cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
PERBANDINGAN NILAI KESEDIAAN MEMBAYAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN STATED PREFERENCE CONTINGENT VALUATION DAN STATED PREFERENCE STATED CHOICE Prasetyanto, Dwi; ., Elkhasnet
Jurnal Transportasi Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.933 KB)

Abstract

Abstract Stated Preference method is a flexible non-market valuation method, which is widely used in the cost-benefit analysis. In this study, the willingness to pay for passenger cars is estimated and compared using two different Stated Preference methods, namely the Contingent Valuation and Stated Choice methods. These models are applied to estimate the non-market value of road safety in the City of Bandung. Interviews were conducted with more than 500 residents of the City of Bandung. The results showed that the willingness to pay using contingent valuation method is Rp 180.32/km and willingness to pay using stated choice method is Rp 333.7/km. The main concern for these models is the reliability and validity of the assessment results, because there is a hypothetical question and a big gap between the two models. Therefore the reliability examination for both models is the most significant problem. Keywords: stated preference, valuation method, contingent valuation, stated choice, road safety  AbstrakMetode Stated Preference adalah metode penilaian nonpasar yang fleksibel, yang banyak digunakan dalam analisis biaya-manfaat. Pada penelitian ini kesediaan membayar pengguna mobil penumpang diperkirakan dan dibandingkan dengan menggunakan dua metode Stated Preference yang berbeda, yaitu metode Contingent Valuation dan metode Stated Choice. Model-model ini diterapkan untuk mengestimasi nilai nonpasar keselamatan jalan di Kota Bandung. Survei wawancara dilakukan dengan melibatkan lebih dari 500 orang penduduk Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemauan membayar dengan menggunakan metode contingent valuation adalah Rp 180,32/km dan kemauan membayar dengan menggunakan metode stated choice adalah Rp 333,7/km. Perhatian utama untuk model-model ini adalah keandalan dan validitas hasil penilaian, karena terdapat pertanyaan hipotetis dan kesenjangan yang besar di antara kedua model. Karena itu pemeriksaan keandalan untuk kedua model ini merupakan suatu masalah yang paling signifikan. Kata-kata kunci: stated preference, metode penilaian, contingent valuation, stated choice, keselamatan jalan
EVALUASI ON TIME PERFORMANCE PESAWAT UDARA DI BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA MENGGUNAKAN APLIKASI FLIGHTRADAR24 Girasyitia, Ganayu; Santosa, Wimpy
Jurnal Transportasi Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.378 KB)

Abstract

Abstract On time performance is a situation when the time of departure and arrival time of aircraft in accordance with a predetermined. On time performance is important because an aircraft has a value when the aircraft is in the air. This study tried to investigate the on time performance of domestic flights served by the Lion Air airline at Husein Sastranegara Airport, in Bandung. Aircraft actual data were obtained using flightradar24 application program while the aircraft daily flight schedules were given by PT Angkasa Pura II, the airport operator. The evaluation was performed on the aircraft time performance data of February 2015. The results showed that the average delay in the arrival of the aircraft is 44.31 minutes with a standard deviation of 44.54 minutes and the average departure delay in that month is 42.37 minutes with a standard deviation of 37.40 minutes. It can be concluded from this study that the Lion Air flight services at Husein Sastranegara Airport, Bandung, in February 2015 were not on time. Keywords: on time performance, flight schedules, domestic flight, arrival delay, departure delays Abstrak On time performance adalah suatu keadaan ketika waktu keberangkatan dan waktu kedatangan pesawat udara sesuai dengan yang telah ditetapkan. On time performance ini penting karena suatu pesawat udara memiliki nilai guna saat pesawat udara tersebut berada di udara. Pada studi ini dilakukan evaluasi on time performance terhadap penerbangan domestik yang dilayani oleh maskapai penerbangan Lion Air di Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung. Data aktual pesawat udara diperoleh dengan menggunakan program aplikasi Flightradar24 sedangkan jadwal penerbangan harian pesawat udara diperoleh dari PT Angkasa Pura II. Evaluasi dilakukan dengan mengolah data time performance pesawat udara pada bulan Februari 2015. Hasil studi ini menunjukkan bahwa keterlambatan kedatangan rata-rata pesawat udara adalah 44,31 menit dengan deviasi standar sebesar 44,54 menit dan tundaan keberangkatan rata-rata di bulan tersebut adalah adalah 42,09 menit dengan deviasi standar sebesar 37,40 menit. Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa layanan penerbangan Lion Air di Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, tidak tepat waktu. Kata-kata-kunci: on time performance, jadwal penerbangan, penerbangan domestik, keterlambatan kedatangan, tundaan keberangkatan
EVALUASI PEMENUHAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL JALAN TOL DI INDONESIA Makmur, Amelia; Rajagukguk, Ranto P.
Jurnal Transportasi Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.854 KB)

