cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
EVALUASI KEBIJAKAN PELAYANAN ANGKUTAN PERDESAAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Effendi, M. Sidqon
Jurnal Transportasi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.569 KB) | DOI: 10.26593/jt.v7i1.1815.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi, kendala, dampak yang dirasakan oleh pengguna angkutan perdesaan dan efektitivitas kebijakan serta mengusulkan upaya peningkatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi terhadap 3 route yang tidak terlayani secara penuh dan penyebaran kuesioner kepada operator dan pengguna angkutan. Analisis dilakukan dengan menggunakan statistika deskriptif dan tabulasi silang terhadap respon kelompok target kebijakan. Usulan rekomendasi kebijakan dan peningkatan pelayanan angkutan perdesaan, menggunakan metode analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats (SWOT) dengan mengidentifikasikan dan memformulasikan berbagai faktor internal dan eksternal secara sitematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan daerah Kabupaten Gunungkidul belum sepenuhnya berpedoman pada kebijakan pusat. Pelayanan angkutan umum perdesaan tidak konsisten dengan jaringan trayek yang ditetapkan, serta terdapat deviasi wilayah pelayanan dan panjang layanan trayek rata-rata sebesar 40,4% dan 41,7%.Terdapat penyalahgunaan peruntukan kendaraan, yaitu pengangkutan penumpang umum yang menggunakan mobil penumpang tidak umum dan mobil barang. Persepsi pengguna terhadap pelayanan dan kinerja angkutan perdesaan menggambarkan kebijakan yang ada saat ini belum memberikan kemudahan bagi pengguna, khususnya kaum wanita. Terdapat 6 kendala utama implementasi kebijakan, sehingga diperlukan strategi pencapaian tujuan kebijakan dimaksud.Kata-kata kunci: kebijakan, pelayanan, angkutan perdesaan
POTENSI PENGGUNAAN LIMBAH KELAPA SAWIT SEBAGAI AGREGAT PENGISI PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-BASE Suparma, Latif Budi; Panggabean, Tunggul W.; Mude, Sandra
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.304 KB) | DOI: 10.26593/jt.v14i2.1394.%p

Abstract

The development of the oil industry in Indonesia, have an impact on the increase in solid waste generated from the processing of fresh fruit bunches, which can be either fruit fibers and shells. Based on several studies and physical form of ash fiber palm (palm oil fiber ash) and ash shell palm (palm oil shell ash), it is seen have similarities with fly ash which has been widely used as a filler for asphalt mixtures. In this research, further study would be performed whether any potential of oil palm ash to be used in the mix for road pavement, especially in HRS-Base mixture. The study was conducted by varying the oil palm ash as a filler replacement of 0% , 25%, 50%, 75%, and 100%. Furthermore mixture design of each variation was based on the Marshall method. Test characteristics of the mixture are then performed after obtaining the optimum asphalt content by testing the remaining strength based on the Marshall test and indirect tensile test. Results of laboratory design by Marshall method of the HRS - Base utilizing aggregate filler ash palm fiber and ash oil palm shell, it is generally found that the greater the ash content of the oil palm (fiber and shell) resulting in greater the asphalt needed. Test results indicate that there is any possibility of utilizing ash palm oil in HRS-Base mixture. The results also indicated that the HRS-Base mixture utilizing fine filler of ash palm fiber and ash oil palm shell potentially resistant to deformation, however less resistant to cracking due to tensile. Keywords: palm oil fiber ash, palm oil shell ash, filler replacement, HRS-Base  Perkembangan industri sawit di Indonesia, berdampak pada peningkatan limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan tandan buah segar (TBS), yang dapat berupa serabut buah dan cangkang. Berdasarkan beberapa penelitian dan bentuk fisik abu serat kelapa sawit (palm oil fibre ash) dan abu cangkang kelapa sawit (palm oil shell ash), terlihat adanya persamaan dengan fly ash yang telah banyak digunakan sebagai filler untuk campuran beraspal. Pada penelitian ini diteliti potensi abu kelapa sawit untuk digunakan dalam campuran untuk perkerasan jalan, khususnya campuran HRS-Base. Penelitian dilakukan dengan membuat variasi abu kelapa sawit sebagai pengganti filler0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Selanjutnya dirancang campuran pada masing-masing variasi dengan Metode Marshall. Uji karakteristik campuran kemudian dilakukan setelah diperoleh campuran rancangan dengan menguji kekuatan sisa berdasarkan uji Marshall dan uji tarik tak langsung. Hasil perancangan laboratorium dengan metode Marshall untuk campuran HRS-Base dengan menggunakan agregat pengisi abu serat kelapa sawit dan abu cangkang kelapa sawit secara umum menunjukkan semakin besar kandungan abu kelapa sawit semakin besar kebutuhan akan aspal. Hasil uji karakteristik campuran menunjukkan bahwa campuran HRS-Base menggunakan agregat pengisi abu serat kelapa sawit dan abu cangkang kelapa sawit berpotensi tahan terhadap deformasi namun kurang tahan terhadap retak karena tarik. Kata-kata kunci: abu serat kelapa sawit, abu cangkang kelapa sawit, pengganti agregat pengisi, HRS-Base
MODEL SISTEM PERINGKAT UNTUK PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN Prasetyo, Stefanus Catur Adi; Hatmoko, Jati Utomo Dwi; Setiadji, Bagus Hario
Jurnal Transportasi Vol 16, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.046 KB) | DOI: 10.26593/jt.v16i3.2571.%p

Abstract

Abstract Exploitation of non-renewable natural resources is unavoidable in highway construction project resulting in waste that have an impact on global warming issues. Therefore, development of monitoring and evaluation model for environmental performance of highway construction activities is essential. Using rating system, the model proposed in this research is based on the environmental aspects of three pillars of sustainable transport development, i.e. economic, environmental and social. This research addresses four categories for assessing the environmental performance, i.e. environment and water, energy and atmosphere, materials and resources, and pavement technology and innovation. Each category consists of sub-categories with points based on the impact of sustainability and durability. Weighted values obtained are based on the amount of environmental performance points in each category. Depending on the total value, the final result of environmental performance will be classified into four groups, i.e. not certified, bronze, silver, gold, and platinum. This model can be used as a decision support system for sustainable road development. Keywords: rating system, performance assessment, highway construction project  Abstrak Eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan tak dapat dihindari dalam proyek kosntruksi jalan yang mengakibatkan limbah yang berdampak pada isu pemanasan global. Perlu dikembangkan pemantauan dan evaluasi kinerja lingkungan terhadap kegiatan konstruksi jalan dengan memberikan peringkat untuk membandingkannya terhadap benchmark yang disebut dengan model sistem peringkat. Model ini disusun berdasarkan aspek lingkungan dari ketiga pilar pembangunan transportasi berkelanjutan, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pada penelitian ini diusulkan empat kategori untuk menilai kinerja lingkungan, yaitu lingkungan dan air, energi dan atmosfer, material dan sumber daya, serta teknologi perkerasan dan inovasi. Masing-masing kategori ini terdiri atas beberapa sub-kategori yang memiliki poin berdasarkan dampak keberlanjutan dan daya tahannya. Nilai kinerja lingkungan diperoleh berdasarkan jumlah persentase poin yang dicapai pada masing-masing kategori dengan bobot tertentu. Hasil ini diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu tidak tersertifikasi, perunggu, perak, emas, dan platinum. Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembangunan jalan berwawasan lingkungan. Kata-kata kunci: sistem peringkat, penilaian kinerja, proyek konstruksi jalan
POTENSI PENGGUNAAN ANGKUTAN INFORMAL DI KOTA BANDUNG Bahar, Taslim; Kusbiantoro, B.S.; Z. Tamin, Ofyar; Bona Frazila, Russ
Jurnal Transportasi Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.771 KB) | DOI: 10.26593/jt.v11i3.459.%p

