cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 12, No. 3 (2025)" : 13 Documents clear
Pembelajaran Sejarah Berbasis Flipbook untuk Meningkatkan Literasi Sejarah Peserta Didik Amirullah, Amirullah; Patahuddin, Patahuddin; Widyahwati, Fitrah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72933

Abstract

Pembelajaran sejarah pada era digital menuntut inovasi pemanfaatan media agar mampu meningkatkan literasi sejarah peserta didik. Flipbook interaktif sebagai bentuk e-learning multimedia memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik tidak hanya mengingat fakta, tetapi juga menganalisis sumber sejarah secara kritis. Artikel ini mengkaji penerapan pembelajaran sejarah berbasis flipbook dalam peningkatan literasi sejarah peserta didik melalui telaah teori, model literasi sejarah, dan integrasi teknologi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan flipbook efektif meningkatkan motivasi belajar, pemahaman kronologis, analisis sumber, dan kemampuan komunikasi sejarah. Penelitian sebelumnya menguatkan bahwa media digital interaktif dalam pembelajaran sejarah berkontribusi signifikan pada perkembangan kemampuan berpikir historis. Pengembangan media flipbook direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran sejarah abad ke-21.AbtractHistory learning in the digital era demands innovative media use to improve students' historical literacy. Interactive flipbooks, as a form of multimodal e-learning, provide a learning experience that enables students not only to memorize facts but also to critically analyze historical sources. This article examines the application of flipbook-based history learning in improving students' historical literacy through theoretical review, historical literacy models, and the integration of learning technology. The study results indicate that the use of flipbooks effectively increases learning motivation, chronological understanding, source analysis, and historical communication skills. Previous research confirms that interactive digital media in history learning contributes significantly to the development of historical thinking skills. The development of flipbook media is recommended as an alternative medium for 21st-century history learning.
Di Balik Halusnya Ukiran Mebel: Peran Ganda Pengukir Perempuan di Desa Petekeyan, Jepara (1998-2001) Tarisatunnisa, Allafna; Saraswati, Ufi
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.73980