Abstract

Abstract The Minimum Service Standard for toll road services is needed to ensure the achievement of comfort, smoothness, and traffic safety for road users. The Minimum Service Standard that applies to all toll roads in Indonesia is the Minimum Service Standard, which refers to the Regulation of the Minister of Public Works No. 392/PRT/M/2005 on Minimum Service Standards for Toll Road. Monitoring and evaluation of the fulfillment of the Minimum Service Standard has been done periodically, but there are still some indicators that cannot always be met by Toll Road Operators. This study is intended to assess the indicators which cannot always be met in the toll road sections that have been operating in Indonesia. The study was conducted based on monitoring data, the result of field survey, conducted in 27 toll roads in 2012, 2013, and 2014. Based on the analysis, it is found that there are 6 indicators of the Minimum Service Standard that often cannot be met, or 29 % of the indicators in the Minimum Service Standard. Keywords: Minimum Service Standard, toll road service, toll road, service indicator  Abstrak Standar Pelayanan Minimal untuk pelayanan jalan tol sangat diperlukan untuk menjamin tercapainya kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan berlalulintas bagi pengguna jalan. Standar Pelayanan Minimal yang berlaku untuk seluruh jalan tol di Indonesia adalah Standar Pelayanan Minimal yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 392/PRT/M/2005, tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol. Monitoring dan evaluasi terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal ini sudah dilakukan secara berkala, namun masih banyak ditemukan beberapa indikator pelayanan yang selalu tidak dapat dipenuhi oleh Badan Usaha Jalan Tol. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji indikator-indikator yang selalu tidak dapat dipenuhi di ruas-ruas jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia. Kajian dilakukan berdasarkan data monitoring,  hasil survei lapangan, yang dilakukan pada 27 ruas jalan tol pada tahun 2012, tahun 2013, dan tahun 2014. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan 6 indikator Standar Pelayanan Minimal yang selalu tidak dapat dipenuhi atau sebesar 29 % dari indikator-indikator yang terdapat dalam Standar Pelayanan Minimal. Kata-kata kunci: Standar Pelayanan Minimal, pelayanan jalan tol, jalan tol, indikator pelayanan.
STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH RETONA Marpaung, Lukman M.H.; Joewono, Tri Basuki; Gunawan, Santoso Urip
Jurnal Transportasi Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.221 KB)

Abstract

Abstrak Perkerasan lentur suatu jalan harus mempunyai kinerja yang baik sehingga dapat melayani beban kendaraan selama umur rencana. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu bahan tambah yang dapat meningkatkan kinerja suatu perkerasan. Salah satunya adalah Retona (Refined Buton Asphalt). Kinerja suatu perkerasan dapat ditentukan dari pengujian dengan metode Marshall yang menghasilkan parameter stabilitas, pelelehan, kerapatan, rongga dalam campuran, rongga di dalam agregat, dan Marshall Quotient.Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik campuran beton aspal menggunakan bahan tambah Retona. Campuran beton aspal menggunakan kadar Retona 0% hingga 2% dengan interval penambahan 0,5% terhadap berat agregat kering pada kadar aspal desain. Setelah itu dilakukan analisis data dari parameter Marshall yang diperoleh dengan menggunakan pengujian statistik. Material yang digunakan adalah agregat dengan gradasi yang terdapat pada laporan PUSLITBANG Prasarana Transportasi mengenai Retona, dan bahan pengisinya adalah abu batu. Bahan pengikat yang digunakan adalah aspal minyak yang memenuhi spesifikasi penetrasi 80.Kadar penambahan Retona pada campuran beton aspal yang memenuhi persyaratan Bina Marga adalah 0,5%. Seluruh nilai parameter Marshall pada campuran dengan kadar Retona 0% dan 0,5% secara statistik tidak berbeda. Berdasarkan hasil tersebut, maka Retona sebagai bahan tambah yang kadar penambahannya berdasarkan berat agregat kering tidak direkomendasikan untuk digunakan pada campuran beton aspal.Kata-kata kunci: retona, parameter Marshall, berat agregat kering.
PENGEMBANGAN ALGORITMA PENCARIAN RUTE DAN PEMBEBANAN LALULINTAS FUZZY Kresnanto, Nindyo Cahyo; Tamin, Ofyar Z.; Bona F, Russ
Jurnal Transportasi Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.926 KB)