Abstract

Limited size of the road dimension in an area could prevent formal public transport (four-wheeled vehicles) to serve the area. This condition led to the rise of public transport alternatives, such as motorcycle ojek, with flexible routes and rates. Currently, their operation and service tend to increase in many cities in Indonesia. This study aims to determine the potential use of ojek as an alternative to public transport in urban areas.Analyses were performed using the causal relationship between services quality factors with the satisfaction and loyalty of users, using the Structural Equation Modeling (SEM) method. The results showed that more than 70% of users who will continue to use motorcycle ojek for a long time, especially in suburban areas, and about 30% are likely to switch to alternative modes, especially users with the end destination of employment.Keywords: motorcycle-ojek, user satisfaction, user loyalty.
CAMPURAN BERASPAL PORUS DWILAPISAN SEBAGAI LAPIS PERMUKAAN JALAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DI PERKOTAAN ., Hardiman
Jurnal Transportasi Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.545 KB) | DOI: 10.26593/jt.v8i2.1838.%p

Abstract

Abstract The pleasurable of driving on roads with high level of safety is expected by all road users in developed and developing countries. Communities who live in big cities near to road crossings definitely do not expect noise that which could disturb their daily lives. In this paper, several research findings will be presented related to double layer porous asphalt, in laboratory as well as its application, in some developed countries. It is shown that the use of finer upper layer with less thickness could function as noise reducer. In addition, the double layer porous asphalt has the level of noise very much lower than those of other conventional asphalts. However, the porous asphalt needs maintenance to prevent its void from clogging of debris and other small materials. Another factor that could reduce its service life is the influence of over-loaded vehicles which causes the voids become smaller. Keywords: Double layer porous asphalt, environment, noise, voids and permeability.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI DAN MONITORING ALAT PEMBERI ISYARAT LALULINTAS BERBASIS TEKNOLOGI SMS GATEWAY Wijayanto, Hendra; Saputra, Achmad Muzaki Adi; Hidayat, Harits Rachmat; Istiyanto, Bambang
Jurnal Transportasi Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.426 KB) | DOI: 10.26593/jt.v15i3.1751.%p

Abstract

Abstract The use of information and communication technology to overcome problems at intersections has been widely used. However, these technologies are still focused on managing traffic and road users and has not been used to access information about the condition of traffic control devices. In the City of Tegal, the assessment of the traffic signal devices is conducted using manual system which requires large number officers. Therefore, a new system which can inform the traffic signal devices condition automatically is needed. In this study, an automatic information and monitoring system for traffic signal devices, called SIMAPILL, was designed by using SMS Gateway. This system can give information related to the condition of traffic signal equipment in real time. By utilizing the results of this study, traffic signal equipment problems can be solved easily, quickly, and accurately. Keywords: Traffic Signal Equipment, SMS Gateway, intersections, traffic  Abstrak Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengatasi permasalahan di simpang telah banyak digunakan. Namun teknologi tersebut masih difokuskan pada pengaturan pengguna jalan dan lalulintas serta belum digunakan untuk mengakses informasi kondisi alat pengatur tersebut. Untuk mengetahui kondisi Alat Pemberi Isyarat Lalulintas di Kota Tegal saat ini masih digunakan sistem manual yang membutuhkan petugas dalam jumlah yang besar. Karena itu diperlukan suatu sistem baru yang dapat menginformasikan kondisi Alat Pemberi Isyarat Lalulintas secara otomatis. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun Sistem Informasi dan Monitoring Alat Pemberi Isyarat Lalulintas yang disebut SIMAPILL dengan menggunakan SMS Gateway. Sistem ini dapat memberikan informasi kondisi Alat Pemberi Isyarat Lalulintas secara real time. Dengan memanfaatkan hasil penelitian ini kegiatan monitoring Alat Pemberi Isyarat Lalulintas dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan akurat serta proses pengambilan keputusan untuk menangani alat-alat tersebut dapat dilakukan dengan segera. Kata-kata kunci: Alat Pemberi Isyarat Lalulintas, SMS Gateway, persimpangan, lalulintas
PERBANDINGAN PERILAKU MENGEMUDI BERISIKO ANTARA PENGEMUDI MOBIL DAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DAN KAITANNYA DENGAN FAKTOR-FAKTOR KEPRIBADIAN Bagaskara, Sunu
Jurnal Transportasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.053 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i2.2721.%p

