasi lahan yang disarankan adalah nzerubah bentuk penggunaan lahan sawah tadah hujan, tegalan, dan perkebunan pada kelas kemampuan lahan I, III, dan IV menjadi lahan agroforestri, pada kelas kemampuan lahan VI menjadi hutan rakyat produksi biasa sedangkan pada kelas kemampuan lahan VII dan VIII menjadi hutan rakyat dengan fungsi lindung.
Analisis Dampak Intrusi Air Laut Terhadap Airtanah di Pulau Koral Pramuka, DKI Jakarta Ahmad Cahyadi; Tjahyo Nugroho Adji; Muh Aris Marfai; Sembodo Noviandaru; Romza Fauzan Agniy
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3895.715 KB) | DOI: 10.22146/mgi.23725

Abstract

Abstrak Pulau Koral Pramuka merupakan salah satu pulau yang memiliki fungsi strategis sebagai Ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pembangunan yang terus berlangsung untuk mendukung fungsi sebagai ibukota sekaligus sebagai tujuan wisata menjadikan pertumbuhan penduduk tinggi dan kebutuhan akan sumberdaya air terus meningkat. Kondisi demikian dapat menyebabkan ancaman intrusi air laut menjadi semakin tinggi karena jumlah pengambilan airtanah akan semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak intrusi air laut terhadap airtanah di Pulau Koral Pramuka. Metode yang digunakan adalah analisis daya hantar listik (DHL) airtanah serta perbandingan ion klorida dan ion karbonat dalam airtanah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai DHL, kandungan ion klorida dan bikarbonat yang diambil dari sampel airtanah. Sampel diambil secara sistematis berdasarkan grid berukuran 100 meter x 150 meter. Total sampel airtanah adalah sejumlah 23 sampel. Hasil kajian menunjukkan bahwa 15 sampel airtanah menunjukkan bahwa intrusi telah berpengaruh cukup besar terhadap airtanah, sedangkan 8 sampel menunjukkan bahwa intrusi telah berpengaruh besar terhadap airtanah di Pulau Koral Pramuka.AbstractPramuka Cay, one of the islands in Kepulauan Seribu Regency, Jakarta, has a strategic role as the capital district. The constant development, which aims to support the functions as a capital district and a tourist destination, persistently increases population growth and, at the same time, demand for water resource. This condition may intensify the threats of seawater intrusion as it induces a higher groundwater withdrawal. This research aimed to identify the impact of seawater intrusion on groundwater in Pramuka Cay using electrical conductivity (EC) analysis and comparison analysis of the chloride and bicarbonate ions in the groundwater. The research data, including EC and the concentration of chloride and bicarbonate ions, were obtained from groundwater samples. The 23 samples were selected systematically from 100x150 m2 grids. The analysis of 15 samples found a rather significant impact of seawater intrusion on groundwater, whereas the test results on the remaining 8 samples showed that seawater intrusion had affected the groundwater in Pramuka Cay considerably. 
Pemodelan Spasial untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir dan Peta Tingkat Risiko Banjir Bengawan Solo di Kota Surakarta Toto Cahyono; Mohammad Pramono Hadi; Djati Mardiatno
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4823.532 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13102

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan spasial untuk menyusun Peta Bahaya Banjir dan Peta Tingkat Risiko Banjir akibat luapan Bengawan Solo di Kota Surakarta. Lokasi penelitian meliputi penggal alur Bengawan Solo di wilayah Kota Surakarta. Metode penelitian yaitu dengan analisis hidrograf, pemodelan banjir, analisis potensi bahaya banjir, analisis kerentanan banjir, dan analisis tingkat risiko banjir. Analisis hidrograf dilakukan dengan menghitung debit puncak rancangan, analisis geometrik sungai, dan analisis karakteristik banjir. Pemodelan spasial banjir menggunakan perangkat lunak ArcView dengan ekstensi HEC-GeoRAS dan perangkat lunak hidrologi HEC-RAS. Analisis potensi bahaya banjir dari peta genangan hasil pemodelan spasial dengan input debit puncak rancangan banjir periode ulang 60. Analisis kerentanan dengan identifikasi elemen yang berisiko pada peta penggunaan lahan daerah bahaya. Analisis tingkat risiko dilakukan dengan cara overlay peta bahaya dan peta kerentanan banjir. Perangkat lunak ArcView 3.3 dengan ekstensi HEC-GeoRAS mampu untuk melakukan pemodelan banjir dengan tingkat validasi yang tinggi. Validasi dilakukan dengan membandingkan kedalaman maksimum hasil pemodelan dengan hasil perhitungan debit puncak rancangan. Nilai  perbedaan antara 0,68% - 4,54%. Meskipun secara kuantitatif peta model bahaya banjir rancangan sesudah pelurusan lebih luas daripada sebelum pelurusan, tetapi berdasarkan uji statistik penambahan luas tersebut tidak berbeda signifikan. Dari peta tingkat risiko banjir diketahui Kelurahan Sewu, Semanggi, Sangkrah dan Gandekan mempunyai potensi risiko banjir tertinggi di Kota Surakarta. ABSTRACT This research is intended to perform flood modelling in Bengawan Solo River in order to develop flood hazard map, flood vulnerability map, and flood risk map as a result of overflow of such river in Surakarta City. The research area covers cut-off channel of Bengawan Solo in Surakarta City. The research was conducted by applying hydrograph analysis, flood modelling, flood hazard analysis, flood susceptibility analysis, and flood risk analysis. Hydrograph analysis was executed by calculating peak discharge designed, analysis of river geometric, and analysis of flood characteristic. Flood spatial modelling was done by means of ArcView with HEC-GeoRAS extention and hydrological software HEC-RAS. Flood hazard analysis was obtained by spatial modelling of flood inundation map with returned period of peak discharge designed of 60. Flood vulnerability analysis was derived from land use map used to identify risk element which exists in prone area. Flood risk analysis was carried out by overlying flood hazard map and flood susceptibility map. ArcView with HEC-GeoRAS extention and HEC-RAS was able to perform high validation of flood modelling. The validation was done by comparing maximum depth of the model and estimated peak discharge with different percentage 0.86% – 4.54%. Even the estimated flood hazard after river streamlining was wider than before, statistical analysis proves that different width of it was not significance. It means of river streamlining didn’t influence the wide of flood hazard area. Sewu, Semanggi, Sangkrah,and Gandekan Sub District has the highest risk of flood in Surakarta City.
Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Anorganik di Kecamatan Abepura Kota Jayapura Albert Abrauw; Hadi Sabari Yunus; Sri Rum Giyarsih
Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.836 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13356