Abstract

Abstract The path finding, called the Tree Building, is the main foundation on traffic assignment model. In conventional method, each iteration in route finding process can produce best path or shortest-path. On the contrary, on fuzzy travel cost condition, that process could produce several paths as shortest-path nominations. This paper discussed the route finding using fuzzy travel cost approach. In conventional method, travel cost, as an input in the model, is expressed in deterministic form, while in fuzzy cost, travel cost is represented as range of certain value from under-bound to upper-bound. Path finding process in fuzzy cost was developed based on Dijkstra (1959) algorithm which placed each selected route in certain layers. Layer with selected route is sequenced from “first” best route. This algorithm is named as Dijkstra Multi Layer (DML) Algorithm. At the end, flow assignment has done with calculating fuzzy membership value in each selected route toward to the best route.   Keywords: fuzzy route cost, shortest path, layer, Dijkstra Algorithm
METODE MAKSIMUM PROFIT DAN MINIMUM COST UNTUK MENGKAJI ALOKASI TRANSPORTASI BARANG Prayudyanto, Muhammad Nanang; Irianto, Tito; Tamin, Ofyar Z.; Santoso, Idwan
Jurnal Transportasi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.766 KB)

Abstract

Abstrak Angkutan barang merupakan potensi untuk menjadikan produk dalam negeri mampu bersaing. Sejak digulirkannya berbagai pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol, potensi daya saing produk industri dalam negeri menjadi lebih kompetitif.Perusahaan berkepentingan untuk secara kompetitif menghasilkan pola distribusi barang dan tenaga kerja yang baik sehingga menghasilkan keuntungan maksimum. Pada sisi lain, mereka juga dituntut untuk meminimumkan biaya pengeluaran yang dibutuhkan. Transportasi menjadi sangat penting untuk menghasilkan sistem distribusi yang optimal.Makalah ini memberikan ilustrasi mengenai konsep maksimum profit dan minimum cost yang dapat menjadikan alternatif bagi pengelolaan sistem pengelolaan sarana transportasi.Model sederhana diturunkan untuk mengembangkan model pemilihan untuk menentukan lokasi produksi berdasarkan pilihan atas minimum cost dan maximum profit.Kata-kata kunci: barang, profit, cost.
KARAKTERISTIK TRANSPORTASI KABUPATEN BANYUASIN SEBAGAI DAERAH PENYANGGA KOTA PALEMBANG Fuady, Bambang Hidayat; Buchari, Erika; Arliansyah, Joni
Jurnal Transportasi Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.795 KB)

Abstract

Abstract Banyuasin Regency is a buffer zone of Palembang. Many of Banyuasin residents work in Palembang, and vice versa, causing a lot of travel between these two regions. The objective of this research was to study the characteristics of the transport, trip generation and attraction, as well as the traveling route in these two areas. Origin and destination interview surveys as well as the calculation of the traffic volume were conducted in this study, followed by the calculation of interaction and connectivity. These studies suggest that the purpose of travel is predominantly for work (30.1%) with a distance of more than 20 km. Generated trips consist of 178 private vehicles, public transport of 270 people, and 99 goods transport vehicles. While the attracted trips consist of 156 private vehicles, public transport of 298, and 116 goods transport vehicles. Only 12 districts have overland routes to Palembang while 7 others do not have a land route to Palembang. Keywords: buffer zone, origin and destination of trip, interaction, connectivity, route   Abstrak Kabupaten Banyuasin merupakan daerah penyangga Kota Palembang. Sebagian penduduk Kabupaten Banyuasin bekerja di Palembang, dan sebaliknya, sehingga banyak perjalanan di antara kedua daerah ini. Tujuan penelitian adalah mengkaji karakteristik transportasi, bangkitan dan tarikan perjalanan, serta rute perjalanan penduduk di kedua daerah tersebut. Pada studi ini dilakukan survei wawancara asal dan tujuan pergerakan serta perhitungan volume lalulintas, yang dilanjutkan perhitungan interaksi dan konektivitas. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perjalanan didominasi untuk maksud bekerja (30,1 %) dengan jarak tempuh lebih dari 20 km. Bangkitan perjalan terdiri atas angkutan pribadi 178 orang, angkutan umum 270 orang, dan angkutan barang 99 kendaraan. Sedangkan tarikan perjalanan terdiri atas angkutan pribadi 156 orang, angkutan umum 298 orang, dan angkutan barang 116 kendaraan. Hanya 12 kecamatan yang mempunyai rute perjalanan darat ke Palembang sedangkan 7 kecamatan yang lain belum mempunyai rute darat ke Palembang. Kata-kata kunci: daerah penyangga, asal dan tujuan pergerakan, interaksi, konektivitas, rute
PUBLIC TRANSPORT OPTIONS FOR EAST ASIAN MEGA-CITIES Parikesit, Danang
Jurnal Transportasi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.854 KB)

Abstract

Abstract This paper provides insights of the current state of public transport in East Asian Mega-cities, their characteristics that make them different with other public transport systems in other parts of the world. A combination of high percentage of public transport use, existence of para-transit, poor service quality to respond with high level of motorizations are some of the features of urban public transport in East Asian developing cities. Data from Tokyo, Shanghai, Seoul, Taipei, Ho Chi Minh City, Manila, Jakarta, and Bangkok are analyzed to develop a thorough understanding on the specific features of public transport in the East Asian Mega-cities. Several reform policies and strategies are proposed, including promoting public transport technology to shift the competition from costs to quality, fare integration, suitable financing options, and an appropriate implementation timing, as well as developing a public transport hierarchy to suit the increasing demand for urban mobility.Keywords: East Asia, urban area, public transport, reform strategy.
VALIDASI PERSAMAAN KORELASI ANTARA NILAI INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (IRI) DENGAN NILAI KERUSAKAN (NK) JALAN: STUDI KASUS JALAN TOL SURABAYA-GEMPOL Kartika, Anak Agung Gde; Herijanto, Wahju; Widyastuti, Hera; Buana, Cahya; Arif P., Catur
Jurnal Transportasi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.805 KB)

Abstract

Abstrak Parameter kondisi perkerasan jalan seperti International Roughness Index (IRI) dan Nilai Kerusakan (NK) jalan sangat jamak digunakan untuk menentukan kinerja pelayanan ruas jalan selain parameter dari sisi lalu lintas. Selain dipakai sebagai kinerja pelayanan jalan, IRI dan NK juga banyak dipakai sebagai input dalam penghitungan Biaya Operasi Kendaraan. Penentuan nilai IRI umumnya cukup sulit dari segi biaya karena harus menggunakan peralatan yang hanya bisa didapatkan di tempat tertentu saja, sementara itu Nilai Kerusakan relatif mudah untuk dilaksanakan.Kartika, dkk (2005) telah berhasil menunjukkan hubungan antara nilai IRI dengan NK yaitu dengan persamaan; IRI=7,765(NK)0,0891. Namun demikian persamaan tersebut dirasa kurang valid mengingat nilai validitasnya (R2) hanya sebesar 0,3215. Hal ini kemungkinan disebabkan dalam menentukan persamaan tersebut belum dilakukan uji korelasi yang cukup terhadap variabel-variabel jenis kerusakan yang terjadi. Artinya semua kategori kerusakan dimasukkan dalam penentuan persamaan tersebut tanpa melihat apakah semua jenis bebar-benar berpengaruh atau tidak.Setelah mempertimbangkan jenis-jenis kerusakan yang paling berpengaruh dengan menggunakan analisis faktor dan analisis korelasi, maka bentuk persamaan yang baru adalah; IRI=7 + 0,066NKRetak + 3,340NKPenurunan + 0,296NKShoving + 0887NKPothole…(R2=0,571)Kata kunci: biaya operasi kendaraan, roughness, IRI, Nilai Kerusakan Jalan
PENYEDIAAN FASILITAS PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN ROXY SQUARE KABUPATEN JEMBER Dirganakbari, Mh. Iqbal; Hayati, Nunung Nuring; Suyoso, Hernu
Jurnal Transportasi Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.464 KB)

Abstract

Abstract The parking lot is public and supporting facilities in a shopping center. Roxy Square is a shopping center in Jember which are currently arranging its parking facilities. Parking facilities should be planned with the calculations, handling, and proper circulation arrangement. All of these are intended to avoid the lack of parking spaces that would lead to queues and congestion. In this study the vehicle parking demand was calculated based on the parking space unit and the biggest difference between the arrival and departure of vehicles. The results show that the vehicles in the parking space demand in Roxy Square on weekdays only 35 % of the parking space requirements on holidays. Because there are three parking zones available, it is necessary to conduct open and close zone system and efficient parking arrangements in accordance with the needs of daily parking. Key words: parking, shopping malls, parking demand, parking space unit, parking zone  Abstrak Tempat parkir merupakan fasilitas umum dan penunjang di suatu pusat perbelanjaan. Roxy Square merupakan salah pusat perbelanjaan di Jember yang saat ini sedang menata fasilitas parkir yang dimiliki. Fasilitas parkir harus direncanakan dengan perhitungan, penataan, dan pengaturan sirkulasi yang tepat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kurangnya ruang parkir yang akan menimbulkan antrian dan  kemacetan. Pada studi ini dihitung kebutuhan parkir kendaraan berdasarkan Satuan Ruang Parkir dan selisih terbesar antara kedatangan dan keberangkatan kendaraan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebutuhan ruang parkir kendaraan di Roxy Squae pada hari kerja hanya 35 % terhadap  kebutuhan ruang parkir pada hari libur. Karena tersedia 3 zona parkir, perlu dilakukan sistem buka tutup zona serta pengaturan parkir yang efisien sesuai dengan kebutuhan parkir harian. Kata-kata kunci: parkir, pusat perbelanjaan, kebutuhan parkir, satuan ruang parkir, zona parkir

Page 15 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue