cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
Cover Kulit dan Daftar Isi 5-1 Isi, Cover Daftar
Jurnal Transportasi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.903 KB) | DOI: 10.26593/jt.v5i1.2410.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 5-1
ANALISIS KESERAGAMAN ASPAL KERAS PRODUKSI DALAM NEGERI ., Nancy; Santosa, Wimpy; Joewono, Tri Basuki
Jurnal Transportasi Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.191 KB) | DOI: 10.26593/jt.v4i2.1772.%p

Abstract

Abstrak Agar dapat dihasilkan suatu perkerasan jalan dengan mutu yang baik, maka aspal yang digunakan harus mempunyai kualitas yang baik pula. Kualitas aspal dapat dinilai dari keseragaman (keajegan) hasil pengujian sifat-sifat aspal keras. Salah satu sifat aspal yang penting adalah sifat kecairan aspal keras (konsistensi). Untuk menganalisis keseragaman tersebut, maka dilakukan pengujian aspal terhadap aspal produksi dalam negeri sebanyak sepuluh sampel. Pengujian-pengujian yang dilakukan adalah uji berat jenis sebanyak dua buah benda uji untuk setiap sampel, uji penetrasi pada temperatur 25°C sebanyak tiga benda uji untuk setiap sampel, uji viskositas pada temperatur 60°C, 135°C, dan 140°C masing-masing sebanyak dua benda uji untuk setiap sampel.Metode Pengendalian Kualitas digunakan untuk menganalisis keseragaman aspal keras produksi dalam negeri tersebut. Dalam metode ini sarana yang digunakan adalah diagram pengendalian kualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai penetrasi yang diperoleh dari hasil pengujian sudah berada dalam rentang yang disyaratkan Bina Marga. Jika nilai penetrasi ditinjau dengan diagram pengendalian kualitas juga dihasilkan nilai yang seragam. Berdasarkan pengendalian kualitas untuk hasil pengujian viskositas pada tiga temperatur yang diuji, dihasilkan nilai yang tidak seragam. Diagram pengendalian kualitas untuk hasil uji berat jenis menunjukkan adanya keseragaman nilai hasil pengujian. Jadi aspal yang diuji tidak konsisten/ajeg/seragam menurut analisis pengendalian kualitas, namun memenuhi spesifikasi Bina Marga.Kata-kata kunci: analisis keseragaman, aspal, uji viskositas, uji penetrasi, uji berat jenis, konsistensi
KINERJA BUNDARAN BERSINYAL DIGULIS KOTA PONTIANAK ., Said; Mayuni, Siti; Sulandari, Eti
Jurnal Transportasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.313 KB) | DOI: 10.26593/jt.v16i1.2151.%p

Abstract

Abstract Fully signalized roundabout must meet design criteria which are very different compared to the recommended design for unsignalized roundabout. When traffic flow increases, there is greater probability that traffic queue to occure, that will decrease the operation level of the roundabout and reduce the intersection capacity. In the case of the Digulis Signalized Roundabout, in Pontianak City, the high traffic volume causes problems, at the roundabout and particularly at the signalized intersection. At the roundabout, in C-D weaving direction, the degree of saturation reaches 0,933, while at signalized intersection, at leg A, major traffic direction, Ahmad Yani street, the degree saturation reaches 0,841, which causes long queues, with the length of 148 meters for leg A and 128 meters for leg B. The delay occured is 13.73 pcu.sec 10,64 pcu.sec, at directions A and B, respectively. Keywords: signalized roundabout, degree of saturation, delay, queue  Abstrak Bundaran dengan pengaturan sinyal penuh harus memenuhi desain yang akan sangat berbeda dibandingkan dengan desain yang direkomendasikan untuk bundaran tanpa sinyal. Ketika arus lalulintas meningkat, semakin besar kemungkinan terjadinya antrean kendaraan yang akan menurunkan tingkat operasi bundaran dan akan menurunkan kapasitas persimpangan. Pada kasus Bundaran Bersinyal Digulis, tingginya volume lalulintas menyebabkan terjadinya permasalahan, baik pada bundaran dan pada simpang bersinyalnya. Pada bundaran, pada arah weaving C-D, derajat kejenuhan mencapai 0,933, sedangkan pada simpang bersinyal, pada lengan A, lengan mayor, Jalan Ahmad Yani, derajat kejenuhan mencapai 0,841, yang mengakibatkan antrean sepanjang 148 meter untuk lengan A dan 128 meter untuk lengan B. Tundaan yang terjadi sebesar 13,73 smp.detik pada arah A dan 10,64 smp.detik pada arah B. Kata-kata kunci: bundaran bersinyal, derajat kejenuhan, tundaan, antrean
ANALISIS AWAL PERMASALAHAN TRANSPORTASI UDARA DAN ARAH PENGEMBANGAN BANDARA DI INDONESIA Sefrus, Tri; ., Dewanti; Priyanto, Sigit; Irawan, Muhammad Zudhy
Jurnal Transportasi Vol 17, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.354 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i3.2872.%p

Abstract

Abstract Demand of air passenger numbers in Indonesia has been increasing since the last decade, reaching 15% per year. The high number of these demand has a negative impact on the aviation world in Indonesia. Aircraft queue on landing, delayed departure time, inconvenience of passengers, and high accident risk are negatives which of course require early handling for long term. This study to explore the problems related to aviation in Indonesia, so that got the root of the most influential to the current aviation dilemma of Indonesia and its proper development direction. This study used data 26 major airports in Indonesia as a case study. The results show that the air transport problems that occur are influenced by three things: high passenger growth, limited airport capacity, and the dominance of indirect flight. And the right direction of airport development to be done is the development of integrated flight routes. Keywords: growth of passengers, airport development, flight route, airport capacity  Abstrak Permintaan jumlah penumpang angkutan udara di Indonesia terus mengalami peningkatan semenjak satu dekade terakhir, yang mencapai angka 15% per tahun. Tingginya jumlah permintaan ini ikut memberikan dampak negatif terhadap dunia penerbangan di Indonesia. Antrian pesawat udara saat mendarat, tertundanya waktu keberangkatan, ketidaknyamanan penumpang, dan risiko kecelakaan yang tinggi merupakan hal negatif yang membutuhkan penanganan dini untuk jangka panjang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali perma-salahan terkait angkutan udara di Indonesia, sehingga didapat akar masalah yang paling berpengaruh terhadap penerbangan Indonesia saat ini dan arah pengembangannya. Pada penelitian ini digunakan data 26 bandara utama di Indonesia sebagai studi kasusnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa permasalahan angkutan udara yang terjadi dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu pertumbuhan penumpang yang tinggi, keterba-tasan kapasitas bandara, dan dominannya rute penerbangan yang tidak langsung. Arah pengembangan bandara yang tepat untuk dilakukan adalah melalui pengembangan rute penerbangan yang terintegrasi. Kata-kata kunci: pertumbuhan penumpang, pengembangan bandara, rute penerbangan, kapasitas bandara
PENGGUNAAN PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BETON ASPAL LAPISAN AUS Hamid Aly, Sumarni; Takdir, Taufik
Jurnal Transportasi Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.31 KB) | DOI: 10.26593/jt.v11i2.450.%p

Abstract

Indonesia has the potential of natural resources of iron sand that can be used as pavement materials. Iron sand in South Sulawesi can be found in Takalar, Jeneponto, and Selayar with as many as 3.4 million tons of potential deposit. The purpose of this study is to analyze the characteristics of iron sand in a mixture of fine aggregate used as a wearing course of asphalt concrete mixtures. The characteristics of iron sand meet the specifications of asphalt concrete wearing course. The use of iron sand in the asphalt concrete mixture lowers the value of stability and increase the value of flow. The results of volumetric analysis showed that the use of sand iron reduces the voids in mixture and the voids in mineral aggregates, but increase the voids filled with bitumen. The Residual Strength Index, after immersion in water for 24 hours at a temperature of 60 ° C, indicates that the mixture with iron sand has a lower resistance to changes in weather, temperature, and water.Key words: iron sand, asphalt concrete wearing course, Marshalls parameters.
INTERNASIONALISASI DATA KECELAKAAN LALULINTAS JALAN DI INDONESIA Susilo, Budi Hartanto; Santosa, Wimpy
Jurnal Transportasi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.558 KB) | DOI: 10.26593/jt.v8i1.1829.%p

Abstract

Abstract            Without significant efforts to reduce the number of accidents which causes deaths, the fatal accidents in traffic road, will follow the prediction of WHO (1999) becoming “the third biggest disease” after ischaemic heart disease and unipolar major depression in 20 years period ahead until year 2020. Since the record system of road traffic accidents in Indonesia is not as same as the record system of international traffic accident, then the data of road traffic accident in Indonesia has to be converted. Based on the results of a simple study in Bandung, these review used conversion factor of 1.25 to convert data of fatal accident in Indonesia. By using this conversion factor, it is found that the number of road accident fatalities in Indonesia is 36,000 persons per year, with the rate of accident is 33 persons per 10,000 vehicles.Keywords: traffic accident, fatal accident, accident rate, data of accident, and conversion factor.
PENGEMBANGAN METODE PENGUMPULAN DATA PERJALANAN BERBASIS AKTIVITAS DAN LOKASI Hadi, Prayoga Luthfil; Joewono, Tri Basuki
Jurnal Transportasi Vol 14, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.457 KB) | DOI: 10.26593/jt.v14i3.1518.%p

Abstract

Abstract Travel analyses based on activity and location has not been well established in Indonesia yet since its complexity in the process of data collection and the needed resources. Thus, it is needed an effort to develop a method of data collection to facilitate future research. This study aims to develop a method of data collection regarding travel based activity and location with limited resources for application in Indonesia. The result of this study shows that the proposed method is able to collect the needed data using limited technology and resources. Keywords: activity based transportation, travel data collection, travel location  Abstrak Analisis perjalanan berbasis aktivitas dan lokasi belum banyak dikembangkan di Indonesia karena rumitnya proses pengumpulan data dan sumber daya yang diperlukan. Untuk itu diperlukan upaya pengembangan metode pengumpulan data agar mempermudah penelitian sejenis di masa datang. Tujuan studi ini adalah mengembangkan metode pengumpulan data perjalanan berbasis aktivitas dan lokasi dengan sumber data yang terbatas untuk dilakukan di Indonesia. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa metode yang diusulkan dan dikembangkan melalui studi ini berhasil mengumpulkan data yang diinginkan dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang terbatas. Kata-kata kunci: transportasi berbasis aktivitas, pengumpulan data perjalanan, lokasi perjalanan
INDEKS GRADASI SEBAGAI PARAMETER UNTUK MENENTUKAN GRADASI AGREGAT BETON ASPAL Setiawan, Arief; Suparma, Latif Budi; Mulyono, Agus Taufik
Jurnal Transportasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.872 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i1.2700.%p

Abstract

Abstract Usually selected aggregate gradation is the mid range of specification. Gradation Index is a new parameter to predict aggregate gradation based on performance of asphalt concrete. The purpose of this study is to formulate the relationship between gradation index and aggregate gradation. The aggregate gradation of asphalt concrete was determined according to Indonesian Highway Specification (2010). Five gradations were selected and made the relationship between sieve size and  percent passing cumulatif to get five equations. The result showed that the models of five aggregate gradation are power function with coefficient of determination greater than 0.9 and the two contants (a and b) can be used to obtain aggregate gradation. Keywords: gradation index, asphalt concrete, aggregate gradation, sieve size  Abstrak Gradasi agregat pada campuran beraspal umumnya dipilih berada di tengah rentang spesifikasi. Indeks Gradasi merupakan parameter yang diusulkan untuk digunakan dalam memprediksi gradasi agregat berdasarkan kinerja campuran beton aspal. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan hubungan antara Indeks Gradasi dan gradasi agregat. Spesifikasi gradasi ditentukan berdasarkan persyaratan yang terdapat pada Spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga (2010). Lima jenis gradasi dipilih dan dibuat hubungan antara ukuran saringan serta persen lolos kumulatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model untuk lima gradasi agregat memberikan koefisien determinasi lebih besar daripada 0,9 serta konstanta a dan b yang dapat digunakan untuk menentukan gradasi agregat. Kata-kata kunci: indeks gradasi, beton aspal, gradasi agregat, ukuran saringan
KINERJA LAYANAN BIS KOTA DI KOTA SURABAYA Supriyatno, Dadang; Widayanti, Ari
Jurnal Transportasi Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.826 KB) | DOI: 10.26593/jt.v10i1.374.%p

Abstract

The bus service in Surabaya is far from adequate and there is a need to evaluate the bus performance from time to time. The purpose of this study is to measure the bus performance on 21 service routes in Surabaya. The performance indicators used consist of frequency, headway, load factor, and travel time. The results show that only load factor and travel time are indicating that the bus service is good, while frequency and headway indicators suggest that the bus service needs to be enhanced.Keywords: service performance, frequency, load factor, headway, travel time
STUDI KINERJA RUAS DAN PERSIMPANGAN DI KAWASAN LAPANGAN KAREBOSI PADA JLN. JEND. SUDIRMAN DI KOTA MAKASSAR Liputo, Arifin; Ramli, Muh. Isran
Jurnal Transportasi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.252 KB) | DOI: 10.26593/jt.v6i1.1795.%p

Abstract

Abstrak Permasalahan kemacetan dan antrian di Kota Makassar pada umumnya terjadi pada persimpangan (baik persimpangan bersinyal maupun tak bersinyal), khususnya pada area sebelum dan atau kaki simpang. Dalam konteks pemecahan masalah tersebut, studi ini bertujuan untuk menganalisis  kinerja  pelayanan pada ruas dan persimpangan Jalan Jend. Sudirman – jalan G. Bawakaraeng – jalan R.A.Kartini.Survei data yang dilakukan meliputi pencatatan volume lalu lintas, jumlah jenis kendaraan, tundaan, pengukuran geometrik jalan. Survei dilakukan pada hari sabtu sampai jumat.Adapun periode waktu survei terdiri dari jam 07.00 - 10.00, 11.00 - 14.00, dan 15.00 - 18.00. Analisis kinerja persimpangan meliputi parameter derajat kejenuhan , panjang antrian, tundaan, tingkat pelayanan, yang megacu pada MKJI 1997.Dari hasil analisa data diperoleh nilai-nilai kinerja persimpangan pada kondisi puncak derajat kejenuhan 0,9,  panjang antrian 72 smp pada pendekat Jl. G. Bawakaraeng tingkat pelayanan  sebesar 7.080,6 hal ini menunjukkan bahwa persimpangan jl. Jend. Sudirman – jl. G. Bawakaraeng – jl. R.A Kartini berada pada tingkat pelayanan E.Kata-kata kunci: kinerja, ruas, persimpangan, lalulintas

Page 35 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) More Issue