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran ganda perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pengukir mebel dalam upaya meningkatkan kualitas hidup di Desa Petekeyan, Jepara. Fase booming mebel Jepara yang terjadi pada masa krisis moneter tahun 1998, membuka peluang besar bagi kaum perempuan Jepara, khususnya di Desa Petekeyan, untuk terlibat bekerja di industri mebel. Penelitian ini menekankan pada latar belakang dan tantangan menjadi pengukir perempuan, serta peran ganda pengukir perempuan dalam keluarga pada masa krisis moneter. Penelitian bertujuan untuk mendukung pengukir perempuan sebagai salah satu pilar dalam pelestarian budaya mengukir di Kabupaten Jepara. Pendekatan historis digunakan dalam penelitian ini, meliputi: heuristik, verifikasi, intrepretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa krisis moneter yang melanda Jepara tahun 1998 menimbulkan pergeseran di berbagai sendi kehidupan masyarakat, khususnya perempuan di Petekeyan.  Perempuan di Desa Petekeyan yang memilih berprofesi sebagai pengukir dilatarbelakangi oleh faktor keluarga, faktor ekonomi, serta ketertarikan pada seni ukir. Mengerjakan tugas domestik dan bekerja di waktu yang hampir bersamaan dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup menjadi tantangan namun juga kesempatan baru bagi kaum perempuan Desa Petekeyan. Kata kunci: krisis ekonomi, Jepara, mebel, seni ukir, dan perempuan AbstractThis research analyzes the dual role of women as housewives and furniture carvers in Petekeyan Village, Jepara. The boom phase of Jepara furniture that occurred during the 1998 Asian Finansial Crisis, opened up great opportunities for Jepara women, especially in Petekeyan Village, to be involved in working in the furniture industry. This research emphasizes on the background and challenges of being a female engraver, as well as the dual role of female engravers in the family during the monetary crisis. The research aims to support women carvers as one of the pillars in the preservation of carving culture in Jepara. A historical approach was used in this research, including: heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of this study show that the monetary crisis that hit Jepara in 1998 caused a shift in various aspects of people's lives, especially women in Petekeyan.  Women in Petekeyan Village who choose to work as carvers are motivated by family factors, economic factors, and interest in carving. Carrying out domestic tasks and working at the same time in an effort to maintain and improve the quality of life becomes a challenge and oppurtinity at the same time.Keywords: economic crisis, Jepara, furniture, woman
Antara Menindak dan Mencegah: Upaya Menanggulangi Narkotika di Semarang 1971-1976 Khoirun Nisa', Umi Aulia; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.73525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat periode krusial yang yang menandai masa penting terkait berbagai upaya yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menanggulangi persoalan narkotika. Pengedar dan pengguna narkotika termasuk kategori kejahatan lintas negara (transnational crime), karena melibatkan aktivitas perdagangan gelap yang melintas batas-batas resmi negara. Penelitian ini mengkaji upaya negara dan peran serta keterlibatan masyarakat dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika di Semarang dalam kurun waktu 1971-1976. Rumusan masalah yang dihadirkan di antaranya meliputi: 1) faktor apa yang menyebabkan penggunaan narkotika di Semarang semakin luas? 2)  Apa saja bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk menangani permasalahan penyalahgunaan narkotika? Penulisan artikel ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berbagai sumber primer banyak ditemukan dalam pemberitaan surat kabar antara tahun 1971-1976 yang telah berhasil diperoleh dari beberapa Lembaga pemerintah maupun swasta yang mengelola informasi kesejarahan seperti koran Suara Merdeka, Harian Abadi, Kompas, dan Kartika. Di samping itu, juga digunakan beragam jurnal nasional maupun internasional untuk melihat posisi kajian sejarah ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bentuk-bentuk penanggulangan yang dijalankan sebagai sebuah kebijakan oleh pemerintah berupa tindakan represif ataupun preventif dan didukung peran serta masyarakat untuk mewujudkan tujuan negara yang sehat fisik dan psikisnya.Kata Kunci : Menindak; Mencegah; Menanggulangi; Narkotika; Semarang AbtractThis Research aims to look at the crucial period that marks an important time related to the various efforts made by the central government and local governments in tackling the problem of narcotics. Drug dealers and users are categorized as transnational crimes, as they involve illicit trade activities that cross official state borders. This research examines the efforts of the state and the role and involvement of the community in tackling drug abuse in Semarang in the period 1971-1976. The problem formulations presented include: 1) What factors led to the widespread use of narcotics in Semarang? 2) What were the policies issued by the local government to deal with the problem of drug abuse? The writing of this article uses the historical method which includes heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Many primary sources were found in newspaper reports between 1971-1976 that have been successfully obtained from several government and private institutions that manage historical information such as Suara Merdeka newspaper, Harian Abadi, Kompas, and Kartika. In addition, various national and international journals were also used to see the position of this historical study. The results showed that the forms of countermeasures carried out as a policy by the government in the form of repressive or preventive actions and supported by community participation to realize the goal of a physically and psychologically healty country.Keywords : Take Action; Prevent; Tackle; Narcotics; Semarang
Diskriminasi dan Kekerasan Terhadap Muslim di Sri Lanka : Studi Kasus Masa Pandemi Covid-19 Hermayami, Malika Dwi; Nurrohim, Nurrohim
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.68659

Abstract

Islam di Sri Lanka merupakan salah satu agama minoritas dengan jumlah sekitar 10% dari populasi negara Sri Lanka. Islam masuk Sri Lanka melalui jalur perdagangann arab sekitar abad ke 7 dan ke 8 masehi, sejak saat itu muslim di Sri Lanka membentuk komunitas terutama di daerah pesisir yang memang merupakan bagian penting dari ekonomi lokal. Pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi krisis kesehatan dunia melainkan juga memperburuk ketegangan sosial dan politik di berbagai negara termasuk negara Sri Lanka. Penelitian ini membahas bentuk bentuk diskriminasi dan kekerasan yang dialami komunitas Muslim di negara Sri Lanka saat pandemi Covid-19 berlangsung, mencakup stereotip, pelanggaran HAM hingga tindakan kekerasan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi, hasil penelitan menunjukan adanya diskriminasi dan kekerasan di Sri Lanka selama masa pandemi Covid-19 di buktikan dengan adanya kebijakan yang bersifat diskriminatif yakni kremasi paksa terhadap korban Covid-19 Muslim serta penangkapan terhadap aktifis Muslim.Kata Kunci : Diskriminasi ; Muslim ; Sri Lanka ; COVID-19 ; Abstract Islam in Sri Lanka is a minority religion, with approximately 10% of the country's population. Islam entered Sri Lanka through Arab trade routes around the 7th and 8th centuries AD. Since then, Muslims in Sri Lanka have formed communities, mainly in coastal areas, which are an important part of the local economy. The Covid-19 pandemic has not only become a global health crisis but has also exacerbated social and political tensions in various countries, including Sri Lanka. This study discusses the forms of discrimination and violence experienced by the Muslim community in Sri Lanka during the Covid-19 pandemic, including stereotypes, human rights violations, and acts of social violence. This study uses a qualitative research method with a case study approach, using historical methods that include heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of the study show that there was discrimination and violence in Sri Lanka during the Covid-19 pandemic, as evidenced by discriminatory policies such as the forced cremation of Muslim Covid-19 victims and the arrest of Muslim activists. Keywords: Discrimination; Muslim; Sri Lanka; COVID-19;
Perang Jawa 1825-1830: Peran Pangeran Diponegoro Dalam Perang Jawa Serta Dampak Stabilitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Jawa Dan Kolonialisme Belanda Novitri, Sheila
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.63647