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua. Pengelolaan sampah anorganik yang dilakukan di wilayah ini digali melalui kajian perilaku masyarakat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk 1) mengkaji karakteristik sosial-ekonomi masyarakat di daerah penelitian; 2) mengakaji perilaku masyarakat Kecamatan Abepura dalam pengelolaan sampah anorganik; 3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat guna mewujudkan Kota Jayapura yang BERIMAN.  Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosial-ekonomi masyarakat yang meliputi pendidikan formal  responden 90% sangat tinggi (SLTA-Sarjana), 62,7% profesi responden (PNS/wiraswata), jumlah anggota keluarga (4-5 orang) cukup besar. Pendapatan responden (3.000.000-4.000.000) cukup besar, jumlah penduduk non Papua cukup tinggi 60%. Perilaku dominan masyarakat dalam pengelolaan sampah anorganik menunjukan dominan sedang (95%). Perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah anorganik menunjukkan gejala apatisme terhadap lingkungan dan ikut menunjang program pemerintah menjadikan Kota Jayapura yang BERIMAN. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sedang dalam pengelolaan sampah anorganik secara signifikan terpengaruh kuat adalah pengetahuan terhadap perilaku masyarakat karena kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat terkait UU No 18 Tahun 2008 dan PERDA Jayapura Kota BERIMAN dan pengelolaan sampah, serta faktor lingkungan budaya (suku bangsa/adat istiadat) masyarakat yang meliputi adanya kurang kepedulian terhadap kondisi lingkungan Kota Jayapura baik dari suku asli Papua dan non Papua dalam perilaku pengelolaan sampah anorganik. Sedangkan jumlah anggota keluarga, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, pendapatan menunjukkan arah hubungan negatif dengan sifat korelasi lemah terhadap perilaku pengelolaan sampah anorganik.     ABSTRACT This research was conducted in AbepuraSubdistrict, Jayapura City, Papua Province. The inorganic waste management in this area is explored through studying people’s behavior. The research objectives are to: 1) study the social-economic characteristics of the community in the research area; 2) study the public behavior of AbepuraSubdistrict in the inorganic waste management; 3) find out the factors that affect public behavior to actualize the BERIMANprogram in Jayapura City. Research result shows that the social-economic characteristics of people in the area, including the education level, 90% of the respondents have education level of High School and Undergraduate study, 62,7% of respondent are Civil worker or entrepreneur, large number of family member (4-5 person).Respondent’s income of 3.000.000-4.000.000 is high enough, value 60% of non-Papua residents in the area. The dominant behavior of public in an inorganic waste management shows a medium dominant level of 95%. Public behavior in an inorganic waste management shows a phenomenon of apathy towards environment and also supports the Jayapuragovernment program to actualize a BERIMAN city. Significant factors affecting the medium level behavior in an inorganic waste management are the knowledge of public behavior because the lack of government socialization to the public concerning the UU No 18 Tahun 2008and PERDA Jayapura Kota BERIMANand waste management, there is also socio-cultural environment factor (ethnic/customs) which involves the lack of concern towards Jayapura City environmental condition, either from the Native Papua and non-Papua ethnic in the behavior of inorganic waste management.While the amount of family members, type of work, education level, and income shows a negative relation with a weak correlation towards the behavior of inorganic waste management. 
Risiko Kerugian Akibat Longsor di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Fathiyya Ulfa; Eko Kusratmoko; Adi Wibowo
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2743.145 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13114

Abstract

ABSTRAK Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki riwayat kejadian longsor tertinggi di Indonesia. Salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang sering terjadi longsor adalah Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Pada dua tahun terakhir telah terjadi dua kali pergerakan tanah di daerah yang berbeda di Desa Cibanteng. Penelitian ini bertujuan memprediksi besar risiko kerugian bencana longsor pada masa akan datang sehingga bantuan saat terjadi longsor dapat dioptimalkan. Untuk memprediksi besar risiko kerugian digunakan variabel bahaya, kerentanan dan kapasitas kebencanaan longsor. Masing-masing variabel memiliki beberapa indikator tertentu yakni penggunaan tanah, lereng, dan kepadatan penduduk. Penghitungan risiko kerugian dilakukan menggunakan metode overlay masing-masing variabel. Hasil penelitian adalah berupa prediksi risiko kerugian sebesar Rp. 10,1 milyar. Besar risiko kerugian tersebut didapat dari nilai bangunan, jaringan jalan, jaringan listrik dan produktivitas pertanian. Penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah risiko bencana longsor mendominasi dibagian selatan Desa Cibanteng. ABSTRACT West Java Province is a province have a high landslide history in Indonesia. One of the area in West Java Province which often occuring a landslide is Cibanteng Village, Sukaresmi District, Cianjur Regency. In the last two years has been soil movement twice in different areas in the village Cibanteng. This study aims to predict big losses from landslides in future so that assistance can be optimized during a landslide. To predict the risk of loss used hazards variable, vulnerabilities and capacities of landslide disasters. Each variables have some specific indicators namely landuse, slope, and population density. The calculation of losses risk using overlay method in each variable. The results are prediction of losses risk of Rp. 10.1 billion. Great of losses risk can be assessed from value of building , road networks, electricity networks and agricultural productivity. This study shows that risk of landslides dominated in southern of Cibanteng Village.

Filter by Year

1988 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2026): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 2 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 1 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 2 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 2 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 1 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 2 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 1 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 1 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 1 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 2 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 1 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000) Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992) Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia Vol 2, No 3 (1989) Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988) Vol 1, No 2 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988) Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia More Issue