Abstract

Abstract The first aim of the study was to examine the difference of behavioral pattern in risky driving between car drivers and motorcycle riders. The second aim was to examine if the risky driving behavior could be predicted by some personality factors (ie. sensation seeking and locus of control). A sample of car drivers (N = 85) and motorcycle riders (N = 136) completed series of questionnaires including questions based on the traffic locus of control (TLoC) scale as well as questions about their risky driving behaviour and sensation seeking tendency. The results showed that there’s no significant difference between drivers and riders in overall risky driving behavior. Furthermore, internal locus of control and sensation seeking could be used to predict drivers risky behaviour on road, while external locus of control was found uncorrelated to risky driving behavior. Keywords: risky driving behavior, sensation seeking, traffic locus of control  Abstrak Tujuan pertama dari penelitian ini adalah menguji perbedaan pola perilaku mengemudi berisiko antara pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor. Kedua, studi ini bertujuan untuk menguji apakah perilaku mengemudi berisiko dapat diprediksi oleh faktor-faktor kepribadian (dalam hal ini adalah sensation seeking dan locus of control). Sebanyak 85 pengemudi mobil dan 136 pengendara sepeda motor mengisi serangkaian kuesioner yang mencakup skala traffic locus of control (TLoC), skala sensation seeking, dan perilaku mengemudi berisiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor dalam perilaku mengemudi berisiko secara keseluruhan. Terkait dengan peran faktor kepribadian, locus of control internal dan sensation seeking ditemukan dapat memprediksi perilaku berisiko di jalan, sedangkan locus of control eksternal tidak ditemukan berkorelasi dengan perilaku mengemudi berisiko. Kata-kata kunci: perilaku mengemudi berisiko, sensation seeking, traffic locus of control
BIAYA KECELAKAAN LALULINTAS JALAN DI INDONESIA DAN VIETNAM Sugiyanto, Gito
Jurnal Transportasi Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.736 KB) | DOI: 10.26593/jt.v10i2.389.%p

Abstract

The aim of this study is to analyze the characteristics and to estimate the cost of road accidents in Banyumas, Indonesia, and in Vietnam. The accident cost in Indonesia consists of direct and indirect costs, while the accident cost in Vietnam consists of tangible and intangible costs. The results show that the characteristics ofroad accidents in Indonesia are similar to those in Vietnam, with most accidents were caused by men. In addition, the road accident cost in Indonesia is much higher that that of Vietnam.Keywords: accident cost, direct and indirect costs, tangible and intangible costs
KAJIAN MODEL PEMBEBANAN JARINGAN DENGAN FUZZY SYSTEM Kresnanto, Nindyo Cahyo; Tamin, Ofyar Z.
Jurnal Transportasi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.829 KB) | DOI: 10.26593/jt.v6i2.1806.%p