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Peran Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa periode 1825- 1830 serta Dampak Stabilitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Jawad dan Kolonialisme Belanda. Latar belakangnya yaitu kehadiran bangsa-bangsa Belanda di Indonesia, terutama di Yogyakarta membuat berbagai macam masalah salah satunya dengan terlalu ikut campur masalah internal keraton dan menerapkan politik pecah belah dikalangan pejabat-pejabat keraton, sehingga pemerintahan didalam keraton menjadi kacau. Karena pokok penelitian ini adalah masa lalu, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode Sejarah atau historis. Metode historis adalah proses atau aktivitas yang digunakan untuk berkonsentrasi pada sumber atau peninggalan dari masa lalu secara menyeluruh dan mendokumentasikan penemuan berdasarkan fakta. Langkah dalam penelitian sejarah meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dampak setelah perang bagi masyarakat Jawa adalah batas wilayah antara Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta berubah, dan memperburuk sistem ekonomi masyarakat apalagi dengan diterapkannya sistem tanam paksa. Sedangkan dampak bagi masyarakat Belanda adalah Belanda mampu menguasai Jawa dan berhasil menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) dari tahun 1830 hingga 1870. Kata Kunci : Pangeran Diponegoro; Perang Jawa; Kolonial Belanda; Masyarakat Jawa
Sejarah dan Perkembangan Produksi Tape di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso pada Masa Pandemi COVID-19 Luktriasri, Erika Ameilia
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.76429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan produksi tape di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020–2022. Desa Sumber Tengah dikenal sebagai sentra produksi tape singkong dengan jumlah pengusaha terbanyak di wilayah Bondowoso, yang berperan penting dalam perekonomian lokal dan pelestarian budaya. Pandemi COVID-19 membawa dampak signifikan terhadap industri rumahan ini, meliputi penurunan kapasitas produksi, berkurangnya tenaga kerja, serta hambatan distribusi akibat pembatasan mobilitas dan turunnya daya beli masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara mendalam dengan pelaku usaha, observasi proses produksi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pandemi, produksi tape mampu mengolah 2–5 ton singkong per hari, sedangkan pada masa pandemi hanya sekitar 8 kwintal per minggu. Meskipun menghadapi penurunan signifikan, pelaku usaha menerapkan strategi adaptasi seperti pemasaran langsung di pinggir jalan dan penyesuaian skala produksi. Fenomena ini memperlihatkan bahwa produksi tape di Desa Sumber Tengah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol ketahanan budaya lokal di tengah krisis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan usaha berbasis kearifan lokal dan perumusan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri rumahan tradisional.Kata Kunci : Produksi tape, pandemi COVID-19, Desa Sumber Tengah AbtractThis study aims to analyze the development of tape production in Sumber Tengah Village, Binakal Subdistrict, Bondowoso Regency, during the COVID-19 pandemic in 2020-2022. Sumber Tengah Village is known as the center of cassava tape production with the largest number of entrepreneurs in the Bondowoso region, which plays an important role in the local economy and cultural preservation. The COVID-19 pandemic has had a significant impact on this cottage industry, including a decrease in production capacity, a reduced workforce, as well as distribution barriers due to mobility restrictions and a decrease in people's purchasing power. This research uses the historical method through the stages of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Data was collected through literature study, in-depth interviews with business actors, observation of the production process, and documentation. The results showed that before the pandemic, tape production was able to process 2-5 tons of cassava per day, while during the pandemic only about 8 quintals per week. Despite facing a significant decline, business actors implemented adaptation strategies such as direct marketing on the roadside and adjusting the scale of production. This phenomenon shows that tape production in Sumber Tengah Village is not only economically valuable, but also a symbol of local cultural resilience in the midst of a crisis. The findings are expected to be a reference for local wisdom-based business development and policy formulation that supports the sustainability of traditional home industries.Keywords : Tape production, COVID-19 pandemic, Sumber Tengah Village
Sungai Musi Sebagai Pusat Perdagangan Pada Masa Kolonial (1900-1942) Ika Syafitri, Putri Diana Ika; Irwanto, Dedi
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.76751

Abstract

Sungai Musi, sebagai salah satu jalur transportasi utama di Sumatera Selatan, memainkan peran penting dalam pengembangan perdagangan selama masa kolonial antara tahun 1900 dan 1942. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sungai Musi terhadap dinamika perdagangan, termasuk komoditas yang diperdagangkan, pola pengiriman, dan dampaknya terhadap ekonomi lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis historis, yang melibatkan pengumpulan data dari arsip, dokumen sejarah, dan wawancara dengan para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Musi berfungsi tidak hanya sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial dan budaya yang memperkuat jaringan perdagangan lokal dan internasional. Komoditas utama seperti karet, kopi, dan rempah-rempah menjadi andalan perdagangan, yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di sepanjang sungai. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang peran sungai dalam konteks sejarah perdagangan di Indonesia, serta implikasinya terhadap perkembangan masyarakat di wilayah tersebut. Kata Kunci : Perdagangan, Sungai Musi, Komoditas AbtractThe Musi River, as one of the main transportation routes in South Sumatra, played a significant role in the development of trade during the colonial period between 1900 and 1942. This study aims to analyze the influence of the Musi River on trade dynamics, including traded commodities, shipping patterns, and their impact on the local economy. The method used in this study is a qualitative approach with historical analysis, involving data collection from archives, historical documents, and interviews with experts. The results show that the Musi River functioned not only as a transportation route, but also as a center of social and cultural interaction that strengthened local and international trade networks. Key commodities such as rubber, coffee, and spices were the mainstay of trade, which drove economic growth and infrastructure development along the river. This research is expected to contribute to a deeper understanding of the role of rivers in the context of the history of trade in Indonesia, as well as its implications for the development of society in the region.Keywords: Trade, Musi River, Commodities
Prasasti Kedukan Bukit : Cikal Bakal Berdirinya Kedatuan Sriwijaya Herawati, Salma; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.72408

Abstract

Prasasti Kedukan Bukit adalah sumber utama yang merekam awal berdirinya Kedatuan Sriwijaya,menandai transformasi Palembang pusat kekuasaan maritim Asia Tenggara. Penelitian ini mengkaji peran prasasti sebagai cikal bakal berdirinya Sriwijaya dengan fokus pada ekspedisi Dapunta Hyang Sri Jayanasa, strategi militer, serta aspek politik dan religius. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil menunjukkan pendirian Sriwijaya merupakan hasil strategi matang, konsolidasi wilayah, dan legitimasi politik-religius. Prasasti ini menandai kemunculan Sriwijaya serta sebagai kerajaan maritim besar dan pusat perdagangan budaya di Palembang.Kata Kunci : Prasasti Kedukan Bukit; Ekspedisi Dapunta Hyang; Kedatuan Sriwijaya AbstractThe Kedukan Bukit inscription is the main source that records the early establishment of the Srivijaya Kingdom, marking the transformation of Palembang into the center of maritime power in Southeast Asia. This study examines the role of the inscription as the forerunner of the establishment of Srivijaya with a focus on the expedition of Dapunta Hyang Sri Jayanasa, military strategy, and political and religious aspects. This study uses historical research methods including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results show that the establishment of Srivijaya was the result of a mature strategy, regional consolidation, and political-religious legitimacy. This inscription marks the emergence of Srivijaya as a large maritime kingdom and center of cultural trade in Palembang.Keywords : Kedukan Bukit Inscription; Dapunta Hyang Expedition; and Sriwijaya Kingdom
Pola Okupasi Perempuan Petani Pegunungan dalam Ranah Domestik Ashari, Ashari
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.23455

Abstract

Penelitian  adalah penelitian dasar, yang mengambil setting penelitian  pada komunitas pegunungan  Pengkasalu, Desa Kaili Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Signifikansi penelitian adalah berupaya untuk menjabarkan pola kerja perempuan petani pegunungan dalam ranah domestik.  Pola kerja dalam ranah domestik adalah bagian dari pola kerja, yang menjadi rutinitas para petani perempuan sebelum berangkat kerja dalam ranah publik, pada lahan pertanian.  Metode penelitian yang digunakan dalam penbelitian ini adalah metode riset deskriptif, dengan berupaya untuk “mengambarkan”, tentang skenario para perempuan dalam mensiasati, berbagai kerja dalam keluarga dan ,masyarakat luas. Proses penelitian di awali dengan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan  verifikasi, untuk selanjutnya, di rekonstruksi dalam bentuk narasi ilmiah. Hasil riset menunjukkan bahwa : pola kerja perempuan pegunungan dalam ranah domestik adalah pola kerja yang berkaitan dengan merawat anak, memasak mendidik / membelajakan anak,  dan mencuci dalam rumah tangga. Pola kerja ini dilakukan dengan penuh kesadaran sebagai bagian dari pola kultur yang dianggap, menstruktur dalam keluarga. Dengan okupasi ini, dimaksudkan dapat lebih memperkaya  fungsi keluarga dan membangun keluarga yang demikian harmoni, dan dipahami jauh dari tindak kekerasan.Kata Kunci :  Okupasi Perempuan dan  Ranah DomestikAbstractThis research is a basic research setting in the Pengkasalu mountain community, Kaili Village, Luwu Regency, South Sulawesi. Its significance lies in its attempt to describe the work patterns of women farmers in the domestic sphere. Domestic work patterns are part of the routine work patterns of women farmers before leaving for public work on agricultural land. The research method used in this study is descriptive, which attempts to "describe" the scenarios women navigate through various work within the family and the wider community. The research process begins with data collection, followed by verification, and then reconstructed into a scientific narrative. The research results indicate that: mountain women's work patterns in the domestic sphere are related to childcare, cooking, educating/parenting, and washing in the household. These work patterns are carried out consciously as part of a cultural pattern that is considered to structure the family. This occupation is intended to further enrich family functions and build a harmonious family, understood to be free from violence.Keywords: Women's Occupation and the Domestic Sphere
Tradisi dan Penyelesaian Sengketa Masyarakat Adat Karampuang Berbasis Keadilan Restoratif Agus, Andi Aco; Bahri, Bahri; Syukur, Muhammad; Hery, Riri Nurfaathirany; Amin, Muhammad
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.79309

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tradisi hukum adat masyarakat Karampuang; peran pemangku adat serta penerapan pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian sengketa masyarakat adat Karampuang dilihat dari perspektif hukum acara perdata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan normatif-sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mappogau sihanua dan maddui merupakan bentuk penghormatan masyarakat adat Karampuang kepada leluhurnya dan upaya menjaga keharmonisan sosial. Pemangku adat berperan tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mediator yang menjaga nilai sosial, spiritual, dan budaya. Proses musyawarah bertingkat (pettu ana malolo, pettu gella, dan pettu to matoa) memungkinkan seluruh pihak yang bersengketa untuk terlibat aktif, menyampaikan pandangan, sehingga keputusan yang dihasilkan dianggap adil, sah, dan mengikat secara sosial. Penerapan hukum adat yang berorientasi pada keadilan restoratif mampu memperkuat kohesi dan harmoni sosial, serta berkontribusi pada pelestarian identitas budaya masyarakat Karampuang. Di tengah dinamika modernisasi dan perkembangan hukum nasional, praktik penyelesaian sengketa melalui hukum adat tetap relevan sebagai mekanisme penyelesaian sengketa yang partisipatif dan berkeadilan. Kata Kunci: Hukum Adat, Keadilan Restoratif, Masyarakat Karampuang.AbstractThis paper aims to analyze the customary law traditions of the Karampuang community; the role of customary leaders and the application of the restorative justice approach in resolving disputes within the Karampuang community from the perspective of civil procedural law. This study uses a legal research method with a normative-sociological approach. The results show that the traditions of mappogau sihanua and maddui are a form of respect for their ancestors by the Karampuang community and an effort to maintain social harmony. Customary leaders play a role not only as law enforcers but also as mediators who maintain social, spiritual, and cultural values. The multi-level deliberation process (pettu ana malolo, pettu gella, and pettu to matoa) allows all disputing parties to actively participate and express their views, so that the resulting decision is considered fair, legitimate, and socially binding. The application of customary law oriented towards restorative justice can strengthen social cohesion and harmony, and contribute to the preservation of the cultural identity of the Karampuang community. Amid the dynamics of modernization and developments in national law, the practice of dispute resolution through customary law remains relevant as a participatory and equitable dispute resolution mechanism.Keywords: Customary Law, Restorative Justice, Karampuang Community. 

Page 1 of 2 | Total Record : 13