cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 334 Documents
Nurdin Abdullah Satu Dasawarsa Memimpin Bantaeng Andi Irmawanti Nursak; Andi Agustang; Muhammad Syukur
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.39514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Kabupaten Bantaeng pada pemerintahan Nurdin Abdullah pada periode pertama, serta perkembangan dan akhir dari pemerintahan Nurdin Abdullah di Kabupaten Bantaeng pada periode kedua. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup beberapa tahapa, yakni heoristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa pemerintahan Nurdin Abdullah di Kabupaten Bantaeng sangat berkembang, diantaranya dibidang infrastuktur, pariwisata, ekonomi, pertanian, politik, sosial, Kesehatan sejak pemerintahan Nurdin Abdullah pada periode pertama. Nurdin Abdullah mampu merubah Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten maju yang dulunya sangat tertinggal. Peran yang paling utama Nurdin Abdullah yaitu mengubah Kabupaten Bantaeng dalam bidang infrastruktur dikarenakan banyak jalanan dan pembangunan yang dilakukan Nurdin Abdullah agar Kabupaten Bantaeng berkembang. Nurdin Abdullah memerintah dengan cara mendengarkan semua pendapat dari berbagai elemen lalu beliau memberikan solusi, itulah yang dilakukan Nurdin Abdullah terus menerus sejak pada periode pertama hingga periode keduanya Nurdin Abdullah menjabat sebagai Bupati Bantaeng atau satu desawarsa memimpin Bantaeng. Kata Kunci : Pemerintahan, Nurdin Abdullah, Kabupaten Bantaeng, masyarakat, Desawarsa.  This study aims to determine the condition of Bantaeng Regency during Nurdin Abdullah's government in the first period, as well as the development and end of Nurdin Abdullah's government in Bantaeng Regency in the second period. This research is historical research with a qualitative approach using historical research methods which include several stages, namely heoristics, criticism, interpretation, and historiography. Based on the results of the research conducted, it shows that the government of Nurdin Abdullah in Bantaeng Regency has been very developed, including in the fields of infrastructure, tourism, economy, agriculture, politics, social, health since the government of Nurdin Abdullah in the first period. Nurdin Abdullah was able to turn Bantaeng Regency into an advanced Regency which was very backward in the past. Nurdin Abdullah's most important role is to change Bantaeng Regency in the field of infrastructure because there are many roads and developments carried out by Nurdin Abdullah so that Bantaeng Regency develops. Nurdin Abdullah ruled by listening to all opinions from various elements and then he provided a solution, that was what Nurdin Abdullah did continuously from the first period to the second term Nurdin Abdullah served as Regent of Bantaeng or for a decade leading Bantaeng.Foreword: Government, Nurdin Abdullah, Bantaeng Regency, community, Desawarsa.
Filsafat Empirisme (Kontribusi dan Dampaknya pada Perkembangan Penelitian Sejarah) Dini Nisa Atus Sholikah; Abi Ahmad Yusuf; Wahyu Djoko Sulistyio
Jurnal Pattingalloang Vol. 9 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i3.33229

Abstract

Pada kurun waktu abad ke-17 ilmu-ilmu pengetahuan berkembang dan menjadikannya sebagai suatu usaha dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang sangat ilmiah. Para ahli memasuki dunia akademis dengan menggunakan filsafat sebagai dasar dari berfikir, melakukan penelitian yang sistematis, serta menggunakannya sebagai suatu usaha untuk mencari jawaban dari berbagai permasalahan secara universal. Filsafat empirisme menjadi salah satu cabang dalam membuka pola fikir akademisi dalam proses berpikir secara radikal, sistematik, dan universal. Secara etimologis, empirisme berasal dari bahasa Inggris empirisme dan pengalaman. Definisi empirisme sebenarnya adalah doktrin filosofis yang menekankan peran pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan meminimalkan peran akal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana kontribusi dan dampak filsafat empirisme dalam penelitian sejarah. Empirisme pada perkembangannya menjadikan aliran filsafat ini sebagai aliran besar filsafat modern yang memiliki pengaruh terhadap ilmu-ilmu pengetahuan alam, sosial, serta humaniora. Empirisme menjadi pijakan dasar atas pengetahuan untuk berpikir kritis, sistematik, dan universal serta filsafat ini memberikan konsep pengetahuan yang luas dan mendasar bagi kehidupan. Kata Kunci : Filsafat, Empirisme, Penelitian Sejarah   Abtract  During the 17th century, science developed and made it an effort to develop very scientific knowledge. Experts enter the academic world by using philosophy as a basis for thinking, conducting systematic research, and using it as an attempt to find answers to various problems universally. The philosophy of empiricism is one of the branches in opening the mindset of academics in the process of thinking radically, systematically, and universally. Etymologically, empiricism comes from English empiricism and experience. The definition of empiricism is actually a philosophical doctrine that emphasizes the role of experience in acquiring knowledge and minimizes the role of reason. This study uses a qualitative research method of literature study. This study aims to see how the contribution and impact of the philosophy of empiricism in historical research. Empiricism in its development made this school of philosophy a major flow of modern philosophy that had an influence on the natural, social, and humanities sciences. Empiricism is the foundation of knowledge for critical, systematic, and universal thinking and this philosophy provides a broad and fundamental concept of knowledge for life.Keywords : Philosophy, Empiricism, Historical Research
Pelaksanaan Ekonomi Liberal dan Politik Etis pada Desa Kedungsumber Bojonegoro Dimas Fatur Rahman; Diandra Adelia; Yusuf Perdana
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.39951

Abstract

Bojonegoro sejak masa Hindia Belanda dikenal sebagai salah satu daerah di pulau Jawa yang mengalami kemiskinan dan kemorosotan kesejahteraan atas rakyatnya. Waduk Pacal yang didirikan di desa Kedungsumber dibuat sebagai upaya dari pemerintah Hindia Belanda sebagai langkah taktis politik etis untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang berkelanjutan Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji dan memberikan gambaran mengenai sejarah Indonesia tentang pelaksanaan ekonomi liberal dan politik etis yang dilakukan di Bojonegoro, khususnya di desa Kedungsumber. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui studi literature atau studi kepustakaan. Hasil dari kajian telaah ini menyatakan bahwa masyarakat desa Kedungsumber dan sekitarnya mengalami kemunduran secara sosial ekonomi pada masa ekonomi liberal, namun mereka mendapatkan titik baliknya ketika memasuki masa politik etis walaupun melalui beberapa penyesuaian.Kata Kunci : ekonomi liberal, politik etis, pedesaan.  AbtractSince the Dutch East Indies era, Bojonegoro was known as one of the areas on the island of Java that experienced poverty and a decline in the welfare of its people. The purpose of writing this article is to examine and provide an overview of the history of Indonesia regarding the implementation of liberal economics and ethical politics carried out in Bojonegoro, especially in the village of Kedungsumber. In this study, researchers used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through literature studies or literature studies. The results of this study stated that the people of Kedungsumber village and its surroundings experienced a socio-economic setback during the liberal economic period, but they got a turning point when they entered a period of ethical politics even though they went through several adjustments.Keywords : liberal economy, ethical politic, rural.
Peranan Organisasi Solidaritas Perempuan terhadap Nasib Buruh Migran Perempuan, 1990-1998 Arfian Narles; Kurniawati kurniawati; Nur Aini Marta
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.36109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri peranan organisasi non-pemerintah Solidaritas Perempuan terhadap nasib buruh migran perempuan kurun waktu 1990-1998. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dair heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interprestasi dan penulisan sejarah. Peneliti pada tahap heuristik mengumpulkan sumber baik primer berupa memoar perjalanan organisasi seperti Buku Putih Solidaritas Perempuan  maupun sumber sekunder seperti buku yang membahas buruh migran dan Solidaritas Perempuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sejak berdirinya organisasi pada tahun 1990 sampai 1998, Solidaritas Perempuan mempelopori gerakan perjuangan melawan segala bentuk ketidakadilan yang dihadapi buruh migran perempuan baik oleh PJTKI, Agen Pengerah Asing maupun dari Pemerintah. Selama kurun waktu tersebut Solidaritas Perempuan  juga mengalami beberapa kali perubahan bentuk organisasi dari hanya sekedar kelompok kerja yang bersifat voluntaristik, lalu berubah menjadi yayasan dan akhirnya bentuk perserikatan untuk menunjang gerakan perlawanan dalam spirit feminisme. Dalam penanganan kasus buruh migran perempuan, Solidaritas Perempuan melakukan pendampingan kasus, penelitian, studi kebijakan dan hearing dengan Depnaker untuk pekerja migran, pengembangan jaringan kerja dan edukasi melalui penerbitan laporan atau buku panduanKata Kunci : buruh migran; Solidaritas Perempuan; organisasi non-pemerintah AbtractThis study aims to trace the history of the non-governmental organization Solidaritas Perempuan on the fate of female migrant workers during the period 1990-1998. The research method used in this research is the historical method which consists of heuristics, source criticism or leverage, interpretation and historical writing. Researchers at the heuristic stage collect primary sources in the form of memoirs on organizational journeys such as the Buku Putih Solidaritas Perempuan or secondary sources such as books discussing migrant workers and Solidaritas Perempuan. The results of the research show that since the organization's founded in 1990 to 1998, Solidaritas Perempuan has pioneered the movement to fight against all forms of injustice faced by migrant workers, either by PJTKI, foreign recruitment agencies or the government. During this period, Solidaritas Perempuan also underwent several changes in the form of the organization from just a voluntary work group, then turned into a foundation and finally a form of association to support the resistance movement in the spirit of feminism. In handling cases of female migrant workers, Solidaritas Perempuan uses a strategy of data tracking and research, mentoring and education as well as policy advocacy. Keywords : migrant worker; Solidaritas Perempuan; non-govermental organization
Tenaga Kerja Wanita dan Dampaknya Dalam Usaha Dangke di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang 2009-2019 Fitri Antika; Najamuddin Najamuddin; Jumadi Jumadi
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.25588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang hadirnya tenaga kerja wanita dalam usaha dangke , sistem tata kerja wanita dalam usaha dangke, dan dampak usaha dangke dalam kehidupan sosial dan ekonomi wanita pekerja dangke. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu: heuristik (pengumpulan data dan sumber), kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan kritik ekstern, interpretasi atau penafsiran dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang dari tenaga kerja wanita dalam usaha dangke karena adanya tuntutan ekonomi keluarga, proses pengolahan prosuk dari susu sapi melalui beberapa tahapan mulai dari pembersihan sapi hingga ke pemasaran. Dengan bekerja dalam usaha dangke dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan perekonomian keluarga seperti kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dan dengan pendapatan dari usaha dangke dapat membantu biaya pendidikan anak-anaknya, serta dengan adanya usaha dangke dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat lainnya. Kata Kunci : Tenaga kerja; Usaha Dangke    AbstractThis study aims to find out how the background of the presence of female workers in the dangke business, the working system of women in the dangke business, and the impact of the dangke business on the social and economic life of women dangke workers. This study uses a historical research method consisting of four stages, namely: heuristics (collection of data and sources), source criticism consisting of internal criticism and external criticism, interpretation or interpretation and historiography or historical writing. The results showed that the background of female workers in the dangke business was due to the demands of the family's economy, the process of processing products from cow's milk went through several stages from cleaning cows to marketing. By working in the dangke business, you can meet family needs and improve the family's economy, such as daily needs can be met and with income from the dangke business you can help pay for their children's education, and with the dangke business you can open up business opportunities for other people. Keywords : female workers ; dangke business
Desa Perdikan Majan, Winong, Tawangsari: Studi Pemerintahan dan Kebudayaan Tahun 1900-1979 Muhamad Fikri Haikal; Hendra Afiyanto
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.38080

Abstract

Desa Majan, Winong dan Tawangsari menjadi desa perdikan pada abad 18 Masehi. Hak istimewa desa perdikan memberikan kuasa penuh bagi pemimpin desa perdikan untuk mengatur jalanya pemerintahan dan sosial budaya masyarakat perdikan. Pada tahun 1979 desa Majan, Winong dan Tawangsari dihapus status perdikan dan pencabutan hak istimewa. Perumusan masalah penelitian meliputi sejarah desa perdikan Majan, Winong dan Tawangsari, dinamika masyarakat perdikan dan dampak pengapusan status perdikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, verivikasi sumber sejarah, interpretasi dan historiografi. Desa Majan, Winong dan Tawangsari diberi status perdikan dan hak istimewa menjadi sebuah ciri identitas desa tersebut. Identitas ini terdapat pada kuasa mengatur pemerintahan, pelaksanaan perkawinan, sistem pertanahan dan agama Islam menjadi agama tunggal. Perubahahan dinamika desa terjadi pada saat penghapusan status dan pencabutan hak istimewa. Dampak penghapusan dan pencabutan hak istemewa meliputi pemerintahan desa, perkawinan dan hak kuasa tanah bekas desa perdikan. Kata Kunci: Pemimpin desa, Desa perdikan, Dinamika masyarakat, Hak istimewa AbstractThe villages of majan, winong, and tawangsari became penal villages in the 18th century AD. The privilege of the perdikan village gives full power to the perdikan village leader to regulate the administration and social culture of the perdikan community. In 1979 the villages of Majan, Winong, and Tawangsari were removed from their fiefdom status and their privileges revoked. The formulation of the research problem includes the early history of the perdikan villages of Majan, Winong, and Tawangsari, the dynamics of the fief community, and the impact of abolishing the status of the fief. This study uses historical research methods consisting of heuristics, historical source verification, interpretation, and historiography. The fief villages of Majan, Winong and Tawangsari were granted fief status and special privileges became a feature of the village's identity. This identity is contained in the power to regulate village government, the implementation of marriage, the land system, and Islam into a single religion. Changes in the dynamics of the perdikan villages of Majan, Winong, and Tawangsari occurred during the abolition of status and revocation of privileges. The impact of the abolition and revocation of privileges includes village government, marriage, and land tenure rights of the former village perdikan. Keywords: Village leader, Perdikan village, Community dynamics, Privileges 
Dinamika Perkembangan Politeknik Pangkep Sulawesi Selatan 1987-2020 Muhammad Takwa; Jumadi Sahabuddin; Amirullah Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.23344

Abstract

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang didirikannya Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (PPNP) karena dua faktor yaitu adanya instruksi atau keputusan Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud menunjuk Unhas untuk membentuk Politeknik Pertanian dan medan Kab. Pangkep yang cocok dengan bidang keilmuan yang dikaji oleh Politeknik Pertanian. Sehingga PPNP berdiri pada tahun 1987 dengan nama Politeknik Pertanian Universitas Hasanuddin. Perubahan yang terjadi yaitu pada tahun 1990 perguruan tinggi  ini berdiri sendiri dengan nama “Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan”. Perubahan sehingga berdiri sendiri karena adanya instruksi lanjutan terkait Politeknik di seluruh Indonesia tidak lagi berada di bawah naungan Universitas melainkan perguruan yang berdiri sendiri. Dampak yang ditimbulkan dari kehadiran PPNP ini menyasar dalam berbagai bidang selain pendidikan juga berdampak dalam bidang sosial dan ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu latar belakang didirikannya Politeknik Pertanian di Kab. Pangkep yaitu karena instruksi Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendikbud serta kecocokan medan antara objek kajian dengan Kab. Pangkep, perubahan Politeknik Pertanian Pangkep dari bagian Unhas menjadi perguruan tinggi yang berdiri sendiri pada tahun 1990 terakhir dampak yang ditimbulkan dari PPNP ini yaitu dampak dibidang pendidikan, ekonomi dan social AbstractThe results of this study indicate that the background to the establishment of the Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic (PPNP) was due to two factors, namely an instruction or decision by the Central Government through the Ministry of Education and Culture to appoint Unhas to form the Agricultural Polytechnic and Medan Kab. Pangkep that matches the scientific field studied by the Agricultural Polytechnic. So PPNP was established in 1987 under the name Hasanuddin University Agricultural Polytechnic. The change that occurred was that in 1990 this college stood alone under the name "Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic". Changes so that it stands alone because there is further instruction related to Polytechnics throughout Indonesia are no longer under the auspices of the University but rather stand-alone colleges. The impact arising from the presence of PPNP is targeted in various fields besides education, it also has an impact in the social and economic fields. The conclusion of this study is the background to the establishment of the Agricultural Polytechnic in Kab. Pangkep is due to instructions from the Central Government, in this case the Ministry of Education and Culture and the suitability of the terrain between the object of study and Kab. Pangkep, the change of the Pangkep Agricultural Polytechnic from the Unhas division to an independent tertiary institution in 1990, the last impact arising from this PPNP was the impact in the fields of education, economy and social.Keywords: Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Change dan Devolopment, Impact
Dinamika Pembelajaran Sejarah di Masa Pandemi COVID-19 Pada SMAN 1 Makassar tahun 2020-2021 Amirullah Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.23343

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (quality research) yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru, metode pembelajaran sejarah, dan dampak pembelajaran sejarah secara online pada SMAN 1 Makassar masa pandemi Covid-19 Tahun Ajaran 2020/2021. Subjek dalam penelitian ini antara lain 2 orang guru sejarah dan 6 orang peserta didik pada SMAN 1 Makassar, dimana pada tahun ajaran 2020/2021, serta 2 orang tua peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyusunan satuan dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Semua aspek kesiapan guru telah dilaksanakan selama pembelajaran online. Beberapa persiapan yang berbeda dengan pembelajaran offline antara lain pengorganisasian materi oleh guru sejarah yang lebih sederhana, pengalokasian waktu pembelajaran yang lebih singkat dari 2-3 kali 45 menit menjadi hanya 30-45 menit dalam satu kali pertemuan, dan teknik penilaian kepada peserta didik yang dirasa lebih sulit karena tidak dapat memantau keseharian peserta didik secara langsung, 2) Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sejarah secara online antara lain model pembelajaran ekspositori, saintifik, dan kooperatif  dengan metode ceramah dan diskusi. Media atau alat peraga pembelajaran seperti buku, peta, globe, dan lainnya telah berubah dengan memanfaatkan media yang dapat dijangkau secara online antara lain buku elektronik, powerpoint, bahan ajar di internet dan memanfaatkan video pembelajaran pada youtube. (3) Pembelajaran sejarah secara online memiliki dampak positif pada kemudahan pengerjaan dan pengumpulan tugas bagi peserta didik, dan berdampak negatif pada rasa jenuh dan sulit menerima atau memahami materi yang dianggap padat dan membutuhkan penjelasan berulang. Terlebih, peserta didik tidak dapat serta merta bertanya apabila tidak mengerti. Bagi guru, pembelajaran sejarah secara online memiliki dampak positif pada metode mengajar yang dirasakan lebih fleksibel dan dapat menjalankan aktivitas lain sembari mengajar. Adapun dampak negatifnya adalah sulitnya guru sejarah untuk memantau dan menilai peserta didiknya. Disisi lain, dampak pembelajaran sejarah secara online bagi orang tua peserta didik yakni dapat lebih dekat dengan keluarga, walaupun sulit mengontrol dan mengatur kedisiplinan anak di rumah.Kata Kunci : Pembelajaran Sejarah, Pandemi Covid-19, Kota Makassar. AbtractThis research is a qualitative research (quality research) which aims to determine teacher readiness, history learning methods, and the impact of online history learning at SMA 1 Makassar during the Covid-19 pandemic for the 2020/2021 Academic Year. The subjects in this study included 2 history teachers and 6 students at SMAN 1 Makassar, which is in the 2020/2021 school year, as well as 2 parents of students. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, unit arrangement and categorization. The results of the study show that: (1) All aspects of teacher readiness have been carried out during online learning. Several preparations are different from offline learning, including organizing material by a history teacher which is simpler, allocating shorter learning time from 2-3 times 45 minutes to only 30-45 minutes in one meeting, and assessment techniques to students who feel more difficult because they cannot monitor students' daily lives directly, 2) The learning models used in online history learning include expository, scientific, and cooperative learning models with lecture and discussion methods. Learning media or aids such as books, maps, globes, and others have changed by utilizing media that can be accessed online, including electronic books, PowerPoint, teaching materials on the internet and utilizing learning videos on YouTube. (3) Online history learning has a positive impact on the ease of workmanship and collection of assignments for students, and a negative impact on feelings of boredom and difficulty accepting or understanding material that is considered solid and requires repeated explanations. Moreover, students cannot immediately ask if they do not understand. For teachers, online history learning has a positive impact on teaching methods that are felt to be more flexible and able to carry out other activities while teaching. The negative impact is that it is difficult for history teachers to monitor and assess their students. On the other hand, the impact of online history learning for parents of students is that they can be closer to their families, even though it is difficult to control and regulate children's discipline at home.Keywords : History Learning, Covid-19 Pandemic, Makassar City.
Pandangan Mahasiswa UNPI terhadap Penayangan Film Pengkhianatan G30S/PKI parhanudin -; Librilianti Kurnia Yuki
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.28945

Abstract

Abstrak Gerakan 30 September PKI tahun 1965 adalah peristiwa yang kompleks, tujuh Perwira tinggi militer Indonesia dan beberapa yang  lainnya tewas dalam upaya kudeta. Film yang bergenre dokudrama ini berdurasi hampir 5 jam lamanya, tepatnya 271 menit. Dengan Arifin C Noer sebagai sutradara dan penulis naskah bersama Nugroho Notosusanto dari Mendikbud, film ini diproduksi oleh perusahaan Perum Produksi Film Nasional (PPFN). Film ini menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru. Dari 1984 hingga 1998, film ini menjadi wajib. Namun, Dari tahun ke tahun sampai sekarang, stasiun televisi nasional masih menayangkan film ini, sehingga membawa pengaruh ke generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seperti apa respon-respon Mahasiswa UNPI terhadap penayangan Film pengkhianatan G30S/PKI ini. Apakah akan diterima dengan baik atau tidak, dan metode penelitian yang digunakan adalah argumentasi dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data Argumen Mahasiswa UNPI menggunakan media angket dan studi pustala, dan berdasarkan analisis beberapa data yang dapat disimpulkan hasil penelitian yang bisa diambil yaitu, sebagian besar mahasiswa UNPI sudah pernah menonton Film ini dan memahami cerita yang di sampaikan, dan sebagian besar menyetujui kalau dengan ditayangkannya Film Pengkhianatan G30S/PKI ini membawa pengaruh yang baik bagi mahasiswa sebagai edukasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan membawa Dampak positif bagi Mahasiswa UNPI dan masyarakat Kabupaten Cianjur sebagai upaya dalam Bela Negara. Kata Kunci : G30S/PKI; Penayangan Film;  Pengkhianatan Abtract The September 30 PKI Movement of 1965 was a complex event, seven high-ranking Indonesian military officers and several others were killed in the coup attempt. This docudrama genre film is almost 5 hours long, 271 minutes to be exact. With Arifin C Noer as director and scriptwriter with Nugroho Notosusanto from the Minister of Education and Culture, this film was produced by the National Film Production Corporation (PPFN). This film shows the change of Indonesian government regime from President Soekarno to Suharto according to the version of the New Order government. From 1984 to 1998, this film became mandatory. However, from year to year until now, national television stations still broadcast this film, thus bringing influence to the next generation. This study aims to analyze the responses of UNPI students to the screening of the film of the betrayal of the G30S/PKI. Will it be well received or not, and the research method used is argumentation with a quantitative approach. The data collection of UNPI Student Arguments uses the Questionnaire media, and based on the analysis of some data, it can be concluded that the results of the research that can be taken are, most of UNPI students have watched this film and understood the story that was conveyed, and most agreed that with the screening of the film The betrayal of G30S /PKI has a good influence on students as education. With this research, it is hoped that it will have a positive impact on UNPI students and the people of Cianjur Regency as an effort to defend the state. Keyword : Betrayal, G30S/PKI, Screening
Masjid Gamlamo : Studi Tradisi Lisan Terhadap Dakwah Islam di Jailolo Halmahera Barat Abad XIX Nur Hidayah
Jurnal Pattingalloang Vol. 10 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp3k.v10i2.44759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang masjid Gamlamo dari aspek sejarah dan peranannya. Adapun judul penelitian ini adalah Masjid Gamlamo: Studi Tradisi Lisan Terhadap Dakwah Islam di Jailolo Halmahera Barat Abad XIX. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sejarah berdirinya Masjid Gamlamo? bagaimana peran masjid Gamlamo terhadap dakwah Islam?. Hasil penelitian ini menunjukkan Masjid Gamlamo sebagai salah satu bangunan bersejarah yang melambangkan jejak Kesultanan dalam penyebaran Islam dan penyiaran Islam yang tergabung dalam empat Kesultanan di Maluku Utara, Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan (Maloko Kie Raha). Masjid Gamlamo masjid tertua yang dibangun pada awal tahun 1900-an atas swadaya masyarakat yang bergotong royong bahu-membahu mendirikan tempat ibadah. Berawal tidak adanya bangunan rumah ibadah bagi kaum muslim di Jailolo, maka atas prakarsa Suku Moro (suku tertua di Jailolo) rakyat Jailolo bersepakat dan berswadaya mendirikan masjid. Empat suku di Jailolo yaitu suku Moro, Wayuli, Porniti, Gamlamo baik itu yang beragama Islam maupun Kristen turut berpartisipasi membangun Masjid Gamlamo. Tiap-tiap suku memberikan kontribusi berupa pemasangan Tiang Kaba (Soko Guru) pada ruang ibadah masjid. Tiang Kaba sebagai simbolisasi persatuan dan kesatuan rakyat Jailolo yang saling bersaudara dan tetap menjaga hubungan baik antar sesama walau beda suku dan agama. Dalam sejarahnya masjid Gamlamo tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tempat bermusyawarah namun digunakan pula sebagai benteng pertahanan dalam melawan penjajah Belanda, sehingga masjid Gamlamo dijadikan sebagai markas perjuangan melawan penjajah. Peran dakwah masjid Gamlamo ialah sebagai lembaga keagamaan, tatacara pelaksanaan ibadah, falsafat adat orang Jailolo.Kata Kunci: Masjid Gamlamo, Dakwah IslamAbstractThis study aims to discuss the Gamlamo mosque from the historical aspect and its role. The title of this research is Gamlamo Mosque: Study of Oral Traditions on Islamic Propagation in Jailolo West Halmahera XIX Century. The formulation of the problem in this research is what is the history of the establishment of the Gamlamo Mosque? what is the role of the Gamlamo mosque in the propagation of Islam? The results of this study show the Gamlamo Mosque as one of the historical buildings which symbolizes the traces of the Sultanate in the spread of Islam and Islamic broadcasting which are members of the four Sultanates in North Maluku, Ternate, Tidore, Jailolo and Bacan (Maloko Kie Raha). Gamlamo Mosque is the oldest mosque which was built in the early 1900s by the self-help community working together to build a place of worship. Starting from the fact that there were no houses of worship for Muslims in Jailolo, then on the initiative of the Moro tribe (the oldest tribe in Jailolo) the people of Jailolo agreed and volunteered to build a mosque. Four tribes in Jailolo, namely the Moro, Wayuli, Porniti, Gamlamo, both Muslim and Christian, participated in building the Gamlamo Mosque. Each tribe contributed in the form of installing a Kaba Pole (Soko Guru) in the mosque's prayer room. The Kaba Pole is a symbol of the unity and unity of the Jailolo people who are brothers and sisters and continue to maintain good relations between people despite different ethnicities and religions. In its history, the Gamlamo mosque was not only used as a place of worship, a place for deliberations, but was also used as a stronghold against the Dutch colonialists, so that the Gamlamo mosque was used as the headquarters of the struggle against the colonialists. The da'wah role of the Gamlamo mosque is as a religious institution, procedures for carrying out worship, the customary philosophy of the Jailolo peopleKeywords: Gamlamo Mosque, Islamic Da'wah