Abstract

AbstrakFaktor utama dalam model pembebanan jaringan transportasi jalan adalah persepsi pengguna jalan terhadap biaya perjalanan. Persepsi ini sebenarnya kurang realistik jika diasumsikan dengan sebuah nilai yang bersifat tetap atau acak (random), seperti pada User Equilibrium (UE) Trip Assignment Model yang memformulasikan persepsi biaya perjalanan bersifat tetap, dan random number yang digunakan pada Stochastic User Equilibrium (SUE) untuk menggambarkan distribusi persepsi pengguna individu terhadap biaya perjalanan. Pada kondisi riil pembuat perjalanan tidak akan pernah mendapatkan informasi yang tepat tentang biaya perjalanan ini, tetapi seringkali mengatakan bahwa waktu perjalanan dari A ke B “sekitar 10 menit”, atau mengatakan bahwa “Jalan C macet”, terlihat bahwa “sekitar” atau “macet” merupakan persepsi yang bersifat linguistik dan tidak dapat diukur dengan tepat (tak tertentu).Pendekatan baru dengan Fuzzy System yang memiliki kemampuan untuk memecahkan permasalahan yang bersifat uncertainty mulai diterapkan untuk model pembebanan jaringan. Fuzzy System merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk penalaran dalam kondisi yang tak tertentu. Rangkaian penalaran ini dimulai dari sebuah masukan (input) tak tertentu yang dipetakan kedalam sebuah himpunan fuzzy (fuzzy set) dengan menggunakan fungsi keanggotaan fuzzy (fuzzy membership function), kemudian dengan rangkaian logika fuzzy (fuzzy logic) input tersebut dipetakan ke dalam ruang keluaran (output) tertentu. Pada kasus model pembabanan jaringan, input yang bersifat tak tertentu adalah berupa persepsi pengguna terhadap biaya perjalanan dan ruang output-nya adalah rute-rute yang akan dipakai dalam melakukan perjalanan.Pada makalah ini akan dikaji tentang penelitian-penelitian penggunaan Fuzzy System untuk model pembebanan jaringan yang pernah dilakukan, terutama untuk merepresentasikan ruang input-nya yang berupa persepsi pembuat perjalanan terhadap biaya perjalanan. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan pemodelan transportasi pada umumnya dan khususnya pada pengembangan model pembebanan jaringan transportasi.Kata-kata kunci: model pembebanan jaringan, fuzzy system
RISIKO KETERLAMBATAN PROGRES FISIK TERHADAP MUTU PELAKSANAAN JALAN NASIONAL DI PROVINSI SULAWESI UTARA Nofvandro, Rai Fraja; Mulyono, Agus Taufik
Jurnal Transportasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.499 KB) | DOI: 10.26593/jt.v14i1.1369.%p

Abstract

Physical progress delay affects the quality performance of national road construction. Factors causing the delay are very complex related to quality, human resource, material, equipment, construction method, and project control and management. This study aims to identify and analyze the risks of delays and its effect to road construction quality performance. The methods of risk analysis are modified Importance Performance Analysis (IPA) and Structural Equation Modeling (SEM). The result shows that factors that cause delays and have significant risk and effect on quality deviation are: (1) improper technology, (2) wrong construction methods, (3) improper material quality, (4) infeasible of heavy equipment function, (5) deficient specifications and shop drawings, (6) incompleteness planning documents, (7) lack of control, (8) inadequate project administration, (9) low competency of personnel, and (10) deficient contract. Keterlambatan progres fisik di lapangan berpengaruh terhadap capaian mutu pelaksanaan jalan nasional. Faktor-faktor penyebab keterlambatan tersebut sangat kompleks berkaitan dengan mutu Sumber Daya Manusia, material, peralatan, metode kerja, serta pengendalian dan manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko akibat keterlambatan progres fisik dan pegaruhnya terhadap mutu pelaksanaan konstruksi jalan. Analisis risiko tersebut menggunakan metode Importance Performance Analysis yang dimodifikasi dan Structural Equation Modelling. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan yang memiliki risiko signifikan dan berpengaruh terhadap penyimpangan mutu pelaksanaan jalan nasional adalah: (1) ketidaktepatan teknologi pelaksanaan proyek, (2) kesalahan metode kerja, (3) ketidaktepatan kualitas material, (4) ketidaklaikan fungsi peralatan berat, (5) defisiensi spesifikasi dan gambar kerja, (6) ketidaklengkapan dokumen perencanaan, (7) pengendalian proyek yang kurang memadai, (8) ketidaktepatan pelaksanaan manajemen proyek, (9) kompetensi tenaga kerja yang rendah, dan (10) defisiensi kontrak.

Page 34 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue